DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK
TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN
BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan Program Studi Sarjana
Pendidikan Ners di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi
YUSMA ZAHRATUN NISAK
C.0105.17.050
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
CIMAHI
2021
DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK
TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN
BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI LINGKUNGAN
PENDIDIKAN STIKES BUDI LUHUR CIMAHI
TAHUN 2021
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan untuk memenuhi memenuhi syarat untuk menyelesaikan Program Studi
Sarjana Pendidikan Ners di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi
YUSMA ZAHRATUN NISAK
C.010.05.17.050
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
CIMAHI
2021
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Yusma Zahratun Nisak
NIM : C.0105.17.050
Program Studi : Pendidikan Ners
Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa tulisan dalam skripsi dengan
judul Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan Makan
dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah di Lingkungan Pendidikan
STIKes Budi Luhur Cimahi merupakan hasil pemikiran saya sendiri, bukan
pengutipan tulisan dari hasil karya orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau
hasil pemikiran saya sendiri. Saya tidak melakukan plagiatisme atau pengutipan
dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam tradisi
keilmuan.
Apabila dikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini adalah hasil kutipan
pemikiran orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas tindakan tersebut.
Bandung, Mei 2021
Yusma Zahratun Nisak
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
SKRIPSI
Oleh
YUSMA ZAHRATUN NISAK
C.0105.17.050
DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK
TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN
BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI LINGKUNGAN
PENDIDIKAN STIKES BUDI LUHUR CIMAHI
telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan
Cimahi, …………………………
Pembimbing I Pembimbing II
Ns. Windasari Aliarosa, MAN Evi Vilianti, S.Kep., Ners
NIP.198401182010011124 NIP.198004102006042014
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini yang
berjudul “Dampak Belajar Dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan
Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah Di Lingkungan
Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi".
Dalam penyusunan Proposal Penelitian ini, penulis mendapatkan banyak
pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini
penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :
1. Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Budi Luhur Cimahi.
2. Bapak Aan Somana, S.Kp., M.Pd., M.N.S, selaku Ketua Pendidikan Ners Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi,
3. Ibu Ns. Windasari Aliarosa, MAN, selaku pembimbing I yang telah banyak
membantu memberi masukan, motivasi, arahan, revisi dan saran terhadap
proposal penelitan ini.
4. Ibu Evi Vilianti, S.Kep., Ners, selaku Pembimbing II yang telah banyak
membantu memberi masukan, motivasi, arahan, revisi dan saran terhadap
proposal penelitan ini.
5. Seluruh Dosen beserta Staf Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Budi Luhur Cimahi yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan
yang tidak dapat diukur dengan apapun.
iv
6. Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan moril dan materinya,
pengorbanan, cinta, kasih sayang serta semangat tiada henti dan do’a yang tulus.
7. Teman-teman Pendidikan Ners 2017 yang selalu memberikan semangat serta
membantu kelancaran penyusunan proposal penelitian ini.
8. Semua pihak yang membantu dalam menyusun proposal penelitian ini, yang tidak
dapat disebutkan satu persatu.
Penulis berusaha untuk dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini
dengan sebaik-baiknya. Demi kesempurnaan, penulis mengharapkan adanya kritik
dan saran dari semua pihak untuk menyempurnakannya.
Bandung, Mei 2021
Penulis
v
DAFTAR ISI
Pernyataan Keaslian Tulisan i
Lembar Persetujuan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Gambar v
Daftar Tabel vi
BAB I 1
Pendahuluan 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 8
C. Tujuan Penelitian 9
D. Manfaat Penelitian 9
BAB II 11
Tinjauan Pustaka 11
A. Kajian Pustaka 11
1. Konsep COVID-19 11
a. Devinisi COVID-19 11
b. Tanda & Gejala 12
c. Dampak COVID-19 13
2. Konsep Berat Badan 15
a. Definisi Berat Badan 15
b. Pengukuran Berat Badan 16
c. Berat Badan Normal 17
d. Faktor Peningkatan Berat Badan 18
3. Dampak Pandemik Terhadap Peningkatan Berat Badan 20
B. Hasil Penelitian yang Mendukung 21
C. Teori Model Keperawatan 22
D. Kerangka Pemikiran 23
1. Kerangka Teori 24
BAB III 26
Metodologi Penelitian 26
A. Rancangan Penelitian 26
B. Variabel Penelitian 26
C. Definisi Operasional 27
D. Populasi dan Sampel 28
1. Populasi Penelitian 28
2. Sampel Penelitian 29
E. Alat Pengumpulan Data 30
1. Instrumen Penelitian 30
2. Uji Validitas 32
3. Uji Realibilitas 32
F. Prosedur Pengumpulan Data 33
1. Persiapan Penelitian 33
2. Alur Penelitian 34
G. Pengolahan & Analisa Data 35
1. Pengolahan Data 35
H. Lokasi & Waktu Penelitian 36
I. Etika Penelitian 37
a. Izin Etik (Ethical Clereance) 37
b. Penjelasan & Persetujuan (Informed Consent) 37
c. Kerahasiaan (Confidentiality) 37
d. Manfaat (Benefit) 37
e. Keadilan 38
Daftar Pustaka 39
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian
Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian
Gambar 3. Alur Penelitian
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Berat Berat Badan Normal Anak Usia Sekolah
Tabel 2. Definisi Operasional
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah jenis penyakit
menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus (SARS-CoV-2). Virus ini menyerang sistem pernapasan akut
seperti flu, infeksi paru-paru, sesak napas, demam, batuk, gagal ginjal dan
bahkan kematian[ CITATION Hus21 \l 1057 ]. Virus jenis RNA strain tunggal
positif ini menginfeksi saluran pernapasan manusia dan bersifat sensitif
terhadap panas dan secara efektif dapat diinaktifkan oleh desinfektan yang
mengandung klorin. Sumber host diduga berasal dari hewan terutama
kelelawar, dan vektor lain seperti tikus bambu, unta dan musang. Gejala
umum berupa demam, batuk dan sulit bernapas. Sindrom klinik terbagi
menjadi tanpa komplikasi, pneumonia ringan dan pneumonia berat.
Pemeriksaan spesimen diambil dari swab tenggorok (nasofaring dan
orofaring) dan saluran napas bawah (sputum, bilasan bronkus, aspirat
endotrakeal). Isolasi dilakukan pada pasien terbukti terinfeksi Covid-19
untuk mencegah penyebaran lebih luas [ CITATION Yul20 \l 1057 ].
ii
Pada akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan kemunculan virus
corona (Covid-19), lebih dari 114 negara telah terjangkit virus ini. Delapan
negara diantaranya telah mengkonfirmasi lebih dari 1000 orang tertular
iii
virus corona untuk itu WHO menyatakan virus corona sebagai PHEIC
public health emergencies international concern) yaitu kejadian luar biasa
yang beresiko terhadap penularan kesehatan masyarakat antar negara dan
membutuhkan respons internasional[ CITATION Wir211 \l 1057 ].
Coronavirus ini menyebar di Indonesia pada awal tahun 2020 dan
pertama kali ditemukan atau pertama kali muncul di kota Wuhan, China
pada akhir Desember tahun lalu (2019). Hal ini menyebabkan semua
negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam
rangka mencegah penyebaran virus corona tersebut. Dengan munculnya
coronavirus ini menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan juga
merupakan ancaman bagi kesehatan manusia. Dalam dunia pendidikan, hal
ini juga berdampak sangat luar biasa, dampak Covid-19 terhadap dunia
pendidikan sangatlah besar dan dirasakan oleh berbagai pihak, terutama
para guru, kepala sekolah, peserta didik dan juga orang tua. Akibat
pandemik yang tinggi, sekolah dan perguruan tinggi di seluruh dunia
ditutup[ CITATION Sar21 \l 1057 ].
Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah 18 Maret 2020
segala kegiatan didalam dan diluar ruangan di semua sektor sementara
waktu ditunda demi mengurangi penyebaran virus corona, terutama pada
bidang pendidikan. Pada tanggal 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat
Penyebaran Covid-19 dimana dalam surat edaran tersebut dijelaskan
iv
bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring
atau pembelajaran jarak jauh, hal ini dilaksanakan untuk memberikan
pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Belajar di rumah dapat
difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai
pandemik Covid-19[ CITATION Sar21 \l 1057 ].
Pada awal april 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud) telah menetapkan kebijakan learning from home atau belajar
dari rumah (BDR) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Undang-
undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal
31 yang menjelaskan Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan
pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti
pendidikan secara tatap muka atau regular. Dalam konteks yuridis formal,
seperti yang termuat dalam PP No.17 Tahun 2010, bab IV tentang
penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), memiliki tujuan untuk
perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan
relevansi pendidikan dan memutus rantai penyebaran Covid-19[ CITATION
Hus21 \l 1057 ].
Lebih dari 120 negara telah memberlakukan pembatasan interaksi
sosial melalui penutupan sekolah yang berdampak pada 1,6 juta siswa di
seluruh dunia. Indonesia telah menutup semua sekolah sejak awal bulan
Maret sehingga 60 juta siswa tidak dapat bersekolah. Berdasarkan data
yang diperoleh dari UNESCO, saat ini total ada 39 negara yang
v
menerapkan penutupan sekolah dengan total jumlah pelajar yang
terpengaruh mencapai 421.388.462 anak[ CITATION Agu20 \l 1057 ].
vi
Di Indonesia, ada sekitar 646.200 sekolah ditutup dari jenjang
pendidikan PAUD sampai perguruan tinggi. Akibatnya, 68,8 juta siswa
belajar di rumah dan 4,2 juta guru dan dosen mengajar dari rumah.
Sedangkan di Jawa Barat ada sekitar 38.561 sekolah yang ditutup. Untuk
daerah Kota Bandung ada sekitar 1.154 sekolah dan untuk daerah Kota
Cimahi ada sekitar 249 sekolah yang ditutup karena corona. Tetapi ada
beberapa sekolah yang sudah memulai tatap muka dengan syarat
memenuhi protokol kesehatan[ CITATION Sar21 \l 1057 ].
Keadaan yang belum pernah terjadi ini menyebabkan perubahan
yang signifikan terhadap rutinitas anak, yang tidak lagi mendatangi
sekolah dan tidak melakukan aktivitas di sekolah seperti biasanya, tetapi
terisolasi di rumah bersama dengan orang tua dan keluarga mereka.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa isolasi yang diakibatkan karena
pandemic Covid-19 berhubungan dengan modifikasi perilaku makan. Hal
ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pembelian makanan oleh
masyarakat yang diikuti dengan peningkatan ketersediaan makanan di
beberapa negara. Selain itu, isolasi di rumah, termasuk belajar dari rumah
menimbulkan kebosanan dan stress. Hal ini menyebabkan peningkatan
kebutuhan energi, meningkatnya perilaku makan makanan yang
menenangkan, dan makan yang berlebihan terkait dengan emosi
individu[ CITATION Ody21 \l 1057 ].
Penelitian-penelitian yang lain menunjukkan bahwa terdapat
peningkatan berat badan dan BMI pada anak dan remaja setelah periode
vii
isolasi (lockdown) selama 10 minggu. Kondisi ini sama dengan Ketika
anak dan remaja menjalani libur panjang ketika sekolah [7,8]. Bermain
gadget merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang tidak aktif atau
biasa disebut sedentary lifestyle yang dapat meningkatkan asupan kalori
selama penggunaan gadget. Hal ini berkaitan dengan pembelajaran daring.
Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap
muka secara langsung antar guru dan peserta didik, melainkan secara
online yang menggunakan jaringan internet. Guru dan peserta didik
melakukan pembelajaran bersama, waktu yang sama, dengan
menggunakan berbagai aplikasi, seperti WhatsApp, telegram, Zoom
meeting, google meet, google classroom, quiepper school, ruang guru dan
aplikasi lainnya[CITATION Kum19 \l 1057 ].
Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian di Brazil pada remaja
usia 11 – 14 tahun ditemukan bahwa tingginya screen-time berkaitan
dengan peningkatan berat badan dan pola makan yang tidak sehat. Selain
itu, penelitian di Kanada pada anak sekolah menunjukkan bahwa 64%
anak-anak memiliki minimal 1 buah Electronic Entertainment and
Communication Devices (EECDs) dan penggunaan EECDs di malam hari
berhubungan dengan peningkatan berat badan, penurunan kualitas asupan,
dan penurunan aktivitas fisik secara signifikan [CITATION Kum19 \l 1057 ].
Hasil penelitian Mustofa, F. L pada tahun 2021 dengan judul
“Gambaran Angka Kenaikan Berat Badan Saat Masa Pandemi Covid-19
pada Mahasiswa Angkatan 2017 Fakultas Kedokteran Universitas
viii
Malahayati” berdasarkan pengolahan data Berat badan sebagian besar
responden mengalami kenaikan berat badan 25 (56,8) dengan distribusi
usia terbanyak 21 tahun 20 (45,5) jenis kelamin perempuan 27 (61,4), IMT
Obesitas 2 14 (15,9) dan terdapat perubahan pola makan saat masa
pandemi COVID-19 27 (61,4). Terdapat kenaikan berat badan saat masa
pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Kedokteran
Universitas Malahayati Tahun 2020 dengan angka kenaikan berat badan
terbanyak 1 kg [ CITATION Mus21 \l 1057 ].
Hasil penelitian Bolang C. R (2021) dengan Status Gizi Mahasiswa
Sebelum dan Di Saat Pandemi COVID-19. Penelitian terhadap 112 sampel
ini, diperoleh data pada masa sebelum pandemi dengan status gizi;
underweight 14,3%, normal 43,8%, overweight at risk 17,0%, obese I
19,6%, obese II 5,4%. Status gizi pada masa pandemi; underweight 17,0%,
normal 48,2%, overweight at risk 17,9%, obese I 13,4%, obese II 3,6%.
Uji statistik dengan Wilcoxon Rank Test diperoleh kategori status gizi
pada masa pandemi lebih rendah dibandingkan dengan kategori status gizi
sebelum masa pandemi (p < 0,05). Dan disimpulkan bahwa terdapat
penurunan kategori Status Gizi pada Mahasiswa Angkatan 2019 Program
Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
pada masa pandemi COVID-19 [ CITATION Bol21 \l 1057 ].
Pada saat observasi pendahuluan melalui wawancara terhadap 7
orang staff dan dosen yang dilakukan di STIKes Budi Luhur Cimahi dari
hasil observasi ditemukan 5 dari 7 orang yang mengatakan bahwa anaknya
ix
mengalami peningkatan berat badan selama masa pandemik ini yang
diharuskan untuk belajar dari rumah, disebabkan karena banyaknya waktu
yang dihabiskan di rumah tanpa melakukan aktivitas fisik apapun, yang
dilakukannya hanya bermain gadget dan menonton televisi. Didapatkan
lagi informasi terjadi perubahan pada pola makan selama masa pandemik,
mereka lebih banyak makan saat di rumah saja dan porsi makan menjadi
lebih banyak dua kali lipat saat pandemik dengan memilih makanan yang
tinggi karbohidrat (mie instan dengan nasi), lemak (gorengan), makanan
snack ringan, dan minum minuman yang manis seperti boba. Asupan
energi yang berlebih apabila tidak diimbangi dengan pengeluaran energi
yang seimbang maka akan mengakibatkan peningkatan berat badan.
Teori keperawatan yang berhubungan dengan bahasan di atas yaitu
teori model keperawatan Sister Callista Roy: Model Adaptasi. Roy
mendefinisikan keperawatan secara luas sebagai “profesi pelayanan
kesehatan yang berfokus pada proses kehidupan manusia beserta polanya
dan menekankan pada promosi kesehatan individu, keluarga, kelompok,
dan masyarakat secara keseluruhan”. Pada saat COVID-19 masuk ke
indonesia aktivitas dan kegiatan yang biasanya dilakukan diluar rumah
kini menjadi di dalam rumah, akibatnya sebagian besar orang belum
terbiasa atas kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan untuk stay at
home. Terutama pada anak-anak yang biasanya melakukan aktivitas diluar
rumah bersama dengan teman-temannya kini harus diam di rumah.
x
Dengan adanya teori model keperawatan Calista Roy yang
mengemukakan adaptasi koping yang adaptif sehingga mampu beradaptasi
dengan lingkungan yang mengharuskan untuk stay at home. Teori Calista
Roy juga menjelaskan tentang bagaimana individu mampu meningkatkan
kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah
perilaku maladaptif.
Berdasarkan masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai “Dampak Belajar Dari Rumah Selama Pandemik
Terhadap Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah Di Lingkungan
Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi”.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah "Bagaimanakah
Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan
Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah di Lingkungan
Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.”
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik
Terhadap Kebiasaan Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia
Sekolah di Lingkungan Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.
2. Tujuan Khusus
xi
a. Untuk mengidentifikasi gambaran kebiasaan makan dan berat
badan anak usia sekolah sebelum pandemik di lingkungan
pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.
b. Untuk mengidentifikasi gambaran kebiasaan makan dan berat
badan anak usia sekolah selama pandemik di lingkungan
pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.
c. Untuk mengidentifikasi dampak sebelum belajar dari rumah selama
pandemik terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan
anak usia sekolah di lingkungan pendidikan STIkes Budi Luhur
Cimahi.
d. Untuk mengidentifikasi dampak saat belajar dari rumah selama
pandemik terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan
anak usia sekolah di lingkungan pendidikan STIkes Budi Luhur
Cimahi.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan
dan sumber referensi bagi peneliti selanjutnya, serta dapat bermanfaat
untuk pengembang Ilmu Keperawatan mengenai dampak belajar dari
rumah selama pandemik terhadap kebiasaan makan dan berat badan
anak usia sekolah.
2. Manfaat Praktik
a. Bagi Institusi (STIKes Budi Luhur Cimahi)
xii
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan
literatur, bahan referensi, dan dokumentasi untuk penelitian tentang
dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap kebiasaan
makan dan berat badan anak usia sekolah di perpustakaan STIKes
Budi Luhur Cimahi sehingga dapat berguna bagi mahasiswa
khususnya dan pembaca pada umumnya.
b. Bagi Anak Usia Sekolah (Responden)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai saran dan
gambaran kepada responden tentang dampak belajar dari rumah
terhadap kebiasaan makan dan berat badan yang terjadi selama
masa pandemik.
c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam menulis karya
ilmiah, serta menganalisis permasalahan dan memecahkan masalah
tentang dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap
kebiasaan makan dan berat badan.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai
acuan untuk peneliti selanjutnya dan meningkatkan tingkat
penelitian.
xiii
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Pustaka
1. Konsep Covid-19
a. Defisnisi
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit
saluran napas yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang
belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. COVID-19
pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun 2019
dan dikenal dengan nama Novel Corona Virus 2019 atau SARS
Coronavirus 2 [ CITATION Kem20 \l 1057 ]. Coronavirus merupakan
virus RNA strain tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen.
Coronavirus tergolong ordo Nidovirales, keluarga Coronaviridae.
Coronaviridae dibagi dua subkeluarga dibedaka berdasarkan
serotipe dan karakteristik genom. Terdapat empat genus yaitu
alpha coronavirus, beta-coronavirus, deltacoronavirus dan gamma
coronavirus[ CITATION PDP20 \l 1057 ].
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang
menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia
biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan mulai
flu biasa hinga penyakit yang serius seperti Middle East
Respiratory Syndrom (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut
xiv
Berat/ Severe Acute Respiratory (SARS)[ CITATION Kem201 \l
1057 ].
b. Tanda dan Gejala
Berdasarkan penyelidikan epidemiologi saat ini, masa
inkubasi Covid-19 berkisar antara 1 hingga 14 hari, dan umumnya
akan terjadi dalam 3 hingga 7 hari. Demam, kelelahan dan batuk
kering dianggap sebagai manifestasi klinis utama. Gejala seperti
hidung tersumbat, pilek, pharyngalgia, mialgia, dan diare relatif
jarang terjadi pada kasus yang parah, dispnea dan / atau
hipoksemia biasanya terjadi setelah satu minggu setelah onset
penyakit dan yang lebih buruk dapat dengan cepat berkembang
menjadi sindrom gangguan pernapasan akukt, syok septik,
asiadosis metabolik sulit untuk dikoreksi dan disfungsi perdarahan
dan batuk serta kegagalan banyak organ, dll. Pasien dengan
penyakit parah atau kritis mungkin mengalami demam sedang
hingga rendah, atau tidak ada demam sama sekali. Kasus ringan
hanya hadir dengan sedikit demam, kelelahan ingan dan
sebagainya tanpa manifestasi pneumonia. Dari kasus yang
ditangani saat ini sebagian besar pasien memiliki prognosis baik.
Orang tua dan orang-orang dengan penyakit kronis yang mendasari
biasanya memiliki prognosis buruk sedangkan kasus dengan gejala
yang relatif ringan sering terjadi pada anak-anak[ CITATION
Kem201 \l 1057 ].
xv
Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain
gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk dan sesak
napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi
terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID- 19 yang berat dapat
menyebabkan pneumonia, sindrom pernapan akut, gagal ginjal,
dan bahkan kematian. Tanda–tanda dan gejala klinis yang
dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan
beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen
menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru[ CITATION
Kem20 \l 1057 ].
Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan,
sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam
(suhu >38oC), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat
disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala
gastrointestinal seperti diare dan gejala saluran napas lain.
Setengah dari pasien timbul sesak dalam satu minggu. Pada kasus
berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok
septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi dan perdarahan atau
disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Pada beberapa
pasien, gejala yang muncul ringan, bahkan tidak disertai demam.
Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik, sebagian kecil
kondisi kritis bahkan meninggal[ CITATION PDP20 \l 1057 ].
c. Dampak Covid-19
xvi
Akibat dari pandemik COVID-19 ini, menyebabkan
diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai
penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan
oleh pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan
himbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing
yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat,
menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan,
dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak
orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat
dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemik COVID-19
yang terjadi saat ini[ CITATION Mat20 \l 1057 ].
Pemberlakuan physical distancing membatasi ruang gerak
dan aktivitas fisik masyarakat. Bahkan mengakibatkan masyarakat
tidak dapat melakukan aktivitas nya di luar rumah seperti biasa dan
merugikan mereka yang berpenghasilan sebagai buruh, pedagang
kaki lima, ojek online, dan lain sebagainya. Selain itu banyak
masyarakat yang diberhentikan dari pekerjaan nya. Hal ini sangat
merugikan ekonomi masyarakat maupun negara. Permasalahan lain
dari dampak pandemik ini yaitu banyak nya korban yang
meninggal akibat terjangkit virus COVID-19, tak hanya puluhan
tetapi mencapai hingga ratusan bahkan ribuan korban
jiwa[ CITATION Mat20 \l 1057 ].
xvii
Terhitung hingga saat ini data di Indonesia ada 1.843.612
kasus yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19, 1.697.543
orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, dan 51.296 orang
yang meninggal akibat COVID-19. Sedangkan data di Jawa Barat
ada 319.761 kasus yang terkonfirmasi terjangkit COVID-19,
295.224 orang yang dinyatakan sembuh, dan 4.312 orang yang
dinyatakan meninggal akibat COVID-19[ CITATION Pus21 \l 1057 ].
Pada situasi saat ini dunia pendidikan juga ikut terkena
dampak dari COVID-19, pembelajaran tatap muka yang
dilaksanakan 100% di sekolah secara tiba-tiba mengalami
perubahan. Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan
kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan dari
rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang
yang terdampak akibat adanya pandemik COVID-19 tersebut
dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di
Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan
sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring)[ CITATION
Mat20 \l 1057 ].
2. Konsep Berat Badan
a. Definisi
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting
dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir. Saat bayi dan
xviii
balita, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju
pertumbuhan fisik maupun status gizi. Berat badan merupakan
pilihan utama karena berbagai pertimbangan, antara lain [ CITATION
And14 \l 1057 ] :
1) Berat badan merupakan parameter yang paling baik, karena
mudah terlihat perubahanna dalam waktu singkat, sebab
adanya perubahan konsumsi makanan dan gangguan
kesehatan[ CITATION And14 \l 1057 ].
2) Berat badan dapat memberikan gambaran status gizi pada
waktu sekarang dan bila dilakukan secara periodik akan
memberikan gambaran yang baik tentang
pertumbuhan[ CITATION And14 \l 1057 ].
3) Berat badan merupakan ukuran antropometri yang telah
dipakai secara umum dan luas di Indonesia, sehingga bukan
merupakan hal baru yang memerlukan penjelasan secara
meluas[ CITATION And14 \l 1057 ].
4) Ketelitian pengukuran berat badan tidak banyak dipengaruhi
oleh keterampilan pengukur[ CITATION And14 \l 1057 ].
5) Kartu Menuju Sehat (KMS) yang digunakan merupakan alat
yang baik untuk pendidikan dan memonitor kesehatan
anak[ CITATION And14 \l 1057 ].
xix
6) Alat pengukur berat badan dapat diperoleh didaerah pedesaan
dengan ketelitian yang tinggi menggunakan dacin yang juga
telat dikenal masyarakat[ CITATION And14 \l 1057 ].
Tujuan dari pengukuran berat badan adalah untuk menentukan
status gizi anak, yaitu normal, kurus, kurus sekali, atau
gemuk[ CITATION Sul14 \l 1057 ].
b. Pengukuran Berat Badan
Pengukuran berat badan digunakan untuk menilai hasil
peningkatan atau penurunan jaringan yang ada pada tubuh,
misalnya tulang, otot, lemak, organ tubuh dan cairan tubuh
sehingga dapat diketahui status gizi dan tumbuh kembang anak.
Berat badan juga dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis
dan makanan yang diperlukan dalam tindakan
pengobatan[ CITATION Hid08 \l 1057 ].
Menghitung berat badan ideal :
a. Berat Badan Ideal (BBI) bayi (umur 0-12 bulan) [ CITATION Adr11
\l 1057 ]
BBI = Umur (bulan) +
2
b. BBI anak (umur 1-10 tahun)
BBI = (umur [tahun] x 2) + 8. [ CITATION Adr11 \l 1057 ]
c. Remaja dan dewasa BBI = (TB – 100) – (TB – 100) x 10% atau
BBI = (TB – 100) x 90%. [ CITATION Adr11 \l 1057 ]
xx
c. Berat Badan Normal
Berat badan normal anak usia 7-15 tahun menurut CDC, berikut
berat badan normal anak peremouan dan anak laki-laki [ CITATION
Ann20 \l 1057 ] :
Tabel 1. Berat badan normal anak usia 7-15 tahun
Usia Perempuan Laki-laki
7 tahun 22 kg 23 kg
8 tahun 25 kg 25 kg
9 tahun 29 kg 28 kg
10 tahun 33 kg 32 kg
11 tahun 37 kg 36 kg
12 tahun 41 kg 40 kg
13 tahun 42 kg 41 kg
14 tahun 44 kg 43 kg
15 tahun 46 kg 45 kg
Sumber : Berat Badan Normal Anak Usia Sekolah, 2020
d. Faktor Peningkatan Berat Badan
Faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan:
1) Aktivitas Fisik
Orang yang tidak aktif akan memerlukan kalori yang
sedikit. Seorang yang makan makanan yang banyak
mengandung karbohidrat, lemak, dan tidak melakukan aktivitas
fisik maka akan menimbulkan kenaikan berat badan. Tingkat
pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian
berat badan. Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor; 1.
Tingkat aktivitas dan olahraga secara umum; 2. Angka
metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk
xxi
mempertahankan fungsi minimal tubuh[ CITATION Ann20 \l
1057 ].
2) Pola Makan
Konsumsi makanan jajanan di masyarakat diperkirakan
terus meningkat, mengingat makin terbatasnya waktu untuk
mengolah makanan sendiri agar lebih mudah biasanya
masyarakat membeli makanan cepat saji atau junkfood.
Kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan sudah menjadi
bagian dalam kehidupan masyarakat, baik di pedesaan ataupun
di perkotaan. Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan
mudah didapat, serta cita rasanya yang enak dan cocok dengan
selera kebanyakan masyarakat[ CITATION Ann20 \l 1057 ].
3) Faktor Hormonal
Penggunaan alat kontrasepsi hormonal adalah salah satu
penyebab peningkatan berat badan dikarenakan hormon
progesteron dapat merangsang hipotalamus untuk
mengeluarkan hormon yang mengatur nafsu makan secara
berlebih sehingga akan menimbulkan rasa lapar secara terus
menerus dan hormon progesteron menyebabkan retensi cairan
sehingga cairan yang seharus nya dikeluarkan tidak dapat
keluar[ CITATION Adr11 \l 1057 ].
4) Faktor Psikologis
xxii
Seorang yang sedang merasakan keadaan yang tidak
menyenangkan akan lebih nampak emosional baik secara sikap
maupun perilakunya. Ketika keadaan itu dialami dalam kurun
waktu yang lama maka akan menyebabkan stress bahkan
depresi. Faktor tersebut berhubungan dengan lapar dan nafsu
makan. Pada saat seseorang tersebut sedang merasakan stress ia
akan melampiaskannya pada makan sehingga kalori yang
dikonsumsi sangat banyak[ CITATION Adr11 \l 1057 ].
5) Faktor Genetik
Gen dapat berperan dalam obesitas dengan menyebabkan
kelainan satu atau lebih yang mengatur pusat makanan dan
pengeluaran energi serta penyimpanan lemak. Penyebab
monogenik (gen tunggal) dari obesitas adalah mutasi MCR-4,
yaitu penyebab monogenik tersering untuk obesitas yang
ditemukan sejauh ini, defisiensi leptin kongenital, yang
diakibatkan mutasi gen, yang sangat jarang dijumpai dan
mutasi reseptor leptin yang jarang ditemui[ CITATION And14 \l
1057 ].
6) Faktor Obat
Obat-obatan merupakan sumber penyebab signifikan dari
terjadinya peningkatan berat badan. Obat-obatan tersebut
diantaranya adalah golongan steroid dan kontrasepsi
hormonal[ CITATION And14 \l 1057 ].
xxiii
3. Dampak Pandemik Terhadap Peningkatan Berat Badan
Penambahan berat badan dapat terjadi akibat adanya
ketidakseimbangan antara konsumsi energi dengan pengeluaran
energi, seperti pola makan yang tidak teratur terutama pada saat stay
at home pada masa pandemik COVID-19[ CITATION Mus21 \l 1057 ].
Dampak COVID-19 yaitu kenaikan berat badan, kenaikan berat badan
bisa saja terjadi terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat
kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini terjadi karena adanya
peningkatan konsumsi makanan yang tidak sehat dengan keterbatasan
aktivitas fisik dan perubahan pada pola tidur. Kenaikan berat badan
memiliki efek buruk pada metabolisme yang meningkatkan risiko
diabetes, penyakit kardiovaskular, atau penyakit jangka panjang.
Dimasa pendemik dapat memicu kenaikan berat badan karena selama
lockdown aktivitas fisik dihabiskan di rumah[ CITATION Kha21 \l 1057 ].
Selama Pandemik adanya peningkatan prevalensi pada stres
psikologis dengan kelelahan dan gangguan emosional, kemarahan,
insomnia, dan gejala depresi, dengan adanya hal tersebut akan
menekan individu untuk mengkonsumsi makanan dengan tinggi gula
dan memilih makanan dengan tinggi kalori untuk meningkatkan
suasana hati mereka. Sehingga dimasa pandemik seperti ini yang
mengharuskan untuk stay at home dapat menyebabkan hiperkalori dan
banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG dan
makanan cepat saji dengan aktivitas fisik yang rendah dan
xxiv
peningkatan konsumsi makanan yang tidak sehat[ CITATION Hou21 \l
1057 ].
B. Hasil-hasil Penelitian yang Mendukung
1. Mustofa, F. L. (2021) Gambaran Angka Kenaikan Berat Badan Saat
Masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya
di Universitas Malahayati dengan menggunakan jenis penelitian
deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Desember tahun 2020 dan sampelnya adalah
mahasiswa angkatan 2017 fakultas kedokteran di Universitas
Malahayati yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak
44 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling.
Berdasarkan hasil penelitian pengolahan data berat badan sebagian
besar responden mengalami kenaikan berat badan 25 (56,8) dengan
distribusi usia terbanyak 21 tahun 20 (45,5) jenis kelamin perempuan
27 (61,4), IMT Obesitas 2 14 (15,9) dan terdapat perubahan pola
makan saat masa pandemi COVID-19 27 (61,4). Terdapat kenaikan
berat badan saat masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan
2017 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2020 dengan
angka kenaikan berat badan terbanyak 1 kg [ CITATION Mus21 \l 1057 ].
2. Hasil penelitian Bolang C. R (2021) dengan Status Gizi Mahasiswa
Sebelum dan Di Saat Pandemi COVID-19. Penelitian terhadap 112
sampel ini, diperoleh data pada masa sebelum pandemi dengan status
gizi; underweight 14,3%, normal 43,8%, overweight at risk 17,0%,
xxv
obese I 19,6%, obese II 5,4%. Status gizi pada masa pandemi;
underweight 17,0%, normal 48,2%, overweight at risk 17,9%, obese I
13,4%, obese II 3,6%. Uji statistik dengan Wilcoxon Rank Test
diperoleh kategori status gizi pada masa pandemi lebih rendah
dibandingkan dengan kategori status gizi sebelum masa pandemi (p <
0,05). Dan disimpulkan bahwa terdapat penurunan kategori Status
Gizi pada Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Pendidikan
Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada masa
pandemi COVID-19 [ CITATION Bol21 \l 1057 ].
C. Teori Model Keperawatan yang mendukung penelitian
Teori keperawatan yang berhubungan dengan bahasan di atas yaitu
teori model keperawatan adaptasi sister Callista Roy, melihat klien sebagai
suatu system adaptasi. Menurut model Roy, tujuan keperawatan adalah
membantu individu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan psikologis,
konsep diri, aturan-aturan yang berlaku, dan hubungan bebas pada waktu
sehat dan sakit. Kebutuhan akan pelayanan keperawatan timbul saat klien
tidak dapat beradaptasi dengan tekanan lingkungan internal dan eksternal.
Semua indvidu harus beradaptasi dengan tekanan dalam hal berikut ini :
a. Memenuhi kebutuhan dasar psikologis.
b. Mengembangkan konsep diri yang positif.
c. Melaksanakan peraturan-peraturan sosial.
d. Mencapai keseimbangan antara kebebasan dan keterikatan.
xxvi
Gambar 1 Model Teori Adaptasi Calista Roy
D. Kerangka Pemikiran
Seluruh dunia pada saat ini sedang mengalami pandemi yang
mempunyai dampak cukup besar di semua sektor kehidupan manusia.
Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 telah ditetapkan oleh World
Health Organization (WHO) sebagai sebuah ancaman pandemik.
Pengertian pandemi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi
V) merupakan wabah yang tersebar luas di seluruh dunia[ CITATION
Mus21 \l 1057 ].
Dalam mencegah luasnya penyebaran COVID-19 pemerintah
menerapkan sistem pembelajaran baru (belajar dari rumah) melalui
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengeluarkan Surat Edaran
No.4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa
Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)[ CITATION
Jal19 \l 1057 ]. Maka dari itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu
dirumah daripada sebelum pandemik[ CITATION Mus21 \l 1057 ] . Selain hal
xxvii
tersebut, dampak pandemik juga membuat seluruh pelajar termasuk anak
usia sekolah di Indonesia memiliki batasan interaksi secara langsung
dengan teman-teman dan lingkungan sekitar, adanya keterbatasan dalam
melakukan aktivitas fisik sehari-hari dapat menimbulkan berbagai masalah
kesehatan salah satunya yaitu terjadi peningkatan berat badan hal ini
dikarena ketidak seimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan
kalori yang dikeluarkan.
1) Kerangka Teori
Dampak Belajar dari Rumah Karena
Pandemik Terhadap Berat Badan di
Lingkungan Institusi Pendidikan Yayasan
PAM Budi Luhur 1976
Anak usia sekolah
Anak Usia menurut WHO (World
Sekolah Health Organization)
yaitu golongan anak yang
berusia antara 7-15 tahun,
sedangkan di Indonesia
Teori Model Belajar dari lazimnya anak yang berusia
Keperawatan Rumah 7-12 tahun.
Callista Roy
Perubahan Berat Badan
- Definisi
- Pengukuran berat
badan
- Klasifikasi
Gambar beratTeori
2 Kerangka
badan
- Faktor yang
mempengaruhi
BAB
beratIII
badan
xxviii
Gambar 2 Kerangka Teori
xxix
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif,
dengan metode deskriptif, yang di definisikan sebagai suatu penelitian
yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi dalam
suatu populasi tertentu, dengan pendekatan cross sectional dimana
pengumpulan data, akan dikumpulkan dalam waktu yang sama [ CITATION
Not18 \l 1057 ].
Pada penelitian ini peneliti mencoba menggambarkan bagaimana
kebiasaan makan sebelum belajar dari rumah dan kebiasaan makan saat
belajar dari rumah serta peningkatan berat badan anak usia sekolah
sebelum belajar dari rumah dan peningkatan berat badan saat belajar dari
rumah di lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.
B. Variable Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,
atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang
sesuatu konsep pengertian tertentu, misalnya umur, jenis kelamin,
pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan,
penyakit, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2018)[ CITATION Not18 \l 1057 ].
xxx
a. Variabel independen (bebas) variabel yang mempengaruhi dan
menentukan nilai variable lain. Suatu kegiatan stimulus yang
dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada
variabel dependen. Variabel independent pada penelitian ini
adalah belajar dari rumah[ CITATION Nur17 \l 1057 ].
b. Variabel dependen (terikat) variabel yang dipengaruhi nilainya
ditentukan oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian
ini adalah kebiasaan makan dan peningkatan berat badan [ CITATION
Nur17 \l 1057 ].
Variabel Dependen
Variabel Independen
Kebiasaan makan
Belajar dari rumah
Peningkatan berat badan
= Variabel yang di teliti
Gambar 3 Kerangka Konsep
C. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang di
teliti yang berisi definisi konseptual, definisi operasional, alat ukur, hasil
ukur, dan skala ukur penelitian[ CITATION Not18 \l 1057 ].
Tabel 1. Definisi Operasional
Variabel Definisi Definisi Cara Hasil Ukur Skala
Penelitian Operasional Konseptual Ukur
Variabel dependent Kriteria : Ordinal
Kebiasaan Makan Jenis makanan Kebiasaan makan Kuesioner -Tidak
dan frekuensi adalah suatu istilah Pernah=1
jumlah makanan untuk
xxxi
yang dikonsumsi Menggambarkan -1X/mg=2
oleh anak usia kebiasaan dan perilaku
sekolah (7-15 yang berhubungan -2-4X/mg=3
tahun) sebelum
dengan makanan dan
belajar dari rumah -5-6X/mg=4
dan saat belajar makan, seperti tata
dari rumah. krama makan, pola -1X/hari=5
makanan yang
dimakan, frekuensi dan - 2-3X/hari=6
porsi
makanan, kepercayaan - > 3X/ hari=7
dan penerimaan
terhadap makanan
(misalnya pantangan
dan
rasa suka atau tidak
suka terhadap
makanan), distribusi
makanan di antara
anggota keluarga, dan
cara pemilihan bahan
makanan yang hendak
dimakan [ CITATION
Has13 \l 1057 ].
Peningkatan berat Perubahan berat Peningkatan berat Kuesioner Kriteria : Ordinal
badan badan pada anak badan merupakan hasil - Kurus
usia sekolah (7-15 peningkatan semua
tahun) yang jaringan pada tubuh
diukur antara lain lemak,
- Normal
berdasarkan hasil tulang, otot, dan cairan
IMT yang tubuh[ CITATION - Obesitas
disesuaikan Sho17 \l 1057 ].
dengan tinggi
badan dan berat
badan anak pada
saat sebelum
belajar dari rumah
dan saat belajar
dari rumah.
Variabel Anak usia sekolah Sistem pembelajaran - - -
Independent (7-15 tahun) yang yang dilakukan secara
Belajar dari rumah melaksanakan online dan dapat
belajar dari rumah dilakukan dimana saja
selama > 6 bulan dengan menggunakan
saat belajar dari jejaring
rumah internet[ CITATION
Sar21 \l 1057 ].
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi Penelitian
xxxii
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang
diteliti[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Dalam penelitian ini populasi yang
digunakan adalah orang tua dengan anak usia sekolah sebagai salah satu
staff dan dosen di lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi
tahun 2021 yang berjumlah 60 orang.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian yang memberikan gambaran secara umum
dari populasi. Sampel penelitian memiliki karakteristik yang hampir
sama dengan populasi, sehingga sampel dapat mewakili populasi yang
diamati[ CITATION Riy20 \l 1057 ] . Sampel dalam penelitian ini adalah
orang tua dengan anak usia sekolah sebagai staff dan dosen di
lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.
a. Besaran Sampel
Sampling penelitian adalah suatu proses seleksi sampel
yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga
jumlah sampel akan mewakili seluruh populasi yang ada [ CITATION
Riy20 \l 1057 ]. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah total sampling. Menurut Sugiyono, total
sampling adalah teknik penentu sampel bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel [ CITATION Riy20 \l 1057 ].
Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang.
b. Teknik Pengambilan Sampel
xxxiii
Sampling penelitian adalah suatu proses seleksi sampel yang
digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga
jumlah sampel akan mewakili seluruh populasi yang ada[ CITATION
Not18 \l 1057 ]. Teknik pengambilan seampel dalam penelitian ini
adalah purposive sampling. Purposive Sampling adalah suatu
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui
sebelumnya[ CITATION Not18 \l 1057 ].
c. Kriteria Sampel
Menurut Notoatmodjo (2018), agar karakteristik sampel tidak
menyimpang dari populasinya, maka sebelum dilakukan
pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi, maupun
kriteria ekslusi[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Agar karakteristik tidak
menyimpang maka ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi
diantaranya :
1. Kriteria inklusi
a) Orang tua dengan anak usia sekolah sekolah (7-15 tahun)
sebagai staff dan dosen Lingkungan Pendidikan STIKes
Budi Luhur Cimahi.
b) Orang tua dengan anak usia sekolah (7-15 tahun) yang
bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian atau menjadi
responden melalui surat izin orang tua.
xxxiv
c) Orang tua dengan anak usia sekolah yang sedang menjalani
pembelajaran dari rumah selama > 6 bulan.
2. Kriteria eksklusi
a) Orangtua yang bekerja sebagai staff dan dosen dengan anak
yang sakit akut atau kronis selama belajar dari rumah
b) Orangtua yang bekerja sebagai staff dan dosen dengan anak
gangguan autis dan gangguan perkembangan
E. Alat Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian merupakan alat pengumpulan data yang sesuai
dengan tujuan penelitian. Salah satunya adalah kuesioner, yang
merupakan bentuk penjabaran variabel-variabel yang terlibat dalam
tujuan penelitian[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Alat yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi kuesioner yang terdiri dari 4 bagian, yaitu
1) Data sosiodemografi orang tua
2) Data demografi dan antropometri anak usia 7-15 tahun sebelum
dan saat belajar dari rumah saat pandemik
3) Kebiasaan makan anak usia sekolah sebelum dan saat belajar dari
rumah saat pandemik
4) Data pendukung.
a) Data demografi
xxxv
Bagian I memiliki 11 item pertanyaan, bagian II terdiri dari 11 item
pertanyaan, bagian III sebanyak 14 item pertanyaan, dan bagian 4
memiliki 22 item pertanyaan.
b) Instrumen tentang dampak belajar dari rumah selama pandemik
terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan anak usia
sekolah
Hasil studi COV-EAT yang dikembangkan oleh Androutsos, O.,
Perperidi, M., Georgiou. C., Chouliaras, G. dan dimodifikasi oleh
peneliti sesuai dengan kondisi dan data yang diperlukan dalam
penelitian ini. Instrumen telah dialih bahasakan dari bahasa inggris ke
bahasa indonesia dibantu oleh dosen yang bersertifikasi bahasa inggris
[ CITATION Ody21 \l 1057 ].
c) Kuesioner
2. Uji Validitas
Validitas merupakan instrument penelitian yang digunakan untuk
mengukur ketepatan dan kecermatan data yang diteliti [ CITATION Tin19
\l 1057 ].
Hasil yang diperoleh kemudian di uji dengan teknik uji validitas
“product moment” yang rumusnya sebagai berikut :
r =N ∑ xy −¿ ¿ ¿
Keterangan : valid r > r tabel
r : korelasi tidak valid r < r tabel
N : jumlah sampel
xxxvi
3. Uji Reliabilitas
Uji reliabitas merupakan upaya untuk menstabilkan dan melihat
adakah konsistensi responden dalam menjawab pertanyaan, yang
berkaitan dengan konstruksi dimensi variabel [ CITATION Tin19 \l 1057 ].
Untuk uji reabilitas Alpha Chronbach digunakan rumus :
2
∑s
r= [ ][
k
k−1
1− 2 i
st ]
Keterangan :
K = jumlah item
∑ s i2 = jumlah variansi semua item
si2 = variansi skor total
st 2 = reliabilitas intrument
F. Prosedur Pengumpulan Data
Agar penelitian dapat memenuhi syarat penelitian yaitu sistematis,
terencana, dan mengikuti konsep ilmiah. Maka peneliti menyusun
prosedur penelitian melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1. Persiapan Penelitian
Tahap Persiapan :
a) mengkaji masalah, menentukan judul penelitian, membuat latar
belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian.
b) Peneliti membuat surat permohonan izin studi pendahuluan ke
Prodi Pendidikan Ners kepada Kepegawaian STIKes Budi Luhr
Cimahi.
xxxvii
c) Peneliti menyusun tinjauan pustaka, dan menentukan kerangka
konsep penelitian, metode, dan instrument penelitian
Pelaksanaan Penelitian
a) Peneliti membuat surat perijinan etihcal clearance di kampus
program studi pendidikan ners STIKes Budi Luhur untuk
mendapat izin dan pengambilan data di kepegawaian STIKes Budi
Luhur Cimahi.
b) Peneliti membuat surat izin penelitian di STIKes Budi Luhur
Cimahi dari Prodi pendidikan ners
c) Peneliti membuat surat perizinan ke Kantor Kesatuan Bangsa
Pemerintah Kota Cimahi
d) Penelitian menyerahkan surat perijinan melakukan penelitian dari
program studi pendidikan ners kepada Kantor Kesatuan Bangsa
Pemerintah Kota Cimahi untuk memohon surat tembusan
perizinan penelitian ke ......
e) Peneliti menyerahkan surat tembusan perizinan dari Kantor
Kesatuan Bangsa (KESBANG) kepada ................
f) Peneliti menyerahkan surat tembusan perizinan dari Kantor
Kesatuan Bangsa, kepada STIKes Budi Luhur Cimahi
g) Peneliti melakukan informed Consent pada STIKes Budi Luhur
Cimahi, dan memohon izin untuk menganggu waktu sesaat untuk
pembagian kuesioner dalam bentuk google form.
xxxviii
h) Menjelaskan kepada calon responden mengenai tujuan, dan
manfaat penelitian, dan bila bersedia menjadi responden
dipersilahkan menandatangani informed consent.
i) Membagikan kuesioner dan menjelaskan prosedur pengisian
kuesioner.
j) Setelah kuesioner terkumpul peneliti kemudian melakukan analisa
data.
Tahap Pengolahan
a) Peneliti melakukan pengolahan analisa data menggunakan proses
komputerisasi.
b) Peneliti menyusun laporan hasil penelitian dalam bentuk skripsi
2. Alur Penelitian
Identifikasi masalah
Data sekunder
Data melalui sumber
Pengambilan Data 1. Jurnal
2. Berita media
masa
Studi Pendahuluan
- Wawancara
- Angket
Menentukan populasi dan sampel
Desain penelitian Pengumpulan data kuesioner
Analisa data Pengolahan data
xxxix
Penyusunan laporan
akhir
G. Pengolahan dan Analisa Data
1. Pengolahan Data
Analisa data adalah tahap pengolahan data sesuai dengan teknik
analisis kuantitatif, dimana dapat dilakukan secara manual ataupun
komputerisasi [ CITATION Not18 \l 1057 ]. Analisa data yang dilakukan
pada penelitian ini yaitu analisa bivariat untuk menganalisa setiap
variabel penelitian secara deskriptif menggunakan program komputer.
Analisa bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
kebiasaan makan anak usia sekolah sebelum belajar dari rumah dan
saat belajar dari rumah, untuk mengetahui peningkatan berat badan
anak usia sekolah pada saat belajar dari rumah. Pada penelitian ini
analisa data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
persentase [ CITATION Riy20 \l 1057 ].
Setelah angket dari responden terkumpul, selanjutnya dilakukan
pengolahan dara dengan cara sebagai berikut:
a) Editing (penyuntingan data)
Hasil wawancara atau angket yang diperoleh melalui
kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Apabila terdapat
kesalahan dan kekurangan data maka dilengkapi dengan pendataan
ulang[ CITATION Not18 \l 1057 ].
xl
b) Coding (membuat kode)
Mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data
angka atau bilangan untuk mempermudah pengolahan data
selanjutnya[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Hasil angket yang sudah di
dapat dilakukan penyunting data sebagai berikut, kebiasaan makan
sebelum belajar dari rumah dan saat belajar dari rumah tidak
pernah = 1, 1X/mg = 2, 2-4X/mg = 3, 5-6X/mg = 4, 1X/hari = 5,
2-3X/hari = 6, >3X/hari = 7 dan peningkatan berat badan obesitas,
normal, kurus.
c) Data Entry (memasukan data)
Pada tahap ini peneliti memasukkan seluruh data yang telah
di beri kode kedalam program pengolahan data secara
komputerisasi, dimana jumlah data yang dimasukkan sebanyak 60
sampel data[ CITATION Not18 \l 1057 ].
d) Tabulating (tabulasi)
Tabulating adalah mengelompokkan data kedalam satu
tabel tertentu menurut sifat- sifat yang dimiliki. Pada data ini
dianggap bahwa data telah diproses sehingga harus segera disusun
dalam satu format yang di rancang.
Adapun hasil pengolahan data tersebut di interprestasikan
menggunakan skala kumulatif :
100 % : Seluruhnya
76 – 99% : Hampir seluruhnya
xli
51 – 75% : Sebagian besar dai responden
50% : Setengah responden
26 – 49% : Hampir dari setengahnya
1 – 25% : Sebagian kecil dari responden
0% : Tidak ada satupun dari responden[ CITATION
Not18 \l 1057 ].
2. Analisa Data
a. Analisis Univariat
Analisis univariat merupakan suatu analisis yang bertujuan
untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variable
penelitian. Dimana disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan
persentasi dari tiap variable [ CITATION Not18 \l 1057 ]. Analisis ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan
persentase dari dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap
kebiasaan makan dan peningkatan berat badan anak usia sekolah di
lingkunan peendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi tahun 2021.
Frekuensi (F)
Jumlah seluruh responden
Distribusi Frekuensi = x 100
b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mengungkapkan hubungan dua
variable yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang diduga saling
xlii
berhubungan atau berkorelasi[ CITATION Soe18 \l 1057 ]. Dalam analisis
bivariat, dilakukan uji hipotesis variabel bebas dan variabel terikat
untuk melihat
H. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di lingkungan pendidikan STIKes
Budi Luhur Cimahi pada bulan April s.d Agustus 2021.
I. Etika Penelitian
a. Izin etik (Ethical Clearence)
Suatu instrumen untuk menjelaskan status kesesuai dan
keberterimaan praktik perlakuan dalam berbagai bidang sesuai dengan
norma-norma yang diterima[ CITATION LIP13 \l 1057 ].
b. Penjelasan dan persetujuan (Informed Consent)
Informed consent adalah suatu bentuk persetujuan yang tertulis
antara peneliti dengan responden. Informed consent di berikan
sebelum dilakukan penelitian. Peneliti menjelaskan mengenai tujuan
dari penelitian setelah itu memberikan lembar persetujuan kepada
responden untuk di tandatangani sebagai bukti persetujuan[ CITATION
LIP13 \l 1057 ].
c. Kerahasiaan (Confidentiality)
Confidentiality merupakan etika dimana peneliti tidak boleh
menampilkan informasi mengenai identitas dan kerahasiaan identitas
subjek. Pada penerapan prinsip etik ini, peneliti meniadakan identitas
seperti nama dan alamat responden diganti dengan kode atau inisial nama
xliii
responden. Hal ini bertujuan untuk merahasiakan berbagai informasi
yang menyangkut privasi responden yang tidak ingin identitasnya dan
segala infomasi tentang dirinya diketahui oleh orang lain.[ CITATION
Not18 \l 1057 ].
d. Manfaat (Benefit)
Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat semaksimal
mungkin bagi masyarakat dan umumnya, pelaksanaan penelitian harus
dapat mencegah atau paling tidak mengurangi rasa sakit, cidera, stress,
maupun kematian subjek. Maka penelitian perlu sesuai kaidah
keilmuan[ CITATION Not18 \l 1057 ].
e. Keadilan (Justice)
Prinsip keadilan menjamin bahwa semua subjek memperoleh
perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender,
agama, dan etnis[ CITATION Not18 \l 1057 ].
xliv
DAFTAR PUSTAKA
[1] Husin dan Witri, “COVID-19 : TINGKAT STRES BELAJAR ANAK-
ANAK,” vol. 5, 2021.
[2] Yuliana, "Corona Virus Diseases (Covid-19); Sebuah Tinjauan Literatur,"
vol. 2, pp. 187-192, 2020.
[3] R. D. Wiresti, "Analisis Dampak Work From Home pada Anak Usia Dini
di," vol. 5, no. 1, pp. 641 - 653, 2021.
[4] R. P. Sari, N. B. and M. S. , "DAMPAK PEMBELAJARAN DARING
BAGI SISWA SEKOLAH DASAR," vol. 2, pp. 9 - 15, 2021.
[5] A. P. R. P. M. A. P. B. Santoso, L. M. Wijayanti, C. C. Hyun and R. S. Putri,
"Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses," vol. 2,
pp. 1 - 12, 2020.
[6] O. A. . M. . P. C. G. and G. C. , "Lifestyle Changes and Determinants of
Children’s and Adolescents’ Body Weight Increase during the First COVID-
19," vol. \, 2021.
[7] M. A. Khan and dkk, "Systematic Review of The Effects of Pandemic
Confinements On Body Weight and Their," April, 2021.
[8] H. A. Hourani, B. A. and M. A. , "Impact of COVID-19 lockdown on body
weight, eating habits and physical activity of Jordanian children and
adolescents," April, 2021.
[9] A. M. Kumala, A. M. and A. R. , "hubungan antara durasi penggunaan alat
elektronik (Gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi pada
remaja usia 13-15 tahun," vol. 8, pp. 73 - 80, 2019.
[10] H. A Y S and K. I. , Pakar Teori Model Keperawatan dan Karya Merdeka,
Jakarta: Elsevier, 2017.
[11] K. R. Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19).
Edisi Revisi Ke-4, Jakarta: Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Pencegahan
dan Pengendalian Penyakit, Maret 2020.
[12] PDPI, Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Covid-19 di Indonesia,
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2020.
[13] Kemendagri, Pedoman Umum Menghadapi Pandemi Covid-19 Bagi
Pemerintah Daereh: Pencegahan, Pengendalilan, Diagnosis, dan Manajemen,
Jakarta: Tim Kerja Kemendagri, 2020.
xlv
[14] M. S. "Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia," pp. 1-3, 2020.
[15] P. I. d. K. Covid-19, "Statistik Angka Kejadian Covid," 7 Juni 2021.
[16] M. W. B. Andriani, Gizi dan Kesehatan Balita Peranan Mikro Zinc pada
Pertumbuhan Balita, Jakarta: Kencana, 2014.
[17] A. Sulistyawati, Deteksi Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: Salemba Medika,
2014.
[18] A. A. A. Hidayat, Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: Salemba Medika, 2008.
[19] D. Adriana, Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak, Jakarta:
Salemba Medika, 2011.
[20] A. T. "Berat Badan Ideal Anak Perlu Jadi Perhatian," 12 Oktober 2020.
[21] F. L. Mustofa, I. H. D. H. and S. S. Langki, "Gambaran Angka Kenaikan
Berat Badan Saat Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Angkatan 2017
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati," vol. 8, Maret, 2021.
[22] N. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
[23] N. Metodologi Peneltian Kesehatan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2018.
[24] S. Notoatmodjo, Ilmu Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
[25] S. in Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, PT. Bina
Aksara, 2010.
[26] R. T. Handayani, A. Widiyanto, J. T. Atmojo, D. Arradini and A. T.
Darmayanti, "PANDEMI COVID-19, RESPON IMUN TUBUH, DAN
HERD," vol. 10, pp. 373 - 389, 2020.
[27] E. K, "Keefektifan Model Pembelajaran Daring Dalam Perkuliahan Bahasa
Indonesia di Perguruan Tinggi," vol. 3, p. 102, 2017.
[28] I. K. Widiara, Blended Learning Sebagai Alternatif Pembelajaran di Era
Digital, vol. 2, 2018.
[29] N. Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2006.
[30] T. Tulus, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar, Jakarta:
Grasindo, 2004.
[31] M. F. and F. , "What Is a Pandemic," The Journal of Infectious Diseses, vol.
200, no. 7, pp. 1018 - 1021, 2009.
[32] D. R. Irawan Rahmawaty, "Hubungan Penggunaan Gadget dengan
Krtajaman Penglihatan pada Siswa Kelas VII dan VIII di MTs Riyadlatul
xlvi
Fallah Jombang," 2018.
[33] P. Ilmu Gizi Klinis pada Anak, Jakarta: Balai Penerbit FK UI, 2003.
[34] Sudjatmoko, "Masalah Makan pada Anak," vol. 10, pp. 36-41, 2011.
[35] A. Sholikah, E. R. Rustiana and A. Yuniastuti, "Faktor-faktor yang
Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan," vol. 2,
2017.
[36] E. C. Pearce, Anatonomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2014.
[37] I. F. Hanum, "Efektivitas Penggunaan Screen pada Monitor Komputer untuk
Mengurangi Kelelahan Mata Pekerja Call Centre PT Indosat NSR," 2010.
[38] I. m. M, M. C. and L. S. , "Formulasi Model Perkuliahan Daring Sebagai
Upaya Menekan Disparitas Kualiitas Perguruan Tinggi," Walisongo Journal
of Information Technology, vol. 1, 2019.
[39] L. R. "Konsep E-Learning dan Aplikasinya pada Lembaga Pendidikan
Islam," Jurnal An Nur, vol. 1, 2011.
[40] N. B. Argaheni, "Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi COVID-19
Terhadap Mahasiswa Indonesia," Jurnal Ilmiah Kesehatan dari Aplikasinya,
vol. 8, pp. 99-108, 2020.
[41] K. S. Melani, "Tingkat Stress Mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat Satu
Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 dan Perkuliahan Daring di STIKes
Karya Husada," 2020.
[42] A. C. P. Harahap, D. P. Harahap and S. R. Harahap , "Analisis Tingkat
Stress Akademik pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh Dimasa
Covid-19," vol. 3, pp. 10-14, 2020.
Instrumen Penelitian
I. Data Sosiodemografi Orang Tua
1. Usia Orang Tua
a. Ayah : ...........................
xlvii
b. Ibu : ............................
2. Kota Tingal (sesuai KTP) ...........
3. Status Pernikahan Orang Tua :
a. Menikah
b. Single Parents
4. Pekerjaan Ayah Sebelum Pandemik :
a. Bekerja
b. Tidak bekerja
c. Pensiun
5. Ayah Kehilangan Pekerjaan saat Pandemik :
(Isi bila nomor 4 menjawab bekerja)
a. Ya
b. Tidak
6. Ayah Meningkat Jam Kerjanya saat Pandemik :
(Isi bila nomor 4 menjawab bekerja)
a. Ya
b. Tidak
7. Pekerjaan Ibu Sebelum Pandemik :
a. Bekerja
b. Tidak bekerja
c. Pensiun
8. Ibu Kehilangan Pekerjaan saat Pandemik :
xlviii
(Isi bila nomor 7 menjawab bekerja)
a. Ya
b. Tidak
9. Ibu Meningkat Jam Kerjanya saat Pandemik :
(Isi bila nomor 7 menjawab bekerja)
a. Ya
b. Tidak
10. Jumlah Anak dalam Keluarga : ............. (Usia 1 bulan s.d 18 tahun dan
belum menikah)
11. Jumlah Anak Usia 7-15 Tahun dalam Keluarga :
II. Data Demografi dan Antropometri Anak Usia 7-15 Tahun sebelum dan Saat
Belajar dari Rumah saat Pandemik
No Inisia Anak Jenis Usia Pendidika Sebelum Saat Belajar
. l Ke- Kelamin n Belajar dari dari Rumah
Anak Rumah
TB BB IMT TB BB IMT
1.
2.
3.
4.
5.
Dihitung oleh peneliti
III. Kebiasaan Makan Anak Usia Sekolah Sebelum dan Saat Belajar dari Rumah
saat Pandemik
No Kebiasaan Sebelum Belajar dari Rumah Saat B
Tidak 1x/mg 2-4 5-6 1x/hari 2-3x/hari >3x/hari Tidak 1x/mg 2-4
. Makan Anak
Perna x/mg x/mg Pernah x/mg
h
1. Konsumsi
cemilan asin
2. Jus segar dan
xlix
buah-buahan
3. Konsumsi
sayuran
4. Minuman soda
dan jus instan
5. Konsumsi susu
6. Konsumsi daging
merah, seperti
daging sapi dan
kambing
7. Konsumsi daging
unggas, seperti
ayam, bebek, dan
burung
8. Konsumsi ikan
9. Konsumsi pasta,
seperti spagheti,
makaroni, mie
instan
10. Konsumsi
kacang-kacangan
11. Konsumsi
makanan/cemilan
manis
12. Konsumsi
suplemen
vitamin
13. Frekuensi
memesen fast
food, seperti
KFC, MCD,
CFC, Pizza Hut
14. Frekuensi
sarapan
IV. Data Pendukung
Inisial Sebelum Belajar dari Rumah S
Anak Durasi Tidur Screen Time Aktivitas Fisik Durasi Tidur S
(Sesua
i no. 2)
l
<8 8- >1 0 1 2 3 >3 Norma Bertamba Menuru <8 8- >1 0 1
ja 10 0 ja ja ja ja ja l h n ja 10 0 ja ja
m ja jam m m m m m m ja jam m m
m m
Kisi-kisi Intrumen
PENILAIAN
KOMPONEN NO ITEM SKOR
JAWABAN
1, 3, 6, 7, 8, 9, Tidak Pernah 1
10, 11, 12 1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Kebiasaan makan 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7
2, 4, 5, Tidak Pernah 1
1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Kebiasaan minum 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7
13, 14 Tidak Pernah 1
1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Frekuensi 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7
li
LEMBAR PERMOHONAN CALON RESPONDEN
Kepada
Yth: Calon responden
Di STIKes Budi Luhur Cimahi
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan hormat bersama ini saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Yusma Zahratun Nisak
NIM : C.0105.17.050
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi
akan melakukan penelitian tentang tugas akhir (Skripsi) mengenai “Dampak
Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan Makan dan
Peningkatan Berat Badan di Lingkungan Pendidikan STIKes Budi Luhur
Cimahi”.
Oleh karena itu diperlukan dukungan dan partisipasi dari Bapak/Ibu untuk
meluangkan waktu menjadi responden dalam penelitian ini dengan bersedia untuk
mengisi kuesioner. Data yang diperoleh untuk kepentingan penelitian. Apabila
Bapak/Ibu bersedia menjadi responden, maka saya mohon untuk menandatangani
lembar persetujuan yang telah disediakan. Atas bantuan dan kerjasamanya saya
ucapakan terimakasih.
lii