project,/event/dept/location, dd/mm/yy
AGENDA
• Pendahuluan
• Cara Pengambilan Sample
• Lab Instrument
• Interpretasi Dasar
• Case Study dan Aplikasi SOS
• Oil Commander System
S·O·S Services
• S·O·S Services adalah suatu proses yang
didesain untuk mengubah data analisa cairan
menjadi informasi yang berguna.
• Informasi ini digunakan untuk mengelola
peralatan/unit, meningkatkan availability,
serta menurunkan biaya operasi.
• Sebagai salah satu condition monitoring tool,
SOS digunakan untuk memprediksi potensial
problem lebih dini.
S·O·S sebagai salah satu bagian terpenting dari
Equipment Management
S·O·S Inspection Operator Repair Sensor
Services Reports Feedback History Data
Condition Monitoring
Warning!
Inspection Parts Repair Repair Rental
Cost Estimate Downtime Machine
Keuntungan S.O.S
▪ Membantu menentukan penyebab suatu keausan
▪ Memperbaiki kerusakan kecil sebelum menjadi besar
▪ Membantu menentukan perawatan yang diperlukan
sedini mungkin
▪ Waktu perbaikan yang pendek, karena S.O.S
memberikan petunjuk perbaikan yang diperlukan
Mengapa S.O.S
▪ Caterpillar mengetahui peralatan Cat lebih banyak
▪ Caterpillar mempunyai batasan keausan, design, &
metalurgy
▪ Dealer Caterpilar dapat mengetes semua kompartemen
▪ Interpreter/ data evaluator mempunyai akses langsung ke
Caterpillar untuk update Technical informasi
▪ Dealer mempunyai machine history, application
S.O.S Program
.
SOS.
tidak dapat mendeteksi kerusakan
yg tiba-tiba
Apabila tipe kerusakan bukan
diakibatkan oleh keausan
Overview Proses S·O·S
Field Sample PSSR or Or Recommendation to
Equipment the Customer
Manager
Lab Test Interpretation
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Oli Non-Engine
HP426
PARAMETERS :
•Wear Element (Mo, Cr, Zn, Pb, Fe, Si, Mg, Cu, Al, Na)
•Particle Counter (5 & 15 m)
•Viscosity 100°C
•Water Contamination
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Oli Engine
HP427
PARAMETERS :
•Wear Element (Mo, Cr, Zn, Pb, Fe, Si, Mg, Cu, Al, Na)
•Oil Condition (Soot, Oxidation, Nitration, Sulfation)
•Viscosity 100°C
•TBN (Total Base Number)
•Fuel Dilution and Water contamination
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Coolant Level 1
HP428
PARAMETERS :
•pH •Odor
•Electrical Conductivity •Color
•Glycol Concentration •Magnetism
•Nitrite •Appearance
•Precipitate •Contamination
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Diesel Fuel
HP429
PARAMETERS :
•API Gravity @ 60 °F
•Specific Gravity @ 60/60°F
•Ash Content
•Kinematic Viscosity @ 100°F
•Sulphur
•Carbon Residue on 10% Bottoms
•Water and Sediment
• Flash Point
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Oli Gear Box
HP430
PARAMETERS :
•Wear Element (Mo, Cr, Zn, Pb, Fe, Si, Mg, Cu, Al, Na)
•Particle Quantifier (PQ Index)
•Particle Counter (5 & 15 m)
•Viscosity 100°C
S.O.S LAB Part Number
Part Number untuk Analisa Filtergram
HP431
PARAMETERS :
• Wear Element (Mo, Cr, Zn, Pb, Fe, Si, Mg, Cu, Al, Na)
• Particle Quantifier (PQ Index)
• Microscopic Analysis
Cara Pengambilan Sampel yang Benar
Gunakan alat yang direkomendasikan untuk
mengambil sampel oli :
Valve Probe
Vacuum pump
Cara Pengambilan Sampel yang Benar
Gunakan Vacuum Pump berbeda untuk
- Sample Oli
- Sample Coolant
Cara Pengambilan Sampel yang Benar
Melalui Klep Oli
Pengambilan contoh oli dengan cara ini perlu alat brass
Probe ( 8T9208 ) dan selang sepanjang 15 cm
• Hidupkan motor penggerak pada low idle selama 15
menit, dan lepaskan tutup klep dari tangki yang akan
diambil sampelnya.
• Masukkan selang dalam klep alirkan kira2 100 ml ke
cawan pembuangan lalu buang (proses ini untuk
membersihkan klep, agar sampel yang diambil bersih).
• Masukkan lagi selang ke dalam klep dan isikan ke botol
SOS sebanyak 3/4-nya jangan penuh agar tidak
kemasukan kotoran
• Tarik selang dari klep dan tutup rapat-rapat botol
sampel, dan jangan lupa lampirkan data label yang
sudah diisi lengkap, untuk dikirim ke SOS LAB.
Cara Pengambilan Sampel yang Benar
Menggunakan pompa penghisap
Dengan metoda ini diperlukan pompa penghisap (1U5718)
• Matikan mesin siapkan selang baru seukuran panjang dipstik,
jika tidak ada dipstik ukur selang masukkan dalam tangki kira-
kira 1/2 kedalaman tangki.
• Masukkan selang melalui tutup pompa penghisap lalu
kencangkan, selang yang masuk kira-kira 4 cm dari pangkal
pompa penghisap.
• Pasang botol sampel yang baru ke pompa penghisap
masukkan ujung selang ke dalam tangki oli (tdk sampai dasar)
• Tekan pegangan pompa agar menghisap, pegang pompa dari
sisi atas supaya tidak tercemar, setelah oli masuk dibotol, Isi
botol 3/4 saja, jangan sampai penuh.
• Potong selang yg terendam oli, tarik selang dari tangki oli.
Lepaskan botol dari pompa dan tutup rapat-rapat, jangan lupa
lampirkan data label yang sudah di-isi lengkap, untuk dikirim
ke SOSLAB.
Pengambilan Sampel yang Salah
Jangan Mengambil Sampel dari
❖ Tempat Saluran
Pembuangan Oli
❖ Bak Penampungan Oli
❖ Filter Oli Bekas
❖ Container Oli Baru
Sampel yang Bermasalah
Terkontaminasi:
- Debu dari pembuangan
- Debu dari selang sampel dan pompa penghisap,
- Debu yang masuk/ terhisap ke dalam botol
Sampel yang tidak representative
- Terdapat air
- Terdapat gram-gram logam
- Terdapat endapan
- Botol sampel terlalu penuh di-isi
Pencegahannya
•Ambil sampel setelah dipanasi dan gunakan tekhnik yang baik
•Gunakan pompa penghisap yang bersih
•Jagalah botol tertutup rapat
•Yakinkan sampel menggunakan botol yang benar
•Untuk tiap sampel gunakan selang pipa plastik baru
Pengisian Label Sampel
• Informasi pada
label adalah
pencerminan
kondisi aktual unit
di lapangan
• Media komunikasi
dengan Lab
Masalah Umum pada Label
❑ Informasi data pada label tidak lengkap
❑ Salah data Machine atau Compartment
❑ Tidak ada jam pakai oli, jumlah penambahan oli,
nilainya tidak benar
❑ Tidak ada merek oli dan informasi viskositasnya
❑ Label data tidak dilampirkan pada botol sampel
❑ Tidak dicantumkan keadaan pemeliharaan terakhir
Dari pengambilan sampel yang baik dan informasi
yang lengkap menghasilkan laporan yang akurat
Sampel Oli yang Baik
▪Ambil sampel sesuai prosedur
▪Lengkapi data pada label sampel
▪Mengirimkan sampel secepatnya
▪Jarak waktu sesuai Interval
▪Pengambilan sampel yang teratur
▪Sampel yang representative
Video cara Pengambilan Sample
S.O.S Lab Instrument
ICP Optima 5300V (ASTM D5185)
Mengukur Logam Keausan berukuran < 9
Satuan ppm (parts per million atau 1 / 1.000.000)
• Molybdenum (Mo)
• Chromium (Cr)
• Zinc (Zn)
• Lead (Pb)
• Iron (Fe)
• Silicon (Si)
• Magnesium (Mg)
• Copper (Cu)
• Alumunium (Al)
• Sodium (Na)
S.O.S Lab Instrument
FTIR Oil Express V2
Mengukur kondisi oli
Satuan : % allowable
• Soot (Jelaga)
• Oxidation
• Nitration
• Sulfation
• Water Contamination (Abs/cm)
• Fuel Dilution (Abs/cm)
S.O.S Lab Instrument
Rheotex Viscometers (ASTM D445)
Mengukur kekentalan oli pada 40C atau 100C
Satuan : cSt (centistokes)
• Bila oksidasi & nitrasi tinggi
oli lebih kental
• Bila tercampur bahan bakar
oli bertambah encer
• Informasi kondisi fisik oli
S.O.S Lab Instrument
Metrohm Titrator Total Base Number (TBN) (ASTM 4739)
Mengukur aditif Alkali yang tersisa dalam oli
Satuan : mg KOH / g sample
Untuk mesin Caterpillar
dianjurkan menggunakan oli
Total Base Number (TBN)
minimal 10.0 mg KOH/g
S.O.S Lab Instrument
Hot Plate
Menguji adanya kontaminasi air
Batas toleransi
kontaminasi air
adalah
max 0.5%
S.O.S Lab Instrument
• Pengecekan Fuel (ASTM D93)
Batas toleransi
kontaminasi
BBM (solar)
adalah
max 4%
S.O.S Lab Instrument
Hyac Royco 8000
Mengukur besaran partikel
• Mengukur partikel seperti :
debu/pasir,metal/non metals,
gelembung udara, air.
• Partikel yang diukur sebanyak 8
size, dan dilaporkan dalam counts
per milliliter pada 5 dan15 mikron
• Dikonversi menjadi kode
kebersihan ISO 4406
ISO 4406 Code Levels (Count Particles/mL)
ISO Minimum Maximum ISO Minimum Maximum ISO Minimum Maximum
Code (included) (excluded) Code (included) (excluded) Code (included) (excluded)
1 0.01 0.02 11 10 20 21 10,000 20,000
2 0.02 0.04 12 20 40 22 20,000 40,000
3 0.04 0.08 13 40 80 23 40,000 80,000
4 0.08 0.16 14 80 160 24 80,000 160,000
5 0.16 0.32 15 160 320 25 160,000 320,000
6 0.32 0.64 16 320 640 26 320,000 640,000
7 0.64 1.3 17 640 1,300 27 640,000 1,300,000
8 1.3 2.5 18 1,300 2,500 28 1,300,000 2,500,000
9 2.5 5.0 19 2,500 5,000
10 5.0 10 20 5,000 10,000
CAT RECOMANDED OPERATING CLEANLINESS TARGETS
Ø Hydraulic System (Implement & Steering) ………… ISO 18/15 or cleaner
Ø Transmission System ………………………………. ISO 21/17 or cleaner
Except for Specified Vehicles ……………………… ISO 18/15 or cleaner
Ø Fill Oils ………………………………………………… ISO 16/13 or cleaner
S.O.S Lab Instrument
Coolant & Fuel
Informasi yang Diperlukan oleh Interpreter
1. Jam Pemakaian Oli (Hours on Oil)
2. Service Meter (Hours on Machine)
3. Penambahan Oil (Oil add)
4. Peningkatan wear elements (metals)
5. Adanya kontaminasi
6. Kondisi Oli dan Type Oli
7. Product Problem History
8. Aplikasi dan perawatan praktis di lapangan
9. Feedback customer
Proses Interpretasi
Analisa hasil test dimulai dengan
empat (4) pertanyaan.
1. Apakah terjadi peningkatan laju
keausan ?
2. Apakah kondisi oli mengalami
penurunan ?
3. Apakah oli terkontaminasi ?
4. Apakah oli yang digunakan sudah
tepat ?
Proses Interpretasi
Analisa Hasil Test
• Tabel di samping digunakan
untuk menjawab keempat
pertanyaan.
• Beberapa dari hasil test dapat
digunakan untuk menjawab
lebih dari satu pertanyaan.
Proses Interpretasi
Analisa Hasil Test
▪ Analisa terhadap hasil test dilakukan dengan dua
metode :
1. Trend Analysis
2. SOS Services Guidelines
Proses Interpretasi
Trend Analysis
▪ Analisa trending merupakan metode paling baik dan akurat
dalam interpretasi data.
▪ Trending dibuat berdasarkan histori hasil pengetesan sampel
sebelumnya.
Proses Interpretasi
Trend Analysis
• Membutuhkan pengertian mengenai wear rate.
• Wear rate adalah wear element dibagi dengan jam pakai oli (hours on
oil).
• Kenaikan yang signifikan dari wear rate mengindikasikan keausan
abnormal.
Proses Interpretasi
Trend Analysis
Selalu gunakan trending wear rate:
▪ PPM/Hr, atau PPM/Ltr Fuel, atau PPM/Km, atau PPM per 250 hrs
▪ Bukan Raw PPM
Lakukan adjustmen raw data terhadap penambahan oli
▪ Faktor penambahan oli = (Sump Capacity + Add Oil/Sump Capacity)
▪ Contoh : Fe = 54 ppm @ 250 hrs
- Sump Capacity : 50 Liters
- Oil added 250 hrs : 25 liters
- Factor = (50+25)/50 = 1.5
- Fe = 54 x 1.5 = 81 ppm @ 250 hrs
Proses Interpretasi
SOS Service Guidelines
• SOS Guideline hanya digunakan apabila histori data tidak tersedia untuk
dilakukan trend analisis.
• Wear Table dipakai sebagai general guideline, terutama untuk sampel yang
baru pertamakali enrol SOS.
• Wear Table dibuat berdasarkan analisa statistik untuk menentukan tingkat
keausan yang normal, reportable, dan abnormal
Process Interpretation
Wear Tables
Terdapat dua jenis SOS wear table:
1. Global Wear Table :
Dibuat oleh Caterpillar untuk spesifik model yang beroperasi
di lokasi berbeda di seluruh dunia. Table ini biasanya memiliki
variasi yang cukup tinggi karena kondisi operasi dan siklus
kerja equipment yang berbeda-beda mempengaruhi wear rate.
2. Local Tables :
Dibuat oleh dealer untuk spesifik model pada lokasi yang
spesifik juga. Table ini memiliki data yang lebih presisi karena
kondisi operasi dan siklus kerjanya dibatasi pada lokasi tertentu.
Process Interpretation
Analysis – Physical & Chemical Guidelines
▪ Analisa Infra-red menggunakan FTIR
- Soot Level : 150% of allowable (tanpa diikuti kenaikan Fe & Viscositas)
- Oxidation Level : 100% of allowable
- Nitration Level : 100% of allowable
- Sulfate Level : 100% of allowable
▪ Kontaminasi Cairan
- Fuel ≥ 4% by weight
- Water ≥ 0.5% by weight
▪ TBN and TAN
- TBN : turun tidak lebih dari setengah nilai TBN oli baru
- TAN : tidak lebih dari 3.0, atau naik 2.0 dari nilai TAN oil baru
▪ Physical Test
- Viscositas oli : +/- 3 cSt dari oli baru
- Particle Counts : berdasarkan trending
Wear Element
Wear Element
Wear Element
Proses Interpretasi
Tingkat Peringatan Hasil SOS
Normal (A):
Laju keausan normal. Tidak ada kontaminasi, formulasi oli
benar.
C
Reportable (B):
Adanya peningkatan keausan secara bertahap. Indikasi B
kontaminasi tingkat rendah, atau perubahan formulasi oli.
Inspeksi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui detail A
problem.
Abnormal (C) :
Laju kenaikan keausan drastis, hasil test mengindikasikan adanya
problem yang serius. Customer harus segera melakukan inspeksi
pada compartment tersebut.
Cara Membaca S.O.S Report (Engine)
3
Cara Membaca S.O.S Report (Engine)
5
Cara Membaca S.O.S Report ( Non Engine)
3
Cara Membaca S.O.S Report (Non Engine)
5
Case study – Engine 966G
Questions :
1. Has the wear rate increased? No, wear metals still in acceptable trend.
2. Has the oil deteriorated? Yes, TBN dropped. Additive concentration (Zn & Mg) dilute.
3. Is the oil contaminated? Yes, positive fuel. Viscosity decreased.
4. Is this the correct oil? Yes, it appears Cat DEO. Dropped Zn & Mg values due to
fuel contamination.
Case study – Engine 966G
Report & Recommendation Alert Level : C (Abnormal)
Case study – Final Drive 385C
Questions :
1. Has the wear rate increased? Yes, Fe and Cu increased significantly.
2. Has the oil deteriorated? No, viscosity is acceptable for SAE.60 oil.
3. Is the oil contaminated? Yes, dirt contamination as shown by high Si & Al
4. Is this the correct oil? Yes, the characteristic of additive concentration (Zn, Mg)
& viscosity are suitable for Donax TC SAE.60 oil.
Case study – Final Drive 385C
Report & Recommendation Alert Level : C (Abnormal)
Case study – Hydraulic System 777D
Questions :
1. Has the wear rate increased? Yes, Cr and Fe are higher than previous values.
2. Has the oil deteriorated? No, viscosity is normal.
3. Is the oil contaminated? No. contamination are not detected.
4. Is this the correct oil? Yes, high Zn & Mg values are typical character of HYDO oil.
Case study – Hydraulic System 777D
Report & Recommendation Alert Level : C (Abnormal)
Follow up Abnormal Report
• SOS report dengan tingkat peringatan C (Abnormal)
perlu ditindaklanjuti dengan inspeksi atau
pengecekan unit di lapangan.
• Hasil inspeksi diinformasikan ke SOS Lab sebagai
feedback untuk mengukur keakuratan SOS report.
• Feedback juga digunakan sebagai acuan dalam
pembuatan interpretasi sampel selanjutnya.
Follow up Abnormal Report
n Diagnostic Toolkit yang perlu
diperhatikan saat inspeksi :
Inspection Routines
Operator Comments
Vibration Analysis
Onboard Monitoring
Systems (CMS, VIMS)
Filter Cutting
Magnetic Plugs
Screens and breathers
Fluid addition record
Oil Condition
S·O·S Fluids Analysis
Mengoptimalkan Service S.O.S
Sebagai salah satu condition monitoring tools, SOS akan
berfungsi secara maksimal jika dua faktor di bawah ini tercapai:
1. Cycle Time Sample
- Waktu yang dibutuhkan mulai dari sampel diambil
di lapangan sampai SOS report keluar dari Lab.
- Target di bawah 6 hari
2. Keakuratan SOS Report
- Dibutuhkan feedback dari customer untuk menganalisa
keakuratan SOS report.
Cycle Time S.O.S
• 4 hari untuk S.O.S LAB Jakarta
– 1 hari dari pengambilan sample sampai dikirim ke Trakindo terdekat
– 2 hari perjalanan melalui kurir
– 1 hari proses di Lab
• 3 hari untuk S.O.S LAB Balikpapan
– 1 hari dari pengambilan sample sampai dikirim ke Trakindo terdekat
– 1 hari perjalanan melalui kurir
– 1 hari proses di Lab
• 3 hari untuk S.O.S LAB Samarinda
– 1 hari dari pengambilan sample sampai dikirim ke Trakindo terdekat
– 1 hari perjalanan melalui kurir
– 1 hari proses di Lab
Cycle Time S.O.S
Delivery note form harus diisi dan dilampirkan saat mengirim sample
Cycle Time S.O.S
Cycle Time report dikirim oleh SOS Lab ke customer atau branch
setiap bulan.
Cycle Time S.O.S
Abnormal Report Remainder
✓ Form feedback abnormal report yang dikirim ke customer
untuk ditindaklanjuti ke unit.
✓ Feedback yang diterima oleh Lab digunakan untuk
menganalisa akurasi SOS report.
Akurasi SOS Report
➢ Semua SOS report, terutama report dengan Alert Level C
(Abnormal), diharapkan hasilnya akurat.
➢ Ketidakakuratan SOS report dapat disebabkan oleh faktor-
faktor berikut :
1. Pengambilan Sampel
2. Pengetesan di Lab
3. Interpretasi SOS Report
4. Inspeksi di Lapangan
5. Lain-lain
Pengambilan sample di tempat
yang salah. Terjadi peningkatan
element Pb, Fe & Cu secara drastis.
Sampel berikutnya kembali
mengikuti normal trending.
Hanya nilai Si dan Al yang tinggi
menunjukkan masuknya debu
ke dalam sample
Resume
Untuk mengoptimalkan service SOS, Lab harus melaksanakan
komitmen berikut:
➢ Cycle Time Sampel
- Melakukan pengetesan sampel dan mengirim SOS report ke
customer atau cabang dalam waktu 1 x 24 jam.
➢ Akurasi Abnormal Report
- Mengetes sampel dengan benar dan akurat.
- Memasukkan data sampel secara komplit dan benar.
- Melakukan Interpretasi secara akurat sesuai data yang ada.
Resume
Untuk mendapatkan benefit yang maksimal dari SOS, Customer
harus
melakukan hal-hal berikut:
➢ Cycle Time Sampel
- Setelah sampel diambil, kirim secepatnya ke cabang Trakindo
terdekat.
➢ Akurasi Abnormal Report
- Lakukan cara pengambilan sampel dengan benar sesuai
rekomendasi.
- Lengkapi label sampel dengan komplit dan benar.
- Menindaklanjuti report yang abnormal berdasarkan saran SOS.
- Memberikan feedback ke SOS lab untuk report yang abnormal
via Oil Commander system atau email.
Oil Commander
Activate the oil
commander
program in your
desktop, insert
username and
password
S.O.S Service Web
Benefit Oil Commander System
• Internet web based system – view and analyze fluid sample information online – anytime and
anywhere
• Current sample information – no waiting for uploads
• Graphical tool facility for easy trend analysis
• Create and print out label for compartment information directly from database
• Minimize paper filling and storage, while maintaining the ability to generate and print
reports/graphs when needed.
• Fast notification report by email
• Intranet address :
http://tmt-sos-nt1/equipcom/login.aspx
• Internet address :
//sos.tiaramarga.com:8080/equipcom/login.aspx
S.O.S Service Web
Main Menu
Commonly Use :
• Detail
• Full History
• Action taken
• Graph
• Sample Image
S.O.S Service Web
Code Key
Color in main menu indicate
code key for test sample result
S.O.S Service Web
Details
Detail description of the specific
sample is available include serial
no, unit no, job site, meter
reading, Oil Hrs, Oil Type/grade
S.O.S Service Web
Full History
To Show all history
from each Unit No.
and compartment
S.O.S Service Web
Action Taken
• Action Detail should
be filled by Customers
as a feedback from
SOS recommendation
(priority on C report)
• Action taken used to
communication media
between customer and
SOS Lab
S.O.S Service Web
Feedback
Feedback on action detail should
relevant with SOS recommendation and
describe what is the actual condition
occur…
S.O.S Service Web
Graph
Graphical tool facility
for easy trend analysis
S.O.S Service Web
Model Comparison
Graphical bar for model comparison
element
S.O.S Service Web
Print Label
The print label of Equipment
Commander appear on the
screen which included the
data completed, including a
Barcode.
This label should be attached
on the label, and send
directly to the lab.
S.O.S Service Web
Sample Image
Sample Image from filtergram analysis
Semoga Menjadi Ilmu yang Bermanfaat