50% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
6K tayangan26 halaman

Makalah Bar

Bar awalnya dikenal sebagai tempat berkumpul dan minum, khususnya minuman keras. Pengertian bar berkembang menjadi tempat jual minuman dan hiburan. Terdapat berbagai jenis bar berdasarkan bentuk, lokasi, dan fungsinya seperti bar konter, bar kolam renang, bar dalam kamar hotel, dan lainnya.

Diunggah oleh

Andi Wetenri Olaa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
6K tayangan26 halaman

Makalah Bar

Bar awalnya dikenal sebagai tempat berkumpul dan minum, khususnya minuman keras. Pengertian bar berkembang menjadi tempat jual minuman dan hiburan. Terdapat berbagai jenis bar berdasarkan bentuk, lokasi, dan fungsinya seperti bar konter, bar kolam renang, bar dalam kamar hotel, dan lainnya.

Diunggah oleh

Andi Wetenri Olaa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bar mula-mula dikenal oleh masyarakat pada beberapa abad yang silam, kemudian
dikenal dan disukai mengingat sifat-sifat serta suasananya yang lain dari pada yang lain.

Pada umumnya orang-orang sangat senang bertemu di Bar, berkumpul, membicarakan


sesuatu sambil minum khususnya minuman keras.

Di Indonesia pengertian tentang bar terdapat pada Peraturan Pemerintah (PP) no. 24
tahun 1979 pasal 1 sub j, yang bunyinya adalah sebagai berikut: Bar adalah setiap usaha
komersial yang ruang lingkup kegiatannya menjual berbagai jenis minuman terutama
‘alcoholic beverages’ termasuk pula ‘mixed drink’ di tempat usahanya untuk para tamunya.

Banyak dari masyarakat di Indonesia yang beranggapan bahwa bar hanya sekedar
berkhusus minuman keras saja tetapi, seiring dengan berjalannya waktu bar sekarang ini
bukan lagi hanya tempat minuman keras tetapi juga merupakan tenpat hiburan, tempat santai
setelah seharian kerja, melepaskan dan menghilangkan ketegangan sambil mendengarkan
musik baik secara tidak langsung (melalui tape, compact disc, piringan hitam) maupun secara
langsung dari penyanyi, bahkan kita dapat berdansa di bar tersebut.

Perkembangan zaman telah membawa perubahan kepada istilah bar sebagaimana yang
telah kita kenal sekarang ini. Bar merupakan tempat penjualan minuman beralkohol, tidak
beralkohol maupun berbagai jenis minuman campuran, untuk tujuan memperoleh
keuntungan.

2
B. Rumusan Masalah
1. Bagaiaman sejarah bar?
2. Apa pengertian bar ?
3. Apa macam-macam bar?
4. Apa fungsi-fungsi bar?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah bar
2. Untuk mengetahui pengertian bar
3. Untuk mengetahui macamacam bar
4. Untuk mengetahui fungsi-fungsi bar

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Pengetahuan Bar


Pada mulanya sejarah perkembangan bar ini berasal dari Amerika Utara, dimana bar
mula-mula dikenal oleh masyarakat pada beberapa abad yang silam, kemudian dikenal
dan disukai mengingat sifat-sifat serta suasananya yang lain dari pada yang lain.
Di Inggris, dinyatakan bahwa bar berasal dari bahasa Inggris “barre” ( bahasa
golongan / tingkat menengah Inggris ). Kata ini diperkenalkan pertama kali oleh
Shakespeare pada tahun 1592. Barre disini didefenisikan sebagai sekat penghalang atau
meja dimana minuman dan makanan dihidangkan kepada tamu baik dirumah penginapan,
hotel , kedai kopi atau di stasiun kereta api. Dan banyak lagi versi mengenai asal mulanya
bar.
Pada umumnya orang-orang sangat senang bertemu di Bar, berkumpul,
membicarakan sesuatu sambil minum khususnya minuman keras. Sesuai dengan
perkembangan Bar sekarang ini, Bar bukan saja sebagai tempat berkumpul atau sekedar
untuk minum-minum, tetapi juga merupakan tenpat hiburan, tempat santai setelah
seharian kerja, melepaskan dan menghilangkan ketegangan sambil mendengarkan musik
baik secara tidak langsung (melalui tape, compact disc, piringan hitam) maupun secara
langsung dari penyanyi, bahkan kita dapat berdansa di Bar tersebut.

B. Definisi Bar
Pada mulanya Bar dikenal dengan nama atau sebutan Tavern. Bar berasal dari
kata “Banier” yang berarti sesuatu yang menghalangi, yaitu kayu pemisah antara pekerja
Bar (Bartender) dengan tamu. Kayu pemisah atau penghalang tersebut dinamakan
“Counter” counter tersebut mempunyai fungsi lain yang dilengkapi dengan kursi tinggi
yang disebut “Bar Stools”. Bars Stools dibuat sesuai dengan keinginan dan selera yang
punya bar (Owner). Di Bar tersebut tamu dapat duduk santai memesan makanan dan
minuman yang diinginkannya. Sebagai pemisah antara Bartender dengan tamu, counter
juga bertujuan untuk menghindari tamu yang mabuk masuk ke dalam Bar dan mengambil
minuman yang ada di Bar.
Dengan memperhatikan dan mengikuti perkembangan yang terjadi hingga saat
ini, pengertian kata tentang Bar adalah sebagai berikut “Bar ialah suatu tempat atau

4
counter, dimana seseorang bisa mendapatkan pelayanan makanan dan minuman, baik
yang mengandung alkohol maupun yang tidak mengandung alcohol”.

C. Lay Out (Wujud Physic Bar / Bar Design)

1. Bar Counter
Yaitu suatu penghalang bagian depan yang fungsinya sebagai pemisah antara tamu
dengan pekerja bar dan biasanya dilengkapi dengan Bar Stools (kursi tinggi)
didepannya untuk para tamu yang duduk. Tinggi Bar Counter yang ideal sekitar 110
cm.

2. Space
Banyak bar yang mempunyai Space (jarak) terlalu keci. Yang ideal adalah antara Bar
Counter dengan Back Cupboard / Back Wall adalah 100 125 cm ini memudahkan
jangkauan Bartender untuk mengambil sesuatu untuk keperluan operation seefisien
mungkin.

3. Flooring (lantai)
Bahan yang terbaik untuk lantai adalah yang mudah dibersihkan dan dikeringkan serta
tidak licin, untuk menghindari kecelakaan kerja pada saat operation.

4. Back Wall / Bar Display


Yaitu bagian yang berada di belakang counter yang berfungsi sebagai tempat menaruh
dan memajang minuman (bottle display) serta gelas-gelas dengan pengaturan yang
menarik dan atraktif.

5. Glass Display / Hanger


Letaknya biasanya diatas counter, yang mana fungsinya untuk memajang
(mendisplay) gelas. Biasanya hanya untuk gelas yang berkaki (stem glass), dimana
gelas-gelas berkaki tersebut di gantung di hanger.

6. Cocktail Station / Speed Rack


Yaitu tempat untuk menyimpan jenis minuman yang akan dijual. Pada umumnya
adalah jenis Pouring Brand, serta dilengkapi dengan te,pat untuk menaruk juice, ice
cube, garnish and sink untuk mencuci gelas, peralatan bar dan untuk mencuci tangan.

7. Sink / Plumbing

5
Yaitu tempat untuk mencuci gelas serta perlatan bar yang kotor. Penempatannya
biasanya disudut bar agar tidak terlihat oleh tamu yang duduk di counter.

8. Drawer / Kabinet.
Yaitu tempat menyimpan stock minuman, barang-barang groceries dan keperluan
lainnya setelah bar tutup.

9. Chiller / Refrigeration
Yaitu tempat menyimpan minuman yang perlu didinginkan seperti : Beer, Wine,
Champegne, milk serta buah-buahan.

10. Cashier Desk


Yaitu ruangan dimana cashier membuat check atau bill, menerima pembayaran, dan
mengerjakan tugas-tugas lainnya. Cashier Desk biasanya didalam Bar Counter
ataupun berada di Hall area.

D. Macam-Macam Bar
Menurut bentuknya

Terdapat bermacam-macam Bar menurut bentuknya :

1. Memanjang berbentuk huruf I


2. Berbentuk setengah lingkaran
3. Gabungan setengah lingkaran
4. Berbentuk lingkaran penuh
5. Gabungan setengah lingkaran dan memanjang
6. Berbentuk huruf L
7. Berbentuk huruf U
8. Berbentuk pulau (Island)

Menurut fungsinya

Bar dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1. Bar yang berdiri sendiri.


Didalamnya termasuk pengusaha yang bergabung dengan Nite Club, Discotheque,
Café dan sebagainya yang berada diluar hotel.
6
2. Bar yang merupakan fasilitas hotel.
Bar ini berada didalam hotel dan segala gerak, kegiatan, atau tindakan Bar tersebut
dibawah naungan hotel, tetapi mempunyai fungsi yang sama.

Macam-macam bar menurut fungsinya adalah sebagai berikut :

1. Publik Bar
Bar yang melayani penjualan minuman untuk umum, dimana Bartendernya dapat
langsung berhubungan dengan tamu sambil membuat minuman.

2. Service Bar
Bar yang letaknya berada dibelakang berdekatan dengan dapur/kitchen, serta room
service suatu hotel, bartendernya tidak berhubungan langsung dengan tamu dan bar
jenis ini tidak dilengkapi dengan bar stools.

3. Snack Bar
Bar hanya menjual makanan besar dan

4. Mini Bar
Bar yang berada di dalam kamar hotel dimana minuman alkoholnya dalambentuk
botol kecil, yang ditata di atas meja yang dilengkapi freezer kecil untuk menyimpan
minuman lainnya seperti beer, softdrink sehingga tamu dapat mengambil sendiri. Bar
ini berada dibawah tanggung jawab Housekeeping Department.

5. Pool Bar
Bar yang di area kolam renang disuatu Hotel (swimming pool). Penjualan
minumannya tidak lengkap, terbatas pada beer, softdrink, juice, cocktail, juga
disediakan beberapa macam snack. Untuk pelayanannya bartender dibantu oleh satu
atau dua orang waiter / waitress. Gelas yang digunakannya biasanya gelas plastik.

6. Portable Bar
Bar yang dapat dipindah-pindahkan atau dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan.
Biasanya bar tersebut berupa counter yang diberi roda atau berupa gabungan dari
beberapa meja yang digabung dan diatur sehingga membentuk suatu counter. Portable
bar ini biasanya digunakan untuk party seperti : cocktail party, garden party dan lain-
lain. Dan juga biasanya hanya melayani seperti soft drink, juice, beer atau jenis high
ball saja.

7. Sanken bar / Garden bar


7
Bar yang letaknya diluar atau diruangan terbuka (open air) seperti : di Garden
(kebun).

8. Expresso Bar
Bar yang terdapat di pelabuhan-pelabuhan laut dan udara. Berasal dari Italia dan
menjual beberapa minuman disini justru diletakkan pada penjualan café atau ice
cream.

9. Private Bar
Bar yang berada /. Terdapat di rumah-rumah orang “The Have” atau orang-orang
berada. Minumannya tidak selengkap di bar. Biasanya terbatas pada koleksi yang
punya bar. Pelayanannya langsung ditangani oleh tuan rumah atau tamunya sendiri.

10. Lounge Bar


Bar yang biasanya terdapat di dalam hotel tempatnya luas dan memanjang.
Ruangannya tertutup dan dilayani oleh bartender dan beberapa waiter. Sangat cocok
untuk tamu yang ingin relax, mendengarkan musik sambil menikmati minumannya.

11. Bar dan Restaurant


Biasanya terdapat di kota-kota bentuk dan tampilannya seperti restaurant. Barnya
terletak disudut restaurant dilengkapi dengan hiburan seperti band untuk mengiringi
tamu-tamu yang sedang makan dan minum. Penjualan minuman disini lengkap
dengan

E. Fasilitas Bar
Fasilitas untuk tamu yang biasanya ada di bar :
a. Toilet
b. Public telephone
c. Ashray, paper napkin, snack
d. Parking area dan vallet parking
e. Car call
f. Air conditioner
g. Music dan hiburan lainnya.

8
F. Bagan Minuman

9
G. Alcoholic Beverage
Adalah semua minuman yang mengandung alcohol yang dapat diminum dengan
batas kadar alcohol %-751/2 % yang dinamakan dengan ethyl alcohol. Sedangkan yang
tidak dapat diminum dinamakan etanol alcohol. Alcohol adalah cairan yang berwarna
bening dan berbau ether yang diperoleh melalui proses fermentasi ada yang berbentuk
cari dan ada pula yang dicairkan.Minuman dapat diperoleh dengan dua proses
diantaranya.
a. Fermentasi
Peragian yaitu proses pemecahan gula dalam bentuk cair menjadi alcohol dan
CO2 dengan bantuan ragi.
b. Distilasi
Penyulinganyaitu proses pemanasan dan pendinginan kembah dengan maksud
untuk memperoleh kadar alcohol yang lebih tinggi.

H. Pembagian Minuman Beralkohol


Alcoholic beverage pada dasarnya terbagi dalam tiga jenis klasifikasi,
berdasarkan kelompok jenis alcohol yang terkandung di dalam minuman terbagi antara
lain :
a. beer
b. spirit
 sweet spirit
 dry spirit
c. wine
a) Beer
Adalah minuman beralkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi malt, cereal dan
hops. Bahan dasar beer :
1. Maltseperas grant (gandum) yang sudah di tambahkan dan dikeringkan.
2. Cerealyang digunakan adalah beras atau jagung.
3. Hopsyang diperlukan untuk beer adalah bunganya yang berwarna hijau muda
dari suatu tanaman yang merambat. Bunga ini panjangnya 21/22 cm dan
terdiri dari daun-daun bunga yang mengelilingi suatu spindel. Pada spindel
terdapat batu lupulane yang mana memberikan pada beer rasa pahit hops dan
aroma hops yang karakteristik.

10
4. Yeast (ragi)adalah mikro organisme tunggal yang dapat merubah larutan gula
menjadi alcohol dan zat asam barang.
5. Water (air)89-90 % dari pada beer adalah air yang harus bersih dari mineral
dan garam. Air yang baik berasal dari pilsan, bohamma.

Komposisi dalam beer :

- Air : 89 – 90 %

- Alkohol : 4–7%

- Gula : 3–4%

- Protein : 0,4 – 0,5 %

- Mineral : 2%

- CO2 : 0,4 – 0,5 %

Macam-macam beer

Merk – merk beer yang terkenal :

 Indonesia : Anker, Bintang, Bintang Gold.

 Singapore : Tiger, Anchot

 Australia : Foster, Swan VB, Classic.

 Denmark : Carlsberg, Tuborg.

 Philipine : Sanniquel Bahham

 America : Budwerser, Miller, Bahanumes, Michelob

 Mexico : Corona, Carta Blaaca, Terat Karveza.

 Irlandia : Guinneess.

 Checoslovakia : Pilsner, Urguell.

 Belanda : Heeineken, Amstel.

11
 Francis : Kronenberg.

 China : Suntau

 Jepang : Kurn, Asaht, Suntory.

Beer dihidangkan dalam keadaan dingin, begitu juga gelas yang digunakan harus
dingin. Temperature beer berkisar antara 4-6 Csuhu yang terbaik / enak diminum adalah 8
derajat celcius. Ada tiga cara pengepakan / penyimpanan kemasan beer : Barrel, Bottle, Can.

b) Spirit
Spirit adalah minuman keras yang diperoleh dari distilasi,jadi jika suatu
minuman yang di dalam proses pembuatannya hanya sampai di proses fermentasi
saja tidak bisa disebut dengan spirit contoh nya ( Wine, Bir, Sake ) di mana sebelum
proses distilasi diperlukan proses awal yaitu fermentasi. Spirit terbagi dalam dua
golongan :
1. Liquor : Gun, Vodka, Rum Whisky, Brandy, Tequila, dll
2. Liqueur

1) Gin
Adalah minuman alcohol yang diperoleh dari hasil fermentasi dan distulasi
ulang dari grain, herb, junifferberry. Berbeda dengan minuman-minuman lainnya
yang tercipta karena adanya tradisi local dan keagamaan. Gin diketahui siapa
penciptanya yaitu seorang dokter yang bernama Dr. Fransiscus de la boe atau yang
lebih dikenal dengan nama Dr. Sylvius pada tahun 1650. Pada mulanya ia tidak
bermaksud membuat suatu minuman beralkohol, tetapi ingin membuat obat yang
mana pada saat itu belum diketemukan obat untuk mengobati penyakit ginjal.
Berdasarkan pengetahuannya minyak dari juniferberry dapat digunakan untuk
mengobati pengobatan, kemudian dia mencoba mencampur pure alcohol dengan
junniferberry ternyata cukup ampuh untuk mengobati penyakit tersebut. Hasil
ciptaannya ini disebut Genievre. Selanjutnya orang Belanda menyebutnya Genever
dan lama kelamaan menjadi popular di Inggris pada tahun 1700 M dan orang
menyebutnya Gin.
12
Menurut cara pembuatannya, gin dibagi menjadi dua jenis.
a. Gin distilasi (distilled gin) adalah gin hasil distilasi minuman beralkohol
yang dicampur air, dan diberi aroma buah juniper serta rempah-rempah.
b. Gin campur (compound gin) adalah minuman beralkohol rasa tawar yang
dicampur air, aroma buah juniper, serta minyak rempah-rempah, namun
tidak melalui proses distilasi

Bahan utama Gin :

a. Grain : Barley, Ray, Corn.

b. Herbs : Orange / lemon pel, Cardamen, Conander, Bitter, Almond, angelic


orns roots, carawy, seed, fennel, licorise, cassia bark, calamus root.

c. Junniferberries : Pohon / tumbuhan yang diambil minyaknya.

*Keterangan : Peel (kulit buah), Root (akar-akaran), Seeds (Biji-biijian), Bark (kulit kayu),
Berries (minyak)

Ada tipe-tipe Gin :

a. Dutch gin / Holland gin


Proses pembuatannya adalah sebagai berikut :
 Bahan dasarnya barley, corn dan rye, dicampur kemudian difermentasi.
 Distilasi sampai dua kali, kadar alkoholnya 100-110 proof.
 Redistilasi dengan menambahkan junniper berriers, remah-rempah lainnya.

Ciri-cirinya :

- Rasanya lebih manis


- Mempunyai aroma yang keras
- Biasanya dihidangkan dingindan straight up.
- Orang Belanda sering kali menyebutnya dengan nama beer.

13
Berdasarkan umurnya ada dua macam Genever :

o Jonge (Young) Genever


o Oude (Old) Genever
o Gin yang dicampur dengan buah-buahan

Merk-merk Genever :

- Bokma
- Hoppe
- Hultskamp
- Meder
- Bols
- Claryn
- Coeberg
- Henkes

b. English gin / American gin

Ciri-cirinya :

- Rasa lebih dry


- Mempunyai aroma yang lunak / Laght bodred.
- Bisa diminum straight up on the rocks atau dengan campuran, juga untuk
minuman campuran.

Merk-merknya :

 Beefeater
 Gordan dry gin
 Tangueray
 Gilbeys
 Seeagrams Extra Dry Gin
 London Satin gin
 Bombay sapphire

14
2) Vodka

Pada mulanya Negara yang menghasilkan vodka adalah Rusia dan dibuatnya
dengan bahan dasar kentang. Sekarang banyak Negara lain terutama Amerika
membuat bahan dasar grain, dicampur dengan kentang. Kentang menghasilkan vodka
yang lebih baik, tetapi grain dapat menghasilkan lebih banyak vodka dibandingkan
dengan kentang walaupun jumlah yang dipakai sama banyaknya.

Ada juga vodka yang mempunyai flavor, seperti :

a. Zobrowka
Diberi flavor sejenis rumput yang hanya tumbuh di Polandia, rumput ini
merupakan makanan binatang Bison yang hidup di sana.
b. Starka
Yang mempunyai arti tua karena diaging selama kurang lebih 10 tahun dibekas
aging wine sehingga minuman ini mempunyai warna amber (kecoklatan-coklatan)
c. Yubileyneya Osobaya
Dicampur dengan brandy, madu dan bumbu-bumbuan
d. Pertsovka
Diberi flavor pepper, cubeb, capsicum dan cayenne sehingga warna minuman ini
berwarna coklat tua.
e. Okhotnichya
Diberi flavor herbs, orange, lemon. Cherry dan lain-lainnya.

Beberapa merk Vodka :

- Stohchnaya
- Meskovkaya
- Kropkaya
- Zyma
- Pertsovka
- Belshoi
- Berzoi

15
- Smirnof (red, blue, silver, jahe)
- Wolfschmiddt
- Samavar
- Absolut Vodka

Karena pada saat pembuatan vodka disaring dengan “charcoal” (arang kayu) dan
tanpa dicampur dengan flavor apapun maka vodka mempunyai sifat-sifat :

- Colorless (tidak berwarna)


- Tasteless (tidak berasa)
- Ordorless (tidak berbau)

Vodka dapat diminum straight up, on the rocks, ataupun dengan mixer (soft drink &
juice) juga cocok untuk dibuat minuman campuran (cocktail).

3) Rum
Rum dibuat dari tebu (sugar cane). Tebu sebelumnya diproses menjadi gula
sisa pembuatan gula tersebut adalah (kurang lebih 5% masih mengandung gula).
Molases tersebutlah yang dibuat dengan jalan fermantasi dan distilasi.
Ada beberapa nama jenis rum berdasarkan tempat produksinya, diantaranya
yaitu; Rum yang di produksi di Spanyol dikenal dengan nama ron, sedangkan ron
añejo adalah sebutan untuk rum yang telah lama disimpan, dan dipasarkan sebagai
barang berkualitas.
Rum produksi negara berbahasa Perancis disebut rhum, sedangkan rhum
vieux merupakan sebutan rum Perancis yang sudah disimpan lama dan memenuhi
beberapa kriteria lain.
Ada 4 macam gabungan rum :
 Light bodiedrum : very dry, light bodied rum.
 Gold rum : medium bodied rum.
 Dark rum (sweet) : rich, full bodied rum
 Aromatic rum : pungently aromatic

Negara-negara penghasil rum yang terkenal kebanyakan berada di daerah


Caribia hingga Amerika latin. Rum sangat luwes untuk dibuat mixed drink atau
flavoring makanan, terutama pastries (kue-kue)
16
Merk-merk rum :

- Bacardi
- Captain morgan
- Negrita
- Don-Q
- Lemon hart
- Carioca
- Myers
- Ron rico
- Gold Coaster

4) whisky

Ejaan Amerika : Whiskey

Ejaan British : Whisky

Asal kata whisky adalah bahasa Irish Gache, dari bahasa Scot Gache (Visge),
kedua-duanya berarti “water of life”. Sejarawanmemperkirakan minuman keras hasil
distilasi pertama kali dibuat antara abad ke-8 dan abad ke-9 di Timur Tengah. Teknik
distilasi dibawa ke Irlandia dan Britania oleh biarawan Kristen. Menurut legenda yang
populer, Santo Patrick memperkenalkan proses distilasi di Irlandia dan Britania.
Proses distilasi mungkin ditemukan orang Irlandia, atau petani di Britania yang
memanfaatkan sisa-sisa serealia sesudah panen.Pada dasarnya proses pembuatan
whisky melalui beberapa tahap seperti :

 Malting : Barkey dikecambahkan kemudian dikeringkan


 Mashing : Malt dihancurkan / dibuat tepung
 Fenneating : Tepung barley (malt) diberi ragi (proses fermentasi)
sehingga terjadi peragian
 Distiling : Hasil fermentasi di distilasi menghasilkan cairan
beralkohol
yang bening.
 Maturing blending : Pemberian warna dan bumbu-bumbu lainnya.
 Aging : Penyimpanan dipotong kayu oak untuk jangka waktu
17
tertentu.
 Boltling : Pembotolan.

Negara – Negara penghasil Whsiky yang terkenal :

a) Scotlandia (Scotch Whisky)


Dimatangkan paling sedikit selama tiga tahun di tong kayu ek, atau
memiliki kualitas setara dengan wiski yang diproduksi di daerah
Skotlandia. Wiski hanya dimatangkan sewaktu dalam penyimpanan di
dalam tong, dan bukan di botol, sehingga "umur" wiski skotch adalah
waktu simpan dari setelah distilasi hingga pembotolan. Selama disimpan
di tong, komposisi kimia kayu mengubah susunan kimia dan rasa wiski.
Wiski lama yang sudah disimpan bertahun-tahun di dalam botol mungkin
dihargai karena langka, tapi bukan karena "matang" ("tua"). Wiski lama
dalam botol tidak juga berarti "lebih baik" dari wiski baru dengan masa
pematangan yang setara di dalam tong. Bila wiski skotch merupakan
campuran wiski yang berasal dari dari dua tong atau lebih yang berbeda,
maka usia wiski yang ditulis pada label botol adalah usia wiski termuda
yang dipakai sebagai pencampur. Istilah cask strength menunjukkan wiski
belum dicampur air, dan langsung dibotolkan dari tong dengan kadar
alkohol yang terkandung sewaktu wiski dialirkan dari tong.
Ada2kualitas type Whiskey yang di hasilkan oleh negara ini
yaituRegular dan Premium scoth whiskeydan ada 2 jenis menurut bahan
yang digunakan untuk membuat whisky di Negara ini yaitu straight scoth
whisky dan blended scoth whisky
 Regular Whiskey
Dalam proses penyimpanannya hanya kurang lebih 2 tahun
dalam oak barelContoh : Jhonnie walker red label, balentes finest,
passport.\
 Premium Whiskey
Dalam proses penyimpananya minimal 12 tahun dalam oak
barel
Contoh : Jhonnie walker black label,Chivas Regal 12 years Old,
Balantines Gold

18
 Straight Scoth whisky
Adalahscoth whisky yang bahanya hanya menggunakan grain
dari jenis Barley atau 100% Barley saja sering di sebut dengan Pure
whisky atau Straight whisky contohnya :Macallan,Glenfiddich,
Glenlivelt, Glenmoriangie
 Blended Scoth Whisky
Adalahscoth whisky yang terbuat dari 51% barley atau Malt
whisky dan 49% grain yang lain bisa oats,rey, corn atau wheat
contoh : Jhonnie Walker, Chivas regal,Ballantines

Kalau dilihat dari bahannya scotch whisky terbagi menjadi dua macam yaitu :

 Malt whisky
Dibuatdengan cara “The old fashioned pot” dari malted barley (jawawut)
rasanya kurang begitu enak, penuh aroma dan harganya mahal.
 Grain whisky
Dibuat dengan cara Caffey patent method dengan bahan-bahan : Maiza, Ots,
rye, dan malted barley. Mempunyai sedikit aroma sifatnya lebih koersia dan proses
pembuatanya lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Grain whisky ini
umumnya dicampur dengan malt whiskey yaitu yang disebut Blended scotch itu di
pasaran kita sering menjumpai scotch whiskey yang disebut “Blended scotch
whickky), sebetulnya aroma scotch whisky itu di dapat dari campuran malt whisky,
pure malt whisky adalah Glanfieddich.

b) America (American Whisky/bourbon whisky)


Adalah whiskey yang berbahan dasar utama corn kurang lebih
51% dan sisanya jenis grain yang lain, American Whiskey ada 2
yaitu yang berasal dari Tennesse dan Kentucky Whiskey yang seing di
sebut dengan Bourbon whiskey.
American Whiskey dalam proses peragiannya biasanya
menggunakan 25 % ragi bekas pakai yang sering di sebut dengan Sour
MashDisebut juga bourbon whiskey karena pertama kalinya di buat di
distrik, di Bourbon, di Kentucky America dari tepung jagung
(maizena).

19
Merk-merknya :

- Jim Beam
- Antique
- I. W Harper
- Old Grand Dad
- Jack Daniels
- Wild turkey
- Old crow
- Old Forester
- Henry Mc Kenna
- Font Rosca

c) Canada (Canadian whisky)

Sering disebut rye whiskey karena bahan yang digunakan untuk


membuatnya adalah rye (gandum). Merk-merk nya :

- Canadian Club
- Black velvet
- Schenley Old
- Seagram VO
- Seagram Crown Royal

d) Ireland (Irish Whiskey)

 Merk-merknya :
- John Jameson
- Old Bushmills
- John Power
- Tullamordew

20
c) Brandy, Cognac dan Armanag
a. Brandy adalah minuman beralkohol yang dibuat melalui proses hasil buah
anggur (grape). Merupakan nama umum untuk semua minuman yang dibuat
dari bahan anggur dan diproses dengan cara fermentasi, distilasi dan aging.
b. Cognac adalah nama dagang yang dimonopoli untuk Brandy yang dihasilkan
di daerah cognac dekat sungai Charentes, Perancis. Minuman ini didistilasi
debngan cara pot still dan umur cognac di beri tanda bintang.
c. Armanac adalah Brandy yang dihasilkan didaerah armanacm di Perancis.
Minuman ini didistilasi dega cara patent still da diumurkan kurang lebih 3
tahun. Karena armagnac hanya diditilasi satu kali, sedangkan cognac dua kali,
maka cognac lebih lembut dari agmanac.

Jadi brandy, cognac dan Armanac pada dasarnya adalah sama yaitu sama-
sama brandy Cuma dalam hal ini selain kedua daerah itu (Cognac dan Armanac)
jadi semua cognac dan Armanacadalah brandy tetapi Brandy belum tentu Cognac
dan Armanac.

Kata brandy berasal dari kata “BRANDEWIJN” dari bahasa Belanda yang
berarti BURNED WINE ( wine yang dibakar). Kadar alcohol berkisar 40-50 %.
Yang membuat Cognac terbaik diantara semua Brandy karena tanah, keadaan
cuaca, sedangkan Armanac lebih keras aroma bahan dan tanahnya (Earther
flavor). Cara menghidangkan Brandy yang terbaik adalah dengan cara
memanaskan gelasnya terlebih dahulu. Gelas yang digunakan adalah Brandy
snifter.

Pada label Brandy / Cognac biasanya tertulis tanda-tanda atau kata-kata yang
menyatakan umur dari Brandy di botol itu :

 (*)one star (3 tahun)


 (**) two star (4 tahun)
 (***) three star (5 tahun)
 VS artinya very superior (7-12 tahun
 VSO very superior (12-17 tahun)
 VSOP very superior pale (25-40 tahun)
 XO extra old (40-60 tahun)

21
 Merk-merk Brandy :
- Beehive
- Terry Brandy
- Osborn
- Seguin Napoleon
- Lejon
- Operto (Portugal)
- Pico (Peru)
- Stock (Italy)
- St. Thomas (Aussie)
- Asbach Uralt (German)
- Merk-merk Cognac :
- Baron Otard
- Martell (VS, 3 *, VSOP Madathon, Cordon Blue, XO Superior)
- Hennessy (XO, VS, VSOP)
- Remy Martin (VSOP)
- Camus (XO, Grand VSOP)
- Courvoisier
- Bisquit du Bouche
- Hine

 Merk-merk Armanac :
- Tipane
- St. Vivant Armanac
- Jeanmean Fine Napoleon Armanac.

 Fruit Brandy
Brandy yang dihasilkan dari selain buah anggur. Ada tiga golongan fruit
brandy :
o Yang dibuat dari buah berdaging (Apple & Pear)
o Yang dibuat dari buah yang berbiji (Cherry, Plums & Apricot)

22
o Yang dibuat dari buah kecil-kecil yang bergerombol (Berries) misalnya
Raspberries, Strawberries, Blackberries, Elderberries.

Merk-merknya :

- Dari buah Apple : Apple brandy, Apple Jack, Calvadas.


- Dari buah apricot : Apricot brandy.
- Dari buah cherry : Kusch, Kurschwasser.
- Dari buah Pear : Pear brandy, Potte Williams.
- Dari buah strawberry : Frase, dll.
G. Non Alcoholic Beverage
Adalah minuman yang tidak mengandung alcohol terdiri dari :

a. Natural Mineral Water

Adalah air yang mengandung mineral dan berasal dari dalam tanah atau sumber
mata air, yang mana mengalami proses sepeb diolah dibersihkan dan disterilkan sebelum
diperdagangkan. Ada beberapa macam diantaranya ditambah CO2 di dalamanya yang
mana gunanya untuk mengawetkan dan menyegarkan.

Beberapa merk mineral water antara lain :

- Perrier dan Evian (Perancis)


- Aqua, Ades, Oasis, Vit, Sosro (Indonesia)

b. Artificial Mineral Water

Adalah minuman yang dibuat mirip meniru sifat-sifat mineral water dan biasanya
diberi bahan aroma-aroma tertentu, serta diawetkan dengan CO2. Minuman jenis ini lebih
dikenal dengan nama soft drink.

Beberapa jenis artificial mineral water antara lain :

a) Soda water
Minuman ini merupakan yang berbada macam yang lainnya.

Bahannya air mineral dan CO2.

b) Cola (Pepsi, Coca Cola dan RC Cola)


23
Bahannya air gula, chocolate caramel diawetkan dengan CO2

c) Ginger Ale
d) Tonic / quinine water
e) Bitter lemon
f) Lemonade
e) Strawberry
Jenis artificial mineral water ini selain diminum biasa berfungsi sebagai minuman capur atau
mixing drink.

c. Aromatic / Stimulating Water

Adalah minuman yang mempunyai aroma merangsang yang dapat mempengaruhi


organ-organ ditubuh kita. Beberapa jenis aromatic / stimulating water :

a) Coffee mengandung kafein misalnya black coffee atau regular coffee,


Expresso, Ice coffee dll.
b) Tea mengandung misalnya Hot tea, hot lemon tea, Chinese tea, Ice lemon tea
dll.
c) Chocolate misalnya : Hot chocolate, Ice chocolate.
d) Milk, misalnya Hot milk, Ice milk.
d. Juices

Adalah sari buah-buahan atau cairan yang diperoleh dengan memeras buah-
buahan, juice yang biasanya disediakan di bar antara lain :

a) Orange juice
b) Pineapple juice
c) Lemon/Lime juice
d) Grape fruit juice
e) Guava juice
f) Sour sop juice
g) Manggao juice
h) Tomato juice
i) Apple juice, dll.
Juice biasanya terbagi dalam dua golongan yaitu : fresh juice dan non fresh juice.

24
e. Squash dan Cruzz

Jenis minuman ini adalah campuran dari soda water, juice dan kadang-kadang
ditambah dengan gula yang dibuat di pabrik dan dibotolkan disebut Cruzz, sedangkan yang
dibuat di bar biasanya disebut squash. Biasanya beberapa squash yang ada di bar :

a) Orange squash
b) Lemon squash
c) Lime squash
d) Healthy Drink / Suplement Drink
Adalah minuman kesehatan yang dapat menambah daya tahan tubuh. Berepa merk
yang biasanya di jual di bar :

a) Kratingdeng
b) Livovsan
c) M 150
d) Bachus Di

f. Syrup

Adalah cairan kental / pekat berkadar gula yang sangat tinggi. Disediakan di bar untuk
bahan membuat minuman campuran (mixing drink). Syrup yang biasa disediakan di bar
antara lain :

a) Simple syrup
b) Vanila syrup
c) Grenadine syrup
d) Melon syrup
e) Strawberry syrup

25
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bar ialah suatu tempat atau counter, dimana seseorang bisa mendapatkan pelayanan
makanan dan minuman, baik yang mengandung alkohol maupun yang tidak mengandung
alkohol. Sesuai dengan perkembangan Bar sekarang ini, Bar bukan saja sebagai tempat
berkumpul atau sekedar untuk minum-minum, tetapi juga merupakan tenpat hiburan, tempat
santai setelah seharian kerja, melepaskan dan menghilangkan ketegangan sambil
mendengarkan musik baik secara tidak langsung (melalui tape, compact disc, piringan hitam)
maupun secara langsung dari penyanyi, bahkan kita dapat berdansa di Bar tersebut.

B. Saran

Pada dasarnya usaha boga memiliki banyak macam, termasuk bartender. Kita harusnya
bisa mengkreasikan usaha boga yang beraneka ragam untuk meraih keuntungan yang akan
didapatkan pada usaha boga, seperti halnya bartender yang pada zaman sekarang untuk
mendapatkan keuntungan bartender menyediakan berbagai inovasi selain minuman yang
beralkohol seperti bar yang biasa dulu dikenal, tetapi sekarang sudah beraneka ragam.

26
DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 1980. The Good Cook, Salad & Cold Hors D Oevre. USA Time Life is
Trademark of Time Incorporate.

Anonimous. 1980. The of Cookery by the Ministry of Agriculture and Food.

Anderson, C. and Blakemore, D. 1991. Modern Food Service, Oxford. Butterwort Heinemann
Ltd.

Ani Setiani, Sugeng Waluyo, Sigid Noerochman. 1999. Pengantar Pelayanan Prima.
Jakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Kejuruan. Departemen Pendidikan
Nasional.

Asti Kleinsteuber. Seri Etiket Table Manners (Etiket Makan). Jakarta. Primamedia Pustaka

Hutagalung, Lusiana A.S. 2003. Pelayanan Bartender dalam Meningkatkan Pelayanan.


Fakultas Sastra. Medan

Kotschevar, Terrel. 1985. Food Service Planning Lay Out Equipment. New York.
Macmillan Publishing Company.

Kokom Komariah. 1991. Persiapan Pengolahan Bahan pangan Nabati dan Hewani.
Yogyakarta. Jurusan PKK-FT UNY.

27

Common questions

Didukung oleh AI

The historical origins of beverages like Gin and Whisky showcase significant cultural interconnections. Gin, for example, was developed by a Dutch doctor and gained fame in Britain, indicating a cross-cultural adoption and adaptation of spirits. Similarly, Whisky has roots in Middle Eastern distillation techniques that were integrated into European practices by Christian monks. These origins reflect not only advancements in distillation techniques but also cultural exchanges that have shaped the global beverage industry, demonstrating how cultural diversity and trade influence culinary and beverage traditions worldwide .

To remain competitive, bars can adopt strategies such as diversifying offerings to include non-alcoholic drinks and introducing entertainment options like live music or themed events. Emphasizing unique aesthetics and ambiance can attract niche markets, while collaboration with local artisans for craft beverages can create exclusive offerings. Embracing digital marketing and leveraging social media platforms can extend reach and engagement with younger audiences. Additionally, incorporating sustainable practices can appeal to environmentally conscious consumers, ensuring that the bar not only attracts but retains a diverse clientele in a competitive market .

The changes in bar roles reflect a broader cultural shift towards more diverse socialization and leisure activities. Originally, bars were simple drinking venues, but they have transformed to accommodate music, dance, and relaxation post-work. This evolution indicates a shift in cultural dynamics where leisure activities increasingly emphasize entertainment and social interactions beyond just alcohol consumption. In both Indonesia and globally, bars have adapted to these shifts by integrating varied forms of entertainment and ambiance, reflecting broader societal changes in recreation and entertainment preferences .

A typical bar setup includes key components like the bar counter, bar stools, and a variety of storage like back walls, cabinets, and chillers. Each component fulfills a distinct role; for instance, the counter acts as both a serving area and a barrier, while stools provide customer seating. Storage areas like back walls and chillers keep beverages organized and properly refrigerated. Additional facilities such as sinks for glass cleaning and cashier desks for handling transactions ensure smooth operation. Together, these components enhance both functionality and customer experience by offering efficient service and a comfortable environment .

Bars can be categorized by their form and function. Form-wise, bars may be linear, circular, or L-shaped, among others. This influences space efficiency and customer interaction levels. Functionally, bars range from public bars, which serve a wide clientele and emphasize direct bartender interaction, to service bars that facilitate hotel service without direct customer contact. Specialty venues like pool bars or mini-bars in hotel rooms cater to specific contexts, emphasizing convenience and specific types of service. The function of a bar dictates its offerings and the kind of patron experiences it can provide .

The design of a bar significantly influences its functionality and the overall experience it offers customers. Key elements include the bar counter, which acts as a barrier and a point of service, the arrangement of stools for comfort, and the spacing around the bar facilitates staff efficiency. Elements like flooring are chosen for safety and easy maintenance. The back wall displays drinks aesthetically while proximity facilitates quick access. This thoughtful design not only enhances operational efficiency but also contributes to a more inviting and enjoyable environment for patrons .

Bars originated as social gathering points, particularly known for serving alcoholic drinks, beginning in North America centuries ago. Initially associated solely with drinking, their role has significantly evolved. Today's bars are not just about consuming alcohol; they serve as entertainment venues, places to unwind after work, and offer live or recorded music, allowing patrons a venue to dance as well. This evolution from purely drink-serving establishments to multifunctional entertainment spots reflects broader cultural shifts in socialization and leisure .

In Indonesia, the legal definition of a bar frames it primarily as a commercial entity focusing on the sale of alcoholic beverages. This legal standpoint shapes public perception, often aligning bars strictly with alcohol consumption. However, as the definition encompasses both alcoholic and mixed drinks, it opens the door for bars to expand into broader entertainment venues. This evolution reflects a shift from being seen purely as alcohol-centered establishments to multifaceted social and entertainment hubs, influencing their commercial operations to diversify offerings in line with both legal allowances and changing consumer expectations .

Bars play a pivotal role in modern social dynamics by serving as venues for relaxation, entertainment, and social interaction. In different cultural contexts, this role varies. For instance, in Western societies, bars are often central to nightlife and social gatherings. In contrast, in some Asian cultures, bars may emphasize a relaxed, low-key atmosphere suitable for business discussions or informal gatherings. The essence of bars as social facilitators remains unchanged, but their functions and perceived roles diverge based on cultural norms and social practices, reflecting localized adaptations of global leisure trends .

Bar design directly impacts safety, particularly flooring and layout. The choice of flooring materials is critical to prevent slips and falls, with preferences leaning towards non-slip, easy-to-clean surfaces. Layout design, like maintaining optimal space between the bar counter and other fixtures, ensures efficient movement for both staff and patrons. Such considerations not only protect staff during high-traffic hours but also enhance the customer experience by reducing the risk of accidents. Therefore, the design and safety features embedded into the bar layout contribute significantly to both operational efficiency and customer welfare .

Anda mungkin juga menyukai