Anda di halaman 1dari 10

Panduan Praktis Budidaya Tomat

di Lahan terbatas

Oleh

Mentari Vabela Iriani

Dosen pembimbing bahasa indonesia

Fina Hiasa, M.A

Budidaya tomat masih menjadi prospek bisnis yang sangat menguntungkan karna tomat tidak hanya
bisa dijadikan buah tetapi juga bisa dijadikan bahan untuk sayuran. Lagi pula dengan rasa kesegarannya,
tomat juga masih menjadi buah penghilang dahaga. Tomat juga bisa dijadikan olahan berbagai makanan.
Budidaya tomat tidaklah sulit karena tanaman tomat bisa ditanam di mana saja meski mempunyai lahan
yang sempit.

Didalam artikel ini kita diberitahukan bagaimana menanam tomat dilahan terbatas dengan baik
sehingga menghasilkan panen buah yang kita harapkan. Dan juga dijelaskan mengenai jenis-jenis
penyakit, hama yang biasanya menyerang tumbuhan tomat, makanan olahan dari bahan dasar tomat dan
juga peluang usaha budidaya tomat yang makin terbuka luas.

1. Pendahuluan

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga
Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan
tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah
berawarna hijau, kuning, dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan
secara langsung tanpa diproses. Tomat memiliki batang dan daun yang tidak dapat dikonsumsi karena
masih sekeluarga dengan kentang dan Terung yang mengadung Alkaloid. Cara menanam tanaman tomat
adalah disemai lebih dahulu, setelah tumbuh 4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih
dahulu). Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari ( wikipedia,2019)

Tomat (Solanum lycopersicium L) memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat
pada keunggulan-keunggulannya dalam memenuhi beberapa fungsi-fungsi tersebut, antara lain fungsi
pemenuhan kebutuhan pangan, fungsi pemenuhan kebutuhan ekonomi, fungsi kesehatan, dan fungsi
estetika. Selain itu, tomat juga memiliki keunggulan pada jangkauan persebarannya. Dari tahun ketahun,
permintaan pasar terhadap tomat semakin meninggkat sedangkan produktivitas tomat belum mampu
menyeimbabgkan peningkatan tersebut. Sehingga produktivitas tomat perlu lebih ditingkatkan lagi guna
memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Banyak hal yang dapat dilakukan guna meningkatkan
produktivitas tomat, mulai dari perbaikan teknis budidaya tomat hingga perlakuan pascapanen. Tanaman
tomat tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini dapat tumbuh didaerah tropis hingga sub-
tropis tanpa harus bergantung pada musim tanam. Buah tomat sendiri, biasanya dapat dikonsumsi dengan
keadaan segar sebagai pengganti buah-buahan. Selain sebagai konsumsi buah, tomat juga digunakan
sebagai pelengkao bumbu masak. ( Putri Alviani,2016).
Pembangunan pertanian yang berhasil dapat diartikan jika terjadi pertumbuhan sektor ekonomi yang
tinggi dan sekaligus terjadi perubahan masyarakat dan taraf hidup yang kurang baik menjadi lebih baik.
Hal ini terlihat dari peranan sektor pertanian terhadap penyediaan pangan, penyumbang devisa negara
melalui ekspor dan lain sebagainya. Salah satu tujuan utama pembangunan pertanian tanaman pangan
adalah swasembada pangan. Kebijaksanaan swasembada pangan diperluas, tidak hanya bertumpu pada
komoditas beras saja tetapi juga pada komoditas lain yang mengandung karbohidrat, protein, mineral dan
vitamin seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan bunga-bungaan, seperti halnya komoditas tomat
(Soekartawi, 1994).

Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Hal
ini dapat dilihat dari banyaknya buah tomat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya adalah
sebagai sumber vitamin. Buah tomat sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit, seperti sariawan karena mengandung vitamin C. Selain sebagai buah segar yang langsung dapat
konsumsi, buah tomat juga dapat digunakan sebagai bahan penyedap berbagai macam masakan seperti
sop, gado-gado, sambal, dan juga dapat dijadikan bahan industri untuk dikonsumsi dalam bentuk olahan,
misalnya untuk minuman sari buah tomat, es juice tomat, dan konsentrat. Berbagai macam kegunaan
tersebut dapat memberikan keuntungan, baik bagi konsumen, produsen, maupun masyarakat pada
umumnya. Potensi pasar buah tomat juga dapat dilihat dari segi harga yang terjangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat sehingga membuka peluang yang lebih besar terhadap serapan pasar (Cahyono,1998).

Konsumsi rata-rata tomat perkapita pertahun bagi penduduk petkotaan cenderung lebih tinggi dari
penduduk pedesaan. Walaupun kuantitasnya tidak terlalu besar, jumlah konsumsi rata-rata pertahun di
daerah pedesaan menunjukan adanya peningkatan, yaitu dari 0,90 kg perkapita ditahun 1993 menjadi 1,26
kg ditahun 2002. Sementara itu perubahan konsumsi didaerah perkotaan terlihat tidak konsisten. Secara
umum, tingkat konsumsi tomat menunjukan peningkatan tingkat pengeluaran. Secara keseluruhan,
konsumsi tomat domestik dihitung dengan menambahkan kuatitas impor dan mengurangkan kuantitas
ekspor ke kuantitas produksi total. Konsumsi tomat domestik selama periode 1998-2002 perubahannya
tidak konsisten dari tahun ke tahun, yang ditujukan oleh peningkatan dan penurunan kuantitas konsumsi.
Penurunan konsumsi yang cukup besar terjadi ditahun 2001, pada tahun tersebut produksi domestik
rendah namun tidak diikuti oleh kuantitas impor yang tinggi. Selama ini, tomat yang paling banyak
dibudidayakan di Indonesia merupakn varitas keriting (Lycopersium validum) yang oleh masyarakat
disebut sebagai tomat gondol (Putri Alviani,2016)

2. Pembahasan

Di alam bebas tomat memiliki bentuk seperti perdu, ketinggian tanaman ini bisa mencapai 3 meter.
Tetapi setelah dibudidayakan tanaman tomat hanya memiliki tinggi tidak lebih dari 2 meter. Agar tidak
roboh biasanya batang tomat harus ditopang dengan ajir yang terbuat dari kayu atau bambu, Adapun
beberapa cara untuk menanam tomat.

Varietasi Tanaman Tomat

Tanaman tomat merupakan jenis tumbuhan setahun, berbentuk perdu atau semak dan termasuk
kedalam golongan tanaman angiospermai. Dalam klasifikasi tumbuhan tanaman tomat termasuk kelas
Dicotyledonnae (berkeping dua). Adapun bagian-bagian tanaman tomat
1. Batang

Batang tanaman tomat berbentuk bulat dan membengkak pada buku-buku. Bagian yang masih
muda berambut biasa dan ada yang berkelenjar. Mudah patah bersandarvpada turus atau merambat pada
tali namun harus dibantu dengan beberapa ikatan. Pada tanaman tomat varirtasi tinggi tanaman mencapai
150 cm dengan diameter batang 2-3 cm.

2. Daun

Daun tomat berbentuk oval, bergerigi dan mempunyai celah yang menyirip. Daunnya yang
berwarna hijau dan berbulu mempunyai panjng sekitar 20-30 cm dan lebar 15-20 cm. Sementara itu,
tangkai daunnya berbentuk bulat memanjang sekitar 7-10 cmdan ketebalan 0,3-0,5 cm.

3. Bunga

Bunga tanaman tomat berwarna kuning dan tersusun dalam dompolan dengan jumlah 5-10 bunga
per dompolan atau tergantung dari varietasinya. Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri
karena tipe bunganya berumah satu. Menurut deskripsi, tanamn tomat vatietas permata berbunganpada
umur 25 hari setelah pindah tanam, jumlah bunga per tandan 6-10, dan jumlah tandan bunga 10-16.

4. Buah

Buah tomat memiliki bentuk buah yang beragam seperti lonjong, oval, pipih, meruncing, dan bulat.
Diameter buah tomat antara lain 2-15 cm, tergantung varietasinya. Menurut deskripsi, panen awal
tanaman tomat varietas permata pada 70-80 hari setelah tanm dan panen akhir pada 100 hari setelah
tanam dengan frekuensi panen 2-3 hari sekali. Rata-rata berat per buah yang dipanen adalh 50 g (3-5
kg/tanaman).

5. Varietas

Varietasi tomat dataran rendah yang digunakan adalah varietas permata yang tipe
pertumbuhannya determinate. Tanda percabangannya tanaman tomat adalah terdiri dari dua cabang utama
yang muncul diujung batng pada saat tomat hendak memasuki masa generatif, dan jumlah bunga/tandan
dan buah/tandan muncul saat tanaman tomat telah memasuki masa generatif dan terdapat pada ujung
tanaman dan setiap ruas batang. Sedangkan jumlah tandan buah merupakan jumlah keseluruhan tandan
buah yang terdapat pada satu tanaman yang dilihat dari setiap ruas dan juga ujung tanaman tomat.

Budidaya Tomat

A. Syarat Tumbuh

1. Iklim

Tanaman tomat dapat tumbuh di musim hujan maupun musim kemarau. Musim kemarau yang terik
dengan angin yang kencang akan menghambat pertumbuhan bunga. Baik didataran tinggi maupun
didataran rendah dalam musim kemarau, tomat memerlukan penyiraman dan pengairan demi
kelangsungan hidup dan produksinya. Suhu yang paling ideal untuk perkecambahan benih tomat adalah
25-300 °C. Sementara itu, suhu ideal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 24-280 °C.
2. Curah Hujan

Tanaman tomat pada fase vegetatif memerlukan curah hujan yang cukup. Sebaliknya pada fase
generatif memerlukan curah hujan yang sedikit. Curah hujan yang tinggibpada fase pemasakan buah
dapat menyebabkan daya tumbuh yang lebih rendah. Curah hujan ideal selama pertumbuhan tanaman
tomat berkisar antara 750-1250 mm/tahun. Curah hujan tidak menjadi faktor penghambat dalam
penangkaran benih tomat.

3. Ketinggian Tempat

Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di daratan tinggi maupun di
daratan rendah, tergantung varietasinya. Tanaman tomat yang sesuai untuk di tanam di daratan tinggi,
misalnya varietas kada, sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah, misalnya varietasi
Intan, varietasi Ratna, varietasi LV, dan varietasi CLN.

4. Kelembapan

Kelebaban relatif yang baik untuk pertumbuhan tanaman tomat ialah 25%. Keadaan ini akan
merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih
baik melalui stomata yang membuka lebih banyak.

5. Tanah

Tomat bisa ditanam pada semua jenis tanah, seperti andosol, regosol, latosol, ultisol, dan grumusol.
Namun, tanah yang paling ideal dari jenis lempung berpasir yang subur, gembur, memiliki kandungan
bahan organikyang tinggi, serta mudah mengikat air (porous). Di Indonesia, tanaman tomat daratan
rendah dapat dibudidayakan di daerah dengan ketinggian <100 m dpl. Ketinggian tempat berkaitan erat
dengan suhu udara siang dan malam hari.

6. Sinar Matahari

Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik
parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten
(provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai
apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25
mj/m2 per jam.

7. Suhu

Kisaran temperatur yang baik untuk pertumbuhan tomat ialah antara 20-27 °C. Jika temperatur
berada lebih dari 30°C atau kurang dari 10°C, maka akan mengakibatkan pembentukan buah tomat.

B. Pemilihan Bibit
Biaya penyediaan benih akan meningkat secara nyata bila penanaman tomat benihnya banyak yang
tidak tumbuh karena tempat pembibitannya tidak bersih. Terlebih, adanya penggunaan benih hibrida
komersial yang berproduksi tinggi dan tahan terhadap penyakit akan menyebabkan biaya yang
berproduksi benih juga menjadi mahal. Hal ini biasanya tidak akan terjadi bila penanaman tomat
mengikuti metode pembibitan dalam kotak kecambah secara tradisional untuk memproduksi bibit tomat

Dalam melakukan pemilihan benih, tentunya harus ada kriteria benih yang akan di tanam. Kriteria
yang telah di tentukan tersebut harus benar-benar dan sesuai dengan kondisi tempat lokasi penanaman
yang ada di sekitarnya. Jika ingin mengetahui tentang kriteria tanaman tomat ini, anda bisa langsung
melihatnya di bawah ini :

Ketahanan penyakit

Kriteria benih tanaman tomat yang pertama kali harus di lihat ialah ketahanan benih terhadap
ancaman berbagai macam penyakit. Memilih benih yang tahan terhadap ancaman berbagai macam
penyakit ini merupakan hal yang sangat tepat dan harus di lakukan secara rutin agar dapat meminimalkan
risiko kegagalan panen.

Vigor benih

Vigor benih ini merupakan salah satu keunggulan dari benih tanaman tomat yang sangat di
tonjolkan. Untuk memilih keriteria benih yang baik, maka kita harus memilih benih yang dapat
beradaptasi di lingkungan barunya.

Hasil

Selain itu, kriteria benih yang akan di pilih ini juga harus menunjukkan hasil yang baik dan
maksimal. Pemilihan bibit ini sebenarnya tidak lah terlalu sulit, ini semua tergantung terhadap si penjual.

Jika si penjual tidak terlalu mengikut campurkan urusan kita, maka kita dapat dengan leluasa
melakukan pemilihan benih, sehingga benih yang di pilih dapat menghasilkan sesuatu yang baik.

Harga

Bukan hanya itu saja, harga juga mempengaruhi hasil tanaman nantinya. Tetapi harga yang mahal
belum tentu menjamin kualitas dari benih tanaman tersebut. Bisa jadi harga benih yang murah dapat
menjamin kualitas benih yang akan di tanam nantinya.

C. Penanaman dan Pemeliharaan

1. Penanaman bibit tomat

Pertama-tama buat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat
dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50
cm, kedalam lubang tanam kira-kira 5-7 cm. Setelah itu masukan itu masukkan bibit siap tanam.
2. Perawatan

Tanaman tomat cukup sensitif dan perlu perwatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap
hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko kerusakan buah
tomat masih tinggi sekitar 20-50%.

3. Unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman tomat

Tanaman tomat membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk memenuhi kebutuhan
makanannya. Unsur hara makro yang diperlukan terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (N),
fosfat (P), kalium (K), sulfur (S), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Sedangkan unsur hara mikro yang
diperlukan yaitu molibdenium (Mo), tembaga (Cu), boron (B), seng (Zn), besi (Fe), klor (Cl), dan mangan
(Mn). Unsur-unsur diatas dapat diperoleh melalui beberapa sumber, seperti udara, air, mineral-mineral
dalam media tanam dan pupuk.

D. Hama dan Penyakit

Melakukan budidaya tomat tentunya tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit. Bagian yang
sering diserang oleh hama dan penyakit adalah bagian daun tomat, kuncup bunga, dan buah. Berikut jenis
hama dan penyakit yang sering menyerang tomat.

1. Hama

a. Penggerek buah tomat Helicoverpa armigera hubner (Lepidoptera: Noctuidae)

Penggerek buah tomat merupakan serangga polifagus yang mempunyai mobilitasnya tinggi,
merupakan hama penting yang dapat merusak banyak tanaman pertanian, sayuran dan buah-buahan.

b. Ulat grayak Spodoptera litura fabricius (Lepidoptera Noctuidae)

Sama halnya dengan H. armigera, S. litura juga merupakan serangga polifagus dan mempunyai
mobilitas tinggi hama ini dapat menyebabkan kerusakan secara ekonomi pada berbagai macam tanaman
pertanian dan holtikultura. Larva yang aktif akan makan dimalam hari. Pada siang hari, larva
bersembunyi dibawah tanah, dicelah bongkahan tanah, dan didalam sisa-sisa tanaman dilahan.

c. Kutu kebul Bemisia tabaci Genndius (Hemiptera:Aleyrodidae)

Kutu kebul tersebar luas di daerah tropis dan subtropis dan dirumah kaca didaerah yang beriklim
sedang. Cuaca panas dan kering dapat mendukung perkembangan kutu kebul, sedangkan hujan lebat
secara drastis dapat mengurangi ledakan populasi hama ini. Serangga ini aktif pada siang hari dan hidup
dipermukaan daun bagian bawah pada malam hari.

d. Hama Tungau Tetranychus urticae Koch,T.cinnabarinus Boisduval, T. Evansi Baker dan Pritchard
(Acarina:Tetranychidae)

Dikenal sebagai tungaumerah atau tungau berbintik dua. Tungau berukuran kecil, warnanya
bervariasi, dari hijau menjadi kuning kehijauan, cokelat atau oranye merah dengan dua bintik hitam pada
tubuh. Tungau biasanya menghisap cairan sel dari daun dengan menggunakan stlyet, yang merupakan alat
penusuk dan penghisap yang terdapat dibagian mulut. Akibatnya kandungan klorofil pada daun
berkurang, akhirnya membentuk beberapa bercak putih atau kuning pada daun. Pada serangan berat, daun
akan mengering dan layu.

2. Penyakit

a. Penyakit bercak bakteri pada tomat

Bercak bakteri pada tomat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri Xanthomonas. Salah satu penyakit
bakteri yang umum ditemukan adalah X. Euvesicatoria, sebelumnya dikenal dengan nama X.axonopodis
pv. vesicatoria or X. campestris pv. Vesikatoria. Bakteri xantomonas bersifat aerob, gram negatif dan
diujungnya mempunyai satu flagella. Pada media agar bakteri ini berbentuk bulat, berlendir, dan setelah 2
hari masa inkubasi pada temperatur 30°C akan terlihat berwarna kuning mengkilat. Penyakit bakteri telah
dilaporkan mempunyai beberapa ras, ada ras yang dapat menyebabkan penyakit pada cabai dan tomat, ada
juga ras yang hanya menyerang tomat atau cabai saja.

b. Penyakit layu bakteri pada tanaman tomat

Penyakit Ralstonia solanacearum (Burkholderia solanacearum = Pseudomonas solanacearum)


merupakan penyakit bakteri gram negatif, berbentuk batang, bergerak dengan satu atau lebih flagella dan
bersifat aerobik.

c. Penyakit rebah kecambah (Damping-off)

Penyakit ini akan menyebabkan busuk biji sebelum berkecambah dan sesudah berkecambah disebut
pre-emergence damping-off. Penyakit matinya tanaman setelah berkecambah (post-emergence) gejala
awalnya dimulai dengan batang berwarna gelap dan luka lunak disekeliling batang atau batang berwarna
kecoklatan, atau cokelat kemerahan pada batang dan didekat permukaan tanah adanya luka yang berwarna
agak kehitaman.

d. Penyakit hawar daun (Late blight)

Cendawan ininmenyerang bagian atas dan bawah tanaman yang menghasilkan bercak tidak
beraturan dan berair kemudia meluas meliputu bagian terbesar dari daun. Spora cendawan dapat dilihat
disisi bagian bawah daun dan berwarna putih, kemudian bercak mengering dan berwarna cokelat.
Akhirnya terjadi bercak diseluruh bagian daun.

Panen dan Pasca panen

Pelaksanaan panen pada bididaya tomat, biasanya baru bisa dilakukan 60-100 hari setelah tanam.
Hal tersebut trrgantung dari varietas tomatnya. Setelah panen pertama, selanjutnya selama 3-5 hari sekali
sampai buah habis. Buah tomat yang akan dipasarkan dalam jarak jauh, sebaiknya dipanen saat tingkat
kemasakannya 75%, yakni ketika buah masih hijau atau sekitar 5 hari lagi sebelum menjadi merah.
Sedangkan buah tomat yang akan dipasarkan untuk jarak dekat, sebaiknya tingkat kemasakannya 90%,
yakni ketika buah berwarna kuning kemerah-merahan.
Penentuan waktu panen berdasarkan umur tanaman kadang kal tidak efektif sebaiknya gunakan
pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen apabila kulit buah
berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang
mengering. Pemetikan akan lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebab, pada siang hari tanaman
masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tinggi-tingginya sehingga buah
tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia
produktivitas tanaman tomat secara rata-rata mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas
tertentu dan daerah-daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar.

Pengolahan Tomat

Kondisi iklim Indonesia sangat sesuai untuk membudidayakan tomat, sehingga komoditas ini mudah
dijangkau semua lapisan masyarakat di Indonesia penanaman tomat yang lebih dikenal oleh masyarakat
Indonesia adalah nama dagang, antara lain tomat ceri, tomat apel, tomat kentang, dan tomat keriting.
Buah tomat mudah mengalami kerusakan jika tidak disimpan pada kondisi yang baik. Bebesarnya
kerusakan buah tomat setelah panen berkisar antara 20% sampai dengan 50%. Salah satu alternatif yang
dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan buah tomat yaitu mengolahnya menjadi berbagai produk
olahan. Pengolahan tomat ditunjukan untuk meningkatkan keanekaragaman produk, nilai guna maupun
nilai ekonomi serta memperpanjang umur simpan. Peningkatan umur simpan dapat dilakukan dengan
teknik pengolahan berupa pengawetan dengan gula, pengeringan, pemanasan maupun penambahan
pengawetan yang aman. Berikut jenis-jenis produk olahan dengan bahan dasar tomat.

a. Sari tomat

Sari tomat merupakan produk olahan tomat yang menggunakan bahan tambahan gula pasir, Na-
benzoat dan CMC. Sari tomat dapat dibuat dengan mudah, cepat serta memerlukan peralatan yang
sederhana.

b. Yoghurt tomat

Yoghurt merupakan produk minuman fermentasi yang barasa masam, sedikit kental yang pada
mulanya berbahan dasar susu. Akan tetapi seiring dengan perkembangn zaman, pembuatan yoghurt
berbasis nabati semakin dinikmati. Salah satu yoghurt berbasi nabati yaitu yoghurt tomat. Youghurt ini
memiliki sifat fungsional berupa kandungan antioksidan tinggi, senyawa antimikroba (asam laktat) dan
vitamin C.

c. Selai tomat

Selai adalah bahan dengan konsistensi gel atau semi gel yang di buat dari bubur buah. Selai
digunakan sebgai bahan oemvuat roti dan kue. Konsistensi gek atau semi gel pada selai di peroleh dari
interaksi senyawa pektin yang berasal dari buah atau pektin yang ditambahkan dari luar, gula sukrosa dan
asam. Kondisi optium untuk kabar pektin adalah kurang lebih 1%, pH 3,3-3,4 dan gula kurang lebih 66%.

Peluang Usaha dan Prospek Dasar

Tomat berpotensi di budidayakan di Indonesia. Tergantung jenis atau varietasnya, tanaman ini dapt
ditanam secara luas dari mulai dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman tomat yang cocok di
kembangkan di dataran rendag adalah varietas atau kultivar yang tahan suhu panas dan juga tahan
terhadap penyakit layu bakteri. Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara eksportir tomat
ASEAN setelah malaysia. Namun di tingkat dunia, luas panen dan produksi tomat Indonesia masih kalah
bersaing dibandingkan negara-negara lain.

3. Penutup

Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil dari buku panduan praktis budidaya tomat dilahan
terbatas serta sumber-sumber yang berkaitan dengan tomat adalah :

1. Sebagai negara yang beriklim subtropis memungkinkan negara indonesia sebagai komoditas
ekspor tomat kenegara-negara lain.

2. Dengan menggunakan buku panduan tersebut, bisa mempermudah kita untuk memanfaatkan lahan
kosong yg terbatas.

3. Peluang atau prospek penghasilan dari buah tomat itu sangatlah menjanjikan jika kita dapat
mengolah dan mempasarkan tomat tersebut dengan baik.

Melihat dari segi pemasokan tomat yang ada di Indonesia bahkan di dunia sendiri kurang untuk
masyarakat, seharusnya kita bisa membantunya dengan belajar menanam tomat dilahan terbatas yang kita
miliki sehingga dengan begitu juga bisa mengawali kita dengan gaya hidup sehat, dengan memakan
sayur-sayuran yang kita hasilkan sendiri dari kita menanamnya di perkarangan rumah dan tanaman tomat
juga memiliki estetika sendiri yang sehingga terlihat bagus untuk di tanam diperkarangan rumah yang
terbatas.

Daftar Pustaka
Cahyono. 1998. Tomat-Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen. Yogyakarta: Penebar kanisius.

Dewanti, W.Tri, dkk. 2010. Aneka Produk Olahan Tomat dan Cabai, Malang: Brawijaya University.

http://merawatbunga.com/memilih-dan-menyiapkan-benih-tomat-berkualitas

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tomat

Pitoyo, S. 2005. Benih Tomat. Yogyakarta: Penebar kanisius.

Putri Alviani.2016. Panduan Praktis Budidaya Tomat di Lahan Terbatas. jogjakarta: Literindo

Tim Penulis Penebar Swadaya. 2009. Budidaya Tomat Secara Komersial. Jakarta: Penebar Swadaya