Anda di halaman 1dari 5

Tugas Individu

Manajemen Risiko

Disusun oleh:
Syach Frialdo (4516030061)

Dosen Pembimbing :
Kadunci, SE, M.Si

Program Studi Adminsitrasi Bisnis Terapan


Jurusan Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Jakarta
2020
1. Eksportir Amerika Serikat akan menerima 1 juta yen tiga bulan mendatang. Jelaskan
eksposur yang dihadapi oleh dia! Bagaimana efek perubahan kurs terhadap posisi spot-
nya?
Jawab:
A. Derivatif
Misalkan importir Jepang melakukan transaksi pembelian dari eksportir Amerika Serikat.
Importir tersebut harus membayar 1juta yen tiga bulan mendatang. Importir tersebut
dalam hal ini menghadapi risiko perubahan kurs jika yen melemah, ia bisa melakukan
langkah atau hedging dengan derivatif dan instrumen money-market.

Karena importir tersebut membutuhkan dollar 3 bulan mendatang, maka dia dikatakan
short S. Short S adalah sedemikian rupa jika dollar melemah, pemegang posisi short S
akan mengalami kerugian dan sebaliknya. Sebagai hedge-nya, importir tersebut bisa
membeli 3-bulan S forward.

B. Money-market Hedge
Misalkan instrumen derivatif tidak ada, hedging dengan money market instrument bisa
dilakukan. Misalkan eksportir amerika akan memperoleh 1juta yen 3 bulan mendatang. Ia
menghadapi risiko perubahan kurs, dan ia ingin menghilangkan risiko tersebut. Hedging
tersebut bisa dilakukan seperti berikut. Misalkan tiingkat bunga dalam S untuk 3 bulan
adalah 5%.

Jika eksportir Amerika Serikat akan menerima 1 juta yen pada 3 bulan mendatang. Pada
saat ini kurs Rp/¥ adalah Rp.145/¥ namun kurs Rp/¥ 3 bulan mendatang adalah Rp.152/¥.
Maka kurs Rp/¥ menguat pada 3 bulan mendatang dan membuat eksportir memperoleh
kerugian, karena harus membayarkan kurs ¥ lebih banyak daripada bulan sebelumnya.
Sebaliknya jika kurs Rp/¥ menurun pada 3 bulan mendatang maka eksportir memperoleh
keuntungan. Dari sisi eksportir, jika rupiah melemah, maka eksportir akan memperoleh
keuntungan karena memperoleh banyak rupiah. Sebaliknya apabila rupiah menguat,
eksportir tersebut akan mengalami kerugian karena memperoleh rupiah dalam jumlah
yang lebih sedikit.
Jadi, apabila nilai rupiah melemah, maka importir akan mengalami kerugian, semakin
besar pelemahannya, maka semakin besar kerugian yang diderita. Akan tetapi apabila
nilai rupiah menguat maka importir tersebut akan memeperoleh keuntungan karena
menyediakan rupiah dalam jumlah yang lebih sedikit.

2. Misalkan kurs awal tahun adalah yen 100/$. Kurs akhir tahun adalah yen 110/$. Berapa
persen apresiasi/ depresiasi yen terhadap dolar? Berapa persen apresiasi/ depresiasi dolar
terhadap yen?

Yen mengalami penurunan (depresiasi)


= (110-100)/100 × 100%
= 10%
=(100-110)/110 × 100%
= -9.09%
Pada kolom kedua, disajikan situasi yen melemah dari 100 yen pada awal tahun menjadi
110 yen pada akhir tahun. Berarti dolar mengalami apresiasi terhadap rupiah sebesar
10%. Apabila dipandang dari sudut yen, berarti yen mengalami depresiasi terhadap dolar
sebesar 9.09%.

3. Jelaskan eksprosur akuntansi!


Jawab:
Eksprosur Akuntansi terjadi jika perusahaan, khususnya perusahaan multinasional,
melakukan konversi laporan leuagan dari satu mata uang ke mata uang lainnya.
Alternatif Manajemen Akuntansi

Kurs Melemah Menguat


Aser Dikurangi Ditambah
kewajiban Ditambah dikurangi

Jika dalam situasi diatas, rupiah diperkirakan melemah, maka alternative yang bisa
dilakukan adalah mengurangi asset dan atau menambah kewajiban. Tetapi cara seperti itu
tidak sepenuhnya menghilangkan risiko, karena kita masih menebak-nebak arah
perubahan kurs. Dalam hal ini kita melakukan spekulasi. Jika tebakan kita salah, maka
kita akan merugi. Jika pasar sudah efisien, maka alternative semacam itu tidak akan
menghasilkan keuntungan. Alternatif lain dengan menggunakan derivative untuk
mencegah kerugian yang muncul akibat perubahan kurs.

4. Diantara tiga jenis eksposur: transaksi, akuntansi, dan operasi, mana yang paling tidak
penting? Jelaskan!
Jawab:
a. Eksposur transaksi mengukur perubahan pada nilai transaksi karena terdapat
perbedaan antara kurs valuta asing pada saat transaksi disepakati dan saat transaksi
diselesaikan atau dipenuhi. Jadi eksposur ini berhubungan dengan transaksi-transaksi
yang sudah ada, tetapi belum jatuh tempo. Eksposur transaksi akan mempengaruhi
aliran kas jangka pendek perusahaan.
b. Eksposur operasi disebut juga eksposur ekonomis, eksposur kompetatif atau eksposur
strategis yaitu mengukur perubahan nilai sekarang perusahaan tang disebabkan oleh
adanya perubahan pada aliran kas operasi di masa yang akan datang, karena terjadi
perubahan yang tak terantisipasi pada kurs valuta asing.
c. Eksposur transaksi dan eksposur operasi berhubungan dengan perubahan pada aliran
kas perusahaan. Perbedaannya adalah dampak eksposur transaksi memiliki jangkauan
waktu yang lebih pendek, karena hanya melibatkan transaksi-transaksi yang belum
jatuh tempo. Sebaliknyam eksposur transaksi mengukur kemungkinan penyimpangan
aliran kas dari yang diharapkan, baik aliran kas jangka pendek, jangka menengah
maupun jangka panjang.
d. Eksposur akuntansi disebut juga eksposur transaksi yaitu tidak menimbulkan
perubahaan pada aliran kas riil perusahaan. Eksposur ini timbul pada saat sebuah
MNC membuat laporan keuangan konsolidasi dari seluruh anak perusahaannya yang
tersebar di berbagai Negara.

Jadi menurut saya eksposure yang tidak penting adalah eksposure akutansi karena
eksposure akuntasi atau eksposur transaksi yaitu tidak menimbulkan perubahan pada
aliran kas riil perusahaan. Eksposur ini timbul pada saat sebuah Multi National
Corporation yang membuat laporan keuangan konsolidasi dari seluruh anak
perusahaannya. Perusahaan international juga tidak peduli dengan eksposur akutansi
umumnya berpendapat bahwa pendapat yang diperoleh oleh cabang-cabang
perusahaan tidak perlu dikonversi dalam mata uang perusahaan induknya. Ini akibat
karena mereka tidak yakin eksposur akuntasi relevan.

5. Kenapa perusahaan dengan teknologi tinggi lebih efisien? Bagaimana penjelasan dari sisi
keuangan/ ekonomi?
Jawab:
Pada dasarnya, penguasaan teknologi informasi bukan hanya begitu penting bagi
perusahaan multinasional saja, namun sangat penting bagi semua kalangan. Hal ini
disebabkan karena kemampuan untuk enguasai teknologi informasi menjadi kunci dalam
melaksanakan serta mengorganisasikan suatu proses, melalui informasi kita dapat
mengetahui cara yang lebih baik untuk mencapai kesusksesan peruahaan kita, mampu
melihat para pesaing serta mempermudh kita melakukan komuikasi tanpa terbatasi oleh
jarak maupun waktu.

6. Jelaskan risiko politik! Cari informasi risiko Negara! Bagaimana possi Indonesia?
Jawab:
Risiko politik (political risk) adalah risiko yang muncul sebagai konsekuensi
ketidakpastian politik dan bisa berkembang menjadi penyebab biaya atau pengurang
pendapatan dari investasi luar negeri. Risiko ini dapat timbul karena perubahan di
pemerintahan, legislatif, pimpinan militer dan pembuat kebijakan lain yang tidak
menguntungkan. Juga disebut risiko geopolitik. Risiko Politik adalah political risk
sovereign risk yaitu risiko kesulitan membayar kewajiban oleh negara peminjam dengan
persyaratan yang telah ditetapkan sebagai akibat terganggunya stabititas politik negara
tersebut.

Perusahaan Multinasional harus menilai risiko negara tidak hanya negara tempat
perusahaan tersebut berusaha tetapi juga negara dimana perusahaan akan mengekspor
atau mendirikan anak perusahaan. Beberapa karakteristik risiko suatu negara dapat secara
signifikan mempengaruhi kinerja, dan perusahaan tersebut harus mempertimbangkan
besarnya pengaruh karakteristik tersebut. Kerap sekali dalam melakukan bisnis pada
lingkungan bisnis asing tidak sama dengan menjalankan bisnis di negeri sendiri. Selain
itu, ada risiko makro di negara asing yang mungkin bukan bagian dari sistem atau
kebijakan politik yang menguntungkan bisnisnya saat ini.