ANALISA SINTESA
DI RUANGAN IGD
Nama mahasiswa : Bambang Irmanto
Nama pasien : An. K
Dx medis : Hipertermi
Umur : 17 th
1. Pengkajian primer
a. Airway
o Jalan nafas pasien paten, tidak ada sekret seperti darah/benda asing.
o Tidak ada suara nafas tambahan.
b. Breating
o Pernafasan normal 21 x/i.
o Pergerakan dinding dada simetris, tidak ada penggunaan alat bantu nafas.
o Irama nafas teratur.
o Pernafasan spontan
c. Circulation
o Cyanosis tidak ada, mukosa bibir kering, Akral teraba hangat.
o Tidak terdapat pendarahan.
o Nadi 111 x/i.
d. Disability
o Pasien tampak lemah, demam lebih dari 4 hari.
o Muntah setiap makan, pasien sudah diberi paracetamol
o Respon pasien baik, kesadaran CM, GCS 15
e. Exposure
o Tidak ada jejas / oedema
o Tidak ada nyeri tekan
o Kulit tampak memerah
2. Diagnosa Keperawatan
No Data Etiologi masalah
1 Ds : Proses inflamasi Hipertermia
Pasien mengatakan demam
lebih 4 hari sebelum masuk
rumah sakit
Demam tidak turun-turun
Do :
Suhu pasien 37.9
Nadi : 111 x/i
RR : 21 0C
Kulit pasien tampak memerah
2 Ds : Intake makanan Nutrisi kurang dari
Pasien mengatakan badan kurang/tidak adekuat kebutuhan tubuh
terasa lemah, muntah setiap
makan.
Do :
Pasien tampak lemah
Mukosa bibir kering
Pasien tampak pucat
3. Diagnosa Keperawatan
a. Hipertermia b.d Proses inflamasi
b. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Intake makanan kurang/tidak adekuat
4. Intervensi
No Diagnosa keperawatan SLKI SIKI
1. Hipertermia b.d Proses Setelah dilakukan asuhan O:
inflamasi keperawatan selama ... x 24 Monitor suhu tubuh
jam di harapkan demam Monitor kadar elektrolit
pasien turun dengan kriteria Monitor keluaran urin
hasil : identifikasi penyebab
Monitor suhu tubuh hipertermia.
Berikan kompres hangat
Anjurkan keluarga untuk T:
memberi minum Sediakan lingkungan
Anjurkan memakai yang dingin
pakaian yang tipis Longgarkan / lepaskan
pakaian pasien
Basahi dan kipasi
permungkaan tubuh
Berikan cairan oral.
E:
Anjurkan tirah baring
K:
Kolaborasi pemberian
cairan dan elektrolit
intravena jika perlu.
2. Nutrisi kurang dari Setelah dilakukan asuhan O:
kebutuhan tubuh b.d keperawatan selama ... x 24 Identifiksi status nutrisi
Intake makanan jam di harapkan nafsu Identifiksi alergi
kurang/tidak adekuat makan pasien meningkat makanan
dengan kriteria hasil : Identifiksimakanan yang
Porsi makan yang disukai
diberikan dihabiskan Identifiksikebutuhan
Berat badan membaik kalori dan jenis nutrien
Imt membaik Monitor berat badan
Nafsu makan membaik Monitor asupan makanan
Membran mukosa Monitor hasil labor
membaik
5. Catatan perkembangan pasien
No Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi
1 Hipertermia b.d Proses Berikan kompres air S:
inflamasi dingin Keluarga mengatakan
Buka pakaian pasien dan panas anaknya berkurang.
anjurkan untuk memakai
pakaian tipis O:
Pasang infus RL 20 tt/i Pasien sudah diberi
pada klien kompres.
Anjurkan banyak minum Pasien mengenakan
Monitor suhu tubuh secara pakaian tipis.
ketat Pasang infus RL 20 tt/i
berjalan dengan lancar.
Suhu pasien mulai turun.
A:
Masalah hipetermi teratasi
sementara, pasien
dibolehkan pulang.
P:
Ajarkan kepada keluarga
memberikan obat yang
telah di berikan kepada
pasien.
Intervensi dihentikan.
2 Nutrisi kurang dari Pasang infus RL 20 tt/i S:
kebutuhan tubuh b.d pada klien Keluarga mengatakan
Intake makanan Berikan pasien minum air pasien tidak ada muntah
kurang/tidak adekuat lagi.
putih
Observasi intake dan O:
output pasien Infus terpasang RL 20 tt/i.
Kaji tanda tanda dan Nafsu makan pasien mulai
gejala dehidrasi seperti meningkat.
mukosa bibir dan turgor Mukosa bibir pasien
kulit kering, turgor kulit elastis
A:
Masalah nutrisi teratasi
sebagian, pasien
dibolehkan pulang.
P:
Intervensi dihentikan
6. Pengkajian Sekunder
a. Riwayat kesehatan sekarang
Keluarga pasien mengatakan badan panas sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit,
nafsu makan menurun, mual tetapi tidak muntah, batuk (-), diare (-).
b. Riwayat kesehatan dahulu
Keluarga pasien mengatakan pernah demam tetapi tidak sampai di bawa ke rumah
sakit.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga mengatakan tidak ada anggota keluarga yang demam di bawa kerumah sakit
seperti pasien
7. Kesadaran Pasien : CM (Compos Mentis)
8. Tanda – tanda vital
TD : 100/60 mmHg
N : 111 x/i
S : 37. 9 0C
RR : 21 x/i
9. Pengkajian fisik
Kepala : simetris, tidak ada kelainan, rambut hitam bersih,
Mata : bola mata simetris, konjungtiva anemis, tidak ada kelainan
Mulut : fungsi pengecapan normal, tidak ada kelainan pada mulut
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar getah bening, dan vena
jugularis
Dada : bentuk dada simetris, frekuensi pernafasan 21 x/i
Abdomen : tidak terdapat nyeri tekan pada bagian epigastrium
Genetalia : tidak terpasang cateter urine
Ektremitas :
o Atas
tidak ada jejas, tidak ada oedema, CTR < 2 detik, akral hangat.
o Bawah
akral hangat, CTR < 2 detik, tidak ada kelainan.
10. Pemeriksaan penunjang
Therapy : Inj Ranitidine
Inj Ondansentron
PCT Oral
11. Evaluasi diri
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama ... x 24 jam di harapkan demam pasien
turun, nafsu makan pasien meningkat.
12. Woc Hiperpireksia
Faktor endogen Terjadi Infeksi Pada
Saluran Pencernaan
Mikroorganisme, seperti virus, bakteri
Anoreksia, Mual-Muntah
Sel host inflamasi (makrofag, netrofil, sel Kuffer)
Asupan makan Tidak Adekuat
Sitokin pirogen terbentuk
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Sintesis PGE2 dalam hipotalamus
Mempengaruhi hipotalamus anterior
Aksi antipiretik
Peningkatan suhu tubuh
(> 37,50C - 400C)
Hipertermi