0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
300 tayangan6 halaman

Breedin Farm

Ayam broiler dibagi menjadi tiga fase, yaitu starter (1 hari-6 minggu), grower (6-18 minggu), dan layer/petelur (18 minggu-afkir). Fase starter berlangsung 1-14 hari dengan pemotongan paruh pada umur 3-5 hari. Fase grower berlangsung 6-20 minggu dengan vaksinasi berdasarkan umur. Fase layer dimulai pada umur 22-60 minggu dengan puncak produksi telur pada umur 30-33 minggu.

Diunggah oleh

Ummy Fahmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
300 tayangan6 halaman

Breedin Farm

Ayam broiler dibagi menjadi tiga fase, yaitu starter (1 hari-6 minggu), grower (6-18 minggu), dan layer/petelur (18 minggu-afkir). Fase starter berlangsung 1-14 hari dengan pemotongan paruh pada umur 3-5 hari. Fase grower berlangsung 6-20 minggu dengan vaksinasi berdasarkan umur. Fase layer dimulai pada umur 22-60 minggu dengan puncak produksi telur pada umur 30-33 minggu.

Diunggah oleh

Ummy Fahmi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ayam Broiler

Berdasarkan fase pemeliharaannya, fase pemeliharaan dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase
starter (umur 1 hari-6 minggu), fase grower (umur 6-18 minggu), dan fase layer/petelur
(umum 18 minggu-afkir) .
a. Fase Strater/Brooding
Fase starter merupakan fase pemeliharaan ayam dari umur 1 hari (DOC) sampai umur 6-8
minggu. Pemeliharaan fase starter perlu memperhatikan persiapan pemeliharaan, pemilihan
anak ayam, perkandangan meliputi kandang, brooder, suhu dan kelembaban, kepadatan
kandang, dan litter (Kartasudjana dan Suprijatna, 2010). PT. Satwa Indo Perkasa mempunyai
fase starter berlangsung dari umur 1 hari (DOC) sampai umur 14 hari atau sampai umur 21
hari. Ayam yang dikembangkan di PT. Satwa Indo Perkasa berasal dari strain Missouri dari
CV. Missouri dan strain COBB dari PT. Hybro Indonesia. DOC Parent Stock (PS) yang
didatangkan ke PT. Satwa Indo Perkasa berjumlah 80 ekor dalam satu boks. DOC
sebelumnya telah divaksin marek, dan setelah tiba kembali diberikan vaksin Avalon untuk
koksidiosis, sebelum dimasukkan ke dalam kandang. Bibit DOC yang pertama kali masuk
sekitar kurang lebih 7.000 sampai 8.000 ayam per kandang per chick in.

Gambar 1. Kondisi kandang starter


Tebal sekam brooding minimal 8 cm. Suhu kandang diatur dengan menggunakan
Temptron 304D dengan suhu ruang udara 28oC, suhu brooder 40oC dan kebutuhan suhu
ayam 1-3 hari sebesar 32oC. Lampu pencahayaan sebesar 20 lux (8 watt dalam brooder dan 4
watt di koridor). Pakan untuk DOC adalah 5kg/hari/brooder dan diberikan menggunakan
nampan (tray feeder) yang pada hari ke-7 akan diganti menggunakan baby chick/round
feeder. Air minum diberikan secara ad-libitum menggunakan Tempat Minum Otomatis
(Belldrink). Bibit DOC kemudian dilakukan cropp fill yaitu mengecek tembolok ayam
apakah ayam sudah makan atau belum dan untuk mengecek penuh atau tidaknya tembolok
ayam. Tembolok yang mendapatkan pakan penuh 100% dapat dikatakan baik namun bila
dibawah 90% dikatakan tidak baik. Evaluasi cropp fill ini dilakukan 4 jam setelah DOC
datang.

Gambar 2. Pemotongan paruh


Debeaking atau pemotongan paruh juga dilakukan pada ayam umur 3-5 hari, tujuannya
adalah efisiensi pakan, membantu pemerataan keseragaman ayam, mencegah kanibalisme
pada ayam jantan yang beradu dan menjaga keselamatan ayam betina pada saat kawin dari
patukan ayam pejantan.

b. Fase Grower
Fase grower dimulai saat ayam berumur 6-14 minggu dan 14-20 minggu (Kartasudjana
dan Suprijatna, 2010). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam
fase grower, meliputi perkandangan, pakan, dan pencegahan penyakit. Sifat pertumbuhan
ayam fase grower cenderung meningkat lalu menurun. Kegiatan di kandang grower biasanya
dimulai dengan pemberian pakan.
Gambar 3. Pembagian pakan

Pemberian pakan pada masa grower di lakukan hanya 1 kali dalam sehari yang bertujuan
untuk menstabilakan perkembangan ayam. Adapun pakan yang di berikan pada masa grower
di PT. Satwa Indo Perkasa yakni pakan tipe BB 2. Pada kandang betina pakan diberikan
dengan bantuan chain feeder sedangkan pada pen jantan talang yang digunakan masih talang
manual. Kegiatan lainnya di kandang grower adalah balik sekam atau litter pada kandang,
dimana sekam harus di balik satu kali sehari bertujuan untuk menjaga angka kelembapan
pada kandang yang berkisar 70 – 75% pada indikator higrometer.

Gambar 4. Higrometer
Di kandang grower dilakukan vaksinasi tergantung pada perkembangan umur ayam PS.
Selama kegiatan magang perunggasan, vaksinasi yang dilakukan pemberian vaksin IB, IBD,
dan EDS (kandang 9AB dan 8AB). Pemberian vaksin ini diperuntukkan untuk ayam dengan
umur 14 minggu. Vaksinasi berikutnya dilakukan di kandang 7AB. Vaksin yang diberikan
adalah vaksin coryza yang diberikan pada ayam umur 17 minggu.

3. Fase Layer/Finisher
Fase layer atau finisher, yaitu fase ayam sudah mulai berproduksi. Ayam dikatakan sudah
masuk fase produksi apabila dalam kandang yang berisi ayam dengan umur yang sama
tersebut produksinya telah mencapai 5% (Kartasudjana dan Suprijatna, 2010). Tanda ayam
petelur sedang berproduksi dapatt dilihat dari jengger yang relative membesar dan berwarna
merah, mata yang bersinar, kloaka membesar, dan jarak ujung tulang pubis selebar 2-3 jari
tangan atau lebih. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan fase finisher
adalah program pencahayaan, sebab dapat mempengaruhi produksi telur. Kandang untuk
ayam dalam fase produksi biasanya berupa kandang baterai yaitu memudahkan dalam hal
pengawasan dan pencegahan penyakit, memudahkan proses seleksi dan culling ayam yang
tidak produktif, serta kotoran yang dihasilkan langsung terkumpul di bawah kandang
(Suprijatna dkk, 2008).

Gambar 5. Kondisi kandang produksi


Di PT. Satwa Indo Perkasa, sebelum masuk ke fase laying (umur 22-60 minggu), terdapat
fase pra-laying yaitu umur 127-154 hari. Adapun masa puncak produksi terjadi antara umur
30 minggu-33 minggu. Penurunan produksi terjadi diatas umur 60 minggu sampai afkir pada
umur 65 minggu.

Gambar 6. Nest (Tempat Bertelur)


Pada kandang 10AB dan 11AB merupakan kandang yang telah berada pada fase
produksi, pada kandang tersebut 1 pintu sebagai jalur keluar masuk saat pemberian pakan,
koleksi telur, permbersihan kandang, pengambilan ayam atau culling dan penimbangan bobot
badan. Untuk koleksi telur di kandang produksi dilakukan sebanyak 5 kali. Telur yang
berasal dari kandang produksi nantinya akan di bawa ke bagian hatchery untuk dilakukan
pemilihan terhadap telur yang layak untuk ditetaskan. Tipe kandang yang digunakan adalah
tipe kandang tertutup, dinding terbuat dari kawat ram dan dilapisi oleh kain sebagai penutup
kawat ram. Sistem kandang closed house memiliki keunggulan yaitu memudahkan
pengawasan, dapat diatur suhu dan kelembabannya, memiliki pengaturan cahaya,
mempunyai ventilasi baik untuk mencegah penyebaran penyakit. Atap kandang berfungsi
untuk melindungi ayam dari panas dan hujan, bahan atap yang digunakan pada kandang PT.
Satwa Indo Perkasa menggunakan atap berbahan seng dan setiap kandang telah dilengkapi
peralatan yaitu rangkaian kipas (fan) dan atau kombinasi rangkaian kipas dengan rangkaian
sel pendingin (cooling pad). Pemberian pakan pada fase produksi dilakukan satu kali dalam
sehari yaitu setiap pagi sekitar pukul 07.30 WITA dengan cara menghidupkan mesin
otomatis untuk pengisian pakan kedaalam feeder trought.
Jenis pakan yang diberikaan adalah pakan broiler breeder untuk reproduksi yaitu BB-3 di
simpan kedalam Boks Pakan yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung pakan
sebelum di salurkan ketempat feeder trought. Box pakan terbagi menjadi dua yaitu box pakan
besar dengan kapasitas tampung 4 karung (200 kg) sedangkan untuk box pakan kecil hanya
bisa menampung 1 karung pakan (50 kg). Setiap ekor ayam pada fase produksi di targetkan
untuk memakan 15,6 gram perharinya. Tempat untuk pakan betina yang digunakan adalah
otomatis (chain feeder) yang memiliki grill. Grill tersebut berbentuk segitiga sebagai tempat
masuknya kepala ayam serta tempat pakan otomatis dan menggunakan rantai harus selalu
memeriksa keadaan rantai, kecepatan putaran, dan ketebalan permukaan pakan, sementara
untuk tempat pakan gantung (hanging feeder) jantan diletakkan dibagian tengah kandang dan
menggelantung dan cara pemberian makan tinggal di tumpakan di atas talang atau change
tube tersebut.

Dapus

Kartasudjana,R dan E.Suprijatna.2006.Manajemen TernakUnggas. Jakarta : Penebar Swadaya.

Suprijatna,E.U.Atmomarsono,dan R.Kartasudjana.2008.Ilmu Dasar Ternak Unggas. CetakanKe-


2. Jakarta: Penebar Swadaya.

Anda mungkin juga menyukai