Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PROMOSI KESEHATAN PADA KELOMPOK RENTAN


(MENTAL HELATH/GANGGUAN JIWA)
DENGAN GANGGUAN JIWA

Dosen Pengampu : Ns. Susi Andriani, M.Kep

Di susun oleh :

KELOMPOK TIK 4

ASRAINI
FITRI YANTI
HUMAIRA MAULIZA
ICA MELISA YOFIANA
IKSAN ZULFANNUR
INDRIANI
MAIZA MASYITAH
ISNA APRILIA KHATUN NADA
MAULIDA RIANI RIZKI
NAZIRATUL HUSNA
NOVIA SHINTA
SYAHRUL IKRAM
RIMA AFRIANI
RISPA YANTI
SYARIFAH MIFTAH KHAIRINA
SYARIFAH RAUDHAH
YUNI ZAHARA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
MEDIKA NURUL ISLAM SIGLI
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Peran keluarga dalam perawatan pasien


gangguan jiwa
Subpokok bahasan : Peran keluarga dalam perawatan
pasien gangguan jiwa dirumah
Sasaran : Keluarga dan pasien yang mengalami
gangguan jiwa
Hari/Tanggal :
Waktu : 15 menit
Tempat : Aula STIKes Medika Nurul Islam Sigli

A. Latar Belakang
Widodo (2003) menjelaskan bahwa kesehatan jiwa
adalah kemampuan individu menyesuaikan diri dengan
dirinya sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan. Sehat
jiwa sering disebut dengan perwujudan keharmonisan fungsi
jiwa dan kesanggupan menghadapi masalah yang biasa
terjadi. Keadaan sehat ataupun sakit dapat dinilai dari
efektifitas fungsi perilaku dalam hal prestai kerja, hubungan
interpesonal, dan penggunaan waktu senggang.
Sedangkan gangguan jiwa merupakan sindrom atau pola
perilaku, atau psikologik seseorang yang secara klinik cukup
bermakna, dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala
penderitaan atau gangguan didalam satu atau lebih fungsi
yang penting dari manusia. Sebagai tambahan, disimpulkan
bahwa disfungsi itu adalah disfungsi dalam segi perilaku,
psikologik atau biologik, dan gangguan itu tidak semata-mata
terletak didalam hubungan antara orang dengan masyarakat.
(Maramis, WF. 2008)
Namun banyak diantaranya tak lama kemudian akan
dimasukkan lagi ke rumah sakit karena mengalami
kekambuhan. Keluarga adalah orang-orang yang sangat dekat
dengan pasien dan dianggap paling banyak tahu kondisi
pasien serta dianggap paling banyak memberi pengaruh pada
pasien. Sehingga keluarga sangat penting artinya dalam
perawatan dan penyembuhan pasien. Oleh karena itu sangat
penting sekali bagi perawat dan dokter untuk menyiapkan
klien dan keluarga terutama bagaimana perawatan klien
ketika di rumah.

B. Identifikasi Masalah
Klien dan keluarga dengan masalah gangguan jiwa
secara umum seperti halusinasi, skizofrenia, waham, ilusi dan
perilaku kekerasan.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 15
menit, keluarga diharapkan mampu memahami peran
keluarga dalam perawatan pasien gangguan jiwa dan dapat
merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan
jiwa dengan tepat.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x
15 menit diharapkan keluarga mampu :
a. Menjelaskan pengertian gangguan jiwa
b. Menyebutkan penyebab gangguan jiwa
c. Menyebutkan dampak gangguan jiwa
d. Menjelaskan peran keluarga dalam merawat pasien
gangguan jiwa di rumah.

D. Pelaksanaan Kegiatan
No. Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu
1. Pembukaan  Mengucapkan  Membalas 2 menit
dan salam salam salam
Memperkenalk Mendengarka
 an  n
diri
Mendengarka
 Menjelaskan  n
tujuan
 Apersepsi  Memberikan
respon

Penyampaia Mendengarkan
2. n Menyampaikan dan 10 menit
Materi materi : memperhatikan
 Pengertian
gangguan jiwa
 Penyebab
gangguan jiwa
 Dampak
gangguan jiwa
 Peran keluarga
dalam
merawat
pasien
gangguan
jiwa di rumah
 Peran keluarga
dalam
merawat
3. Penutup  Tanya jawab  Bertanya dan 3 menit
mendengarka
n
Memperhatik
 Evaluasi dan  an
Menyimpulkan
Materi
 Mengucapkan  Membalas
Salam salam

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

F. MEDIA
1. Power Point
2. Leaflet

G. SETTING TEMPAT
1. Peserta (pasien dan keluarga) duduk di kursi tunggu
2. Penyaji duduk di depannya.

H. MATERI
(Terlampir)

I. Evaluasi
Menanyakan kepada pasien dan keluarga klien
1. Coba jelaskan pengertian gangguan jiwa !
2. Sebutkan penyebab gangguan jiwa !
3. Sebutkan dampak gangguan jiwa !
4. Jelaskan peran keluarga peran keluarga dalam merawat
pasien gangguan jiwa di rumah !
Lampiran 1
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Gangguan Jiwa


Merupakan sindrom atau pola perilaku, atau psikologik
seseorang yang secara klinik cukup bermakna, dan secara
khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan atau
gangguan didalam satu atau lebih fungsi yang penting dari
manusia. Sebagai tambahan, disimpulkan bahwa disfungsi itu
adalah disfungsi dalam segi perilaku, psikologik atau biologik,
dan gangguan itu tidak semata-mata terletak didalam
hubungan antara orang dengan masyarakat.(Maramis, WF.
2008).
Gangguan jiwa adalah gangguan dalam : cara berpikir
(cognitive), kemauan (volition),emosi (affective), tindakan
(psychomotor). Dari berbagai penelitian dapat dikatakan
bahwa gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan
yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik,
maupun dengan mental (Widodo, 2003).
Gangguan Jiwa adalah kondisi dimana proses fisiologik atau
mentalnya kurang berfungsi dengan baik sehingga
mengganggunya dalam fungsi sehari-5hari. Gangguan ini
sering juga disebut sebagai gangguan psikiatri atau gangguan
mental dan dalam masyarakat umum kadang disebut sebagai
gangguan saraf.
Gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang bisa memiliki
bermacam-macam gejala, baik yang tampak jelas maupun
yang hanya terdapat dalam pikirannya. Mulai dari perilaku
menghindar dari lingkungan, tidak mau
berhubungan/berbicara dengan orang lain dan tidak mau
makan hingga yang mengamuk dengan tanpa sebab yang
jelas. Mulai dari yang diam saja hingga yang berbicara dengan
tidak jelas. Dan adapula yang dapat diajak bicara hingga yang
tidak perhatian sama sekali dengan lingkungannya.

B. Penyebab Gangguan Jiwa


Gejala utama atau gejala yang menonjol pada gangguan
jiwa terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya
mungkin di badan (somatogenik), di lingkungan sosial
(sosiogenik) ataupun psikis (psikogenik), (Maramis, 2008).
Gangguan jiwa bukanlah suatu keadaan yang mudah untuk
ditentukan penyebabnya. Banyak faktor yang saling berkaitan
yang dapat menimbulkan gangguan jiwa pada seseorang.
Faktor kejiwaan (kepribadian), pola pikir dan kemampuan
untuk mengatasi masalah, adanya gangguan otak, adanya
gangguan bicara, adanya kondisi salah asuh, tidak diterima
dimasyarakat, serta adanya masalah dan kegagalan dalam
kehidupan mungkin menjadi faktor-faktor yang dapat
mnimbulkan adanya gangguan jiwa. Faktor-faktor diatas
tidaklah dapat berdiri sendiri; tetapi dapat menjadi satu
kesatuan yang secara bersama-sama menimbulkan gangguan
jiwa.
Karena banyak sekali faktor yang dapat mencetuskan
gangguan jiwa; maka petugas kesehatan kadangkala tidak
dapat dengan mudah menemukan penyebab dan mengatasi
masalah yang dialami oleh pasien. Disamping itu tenaga
kesehatan sangat memerlukan sekali bantuan dari keluarga
dan masyarakat untuk mencapai keadaan sehat jiwa yang
optimal bagi pasien.

C. Dampak Gangguan Jiwa


Adanya gangguan jiwa pada seorang pasien dapat
menimbulkan berbagai kondisi antara lain :
1. Gangguan Aktivitas Hidup Sehari-hari
Adanya gangguan jiwa pada seseorang dapat
mempengaruhi kemampuan orang tersebut dalam
melakukan kegiatan sehari-hari seperti kemampuan untuk
merawat diri : mandi, berpakaian, merapikan rambut dan
sebagainya; atau berkurangnya kemampuan dan kemauan
untuk memenuhi kebutuhan dasarnya; seperti tidak mau
makan, minum, buang air (berak dan kencing) serta diam
dengan sedikit gerakan. Apabila kondisi ini dibiarkan
berlanjut; maka akhirnya dapat juga menimbulkan penyakit
fisik seperti kelaparan dan kurang gizi, sakit infeksi saluran
pencernaan dan pernafasan serta adanya penyakit kulit;
atau timbul penyakit yang lainnya.
2. Gangguan Hubungan Interpersonal
Disamping berkurangnya kemampuan pasien untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari; seorang pasien
gangguan jiwa juga kadang mengalami penurunan
kemampuan melakukan hubungan (komunikasi) dengan
orag lain. Pasien mungkin tidak mau berbicara, tidak mau
menapat orang lain atau menghindar dan memberontak
manakala didekati orang lain. Disamping itu mungkin juag
pasien tidak mau membicarakan dengan terang-terangan
apa yang difikirkannya.
3. Gangguan Peran/Sosial
Dengan adanya gangguan kemampuan melakukan
aktivitas sehari-hari dan berkurangnya kemampuan
berhubungan dengan orang lain; maka tentu saja berakibat
pada terganggunya peran dalam kehidupan; baik dalam
pekerjaannya sehari-hari, dalam kegiatan pendidikan,
peran dalam keluarga (sebagai ayah, ibu, anak) dan peran
dalam kehidupan sosial yang lebih luas (dalam
masyarakat).
Berbagai keadaan yang timbul akibat gangguan jiwa
akhirnya dapat merugikan kepentingan keluarga, kelompok
dan masyarakat; sehingga peran serta aktif dari seluruh unsur
masyarakat sangat diperlukan dalam mengatasi gangguan
jiwa.

D. Peran Keluarga dalam Merawat Pasien dengan


Gangguan Jiwa di Rumah
Keluarga adalah orang-orang yang sangat dekat dengan
pasien dan dianggap paling banyak tahu kondisi pasien serta
dianggap paling banyak memberi pengaruh pada pasien.
Sehingga keluarga sangat penting artinya dalam perawatan
dan penyembuhan pasien. Alasan utama pentingnya keluarga
dalam perawatan jiwa adalah :

1. Keluarga merupakan lingkup yang paling banyak


berhubungan dengan pasien
2. Keluarga (dianggap) paling mengetahui kondisi pasien
3. Gangguan jiwa yang timbul pada pasien mungkin
disebabkan adanya cara asuh yang kurang sesuai bagi
pasien
4. Pasien yang mengalami gangguan jiwa nantinya akan
kembali kedalam masyarakat; khususnya dalam
lingkungan keluarga
5. Keluarga merupakan pemberi perawatan utama dalam
mencapai pemenuhan kebutuhan dasar dan
mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi pasien.
6. Gangguan jiwa mungkin memerlukan terapi yang cukup
lama, sehingga pengertian dan kerjasama keluarga sangat
penting artinya dalam pengobatan
Hal-hal yang perlu diketahui oleh keluarga dalam
perawatan Gangguan Jiwa :
1. Pasien yang mengalami gangguan jiwa adalah manusia
yang sama dengan orang lainnya; mempunyai martabat
dan memerlukan perlakuan manusiawi
2. Tujuan perawatan adalah :
a. Meningkatkan Kemandirian pasien
b. Pengoptimalan peran dalam masyarakat
c. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
Menurut Diana Hastings ada beberapa tindakan
perawatan yang dapat dilakukan keluarga di rumah pada
penderita gangguan jiwa, yaitu :
1. Jaga agar klien minum obat yang diberikan secara teratur
dan tak pernah berhenti minum obat meskipun merasa
diri sudah sembuh
2. Perhatikan kebutuhan nutrisi dan istirahat penderita
3. Bantu klien berpakaian serta menjaga kebersihan diri
dengan optimal. Keluarga berperan untuk membantu
pemenuhan kebutuhan ini sesuai tahap-tahap
kemandirian pasien

4. Bantu penderita merubah jalan pikiranya. Melatih klien


untuk berpikir secara positif yaitu dengan mengalihkan
perhatian (pikiran) seperti membicarakan suatu topik
yang lain
5. Libatkan klien dalam degiatan sehari-hari seperti
melakukan pekerjaan rumah (ringan), membantu usaha
keluarga atau bekerja (seperti orang normal lainnya)
merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan yang
mungkin berguna bagi pasien.
6. Berilah peran secukupnya pada pasien sesuai dengan
tingkat kemampuan yang dimiliki. Pemberian peran yang
sesuai dapat meningkatkan harga diri pasien.
7. Kembangkan kemampuan yang telah dimiliki oleh pasien
pada waktu yang lalu. Kemampuan masa lalu berguna
untuk menstimulasi dan meningkatkan fungsi klien
sedapat mungkin.
8. Jaga agar setiap hari klien bisa menikmati suatu kegiatan
seperti nonton televisi, bermain, berkebun, musik,
kerajinan atau aktivitas lain
9. Bila penderita tampak gelisah berikan tehnik rel\aksasi
seperti bermain musik, atau nfas dalam. Bila penderita
dalam keadaan rileks anjurkan untuk aktifitas fisik secara
teratur
10. Berikan dorongan moril kepada penderita dengan tidak
mengucilkan, mengahargai karya dan pendapatnya.
Berikanlah support yang membangun sehingga akan
meningkatkan kepercayaan dirinya.
DAFTAR PUSTAKA

Maramis, WF. 2008. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga


University.

Widodo .2003.Gangguan-Gangguan Kejiwaan.jakarta;Rajawali