Anda di halaman 1dari 17

URAIAN MATERI

A. Pengertian bahan penghias cake


Menghias kue adalah menutup kue/ cake dengan bahan penghias atau memberikan
hiasan pada kue/ cake dengan unsur dan prinsip design. Menghias kue merupakan bagian
yang paling menarik didalam pengolahan kue, menghias kue itu sendiri sebetulnya tidak
mempunyai batas didalam mengaplikasikan segala macam bentuk seni.
Fungsi dari hiasan Cake adalah meningkatkan kualitas kue dalam hal penampilan,
rasa, rupa dan bentuk, menutup kekurangan pada bentuk fisik yang kurang menarik,
menyatakan ungkapan/maksud menghias kue (ucapan selamat), dan menjadi pusat
perhatian (centre of interest).
Bahan penghias kue adalah suatu bahan dengan ciri tertentu yang dapat dimakan,
digunakan untuk menghias cake. Macam-macam bahan penghias cake antara lain butter
cream, royal icing, water icing, fondant, marzipan, plastic icing, gum paste, coklat decoration,
dan sugar convectionary (caramel dan isomalt).
B. Jenis– jenis bahan penghias cake
1. Buttercream
Istilah buttercream pada dasarnya berlaku untuk isian/penutup cake menggunakan
mentega dan gula. Di Inggris ada aturan yang berkaitan pembuatan butter cream ini. Yaitu
kadar butter atau menteganya 22,5 % dan tidak boleh menggunakan atau mencampurnya
dengan bahan lain selain mentega. Pembuatan butter cream sangat bervariasi, terutama di
Indonesia yang kondisinya berbeda dengan kondisi di Eropa. Pembuatan butter cream sangat
dipengaruhi oleh faktor temperatur udara, alat pendingin dan variasi bahan.
Buttercream dapat diberi warna dan biasanya butter cream diberi warna pastel atau
muda kecuali jika ingin dicampur dengan coklat. Mentega yang digunakan harus bermutu
tinggi, bukan menrega asin dan mempunyai daya imbang yang baik sewaktu dikocok. Bila
ingin menghias cake dengan menggunakan hiasan dari butter cream dan akan dan akan
ditempatkan di ruangan yang tidak dilengkapi dengan air conditioner, sebaiknya butter cream
tersebut dibuat dengan memakai lemak yang titik lelehnya tinggi. Hal ini untuk menjaga agar
butter cream di atas cake tersebut tetap utuh bentuknya dan tidak meleleh.
Ada dua macam cara pembuatan butter cream, yaitu dimasak dan tidak dimasak. Butter
cream yang dimasak, hasilnya lebih halus daripada buttercream yang tidak dimasak. Namun,
butter cream yang tidak dimasak lebih sederhana pembuatannya.
Berikut adalah contoh resep butter cream :
Butter Cream dengan Hot Syrup Italian Butter Cream
Bahan :
1.Egg white 180 g
2.Sugae 500 g
3.Water 150 g
4. Unsalted butter 500 g
5. Food coloring dan aroma sck
Cara pembuatan :
1.Didihkan gula dan air hingga mencapai suhu 118° C, lalu dimasukkan sedikit demi
sedikit ke dalam telur yang telah dikocok sampai mengembang.
2. teruskan pengocokan dalam kecepatan tinggi sampai campuran sirup gula dan
telur ini dingin.
3. Masukkan mentega dan kocok kembali sampai berwarna krem.

Butter Cream dengan Cold Syrup


Bahan :
1.Crystal sugar 500 g
2. Water 300 g
3. Butter 500 g
4. Food coloring dan aroma sck
Cara pembuatan :
1.Rebus gula dan air dengan suhu 104° C biarkan sampai dingin
2. Kocok butter sampai setengah mengembang
3. Tambahkan sedikit demi sedikit sirup smabil dikocok sampai putih tulang

Butter Cream
Bahan :
1.Butter 500 g
2. Fondant 500 g
3. Food coloring dan aroma sck
Cara pembuatan :
1.Kocok mentega dan fondant hingga halus dan tambahkan pewarna dan aroma
secukupnya.
2. Buttercream jenis ini akan lebih halus hasilnya dibandingkan dengan yang
menggunakan gula tepung
2. Icing/frosting
Icing merupakan bahan jadi untuk menghias/untuk menutup kue tart atau kue-kue kecil
lainnya. Ada bermacam-macam icing sesuai dengan konsistensinya. Ada jenis icing yang
dipakai untuk menutup atau menghias kue, juga jenis icing yang dipakai untuk membuat
bentuk miniatur modeling.
Secara umum icing dibuat dari campuran gula halus dan air atau putih telur sampai agak
kental yang kadang-kadang ditambahkan warna dan rasa sesuai kebutuhan. Gelatn dan
glukosa adalah bahan-bahan tambahan yang bisa dipakai untuk mendapatkan konsistensi
tertentu. Ada empat macam icing, yaitu water icing, royal icing, plastik icing dan fondant
icing. Tekstur icing yang lebih keras adalah plastic icing yang cocok untuk membuat berbagai
macam bentuk bunga dan penutup kue. Berikut adalah macam-macam icing :
a. Water Icing
Water icing dapat dipakai untuk menutup kue, dioleskan pada macam kue tertentu
(danish pastry) atau untuk menggabungkan kue-kue kecil dengan hiasan-hiasan lainnya,
seperti cherry atau angelica. Berikut ini diberikan dua jenis water icing dan jenis water
icing yang merupakan icing paling sederhana dan mudah dibuat.
1) Water Icing I
Bahan :
1. Icing sugar 500 g
2. Water 75 g
3. Food coloring dan aroma sck

Cara Membuat :

1. Campurkan air panas dengan gula halus sampai halus, dapat juga sambil
dipanaskan di atas api
2. Tambahkan pewarna dan aroma secukupnya menurut kebutuhan
2) Water Icing II

Bahan :

1. Icing sugar 500 g


2. Stock syrup 75 g
3. Food coloring dan aroma sck
Cara Membuat :

1. Panaskan sirup gula (6:5, perbandingan antara gula dan air) di dalam panci
2. Masukkan tepung gula, lalu kocok smapai mencapai keketalan yang diperlukan.
b. Royal icing
Royal icing mirip dengan meringue dingin dan merupakan icing istimewa
yang akan mengeras setelah disemprotkan atau dibentuk. Jenis icing ini cocok sekali
untuk hiasan pengantin, kue ulang tahun dll. Jenis icing ini cocok untuk membuat
hiasan menggunakan corong semprot seperti untuk membuat aneka bunga.
Royal icing yang baik, harus membentuk ujung yang runcing sewaktu
diangkat dengan spatula kayu dari baskom. Icing harus ringan dan halus, mudah
disemprotkan, kuat, tidak terlalu mengembang, dan harus mengkilap seperti kocokan
putih telur dengan gula atau meringue.
Pembuatan royal icing dalam jumlah banyak dapat menggunkan mesin
pengocok (mixer) dalam kecepatan rendah. Akan tetapi, untuk hiasan yang istimewa,
untuk pameran, atau untuk perlombaan sebaiknya icing dikocok dengan tangan.
Untuk mrndapatkan royal icing dengan kepekatan yang baik dan warna yang merata,
perlu diperhatikan hal-hal berikut :
- Memilih gula halus yang baik
Sebaiknya gunakan gula halus berwarna putih, kemasannya masih utuh atau
belum bocor. Penyimpanannya harus di tempat yang kering karena kelembaban
akan mengakibatkan gula halus menggumpal. Dalam hal ini gula dapat diayak
dan digiling dengan alat penggiling, tetapi hasilnya gula akan berminyak dan
berwarna sedikit krem. Sisa gula halus yang tidak dipakai harus ditutup rapat
kembali dan disimpan di tempat yang kering.
- Syarat-syarat permbuatan royal icing
Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan royal icing ialah
kebersihan alat, baik alat pengocok ataupun tempat pengocok. Alat-alat tersebut
harus bebas minyak karena sifat minyak akan menghambat mausknya udara
sewaktu pengocokkan. Penghambatan udara itu mengakibatkan icing menjadi
berat dan sulit disemprotkan.
Sebetulnya agak sulit menentukan jumlah gula halus yang diperlukan secara
tepat untuk dicampur dengan putih telur karena kadng-kadang besar kecilnya
telur tidak sama atau sewaktu memisahkan putih telur dengan kuning kuning
telur tidak tepat. Berikut perbandingannya :
a. Satu putih telur dicampur dengan 150-250 gram gula halus, atau 75
gram putih telur dicampur dengan 500-600 gram gula halus.
b. Masukkan putih telur ke dalam baskom kocokan, kemudian masukkan
gula halus secukupnya, kocok smapai menyerupai susu kental
c. Lanjutkan pengocokan dan masukkan gula haus sedikit demi sedikit
sampai dihasilkan kepekatan yang diinginkan.
- Mewarnai royal icing

Bila menginginkan warna putih, sebiknay teteskan sedikit warna biru


khusus untuk icing. Jumlah warna yang diteteskan harus disesuaikan dengan
jumlah icing yang akan diberi warna tersebut. Jadi, untuk mendapatkan warna
putih ideal harus memiliki warna putih yang sedikit kebiru-biruan. Namun,
untuk mendapatkan warna selain warna putih, tidka perlu ditambahkan warna
biru tersebut.

Perlu diperhatiakn bahwa setelah icing disiapkan, jangan lupa menutup


baskom dengan kain basah supaya permukaan icing tidak mengering. Hal ini
akan mempermudah penggunaanya melalui kantong semprot.

c. Plastic icing
Plastic icing umumnya dibuat secara industri. Jenis icing ini merupakan pasta gula
dengan campuran khusus yang mempunyai sifat elastis. Plastic icing cocok sekali untuk
menutup kue dan membuat aneka bunga dengan tambahan penguat, seperti gum
arabicum atau tragacanth. Jenis plastic icing ini dapat cepat mengering setelah
ditutupkan di atas kue, kecuali kalau ditambahkan gum arabicum untuk membuat
bentuk bunga atau hiasan kecil lainnya.
d. Fondant icing
Dibandingkan dengan jenis icing lainnya, jenis ini mempunyai rasa yang lebih
enak dan aroma yang khas. Jenis fondant ini banyak digunakan oleh para pembuat
kue sebagai penutup kue tart ataupun kue kue kecil. Kadnag-kadang fondant icing
juga dibuat sebagai dasar untuk membuat butter cream atau royal icing.

Fondant

Bahan :
1.Sugar 500 g
2. Water 200 g
3. Glucose 35 g
4. Lime juice 1 pcs

Cara membuat :

1. Masukkan gula dan air ke dalam panci di atas api. Biarkan sampai gula larut
dan diaduk pelan-pelan dengan spatula kayu.
2. Setelah 5 menit masukkan glukosa cair
3. Bersihkan bagian pinggir panci dari waktu ke waktu menggunakan kuas yang
telah dicelupkan di air panas, untuk menghindari kristalisasi.
4. Masukkan termometer untuk mengontrol panas, setelah mencapai 115° C
angkat dari atas api, masukkan sari jeruk nipis ke dalam baskom yang telah
diperciki air dingin
5. Bila gula dituangkan di atas meja mar,er setelah ditunggu beberapa saat,
aduklah dengan gerakan membuat angka delapan sampai memutih dan santai
seperti pasta.
3. Gum paste
Gum paste merupakan campuran perekat gula atau sejenisnya, glukosa cair, asam lunak,
sari jeruk atau jeruk nipis dan gula halus.
Gum paste cocok untuk membuat model miniatur suatu buangunan atau membuat
berbagai macam bunga. Ada dua jenis gum paste yang dapat dibuat, yaitu modeling paste dan
ard paste atau pasta keras.
1) Modeling Paste I
Bahan :
1.Tragancanth gum 1 tbs
2. Glucose 1 tsb
3. Warm water 3 tsb
4. Lime/lemon juice 1 tsb
5. Icing sugar 500 g
Cara membuat :
1.Campurkan tragacanth dengan glukosa cair sampai tercampur rata
2. tambahkan air hangat kira-kira 1 sendok makan, setiap mencampur
masukkan sari jeruk lemon atau sari jeruk nipis
3. tambahkan gula halus sedikit demi sedikit sampai tiga perempatnya.
Sebaiknya adonan in disimpan satu malam, keesokan harinya sisa gula halus
dapat dicampurkan sampai adonan mempunyai kepekatan seperti tanah liat,
tidak terlalu keras dan tidak lembek.
2) Modeling Paste II
Bahan :
1.Water 30 cc
2. gelatine 2 tsp
3. Glucose 1 tsp
4. Icing sugar 160 g
5. Maizena sck
Cara Membuat :
1.Panaskan air dan gelatin di atas api kecil, aduk sampai gelatinnya larut, jaga
janan sampai mendidih
2. tambahkan glukosa cair sampai merata, biarkan dingin
3. tambahkan gula halus sampai larut.
4. Simpan di dalam wadah tertutup dan tambahkan gula halus sampai larut.
5. Simpan di dalam wadah tertutup dan biarkan sekitar 24 jam sampai adonan
menyerupai busa padat, menyerupai plastic icing.
4. Marzipan
Marzipan kadang-kadang disebut pasta almond. Kedua istilah ini kadang-kadang
membingungkan, mana sebetulnya yang paling tepat apakah marzipan atau almond
paste.
Dalam hal ini, di Inggris dikatakan bahwa yang disebut marzipan harus
mengandung dua bagian kacang almond dan satu bagian gula yang kemudian digiling
dan dimasak. Jenis ini disebut juga raw marzipan. Adapun almond paste biasanya
mengandung satu bagian kacang almond dan dua bagian gula dengan tambahan telur,
glukosa cair, agar dapat dibentuk.
Marzipan lebih cocok untuk membuat berbagai model, sedangkan almond paste
lebih cocok u tuk campuran, untuk isian kue seperti Hollandais Batter dan aneka kue
lainnya. Marzipan modeling merupakan salah satu bagian patiseri yang cukup menarik.
Untuk pertama kali mungkin agak sulit membuat berbagai macam model, tetapi
pekerjaan ini akan menyenangkan sekali kalau kita berpengalaman melalui latihan-
latihan.
1) Marzipan
Bahan :
1. Almond paste 250 g
2. Egg white 60 g
3. Icing sugar 450 g
4. Vanilla ¼ tsp
5. Rum 2 tsb

Cara Membuat:

1. Uleni almond paste dengan tangan di dalam baskom


2. Tambahkan putih telur, campurkan sampai merata, tabahkan gula halus
1/3 bagian setiap mencampur, dan tambahkan pula aroma vanili dan rum,
uleni smapai merata dan dapat dibentuk.

5. Chocolate Decoration
Aneka ragam dekorasi coklat menarik untuk dibuat dengan berbagai macam bentuk
yang disesuaikan dengan jenis produk yang akan dihias. Beberapa bentuk berikut ini
adalah bentuk yang sederhana dan mudah dibuat untuk dekorasi.
1. Chocolate Cut – Out (Coklat yang dipotong)
Untuk membuat hiasan dari jenis ini, kita tuangkan couverture diatas kertas
minyak yang diratakan dengan spatula. Tunggu sampai membeku, kemudian
potong dengan pisau tajam agar sesuai dengan bentuk yang diinginkan atau
dengan menggunakan pemotong khusus atau cutter. Setelah itu kita tinggal
mengangkatnya dengan mudah dan ditempatkan diatas kertas minyak yang
bersih, sisa – sisa potongan bisa digunakan kembali.
Coklat cut – out ini bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti
hiasan diatas atau dipinggir – pinggir kue, hiasan berbagai jenis produk ice
cream, dan bisa pula membentuk model miniatur khusus seperti rumah adat,
mobil – mobilan dan jenis bentuk lainnya.

2. Piping Chocolate (Coklat Semprotan)


Jenis coklat untuk piping coklat biasanya ada di pasaran, dimana jenis ini
khusus untuk keperluan coklat semprot, untuk jenis coklat ini biasanya ada
instruksi khusus dari pabrik. Untuk membuat aneka hiasan dengan metode
semprot yang menggunakan courverture dicampur dengan sedikit “glycerine”
atau stock syrup. Dengan penambahan sedikit kedua bahan tersebut akan
diperoleh coklat yang sedikit lebih kental yang cocok sekali untuk membuat
Lattering atau tulisan, berbagai hiasan untuk kue, petit four, pralines, dan aneka
macam ice cream.

3. Chocolate Cigarettes atau Rolls (Coklat Sigaret)


Untuk menghasilkan coklat gulung yang baik, perlu melatih diri dengan sabar
dan melalui praktek yang sering. Tuangkan courverture ke atas meja marmer,
ratakan sampai tipis dengan palette arah vertikal, diulang sampai coklat agak
membeku. Dengan menggunakan scrapper atau spatula, kikis permukaan coklat
dengan gerakan mendorong dari belakang ke depan dari bagian atas dengan
sudut kemiringan 45◦C. Jika pengikisannya dengan posisi tepat courverture akan
menggulung atau bergelombang.
Dari coklat roll ini bisa digunakan untuk menghias pinggiran atau permukaan
kue seperti black forest cake. Selain itu banyak kue besar atau kecil yang dihias
atau ditutup dengan menggunakan jenis hiasan ini.

4. Chocolate Shaving (Coklat Serut)


Prosedurnya sama seperti coklat gulung tapi tidak perlu ditempering. Dalam
hal ini hanya mengikis coklat block langsung menggunkan pisau yang tajam.
Fungsinya hampir sama dengan coklat gulung.

5. Chocolate streusel (Coklat dicetak dengan dipress)


Temper dark coklat, biarkan dingin, beberapa saat hampir membeku,
pindahkan keatas saringan kasar kemudian dipress atau ditekan, sehingga coklat
akan keluar dan ditampung diatas kertas minyak, setelah benar – benar
membeku, patah – patahkan perlahan – lahan coklat tersebut dengan
menggunakan tangan. Jenis coklat ini bisa dibeli di toko – toko dengan nama
chocolate rice atau meises. Kegunanannya beraneka ragam, bisa untuk hiasan
pinggiran kue, hiasan – hiasan atas, dan sebagainya.

6. Chocolate Leaves (Coklat Dicetak Dengan Daun)


Berbagai macam variasi hiasan daun dari coklat, bisa dibuat dari daun asli,
atau menggunakan cetakan daun dengan single section mould. Untuk membuat
cetakan daun asli, pertama bersihkan dan keringkan daun tersebut, kemudian
olesi tipis – tipis dengan minyak sayur, setelah itu tutup permukaannya dengan
coklat, setelah membeku coklat tersebut bisa diangkat.
Bermacam – macam jenis daun bisa digunakan contohnya chocolate holly
leaves yang menyerupai daun anggur cocok sekali untuk hiasan kue Natal, kue –
kue coklat dan kue – kue khusus lainnya.

7. Chocolate Petals (Coklat yang Dicetak dengan Daun)


Mudah sekali untuk membuat hiasan jenis ini, cukup menekan ujung palette
ke courverture dan memindahkannya keatas kertas minyak, kerena itu waktu
mengangkat ujung palette dari atas kertas, bentuk petal akan tertinggal. Bentuk
petal biasanya tebal dibagian pinggir dan tipis dibagian tengah. Bentuk petal ini
menyerupai lembaran ros, dan bisa dibuat langsung diatas kue yang akan ditutup
atau dihias.

6. Sugar Decoration
Aneka ragam dekorasi gula menarik untuk dibuat dengan berbagai macam
bentuk yang disesuaikan dengan jenis produk yang akan dihias. Beberapa bentuk
berikut ini adalah bentuk yang sederhana dan mudah dibuat untuk dekorasi.
1. Caramel
Bahan baku untuk membuat karamel yaitu gula pasir. Pilih gula yang bersih
dan usahakan kalau bisa menggunakan gula yang putih. Warna putih gula akan
menghasilkan karamel yang bening mengilap, sementara gula pasir yang agak
kecoklatan akan menghasilkan karamel yang gelap meskipun rasanya jauh lebih
manis.
Saat melumerkan gula, gunakan api yang sangat kecil. Biarkan gula mencair
dengan perlahan. Api yang besar akan membuat karamel gosong dan tidak bisa
digunakan. Segera matikan api saat gula sudah mencair sepenuhnya. Karamel
bisa dilelehkan kembali saat sudah mengeras, caranya panaskan di atas api kecil.
Selain bahan baku dan teknik pembuatan, peran alat masak juga sangat
penting. Saat membuat karamel, usahakan menggunakan panci antilengket
ataupun panci berbahan aluminium. Ini memudahkan gula meleleh sempurna
tanpa menempel di dasar panci.

2. Isomalt
Isomalt merupakan campuran equimolar dari 6-O-α-D-Glucopyranosyl-D-
glucitol (GPG) (GPG-C12H24O11) dan 1-O-α-D-Glucopyranosyl-D-mannitol
(GPM) dihydrate (GPM-C12H24O11.2H2O) mengandung gluko-manitol (gula dari
karbohidrat yang memiliki fungsi Anti kempal (anticaking agent), pengeras
(firming agent), penegas cita rasa (flavor enhancer), pembasah atau pelumas,
pembentuk tekstur, pendebu (dusting agent), penstabil (stabilizer), dan pengental
(thickener)) dan gluko-sorbitol (gula dari pati yang memilik fungsi Bahan pengisi
(filler/bulking agent), humektan, pengental (thickener), mencegah terbentuknya
kristal pada sirup) dibuat dari sukrosa melalui dua tahap proses enzimatik.
Perubahan molekuler yang terjadi dalam proses tersebut menyebabkan
isomalt lebih stabil secara kimiawi dan enzimatik dibandingkan dengan sukrosa.
Isomalt berbentuk kristal berwarna putih, tidak berbau, dan berasa manis dengan
tingkat kemanisan relatif sebesar 0,45 sampai dengan 0,65 kali tingkat kemanisan
sukrosa. Nilai kalori isomalt sebesar 2 kkal/g atau setara dengan 8,36 kJ/kg

C. Prosedur Menghias Cake


1. Menghias Cake dengan menggunakan Butter Cream
 Pertama-tama, Letakan kue diatas menja putar. Rapikan potongan cake bagian
samping dan atas dengan pisau bergerigi tajam agar permukaan kue halus.
 Kemudian poles cake dengan buttercream tipis-tipis terlebih dahulu menggunakan
spatula atau pisau oles, hal ini dimaksudkan agar remah-remah cake menempel
sempurna pada cakenya.
 Setelah remahan diamankan dan cake mulai terlihat halus, lapisi kembali cake
dengan lapisan selanjutnya. Masukan butter cream kedalam plastic segitiga atau
piping bag, semprotkan merata diseluruh dinding cake dan bagian atasnya.
 Gunakan scrapper, yaitu alat berbentuk seperti papan tipis yang bisa terbuat dari
plastik atau stainless stell untuk merapikan polesan bagian pingir atau dinding cake
dan juga bagian atasnya. Cara menggunakan Scapper adalah dengan mengatur posisi
scrapper 90° terhadap meja atau alas dan miring 45° pada permukaan sisi kue.
 Untuk hasil yang lebih halus, Semprot kue dengan sedikit air menggunakan sprayer
kemudian ulangi merapikan kue dengan scapper dengan cara memutar meja putar.
 Jangan lupa untuk mendinginkan kue di dalam kulkas selama minimal 3 jam agar
butter cream padat dan kokoh. Kue tertutup sempurna dan siap untuk dihias.

2. Menghias kue dengan menggunakan icing


 Pastikan alat-alat yang digunakan untuk menghias kue tart menggunakan icing dicuci
bersih dan tidak berminyak. Peralatan yang berminyak akan menyulitkan icing untuk
diambil atau lengket
 icing yang masih berbentuk serbuk atau bubuk sebaiknya terlebih dahulu diayak
sebelum digunakan untuk menghindari gumpalan icing.
 Ketika digunakan untuk menghias kue, selalu tutup wadah icing dengan kain lembab
yang berguna untuk memperlambat pengerasan icing pada wadah.
 Agar mendapatkan hiasan icing di permukaan tart yang halus, setelah dilapisi icing
coba untuk mencelupkan pisau oles dengan air hangat, tiriskan kelebihan air pada
pisau lalu oles hingga icing halus.
 Jangan memuluskan icing dengan spatula atau pisau oles yang dicelup air panas,
karena icing akan meleleh karena terlalu panas.
 Jika icing mengeras, tambahkan sedikit air lalu aduk rata hingga cair kembali
 Untuk hasil yang halus dan rata, sebaiknya kue tart dilapisi dengan icing yang dioles
tipis-tipis hingga dua atau tiga lapisan icing, pastikan setiap lapisan mengering
sebelum ditumpuk dengan lapisan selanjutnya. Lalu barulah mulai dengan pelapisan
icing dengan menyebarkan icing di sekitar dinding danh permukaan kue.
 Jika ingin menghias kue menggunakan icing royal yang berwarna, untuk lapisan
pertama usahakan gunakan icing berwarna putih, tunggu mengering lalu kemudian
icing berwarna.
 Hal yang tidak kalah penting, sebelum menghias kue, pastikan kue sudah berada di
papan kue dengan ukuran yang lebih lebar atau besar dari kue dasar agar mudah
untuk diangkat dan dipindahkan. Memindahkan kue tanpa alas akan membuat hiasan
dengan icing berantakan.
3. Menghias Kue dengan menggunakan royal icing
 Dinginkan kue di kulkas selama 1 - 3 jam.
 Lalu, letakan kue yang ingin dihias atau ditutup di alas yang lebih besar
 Jika suka, tambahkan pewarna atau perasa beberapa tetes atau sesuai keinginan dan
selera anda.
 Sebarkan icing pada kue, anda bisa menggunakan sendok atau pipping bag. Sebar
secara merata.
 Jika anda menggunakan pipping bag dan spuit, tempatkan icing dalam pipping bag
yang terpasang spuit ke bagian atas kue. Ratakan dan haluskan menggunakan
scapper selanjutnya dengan pisau oles dengan cara diputar.
 Jangan lupa untuk mendinginkan kue dalam kulkas sebelum disajikan agar icing
mengeras dan menempel pada kue tart.

4. Menghias kue dengan menggunakan foundant


 Potong bagian-bagian kue tart yang tidak rata menggunakan pisau bergerigi.
 Isi lubang, retakan atau lekukan kue tart dengan icing agar permukaan kue halus dan
tidak berlekuk sebelum dilapisi.
 Lapisi kue dengan icing, tipis-tipis saja menggunakan scapper atau pisau oles pada
seluruh permukaan kue baik bagian atas atau samping.
 Bulatkan fondant dan uleni menjadi berbentuk bola. Taburi bola fondant dengan gula
icing atau maizena
 Gilas fondant hingga rata dan lebarnya cukup untuk satu kue, pipihkan hingga
ketebalan fondant sekitar 1/2 centimeter
 Pindahkan fondant ke atas kue secara perlahan dan hati-hati.
 Setelah fondant melapisi kue, Tekan dengan lembut fondant di seluruh sisi
permukaan kue. Dorong fondant ke bawah pada sisi-sisi kue dan pastikan fondant
menutupi seluruh permukaan kue.
 Potong pinggiran bawah kue yang melebihi alas atau meja putar dengan
menggunakan gunting.
 Dorong kembali fondant ke bawah pada sisi-sisi kue untuk mencapai papan alas kue
atau meja putar lalu haluskan fondant pada bagian sisi-sisi kue berupa tonjolan atau
lipatan menggunakan tangan anda atupun menggunakan alat penghalus.
 Potong tepi-tepi yang berlebih pada bagian bawah kue menggunakan cutter. 
 tusuk dengan jarum bersih agar gelembuk udara tidak terjebak pada kue dan fondant,
usap kembali fondant dengan jari untuk menghilangkan bekas tusukan jarum.

Beberapa tips dan trik menghias kue dengan menggunakan fondant agar tampilannya halus,
cantik juga menarik yang bisa anda coba terapkan antara lain :

 Ketika menguleni fondant yang masih berbentuk bola, Jika ada retakan, letakkan
bagian yang retak di bagian bawah bola, gilas rata bola pada permukaan yang
ditaburi gula icing atau tepung maizena
 Fungsi dari gula icing atau tepung maizena ketika menguleni fondant adalah
mencegah fondant menempel pada alas juga mencegah lengket
 Untuk memperkirakan Banyaknya fondant dan juga lebar fondant yang diperlukan
untuk menutup keseluruhan kue, anda bisa mengukur jarak dari papan alas kue, naik
ke atas pada sisi kue, sepanjang bagian atas kue, dan turun ke sisi kue yang satunya
lagi, sampai ke tepi papan alas kue pada sisi tersebut. Jangan lupa selalu melebihkan
lebar fondant agar bisa ditekuk dan dipotong.
 Untuk faktor kepraktisan dan efisiensi, usahakan untuk meletakan kue di sebelah
fondant yang sudah digilas agar tidak terlalu jauh jarak memindahkan fondant dan
juga meminimalisir fondant koyak atau robek.
 Salah satu cara untuk memindahkan fondant yang sudah digilas rata ke kue adalah
dengan menggunakan penggilas adonan. Caranya, Letakkan penggilas adonan di
tengah lembaran fondant kemudian balik satu sisi fondant ke penggilas adonan.
Angkat penggilas adonan dengan posisi fondant tergantung pada penggilas tersebut
dan pindahkan fondant ke atas kue. Buka gulungan fondant dengan hati-hati pada
pengilas adonan, turunkan dan letakan di atas kue.
 Anda juga bisa memotong kelebihan fondant pada kue pada sisi bawah sambil
merapikan fondant dengan menggunakan pisau oles. Caranya, Arahkan pisau ke
bagian bawah, pegang sisi datar pisau pada kue. Potong bagian bawah kelebihan
fondant sambil haluskan permukaan fondant dengan cara ditekan-tekan lembut pada
kue.
 Saat menempelkan fondant sebagai lapisan penutup kue, usahakan kerutan-kerutan
pada fondant berada pada bagian bawah di dasar kue.
 Jika ada lipatan saat melapisi kue dengan fondant, jangan menekan lipatan ke dalam
kue hal ini akan menjadikan fondant sulit untuk dihaluskan.

Selain untuk menutup kue, fondant juga bisa untuk membentuk beraneka macam hiasan
seperti bentuk bunga, patung, tokoh, tulisan atau angka

D. Prosedur Penyimpanan Penghias Cake


 Butter Cream yang tidak dipakai bisa disimpan dalam kotak plastik dan masukkan dalam
kulkas. Saat ingin digunakan, keluarkan dari kulkas dan diamkan sampai
lembek/bertemperatur ruangan, kemudian aduk dengan mixer.
 Icing Glaze bisa di simpan di suhu ruangan saja dengan ditaruh dalam container plastic dan
bias bertahan sampai 2 minggu. Jika akan digunakan aduk kembali sampai mendapatkan
konsistensi yang diingin kan, diperlukan penambahan air/susu cair ataupun icing sugarnya,
dan siap digunakan kembali.
 Royal Icing , Karena ini terbuat dari telur jadi harus disimpan didalam kulkas dengan di beri
tissue yang sudah diberi air dan ditutupkan ke ujung ujung piping bag, kemudian masukan
ke dalam air tight container bisa bertahan sampai 2 minggu, Kocok kembali jika akan
diggunakan terkadang perlu penambahan icing sugar maupun sedikit kocokan putih telur.
 Fondant yang belum terpakai atau sisanya, harus dibungkus plastik yang rapat atau kedap
udara hingga saat digunakan. Dan diletakkan di tempat yang sejuk dan kering. Jangan
menyimpannya di kulkas atau freezer. Fondant yang disimpan di kulkas selain mengeras,
juga saat dikeluarkan akan berkeringat sehingga strukturnya menjadi rusak.
 Gum Paste yang sudah menjadi plastic dough akan mengeras bila disimpan.
untuk melunakkannya kembali tambahkan air panas sedikit2 sambil diuleni lagi.
Saat membentuk ornamen, gunakan putih telur sebagai bahan perekatnya.

E. Peralatan untuk Mendekorasi Kue II


1. Cutter embrosser
Pemberian kesan jahitan pada foundant, modeling chocolate, maupun gum paste.

2. Tang
Digunakan untuk memotong tusuk sate atau kawat.

3. Kuas
Digunakan untuk membasahi foundant dengan air agar foundant dapat menempel.

4. Scalpel
Untuk memotong foundant dalam ukuran kecil atau sedikit.

5. Alat pemodel/modelling tools


Memiliki banyak pilihan bentuk alat yang sangat membantu pada saat membuat detail
dekorasi kecil.

6. Rolling pin kecil


Digunakan untuk memipihkan foundant, modeling chocolate, atau gum paste.

7. Foundant cutter bentuk huruf


Digunakan untuk membuat huruf pada foundant, modeling chocolate, atau gum paste.

8. Pencetak huruf untuk cokelat atau chocolate letter mood


Untuk menciptakan huruf dari cokelat cair.

9. Pemotong pita atau ribbon cutter


Mempermudah untuk membuat pita atau persegi yang panjang.

10. Pewarna foundant


Pewarna khusus untuk mewarnai foundant, dapat juga digunakan untuk mewarnai
icing/frosting.

11. Tusuk sate


Digunakan sebagai support atau penyangga untuk kue lebih/satu tingkat, dapat juga
digunakan untuk menancapkan figurin dengan ukuran sedang atau besar agar bisa
ditancapkan.
12. Tusuk gigi
Digunakan untuk menancapkan figurin dengan ukuran kecil agar bisa ditancapkan pada kue.

13. Foundant cutter


Ada bermacam – macam bentuk foundant cutter, bulat, kotak, belah ketupat/diamond, hati,
dan masih banyak lagi lainnya.

14. Ayakan gula


Membantu untuk menebarkan guladengan rata dipermukaan meja pada saat bekerja debfba
foundant.

15. Aneka spluit


Membantu untuk menghias kue dengan bahan penghias berjenis butter cream

16. Pemberi tekstur pada bunga atau flower veiner


Membantu penciptakan garis – garis tekstur pada bunga sehingga terlihat realistis.

17. Foundant cutter bunga


Untuk memotong foundant, modeling chocolate, atau gum paste bentuk bunga.

18. Pemberi tekstur pada daun/leaf veiner


Membantu menciptakan garis – garis dan tekstur daun sehingga terlihat realistis.

19. Busa atau styrofoam


Digunakan untuk menancapkan figurin atau detail kecil yang mempunyai tusuk sate atau
tusuk gigi dibawahnya agar bisa di dinginkan di kulkas dengan posisi tegak, juga digunakan
pada saat memberi bunga