Anda di halaman 1dari 22

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang
Kosmetika sudah dikenal sejak jaman dahulu yaitu 3500 sebelumMasehi,
orang Mesir sudah menggunakan kosmetik yang berasal dari bahan alami
tumbuhan, hewan dan tanah liat. Sejarah kosmetika di Indonesia telah dimulai
sebelum penjajahan Belanda. Saat ini, kosmetika sudah berkembang begitu
pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kosmetik. Hal ini dapat
dibuktikan dengan banyaknya industry kosmetika dan produk-produk yang
beredar.

Definisi kosmetika menurut The Federal Food, Drugs, and Cosmetics Act
adalah bahan yang digosokkan, dipercikkan, disemprotkan, dimasukkan
kedalam, atau dipergunakan pada tubuh atau bagian tubuh manusia untuk
membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah
penampilan tanpa mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh.

Kosmetika yang akan kita bahas adalah kosmetika kuku, wax, sabun wajah
dan juga cleanser.Salah satu jenis kosmetika adalah kosmetika kuku. Kuku
merupakan alat tambahan kulit yang mempunyai fungsi fisiologis untuk
melindungi ujung jari dan fungsi estetis untuk menunjang penampilan. Kuku
merupakan alat tambahan kulit yang mempunyai fungsi fisiologis untuk
melindungi ujung jari dan fungsi estetis untuk menunjang penampilan. Secara
estetis kriteria kuku sehat adalah:

1) Ukuran kuku (rasio panjang dan lebar lebih dari satu kecuali ibu jari)
2) Tekstur permukaan kuku (lempeng kuku ideal halus dan mengkilat
tanpa permukaanyang ireguler)
3) Warna kuku (lempeng kuku yang menarik adalah transparan, yang
mencerminkan warna struktur bawahnya; pink dari nail bed dan putih
dari matriks pada lunula dan dari udara dibawah kuku pada tepi bebas
kuku)

1
4) Integritas perionikia (jaringan sekitar kuku yaitu kutikula, lipatan kuku
proksimal, dan hiponikia).

Kuku ideal berbentuk oval, panjang, dan nail plate melengkung tranversal.
Meningkatnya kebutuhan untuk mendapatkan kuku yang ideal, membuat
kosmetika kuku makin berkembang untuk menyamarkan kondisi kuku yang
sebenarnya dan memperbaiki penampilan kuku.

Waxing adalah pola penghilangan rambut semi permanen dengan teknik


mencabut rambut dari akarnya. Rambut yang telah di-wax tidak akan tumbuh
kembali hingga 2-9 minggu. Beberapa bagian tubuh yang memerlukan wax
adalah alis, wajah, bikini, ketiak, lengan, punggung, perut dan kaki. Jika
waxing dilakukan secara rutin, akan ada kemungkinan rambut menghilang
secara permanen.Pada umumnya waxing dipraktikkan hanya dengan
mengoleskan campuran lilin di atas kulit. Kemudian menempelkan handuk
atau kain kassa di atasnya, ditekan-tekan, lalu ditarik dengan seketika sesuai
arah tumbuhnya rambut.

Sabun cuci muka merupakan sabun yang teksturnnya lebih lembut dan fungsinya
untuk membersihkan kotoran (debu atau sisa kosmetik). Kebutuhan akan sabun
muka bagi banyak orang saat ini telah menjadi kebutuhan yang wajar. Produksi
minyak berlebih pada kulit mengakitkan kotoran dan debu mudah menempel
kemudian menutupi pori-pori dan menimbulkan komedo juga jerawat yang
disebabkan oleh bakteri atau jamur.

1.2 RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah
dalam membuat makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan sediaan pewarna kuku ?
2. Bagaimanakah formulasi yang baik dari sediaan pewarna kuku ?
3. Apa yang dimaksud dengan waxing ?
4. Apa yang saja macam-macam waxing ?
5. Bagaiman cara melakukan langkah waxing ?

2
6. Apa yang dimaksud dengan sediaan sabun wajah?
7. Apa saja formulasi yang digunakan dari sediaan sabun wajah?

1.3 TujuanPenulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka
tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tentang sediaan pewarna kuku.
2. Untuk mengetahui formulasi dari sediaan pewarna kuku.
3. Umtuk mengetahui tentang pengertian Waxing.
4. Untuk mengetahui macam-macam Waxing.
5. Untuk mengetahui cara kerja Waxing.
6. Untuk mengetahui tentang sediaan sabun wajah.
7. Untuk mengetahui formulasi yang digunnakan sediaan sabun wajah.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. CAT KUKU

2.1 Definisi Cat kuku (nail polish/nail enamel)

Pada tahun 1920 diperkenalkan cat kuku di pasaran dengan sediaan jernih,
kemudian tahun 1930 Charles Revson mempunyai gagasan menambahkan
pigmen untuk member warna. Cat kuku merupakan pigmen yang diendapkan
dalam pelarut yang mudah menguap untuk menutupi warna alami kuku. Nail
polish, basecoat dan topcoat, mempunyai formulasi dasar yang sama, dan
mengeras dengan penguapan.

2.2Jenis – Jenis Cat Kuku


Secara umum, kita bias memilih warna cat kuku berdasarkan warna dasar
kulit kita. Sangat dianjurkan untuk Anda yang memiliki kulit terang, memilih
warna-warna nail polish yang terang. Sedangkan untuk warna kulit gelap,
dianjurkan memilih warna nail polish yang gelap. Sebelum memutuskan
warna pilihan Anda, kenali 6 jenis nailpolish berdasarkan kegunaannya.
1. Matte: jenis nail polish ini adalah yang paling sering kita temui.
Warnanya tidak mengilap, cenderung warna original dan tak banyak
pilihan. Warna ini cocok dikenakan pada nuansa casual dan sehari-hari.
2. Glitter: jenis nail polish yang ini cocok untuk dikenakan saat pergi ke
pesta. Terutama bila Anda tak terlalu suka pada aksesoris yang menyolok,
nail polish glitter dapat menggantikan aksesoris tersebut. Nail polish jenis
ini juga menyeimbangkan antara simple dress Anda dengan suasana pesta.
3. Color Changing Nail Polish: cat kuku ini dapat berubah warna sesuai
dengan temperatur tubuh dan lingkungan. Sayangnya tak begitu populer di
Indonesia, karena harganya relatif cukup mahal.
4. Metallic: warna cat kuku jenis ini cukup digemari, karena memberikan
kesan eksotik dengan beberapa pilihan warna dasar silver, gold, dan
tembaga.

4
5. Extra shine: bila ingin memberikan kesan basah yang cukup lama, extra
shine nail polish adalah pilihan yang paling tepat. Kuku terlihat berkilau
sempurna dan manis.
6. Shimmer: memiliki kuku yang tampak berkilau seperti mutiara adalah
dambaan sebagian besar wanita. Warna natural seperti cream dan pearl
cantik dipulaskan di kuku lentik untuk memberikan kesan alami.

2.3KomponenPenyusun cat kuku


2.3.1 Komponen yang menyusun cat kuku adalah:
1) Pembentuk selaput utama/film (15%) yaitu nitroselulosa, polimer
metakrilat, polimer vinil, merupakan komponen tahan air yang
menghasilkan selaput mengkilat dan melekat pada nail plate.
2) Selaput untuk membentuk resin (7%) yaitu formaldehid, p-toluene
sulfonamid, poliamide, akrilat, alkyd dan vinil resin, untuk melekatkan
kuku dengan cat dan meningkatkan kilauan.
3) Plasticizers/zat plastik (7%) yaitu dibutil pthalat, dioktil pthalat, trikresil
pospat, kamfor, minyak jarak, trifenil fosfat untuk meningkatkan
kelenturan.
4) Pelarut dan cairan lain (70%) untuk memodifikasi viskositas yaitu asetat,
keton, toluen, xylene, alkohol, metilen klorida, eter.
5) Pewarna (0-1%) yaitu pigmen organik dan anorganik

Dye Lakes
D&C Red No. 6 Ba, Ba/Sr
D&C Red No. 7 Ca
D&C Red No. 30 -
D & C Red No.34 Ca
FD&C Yellow No. 5 Al, Zn
FD&C Yellow No. 6 Al

5
Zat warna organik yang digunakan dalam sediaan cat kuku
6) Pengisi yaitu guanine fish scale atau titanium dioksida dilapisi mica flakes
atau bismut oksiklorida untuk pewarnaan
7) Bahan pengendap (1%), tetapi tidak selalu ditambahkan.
2.4 Efek Samping Penggunaan Cat Kuku

Efek samping yang terjadi pada pemakaian cat kuku ini bervariasi.
Dermatitis kontakalergi (DKA) terhadap cat kuku merupakan efek samping
yang sering dilaporkan pada 1–3% populasi. Dermatitis dapat terjadi di
sekitar area pemakaian (periungual) maupun di tempatjauh (dermatitis
ektopik). DKA periungual ditandai dengan eritem dan edema pada lipatan
kuku proksimal dan ujung jari. Dermatitis ektopik seringterjadi pada bagian
bawah wajah, samping leher, dan dada atas. Penyebab utama dermatitis
kontak adalah toluene sulfonamide formaldehid resin (TSFR) atau butiran
nikel (khususnya pada dermatitis ektopik) yang ditambahkan agar cat kuku
tetap cair. DKA airborne dicurigai jika terjadi pada wajah, leher, telinga
secara simetris dan melibatkan kelopak mata bagian bawah. Suatu penelitian
oleh Guin dkk terhadap 215 individu yang menderita dermatitis kelopak mata
dalam kurun waktu 2001–2003, 18 orang (8%) diantaranya merupakan DKA
terhadap kuku buatan dan atau cat kuku. Efek samping lain adalah urtikaria
rekuren pada phalang distal jari tangan.

DKA pada perionikia dapa tmenyebabkan infeksi sekunder oleh bakteri


atau candida. Selain itu, cat kuku yang lepas atau digunakan lebih dari 4 hari
dapat meningkatkan jumlah bakteri yang kembali pada ujung jari setelah cuci
tangan. Diskolorisasi merah atau kuning pada distal kuku yang dimulai dari
dekat kutikula kemudian meluas sampai ujung kuku merupakan efek samping
yang terjadi setelah pemakaian cat kuku terus-menerus selama 7 hari. Zat

6
warna yang sering menyebabkan adalah D&C red nomer 6,7 dan 34; dan
FD&C yellow nomer 5 lake. Kerusakan kuku akibat pemakaian cat kuku
jarang terjadi, namun kadang terjadi granulasi keratin kuku pada individu
yang mengoleskan cat kuku baru diatas cat kuku lama selama beberapa
minggu. Ini ditandai dengan adanya bintik putih berskuamasuperfisial dan
pseudoleukonikia.Efek lain yang tidak biasa terjadi pada pemakaian cat kuku
adalah leukoderma pada lipatan kuku, keilitis, dermatitis generalisata dan
dermatitis kontak granulomatosa.

2.5Pembersih Cat Kuku


Pembersih cat kuku merupakan sediaan cair yang mampuuntuk
menghilangkan warna cat kuku dengan melarutkan nitroselulosa dan resin. Ada
yang mengandung moisturizer dan air untuk melembabkan dan menggunakan
pelarut untuk menghilangkan lemak, dan ada juga pembersih cat kuku
tipekrim. Pelarut yang biasa digunakan diantaranya adalah etilasetat, aseton,
dan turunan alkohol. Bahan – bahan pembersih cat kuku ini kebanyakan mudah
terbakar, sehingga dilakukan tindakan yang sesuai untuk menghindari
pemakaian api secara langsung selama proses pembuatan.

C. WAX
2.6 Definisi Waxing

Epilasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menghilangkan rambut


berikut sebagian akarnya. Rambut yang dihilangkan biasanya rambut yang
sangat mengganggu penampilan, seperti bulu alis, rambut pada bagian betis,
lengan, paha, rambut pada bagian ketiak, rambut di atas bibir atau di bagian
dagu wanita. Epilasi dapat dilakukan dengan cara mencabut rambut
menggunakan pinset dan dengan menggunakan lilin. Epilasi dengan
menggunakan pinset hanya dilakukan jika jumlah rambut yang akan
dihilangkan tidak terlalu banyak, misalnya pencabutan bulu alis sebagai upaya
untuk merapihkan bentuk alis. Tetapi jika jumlah rambut yang akan
dihilangkan banyak, maka epilasi dilakukan dengan menggunakan lilin. Pada

7
epilasi, batang rambut dicabut berikut akarnya dan sebagian umbi rambut.
Epilasi dapat dilakukan secara sementara dan dapat pula dilakukan secara
permanen. Pada epilasi sementara, bagian terdalam umbi rambut masih
tertinggal dan dari yang tertinggal ini sekitar empat sampai enam minggu akan
terbentuk rambut baru atau tergantung dari kecepatan pertumbuhan rambut.
Waxing bisa diartikan sebuah cara yang semi permanen untuk menghilangkan
bulu rambut yang tidak kita kehendaki pada suatu bagian dari tubuh kita. Bulu
tersebut bukan hanya dihilangkan saja pada bagian atasnya, akan tetapi juga
sampai pada akarnya.

2.7 Manfaat Waxing

2.7.1 Manfaat waxing sebagai berikut

1. waxing merupakan metode yang efektif untuk menghilangkan sejumlah


besar rambut pada satu waktu.
2. Rambut di daerah yang di waxing tidak akan tumbuh kembali selama dua
sampai delapan minggu.
3. Ketika rambut dicukur atau dihapus oleh krim obat menghilangkan
rambut, rambut akan dihapus pada permukaan tidak sampai akarnya, dan
dalam beberapa hari rambut terlihat lagi pada permukaan kulit.
4. Selain itu, dengan metode ini, rambut cenderung tumbuh kembali dalam
bentuk yang kasar.
5. Sedangkan, dengan berulang kali waxing dan selama jangka waktu yang
lama sering menunjukkan pertumbuhan kembali yang lebih lembut.

2.8 Kekurang Waxing

2.8.1 kekurangan dari waxing juga, yaitu :

1. Waxing dapat menyakitkan ketika strip dihapus dari kulit.


2. Meskipun rasa sakit ini tidak tahan lama, tapi akan sangat terasa, terutama
di daerah yang lebih sensitif.

8
3. Kelemahan lain untuk waxing adalah masalah mahalnya biaya untuk
melakukan waxing.
4. Ketika waxing dihapus melawan arah pertumbuhan rambut, strip lilin
dapat mengganggu akar rambut, menyebabkan rambut mulai tumbuh di
arah yang berbeda.Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan rambut
menjadi lebih terlihat. Tapi, hal ini tidak akan terjadi jika waxing
dilakukan dengan benar.

Oleh karenaitu, sebelum melakukan waxing pastikan bahwa area yang


akan di waxing tidak memiliki luka, seperti jerawat atau ruam kulit. Karena
luka pada saat melakukan waxing, terutama pada bulu ketiak memudahkan
timbulnya penyakit seperti radang, bengkak dan infeksi. Jika terjadi iritasi
yang terus menerus, maka bisa menyebabkan mutasi sel. Hal ini
memungkinkan terjadinya kanker payudara.

2.9 Macam-Macam Waxing

Epilasi secara permanen dilakukan dengan cara merusak folikel rambut


termasuk seluruh umbi rambut sehingga tidak terdapat unsur-unsur lagi yang
dapat membentuk rambut baru. Metode epilasi secara permanen mencakup :

a. Epilasi melalui diatermi (elektro koagulasi) yaitu epilasi dengan


menggunakan arus listrik bergelombang pendek dan ber-frekuensi tinggi
untuk membakar akar rambut dan sel-sel umbi rambut secara tuntas.
Karena matriks rambut ikut terbakar, maka tidak akan terbentuk lagi
rambut baru. Pada pelaksanaannya, suatu jarum halus disisipkan ke dalam
folikel rambut sampai sedalam umbi rambut, kemudian arus diatermi
dialirkan melalui jarum, sehingga menggumpalkan jaringan umbi rambut
dan sekitarnya. Cara terbaru dari metode ini yaitu merambatkan arus
elektron melalui batang dan akar rambut sampai ke umbi rambut, tanpa
memasukkan jarum seperti tadi, tetapi tindakan ini memakan waktu,
memerlukan kesabaran dan selalu ada kemungkinan terjadinya infeksi.

9
b. Epilasi melalui elektrolisis, yaitu cara menghilangkan rambut dengan arus
listrik searah. Dalam tindakan ini, jarum ditusukkan ke dalam folikel
rambut sampai sedalam umbi rambut, kemudian arus listrik dihubungkan
dengan kutub negatif sumber listrik galvanik. Jika arus galvanik dialirkan
maka kutub negatif akan merusak jaringan tubuh dengan meluluhkan sel-
sel umbi rambut dan rambut tidak akan tumbuh lagi secara permanen.
c. Epilasi dengan lilin. Lilin yang umum digunakan dalam perawatan epilasi
mencakup lilin paraffin, lilin parafango, lilin depilatori dan lilin dingin.
Lilin dingin sangat baik untuk menghilangkan rambut pada kulit yang
sangat sensitif terhadap suhu panas. Contoh perawatan epilasi dengan
menggunakan lilin paraffin yaitu siapkan lilin dan panaskan, setelah lilin
mencair kemudian sapukan ke bagian badan yang akan dihilangkan
rambutnya. Bagian lain dilindungi agar tidak terkena lilin cair yang hangat.
Bagian yang akan dihilangkan rambutnya diberi krim pemupuk, kemudian
dicelupkan ke dalam lilin hangat. Lilin yang menempel biasanya cepat
kering. Proses pencelupan dilakukan lima atau enam kali hingga lilin yang
menempel cukup tebal.

Penggunaan lilin dapat pula dilakukan dengan menggunakan kuas, lilin


cair yang agak panas disapukan ke bagian yang akan dihilangkan rambutnya
beberapa kali hingga lapisan lilin yang menempel menjadi tebal, kemudian
bagian tersebut bungkus erat-erat dengan kertas perak dan handuk supaya
panas lilin tidak cepat hilang. Setelah lilin mengering, membeku dan dingin,
angkat lilin melalui salah satu ujungnya dan dengan gerakan cepat seluruh
jalur lilin ditarik lepas. Pada saat lilin diangkat maka akar rambut akan ikut
tercabut, bahkan di bagian dasar atau umbi rambut akan terjadi kerusakan
hingga kemungkinan rambut tumbuh lagi sangat kecil. Bagian kulit bekas
lilin segera digosok-gosok untuk menghilangkan rasa perih. Penarikan lilin
harus mengikuti bentuk bagian yang dirawat, supaya lilin tidak retak atau
mulur, sehingga akan menyulitkan dalam melepaskannya. Contoh lain yaitu
perawatan epilasiketiakdenganlilin.

10
Perawatan ketiak dengan lilin sama seperti perawatan epilasi dengan lilin
lainnya, tetapi lilin ditempelkan berlawanan arah dengan arah tumbuhnya
rambut. Jika rambut ketiak jarang, lilin dikenakan cukup satu lapisan, tetapi
jika lebat, maka lilin dikenakan dalam dua tempat menuju ke pertengahan
ketiak. Dalam hal demikian, bagian atas ketiak dikenakan lilin dulu,
kemudian diangkat dan lanjutkan dengan perawatan bagian bawah. Dengan
demikian, pencabutan dilakukan dalam dua tahap agar tidak terlalu terasa
sakit. Setelah pencabutan rambut ketiak, kemudian lembutkan ketiak dengan
lotion antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada folikel rambut, dan
jika terjadi perdarahan, kenakan krim penyejuk dan di atasnya, sapukan
serbuk antibakteri. Deodorant atau kosmetik anti keringat, dapat dipakai dua
belas jam setelah perawatan, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi iritasi.

3.1 AlatBahan dan kosmetik yang digunakan untukWaxing

3.1.1 Macammacamalat yang digunakan

Nama Alat Kegunaan


 Spons bedak Untukmeratakanbedak

 Jspatula Untukmengambilbullubulu

 Baskom Untukmerendam kaki

 Cawan Untuktempatkosmetik

 Kuas Untukmengoleskankrim

11
waxing

Nama Kegunaan
bahanataulenankosmeti
k
 Waslap Untukmembersihkan kaki

 Handuk Untuk alas bangku


Untuk alas paha
Untukmembersihkan kaki

 Tissue dan Untukmengeringkan kaki


kapas

 Bedak talk Untukmembantudalamagaebuluberdiri

 Dettol Untukmerendam kaki dan sebagaidesinfektan

 shooting lotion Untukmelembapkankulit

12
 krim wax Untukmerekatkanagarebuludaoattercabutdenganmu
dah

3.2 langkah waxing

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk proses epilasi, yang terdiri
dari : air hangat, lilin dingin, shooting lotion, bedak talk, tissue, kertas
epilator, handuk kecil/ waslap, kuas dan puff.
2. Pertama-tama kaki dilap dengan waslap hangat, Kemudian keringkan kaki
dengan tissue.

3. Selanjutnya kaki diberi bedak talk dengan menggunakan puff, lakukan


usapan ke arah atas, sehingga bulu kaki berdiri.

4) Kaki dioles dengan lilin dingin


(Cool Wax ) kira-kira seukuran
5 x 10 cm dengan mengguna
kan kuas yang agak keras.

5) Bagian kaki yang sudah diolesi lilin ditempeli dengan kertas

4. Kaki dioles dengan lilin dingin (cool/wax) kira-kira seukuran 5 x 10cm


dengan menggunkan kuas yang agak keras.

13
4) Kaki dioles dengan lilin dingin
(Cool Wax ) kira-kira seukuran
5 x 10 cm dengan mengguna
kan kuas yang agak keras.

5) Bagian kaki yang sudah diolesi lilin ditempeli dengan kertas

5. Bagian kaki yang sudah diolesi lilin ditempeli dengan kertas epilator
sambil ditekan-tekan supaya kertas menempel cukup baik dengan lilin.

6. Kertas epilator dicabut kearah atas sambil kaki diregangkan dengan tangan
kiri
kan dengan tangan kiri.

7. Setelah bulu tercabut, bagian kaki tersebut langsung ditepuk-tepuk dengan


jari agar kaki tidak tegang setelah mengalami peregangan.
8. Lakukan langkah 4 s/d 7 ke seluruh bagian kaki, hingga seluruh bulu yang
tidak diinginkan dapat tercabut seluruhnya

14
9. Angkat / bersihkan lilin dari seluruh permukaan kaki dengan
menggunakan tissue

10. Bersihkan kaki dengan waslap hangat, kemudian keringkan dengan tissue.

11. Kaki yang sudah bersih diolesi dengan Shooting Lotion

C. SABUN WAJAH DAN CLEANSER

3.3 Definisi Sabun wajah

Sabun cuci muka merupakan sabun yang teksturnnya lebih lembut dan
fungsinya untuk membersihkan kotoran (debu atau sisa kosmetik). Kebutuhan
akan sabun muka bagi banyak orang saat ini telah menjadi kebutuhan yang wajar.
Produksi minyak berlebih pada kulit mengakitkan kotoran dan debu mudah
menempel kemudian menutupi pori-pori dan menimbulkan komedo juga jerawat
yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Oleh karena itu diperlukan kosmetik
untuk perawatan kulit wajah.kosmetik dibedakan menjadi 2 yaitu: kosmetik

15
perawatan kulit dan kosmetik dekoratif. Kosmetik pembersih paling tua yang
dikenal manusia adalah sabun termasuk dalam kosmetik perawatan kulit. Kotoran,
kuman dan hal-hal lain membuat tubuh menjadi kotor. Bahkan di zaman sekarang
ini sabun bukan hanya digunakan untuk membersihkan diri, tetapi juga ada
beberapa sabun yang sekaligus berfungsi untuk melembutkan kulit, memutihkan
kulit, maupun menjaga kesehatan kulit misalnya saja kulit wajah. Kulit wajah
yang bersih dan sehat merupakan dambaan bagi semua kalangan, baik bagi
kalangan perempuan maupun laki-laki. Perawatan sederhana yang dapat dilakukan
adalah mencuci wajah menggunakan sabun pembersih wajah

Berangkat dari asumsi akan pentingnya menjaga dan merawat wajah untuk
meningkatkan kepercayaan diri seseorang, maka banyak produsen yang
meluncurkan produk sabun muka di pasar. Hal ini menyebabkan persaingan yang
tinggi antara produsen yang satu dengan produsen lainnya. Dalam persaingan ini
masing-masing perusahaan memproduksi sabun muka dengan keunggulan-
keunggulan yang dimiliki masing-masing. Seperti PT KAO yang memproduksi
Biore, P&G yang memproduksi Olay, Vitapharm yang memptoduksi Viva,
Unilever yang memproduksi Pond’s, dan lain-lain.

3.4 Produk sabun wajah

a. Produk sabun wajah untuk kulit berminyak

Sabun muka saat ini sudah mempunyai banyak pilihan yang bisa
disesuaikan dengan kondisi kulit. Jika Anda punya tipe kulit yang rentan
berminyak, maka jenis sabun pembersih wajah yang cocok digunakan
adalah sabun dengan tekstur gel. Meskipun sebagian lain ada yang bukan
berbentuk gel, formula yang bebas dari kandungan minyak juga bisa
digunakan untuk jenis kulit berminyak. Di pasaran sendiri cukup mudah
menemukan sabun muka untuk kulit berminyak dan kusam, baik untuk
pria ataupun wanita. Salah satu produk untuk kulit berminyak yaitu :

1. Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash


2. Dove Deep Pure Facial Foam
3. Foam Garnier Pure Active Matcha Deep Clean Dirt & Oil Control Facial
Foam
4. Acnes Natural Care Face Wash Oil Control
5. Etude House Baking Powder Pore Cleansing Foam

b. Produk sabun wajah untuk kulit kering

Kulit kering adalah keadaan di mana kulit hanya memiliki sedikit


kelembapan dan sebum dengan kondisi skin barrier yang melemah.

16
Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah
kelembapan udara, stres, gaya hidup yang tidak seimbang, terlalu sering
mencuci muka, perawatan wajah yang salah, hingga penuaan.  Kekeringan
pada kulit yang terjadi secara terus menerus dapat membuat kulit Anda
menjadi sensitif, gatal, dan bersisik. Hal pertama yang perlu Anda lakukan
adalah meninjau perawatan wajah yang biasa dilakukan, termasuk
membersihkan wajah agar kondisinya tidak semakin memburuk. Salah
satu produk sabun wajah untuk kulit kering yaitu:
1. Klairs Rich Moist Foaming Cleanser
2. CeraVe Hydrating Facial Cleanser
3. Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash
4. Bioderma Atoderm Gel Douche
5. Himalaya Moisturizing Aloe Vera Face Wash

3.5 Formulasi sabun wajah

Sabun wajah lebih sering digunakan karena mudah disimpan dan dibawa,
lebih higenis, tidak mudah rusak serta tidak mudah kotor (Watkinson, 2000).
Formula dalam sabun wajah menggunakan bahan yaitu surfaktan dan humektan.
Surfaktan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kokamidopropil betain.
Kokamidopropil betain berfungsi sebagai pembuat busa, stabilizer dan agen
pengontrol viskositas (L. and Hunting, 1983). Selain itu, surfaktan ini juga
digunakan untuk penstabil busa (Maduni et al., 2012). Humektan yang digunakan
yaitu gliserin. Gliserin sebagai humektan mampu meningkatkan viskositas sediaan
dan dapat membentuk struktur transparan dalam sabun cair (Tadros, 2005).
Penggunaan surfaktan dengan kadar tinggi dan humektan dengan kadar rendah
akan meningkatkan daya busa pada sabun wajah (Budianto, 2010). Perbedaan
komposisi kokamidopropil betain dan gliserin diduga mampu mempengaruhi sifat
fisik dan stabilitas fisik sediaan sabun wajah. Sediaan sabun wajah diuji stabilitas
fisiknya menggunakan metode freeze thaw cycling. Metode freeze thaw cycling
digunakan untuk mengetahui kestabilan sediaan pada suhu tinggi (beku) dan suhu
rendah (leleh). Pengujian dilakukan dengan menyimpan sediaan pada suhu 4°C
dan 40°C masing-masing selama 24 jam selama 6 siklus untuk diamati perubahan
tampilan fisiknya (Warnida et al., 2014). Beberapa bahan tambahan lain yang
dapat digunakan sebagai zat aktif seperti agen antimikrobia triklosan (TCC),
whitening agent (Kojic acid, vitamin C 10 dan derivatnya), skin care (astringent,
dan vitamin A, B, D, E), dan antiperspiran atau antideodoran (Anonim, 2009).
Selain zat aktif, dapat juga digunakan sebagai binder atau pengikat (gum dan
resin), dan filler atau pengisi (dextrin dan talc) (Barel et al, 2001).

3.6 Cleanser

17
Sabun pembersih wajah antiacne merupakan substansi yang aktif
dipermukaan kulit yang menurunkan tekanan antara minyak dan air pada wajah.
Salah satu produk cleanser wajah yaitu Micellar water merupakan produk yang
dibuat untuk membersihkan wajah maupun make-up. Sesuai dengan namanya,
micellar water komponen utamanya air. Sehingga produk ini menawarkan
konsumen untuk membersihkan wajah tanpa harus ke kamar mandi dan memakai
sabun pencuci muka.

micellar water menggunakan konsep tegangan permukaan untuk


membersihkan wajah, karena selain mengandung air, micellar water juga
mengandung surfaktan (surfactant/surface active agent). Surfaktan adalah suatu
kelompok senyawa yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan gugus
hidrofobik (tidak suka air), atau disebut juga ampifilik . Karena strukturnya ini,
surfaktan bisa berikatan dengan air dan minyak sekaligus. Oleh karena itu,
senyawa ini juga banyak digunakan dalam produk kosmetik lainnya. Surfaktan
bukanlah sesuatu yang baru ditemukan di era modern ini

18
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kuku merupakan bagian tubuh yang mempunyai fungsi fisiologis dan


estetis. Meningkatnya kebutuhan untuk memperoleh kuku ideal membuat
kosmetika kuku makin berkembang dengan tersedianya berbagai macam produk
perawatan untuk kuku. Namun demikian, efek yang terjadi makin sering dan
kurang disadari oleh pemakai. Efek yang timbul dapat terjadi di sekitar tempat
pemakaian, di area yang jauh dari pemakaian, risiko infeksi dan bahkan risiko
sistemik. Pengetahuan tentang kosmetika kuku dan efek yang ditimbulkan bias
dijadikan pertimbangan dalam memilih perawatan kuku yang tepat, mengenali
gangguan yang timbul dan menghentikan pemakaian jika terjadi gangguan.

Epilasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menghilangkan rambut


berikut sebagian akarnya. Rambut yang dihilangkan biasanya rambut yang sangat
mengganggu penampilan, seperti bulu alis, rambut pada bagian betis, lengan,
paha, rambut pada bagian ketiak, rambut di atas bibir atau di bagian dagu wanita.
Epilasi secara permanen dilakukan dengan cara merusak folikel rambut termasuk
seluruh umbi rambut sehingga tidak terdapat unsur-unsur lagi yang dapat
membentuk rambut baru. Waxing merupakan metode menghilangkan bulu kaki

19
yang paling popular. Metode waxing dilakukan dengan cara menempelkan kain ke
kulit yang sudah diolesi cairan khusus waxing. Oleh karena itu, untuk menjadikan
agar kulit bersih dari bulu kita dapat melakukan waxing setiap kali diperlukan.

Sabun wajah merupakan produk kosmetik yang banyak sekali peminatnya dari
kalangan laki-laki maupun perempuan dan banyak sekali produk sabun wajah
yang terjual, bahan herbal pun bisa juga dibuat untuk pembuatan sabun wajah
maupun cleanser. Selain itu, berikut ini beberapa tips untuk merawat kosmetik :

1. Bila mascaramu kering, buang! Jangan tambahkan air atau parahnya air
liurmu supaya mascara basah kembali, karena air bisa memicu datangnya
bakteri pada produkmu. Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat bila
terjadi infeksi pada mata.
2. Jangan berbagi make up, karena kamu mungkin sedang berbagi infeksi
dengan orang lain. Produk uji yang digunakan di konter kosmetik juga bisa
terkontaminasi, lho! Jadi hati-hati menjaga kebersihan make up mu ya
3. Simpan kosmetik secara baik dan benar. Misal, jangan dibiarkan kosmetik
terpapar panas di dalam mobil karena panas dapat menyebabkan zat pengawet
dalam kosmetik rusak sehingga bakteri dan jamur dapat tumbuh lebih cepat.
4. Hati-hati kosmetik palsu! Beli kosmetik pada toko yang tepat dan terpercaya.

3.2 Saran

20
DAFTAR PUSTAKA

1. Rich P. Nail cosmetic and camouflaging techniques. Dermatologic Therapy


2001; 14: 228–96.

2. Baran R, Andre J. Side effect of nail cosmetics. Journal of cosmetic


dermatology 2005; 4: 204–9.

3. Lorizzo M, Piraccini BM, Tosti A. Nail cosmetic in nail disorder. Journal of


Cosmetic Dermatology 2007; 6: 53–8.

4. Draelos ZD. Nail Cosmetic. eMedicineSpecialities Dermatology Cosmetics.


Last updated February 22, 2007. Available from: http://www.emedicine.com

5. Baran R. Nail cosmetic Allergies and Irritations. Am J Clin Dermatol 2002;


3(8): 547–55.

6. Guin JD. Eyelid dermatitis: A report of 215 patients. Contact Dermatitis 2004;
50: 87–90.

7. Baran R. Nail beauty therapy: an attractive enhancement or potential hazard?.


Journal of Cosmetic Dermatology 2002; 1: 24–9.

8. Rostamailis, dkk. 2008. Tata Kecantikan Rambut Jilid 2. Jakarta: Direktorat


Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

21
9. http://www.resep.web.id/tips/langkah-tepat-dalam-waxing.htm

10. https://www.scribd.com/search-tops?query=refleksi+kaki

11.http://aylacream.com/apa-itu-waxing-dan-apa-kelebihannya-ketimbang
cukur.htmlkaki.html.

12.https://maunnbeauty.wordpress.com/2012/12/06/manfaat-dan-kelemahan-
waxing/

13. Alfauziah Qoriah T. Mengenal kosmetik pembersih wajah micellar dan


perkembangannya. Majalah Farmasetika, 3(5) 2018, 94-97

14. Siregar. Terdapat pengaruh brand ambassador terhadap keputusan


pembelian konsumen, Skripsi 2016

15. Budianto Verysa. Optimasi formulasi sabun transfaran dengan humectant


gliserin dan surfaktan cocoamidopropyl betaine : aplikasi desain faktorial.
Falkutas farmasi Universitas sanata dharma yogyakarta. 2016

16. Oktavia Rima N. Efektivitas beberapa sabun pembersih wajah Antiacne


terhadap pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Fakultas kedokteran dan
ilmu kesehatan UIN Syarif Hidayatulloh jakarta. 2014

22