Anda di halaman 1dari 26

USULAN

PENELITIAN KEMITRAAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

TIM PENGUSUL:

KETUA : Ema Waliyanti, Ns,MPH (0530108302)

ANGGOTA : Nina D.L, M.Kep.Ns.,Sp.Kep Kom (0530128602)

Wisni Pratiwi (20130320125)

Desy Rahmawati (20130320128)

Maulin Halimatunnisa (20130320036)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

i
ii
iii
iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................ iii

RINGKASAN……………………………………………………… .............. vi

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang .............................................................................................. 1


Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
Tujuan Penelitian .......................................................................................... 2
Manfaat Penelitian ........................................................................................ 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori ............................................................................................. 4


Konsentrasi ................................................................................................... 4
Pengertian ..................................................................................................... 4
Faktor-faktor yang mempengaruhi ................................................................ 4
Cara meningkatkan konsentrasi ..................................................................... 5
Belajar .......................................................................................................... 5
Pengertian ..................................................................................................... 5
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar ................................ 6
Kerangka Konsep.......................................................................................... 8
Hipotesis ....................................................................................................... 8

v
BAB III METODE PENELITIAN

Desain Penelian ............................................................................................ 9


Populasi dan Sampel ..................................................................................... 9
Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................................... 10
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ................................................ 11
Instrumen Penelitian ..................................................................................... 11
Cara Pengumpulan Data................................................................................ 12
Jalannya Penelitian ....................................................................................... 12
Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................................ 14
Pengolahan dan Analisa Data ........................................................................ 16
Etika Penelitian ............................................................................................. 17
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN .......................................... 18

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

vi
RINGKASAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSENTRASI


BELAJAR MAHASISWA PSIK FKIK UMY

Latarbelakang: Konsentrasi belajar merupakan usaha pemusatan pikiran atau


perhatian terhadap suatu objek yang sedang dipelajari dengan tidak membagi
perhatiannya kepada hal lain dan dilakukan secara sadar oleh individu
(Rahmawati, 2014). Hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa PSIK
UMY saat proses pembelajaran, dilihat dari ruang kuliah dan dinamisme saat
kegiatan belajar, diperoleh gambaran bahwa tingkat ketahanan konsentrasi
masih tergolong lemah. Sebagian mahasiswa yang memilih tempat duduk
dibelakang kurang memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang
disampaikan. Mahasiswa sering mengobrol sendiri, bermain hp untuk melihat
media sosial atau chatting, mengantuk dan ada beberapa yang tertidur. Dari
fenomena tersebut peneliti ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
konsentrasi belajar.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran
dengan rancangan kualitatif-kuantitatif secara sekuensial, untuk mengetahui
faktor apa saja yang berpengaruh terhadap konsentrasi belajar mahasiswa PSIK
UMY. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa PSIK UMY yang dipilih
secara purposive sampling pada pendekatan kualitatif dan pada penelitian
kuantitatif dengan simple ramdom sampling. Cara pengumpulan data
menggunakan teknik focus group discussion, observasi dan kuesioner. Analisis
data kualitatif secara tematik menggunakan bantuan sofeware opencade 3.6
sedangkan analisis kuantitif dengan menggunakan analisis univariat,
bivariate(uji spearman) dan multivariate(regresi logistic).
Keyword : faktor-faktor, konsentrasi, belajar.

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Konsentrasi belajar merupakan usaha pemusatan pikiran atau
perhatian terhadap suatu objek yang sedang dipelajari dengan tidak
membagi perhatiannya kepada hal lain dan dilakukan secara sadar oleh
individu (Rahmawati, 2014). Keberhasilan belajar ditentukan oleh dua
faktor diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang berasal dari individu itu sendiri seperti kesehatan
jasmani dan rohani, kecerdasan, daya ingat, kemampuan, dan bakat.
Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar
individu seperti keadaan lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat
(Hakim,2011). Konsentrasi belajar dapat dilakukan dengan baik jika
seseorang menjalankan perannya sebagai pelajar atau mahasiswa secara
optimal, selain itu mereka akan belajar sebaik mungkin apabila ada
dorongan semangat yang terus menerus (Nursalam, 2008).
Gangguan konsentrasi dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang
berasal dari dalam diri sendiri berupa minat belajar yang rendah atau
konsdisi kesehatan yang sedang buruk. Sedangkan faktor eksternal berasal
dari luar yaitu keadaan lingkungan seperti keadaan ruangan, peralatan
pendukung pembelajaran, dan suasana yang kondusif (Olivia, 2010).
Konsentrasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya usia, pengetahuan, pengalaman, dan gizi yang cukup. Untuk
memperoleh gizi yang cukup salah satunya dengan sarapan pagi, hal itu
dapat membuat kita mempertahankan daya tahan tubuh saat beraktivitas
dan meningkatkan produktivitas kerja. Sarapan pagi bagi siswa dapat
meningkatkan konsentrasi belajar dan mempermudah siswa untuk

1
menyerap pelajaran yang diberikan sehingga prestasi belajar lebih baik
(Suwardhani cit Khomsan, 2013).
Hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa PSIK UMY saat
proses pembelajaran, dilihat dari ruang kuliah dan dinamisme saat
kegiatan belajar, diperoleh gambaran bahwa tingkat ketahanan konsentrasi
masih tergolong lemah. Sebagian mahasiswa yang memilih tempat duduk
dibelakang kurang memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang
disampaikan. Mahasiswa sering mengobrol sendiri, bermain hp untuk
melihat media sosial atau chatting, mengantuk dan ada beberapa yang
tertidur. Dari fenomena tersebut peneliti ingin mengetahui apakah faktor-
faktor yang mempengaruhi tingakat konsentrasi belajar mahasiswa PSIK
UMY saat mengikuti perkuliahan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang diatas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah apakah faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi
belajar mahasiswa PSIK UMY?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi
belajar mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
konsentrasi belajar mahasiswa PSIK UMY.
b. Untuk mengetahui tingkat konsentrasi belajar mahasiswa PSIK
UMY saat mengikuti pembelajaran.
c. Mengetahui hubungan antara masing-masing factor dengan tingkat
konsentrasi belajar mahasiswa PSIK UMY.
d. Untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam
konsentrasi belajar mahasiswa PSIK UMY

2
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi mahasiswa
Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada mahasiswa
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar
sehingga mahasiswa dapat mengatur pola hidupnya agar dapat
berkonsentrasi dengan baik saat mengikuti perkuliahan.
2. Bagi universitas
Sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi
mahasiswa saat mengikuti perkuliahan.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Konsentrasi
a. Pengertian konsentrasi
Konsentrasi merupakan pemusatan daya pikiran dan
perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau
menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek
yang dipelajari (Surya, 2010). Konsentrasi adalah kemampuan
untuk memfokuskan pikiran dan segenap panca-indra ke satu objek
di dalam satu aktivitas tertentu dengan tidak memperdulikan objek
lain yang tidak ada hubungannya (Surya, 2009). Konsentrasi dapat
disimpulkan sebagai kegiatan berupa pemusatan pikiran pada suatu
objek tanpa memperdulikan hal lain yang tidak ada hubungannya
dan konsentrasi dilakukan secara sadar oleh individu.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi
Gangguan konsentrasi dapat disebabkan oleh dua faktor,
yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri berupa minat
belajar yang rendah atau konsdisi kesehatan yang sedang buruk.
Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar yaitu keadaan
lingkungan seperti keadaan ruangan, peralatan pendukung
pembelajaran, dan suasana yang kondusif (Olivia, 2010).
Penyebab sulitnya konsentrasi belajar juga disebabkan oleh
lemahnya minat dan motivasi, timbulnya rasa gelisah, suasana
lingkungan bel Menurut Soedarso (2009), konsentrasi dipengaruhi
oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi
kelelahan fisik dan mental, bosan atau hal lain yang sedang
mengganggu fikiran. Sedangkan faktor eksternal meliputi suasana
lingkungan sekitar seperti suara musik yang keras, suara bising,

4
orang yang berlalu-lalang, kondisi ruang belajar yang sempit,
ramai, panas dan kurang pencahayaan yang dapat menimbulkan
ketidaknyamanan (Ratna dan Achmad, 2015).
Penelitian yang dilakukan oleh Soffiya (2015) yang
berjudul “Hubungan Kualitas Tidur dengan Konsentrasi Belajar
pada Remaja di Yogyakarta” didapatkan hasil bahwa remaja yang
mengalami obesitas dan memiliki kualitas tidur yang buruk dapat
meneyebabkan mengantuk saat mengikuti pembelajaran disekolah.
Hal tersebut mengakibatkan siswa memiliki konsentrasi belajar
yang buruk dan siswa yang kualitas tidurnya baik memiliki
konsentrasi belajar yang lebih baik.

c. Cara meningkatkan konsentrasi


Menurut Flanagan (dalam Setiyo Purwanto, 2010), ada
beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar seperti:
memberikan kerangka waktu yang jelas, mencegah siswa agar
tidak terlalu cepat berganti dari tugas satu ke tugas lain,
mengurangi jumlah gangguan dalam ruangan kelas, memberikan
umpan balik dengan segera, merencanakan tugas yang lebih sedikit
daripada memberikan satu sesi yang banyak dan menetapkan
tujuan dengan menawarkan hadiah untuk memotivasina agar terus
bekerja (Deddy, 2014).
Penelitian yang dilakukan oleh Nuryana & Purwanto
(2013) berjudul Efektivitas Brain Gym dalam Meningkatkan
Konsentrasi Belajar pada Anak menyebutkan bahwa otak yang
bekerja terlalu keras akan menyebabkan ketidakseimbangan antara
otak kanan dan otak kiri, selain itu juga menyebabkan kelelahan
pada otak sehingga konsentrasi belajar pada anak dapat menurun.
Brain gym dilakukan dengan cara menstimulasi gelombang otak
melalui gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui olah
tangan dan kaki seperti gerakan silang, saklar otak dan pasang

5
telinga. Gerakan tersebut dapat meningkatkan kemampuan belajar
dan pemusatan perhatian atau konsentrasi anak karena seluruh
bagian otak digunakan dalam proses belajar dan konsentrasi,
sehingga brain gym dapat berpengaruh untuk meningkatkan
konsentrasi, atensi dan kewaspadaan.
Konsentrasi juga dapat ditingkankan melalui relaksasi
atensi untuk meningkatkan kepekaan indra visual. Relaksasi atensi
merupakan teknik pereduksian kecemasan, stres, dan tegangan oleh
individu sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan
konsentrasi (Mulyana, Izzati & Rahmasari, 2013).ajar yang berisik,
gangguan kesehatan jasmani, dan tidak memiliki cara
berkonsentrasi yang baik (Surya, 2010).

2. Belajar
a. Pengertian belajar
Belajar merupakan suatu proses perubahan kepribadian
didalam diri manusia. Perubahan tersebut terlihat dari peningkatan
kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan,
pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, dan
daya pikir. Belajar harus berorientasi pada tujuan yang jelas,
dengan begitu orang dapat menentukan arah dan tahapan belajar
guna mencapai tujuan belajar. Keberhasilan belajar seseorang
dapat dilihat dari sejauh mana mereka mencapai tujuan belajar
tersebut. Selain tujuan yang jelas, kemauan yang kuat untuk belajar
juga diperlukan agar tujuan belajar dapat tercapai (Hakim, 2011).
b. Faktor yang memperngaruhi keberhasilan belajar
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar salah
satunya adalah kondisi kesehatan. Kondisi yang sehat merupakan
kondisi yang plaing baik untuk aktivitas belajar sehingga dapat
berkonsentrasi dengan baik. Cara menjaga kondisi kesehatan yaitu

6
dengan makan makanan yang sehat, olahraga yang teratur, dan
tidur yang cukup (Mulyatiningsih et al, 2004).
Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI
menyebutkan bahwa keberhasilan belajar pada siswa dipengaruhi
oleh strategic invesment yaitu prinsip yang mempercayai bahwa
pada dasarnya keberhasilan belajar dipengaruhi oleh kemauan
siswa untuk menginvestasikan waktu, upaya, dan perhatiannya
terhadap proses belajarnya dengan menggunakan strategi belajar
dalam proses belajarnya.
Ketika hendak untuk fokus belajar, kita harus
mempersiapkan fisik yang fresh, bebas dari gangguan rasa lapar,
rasa mengantuk, rasa letih, dan bebas dari gangguan segala jenis
penyakit. Selain itu kondisi mental juga harus bebas dari
ketegangan emosional agar dapat mudah terfokus untuk belajar
(Surya, 2009).

7
B. Kerangka Konsep

Faktor yang
mempengaruhi
keberhasilan belajar:
a. Kondisi
kesehatan Tingkat konsentrasi - Baik
b. Kondisi mahasiswa - Cukup
mental yang - Kurang
baik
c. Kondisi
lingkungan
d. Motivasi
Keterangan :

: Diteliti

Sumber: Munir (2015), Olivia (2010), Winata (2015) & American


Thoracic Society (ATS) (2013).

C. Hipotesis/ Pertanyaan Penelitian


Hipotesis dalam penelitian ini yaitu apakah faktor-faktor yang
mempengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta?

8
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian metode campuran
kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan secara sekuensial, yaitu sebuah
penelitian yang didahului dengan penelitian kualitatif untuk membantu
menyusun instrumen, kemuadian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif
untuk mencari keterhubungan antar kategori yang didapatkan dalam
penelitian kualitatif (Creswell, 1998).

Kualitatif Kuantitatif Hasil

B. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi merupakan subjek yang memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan (Nursalam, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan yang masih aktif
dengan jumlah 509.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian populasi yang dapat dipergunakan
sebagai subjek penelitian melalui sampling. Sampel dalam penelitian
ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel pada
penelitian kuanlitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Jumlah sampel pada penelitian kualitatif tidak dibatasi sampai terjadi
saturasi data, yaitu tidak ditemukan lagi informasi baru dari informan.

9
Besar sampel pada penelitian kuantitatif ditentukan dengan rumus
slovin sebagai berikut:

Keterangan:

N : Besarnya populasi

n : Besarnya sampel
d : Taraf kesalahan (d= 10%)

= 83,6

diperoleh sampel penelitian sebanyak 84 responden dibulatkan menjadi


100 responden.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple


random sampling yaitu pengambilan sampel yang diseleksi secara acak
(Nursalam, 2013). Cara pengambilan sampel dengan menggunakan
nomor urut mahasiswa yang akan diundi hingga didapat sampel
sejumlah yang diinginkan. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah
mahasiswa PSIK UMY yang bersedia menjadi responden dan kriteria
eksklusi adalah mahasiswa yang tidak bersedia menjadi responden.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian dilakukan di Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu
Keperawatan. Waktu penelitian akan dilakukan pada bulan oktober sampai
Mei 2016.

10
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel penelitian
Variabel penelitian menurut Nursalam (2013) merupakan
karakteristik atau ciri yang memberikan nilai beda terhadap suatu
kelompok. Pada penelitian ini variabel independen yang akan
digunakan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi
belajar. Sedangkan variabel dependen yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah konsetrasi belajar. (Nursalam, 2013).
2. Definisi operasional
Defisini operasional merupakan penjelasan variabel yang telah
dipilih oleh peneliti dan menjelaskan cara mengukur variabel yang
akan dugunakan (Nursalam, 2002 cit Nursalam, 2013).
Tabel 1. Definisi Operasioanl

No Variebel Definisi Cara Hasil Ukur Skala


Operasional Pengukuran

1. Faktor yang Semua hal yang Panduan FGD -


mempengaruhi mempengaruhi
konsentrasi konsentrasi belajar
belajar mahasiswa saat
memperoleh
pembelajaran di
kelas. Kuesioner

2. Konsentrasi Pemusatan pikiran Ordinal


belajar saat mengikuti
pembelajaran dan
tidak memperdulikan
objek lain yang tidak
ada hubungannya
dengan pembelajaran

11
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan
data yang dibutuhkan dalam penelitian. Instrument dalam penelitian
kualitatif menggunakan panduan focus group discussion (FGD) dan ceklist
observasi. Sedangkan Instrumen untuk mengukur konsentrasi belajar
dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan
pengukuran skor menggunakan Skala Likert. Instrumen untuk faktor-
faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa secara
kuantitatif akan disusun setelah mendapatkan hasil penelitian kualitatif.
F. Cara Pengumpulan Data
Cara pengambilan data dalam penelitian kualitatif dilakukan
dengan menggunakan metode FGD dan observasi partisipan, untuk
mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsentrasi belajar
mahasiswa. Selanjutnya data tentang faktor-faktor tersebut dan konsentrasi
belajar mahasiswa akan dikaji kembali menggunakan kuesioner pada tahap
penelitian kuantitatif. Pada saat pengumpulan data kualitatif dibantu
dengan menggunakan alat perekam dan alat tulis untuk membuat catatan
lapangan.
G. Jalannya Penelitian
1. Persiapan
Tahap persiapan penelitian ini dimulai dengan pembuatan
proposal. Kemudian mengajukkan perizinan persetujuan resmi dari
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan surat
izin penelitian, kemudian peneliti mengajukan dan mendapatkan surat
izin pengumpulan data dari Program Studi Ilmu Keperawatan FKIK
UMY.

12
2. Pelaksanaan
Penelitian dimulai dengan metode kulaitatif terlebih dahulu,
yaitu dengan melakukan FGD kepada mahasiswa yang telah terpilih
sebagai informan. FDG dilakukan sebanyak 2 kali pada kelompok
mahasiswa putra dan putri. Masing-masing anggota FGD sebanyak 6-8
orang. Setelah mendapatkan data hasil FGD akan segera dianalisis
secara tematik dengan bantuan softwere open code 3.6. Hasil penelitian
kualitatif akan dipakai untuk menyusun instrument baru untuk
penelitian kuantitatif. Setelah instrument tersusun kemudian akan
dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan digunakan untuk penelitian
kuantitatif.
Pada tahap penelitian kuantitatif peneliti bertemu dengan
mahasiswa PSIK UMY untuk melakukan pengambilan data. Sebelum
bertemu dengan mahasiswa peneliti telah melakukan simple random
sampling untuk menentukan responden yang akan mengisi kuesioner.
Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan penelitian
kepada mahasiswa, kemudian meminta persetujuan kepada mahasiswa
untuk mengisi inform concent dan mengisi pertanyaan yang telah
disediakan. Setelah seluruh mahasiswa selesai mengisi, kuesioner
dikumpulkan kembali kepada peneliti.
3. Tahap analisis
Setelah seluruh kuesioner terkumpul, peneliti memeriksa
kelengkapan dan mengolah data-data yang telah diisi oleh responden
kemudian menganalisa data tersebut.
4. Tahap akhir
Tahap akhir dari penelitian adalah penyusunan laporan yang
terdiri dari pembahasan hasil, perumusan kesimpulan, seminar hasil
penelitian, dan revisi hasil penelitian.

13
H. Uji Validitas dan Reliabilitas
1. Uji validitas
Validitas kuesioner akan di uji menggunakan teknik korelasi
Product Pearson Moment dengan melihat item total correlation
menggunakan program SPSS versi 15.0. Uji validitas akan dilakukan
pada mahasiswa PSIK STIKES AYANI karena hampir memiliki
kesaman karakteristik. Rumus Product Pearson Moment yang
digunakan adalah sebagai berikut:

Dengan keterangan:
= koefisien korelasi

= jumlah responden uji coba


= skor tiap item
Y = skor seluruh item responden uji coba
Makna nilai Product Pearson Moment yaitu jika nilai 0,00-0,19
bermakna sangat lemah, 0,20-0,39 bermakna lemah, 0,40-0,59
bermakna sedang, 0,60-0,79 bermakna kuat, dan 0,80-1,00 bermaksa
sangat kuat.
2. Uji reliabilitas
Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu
alat pengukur dapat dipercaya dan tetap konsisten bila digunakan dua
kali atau lebih terhadap gejala yang sama degan alat ukur yang sama
(Notoatmodjo, 2010). Uji reliabilitas akan dilakukan pada mahasiswa
PSIK STIKES AYANI karena hampir memiliki kesamaan
karakteristik. Instrumen akan diuji reliabilitasnya menggunakan rumus
Cronbach Alpha, yaitu:

Keterangan:
R = reliabilitas instrumen

14
K = banyak butir pertanyaan
= jumlah varian butir
= varian total
Instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi jika nilai
koefisien yang diperoleh > 0.60.

I. Pengolahan dan Analisa Data


1. Pengolahan data

Tahapan analisa data penelitian ini adalah:


a. Peneliti membuat transkrip dari keseluruhan hasil diskusi
kelompok, wawancara mendalam dan observasi.
b. Melakukan reduksi data dengan cara membuat abstraksi, yaitu
membuat rangkuman inti dengan memperhatikan proses dan
pernyataan-pernyataan penting untuk tetap ada didalamnya.
c. Menyusun data dalam satuan-satuan dan kemudian dikategorikan,
setiap kategori diberi nama (label).
d. Membuat coding tema wawancara, yaitu mencari kaitan antara satu
kategori dengan kategori lainya yang kemudian diberi nama/ label
lagi.
e. Menyusun hipotesis kerja dan membuat laporan penelitian
Analisa data kuantiitatif menggunakan komputer dengan
mengunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Editing
Peneliti memeriksa kelengkapan pengisian kuesioner dan
kejelasan penulisan jawaban. Apabila ada pengisian kuesioner yang
tidak lengkap peneliti akan menanyakan kepada responden.
b. Coding
Setelah semua data terkumpul selanjutnya dilakukan
pengkodean yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau huruf
menjadi data angka atau bilangan.

15
c. Entri data
Penelitian memproses data dengan cara memasukkan data
kuesioner ke program komputer dengan menggunakan aplikasi
SPSS versi 15.0. Kemudian peneliti memeriksa ulang data yang
telah di entri kedalam program bahwa tidak terdapat kesalahan.
Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk tabel berupa
presentase dan diperjelas dengan bentuk narasi.
2. Analisa data
a. Analisa univariat
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan
karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2010). Pada
penelitian ini analisisa univariat yang akan digunakan untuk
menjelaskan karakteristik responden penelitian adalah jenis
kelamin dan usia yang akan ditampilkan dalam bentuk nilai
distribusi dan frekuensi.
b. Analisis bivariat
Analisa bivariat merupakan analisis yang dilakukan
terhadap dua variabel yang diperkirakan berkorelasi
(Notoatmodjo, 2010). Peneliti menggunakan uji statistik
spearman untuk melakukan analisa bivariat, alasan menggunakan
uji spearman karena skala pengukuran kedua variabel berbentuk
ordinal. Uji tersebut bertujuan untuk melihat apakah ada
hubungan antara dua variabel yaitu variabel independen dan
variabel dependen
c. Analisis multivariat
Analisis multivariat dalam penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui urutan kekuatan dari variable yang berhubungan
dengan variabel tergantung. Dalam penelitian ini menggunakan
analisis regresi logistic, karena data merupakan variabel
kategorik.

16
J. Etika Penelitian
Pada penelitian ini peneliti harus berfokus pada 3 etik yang telah
ditetapkan seperti yang dijelaskan oleh Nursalam (2013), yaitu:
1. Prinsip manfaat
Prinsip ini terdiri dari prinsip yang bebas dari penderitaan,
eksploitasi dan resiko. Penelitian harus dilakukan tanpa menyebabkan
penderitaan kepada responden dan dihindarkan dari keadaan yang
tidak menguntungkan. Informasi yang diperoleh peneliti tidak boleh
dipergunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan responden dalam
bentuk apapun.
2. Prinsip menghargai Hak Asasi Manusia (Respect Human Digity)
Prinsip ini terdiri dari 3 hal yaitu hak untuk ikut maupun tidak
menjadi responden, hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan
yang diberikan, dan inform concent. Peneliti memberikan penjelaskan
mengenai jalannya penelitian kepada calon rsponden, dan responden
berhak memutuskan untuk bersedia menjadi responden tau tidak.
3. Prinsip keadilan
Prinsip keadilan terdiri dari hak mendapatkan keadilan dan dijaga
kerahasiaanya. Responden berhak meminta informasi yang didapatkan
peneliti untuk itu perlu adanya tanpa nama (anonymity) dan
dirahasiakan (confidentiality).

17
DAFTAR PUSTAKA

Ditasari, Ratna Dwi & Masykur, Achmad Mujab. 2015. Jurnal Empati Fakultas:
Hubungan Antara Kesesakan dengan Konsentrasi Belajar pada Siswa
SMP Negeri 6 Semarang. Vol 3, No 3 (2014). Semarang: Fakultas
Psikologi Universitas Diponegoro. Publikasi 22 Januari 2015.

Djali., Muljiono, P. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.


https://books.google.co.id/books
Hakim, Thursan. (2011). Belajar Secara Efektif. Jakarta: Swadaya Nusantara.
Hermawan, Deddy Indra. 2014. Jurnal Counselium: Teknik Permainan Edukatif
untuk Meningkaatkan Konsentrasi Belajar. Vol 1, No 2 (2013). Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Publikasi 20
Oktober 2014.
Kang, V., Shao, J., Zhang, K., Mulvey, M., Ming, X. & Wagner, G.C. (2012).
Sleep Deficiency and Sleep Health Problems in Chinese Adolencents.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3620771/
Kaplan, H.I. Sadock, B.J. & Grabb, J.A. (2010). Sinopsis Psikiatri: Ilmu
Pengetahuan dan Periaku Psikiatri Klinis (jilid 2). Jakarta: Binarupa
Aksara.
Kozier, B., Erb, G,. Snyder, S.J. & Berman, A. (2008). Fundamental of Nursing
Eight edition. Pearson Education South Asia.
Mulyatiningsih, R. (2004). Bimbingan Pribadi-Sosial, Belajar, dan Karier.
Jakarta: Gramedia.
Nursalam & Effendi, F. (2008). Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.
Nuryana, Aryati. Purwanto Setiyo. 2010. Efektivitas Brain Gym dalam
Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak. Vol. 12, No. 1. Fakultas
Psikologi Unibersitas Muhammadiyah Surakarta.
http://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/1558/1096

Olivia, F. (2010). Mendampingi Anak Belajar: Bebaskan Anak Dari Stres dan
Depresi Belajar. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
https://books.google.co.id/books
Potter & Perry. (2009). Fundamental Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Potter & Perry. (2010). Fundamental Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Rahmawati, D.A. (2014). Perbandingan Tingkat Konsentrasi Belajar Anak
Sekolah Dasar Dilihat Dari Kebiasaan Makan Pagi. Early Childhood

18
Education Papers. ISSN 2252-6382.
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/belia/article/view/3418
Sofiyya, I. (2015). Hubungan Kualitas Tidur dengan Konsentrasi Belajar pada
Remaja di Yogyakarta. http://etd.repository.ugm.ac.id
Surya, H. (2010). Sebuah Solusi Pengembangan Diri dan Keterampilan Menolak
(Refusal Skill) Narkoba. Jakarta: Gramedia.
https://books.google.co.id/books
Surya, Hendra. (2009). Menjadi Manusia Pembelajar. Jakarta: Gramedia.
https://books.google.co.id/books

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI. (2007). Ilmu dan aplikasi


Pendidikan. IMTIMA: PT Imperial Bhakti Utama.
https://books.google.com/books
Winata, H.Y. (2015). Hubungan Perilaku Sarapan denga Konsentarasi Belajar
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.

19