Anda di halaman 1dari 18

AGAMA ISLAM DAN RUANG LINGKUPNYA

Disusun oleh :

Kelompok 1 :
1. Shely Rizki Oktariyani
2. Innaka Arin Haq
3. Yulistia Avtina

Dosen pembimbing :
1. Muhammad Zamzam, S.Pd.I
2. Miftahul Husni, M.Pd.I

PRODI D IV GIZI

POLTEKKES KEMENKES
PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga kami dapat merampungkan
penyusunan makalah pendidikan agama islam dengan judul “AGAMA ISLAM
DAN RUANG lINGKUPNYA’’
Penyusunan makalah semaksimal mungkin ini sangat kami upayakan dan
didukung dari be berbagai pihak bantuan, sehingga dapat memperlancar dan
menyelesaikan dalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak dan sumber yang telah membantu kami dalam
merampungkan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun
aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-
lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi
memperbaiki makalah ini.
Saya beserta teman-teman saya sangat mengharapkan semoga dari makalah
sederhana ini dapat diambil manfaatnya dan keinginan besar kami dapat
menginspirasi para pembaca untuk bisa menjadi yang terbaik diantara yang
terbaik.

Palembang, 04 September 2019

Penullis

i
DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................................................ i
Daftar isi.................................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang...................................................................................................01
1.2 Rumusan masalah.............................................................................................02
1.3. Tujuan masalah...............................................................................................02
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian agama menurut ETIMOLOGI........................................................03
2.2 Pengertian agama menurut TERMINOLOGI..................................................03
2.3 Pengertian Islam...............................................................................................04
2.4 Dalil atau landasan memilih Islam...................................................................05
2.5 Prinsip dalam ajaran Islam...............................................................................06
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan .....................................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Islam berasal dari kata “Salama” yang berarti patuh atau menerima. Kata
dasarnya adalah salimah yang berarti sejahtera, tidak tercela, tidak bercacat. Dari
kata itu terbentuk kata masdar salamat (dalam bahasa indonesia menjadi selamat).
Dari akar kata itu jugaa terbentuk kata kata salm, silm yang berarti kedamaian,
kepatuhan penyerahan diri.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa arti yang dikandung
perkataan islam adalah kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, penyerahan diri,
ketaatan dan kepatuhan. Dari perkataan selamat, salm tersebut timbul ungkapan
Assalamu’alaikum yang berarti (mengandung doa dan harapan) semoga anda
damai sejahtera.
Sebagai agama wahyu yang terakhir, agama isalm merupakan satu sistem
akidah dan syariat serta akhlak yang mengatur hidup dan kehidupan manusia
dalam berbagai hubungan. Hubungan lingkupnya lebih luas dari ruang lingkup
agama nasrani yang hanya mengatur hubungan manusia dengan tuhan. Agama
islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam
masyarakat akan tetapi termasuk juga dengan diri manusia itu sendiri tetapi juga
dengan alam sekitarnya yang kini terkenal dengan istilah lingkungan hidup.
Pendidikan agama islam sangat penting untuk di pelajari,di amalkan,dan
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu kita harus lebih
memahami agama islam terutama yang mencakup didalamnya , hal ini sangat
penting untuk di pelajari karena di dalamnya terdapat pelajaran yang sangat
berharga yang dapat menjadi panutan dan pedoman umat manusia.

01
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa itu agama menurut “ETIMOLOGI”?
2. Apa itu agama menurut “TERMINOLOGY”?
3. Apa pengertian Islam?
4. Apa saja dalil atau landasan dalam ajaran agama Islam?
5. Bagaimana prinsip-prinsip dalam ajaran agama Islam?

1.3. Tujuan Masalah


1. Untuk mengetahui agama menurut “ETIMOLOGI”.
2. Untuk mengetahui agama menurut “TERMINOLOGI”.
3. Untuk mengetahui pengertian Islam.
4. Untuk mengetahui dalil atau landasan dalam ajaran agama Islam.
5. Untuk mengetahui prinsip-prinssip dalam ajaran agama Islam.

02
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Agama menurut ETIMOLOGI


Kata agama dalam bahasa indonesia berarti sama dengan “diri” dalam
bahasa arab dan semit, atau dalam bahasa inggris “Religion”. Dari arti bahasa
(ETIMOLOGI) agama berasal dari bahasa Sangsekerta yang berarti tidak pergi,
tetap ditempat, diwarisi turun temurun. Sedangkan kata “diri” menyandang arti
antara lain menguasai, memudahkan, patuh, utang, balasan atau
kebiasaan.(Ensiklopedi Islam, jilid I, 1994) dan ( Pengantar Studi Islam edisi
revisi Dr. H. Didiek Ahmad Supadie, M.M, hal. 35, Raja Wali pers,2011).

2.2. Pengertian agama menurut TERMINOLOGI


Secara istilah (TERMINOLOGI) agama, seperti ditulis oleh (Anshari)
bahwa walaupun agama, din, religion, masing-masing mempunyai arti etimologi
sendiri-sendiri, mempunyai riwayat dan sejarahnya sendiri-sendiri, namun dalam
pengertian teknis TERMINOLOGIS ketiga istilah tersebut mempunyai makna
yang sama, yaitu:
A. Agama, din, religion adalah satu sistem credo (Tata keimanan atau tata
keyakinan) atas adanya Yang Maha Muthlak diluar diri manusia.
B. Agama juga adalah satu sistem ritus ( tata peribadatan) manusia kepada
yang dianggapnya Maha Muthlak tersebut.
C. Disamping merupakan satu sistema credo dan satu sistema ritus, agama
juga adalah satu sistem norma ( tata kaidah atau tata aturan) yang
mengatur hubungan manusia sesama manusia dan hubungan manusia
dengan alam lainnya, sesuai dengan sejalan dengan tata keimanan dan
tata peribadatan termaktub diatas. (Anshari, 1992) dan ( Pengantar Studi
Islam edisi revisi Dr. H. Didiek Ahmad Supadie, M.M, hal. 35-36, Raja
Wali pers,2011).

03
2.3. Pengertian Islam
Islam adalah kata turunan (jadian) yang berarti ketundukan, ketaatan,
kepatuhan (kepada kehendak Allah SWT) berasal dari kata salama yang artinya
patuh atau menerima;berakar dari huruf sin lam mim (s-l-m). Kata dasarnya
adalah salimah yang berarti sejahtera, tidak tercela, tidak bercacat. Dari kata itu
terbentuk kata masdar salamat (yang dalam bahasa Indonesia menjadi selamat).
Dari akar kata itu juga terbentuk kata-kata salm, silm yang bererti kedamaian,
kepatuhan, penyerahan (diri). Dari uraian tersebut dapatlah disimpulkan bahwa
arti yang dikandung dalam perkataan Islam adalah: kesejahteraan, kedamaian,
keselamatan, penyerahan (diri), ketaatan dan kepatuhan. Intinya adalah berserah
diri, tunduk, patuh dan taat dengan sepenuh hati kepada kehendak Ilahi.
(Pendidikan Agama Islam, Prof.H. Mohammad Daud Ali, S.H., hal.48-50,
Rajawali Pres, 2011).
Agama Islam adalah agama Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW, untuk diteruskan kepada seluruh umat manusia yang
mengandung ketentuan-ketentuan keimanan (akidah) dan ketentuan-ketentuan
ibadah dan muamalah (syari’ah), yang menentukan proses berfikir, merasa dan
berbuat dan proses terbentuknya kata hati.
Berdasakan penjelasan di atas, agama Islam itu mengandung tiga unsur
yaitu:
1. Iman ; keyakinan kepada :
a. Allah.
b. Malaikat-Nya.
c. Kitab-Nya.
d. Rasul-Nya.
e. Hari akhir, dan
f. Qadla dan Qadar.
2. Islam; penyerahan diri sepenuhnya kepada ketentuan Allah, yaitu :
a. Syahadatain.
b. Shalat.
c. Zakat.
04
d. Puasa.
e. Haji.
3. Ihsan; berakhlaq shalih pendekatan (mikro) yang melaksanakan ibadah
kepada Allah SWT dan bermu’amalah dengan sesama makhluk dengan
penuh keikhlasan seakan-akan disaksikan oleh Allah SWT.
Adapun mu’amalah dengan sesama makhluk terdiri dari :
a. Bermu’amalah dengan manusia:
1. Hubungan dengan rasul:
- Menta’ati.
- Meniru.
- Mencintai.
- Shalawat atau mendo’akan.
2. Menyantuni atau membina diri.
3. Hubungan dengan keluarga.
4. Hubungan dengan masyarakat.
5. Hubungan dengan bangsa.
6. Hubungan antar bangsa.s
b. Hubungan dengan tumbuh-tumbuahan.
c. Hubungan dengan hewan.
d. Hubungan dengan benda, baik organik maupun anorganik.
Dengan demikian, oleh karena agama Islam itu membawa peraturan
peraturan Allah SWT yang dipatuhi maka manusia Islam itu bukan saja
menjauhkan diri dari kemunkaran dan selalu berbuat kebajikan, melainkan juga
mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran itu. (Pendidikan Agama
Islam, H. T. Amir Husin Sardany, LML, hal.1-3, Rimbow,1987).

Selain yang termaktub di atas, Islam adalah agama yang namanya diambil
dari hakikat atau substansi ajaran yang terkandung dalamnya. Jika agama-agama
yang lain namanya baru ada setelah pembawa aajarannya telah tiada, maka nama
“Islam” sudah ada sejak awal kelahirannya. Uniknya, Allah SWT sendiri yang
memberikan nama risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Nama
05
Islam memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama lainnya. Kata Islam tidak
memiliki hubungan dengan orang tertentu atau golongan manusia tertentu, atau
suatu negeri tertentu.
“Satu-satunya agama yang tidak menggunakan nama sesuai dengan nama
penganjurnya atau nama tempat agama itu diturunkan hanyalah Islam. Agama
Hindu diberi nama Hindu karena ia turun di tanah Hindustan. Kristen adalah nama
agama yang disesuaikan dengan nama penganjurnya, Jesus Kristus. Agama
Yahudi diberi nama demikian karena diturunkan kepada bangsa Yahudi. Budha
mengikuti nama penganjurnya, begitu seterusnya. Hanya Islam yang tidak
bernama agama Muhammad, Agama Arabi, atau Agama Quraisyi. Dari nama itu
saja kita dapat pemahaman yang sangat kuat bahwa Islam memang tidak
diturunkan hanya untuk sekelompok masyarakat. Islam diturunkan untuk semua
umat manusia” (HS Habib Adnan, 2005:24) dan (Dr.H. Didiek Ahmad Supadie,
M.M., hal.70-72, Rajawali Pers,2011).

2.4. Dalil-dalil atau landasan dalam ajaran agama islam


a. Islam itu datang dari Allah untuk kepentingan manusia yang
diciptakan-Nya. Islam itu berupa sistem (software) yang diciptakan Allah spesial
untuk manusia, bukan untuk makhluk yang lainnya. Allah menjelaskan dalam
firman-Nya :

َ َ ‫ف الَّذِينَ أُوتُوا ْال ِكت‬


‫اب ِإ ََّّل ِم ْن َب ْع ِد َما‬ َ ‫اخت َ َل‬
ْ ‫اْل ْس ََل ُم َو َما‬ ِ ْ ِ‫َّللا‬َّ َ‫ِإ َّن الدِينَ ِع ْند‬
‫ب‬
ِ ‫سا‬َ ‫س ِري ُع ْال ِح‬ َّ ‫َّللاِ فَإ ِ َّن‬
َ َ‫َّللا‬ َّ ‫ت‬ ِ ‫َجا َء ُه ُم ْال ِع ْل ُم َب ْغيًا َب ْينَ ُه ْم َو َم ْن َي ْكفُ ْر ِبآ َ َيا‬
Artinya : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab (Yahudi dan Nasrani)
kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka
sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya”. (QS. Ali Imran : 19)

Sebab itu, mengamalkan ajaran Islam dengan benar dan menyeluruh


adalah bukti otentik ubudiyah kepada Allah dan bukti tidak syirik (menyekutukan)

06
kepada Allah dengan sesuatu apapun. Misi ibadah yang Allah tetapkan untuk
manusia hanya dapat diimplementasikan melalui ajaran Islam, bukan dengan
ajaran lainnya. Allah berfirman :

َ ُ ‫ق ِم ْن ِم ْن ُه ْم ِريدُأ‬
‫ام‬ ٍ ‫( أُا َم َو ِر ْز‬56) ُ ‫س ْ ِْل َاو ْال ِج َّن َخلَ ْقتُ َو َما ِنو ِل َي ْعبُد‬
َ ‫ا ِإ َّل ْن‬
(58) ‫اق وذ ُ ْالقُ َّوةِ ْل َمتِينُا‬
ُ ‫الر َّز‬
َّ ‫( ُه َو‬57) ‫ط ِع ُمو ِن‬ ْ ُ‫ِريد ُ أ َ ْن ي‬
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.(56) Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari
mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.(57)
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi
Sangat Kokoh”. (QS. Adz-Dzariyat : 56 – 58).
b. Islam dengan segala ajarannya adalah yang terunggul dibandingkan
sistem dan ideology apa saja yang ada di dunia ini. Keunggulan tersebut
terbukti sejak ia diturunkan sampai sekarang dan sampai hari kiamat nanti.
Namun demikian, Islam yang unggul itu ialah yang bersumberkan Al-Qur’an dan
Sunnah Rasul Saw. bukan Islam tafsiran manusia. Karena tafsiran manusia,
siapapun dia, bisa benar dan bisa juga salah. Islam itu adalah sistem ciptaan
Pencipta Manusia, yakni Allah Ta’ala, melalui apa yang termaktub dalam Al-
Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. Sebab itu, ajaran Islam itu pasti unggul dan tidak
akan ada sistem ciptaan manusia lain mampu mengunggulinya. Allah
menjelaskannya :

َ‫س َو ْال ِج ُّن َعلَى أ َ ْن يَأْتُوا ِب ِمثْ ِل َهذَا ْالقُ ْرآ َ ِن ََّل يَأْتُون‬ ِْ ‫ت‬
ُ ‫اْل ْن‬ ْ ‫قُ ْل لَئِ ِن‬
ِ ‫اجت َ َم َع‬
‫اس فِي َهذَا‬ ِ َّ‫ص َّر ْفنَا ِللن‬َ ‫) َولَقَ ْد‬88( ‫يرا‬ َ ‫ض‬
ً ‫ظ ِه‬ ُ ‫بِ ِمثْ ِل ِه َولَ ْو َكانَ بَ ْع‬
ٍ ‫ض ُه ْم ِلبَ ْع‬
ِ َّ‫ْالقُ ْرآ َ ِن ِم ْن ُك ِل َمث َ ٍل فَأَبَى أ َ ْكث َ ُر الن‬
ً ُ‫اس ِإ ََّّل ُكف‬
‫)ا‬89(‫ورا‬
Artinya: “Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk
membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat
yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi
sebagian yang lain.(88) Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada
manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan

07
manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (nya)”. (QS. Al-Isro’ : 88 – 89).

Salah satu bukti keunggulan Al-Qur’an dan ajaran Islam ialah, bahwa apa
yang ditemukan manusia dalam dunia sains dan teknologi saat ini, seperti ilmu
embryology, antariksa, astronomi dan sebagainya serta berbagai ilmu sosial dan
humaniora lainnya, Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. sudah menjelaskannya
sejak lebih dari 14 abad yang lalu. Bahkan lima ayat pertama yang Allah turunkan
kepada Nabi Muhammad Saw. dalam surat Al-‘Alaq adalah dasar ilmu
embryology yang baru diketahui manusia hakikat dan detailnya sekitar satu abad
belakangan.

c. Islam itu, sesuai namanya “Al-Islam”, diturunkan Allah untuk


menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Kita memilih Islam
itu bukan karena ikut-ikutan atau taklid buta. Kita menerima Islam itu bukan
karena rayuan kehidupan dunia. Kita meyakini Islam itu bukan karena nenek
moyang kita adalah Muslim. Kita menerima Islam sebagai the way of life bukan
karena kita tinggal di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Kita
menerima Islam itu sebagai agama dan sistem hidup bukan karena tidak enak
kepada manusia. Kita mengimani kebenaran Islam itu bukan supaya kita menjadi
teroris atau berkuasa di atas muka bumi ini. Akan tetapi, kita terima Islam dan kita
pilih Islam sebagai sistem hidup karena hanya Islamlah yang mampu
menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan di akhirat.

Sistem apapun yang ada sekarang, baik yang berbau-bau langit, seperti
Yahudiyyah dan Nashraniyyah, apalagi yang berbau tanah berupa ciptaan dan
karangan manusia seperti sosialisme, komunisme, kapitalisme, nasionalisme dan
seterusnya, maka dijamin tidak akan mampu meberikan keselamatan kepada umat
manusia di dunia apalagi di akhirat kelak. Karena yang menentukan manusia itu
selamat atau tidak bukanlah manusia itu sendiri, melainkan Tuhan Pencipta
mereka, yakni Allah Subhanahu Wata’ala. Yang menentukan mereka berjalan dari
dunia sampai ke akhirat nanti adalah Allah, Rabbul ‘Alamin, bukan manusia.
Yang menciptakan dan menguasai dunia dan akhirat itu adalah Allah Ta’ala,

08
bukan manusia, setinggi apapun pangkatnya ketika hidup di dunia. Yang
menentukan syarat keselamatan atau celaka di dunia dan akhirat itu adalah Allah
Subhanahu Wata’ala, bukan manusia, sebanyak apapun hartanya saat ia diberi
Allah jatah hidup di dunia. Semua syarat keselamatan di dunia dan diakhirat itu
sudah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-NYa :

َ‫اْل ْس ََل ِم دِينًا فَلَ ْن يُ ْقبَ َل ِم ْنهُ َوهُ َو فِي ْاْلَ ِخ َرةِ ِمنَ ْالخَا ِس ِرين‬
ِ ْ ‫َو َم ْن يَ ْبتَغِ َغي َْر‬
Artinya : Dan siapa yang mencari selain Islam sebagai dien (sistem hidup),
maka tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang
merugi (QS. Ali Imran : 85)

Allah menjelaskan dalam ayat yang lain :

‫ص ََلة َ َويُؤْ تُوا‬ َّ ‫صينَ لَهُ الدِينَ ُحنَفَا َء َويُ ِقي ُموا ال‬ َّ ‫َو َما أ ُ ِم ُروا إِ ََّّل ِليَ ْعبُدُوا‬
ِ ‫َّللاَ ُم ْخ ِل‬
َ‫ب َو ْال ُم ْش ِر ِكين‬ ِ ‫) إِ َّن الَّذِينَ َكفَ ُروا ِم ْن أ َ ْه ِل ْال ِكتَا‬5( ‫ِين ْالقَيِ َم ِة‬ ُ ‫الز َكاة َ َوذَ ِل َك د‬ َّ
‫) ِإ َّن الَّذِينَ آ َ َمنُوا‬6( ‫َار َج َهنَّ َم خَا ِلدِينَ ِفي َها أُولَ ِئ َك ُه ْم ش َُّر ْال َب ِريَّ ِة‬ ِ ‫ِفي ن‬
ُ‫) َجزَ ا ُؤ ُه ْم ِع ْندَ َر ِب ِه ْم َجنَّات‬7( ‫ت أُولَ ِئ َك ُه ْم َخي ُْر ْال َب ِريَّ ِة‬ ِ ‫صا ِل َحا‬َّ ‫َو َع ِملُوا ال‬
‫ضوا‬ ُ ‫َّللاُ َع ْن ُه ْم َو َر‬َّ ‫ي‬ َ ‫ض‬ِ ‫ار خَا ِلدِينَ فِي َها أ َ َبدًا َر‬ ُ ‫َع ْد ٍن ت َ ْج ِري ِم ْن ت َ ْح ِت َها ْاْل َ ْن َه‬
ُ)8( ‫ِي َربَّه‬ َ ‫َع ْنهُ ذَ ِل َك ِل َم ْن َخش‬
Artinya : “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan
supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian
itulah agama yang lurus(5). Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli
Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka
kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (6) Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-
baik makhluk. (7) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu
adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”. (QS. Al-Bayyinah : 6 – 8).

09
2.5. Prinsip-prinsip dalam ajaran agama islam
Prinsip-prinsip yang terdapat dalam ajaran islam adalah sebagai berikut:

 Sesuai dengan fitrah manusia

Kata fitrah secara harfiyah berarti keadaan suci. Adapun yag


mengartikan bahwa fitrah adalah kecenderungan atau perasaan mengakui adanya
kekuasaan yang menguasai dirinya dan alam jagat raya. Sebagaimana yang
dikemukakan oleh para ahli, ternyata bukan hanya fitrah beragama saja melainkan
juga fitrah keingintahuan terhadap sesuatu, fitrah menyukai dan mencintai seni.
Dengan fitrah beragama manusia menjadi orang yang berTuhan dan berakhlak
mulia, dengan fitrah keingintahuan manusia menjadi orang yang berilmu
pengetahuan, dan dengan fitrah seni manusia menjadi halus dan menyukai yang
indah.

 Keseimbangan
Manusia terdiri dari unsur jasmani dan unsur rohani. Jasmani berasal dari tanah
atau bumi yang melambangkan kerendahan, adapun rohani berasal dari Tuhan dan
bahkan ia merupakan unsur keTuhanan yang terdapat dalama diri manusia yang
melambangkan ketinggian. Hidup yang seimbang adalah hidup yang
memperhatikan kepentingan jasmani dan rohani, namun kekuatan rohani harus
mengarahkan kekuatan jasmani. Selain itu kehidupan yang seimbang juga
berkaitan dengan usaha manusia dalam mempersiapkan bekal untuk hidup di
dunia dan di akhirat. Dunia yang ada ditangan seseorang harus digunakan dengan
visi transedental, yakni dunia tersebut sebagai amanah yang harus
dipertanggungjawabkan dan harus digunakan dalam rangka meraih kebahagiaan
hidup di akhirat.
( Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A., Studi Islam Komprehensif. (Jakarta:
Kencana Prenada Media Grup, 2011), cet.I, hlm. 53.

10
 Sesuai dengan keadaan zaman dan tempat

Islam adalah agama akhir zaman, setelah itu tidak ada lagi agama yang
diturunkan oleh Allah SWT. Dengan sifatnya yang demikian itu maka, Islam
berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagaimana yang telah disebutkan
sebelumnya akan terus berlaku sepanjang zaman.
Walaupun sumber ajaran Islam itu Al-Qur’an dan al-Hadits, namun dalam
pemahaman dan implementasinya mengalami penyesuaian perbedaan yang
disesuaikan dengan keadaan perkembangan masyarakat. Namun demikian,
perbedaan ini tidak sampai mengubah teks Al-Qur’an dan Al-hadits serta menolak
hal-hal yang bersifat qat’i yakni, dalam hal aqidah, ibadah, dan akhlakul karimah.
(Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A., Op cit., hlm. 61. )

 Tidak menyusahkan manusia


Ajaran Islam turun dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat,
memberi rahmat, mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada terang benderang,
dan dari kebiadaban menjadi beradab. Ajaran Islam juga memberikan toleransi
kepada umatnya dalam hal ibadah, shalat, puasa, dan makanan. Adanya berbagai
kemudahan atau dispensasi tersebut menunjukan bahwa Islam tidak mempersulit
manusia, jikalau itu terjadi maka hal ini bertentangan dengan visi, misi, dan tujuan
ajaran islam itu sendiri yakni untuk memelihara jiwa, agama, akal, harta, dan
keturunan.

 Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


Islam adalah agama satu-satunya yang sejak kelahirannya
mewajibkan setiap orang untuk membaca, karena dengan membaca kita akan
mudah untuk mendapatkan informasi yang sedang terjadi atau yang sedang
membuming dizamannya, selain itu dengan membaca kita akan mendapatkan
ilmu, dengan ilmu manusia akan memperoleh kemudahan dan kecepatan dalam
mencapai tujuan agama tersebut. Ibnu Ruslan dalam kitab zubad halaman 68
mengatakan “ setiap orang yang beramal tanpa ilmu pengetahuan, maka amalnya
ditolak, tidak diterima.
11
 Berbasis pada penelitian

Penelitian merupakan pengembangan ilmu pengetahuan,


mengumpulkan fakta dan data untuk membuktikan keberadaan tentang sesuatu
yang disusun secara sistematis dalam buntuk teori. Ajaran Islam berbasis pada hal
tersebut serta sikap kehati-hatian dalam menentukan sebuah kebijakan, sehingga
kebijakan ini tidak hanya cukup didasarkan pada dugaan atau asumsi belaka, atau
bahkan karena ikut-ikutan pada orang lain tanpa mengetahui sebabnya.
(Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. Studi Islam Komprehensif,Jakarta: Kencana
Prenada Media Grup, 2011, cet.1, hlm. 70.)

 Berorientasi pada masa depan

Islam adalah agama yang mengajarkan kepada penganutnya agar masa


depan keadaannya lebih baik dari masa lalu dan sekarang. Dengan berorientasi ke
masa depan seseorang akan lebih kreatif, optimis, dan tidak mengagung-agungkan
masa lalu hanya untuk menghibur diri atau menutup kemalasan dimasa sekarang.
Kemudian seeorang akan berusaha meningkatkan mutu hasil kerjanya, sehingga
akan tetap berguna dan mampu bersaing secara sehat. (Ibid., hlm. 73-74.)

 Kesederajatan

Prinsip ajaran Islam tentang kesederajatan ini penting dilakukan selain


mendatangkan manfaat juga akan menimbulkan sikap saling menghormati,
menghargai, akan menghilangkan praktek penjajahan dan beragai tindakan
kedzaliman manusia yang satu dengan yang lainnya, serta akan membangun citra
ajaran Islam sebagai agama yang memberi rahmat bagi seluruh alam.

 Keadilan

Dapat diartikan sebagai sebuah perlakuan seseorang atas orang lain


yang didasarkan atas perasaan memberi kesempatan yang sama, seimbang,
profesional, sesuai dengan peran, tugas, tanggungjawab, dan prestasi yang
dicapainya. (Ibid., hlm. 77).

12
 Musyawarah

Dengan adanya musyawarah ini, maka berbagai gagasan dan pikiran-


pikiran dari berbagai pihak akan dapat ditampung, sehingga berbagai
kemungkinan terjadinya ketidakpuasan yang dapat menimbulkan unjuk rasa,
demontrasi, dan sebagainya dapat dihindari. (Ibid., hlm. 79.)

 Persaudaraan

Prinsip persaudaraan dalam Islam didasarkan pada pandangan,


walaupun manusia memiliki latar belakang yang berbeda-beda namun mereka
memiliki unsur persamaan dari segi asal usul, proses, kebutuhan hidup, tempat
kembali, dan nenek moyang. Hal tersebut merupakan dasar atau landasan bagi
terbangunnya konsep persaudaraan yang bersifat kemanusiaan.

 Keterbukaan

Suatu sikap yang meyakini kebenaran suatu agama atau ideologi dan
berusaha mempertahankan dan mengamalkannya, namun dalam waktu yang
bersamaan ia mau menerima masukan dari luar, serta menghargainya. Dengan
kata lain, bahwa yang dimaksud keterbukaan bukanlah sikap menerima semua
yang berasal dari luar penelitian dan penyaringan, melainkan mau menerima
informasi atau kebenaran dari manapun datangnya, dengan tetap waspada, hati-
hati, dan menyesuaikannya dengan petunjuk Al-Qur’an dan Al-Hadits. (Ibid., hlm
80.)

13
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa islam


menurut bahasa (etimologi) mengandung arti berserah diri, tunduk, patuh , dan
taat kepada allah sehingga melahirkan keselamatan dan kesejahteraan diri serta
kedamaian kepada sesama manusia dan lingkungannya. Sedangkan menurut
istilah (terminologi) Islam adalah suatu nama bagi agama yang ajaran-ajarannya
diwahyukan Allah kepada manusia melalui seorang rasul. Islam juga merupakan
ajaran yang lengkap , menyeluruh dan sempurna yang mengatur tata cara
kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah maupun ketika berinteraksi
dengan lingkungannya. Islam juga berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan
manusia dengan allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam
semesta. Secara garis besar ruang lingkup agama islam menyangkut 3 hal pokok
yaitu aspek keyakina (aqidah), aspek norma (syariah), dan aspek prilaku (akhlak)
yang masing-masing memiliki perbedaan namun tidak dapat dipisahkan dan
saling berkaitan satu sama lain.

14
DAFTAR PUSTAKA

Ensiklopedi Islam, jilid I, 1994) dan ( Pengantar Studi Islam edisi revisi Dr. H.
Didiek Ahmad Supadie, M.M, hal. 35, Raja Wali pers,2011).
Anshari, 1992) dan ( Pengantar Studi Islam edisi revisi Dr. H. Didiek Ahmad
Supadie, M.M, hal. 35-36, Raja Wali pers,2011).
(Pendidikan Agama Islam, Prof.H. Mohammad Daud Ali, S.H., hal.48-50,
Rajawali Pres, 2011).
(Pendidikan Agama Islam, H. T. Amir Husin Sardany, LML, hal.1-3,
Rimbow,1987).
(HS Habib Adnan, 2005:24) dan (Dr.H. Didiek Ahmad Supadie, M.M., hal.70-72,
Rajawali Pers,2011).
( Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A., Studi Islam Komprehensif. (Jakarta:
Kencana Prenada Media Grup, 2011), cet.I, hlm. 53.
(Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A., Op cit., hlm. 61. )
(Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A. Studi Islam Komprehensif,Jakarta: Kencana
Prenada Media Grup, 2011, cet.1, hlm. 70.)

15