Anda di halaman 1dari 3

Tabel perbandingan sistem seluler 1G,2G,3G dan 4G, dari teknologi, spesifikasi serta fiturnya.

Generasi Contoh Teknologi Spec and Fitur


NMT (Nordic Mobile Telephone)
Menggunakan sinyal Analog, percakapan dimodulasi ke frekuensi yang lebih tinggi (150 MHz ke atas).

AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah sistem analog cellular yang pertama dignakan di
1G Amerika Serikat. AMPS cellular system adalah frekuensi duplex dengan chanel – chanel terpisah dari 45
MHz. Sinyal control chanel dan voice chanel dikirimkan pada kecepatan 10 kbps. Telephon seluler AMPS
AMPS (Analog Mobile Phone System)
mempunyai tiga kelas dari maximum output power. Kelas 1,  mobile telephone mempunyai tegangan
keluaran maksimal sebesar 6 dBW (4 Watts). Kelas 2, mempunyai tegangan keluaran maksimal sebesar 2
dBW (1.6 Watts). Dan kelas 3, sanggup mengirimkan hanya dengan 2 dBW (0.6 Watts).

Menggunakan sinyal Digital, Percakapan dalam 2G diencode menjadi sinyal digital, GSM adalah standar
paling populer untuk telepon mobile dunia. Layanan GSM digunakan lebih dari 2 milyar orang dari 212
negara dan kawasan. Jumlah negara yang banyak mengadopsi standar GSM memungkinkan kerjasama
GSM (Global System for Mobile Communication)
antar operator sehingga dapat digunakan untuk komunikasi user antar negara walaupun dengan operator
yang berbeda. GSM berbeda dengan pendahulunya dalam jalur pensinyalan dan percakapan semuanya
dalam bentuk digital. Fakta ini juga berarti komunikasi data telah dibangun dalam sistem

2G iDEN (integrated Digital Enhanced network)


D-AMPS (Digital-Analog Mobile Phone System) Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS (Short Message Service
cdmaOne adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter), voice mail, call waiting,
dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Kelebihan 2G dibanding 1G
selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. suara yang dihasilkan menjadi lebih
PDC (Primary Domain Controller) jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital.
Tenaga yang diperlukan untuk sinyal sedikit sehingga dapat menghemat baterai, sehingga handset dapat
dipakai lebih lama dan ukuran baterai bisa lebih kecil.
GPRS memiliki transfer data yang cepat. GPRS memanfaatkan kanal TDMA yang tidak terpakai pada
GPRS (General Packet Radio System) jaringan GSM. Dalam teori terbatas untuk paket data 171.2 Kb/s (menggunakan slot dan CS-4 coding).
Realisasinya bit rate-nya adalah 30-80, karena memungkinkan menggunakan maksimal 4 slot untuk
downlink.

2.5G
CDMA (Code Division Multiple Access) adalah sebuah bentuk multipleksan dan sebuah metode akses
2.5G secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu(TDMA) atau frekuensi(FDMA) namun
dengan cara mengkodekan data dengan kode khusus yang diasosiakan dengan setiap kanal yang ada.
CDMA (Code Division Multiple Access) 2000 1x Sejumlah istilah yang berbeda digunakan untuk mengacu pada penerapan CDMA, standar pertama yang
diprakarsai QUALCOMM dikenal sebagai IS-95. IS-95 sering disebut sebagai 2G atau selular generasi
kedua. Setelah beberapa kali revisi IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar ini diperkenalkan untuk
memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi IMT-2000 untuk 3G. Standart ini juga disebut
1xRTT yang mengidentifikasi bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama 1.25 MHz. Suatu skema
terkait yang disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25 MHz menjadi sebuah lebar pita 3.75
MHz yang memungkinkan laju letupan data yang lebih tinggi untuk seorang pengguna individual.

EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) Merupakan teknologi telepon mobile yang memperbaiki jaringan 2G dan 2.5G khususnya dalam jalur
2.75G komunikasi data. Teknologi ini bekerja pada jaringan GSM. EDGE dapat bekerja pada jaringan GPRS ada

Layanan 3G memberikan kemampuan untuk mentransfer secara simultan baik data voice dan non-voice
data (seperti saat download informasi, pertukaran email dan instant messagiing). UMTS memiliki layanan
UMTS (Universal Mobile Telecommunications
data secara teori sampai 11 Mbit/s, meskipun dalam perkembangannya yang disebarkan ke user dalam
System)
jaringan performanya hanya mencapai 384 kbit/s untuk handset R99 dan 1-2 Mbit/s untuk handset
HSDPA untuk koneksi dwonlink.

3G
Memiliki struktur jaringan yang kompleks dan perlu melibatkan banyak protokol untuk meng-cover
W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple seluruh sistemnya. Oleh sebab itu, jaringan akses generasi ke-4 (4G) diharapkan memiliki struktur yang
Access) lebih sederhana yang seluruhnya berbasis pada internet protocol (all-IP). Dengan berbasis pada IP, seluruh
lalu lintas paket dalam jaringan akses dan jaringan backbone adalah seragam, tanpa perlu
mengkonversikan satu protokol ke protokol lainnya.
TD-SCDMA (Time Division-Synchronous Code
Division Multiple Access)
CDMA2000 1xEV-DO
HSPA (High Speed Packet Access) HSPA (High Speed ​Packet Access) yang ditawarkan oleh beberapa operator selular, memerlukan modem
khusus, dibangun ke beberapa notebook dan juga tersedia sebagai dongle USB. Kecepatan hingga 3,6
Mbps.
3.5G
Adalah protokol dalam telepon mobile berbasis jaringan UMTS 3G yang menyediakan transfer data yang
HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) lebih cepat. Sekarang HSDPA yang dipasang mendukung 1.8 Mbit/s sampai 3.6 Mbit/s saat downlink.
Untuk kedepannya direncanakan mencapai 7.2 Mbit/s.
3.75G HSPA+

WIMAX (Wordwide Interoperability for Mikrowave Access) merupakan teknologi akses nirkabel pita
lebar (broadband wireless access atau BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan
Mobile WiMAX (Worldwide interoperability for
jangkauan yang luas. Disamping kecepatan data (70MBps), WIMAX juga membawa isu open standar.
Microwave Access)
Dalam arti komunikasi perangkat WIMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan.
WIMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed
Transisi
enterprise
3.5G ke 4G

LTE diperkenalkan sebagai standard 3GPP Release 8. Pada awalnya pengembangannya, LTE dinyatakan
LTE (3GPP Long Term Evolution) sebagai bentuk peningkatan teknologi 3G atau pre-4G karena hanya merupakan pengembangan dari
UMTS. Selain itu dengan spesifikasi peak rates 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink,
LTE jelas tidak memenuhi kriteri teknologi 4G yang ditetapkan ITU-IMT Advanced.
Peningkatan spesifikasi ini dikenal dengan LTE-Advanced (LTE-A). Selain memenuhi peak rates 1 Gbps,
LTE Advanced peningkatan spesifikasi juga dilakukan pada elemen Radio Access Network (RAN) dan Radio Access
Control (RAC) untuk meningkatkan performance jaringan. Standard resmi LTE-A ditetapkan dalam 3GPP
Release 10, dan diharapkan akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2010
4G WIMAX (Wordwide Interoperability for Mikrowave Access) merupakan teknologi akses nirkabel pita
lebar (broadband wireless access atau BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan
WiMAX-Advanced (IEEE 802.16m) jangkauan yang luas. Disamping kecepatan data (70MBps), WIMAX juga membawa isu open standar.
Dalam arti komunikasi perangkat WIMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan.
WIMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed
enterprise