100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
7K tayangan121 halaman

Management Perawatan Alat Berat - PPT (Compatibility Mode) PDF

Wear tren yang meningkat menunjukkan adanya masalah yang perlu ditindaklanjuti. Wear tren yang stabil berada dalam batas spesifikasi menunjukkan sistem bekerja dengan baik. Wear tren yang menurun menandakan perbaikan telah berhasil dilakukan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
7K tayangan121 halaman

Management Perawatan Alat Berat - PPT (Compatibility Mode) PDF

Wear tren yang meningkat menunjukkan adanya masalah yang perlu ditindaklanjuti. Wear tren yang stabil berada dalam batas spesifikasi menunjukkan sistem bekerja dengan baik. Wear tren yang menurun menandakan perbaikan telah berhasil dilakukan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Management Perawatan Alat Berat

Topik 1
Management Perawatan Alat Berat
Heavy Equipment Maintenance Management
Management Perawatan

Merupakan
bagian dari
MANAGEMENT
ALAT BERAT
Tujuan

Perawatan alat berat adalah


aktivitas terhadap alat berat yang
bertujuan untuk menjaga agar
kondisi dan unjuk kerja alat
tersebut selalu berada dalam
kondisi sesuai spesifikasinya.
Hasil Management Perawatan

•Alat bekerja dengan effektif & effisien.


•Rusak mendadak menjadi minim.
•Kesiapan alat beroperasi tinggi.
•Biaya operasi relatif rendah.
•Usia alat menjadi optimum.
•Keamanan atau safety selalu terjamin.
•Harga bekas menjadi tinggi.
Delapan Elemen
Management Perawatan
Elemen dari Management Perawatan :
1. Perawatan Berkala / Preventive Maintenance.
2. Kontrol Kontaminasi / Contamination Control.
3. Pengambilan Contoh Oli Secara Berkala /
Scheduled Oil Sampling (SOS).
4. Monitor Kondisi / Condition Monitoring.
5. Pelatihan / Training.
6. Penjadwalan / Scheduling.
7. Management Perbaikan / Repair Management.
8. Pencatatan / Recording.
Management Perawatan Alat Berat

Topik 2
Perawatan Berkala
Preventive Maintenance
Preventive Maintenance

DEFINISI

“Preventive Maintenance” adalah


“Perawatan minimum yang
dilaksanakan berkala secara tepat
waktu”.
Preventive Maintenance

TUJUAN

Mencegah terjadinya kerusakan


dengan cara melakukan perbaikan
atau penggantian tepat waktu.
Preventive Maintenance
HASIL

•Menghemat Biaya
•Dapat melakukan perencanaan waktu
unit tidak bekerja atau downtime
•Memaksimalkan usia peralatan
•Meningkatkan nilai jual kembali atau
resale value
Preventive Maintenance
Rujukan

•Buku Operation and


Maintenance Manual
(OMM) atau
Lubrication and
Maintenance Guide
(LMG) or Caterpillar
Fluids Recommendation
•Tambahan khusus :
daily check list
Preventive Maintenance
Komponen
Preventive Maintenance
Komponen :

Aktivitas :
Pemeriksaan, Penggantian, pengetesan, Perbaikan,
Pembersihan, Pengambilan data
Preventive Maintenance
Selang Waktu Pelaksanaan PM
•Harian
•Migguan
•250 Jam
•500 Jam
•1000 Jam
•2000 Jam
•3000 Jam
•PCR atau Mid-live
•Overhaul
Preventive Maintenance
Pelumas / Oil:
CAT DEO CI4, untuk semua jenis
CAT diesel engine.
•CAT TDTO, untuk Drive Train CAT.
•CAT HYDO, untuk Hydraulic
System.
•CAT FDAO, untuk Final Drive dan
Axle.
•CAT LG, Grease pelumasan Joint
dsb. Video 1 Video 2
Preventive Maintenance
Cairan Pendingin / Coolant
Caterpillar Extended Life Coolant sebagai
cairan pendingin untuk sistem pendingin
pada engine Caterpillar.

Penyaring / Filter
Cat Filter sebagai penyaring udara,
pelumas dan bahan bakar pada sistem
engine / machine Caterpillar.
Video
Preventive Maintenance

Bahan Bakar / Fuel

°Bahan bakar motor bakar diesel solar


dengan cetane number 40 dan API
specific gravity 35 skala API pada suhu
15 C / 60oF.
o
Preventive Maintenance
CAT DEO CI4
•Meningkatkan kemampuan untuk
mencegah jelaga menjadi kerak atau
Soot Dispersancy.
•Perlindunagn terhadap keausan Valve
Train yang lebih baik.
•Meningkatkan kemampuan pengontrolan
sisa pembakaran yang lebih baik.
•Ketahanan kekentalan yang lebih baik.
•Memiliki kestabilan oksidasi yang tinggi.
•Oli yang direkomendasikan oleh
Caterpillar.
Preventive Maintenance
CAT TDTO TO-4
•Mengurangi slip pada transmisi.
•Memperpanjang usia clucth & disk.
•Meningkatkan kinerja pengereman
(kecuali untuk OHT).
•Meningkatkan effesiensi tenaga
machine.
•Mengurangi keausan roda gigi.
•Oli yang direkomendasikan oleh
Caterpillar.
Preventive Maintenance
CAT Hydo Oil
•Zinc level yang lebih tinggi.
•Memiliki sifat ‘water dispersion”
(menyebarkan air).
Preventive Maintenance

CAT ELC
•Perawatan lebih praktis.
•Biaya lebih rendah.
•Perlindungan yang lebih baik
terhadap karat.
•Usia pakai jauh lebih lama.
•Bisa digunakan pada diesel dan
gas engine.
Preventive Maintenance
CAT Oil Filter
•(A) Free floating self
lubricated seal.
•(B) Solid thicker base with
ribs.
•(C) Spiral of fiberglass ribbon
with acrylic beads
•(D) Non metallic central tube
30% more resistant.
•(E) Radial seal between base
plate and central tube
•(F) Paper cured with resin.
•(G) One-piece molded urethan
end plates.
Preventive Maintenance
CAT High Effeciency Fuel Filter
•Mengoptimalkan unjuk kerja engine
& keekonomisan bahan bakar.
•Mengurangi penyebab abrasi pada
injektor dan pompa bahan bakar.
•Memudahkan menghidupkan engine.
Preventive Maintenance
CAT High Effeciency Air Filter
•Elemen permukaan filter yang
khusus.
•Mengurangi keausan pada engine.
•Menjamin effesiensi bahan bakar.
•Meningkatkan effesiensi kerja
engine.
Management Perawatan Alat Berat

Topik 3
Kontrol Kontaminasi
Contamination Control
Contamination Control

DEFINISI

“Contamination Control” adalah


suatu aktivitas yang dilakukan
untuk menjaga agar tidak timbul zat
yang tidak di inginkan di dalam
sistem.
Contamination Control

TUJUAN

Mencegah terjadinya kerusakan


yang diakibatkan oleh zat–zat yang
tidak dikehendaki di dalam sistem.
Contamination Control
HASIL

•Mengoptimalkan effesiensi kerja.


•Kerusakan menjadi minimum.
•Memaksimalkan unjuk kerja.
•Memaksimalkan usia peralatan.
•Meningkatkan nilai jual kembali
atau resale value.
Contamination Control

Particle THE SYSTEM Chemical

Metals Heat

Dirt Water

Air
Contamination Control

Sumber Kontaminan

•Oli baru yang tercemar.


•Masuk ke sistem saat
mengisi/ganti oli.
•Terbentuk dengan
sendirinya saat oli
dipergunakan.
Contamination Control
Partikel kecil dapat menyebabkan
kerusakan parah

Cat Hydraulic System


Clearances Human
Visible to the Eye Hair

10 30 40
80

M I C RON
Contamination Control

Pencegahan:

•Menjaga kebersihan tempat kerja / housekeeping.


•Penyimpanan & pemindahan oli.
•Melaksanakan prosedur penambahan /penggantian oli dgn
benar.
•Penanganan suku cadang dan penyimpanannya.
•Penanganan & pemasangan hose.
•Proses dalam perawatan dan perbaikan.
•Menggunakan alat penghitung partikel / particle counter.
Contamination Control
Housekeeping
•Bersihkan lantai setiap hari.
•Bersihkan segera kotoran atau
ceceran yang timbul.
•Hindari menyimpan komponen di
permukaan lantai.
Contamination Control
Housekeeping
Contamination Control
Penyimpanan & pemindahan oli.
•Gunakan transfer filter cart.
•Ganti oli saat hangat dan masih
tercampur homogen.
•Gunakan tutup drum.
Contamination Control
Sistem penyaringan “Kidney Loop”
Contamination Control
Penanganan dan Penyimpanan Suku
Cadang:
•Jaga agar komponen tetap dalam
kemasan sampai saat pemasangan.
•Bungkus atau tutup komponen yang
sedang tidak dikerjakan.
•Cuci dan keringkan komponen
dengan benar.
Contamination Control
Penyimpanan & pemasangan hose

•Jaga agar hose selalu tertutup.


•Gunakan pembersih hose Caterpillar.
Contamination Control
Proses dalam perawatan & perbaikan.

•Lakukan pemeriksaan harian.


•Yakinkan semua tangki dalam
kondisi penuh.
•Gunakan pelindung yang memadai.
Contamination Control
Particle Counting

Cara untuk mengukur usaha dalam rangka


mengontrol kontaminasi.
Contamination Control
Pelaksanaan Particle Counting:
• Lakukan pengukuran kondisi kebersihan awal.
• Tentukan tingkat kebersihan yang diinginkan.
• Gerakan sistem hidrolik sesuai dengan
aplikasinya.
• Lakukan kembali pengukuran kebersihan.
• Hilangkan kontaminan yang ada dengan cara
disaring
Management Perawatan Alat Berat

Topik 4
Pengambilan Contoh Oli Secara
Berkala
Scheduled Oil Sampling
Scheduled Oil Sampling

DEFINISI

“Scheduled Oil Sampling” atau


SOS adalah Pengambilan contoh
oli secara berkala guna dianalisa
kandungan dan kualitasnya di
laboratorium.

Video 1
Scheduled Oil Sampling

TUJUAN

Mengetahui kondisi oli dan kondisi


komponen – komponen dimana oli
tersebut bekerja.
Scheduled Oil Sampling
HASIL
• Menekan O&O Cost dengan
melakukan:
1. Perbaikan sebelum rusak.
2. Penjadwalan perbaikan.
• Mendeteksi adanya kerusakan pada
komponen sedini mungkin.
• Rekomendasi langkah – langkah apa yang
harus dilakukan untuk memperbaiki
masalah.
• Mencegah timbulnya kerusakan parah.
Scheduled Oil Sampling
SOS Fluid Analysis Program:

•Analisa laju keausan.


•Analisa kebersihan oli.
•Analisa kontaminasi oli.
•Analisa kondisi oli.
•Analisa cairan pendingin
Scheduled Oil Sampling
SOS Fluid Analysis Laboratories
Sample

Data Empiris dari


Caterpillar:
•Wear rate table Computerized SOS Fluid
•Oil condition Database system Analysis
•Contaminant Laboratories
•etc
Customer
Scheduled Oil Sampling
Analisa Laju Keausan

Maximum
Keausan

Wear Table
Specification
(Bath Tub Curve)

Minimum

Waktu
Scheduled Oil Sampling
Analisa Laju Keausan

Maximum
Keausan

Wear Table
x1 Specification
Actual Wear (Bath Tub Curve)
x2 x4
x3
Minimum

Waktu
Scheduled Oil Sampling
Elemen Dasar Yang Terdeteksi dan
Sumbernya
 ALUMINIUM  COPPER
 Piston & Bearing in  Bronze Bushing, Trans-
Engine or Distress fm mission & Steering
Torque Converter Clutch, Cooling Syst.
 CHROMIUM  SILICON
 Engine Piston ring,  Dirt
Valve, Bearing or  LEAD
Transmission Bearing  Engine Bearing
 IRON  MAGNESIUM
 Gear, Shaft or Liner  Top Brake Syst.
 MOLYBDENUM  SODIUM
 Top Ring Piston  Anti Freeze
Scheduled Oil Sampling
SOS Fluid Analysis Program:
Komunikasi

Teknikal Interpretasi
Scheduled Oil Sampling
Teknikal
•Database information, Proses laboratorium, interpretasi.

Interpretasi
•Rekomendasi.

Komunikasi
Tanggung Jawab Dealer
•24 jam waktu maksimum pemeriksaan.
•Laporan tertulis ataupun elektronik yang berisi:
Hasil observasi.
Analisa.
Evaluasi.
Rekomendasi.
•Tindak lanjut.
Scheduled Oil Sampling
Komunikasi

Tanggung Jawab Pelanggan


•Memberikan catatan perawatan yang akurat dengan
catatan SMU / jarak.
•Melakukan pengambilan sample oli dengan prosedur
dan selang waktu yang benar.
•Memberikan informasi sample oli dan penambahan
oli kalau ada dengan benar dan lengkap.
•Menginformasikan perubahan kondisi & unjuk kerja.
•Melakukan pemeriksaan filter bekas.
•Melakukan pemeriksaan magnetic plug.
•Memeriksa adanya kebocoran.
Scheduled Oil Sampling
Pemeriksaan Laboratorium SOS tidak
mampu mendeteksi:

•Kelelahan Material / Fatique


•Serpihan metal (diatas 40 mikron)
•Kurang Oli

Video 2
Management Perawatan Alat Berat

Topik 5
Monitor Kondisi
Condition Monitoring
Condition Monitoring

DEFINISI

“Condition Monitoring” adalah


aktivitas pemeriksaan, pemantauan
atau pengujian pada sistem yang
dilakukan secara berkala ataupun
apabila ada kondisi khusus.
Condition Monitoring

TUJUAN

Mengetahui kondisi dan unjuk kerja


sistem atau komponen.
Condition Monitoring
HASIL
•Menekan O&O Cost dengan melakukan:
•Perbaikan sebelum rusak.
•Penjadwalan perbaikan.
•Mendeteksi adanya kerusakan pada
komponen sedini mungkin (repair
indicator).
•Rekomendasi langkah – langkah apa yang
harus dilakukan untuk memperbaiki
masalah.
•Mengetahui sisa usia pakai yang paling
optimum.
•Mencegah timbulnya kerusakan parah.
Condition Monitoring
Jenis Pemeriksaan:
Dilakukan oleh Pelanggan
•Pemeriksaan keliling harian (walk
around inspection)
•Periodik; 10, 25, 50, 100, 250, 500
•Pemantauan display monitoring system
Dilakukan oleh Dealer
•CTS (bebas biaya)
•GET Inspection
•TA 1 & TA 2
•RDI
•CHS
•VIMS (Vital Information Management Sys)
Condition Monitoring
Custom Track Service (CTS)

PROGRAM PEMERIKSAAN BERKALA TERHADAP


UNDERCARRIAGE
Condition Monitoring
Custom Track Service

Tujuan

•Menyelaraskan Usia pin & bushing terhadap usia


link.
•Selaraskan usia track roller terhadap usia link.
•Selaraskan usia track shoe terhadap usia link.
•Selaraskan waktu perawatan diatas agar dapat
dicapai Cost per Hour yang rendah dan
produktifitas alat yang tinggi.
Condition Monitoring
Custom Hydraulic Service (CHS)

Proses pemeriksaan di lapangan pada sistem hidrolik.


Condition Monitoring
Custom Hydraulic Service (CHS)
Seperti program CTS untuk HEX & Machine lain yg Intensive
menggunakan system Hydraulic
•Test Kinerja & melakukan Diagnosa
•Menjalankan Program SOS
•Pemeriksaan berkeliling

Keuntungan:
•Meningkatkan Produktivitas & Kesiapan
Alatnya
•Menurunkan biaya operasi
•Meningkatkan keuntungan
Condition Monitoring
Technical Analysis I & II (CHS)

•Technical Analysis I merupakan


pemeriksaan visual dan pemeriksaan
operasional pada sistem. Apabila timbul
masalah yang tidak dapat diselesaikan
maka di ikuti dengan aktivitas Technical
Analysis II.

•Technical Analysis II merupakan


pemeriksaan tingkat lanjut dengan
menggunakan peralatan diagnostik.
Condition Monitoring
Repair Determination Inspection (RDI)

RDI merupakan pemeriksaan pada sistem


berupa pembongkaran untuk melihat secara
langsung kerusakan yang dicurigai telah terjadi.
RDI ini akan dikenai biaya pekerjaan kecuali
apabila ditindaklanjuti dengan pengerjaan
perbaikan.
Management Perawatan Alat Berat

Topik 6
Pelatihan
Training
Training

DEFINISI

“Training” adalah proses


menambah kemampuan pelaksana
perawatan alat berat dalam hal
kesadaran, pengetahuan dan
ketrampilan dalam melakukan
tugasnya.
Training
TUJUAN

Memberikan pemahaman yang lebih


mendalam mengenai proses perawatan.
Sehingga pelaksana tidak hanya
semata-mata melaksanakan proses tapi
juga mengerti pentingnya proses
tersebut dan kaitan antar proses.
Training
HASIL

•Proses perawatan dilakukan tepat


guna dan berhasil guna.
Training
Metode

•Pertemuan atau seminar.


•Pelatihan.
•Magang.
•Latihan kerja.
•Mentoring.
Management Perawatan Alat Berat

Topik 7

Penjadwalan
Scheduling
Scheduling

DEFINISI

“Scheduling” adalah proses


pegaturan penentuan waktu
pelaksanaan proses perawatan.
Scheduling

TUJUAN

Melakukan pengaturan waktu yang


paling optimum sehingga proses
perawatan dapat dilaksanakan
sebaik-baiknya dengan
penggunaan sumber daya yang se-
effisien mungkin.
Scheduling
HASIL

•Proses perawatan dilaksanakan


secara teratur sesuai dengan jadwal
yang telah ditentukan.
•Sumber daya dimanfaatkan
semaksimal mungkin.
•Kondisi unit selalu terpelihara
dengan baik.
Scheduling
Ruang lingkup penjadwalan
PM
Resources Services Cost/Record
System

Condition
Monitoring Scheduling Problem
System System Management

Component Parts
R&I Component Management
Overhaul
Scheduling

Perangkat lunak

•Maintenance Control System.


•Aset Management Tools.
Management Perawatan Alat Berat

Topik 8

Management Perbaikan
Repair Management
Repair Management

DEFINISI

“Repair Management” adalah


pengaturan proses perbaikan
terhadap komponen baik yang
sudah rusak ataupun belum rusak.
Repair Management

TUJUAN

Melakukan perbaikan sebelum


komponen rusak.
Repair Management
HASIL

•Proses perbaikan dilaksanakan


secara tepat waktu sesuai dengan
kondisi dari komponen.
•Biaya perbaikan menjadi lebih
rendah.
•Perencanaan waktu menganggur
menjadi lebih baik.
Repair Management
Perbaikan VS Penggantian

•Faktor penentu:

•Usia.
•Beban.
•Konsumsi bahan bakar & pelumas.
•Biaya perbaikan.
Repair Management

Process Flow

•Repair Indicator (Indikasi Kerusakan)


•Diagnostic Inspection (Pemeriksaan Khusus)
•Repair Option (Pilihan Perbaikan)
Repair Management

Indikasi Kerusakan

•Terencana

•Problem
Repair Management
Indikasi Kerusakan

•Terencana
•Hasil dari SOS lab
•HMU.
•Konsumsi Bahan
Bakar.
•Konsumsi Oli.
•Riwayat alat.
•Pengalaman.
•SOMA software.
Repair Management
Indikasi Kerusakan

•Tidak Terencana
•Tenaga kurang.
•Panas berlebih.
•Getaran.
•Suara berisik.
•Asap hitam.
•Timbul keausan
berlebih.
Repair Management
Usia Pakai & Beban
SENSITIF TERHADAP PUTARAN SENSITIF TERHADAP BEBAN

BEBAN 50 %
KEAUSAN

KEAUSAN
BEBAN 100 %

X X X

WAKTU/ JAM OPERASI WAKTU/ JAM OPERASI


Repair Management
Konsumsi Bahan Bakar
MODEL KONSUMSI SOLAR MODEL KONSUMSI SOLAR

3114 20.000 gl 3412 200.000 gl


3116 30.000 gl 3508 515.000 gl
3176 80.000 gl 3512 770.000 gl
3204 15.000 gl 3516 1.025.000 gl
3208 30.000 gl D342 260.000 gl
3304 60.000 gl D343 240.000 gl
3306 90.000 gl D348 492.000 gl
3406 120.000 gl D353 432.000 gl
3408 135.000 gl
Repair Management
Konsumsi Cairan Pelumas

Kondisi Baru,
Penambahan 1 Ltr utk setiap 400 Ltr Bahan
Bakar yg dikonsumsi
Kondisi Normal,
Penambahan 1 Ltr utk setiap 300 Ltr Bahan
Bakar yg dikonsumsi
Perlu dicermati,Penambahan 1 Ltr utk setiap
200 Ltr Bahan Bakar yang dikonsumsi
Repair Management
Indikator Kerusakan Tidak Terencana
Machine
•GAUGES
•ASAP / BLOW BY
•KEMAMPUAN <<<
•KEBOCORAN / BERGETAR
•BUNYIAN ANEH
•KONDISI YG TDK LAZIM
•KONSUMSI >>>
•SERPIHAN/ KEAUSAN KASAR
•SELIP / RESPON YG LAMBAT
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana
PADA ENGINE

•TENAGA MENURUN
•ASAP BERLEBIHAN (BIRU/ PUTIH)
•KONSUMSI BAHAN BAKAR/ OLI BERLEBIHAN
•SERBUK METAL PADA FILTER OLI
•TERDAPAT KEBOCORAN
•TERDENGAR BUNYIAN ANEH
•SULIT DIHIDUPKAN
•TEMPERATUR KERJA TIDAK NORMAL
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana
PADA TRANSMISSION

•BUNYI ANEH
•GETAR ABNORMAL
•TRANSMISSI SELIP
•PERUBAHAN GERAK/ KECEPATAN, TDK LANCAR
•KEBOCORAN
•TAMBAHAN OLI TIDAK NORMAL
•TEMPERATUR KERJA YANG TINGGI
•ADANYA SERBUK METAL PD FILTER/ MAGNETIC
SCREEN.
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana

PADA FINAL DRIVE

•FINAL DRIVE SELIP


•TERDENGAR BUNYIAN ANEH
•BEARING SPROCKET HUB KOCLAK
•ADA KEBOCORAN
•TEMPERATUR KERJA DIATAS NORMAL
•DIJUMPAI SERBUK METAL PADA MAGNETIC
PLUG
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana

PADA HYDRAULIC PUMP & MOTOR

•RESPONS LAMBAT
•TERASA GETAR YANG TIDAK NORMAL
•TERDENGAR BUNYIAN ANEH
•ADA KEBOCORAN LUAR/ DALAM
•TEMPERATUR KERJA DIATAS NORMAL
•DIJUMPAI SERBUK METAL PADA FILTER
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana
Cooling System Pada Engine

HASIL PENELITIAN,
40 % PROBLEM PADA ENGINE
DIAKIBATKAN OLEH SYSTEM PENDINGIN YG
TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK.

MASALAH COOLING SYSTEM


OVERHEATING
OVERCOOLING
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana

INDIKASI OVERHEATING PADA ENGINE:

•S.O.S MENDETEKSI TINGKAT KEAUSAN &


OKSIDASI YG TINGGI
•WATER TEMPERATUR GAUGE, MENUNJUKKAN
HAL INI.
•CYLINDER HEAD, RETAK
•KERUSAKAN PADA TURBOCHARGER
Repair Management
Indikasi Kerusakan Tidak Terencana

INDIKASI OVERCOOLING PADA ENGINE:

•S.O.S, TINGKAT AUS METAL TINGGI TETAPI


TIDAK TERDAPAT OKSIDASI
•TEMPERATUR GAUGE TUNJUK KAN SUHU YG
RENDAH
•KONSUMSI BAHAN BAKAR BOROS
•BEARINGS & PISTON, LECET
•LOW POWER
Repair Management
Pemeriksaan Khusus

 LEVEL 2
FOLLOW UP
LEVEL 1
INSPECTION
INSPECT NON
PERFORMED
LEVEL 1 SYSTEM
OVERVIEW UNIT CONDITION
CONDITION S O S INSPECTION
S O S INSPECTION
Repair Management
Pemeriksaan Khusus
LEVEL 1 LEVEL 2

BASIC ENGINE
INSPECTION INSPECTION
COOLING
SYSTEM
INSPECTION
ELECTRICAL
SYSTEM
INSPECTION
TRANSMISSION
INSPECTION
HYDRAULIC
SYSTEM
INSPECTION
Repair Management
Pilihan Perbaikan

Prinsip :
Tekan biaya Operasi Peralatan dengan
cara menerapkan “Manajemen
Perbaikan” serta pilihan “Perbaikan
sebelum rusak”
Repair Management
Pilihan Perbaikan
Perbaiki sendiri
Diperbaiki oleh PTTU
PEX
Perbaiki sebelum rusak
Perbaiki jika rusak saja
Reman
Beli Baru Lagi
Repair Management
Pilihan Perbaikan
Pertimbangan
 Pengalaman  Sukucadang asli
 Mutu  Technical support
 Kapasitas  Terpercaya
 Kemampuan
 Waktu
 Warranty
 Alat penunjang
 Persediaan sukucadang
 Biaya
Repair Management
Pilihan Perbaikan Pada Engine

Overhaul Level I
Overhaul Level II
Repair Management
Suku Cadang Caterpillar
 Terdiri dr 3 Kategori
 Dibuat agar dapat bertahan & usianya panjang
 Mempunyai Phylosophy khusus
Repair Management
Suku Cadang Engine Caterpillar Level I

Cepat Aus & tdk dapat


digunakan ulang.

- Piston ring
- Main, rod bearing
- Valve guide
- Turbo bearing
- Turbo seal
Repair Management
Suku Cadang Engine Caterpillar Level II

 Keausannya lambat,
dapat digunakan ulang

- Piston
- Liner
- Valve
- Camshaft
Repair Management
Suku Cadang Engine Caterpillar Level III

 Usia pakainya panjang

- Block
- Cylinder head
- Crankshaft
- Connecting rod
Repair Management
Suku Cadang Drive Train Cat Level I

Cepat Aus & tidak dapat digunakan ulang


- Anti Friction bearing
- Seal
Repair Management
Suku Cadang Drive Train Cat Level II
Keausannya lambat & dapat digunakan lagi
- Plate
- Disc
- Ring gear
- Final drive gear
Repair Management
Suku Cadang Drive Train Cat Level III

Usia pakainya panjang

- Transmission cases, shafts, carriers & gears

- Final drive cases, hubs and shafts


Repair Management
Usia Suku Cadang vs Skala Keausan
0%
LEVEL 3
KEAUSAN

LEVEL 2

100% LEVEL 1
6.000-8.000 Jam
Repair Management
Usia Suku Cadang vs Skala Keausan
0%
LEVEL 3
KEAUSAN

LEVEL 2

LEVEL 1

100%

6.000-8.000 JAM 12.000 - 16.000 JAM


Repair Management
Biaya vs Usia
SUDAH RUSAK
BIAYA PERBAIKAN

BIAYA PERBAIKAN PER JAM


BATAS MAKSIMUM
PERBAIKAN
BELUM RUSAK

USIA PAKAI

USIA PAKAI
Repair Management
Biaya vs Usia
ENGINE 3306
AFTER FAILURE O/ HAUL BEFORE FAILURE O/HAUL
 USIA PAKAI 10.000 JAM  USIA PAKAI 7500 JAM

 TOTAL BIAYA Rp 27 JUTA  TOTAL BIAYA Rp 12 JUTA

 BIAYA PER JAM Rp 2.700  BIAYA PER JAM Rp 1.600

DAPATKAN EXTRA USIA PAKAI 2500 JAM


DENGAN BIAYA PER JAM Rp 6.000
Repair Management
Biaya vs Usia 1600
3516 TURBOCHARGER,
1400
 Rekondisi saat mencapai titik optimum,
pada 6.000 jam, biaya per jam = Rp 1200
4.000.000 : 6.000 = Rp 667,-
1000

 Perbaikan Kerusakan (Kategori sedang), 800


pada 10.000 jam, biaya per jam = Rp 600
15.900.000 : 10.000 = Rp 1.590,-
400

 Rekondisi sebelum mencapai titik 200


optimum, pada 4.000 jam, biaya per
0
jam = Rp 4.000.000 : 4.000 = Rp 1.000,-
Repair Management
REMAN PRODUCT
Remanufacturing,
Remanufacturing is the restoration of used products to alike new
condition, providing them with performance characteristics and
durability at least as good as those of the original product.
Through a series of industrial processes, worn out or discarded
products are completely disassembled, their usable component parts
are cleaned and refurnished, new part are provided where necessary,
and the part reassembled and tested to product units meeting new
product performance standards.

These operations are performed in a factory environment and the


assembly processes are usually very similar to those employed in
making the product originally.
Repair Management
ENGINE REMAN PRODUCT

 Air compressors  Fuel nozzles/ Unit injectors


 Air conditioner comp.  Fuel pumps, governors
 Alternators  Fuel transfer pumps
 Camshafts and kits  Long blocks
 Connecting rods  Oil coolers
 Crankshafts  Oil pumps
 Cylinder head groups  Short blocks
 Cylinder packs  Starters
 Electronic engine controls  Turbochargers
 Engines  Water pumps
 Fuel air ratio controls
Management Perawatan Alat Berat

Topik 9

Pencatatan
Recording
Recording

DEFINISI

“Recording” adalah proses


pencatatan semua aktifitas dan
biaya yang terjadi sepanjang
pengoperasian dan perawatan unit.
Recording

TUJUAN

Dengan adanya pencatatan maka


bisa dilakukan analisa dalam usaha
meningkatkan kualitas program
perawatan.
Recording
HASIL

•Proses peningkatan kualitas


perawatan dapat dilakukan.
•Biaya perbaikan menjadi lebih rendah.
•Biaya pengoperasian dan kepemilikan
lebih rendah.
•Aktivitas perawatan akan lebih
terkontrol.
Recording
PENCATATAN YG BAIK & TERTATA
Sistim pencatatan & kontrol
Catatan Waktu & Biaya
Catatan Aktivitas Kerja
Catatan Sukucadang
Pencatatan Order Kerja

COMPUTER SOFTWARE
MCS
AMT
The End

Anda mungkin juga menyukai