RESUME
“ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEGAWATDARURATAN DENGAN
DIAGNOSA MEDIS SNH (STROKE NON HEMORAGIK) PADA Tn.S DI RUANG
IGD RSUD RA KARTINI JEPARA”
Disusun oleh :
Nama : Devi Aprelia Harum
Nim : 72020040026
Prodi : Profesi Ners
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
Jalan Ganesha 1 Purwosari Kudus Telp./Faks.(0291)442993/437218 Kudus
59316 Website : http://www.stikesmuhkudus.ac.id
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEGAWATDARURATAN DENGAN STROKE NON
HEMORAGIK PADA Tn.S DI RUANG IGD
RSUD RA KARTINI JEPARA
Nama Mahasiswa : Devi aprelia harum
Nim : 72020040026
Hari/Tanggal : 22 Oktober 2020
Jam : 14.30
Tempat Praktek : RSUD RA KARTINI JEPARA
Cara Pengkajian : 1. Alo Anamnesa
2. Auto Anamnesa
A. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : Tn. S
Umur : 59 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan :-
Suku/Bangsa : Jawa Indonesia
Status Perkawinan : Kawin
Alamat : Kecapi
Tanggal Masuk RS : 22 oktober 2020
No.RM : 000509xxx
Diagnosa Medis : SNH
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn.A
Umur : 31 Tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : PNS
Alamat : Kecapi
Hubungan Dengan Pasien : Anak
2. Pengkajian Fokus
Pengkajian Dx Keperawatan
Air Ways (Jalan Nafas) ( ) aktual
Sumbatan : ( ) resiko
( ) benda asing
( ) darah
( ) bronkospasme
( ) sputum
( ) lendir
(√ ) tidak ada
Bunyi nafas :
(√ ) vesikuler
( ) ronchi
( ) wheezing
( ) hipersonor
( ) creakles
( ) snoring
Breathing (pernafasan) (√ ) aktual
Sesak dengan : ( ) resiko
( ) aktivitas
(√ ) tanpa aktivitas
( ) menggunakan otot tambahan
Frekuensi : 26x/menit
Pengembangan dada
(√ ) simetris
( ) tidak simetris
Circulation (sirkulasi) ( ) aktual
Abdomen ( ) resiko
(√ ) datar ( ) cembung
( ) elastis ( ) cekung
( ) lembek ( ) asites
( ) kembung
Turgor
(√ ) baik
( ) sedang
( ) buruk
Kulit
( ) Bintik merah
( ) jejas
( ) lecet-lecet
( ) luka
Suhu : 37,10C
Pencernaan :
Lidah kotor
( ) ya (√ ) tidak
Nyeri :
( ) ya
- ( ) ulu hati
- ( ) kuadran kanan
- ( ) menyebar
(√ ) tidak
Integumen ( kulit )
Terdapat luka
( ) ya ( √ ) tidak
Dalam
( ) ya ( √ ) tidak
Pendarahan
( ) ya ( √ ) tidak
Dissability ( ) aktual
Tingkat kesadaran (√ ) resiko
(√ ) composmentis
( ) apatis Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
( ) somnolen b.d embolisme
( ) sopor (Domain 4 aktivitas/istirahat, Kelas 4
( ) soporocoma kardiovaskuler/pulmonal, 00201)
( ) koma
Pupil
(√ ) isokor
( ) anisokor
( ) miosis
( ) medriasis
Reaksi terhadap cahaya
Ka :
(√ ) positif ( ) negatif
Ki :
(√ ) positif ( ) negatif
GCS : E4 M5 V6
Terjadi :
(√ ) kejang
(√ ) pelo
(√ ) kelumpuhan
(√ ) mulut mencong
( ) afasia
( ) disatria
Nilai kekuatan otot :
( 0 ) refleks
(2+) babinsky
( 0 ) patella
(2+) bisep/trisep
( 0 ) brundynsky
Eksposure
Melakukan pengkajian head to toe
Keadaan umum : Pasien tampak lemas
Kesadaran : Composmentis, E:4 M:6 V:5 (GCS 15)
TTV : TD : 156/105mmhg
Nadi : 90x/menit
Suhu : 37,1℃
RR : 20x/menit
a) Kepala : Mesocepal, rambut beruban, rambut bersih
b) Wajah : Wajah pucat, simetris tidak ada pembengkakan
c) Mata : Simetris, sclera ikterik, konjungtiva anemis
d) Hidung : Simetris dan tidak ada polip, terpasang nasa kanul
e) Mulut : Bibir tidak sianosis, pucat dan kering
f) Telinga : Simetris, terdapat serumen
g) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
h) Dada :
Paru
I = Simetris
P = Tidak ada benjolan dan nyeri tekan, pergerakan dada simetris
P = Suara sonor
A = Suara nafas vesikuler
Jantung
I = Ictus cordis terlihat
P = Ictus cordis teraba
P = Pekak
A = Suara jantung regular
Abdomen
I = Normal, tidak tampak adanya asites
A = Peristaltic usus terdengar bising
P = Tidak ada nyeri tekan
P = Terdengar timpani
i) Genetalia : Tidak terpasang kateter
j) Ekstermitas :
Atas = terpasang infuse di tangan kanan, akral hangat
Bawah = tidak terdapat odema, tidak terdapat farises
Kekuatan otot
0 4
0 1
3. Pengkajian Sekunder
1) Heart monitor
Dari pemeriksaan EKG didapatkan Hate-rate 87, normal EKG dengan
interpretasi sinus rhythm.
2) Anamnesa
a) S (sign and symptoms)
Pasien merasakankejang dan pusing
b) A (allergies)
Pasien mengatakan tidak ada alergi, baik itu alergi makanan dan
udara.
c) M (medications)
Pasien tidak mengkonsumsi obat sembarangan
d) P (past illness)
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dari rumah diantar keluarga dengan kondisi kejang
dan kondisi tubuh lemah disertai pusing, keluarga pasien
mengatakan Tn.S kejang sudah sejak malam hari tetapi sembuh
dan kambuh lagi, kemudian dibawa menuju IGD RSUD RA Kartini
pada tanggal 22 oktober 2020 pukul 12.50 wib. Setelah dilakukan
pemeriksaan fisik didapatkan TTV, TD: 156/105 mmHg, N:
90x/menit, RR: 26x/menit, SPO2 : 100% dan T: 37,10C GCS = 15
(Composmentis), GDS: 537, akral hangat. Kemudian dilakukan
pemeriksaan fisik didapatkan mata cekung (-/-) thorax : cor tak
membesar, pulmo terlihat tak tampak infiltrat. Pasien
mendapatkan terapi O2 nasa kanul 3 liter /menit, dipasang infuse
IVFD Nacl 0,9 %, loading 1000 cc : 30 tetes/menit, kemudian
diberikan terapi injeksi citicoline 240 mg/8jam, injeksi omeprazole
40 mg/2 jam, injeksi penitoin 100 mg/12 jam, PO captopril 25
mg/8 jam, amlodipin 10 mg/24 jam.
Riwayat penyakit keluarga
Pasien mengatakan tidak memiliki penyakit keluarga atau
penyakit turunan
Riwayat penyakit dahulu
Pasien mengatakan memiliki penyakit DM sudah 3 tahun
e) L (last meal)
Terakhir memakan sayur bening dan ikan tongkol
f) E (Event)
Pasien malam harinya sebelum siangnya ke RS telah mengalami
kejang tetapi tidak dibawa ke RS karena ada perawat pribadi yang
menanganinya.
3) Finger to orif
a) Hidung
Tidak ada pendarahan, tidak ada luka, tidak ada pembengkakan,
terpasan O2 nasa kanul
b) Telinga
Tidak ada benda yang masuk, tidak ada pendarahan, tidak ada luka,
tidak ada pembengkakan
c) Anus
Tidak ada benda yang masuk, tidak ada pendarahan, tidak ada luka,
tidak ada pembengkakan
1.) Pemeriksaan Penunjang
a.)Laboratorium (tanggal 22-10-2020, pukul 14.28 WIB)
Pemeriksaan Nilai Satuan Nilai Normal
Laki-laki
- hemoglobin 13,9* gr% 14 ~18
- leucocyt 11,790* Mm 3 4000 ~ 10000
- trombocyt 294.000 Mm 3 150000 ~ 400000
- hematokrit 37,8* % 40 ~ 48
- eosinophil 0 % 1~3
- bashophile 0 % 0~1
- staf 2 % 2 ~6
Laboratorium (tanggal 22-10-2020, pukul 15.06 WIB)
Pemeriksaan Nilai Satuan Nilai Normal
Laki-laki
GDS >500* mg% 80 ~ 150
GDS 537 * mg% 80 ~ 150
UREUM 58,8* mg% 10 ~ 50
CREATININ 1,72* mg/dl 0,6 ~ 1,1
CHOLESTEROL 247 mg% 150 ~ 250
TRIGLISERID 346* mg% 74 ~ 150
HDL 51 mg% 35 ~ 55
LDL 126 mg% <150
NATRIUM 134,1* mmol/L 135 ~ 155
Kalium I potasium 3,95 mmol/L 3,5 ~ 5,5
CHLORIDA 99,5 mmol/L 95 ~ 105
URIC ACID 8,7* mg% 3,4 ~ 7
a) Pemeriksaan Radiologi
(22.10.2020 15:05)
Hasil resume
TS YTH Pemeriksaan X-Foto Thorax (inspirasi)
Cor : Corakan Vaskuler Pulmo merapat
Kesan :
Cor tak membesar
Pulmo terlihat tak tampak infiltrat
b) Terapi medis
Terapi pengobatan yang diberikan :
IVFD Nacl 0,9 %
loading 1000 cc : 30 tetes/
injeksi citicoline 240 mg/8jam
injeksi omeprazole 40 mg/2 jam
injeksi penitoin 100 mg/12 jam
PO captopril 25 mg/8 jam
amlodipin 10 mg/24 jam
5. Analisa Data
No Hari/Tgl Data Fokus Action (Tindakan) Respon
Jam (DS & DO)
1 Kamis DS: O. Monitor tekanan Pasien merasa
22/10/20 pasien mengatakan darah nadi, suhu sedikit lebih
20 pusing dan sering dan status nyaman,
14:30 kejang pernafasan pusing
WIB DO: dengan cepat berkurang
Kesadaran (monitor TTV,
composmentis 6680)
Pasien tampak lemah N. Dorong fleksi dan
TD :156/105mmHg ektensi kaki
N : 90x/menit setidaknya
sepuluh kali setiap
RR : 26x/menit
jam (pencegahan
SPO2 : 100%
emboli, 4110)
T : 37,10C
E. intruksikan pasien
GCS = 15
dan keluarga
(Composmentis)
pasien untuk
GDS: 537
memanggil jika
Hb: 13,9*
dirasa tanda akan
Leucocyt: 11,790* terjadinya kejang
Hematokrit: 37,8* (pencegahan
Bicara pelo kejang, 2690)
Kekuatan otot C. kolaborasikan
0 4 pemberian obat
0 1 dengandokter dan
Dx: Ketidakefektifan
tim medis lainnya,
Perfusi Jaringan Otak
pemberian obat
b.d embolisme
PO captopril 25
mg/8 jam &
penitoin 100 mg/12
jam
6. Evaluasi Keperawatan
No Hari/Tgl Evaluasi/Respon Paraf
. Jam
1 Kamis S. Pasien mengatakan pusingnya berkurang
22/10/2020 O. KU : lemah
16:00 WIB TD : 145/70 mmhg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 37℃
RR : 22 x/menit
SpO2 : 100 x/menit
A. Masalah belum teratasi
P. Lanjutkan intervensi
1. Monitor tekanan darah nadi, suhu dan status
pernafasan dengan cepat
2. Dorong fleksi dan ektensi kaki
3. Melakukan tindakan farmakologi dengan
pemberian obat PO captopril 25 mg/8 jam
Kesimpulan
Pasien pindah ke ruang Dahlia 1 karena pasien mengalami stroke dan
sering kejang sehingga memerlukan tindakan yang lebih intensif maka pasien
dipindahkan ke ruang Dahlia 1.