Anda di halaman 1dari 4

Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi  teks cerita inspiratif.

Standar Kompetensi :
3. Memahami dan Menguasai Teks Narasi.
Kompetensi Dasar :  
3.11 Mengidentifikasi isi ungkapan simpati, kepedulian, empati, atau perasaan pribadi dari
teks cerita inspiratif yang dibaca dan didengar.
3.12 Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi  teks cerita inspiratif.
Materi Pokok / Pembelajaran :
• Fungsi teks narasi.
• Model teks narasi cerita inspiratif.
• Struktur teks narasi.
• Ciri-ciri kebahasaan teks narasi: kata/kalimat deskriptif,  kata ekspresif,  majas.
• Simpulan isi ungkapan simpati, kepedulian, empati atau perasaan pribadi dalam bentuk
cerita inspiratif
Fungsi Teks Narasi
– Pemberian informasi berupa pengalaman yang disajikan secara estesis kepada pembaca.
– Pemberian informasi dengan adanya kronologi suatu peristiwa yang di lengkapi dengan
unsur-unsur narasi
– Menyampaikan pengalaman untuk hiburan semata
– Menceritakan kenyataan atas suatu kejadian yang telah terjadi demi kepentingan tertentu.
Model Teks Narasi Cerita Inspiratif
1. Narasi Informatif/Ekspositoris
Narasi informatif adalah karangan yang bertujuan untuk menyampaikan sebuah informasi
dengan tepat mengenai suatu peristiwa atau kejadian.
Contoh:
Perang Surabaya
Pada tanggal 10 November meletuslah sebuah perlawanan rakyat di Surabaya untuk mengusir
Belanda dan para sekutunya dari tanah air. Perang ini berawal dari kemarahan tentara inggris
akibat dari terbunuhnya pimpinan mereka, Brigadir Jenderal Mallaby. Akibat tewasnya
pimpinan mereka pihak Inggris dan sekutunya memberikan sebuah ultimatum kepada seluruh
pejuang yang da di Surabaya waktu itu untuk menyerah.
Bukannya menyerah, ultimatum tersebut malah dianggap sebuah penghinaan oleh para
pejuang dan rakyat. Mereka membentuk sebuah milisi-milisi perjuangan untuk menghadapi
piahk Inggris yang mengancam untuk menyerang.
Mengetahui utimatumnya ditolak, pihak Inggris dan sekutunya marah besar, kemudian pada
10 November pagi mereka melancarkan serangan besar-besaran melalui laut, darat dan udara

1
dengan mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank dan kapal
perang. Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh pihak sekutu. Mereka mengebom gedung-
gedung pemerintahan dan membunuh para pejuang. Kejadian waktu itu sangatlah
mengerikan, pembunuhan terjadi di mana-mana dan membuat para pejuang terdesak.
Namun, diluar dugaan rencana mereka untuk menaklukan kota Surabaya dalam 3 hari gagal.
Seluruh pejuang dan rakyat Surabaya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan. Semangat
juang para pahlawan waktu itu muncul berkat seorang pemuda yang bernama Bung Tomo,
dia dengan gagah berani memekikan pidato untuk membakar seluruh semangat para pejuang.
Pertempuran Surabaya berlangsung sekitar 3 minggu dan dimenangkan oleh pihak sekutu.
Meskipun kota Surabaya jatuh ketangan sekutu, perlawanan rakyat Surabya waktu itu
membangkitkan semangat juang seluruh rakyat Indonesia.
2. Narasi Artistik
Karangan narasi artistik adalah sebuah karangan yang menceritakan suatu kisah atau
peristiwa yang bertujuan untuk memberikan pengalaman estetis kepada pembacanya. Cerita
yang diceritakan dalam karangan ini berupa fiksi maupun non fiksi dan bahasa yang
digunakan biasanya merupakan bahasa-bahasa figurative atau kiasan.
Contoh:
Pertarungan di Pagi Buta
Kala itu mentari belum bangun dari peraduannya, ayam-ayam jago pun belum melakukan
tugasnya. Namun, Pak Raden telah keluar dari rumahnya. Kulitnya yang keriput dan tipis
seolah-olah tidak mempan oleh hembusan angin yang sedari tadi berusaha untuk
membekukannya. Tangannya yang kekar memikul sebuah pancul di tangan kanannya
sedangkan di tangan kirinya memegang sebuah bingkisan besar.
Pada saat Pak Raden melangkahkan kakinya menuju sawahnya, langkahnya terhenti oleh
tangisan anak bayi yang memecah keheningan pagi itu. Dengan sangat ketakutan Pak Raden
mencari sumber datangnya suara itu. Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seorang bayi
yang mungil tergeletak di bawah pohon beringin besar itu. “Bayi siapa ini? Haruskah aku
membawanya?” Pak Raden bimbang.
Ketika dia ingin mengangkat bayi itu, tiba-tiba seekor harimau yang cukup besar
menyerangnya, tetapi dengan sigap Pak Raden mengelak terkaman harimau itu. Ternyata
suara tangis bayi itu, turut memancing seekor harimau. Tampaknya harimau tersebut sedang
kalaparan dia memandangi bayi yang tergeletak tersebut dengan tatapan yang mengerikan.
Melihat harimau tersebut pak Raden menggunakan cangkulnya untuk menjauhkan harimau
itu. Tetapi harimau itu melawan, dia berbalik dan menyerang Pak Raden. Terkaman harimau
itu berhasil melukai Pak Raden. Dia jatuh di tanah dan terdesak, saat harimau tersebut hendak
menerkamnya kembali, Pak Raden mengambil cangkul yang berada di sampingnya dan

2
mengarahkan kepada hariamu itu. Lalu tembuslah cangkul itu di perut harimau, kemudian
harimau itu pun mati.
Setelah berhasil membunuh harimau itu, Pak Raden mengangkat bayi itu dan membawanya
pulang bersamanya untuk diurus dan diangkat menjadi anaknya.
3. Narasi Sugestif
Narasi sugestif menceritakan sebuah peristiwa atau kisah dengan maksud terselubung kepada
para pembaca atau pendengarnya.
Contoh:
Apa yang Ditanam Itu yang Dituai
Hari itu langit sangat terik, Namun Budi tetap menarik gerobaknya. Dia susuri lorong-lorong
pasar itu dengan harap ada yang membeli getuk buatan ibunya. Hari itu Budi sangat
membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya.
Sejak pagi tadi Budi mengelilingi pasar itu, tetapi tak ada seorang pun yang membeli bahkan
hanya untuk menawarnya pun tidak ada. Budi hampir putus asa, pikiran-pikiran jahat pun
mulai masuk ke otaknya. Namun, Budi teringat kata-kata ibunya bahwa berbuat baik dan
berdoalah agar mendapat berkah dari Allah. Lalu Budi menepis semua pikiran itu dan berdoa
kepada Allah agar dia bisa mendapatkan uang untuk mengobati ayahnya.
Lalu Budi melanjutkan perjalananya. Pada saat Budi melewati kios-kios toko Budi melihat
seorang pria yang sedang mengikuti seorang wanita tua. “Pasti orang itu akan berbuat yang
tidak-tidak!” pikir Budi dan benar saja seketika pria itu merampas tas wanita itu. Wanita itu
menjerit, dengan cepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh
bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan
memberikannya kepada wanita itu.
“Terimakasih nak, untung ada dirimu,” kata wanita itu memuji Budi. “iya, lain kali hati-hati
ya bu!” jawab Budi sambil meninggalkan wanita itu. “Hey nak tunggu, ini ada sesuatu
untukmu,” kata wanita itu. “tidak usah buk, aku tadi hanya kebetulan lewat,” jawab Budi.
Wanita itu merasa heran dengan kebaikan Budi, lalu tanpa sengaja dia melihat gerobak getuk
Budi dan berkata “Baiklah kalau kamu tidak menginginkan uang ini, biarakan saya membeli
semua getukmu”. Mendengar suara itu Budi menjadi senang dan haru akhirnya dia bisa
mendapatkan uang dan membelikan obat untuk ayahnya. “Terimakasih bu!” jawab Budi
kepada Wanita itu.
Struktur Teks Narasi
1.Orientation
Pada bagian yang pertama ini, penulis menjabarkan waktu, tempat, tokoh, serta watak dari
setiap tokohnya dan apa yang sedang terjadi.
2. Complication

3
Setelah orientation, pada bagian selanjutnya penulis menceritakan kejadian penting, sebab,
dan pemicu yang menimbulkan konflik antar tokoh yang akan menimbulkan kejadian-
kejadian yang lain sebagai akibat dari konflik sebelumnya sampai konflik tersebut mencapai
puncaknya.
3. Resolution
Setelah konflik terebut telah mencapai puncaknya, maka pada bagian resolution ini, konflik
tersebut sudah menurun hingga terselesaikan/terpecahkan.
4. Re-Orientation
Pada langkah yang terakhir ini, penulis menuliskan/menyampaikan sebuah penutup berupa
pesan moral dari cerita tersebut. Tahap akhir ini bisa dihilangkan oleh penulis.
Ciri-ciri Kebahasaan Teks Narasi
Gaya Bahasa yang Digunakan (Lexicogrammatical Features)
Untuk memahami Fungsi, Bentuk, dan Ciri-Ciri Narrative Text dalam Bahasa Inggris, Anda
juga perlu mengerti gaya bahasanya, berikut penjelasannya;
 Menggunakan past tense : Polanya: Subject + Verb 2 + Object
 Memakai kata keterangan waktu yang menghubungkan antar kejadian (one day, one
upon a time, long time ago, dll).
 Menggunakan kata hubung untuk menghubungkan kejadian yang satu dengan
kejadian yang lainnya, seperti then, after tahat, dll.
 Kejadiannya berurutan, setelah kejadian yang satu, kemudian yang kedua, dan
selanjutnya

Anda mungkin juga menyukai