Anda di halaman 1dari 12

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

“MODEL TIPE SHARED”

DISUSUN OLEH: KELOMPOK 3

NAMA MAHASISWA : Ganesa Marta Sasmita HN (2018143133)


Marlina Ayu Lestari (2018143142)
Mentari (2018143117)
Rosita Maulina (2018143151)
Siti Walidah (2018143147)
Tiara Novita (2018143125)
Viona Quiteria Palicida (2018143153)
DOSEN PENGAMPU : Putri Dewi Nurhasana, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR............................................................................................ ii

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Pembelajaran Terpadu Model Shared................................................ 3
2. Gambaran Model Shared..................................................................................... 4
3. Bagan Peta Konsep Tipe Shared.......................................................................... 4
4. Manfaat Model Shared......................................................................................... 5
5. Kelemahan Model Shared................................................................................... 5
6. Kegunaan Model Shared..................................................................................... 6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan......................................................................................................... 7
B. Saran................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 9

i
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang Model
Pembelajaran Terpadu Tipe Shared

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan


hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi.
Olehnya, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya
mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.

Palembang, 30 September 2019

Kelompok 3

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fadhillah (2014: 16) menjelaskan bahwa kurikulum 2013 adalah sebuah
kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan
kemampuan soft skills dan hard skills yang berupa sikap, ketrampilan, dan
pengetahuan. Salah satu karakteristik kurikulum 2013 adalah menggunakan
pembelajaran terpadu. Menurut Daryanto (2014: 42) menjelaskan bahwa
pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba
memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagai materi dalam
satu sajian pembelajaran. Pembelajaran terpadu memiliki berbagai model
pembelajaran salah satunya yaitu model pembelajaran tipe shared, yang akan
dibahas penulis pada makalah ini.
Pengertian dan karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Shared, Daryanto
(2014: 81) mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu tipe shared merupakan
pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua
materi pelajaran sehingga menjadi konsep utuh yang dapat menuntun siswa dalam
membuka wawasan dan cara berpikir yang luas dan mendalam melalui pemahaman
terhadap konsep secara lintas disiplin ilmu.
Senada dengan hal itu, Fogarty (2009: 57) menjelaskan bahwa pembelajaran
terpadu tipe sharedmerupakan pembelajaran yang pengajarannya melibatkan dua
disiplin ilmu yang difikuskan pada konsep, sikap, dan keterampilan. Berdasarkan
pengertian diatas, pembelajaran terpadu tipe shared adalah pembelajarn terpadu
yang menggabungkan dua mata pelajaran yang memiliki konsep, sikap, dan
keterampilan yang sama sehingga dapat saling melengkapi. Namun pengajarannya
dilaksanakan secara terbagi agar tidak terjadi overlapping. untuk masalah yang
lebih mendalam, model tipe shared ini akan dijelaskan dipembahasan pada makalah
ini.

1
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian Pembelajaran Terpadu Model Shared?
2. Bagaimana Gambaran Model Shared?
3. Bagaimana Contoh Bagan Peta Konsep Tipe Shared?
4. Jelaskan Manfaat Model Shared!
5. Jelaskan Kelemahan Model Shared!
6. Jelaskan Kegunaan Model Shared!

C. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok dari
mata kuliah Pembelajaran Terpadu dan untuk pedoman belajar di kelas.

2
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Pembelajaran Terpadu Model Shared


Model pembelajaran terpadu tipe shared didasarkan pada ide-ide
pembagian yang berasal dari dalam ilmu tersebut. Untuk menggunakan model
pembelajaran terpadu tipe shared dari gabungan kurikulum, guru perlu mempelajari
dua ilmu berdasarkan hubungan konsep, sikap dan keterampilan yang sama.
(Fogarty, 1991: 44-46)
Model pembelajaran terpadu tipe shared merupakan bentuk pemaduan
pembelajaran akibat adanya tumpang tindih ide-ide atau konsep dua mata pelajaran
atau lebih. Pembelajaran ini ditempuh didasarkan pada kenyataan bahwa banyak
dijumpai terdapatnya suatu kemampuan yang pencapaiannya harus diwujudkan
melalui dua atau lebih mata pelajaran.
The Shared Model (model terbagi) yaitu suatu model pembelajaran terpadu
dimana pengembangan disiplin ilmu yang memayungi kurikulum silang. Butir-
butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PKN misalnya, dapat
bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dsb.
Pembelajaran model terbagi (shared) adalah suatu pendekatan belajar
mengajar yang menggabungkan dua atau lebih mata pelajaran yang melihat konsep,
sikap dan ketrampilan yang sama. Penggabungan antara konsep pelajaran,
keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
dipayungi dalam satu tema, sehingga dapat memberikan pengalaman yang
bermakna bagi siswa. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema
memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi
kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi
satu pelajaran saja.
Karakterisitk model pembelajaran terpadu tipe shared antara lain, sebagai
berikut.
1. Menggabungkan dua mata pelajaran
Penggabungan atau pemaduan pembelajaran terpadu tipe shared hanya
dibatasi pada dua mata pelajaran saja.

3
2. Memiliki konsep, sikap dan keterampilan yang sama
Pada pembelajaran terpadu tipe shared, dua mata pelajaran yang dipilih
untuk dipadukan harus memiliki konsep, sikap dan keterampilan yang sama.
3. Menggunakan konten yang berbeda
Pengajaran pada pembelajaran terpadu tipe shared menggunakan konten
yang berbeda dan dilaksanakan secara terbagi agar tidak terjadi overlapping.

2. Gambaran Model Shared


Fogarty (2009: 57-59) memaparkan bahwa pembelajaran terpadu tipe
shared dirancang untuk digunakan dengan dua area subjek yang berbeda (mata
pelajaran yang berbeda). Dalam merancang pembelajaran terpadu tipe ini,
dibutuhkan dua guru dengan tingkat kelas yang sama namun dua guru tersebut
berasal dari dua mata pelajaran yang berbeda. Tujuannya adalah untuk
mengintegrasikan kurikulum dengan melihat secara mendalam pada dua mata
pelajaran dan menemukan konsep, sikap, dan keterampilan yang sama. Satu guru
memikirkan tentang mata pelajaran tertentu yang akan mereka ajarkan, sedangkan
guru yang lain akan membuat perpaduan yang masuk akal. Dengan menggunakan
diagram ven, para guru bergiliran berbicara dan menulis di bagian lingkaran luar.
Melalui percakapan yang mendalam, mereka saling bertukar pendapat tentang apa
yang akan mereka lakukan dibagian tersebut. Kemudian mereka akan menemukan
konsep, sikap dan keterampilan yang saling bertumpang tindih. Para guru
menggunakan ide yang paling kuat untuk menciptakan fokus tematik seputar fokus
keterampilan yang menduplikasi praktik dengan keterampilan hidup yang ditangani
di kedua pelajaran.

3. Contoh Bagan Peta Konsep Tipe Shared

PPKn IPA

Upaya
Kewajiban
Pelestarian
(Konsep) Pelestarian
Melestarikan
lingkungan
lingkungan
Poster
(Keterampilan) Kegiatan upaya
Ajakan
pelestarian
Sikap patuh Disiplin (Sikap)
Sikap taat
4
Contoh bagan peta konsep tipe shared menurut Fogarty

4. Manfaat Model Shared


Manfaat pembelajaran terpadu model shared adalah:
1. Untuk lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju
secara penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu,
dengan menggabungkan disiplin ilmu yang serupa akan memungkinkan
mempelajarai konsep yang lebih dalam.
2. Dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menadi lebih mida
melakukannya. Misalnya, dengan alat bantu media film untuk menanamkan
konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.
3. Guru dapat meletakkan kegiatan mereka bersama untuk menciptakan blok
waktu yang lebih besar untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa.
4. Meningkatkan aktifitas belajar siswa, melalui keaktifan mendengarkan
penjelasan guru, merespon pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan,
melakukan pengamatan, kerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan
tugas.
5. Siswa lebih bersemangat belajar karena siswa merasa lebih akrab dengan
guru, sehingga siswa lebih berani untuk mengemukakan pendapat dan
bertanya.

5. Kelemahan Model Shared


Kelemahan pembelajaran terpadu model shared adalah:
1. Antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk
bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikulum yang
tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang
mendalam.
2. Untuk menyusun rencana model pembelajaran ini diperlukan kerjasama
guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstra untuk
mendiskusikannya.
3. Sulitnya mencari partner yang dapat saling percaya dalam bekerja untuk
menciptakan waktu yang bersifat fleksibel dan kompromi.

5
4. Sulitnya mencari partner atau tim yang memiliki komitmen sama.
5. Pembelajaran terpadu model shared bukan merupakan satu-satunya
pendekatan yang paling tepat sebagai upaya meningkatkan kreativitas
belajar siswa, karena model pembelajaran terpadu harus disesuaikan dengan
kondisi yang ada.

6. Kegunaan Model Shared


Model pembelajaran terpadu tipe shared ini cocok digunakan ketika bahan
materi dikelompokkan kedalam kelompok luas dengan memfokuskan konsep, sikap
dan ketrampilan yang sama. Fasilitas model ini adalah perwujudan kurikulum
gabungan. Model shared adalah sebuah model yang baik untuk menggunakan dua
disiplin ilmu sebagai langkah perantara untuk empat disiplin ilmu yang jauh lebih
rumit dan kompleks. Menggunakan pembelajaran terpadu tipe shared, mewujudkan
peningkatan aktifitas belajar siswa dan meningkatkan penguasaan konsep belajar
siswa secara utuh dan terpadu.
Model ini cocok ketika berbagai bidang studi dikelompokkan dalam
kelompok besar seperti ilmu sastra/seni praktis. Model ini juga memfasilitasi
langkah awal implementasi menuju kurikulum terpadu. Model ini merupakan
model yang aktif untuk menggunakan dua disiplin sebagai tahap intermediate
menuju tim dengan empat disiplin yang jauh lebih rumit dan komplek.
Dari paparan diatas menyatakan bahwa Model Shared merupakan suatu
model pembelajaran terpadu dimana dalam prosesnya menggunakan dua mata
pelajaran atau lebih yang sejenis digabungkan menjadi satu misalnya: Matematika
dan IPA dipasangkan dalam mata pelajaran sains. Model pembelajaran terpadu tipe
shared ini cocok digunakan ketika bahan materi dikelompokkan kedalam kelompok
luas dengan memfokuskan konsep, sikap dan ketrampilan yang sama. Fasilitas
model ini adalah perwujudan kurikulum gabungan. Model shared adalah sebuah
model yang baik untuk menggunakan dua disiplin ilmu sebagai langkah pertama
untuk empat disiplin ilmu yang jauh lebih rumit dan kompleks. Menggunakan
pembelajaran terpadu tipe shared, mewujudkan peningkatan aktifitas belajar siswa
dan meningkatkan penguasaan konsep belajar siswa secara utuh dan terpadu.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Model pembelajaran terpadu tipe shared didasarkan pada ide-ide


pembagian yang berasal dari dalam ilmu tersebut. Untuk menggunakan model
pembelajaran terpadu tipe shared dari gabungan kurikulum, guru perlu mempelajari
dua ilmu berdasarkan hubungan konsep, sikap dan keterampilan yang sama.
(Fogarty, 1991: 44-46)
Karakterisitk model pembelajaran terpadu tipe shared antara lain, sebagai
berikut.
1. Menggabungkan dua mata pelajaran
2. Memiliki konsep, sikap dan keterampilan yang sama
3. Menggunakan konten yang berbeda
Manfaat pembelajaran terpadu model shared adalah: 1. Untuk lebih mudah
dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model
terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu
yang serupa akan memungkinkan mempelajarai konsep yang lebih dalam; 2. Dalam
hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menadi lebih mida melakukannya.
Misalnya, dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata
pelajaran dalam waktu yang bersamaan; 3. Guru dapat meletakkan kegiatan mereka
bersama untuk menciptakan blok waktu yang lebih besar untuk meningkatkan
pengalaman belajar siswa; 4. Meningkatkan aktifitas belajar siswa, melalui
keaktifan mendengarkan penjelasan guru, merespon pertanyaan guru, mengajukan
pertanyaan, melakukan pengamatan, kerja sama dalam kelompok dan
menyelesaikan tugas; 5. Siswa lebih bersemangat belajar karena siswa merasa lebih
akrab dengan guru, sehingga siswa lebih berani untuk mengemukakan pendapat dan
bertanya.
Kelemahan pembelajaran terpadu model shared adalah: 1. Antar dua disiplin
ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk
menemukan konsep kurikulum yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog
dan percakapan yang mendalam; 2. Untuk menyusun rencana model pembelajaran
ini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu

7
waktu ekstra untuk mendiskusikannya; 3. Sulitnya mencari partner yang dapat
saling percaya dalam bekerja untuk menciptakan waktu yang bersifat fleksibel dan
kompromi; 4. Sulitnya mencari partner atau tim yang memiliki komitmen sama; 5.
Pembelajaran terpadu model shared bukan merupakan satu-satunya pendekatan
yang paling tepat sebagai upaya meningkatkan kreativitas belajar siswa, karena
model pembelajaran terpadu harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.

B. Saran
Makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan,
karena itu kepada para pembaca untuk berkenan menyumbangkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan kami di bidang ini.
Akhirnya kepada Allah jualah penulis memohon taufik dan hidayah. Semoga usaha
penulis ini mendapat manfaat yang baik, serta mendapat ridho dari Allah SWT.
Amin ya rabbal ‘alamin.

8
DAFTAR PUSTAKA

Fransisca. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe


Shared untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013. Skripsi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dipublikasikan. Yogyakarta: Universitas Sanata
Dharma.
Ngalimun. 2017. Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: Parama Ilmu.
Halaman 71-76.