Anda di halaman 1dari 19

Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

CEDERA
PLEKSUS BRAKHIALIS
Mita Noviana
Program Studi Fisioterapi
Universitas Indonesia

Anatomi Fisiologi

1
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

2
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Pengertian

 Cedera pleksus brachialis adalah cedera dari


setiap bagian dari pleksus brachialis mulai akar
saraf sampai dengan cabang dari cord yang
menghubungkan bahu sampai dengan jari-
jaridapat menyebabkan kelemahan ataupun
kelumpuhan dari anggota gerak atas baik bahu,
pergelangan tangan, dan jari-jari

3
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Tipe Kerusakan (Jenis Trauma)

Avulsion

Rupture

Neuropraxia

Neuroma

4
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Insidensi

 Insiden obstretical brachialis plexus injury di Amerika


serikat 1-2 kasus/1000 kelahiran
 Erb palsy 90%, klumpke palsy 1%, total plexus
brachialis injury 9%
 Insiden cedera plexus brachialis Kelahiran normal
94-97%, Kelahiran sesar 1-2%
 Kejadian shoulder dystocia memiliki risiko 100x lebih
besar, macrosomia atau bayi besar dgn berat > 4,5 kg
memiliki risiko 4x lebih besar

Etiologi

TRAUMA LAHIR TRAUMA LAINNYA

• Faktor risiko: • Faktor risiko:


• Ukuran panggul Ibu • Kecelakaan
yang kecil (utamanya: sepeda
• Shoulder Dystocia motor)
• Macrosomia • Terjatuh
• Diabetes maternal • Tumor
• Sungsang saat lahir

5
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Patofisiologi

• Trauma lahir
FAKTOR • Trauma lainnya
RISIKO

OVERSTRETCH/
KOMPRESI

• Avulsion
CEDERA
• rupture
PLEXUS • Neuropraxia
BRACHIALIS • neuroma

Prognosis
 Prognosis pasien Prognosis dari setiap pasie bergantug kepada type dan
lokasi Cedera dan Hubungan yang kooperatif antara fisioterapi dan anak

6
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

 In a study (Waters, 1999), 80 to 90 percent of 66 patients with brachial plexus injuries


(evaluated for the first time at 3 months or younger) experienced a spontaneous
return offunction. The children had a physical exam and functional assessment every
month for six months. The researchers measured nerve recovery by noting when the
patients achieved full ability to flex the elbow and bring the hand to the mouth while
sitting up. The study found that:
 Infants who recover full elbow flexion before 1 month of age
achieve normal ability and complete neurological return.
 Infants who recover full elbow flexion between 2 and 6 months of
age have progressively more long-term neurological sequelae.
 Infants who do not achieve full elbow flexion by 6 months of age
have permanent neurological impairment.
 Because of this finding, if a child does not have full elbow
function by 6 months, primary nerve surgery is recommended to
try to improve nerve function.

Klasifikasi

Erb-Duchenne Palsy

Klumpke Palsy

Total Brachial Plexus Injury

7
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Erb Palsy

 Erb palsy adalah kelumpuhan pada ekstremitas atas yang


disebabkan oleh kerusakan plexus brachialis C5 – C6 yang
mempersarafi lengan dan tangan.
 Kelainan ini paling sering ditemukan pada bayi atau anak-
anak karena distosia bahu pada kelahiran. Ataupun dapat
pula ditemukan pada dewasa dengan riwayat trauma
bahu.
 Cedera pada akar saraf C5-C6 / C5-C6-C7 (upper brachial
plexus injury)
 Nervus yang dilibatkan : nerve musculotcuatneous,
suprascapular nerve, axillary nerve

Insidensi

Kerusakan saraf yang menyebabkan Erb’ palsy


dapat terjadi 1 dari 400 kelahiran.
Lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir sungsang
karena bahu mudah teregang dan saraf terluka
(Werner, 2002).

8
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Etiologi

 Distosia
 Trauma

Patofisiologi

Ekstremitas
tertahan dalam
posisi: Adduksi
Trauma lahir/ & endorotasi
Overstretch
Faktor risiko terjatuh dari shoulder, Erb palsy
C5-C6
ketinggian ekstensi elbow,
pronasi lengan
bawah, fleksi
wrist

9
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Manifestasi Klinis
Lengan bergantung lemas dengan posisi abduksi
shoulder, endorotasi shoulder, ekstensi elbow, dan
pronasi elbow. (waiters tip position)
Adanya gangguan sensorik pada lateral deltoid, sisi
lateral lengan atas dan lengan bawah hingga ibu
jari tangan.
Gangguan pada perkembangan otot apabila
berkurangnya aktivitas kontraksi otot atrofi otot
dan kontraktur siku.
Refleks biceps dan brachioradialis menurun atau
hilang.
Paralisis m. serratus anterior akan memberikan
gambaran “Winged scapula”.

 Tidak adanya reaksi refleks moro


pada lengan yang mengalami
cedera
 Penurunan Spontanitas refleks
grasp
 Atropi otot lengan
 Kehilangan fungsi motorik dan
sensorik pada lateral proximal
lengan atas
 Kelemahan otot lengan

10
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Komplikasi Erb Palsy

 Anak-anak dengan Erb Palsy


memiliki risiko gangguan
perkembangan, seperti
kontraktur yang progresif,
deformitas tulang, skoliosis,
dislokasi bahu posterior,
scapula winging, tortikolis,
atrofi otot, agnosia.

Penatalaksanaan Fisioterapi

 Subjektif
 Chief of Complain : tangan kanan sulit digerakan
 RPS:
 R. Prenatal
 R. Natal: BBL, proses melahirkan
 R. Postnatal
 RPD
 R.Tumbang

11
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Pemeriksaan (Objective)
 Inspeksi statis; Waiters tip position, postur
• Penunjang:
 Inspeksi dinamis: saat bergerak lengan bayi
bergerak aktif/tidak
• EMG
• Rontgen
 Palpasi :Tonus
• CT-Scan
 Spesifik test :
• MRI
 Refleks fisiologis
 Refleks Morro
 Myotom test (pada dewasa)
 Test sensory
 Test circumferentia
 Pemeriksaan Tumbuh kembang
 Active Movement Scale (AMS) : shoulder, elbow,
forearms, wrist, fingers
 Quality Upper Extremity Specific test

Waktu Intervensi

 Physiotherapy of children with BPI must begin as


soon as the injury is recognized in the newborn
nursery during the first week of life and should
continue up to school aged children (4 years).

12
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Tujuan Fisioterapi

 To educate caregiver in handling, positioning, and daily


living activities.
 To Improve/ maintain Range of Motion (ROM).
 To improve/maintain muscle strength.
 To improve sensation (where appropriate).
 To gain milestones and age appropriate skills.
 To prevent joint contracture and deformities.

Intervensi Fisioterapi

 Weakness – AROMEx
 Limitasi ROM – PROMEx
 Hiposensasi – massage
 Pencegahan kontraktur – stretching Exc
 Gangguan ADL – bermain

13
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Stage 1; first 2 weeks


Goal: To educate care giver on handling, and positioning the
child and activities of daily living.

 Dalam melakukan aktivitas sehari-hari


orangtua/pengasuh harus melibatkan
lengan yang mengalami gangguan,
contoh : saat memakai baju didahului
tangan yang mengalami kelemahan, saat
memberi makan, saat menyusui
usahakan posisi bayi ka-ki

14
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Stage 2: From 2 weeks – 4 months


Goals:
A)To improve ROM, Sensation and Muscles strength.
B)To prevent muscle tightness
C) To gain milestones and age appropriate skills (head control,
righting reactions).

Stage 3: From 4 months to 6 months


Goals:
A) To improve / maintain ROM, Sensation and Muscles strength.
B) To gain milestones and age appropriate skills (rolling, protective
reactions, reaching).
C) To prevent joint contracture and deformities.

15
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Stage 4: From 6 months to 1 year


Goals: A) To improve / maintain ROM, Sensation and Muscles strengthen
B) To gain milestones and age appropriate skills (sitting, crawling, standing,
walking)
C) To prevent joint contracture and deformities.

Notes:

 Penggunaan stimulasi listrik (ES) masih kontroversial dan


efektivitasnya belum diuji secara memadai, namu jika prognosis
buruk pada bulan ke 6 dengan Galvanic pada pemberian ES
selama 15 repetisi dapat mencegah atrofi otot. Selain itu alat
FES meningkatkan mobilitas dan fungsi ekstremitas atas. FES
adalah alat untuk menghasilkan gerakan fungsional otot lumpuh
dengan pemberian impuls listrik.FES diberikan selama 30 menit
setiap hari selama masa pengobatan. FES meningkatkan fungsi
gerak tangan dan meningkatkan penggunaan anggota tubuh yang
terganggu.

16
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Stage 5: From 1 year to 4 years


Goals: A) To gain milestones and age appropriate skills
(playing, skill and fine movements)
B) To prevent learned non-use
C) To prevent joint contracture and deformities

Note: Child is old enough


For ROM & Increase strength

Note: Terjadi kontraktur


.

Note: Latihan pada saat bekerjadan bermain.

17
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Indications for Surgical intervention for


Brachial Plexus Injuries
 Horner syndrome & hand function not recovering by 3
months should be operated
 No biceps recovery by 3 months to M1 should be operated
 Biceps recovery to M1 or M2 then stopped by 6 month
should be operated

18
Materi 3 Fisioterapi pada Erb Palsy 14/02/2020

Terima Kasih
Semoga Bermanfaat

19