Torsio Adnexa
Prof. Dr. dr. Syahrul Rauf, Sp.OG(K)
Definisi
Torsio adnexa didefinisikan sebagai rotasi
parsial maupun komplit dari adnexa pada
tangkai vaskulernya.
Hal ini dapat melibatkan ovarium, tuba
falopi, atau keduanya.
Sebanyak 30% dari seluruh kasus torsio adnexa
Etiologi terjadi pada wanita dibawah usia 20 tahun.
Diperkirakan mengenai 5 dari 100.000 wanita
usia 1-20 tahun, dengan wanita usia lebih dari 10
tahun memiliki resiko lebih tinggi karena
pengaruh hormonal dan pertumbuhan gonad
menghasilkan peningkatan kejadian massa
fisiologis dan patologis.
Risiko torsio meningkat pada saat massa
berukuran lebih dari 5 cm.
• Torsio adnexa yang melibatkan adnexa
kanan lebih sering terjadi (66%) daripada
Etiologi adnexa kiri.
• Mayoritas kasus adalah massa ovarium jinak
dan kista tuba atau paraovarium
• Sebagian besar kasus neoplasma ovarium
jinak pada orang dewasa merupakankista
teratoma (60%) dan kista adenoma (30%)
Faktor risiko
Torsio Tuba Fallopi Terisolasi Torsio Tuba Ovarium
Tanda Nyeri perut bagian bawah yang
timbul mendadak pada satu sisi
terasa menusuk atau tajam
dan Nyeri dapat bersifat intermiten
Mual dan muntah
Gejala Demam
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Lab
Ultrasonografi (USG)
Diagnosis dan tatalaksana
torsio adnexa
Pemeriksaan Lab
• Tidak ada pemeriksaan darah
spesifik yang tersedia untuk torsio
adnexa.
• Peningkatan jumlah sel darah
putih (> 12 x 109) dapat
ditemukan pada torsio adnexa.
• Tetapi bagaimanapun temuan ini
sangat tidak spesifik dan mungkin
tidak ditemukan pada presentasi
awal
Pemeriksaan Lab
• Peningkatan CRP lebih mungkin untuk terjadi
jika ada nekrosis
• Dalam sebuah studi yang melibatkan 50
perempuan dengan diagnosis torsio adnexa,
terdapat 13 perempuan dengan diagnosis
yang dikonfirmasi dari torsio secara
signifikan memiliki tingkat IL-6 yang lebih
tinggi daripada yang wanita tanpa torsio
Pemeriksaan Lab
D-Dimers
• D-dimers yang telah ditemukan pada studi pada hewan.
• Dalam 1 model penelitian pada hewan, nilai rata-rata
plasma D-dimer dengan 2 jam torsi ovarium secara
signifikan lebih tinggi daripada kelompok yang tidak
memgalami torsio.
• D-dimer plasma juga dapat menjadi parameter yang
penting dalam diagnosis awal torsio ovarium
Ultrasonografi “whirlpool sign” pada torsio
ovarium (A dan B). Aliran warna pada
gambaran ultrasonografi Doppler
menggambarkan tungkai yang terpuntir
Diagnosa
Banding
Penatalaksanaan
Detorsi dengan atau tanpa
kistektomi (Insisi abdomen / Oophorektomi
Laparoskopi)
Oophorektomi dan bukan
kistektomi harus
dipertimbangkan pada wanita
Oophoropeksi
pascamenopause dengan torsio
ovarium karena meningkatnya
risiko keganasan.
Prognosis
Bonam dengan diagnosis dini dan penanganan tepat
Dipertahankannya fungsi ovarium bergantung pada intervensi bedah yang
tepat waktu.
Meski pengangkatan ovarium lebih dianjurkan akibat adanya
kekhawatiran terjadinya emboli saat melakukan detorsi, banyak literatur
yang tidak mendukung teori tersebut
Referensi
1. Kives S, Gascon S, Dubuc É, Van Eyk N. No. 341-Diagnosis and Management of Adnexal Torsion
in Children, Adolescents, and Adults. J Obstet Gynaecol Canada [Internet]. 2017;39(2):82–90. Available
from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jogc.2016.10.001
2. Keyser EA. Adnexal Torsion in Adolescents. Obstet Gynecol. 2019;134(2):435–6.
3. Jain N, Manchanda R, Chithra S, Lekhi A. Adnexal torsion-symptoms, diagnosis and
management: a review of literature. Int J Reprod Contraception, Obstet Gynecol. 2016;(January):1276–
84.
4. Hoffman M. Differential diagnosis of the adnexal mass. UpToDate [Internet]. 2015;1–29.
Available from: papers2://publication/uuid/D52535F4-B392-456E-AAB3-4057EE685540