Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KELOMPOK

ANALISIS BIDANG PELAYANAN KONSELING


“ANALISIS VIDEO BROKEN HOME”

DOSEN PENGAMPU :
Prof. Dr. Mudjiran, M.S., Kons.
Dr.Yarmis Syukur, M.Pd., Kons.
Dr. Afdal, M.Pd., Kons.

DISUSUN OLEH :

Apriana Nofriastuti .R 20010004


Fardhatul Riani Putri 20010017

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KONSELOR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
ANALISIS VIDEO
A. Identitas Klien

Jenis kelamin : Laki-laki


Masalah yang dialami : Broken Home

B. Gambaran Masalah Klien

Klien seorang anak laki-laki yang dibesarkan oleh keluarga yang


broken home. Orang tua klien berpisah dan klien ikut ibunya, namun saat
ini klien sering tinggal dirumah dengan pengasuhnya karena ibu nya sibuk
bekerja di luar kota. Klien kerap kali merasa tidak pernah di perhatikan
oleh orang tuanya, tidak pernah bahagia, ia selalu menjadi patung yang
selalu harus mengikuti apa kata ibunya tanpa pernahberkomentar dan
memberitahu apa yang ia rasakan, ia selalu dibandingkan dengan kedua
abangnya yang sangat rajin, pintar dan tidak menyusahkan orang tua,
terkadang ia merasa jengkel memiliki orang tua yang seperti ini dan tidak
pernah sekalipun membuat klien tenang dan menggap klien adalah
individu yang seharusnya disayang seperti kedua abnagnya.
Karena hal itu, ia sering sekali bolos, tidak mengerjakan tugas, hidup
tidak bersemangat, melakukan penyimpangan sosial dan tidak
memanfaatkan waktu luang secara baik dan positif. Di dalam kehidupan
sehari- harinya klien hanya mengurung diri dikamar, bermain handphone,
laptop kadang membaca komik. Klien hanya kluar kamar jika hendak
kesekolah bahkan klien makanpun dikamar karena klien tidak merasakan
kenyamanan berada dirumah. Klien merasa rumahnya sebagai penjara dan
tidak punya tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya. Kerap kali klien
dimarahi oleh guru karena sering tertidur dikelas pada jam pelajaran, klien
hanya diam saja dan tidak melakukan interaksi sosial sama sekali. Pada
akhirnya klien tidak tahan lagi dan meminta gurunya menelfon orang
tuanya disanalah gurunya tercengang melihat bagaimana ibu klien berkata
kasar dan untuk pertama kali klien menjawab ibunya.
C. Arah Pengembangan/ Jenis Layanan
Arah pengembangan dari kasus ini adalah pada bidang pribadi,
sosial, agama dan keluarga. Agar klien lebih bisa mengenal dirinya sendiri,
lingkungan sosial yang seharusnya menjadi tempat mendukung tumbuh
kembang individu secara baik serta optimal, klien harus didekatkan kepada
Allah agar merasa tenang dan keluarga yang seharusnya paham bagaimana
cara memperlakukan anak tanpa harus membanding- bandingkan dengan
anggota keluarga yang lainya.

D. Upaya pemecahan masalah


Upaya pemecahan masalah yang di lakukan konselor adalah.
1. Memberikan pembinaan kepada klien untuk memahami dan menerima
keadaannya setelah perpisahan orang tuanya.
2. Memberikan pembinaan tentang mendekatkan diri kepada Allah
agarvklien menjadi tenang dan jauh dari penyimpangan sosial,
3. Memberi pembinaan membahas hal-hal yang mungkin terjadi jika
klien bertahan didalam kesedihan dan tidak mampu mengungkapkan
apa yang ia rasakan,
4. Memberi pembinaan bagaimana pikiran klien agar terbuka ke hal yang
lebih positif,
5. Memberikan pembinaan untuk membicarakan hal tersebut kepada wali
kelas, guru bk, sehingga klien dapat keluar dari permasalahan tersebut.

E. Tanggapan
Pada bidang keluarga, hendaknya klien mencari tahu apa saja yang
menyebabkan ibunya sangat marah dan selalu membandingkan ia dengan
kedua abangnya.
Pada bidang belajar, terlihat bahwa klien tidak fokus dalam
mengikuti kegiatan belajar.
Pada bidang pribadi, hendaknya setelah klien tinggal bersama
ibunya, klien menjadi lebih berani mengungkapkan apa yang di rasa
kepada ibunya dan melihat apa yang salah dalam dirinya sehingga ibunya
bersikap seperti itu.
Pada bidang agama, klien tidak pernah melakukan ibadah yang
seharusnya justru sangat harus dilaksanakan dan klien juga akan tenang
serta prilaku klien tidak menyimpang.

Tanggapan berdasarkan BMB3 yaitu.


a. Berfikir : Saya berfikir bahwa masih banyak hal yang perlu
digali tentang permasalahan yang dihadapi klien.
b. Merasa : Saya merasa senang karena bisa menambah
pemahaman saya tentang berbagai jenis permasalahan yang di
hadapi setiap individu.
c. Bersikap : Saya akan mempelajari kembali berbagai teknik
dalam pemberian layanan bisa sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Saya ingin membantu mengatasi permasalahan klien
d. Bertindak : Saya menganalisis video ini untuk mendapatkan
pemahaman tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi
dalam kehidupan klien
e. Bertanggungjawab : Saya bertanggungjawab untuk menjadi
guru BK yang baik, dan mampu memandirikan klien/peserta
didik.
IDENTIFI- CARA ARAH BIDANG KETEPATAN HASIL
KASI PENGUNGKAPA PENGEM- CARA BERFIKIR MERASA BERSIKAP BERTINDAK BERTANG-
MASALAH N MASALAH BANGAN PENANGANAN GUNG JAWAB
MASALAH
Broken Konseling Pengembangan Melakukan Kami berfikir Kami merasa Kami akan Kami akan Kami
Home individu bidang pribadi, layanan bahwa masih senang karena mempelajari menganalisis bertanggungj
sosial agama konseling banyak hal yang bisa menambah kembali beberapa awab untuk
dan keluarga. individual dan perlu digali pemahaman berbagai laporan menjadi guru
memandang lebih tentang mengentaskan teknik dalam konseling dan BK yang
luas tentang
permasalahan masalah dari pemberian video untuk baik, dan
permasalahan
klien. Bidang yang dihadapi permasalahan layanan mendapatkan mampu
pengembangan klien ini pemahaman memandirika
yang ada pada tetang n klien
klien tidak hanya permasalahan
pada masalah klien dan
pribadi saja, teknik-teknik
namun terdapat konseling yang
beberapa bidang relevan
lainnya digunakan
dianataranya,
berkeluarga,
belajar, agama
dan sosial.