Anda di halaman 1dari 15

1.

Mahendra Febrianto Adi ( 19310106 )


2. Ferli Riyandoe ( 19310118 )

Fakultas sumber daya alam


Teknik pertambangan

FISIKA DASAR II
Hukum Ampere

Hukum Biot- Savart

SUMBER MEDAN MAGNETIK

Medan Magnetik dari


Muatan Titik yang Medan Magnet dari
Bergerak Selenoida
1.HUKUM BIOT-SAVART
• Jean-Babtiste Biot (1774-1862) dan Felix Savart
(1791-1841) melakukan banyak percobaan mengenai
gaya yang diberikan oleh arus listrik pada magnet di
dekatnya. Mereka menemukan suatu persamaan
matematika yang memberikan nilai medan magnet pada
suatu titik dalam ruang dengan bentuk arus yang
menghasilkan medan tersebut

Pengamatan-pengamatan ini disimpulkan dalam


persamaan matematika yang sekarang dikenal
sebagai Hukum Biot-Savart

Dimana merupakan konstanta yang


disebut permeabilitas ruang bebas
Untuk mendapatkan medan magnet total B, kita harus
menjumlahkan kontribusi dari semua elemen arus I ds yang
membentuk

Hukum Biot-Savart menjelaskan medan magnet dari


elemen arus terisolasi pada suatu titik, tetapi
keberadaan elemen arus terisolasi seperti itu tidak
sama seperti keberadaan suatu muatan listrik yang
terisolasi. Elemen arus harus merupakan bagian dari
distribusi arus yang lebih luas karena kita harus
memiliki rangkaian lengkapnya agar muatan dapat
mengalir. Jadi, hukum Biot-Savart hanya merupakan
langkah pertama dalam menghitung medan magnet, ini
harus diikuti oleh integrasi di seluruh distribusi arus.
Untuk menentukan arah B adalah dengan
menggenggam kawat dengan tangan kanan,
menempatkan ibu jarinya sepanjang arah arus.
Arah genggaman keempat jari lainnya adalah arah
medan magnetnya.

Garis-garis medan magnet yang ditunjukkan tidak memiliki awal


maupun akhir. Garis tersebut membentuk putaran (loop) tertutup.
Ini merupakan perbedaan besar antara garis-garis medan magnet
dan garis-garis medan listrik, yang dimulai dari muatan positif dan
berakhir di muatan negatif. Perhatikan bahwa garis-garis medan
magnetnya membentuk lingkaran mengelilingi kawat.
2. Hukum Ampere
Penemuan Oersted pada tahun 1819 mengenai
pembelokan jarum kompas telah
mendemonstrasikan bahwa sebuah konduktor
yang berarus menghasilkan medan magnet.
Jumlah hasil kali B ds sepanjang lintasan
tertutup, yang ekuivalen dengan integral garis
dari B . ds adalah :

• Dimana adalah keliling lintasan lingkarannya.


Walaupun hasil ini dihitung untuk kasus khusus, yaitu
lintasan lingkaran yang mengelilingi kawat, ini dapat
juga digunakan untuk lintasan tertutup berbentuk
apapun (suatu loop amperian) yang mengelilingi arus
yang berada dalam suatu rangkaian tidak terputus.
3. Medan Magnet dari
Selenoida
Sebuah selenoida adalah seutas kawat
panjang yang berbentuk heliks. Dengan
konfigurasi ini, medan magnet yang
homogen dapat dihasilkan dalam ruang
yang dikelilingi oleh lilitan-lilitan kawat
yang akan kita sebut sebagai bagian
dalam selenoida ketika selenoida dialiri
arus. Ketika lilitannya tepat, setiap lilitan
dianggap (secara pendekatan) sebagai
loop lingkaran dan medan magnetnya
merupakan jumlah vektor dari medan
yang dihasilkan oleh semua lilitan.
a. Garis-garis medan magnet jika lilitannya rapat dan selenoidanya memiliki
panjang yang terhingga.
b. Distribusi garis medan ini serupa dengan garis medan pada magnet batang. Jadi salah satu
ujung selenoida berperilaku seperti kutub utara magnet dan ujung yang berlawanan sebagai
kutub selatan magnet.
Gambar disamping
menunjukkan luas penampang
longitudinal sebagian dari
selenoida seperti itu yang
membawa arus I. Dalam kasus
ini, medan magnet luarnya
mendekati nol dan medan
magnet dalamnya homogen
pada suatu volume yang besar.
4. Medan Magnetik dari
Muatan Titik yang Bergerak
• Apabila muatan titik q bergerak dengan kecepatan v, muatan ini akan
menghasilkan medan magnet B dalam ruang yang diberikan oleh

Dengan r merupakan vektor satuan yang mengarah dari muatan q ketitik medan P, dan
merupakan konstanta kesebandingan yang disebut permeabilitas ruang bebas, yang
memiliki nilai

Satuan sedemikian rupa sehingga B dalam tesla apabila q dalam coulomb, v dalam
meter/detik, dan r dalam meter. Satuan N/A2 berasal dari pernyataan bahwa 1 T = 1
N/A.m. konstanta 1/4π secara bebas dicakupkan dalam persamaan

• Medan magnetik dari muatan titik yang bergerak memiliki karakteristik berikut :
a). Besaran B berbanding lurus dengan muatan q dan kecepatan v dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jaraknya dari muatan
b). Medan magnetik adalah nol disepanjang garis gerak muatan.
c). Arah B tegak lurus terhadap kecepatan v maupun vektor r
Fluks magnetik
adalah ukuran atau jumlah medan magnet B yang melewati luas
penampang tertentu, misalnya kumparan kawat.

Jika medan Jika medannya


magnetnya sejajar tegak lurus bidang,
bidang, seperti seperti gambar b,
gambar a, maka maka θ=0 dan fluks
θ=90° dan fluks yang menembus
yang menembus bidang adalah BA
bidang adalah nol (nilai maksimum)
MAGNETISME DALAM BAHAN
Medan magnet yang dihasilkan oleh arus dalam suatu kumparan kawat
memberikan petunjuk mengenai apa yang menyebabkan bahan-bahan
tertentu memiliki sifat magnetik yang kuat.
1. Benda magnetik (disebut juga feromagnetik).
Benda magnetik yaitu benda yang dapat ditarik oleh magnet dengan cukup kuat.
Contoh : besi, baja, nikel, kobalt.
2. Benda bukan magnetik (non magnetik) terbagi menjadi :
a. Paramagnet: yaitu benda yang dapat sedikit ditarik oleh magnet kuat.
Contoh : alumunium, platina, dan tembaga.
b. Diamagnetik : yaitu benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet kuat.
Contoh : Merkuri, emas, bismut dan seng.
c. Magnet keras : benda yang sukar dijadikan magnet, tetapi setelah menjadi magnet, sifat
kemagnetannya tersimpan lama. Contoh : baja, alkomak, dan kobalt.
d. Magnet lunak : benda yang mudah dijadikan magnet tetapi tidak menyimpan lama sifat
kemagnetannya.Contoh: besi