0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan60 halaman

Dampak BDR pada Kebiasaan Makan Anak

Proposal penelitian ini membahas dampak belajar dari rumah selama pandemik COVID-19 terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan pada anak sekolah. Pandemik menyebabkan sekolah dilakukan secara daring yang berpotensi mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik anak, sehingga berisiko meningkatkan berat badan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara belajar dari rumah dengan peningkatan berat badan anak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan60 halaman

Dampak BDR pada Kebiasaan Makan Anak

Proposal penelitian ini membahas dampak belajar dari rumah selama pandemik COVID-19 terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan pada anak sekolah. Pandemik menyebabkan sekolah dilakukan secara daring yang berpotensi mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik anak, sehingga berisiko meningkatkan berat badan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara belajar dari rumah dengan peningkatan berat badan anak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK

TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN


BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan Program Studi Sarjana


Pendidikan Ners di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi

YUSMA ZAHRATUN NISAK

C.0105.17.050

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

CIMAHI

2021
DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK
TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN
BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI LINGKUNGAN
PENDIDIKAN STIKES BUDI LUHUR CIMAHI

TAHUN 2021

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan untuk memenuhi memenuhi syarat untuk menyelesaikan Program Studi


Sarjana Pendidikan Ners di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi

YUSMA ZAHRATUN NISAK

C.010.05.17.050

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

CIMAHI

2021
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Yusma Zahratun Nisak

NIM : C.0105.17.050

Program Studi : Pendidikan Ners

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa tulisan dalam skripsi dengan

judul Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan Makan

dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah di Lingkungan Pendidikan

STIKes Budi Luhur Cimahi merupakan hasil pemikiran saya sendiri, bukan

pengutipan tulisan dari hasil karya orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau

hasil pemikiran saya sendiri. Saya tidak melakukan plagiatisme atau pengutipan

dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam tradisi

keilmuan.

Apabila dikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini adalah hasil kutipan

pemikiran orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas tindakan tersebut.

Bandung, Mei 2021

Yusma Zahratun Nisak

ii
LEMBAR PERSETUJUAN
SKRIPSI

Oleh

YUSMA ZAHRATUN NISAK

C.0105.17.050

DAMPAK BELAJAR DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK


TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN PENINGKATAN
BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI LINGKUNGAN
PENDIDIKAN STIKES BUDI LUHUR CIMAHI

telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Cimahi, …………………………

Pembimbing I Pembimbing II

Ns. Windasari Aliarosa, MAN Evi Vilianti, S.Kep., Ners

NIP.198401182010011124 NIP.198004102006042014

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan

rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini yang

berjudul “Dampak Belajar Dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan

Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah Di Lingkungan

Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi".

Dalam penyusunan Proposal Penelitian ini, penulis mendapatkan banyak

pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini

penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :

1. Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Budi Luhur Cimahi.

2. Bapak Aan Somana, S.Kp., M.Pd., M.N.S, selaku Ketua Pendidikan Ners Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi,

3. Ibu Ns. Windasari Aliarosa, MAN, selaku pembimbing I yang telah banyak

membantu memberi masukan, motivasi, arahan, revisi dan saran terhadap

proposal penelitan ini.

4. Ibu Evi Vilianti, S.Kep., Ners, selaku Pembimbing II yang telah banyak

membantu memberi masukan, motivasi, arahan, revisi dan saran terhadap

proposal penelitan ini.

5. Seluruh Dosen beserta Staf Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Budi Luhur Cimahi yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan

yang tidak dapat diukur dengan apapun.

iv
6. Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan moril dan materinya,

pengorbanan, cinta, kasih sayang serta semangat tiada henti dan do’a yang tulus.

7. Teman-teman Pendidikan Ners 2017 yang selalu memberikan semangat serta

membantu kelancaran penyusunan proposal penelitian ini.

8. Semua pihak yang membantu dalam menyusun proposal penelitian ini, yang tidak

dapat disebutkan satu persatu.

Penulis berusaha untuk dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini

dengan sebaik-baiknya. Demi kesempurnaan, penulis mengharapkan adanya kritik

dan saran dari semua pihak untuk menyempurnakannya.

Bandung, Mei 2021

Penulis

v
DAFTAR ISI

Pernyataan Keaslian Tulisan i


Lembar Persetujuan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Gambar v
Daftar Tabel vi
BAB I 1
Pendahuluan 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 8
C. Tujuan Penelitian 9
D. Manfaat Penelitian 9
BAB II 11
Tinjauan Pustaka 11
A. Kajian Pustaka 11
1. Konsep COVID-19 11
a. Devinisi COVID-19 11
b. Tanda & Gejala 12
c. Dampak COVID-19 13
2. Konsep Berat Badan 15
a. Definisi Berat Badan 15
b. Pengukuran Berat Badan 16
c. Berat Badan Normal 17
d. Faktor Peningkatan Berat Badan 18
3. Dampak Pandemik Terhadap Peningkatan Berat Badan 20
B. Hasil Penelitian yang Mendukung 21
C. Teori Model Keperawatan 22
D. Kerangka Pemikiran 23
1. Kerangka Teori 24
BAB III 26
Metodologi Penelitian 26
A. Rancangan Penelitian 26
B. Variabel Penelitian 26
C. Definisi Operasional 27
D. Populasi dan Sampel 28
1. Populasi Penelitian 28
2. Sampel Penelitian 29
E. Alat Pengumpulan Data 30
1. Instrumen Penelitian 30
2. Uji Validitas 32
3. Uji Realibilitas 32
F. Prosedur Pengumpulan Data 33
1. Persiapan Penelitian 33
2. Alur Penelitian 34
G. Pengolahan & Analisa Data 35
1. Pengolahan Data 35
H. Lokasi & Waktu Penelitian 36
I. Etika Penelitian 37
a. Izin Etik (Ethical Clereance) 37
b. Penjelasan & Persetujuan (Informed Consent) 37
c. Kerahasiaan (Confidentiality) 37
d. Manfaat (Benefit) 37
e. Keadilan 38
Daftar Pustaka 39

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian

Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian

Gambar 3. Alur Penelitian


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Berat Berat Badan Normal Anak Usia Sekolah

Tabel 2. Definisi Operasional

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah jenis penyakit

menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome

Coronavirus (SARS-CoV-2). Virus ini menyerang sistem pernapasan akut

seperti flu, infeksi paru-paru, sesak napas, demam, batuk, gagal ginjal dan

bahkan kematian[ CITATION Hus21 \l 1057 ]. Virus jenis RNA strain tunggal

positif ini menginfeksi saluran pernapasan manusia dan bersifat sensitif

terhadap panas dan secara efektif dapat diinaktifkan oleh desinfektan yang

mengandung klorin. Sumber host diduga berasal dari hewan terutama

kelelawar, dan vektor lain seperti tikus bambu, unta dan musang. Gejala

umum berupa demam, batuk dan sulit bernapas. Sindrom klinik terbagi

menjadi tanpa komplikasi, pneumonia ringan dan pneumonia berat.

Pemeriksaan spesimen diambil dari swab tenggorok (nasofaring dan

orofaring) dan saluran napas bawah (sputum, bilasan bronkus, aspirat

endotrakeal). Isolasi dilakukan pada pasien terbukti terinfeksi Covid-19

untuk mencegah penyebaran lebih luas [ CITATION Yul20 \l 1057 ].

ii
Pada akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan kemunculan virus

corona (Covid-19), lebih dari 114 negara telah terjangkit virus ini. Delapan

negara diantaranya telah mengkonfirmasi lebih dari 1000 orang tertular

iii
virus corona untuk itu WHO menyatakan virus corona sebagai PHEIC

public health emergencies international concern) yaitu kejadian luar biasa

yang beresiko terhadap penularan kesehatan masyarakat antar negara dan

membutuhkan respons internasional[ CITATION Wir211 \l 1057 ].

Coronavirus ini menyebar di Indonesia pada awal tahun 2020 dan

pertama kali ditemukan atau pertama kali muncul di kota Wuhan, China

pada akhir Desember tahun lalu (2019). Hal ini menyebabkan semua

negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam

rangka mencegah penyebaran virus corona tersebut. Dengan munculnya

coronavirus ini menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan juga

merupakan ancaman bagi kesehatan manusia. Dalam dunia pendidikan, hal

ini juga berdampak sangat luar biasa, dampak Covid-19 terhadap dunia

pendidikan sangatlah besar dan dirasakan oleh berbagai pihak, terutama

para guru, kepala sekolah, peserta didik dan juga orang tua. Akibat

pandemik yang tinggi, sekolah dan perguruan tinggi di seluruh dunia

ditutup[ CITATION Sar21 \l 1057 ].

Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah 18 Maret 2020

segala kegiatan didalam dan diluar ruangan di semua sektor sementara

waktu ditunda demi mengurangi penyebaran virus corona, terutama pada

bidang pendidikan. Pada tanggal 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020

tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat

Penyebaran Covid-19 dimana dalam surat edaran tersebut dijelaskan

iv
bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring

atau pembelajaran jarak jauh, hal ini dilaksanakan untuk memberikan

pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Belajar di rumah dapat

difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai

pandemik Covid-19[ CITATION Sar21 \l 1057 ].

Pada awal april 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud) telah menetapkan kebijakan learning from home atau belajar

dari rumah (BDR) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Undang-

undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal

31 yang menjelaskan Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan

pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti

pendidikan secara tatap muka atau regular. Dalam konteks yuridis formal,

seperti yang termuat dalam PP No.17 Tahun 2010, bab IV tentang

penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), memiliki tujuan untuk

perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan

relevansi pendidikan dan memutus rantai penyebaran Covid-19[ CITATION

Hus21 \l 1057 ].

Lebih dari 120 negara telah memberlakukan pembatasan interaksi

sosial melalui penutupan sekolah yang berdampak pada 1,6 juta siswa di

seluruh dunia. Indonesia telah menutup semua sekolah sejak awal bulan

Maret sehingga 60 juta siswa tidak dapat bersekolah. Berdasarkan data

yang diperoleh dari UNESCO, saat ini total ada 39 negara yang

v
menerapkan penutupan sekolah dengan total jumlah pelajar yang

terpengaruh mencapai 421.388.462 anak[ CITATION Agu20 \l 1057 ].

vi
Di Indonesia, ada sekitar 646.200 sekolah ditutup dari jenjang

pendidikan PAUD sampai perguruan tinggi. Akibatnya, 68,8 juta siswa

belajar di rumah dan 4,2 juta guru dan dosen mengajar dari rumah.

Sedangkan di Jawa Barat ada sekitar 38.561 sekolah yang ditutup. Untuk

daerah Kota Bandung ada sekitar 1.154 sekolah dan untuk daerah Kota

Cimahi ada sekitar 249 sekolah yang ditutup karena corona. Tetapi ada

beberapa sekolah yang sudah memulai tatap muka dengan syarat

memenuhi protokol kesehatan[ CITATION Sar21 \l 1057 ].

Keadaan yang belum pernah terjadi ini menyebabkan perubahan

yang signifikan terhadap rutinitas anak, yang tidak lagi mendatangi

sekolah dan tidak melakukan aktivitas di sekolah seperti biasanya, tetapi

terisolasi di rumah bersama dengan orang tua dan keluarga mereka.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa isolasi yang diakibatkan karena

pandemic Covid-19 berhubungan dengan modifikasi perilaku makan. Hal

ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pembelian makanan oleh

masyarakat yang diikuti dengan peningkatan ketersediaan makanan di

beberapa negara. Selain itu, isolasi di rumah, termasuk belajar dari rumah

menimbulkan kebosanan dan stress. Hal ini menyebabkan peningkatan

kebutuhan energi, meningkatnya perilaku makan makanan yang

menenangkan, dan makan yang berlebihan terkait dengan emosi

individu[ CITATION Ody21 \l 1057 ].

Penelitian-penelitian yang lain menunjukkan bahwa terdapat

peningkatan berat badan dan BMI pada anak dan remaja setelah periode

vii
isolasi (lockdown) selama 10 minggu. Kondisi ini sama dengan Ketika

anak dan remaja menjalani libur panjang ketika sekolah [7,8]. Bermain

gadget merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang tidak aktif atau

biasa disebut sedentary lifestyle yang dapat meningkatkan asupan kalori

selama penggunaan gadget. Hal ini berkaitan dengan pembelajaran daring.

Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap

muka secara langsung antar guru dan peserta didik, melainkan secara

online yang menggunakan jaringan internet. Guru dan peserta didik

melakukan pembelajaran bersama, waktu yang sama, dengan

menggunakan berbagai aplikasi, seperti WhatsApp, telegram, Zoom

meeting, google meet, google classroom, quiepper school, ruang guru dan

aplikasi lainnya[CITATION Kum19 \l 1057 ].

Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian di Brazil pada remaja

usia 11 – 14 tahun ditemukan bahwa tingginya screen-time berkaitan

dengan peningkatan berat badan dan pola makan yang tidak sehat. Selain

itu, penelitian di Kanada pada anak sekolah menunjukkan bahwa 64%

anak-anak memiliki minimal 1 buah Electronic Entertainment and

Communication Devices (EECDs) dan penggunaan EECDs di malam hari

berhubungan dengan peningkatan berat badan, penurunan kualitas asupan,

dan penurunan aktivitas fisik secara signifikan [CITATION Kum19 \l 1057 ].

Hasil penelitian Mustofa, F. L pada tahun 2021 dengan judul

“Gambaran Angka Kenaikan Berat Badan Saat Masa Pandemi Covid-19

pada Mahasiswa Angkatan 2017 Fakultas Kedokteran Universitas

viii
Malahayati” berdasarkan pengolahan data Berat badan sebagian besar

responden mengalami kenaikan berat badan 25 (56,8) dengan distribusi

usia terbanyak 21 tahun 20 (45,5) jenis kelamin perempuan 27 (61,4), IMT

Obesitas 2 14 (15,9) dan terdapat perubahan pola makan saat masa

pandemi COVID-19 27 (61,4). Terdapat kenaikan berat badan saat masa

pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Kedokteran

Universitas Malahayati Tahun 2020 dengan angka kenaikan berat badan

terbanyak 1 kg [ CITATION Mus21 \l 1057 ].

Hasil penelitian Bolang C. R (2021) dengan Status Gizi Mahasiswa

Sebelum dan Di Saat Pandemi COVID-19. Penelitian terhadap 112 sampel

ini, diperoleh data pada masa sebelum pandemi dengan status gizi;

underweight 14,3%, normal 43,8%, overweight at risk 17,0%, obese I

19,6%, obese II 5,4%. Status gizi pada masa pandemi; underweight 17,0%,

normal 48,2%, overweight at risk 17,9%, obese I 13,4%, obese II 3,6%.

Uji statistik dengan Wilcoxon Rank Test diperoleh kategori status gizi

pada masa pandemi lebih rendah dibandingkan dengan kategori status gizi

sebelum masa pandemi (p < 0,05). Dan disimpulkan bahwa terdapat

penurunan kategori Status Gizi pada Mahasiswa Angkatan 2019 Program

Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

pada masa pandemi COVID-19 [ CITATION Bol21 \l 1057 ].

Pada saat observasi pendahuluan melalui wawancara terhadap 7

orang staff dan dosen yang dilakukan di STIKes Budi Luhur Cimahi dari

hasil observasi ditemukan 5 dari 7 orang yang mengatakan bahwa anaknya

ix
mengalami peningkatan berat badan selama masa pandemik ini yang

diharuskan untuk belajar dari rumah, disebabkan karena banyaknya waktu

yang dihabiskan di rumah tanpa melakukan aktivitas fisik apapun, yang

dilakukannya hanya bermain gadget dan menonton televisi. Didapatkan

lagi informasi terjadi perubahan pada pola makan selama masa pandemik,

mereka lebih banyak makan saat di rumah saja dan porsi makan menjadi

lebih banyak dua kali lipat saat pandemik dengan memilih makanan yang

tinggi karbohidrat (mie instan dengan nasi), lemak (gorengan), makanan

snack ringan, dan minum minuman yang manis seperti boba. Asupan

energi yang berlebih apabila tidak diimbangi dengan pengeluaran energi

yang seimbang maka akan mengakibatkan peningkatan berat badan.

Teori keperawatan yang berhubungan dengan bahasan di atas yaitu

teori model keperawatan Sister Callista Roy: Model Adaptasi. Roy

mendefinisikan keperawatan secara luas sebagai “profesi pelayanan

kesehatan yang berfokus pada proses kehidupan manusia beserta polanya

dan menekankan pada promosi kesehatan individu, keluarga, kelompok,

dan masyarakat secara keseluruhan”. Pada saat COVID-19 masuk ke

indonesia aktivitas dan kegiatan yang biasanya dilakukan diluar rumah

kini menjadi di dalam rumah, akibatnya sebagian besar orang belum

terbiasa atas kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan untuk stay at

home. Terutama pada anak-anak yang biasanya melakukan aktivitas diluar

rumah bersama dengan teman-temannya kini harus diam di rumah.

x
Dengan adanya teori model keperawatan Calista Roy yang

mengemukakan adaptasi koping yang adaptif sehingga mampu beradaptasi

dengan lingkungan yang mengharuskan untuk stay at home. Teori Calista

Roy juga menjelaskan tentang bagaimana individu mampu meningkatkan

kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah

perilaku maladaptif.

Berdasarkan masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian mengenai “Dampak Belajar Dari Rumah Selama Pandemik

Terhadap Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah Di Lingkungan

Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah "Bagaimanakah

Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan

Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia Sekolah di Lingkungan

Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Dampak Belajar dari Rumah Selama Pandemik

Terhadap Kebiasaan Makan dan Peningkatan Berat Badan Anak Usia

Sekolah di Lingkungan Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.

2. Tujuan Khusus

xi
a. Untuk mengidentifikasi gambaran kebiasaan makan dan berat

badan anak usia sekolah sebelum pandemik di lingkungan

pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.

b. Untuk mengidentifikasi gambaran kebiasaan makan dan berat

badan anak usia sekolah selama pandemik di lingkungan

pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.

c. Untuk mengidentifikasi dampak sebelum belajar dari rumah selama

pandemik terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan

anak usia sekolah di lingkungan pendidikan STIkes Budi Luhur

Cimahi.

d. Untuk mengidentifikasi dampak saat belajar dari rumah selama

pandemik terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan

anak usia sekolah di lingkungan pendidikan STIkes Budi Luhur

Cimahi.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan

dan sumber referensi bagi peneliti selanjutnya, serta dapat bermanfaat

untuk pengembang Ilmu Keperawatan mengenai dampak belajar dari

rumah selama pandemik terhadap kebiasaan makan dan berat badan

anak usia sekolah.

2. Manfaat Praktik

a. Bagi Institusi (STIKes Budi Luhur Cimahi)

xii
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan

literatur, bahan referensi, dan dokumentasi untuk penelitian tentang

dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap kebiasaan

makan dan berat badan anak usia sekolah di perpustakaan STIKes

Budi Luhur Cimahi sehingga dapat berguna bagi mahasiswa

khususnya dan pembaca pada umumnya.

b. Bagi Anak Usia Sekolah (Responden)

Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai saran dan

gambaran kepada responden tentang dampak belajar dari rumah

terhadap kebiasaan makan dan berat badan yang terjadi selama

masa pandemik.

c. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam

pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam menulis karya

ilmiah, serta menganalisis permasalahan dan memecahkan masalah

tentang dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap

kebiasaan makan dan berat badan.

d. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai

acuan untuk peneliti selanjutnya dan meningkatkan tingkat

penelitian.

xiii
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Konsep Covid-19

a. Defisnisi

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit

saluran napas yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang

belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. COVID-19

pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun 2019

dan dikenal dengan nama Novel Corona Virus 2019 atau SARS

Coronavirus 2 [ CITATION Kem20 \l 1057 ]. Coronavirus merupakan

virus RNA strain tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen.

Coronavirus tergolong ordo Nidovirales, keluarga Coronaviridae.

Coronaviridae dibagi dua subkeluarga dibedaka berdasarkan

serotipe dan karakteristik genom. Terdapat empat genus yaitu

alpha coronavirus, beta-coronavirus, deltacoronavirus dan gamma

coronavirus[ CITATION PDP20 \l 1057 ].

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang

menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia

biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan mulai

flu biasa hinga penyakit yang serius seperti Middle East

Respiratory Syndrom (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut

xiv
Berat/ Severe Acute Respiratory (SARS)[ CITATION Kem201 \l

1057 ].

b. Tanda dan Gejala

Berdasarkan penyelidikan epidemiologi saat ini, masa

inkubasi Covid-19 berkisar antara 1 hingga 14 hari, dan umumnya

akan terjadi dalam 3 hingga 7 hari. Demam, kelelahan dan batuk

kering dianggap sebagai manifestasi klinis utama. Gejala seperti

hidung tersumbat, pilek, pharyngalgia, mialgia, dan diare relatif

jarang terjadi pada kasus yang parah, dispnea dan / atau

hipoksemia biasanya terjadi setelah satu minggu setelah onset

penyakit dan yang lebih buruk dapat dengan cepat berkembang

menjadi sindrom gangguan pernapasan akukt, syok septik,

asiadosis metabolik sulit untuk dikoreksi dan disfungsi perdarahan

dan batuk serta kegagalan banyak organ, dll. Pasien dengan

penyakit parah atau kritis mungkin mengalami demam sedang

hingga rendah, atau tidak ada demam sama sekali. Kasus ringan

hanya hadir dengan sedikit demam, kelelahan ingan dan

sebagainya tanpa manifestasi pneumonia. Dari kasus yang

ditangani saat ini sebagian besar pasien memiliki prognosis baik.

Orang tua dan orang-orang dengan penyakit kronis yang mendasari

biasanya memiliki prognosis buruk sedangkan kasus dengan gejala

yang relatif ringan sering terjadi pada anak-anak[ CITATION

Kem201 \l 1057 ].

xv
Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain

gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk dan sesak

napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi

terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID- 19 yang berat dapat

menyebabkan pneumonia, sindrom pernapan akut, gagal ginjal,

dan bahkan kematian. Tanda–tanda dan gejala klinis yang

dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan

beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen

menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru[ CITATION

Kem20 \l 1057 ].

Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan,

sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam

(suhu >38oC), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat

disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala

gastrointestinal seperti diare dan gejala saluran napas lain.

Setengah dari pasien timbul sesak dalam satu minggu. Pada kasus

berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok

septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi dan perdarahan atau

disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Pada beberapa

pasien, gejala yang muncul ringan, bahkan tidak disertai demam.

Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik, sebagian kecil

kondisi kritis bahkan meninggal[ CITATION PDP20 \l 1057 ].

c. Dampak Covid-19

xvi
Akibat dari pandemik COVID-19 ini, menyebabkan

diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai

penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan

oleh pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan

himbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing

yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat,

menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan,

dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak

orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat

dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemik COVID-19

yang terjadi saat ini[ CITATION Mat20 \l 1057 ].

Pemberlakuan physical distancing membatasi ruang gerak

dan aktivitas fisik masyarakat. Bahkan mengakibatkan masyarakat

tidak dapat melakukan aktivitas nya di luar rumah seperti biasa dan

merugikan mereka yang berpenghasilan sebagai buruh, pedagang

kaki lima, ojek online, dan lain sebagainya. Selain itu banyak

masyarakat yang diberhentikan dari pekerjaan nya. Hal ini sangat

merugikan ekonomi masyarakat maupun negara. Permasalahan lain

dari dampak pandemik ini yaitu banyak nya korban yang

meninggal akibat terjangkit virus COVID-19, tak hanya puluhan

tetapi mencapai hingga ratusan bahkan ribuan korban

jiwa[ CITATION Mat20 \l 1057 ].

xvii
Terhitung hingga saat ini data di Indonesia ada 1.843.612

kasus yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19, 1.697.543

orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, dan 51.296 orang

yang meninggal akibat COVID-19. Sedangkan data di Jawa Barat

ada 319.761 kasus yang terkonfirmasi terjangkit COVID-19,

295.224 orang yang dinyatakan sembuh, dan 4.312 orang yang

dinyatakan meninggal akibat COVID-19[ CITATION Pus21 \l 1057 ].

Pada situasi saat ini dunia pendidikan juga ikut terkena

dampak dari COVID-19, pembelajaran tatap muka yang

dilaksanakan 100% di sekolah secara tiba-tiba mengalami

perubahan. Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan

kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan dari

rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang

yang terdampak akibat adanya pandemik COVID-19 tersebut

dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di

Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan

sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring)[ CITATION

Mat20 \l 1057 ].

2. Konsep Berat Badan

a. Definisi

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting

dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir. Saat bayi dan

xviii
balita, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju

pertumbuhan fisik maupun status gizi. Berat badan merupakan

pilihan utama karena berbagai pertimbangan, antara lain [ CITATION

And14 \l 1057 ] :

1) Berat badan merupakan parameter yang paling baik, karena

mudah terlihat perubahanna dalam waktu singkat, sebab

adanya perubahan konsumsi makanan dan gangguan

kesehatan[ CITATION And14 \l 1057 ].

2) Berat badan dapat memberikan gambaran status gizi pada

waktu sekarang dan bila dilakukan secara periodik akan

memberikan gambaran yang baik tentang

pertumbuhan[ CITATION And14 \l 1057 ].

3) Berat badan merupakan ukuran antropometri yang telah

dipakai secara umum dan luas di Indonesia, sehingga bukan

merupakan hal baru yang memerlukan penjelasan secara

meluas[ CITATION And14 \l 1057 ].

4) Ketelitian pengukuran berat badan tidak banyak dipengaruhi

oleh keterampilan pengukur[ CITATION And14 \l 1057 ].

5) Kartu Menuju Sehat (KMS) yang digunakan merupakan alat

yang baik untuk pendidikan dan memonitor kesehatan

anak[ CITATION And14 \l 1057 ].

xix
6) Alat pengukur berat badan dapat diperoleh didaerah pedesaan

dengan ketelitian yang tinggi menggunakan dacin yang juga

telat dikenal masyarakat[ CITATION And14 \l 1057 ].

Tujuan dari pengukuran berat badan adalah untuk menentukan

status gizi anak, yaitu normal, kurus, kurus sekali, atau

gemuk[ CITATION Sul14 \l 1057 ].

b. Pengukuran Berat Badan

Pengukuran berat badan digunakan untuk menilai hasil

peningkatan atau penurunan jaringan yang ada pada tubuh,

misalnya tulang, otot, lemak, organ tubuh dan cairan tubuh

sehingga dapat diketahui status gizi dan tumbuh kembang anak.

Berat badan juga dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis

dan makanan yang diperlukan dalam tindakan

pengobatan[ CITATION Hid08 \l 1057 ].

Menghitung berat badan ideal :

a. Berat Badan Ideal (BBI) bayi (umur 0-12 bulan) [ CITATION Adr11

\l 1057 ]

BBI = Umur (bulan) +

2
b. BBI anak (umur 1-10 tahun)

BBI = (umur [tahun] x 2) + 8. [ CITATION Adr11 \l 1057 ]

c. Remaja dan dewasa BBI = (TB – 100) – (TB – 100) x 10% atau

BBI = (TB – 100) x 90%. [ CITATION Adr11 \l 1057 ]

xx
c. Berat Badan Normal

Berat badan normal anak usia 7-15 tahun menurut CDC, berikut

berat badan normal anak peremouan dan anak laki-laki [ CITATION

Ann20 \l 1057 ] :

Tabel 1. Berat badan normal anak usia 7-15 tahun

Usia Perempuan Laki-laki


7 tahun 22 kg 23 kg
8 tahun 25 kg 25 kg
9 tahun 29 kg 28 kg
10 tahun 33 kg 32 kg
11 tahun 37 kg 36 kg
12 tahun 41 kg 40 kg
13 tahun 42 kg 41 kg
14 tahun 44 kg 43 kg
15 tahun 46 kg 45 kg
Sumber : Berat Badan Normal Anak Usia Sekolah, 2020

d. Faktor Peningkatan Berat Badan

Faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan:

1) Aktivitas Fisik

Orang yang tidak aktif akan memerlukan kalori yang

sedikit. Seorang yang makan makanan yang banyak

mengandung karbohidrat, lemak, dan tidak melakukan aktivitas

fisik maka akan menimbulkan kenaikan berat badan. Tingkat

pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian

berat badan. Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor; 1.

Tingkat aktivitas dan olahraga secara umum; 2. Angka

metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk

xxi
mempertahankan fungsi minimal tubuh[ CITATION Ann20 \l

1057 ].

2) Pola Makan

Konsumsi makanan jajanan di masyarakat diperkirakan

terus meningkat, mengingat makin terbatasnya waktu untuk

mengolah makanan sendiri agar lebih mudah biasanya

masyarakat membeli makanan cepat saji atau junkfood.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan sudah menjadi

bagian dalam kehidupan masyarakat, baik di pedesaan ataupun

di perkotaan. Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan

mudah didapat, serta cita rasanya yang enak dan cocok dengan

selera kebanyakan masyarakat[ CITATION Ann20 \l 1057 ].

3) Faktor Hormonal

Penggunaan alat kontrasepsi hormonal adalah salah satu

penyebab peningkatan berat badan dikarenakan hormon

progesteron dapat merangsang hipotalamus untuk

mengeluarkan hormon yang mengatur nafsu makan secara

berlebih sehingga akan menimbulkan rasa lapar secara terus

menerus dan hormon progesteron menyebabkan retensi cairan

sehingga cairan yang seharus nya dikeluarkan tidak dapat

keluar[ CITATION Adr11 \l 1057 ].

4) Faktor Psikologis

xxii
Seorang yang sedang merasakan keadaan yang tidak

menyenangkan akan lebih nampak emosional baik secara sikap

maupun perilakunya. Ketika keadaan itu dialami dalam kurun

waktu yang lama maka akan menyebabkan stress bahkan

depresi. Faktor tersebut berhubungan dengan lapar dan nafsu

makan. Pada saat seseorang tersebut sedang merasakan stress ia

akan melampiaskannya pada makan sehingga kalori yang

dikonsumsi sangat banyak[ CITATION Adr11 \l 1057 ].

5) Faktor Genetik

Gen dapat berperan dalam obesitas dengan menyebabkan

kelainan satu atau lebih yang mengatur pusat makanan dan

pengeluaran energi serta penyimpanan lemak. Penyebab

monogenik (gen tunggal) dari obesitas adalah mutasi MCR-4,

yaitu penyebab monogenik tersering untuk obesitas yang

ditemukan sejauh ini, defisiensi leptin kongenital, yang

diakibatkan mutasi gen, yang sangat jarang dijumpai dan

mutasi reseptor leptin yang jarang ditemui[ CITATION And14 \l

1057 ].

6) Faktor Obat

Obat-obatan merupakan sumber penyebab signifikan dari

terjadinya peningkatan berat badan. Obat-obatan tersebut

diantaranya adalah golongan steroid dan kontrasepsi

hormonal[ CITATION And14 \l 1057 ].

xxiii
3. Dampak Pandemik Terhadap Peningkatan Berat Badan

Penambahan berat badan dapat terjadi akibat adanya

ketidakseimbangan antara konsumsi energi dengan pengeluaran

energi, seperti pola makan yang tidak teratur terutama pada saat stay

at home pada masa pandemik COVID-19[ CITATION Mus21 \l 1057 ].

Dampak COVID-19 yaitu kenaikan berat badan, kenaikan berat badan

bisa saja terjadi terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat

kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini terjadi karena adanya

peningkatan konsumsi makanan yang tidak sehat dengan keterbatasan

aktivitas fisik dan perubahan pada pola tidur. Kenaikan berat badan

memiliki efek buruk pada metabolisme yang meningkatkan risiko

diabetes, penyakit kardiovaskular, atau penyakit jangka panjang.

Dimasa pendemik dapat memicu kenaikan berat badan karena selama

lockdown aktivitas fisik dihabiskan di rumah[ CITATION Kha21 \l 1057 ].

Selama Pandemik adanya peningkatan prevalensi pada stres

psikologis dengan kelelahan dan gangguan emosional, kemarahan,

insomnia, dan gejala depresi, dengan adanya hal tersebut akan

menekan individu untuk mengkonsumsi makanan dengan tinggi gula

dan memilih makanan dengan tinggi kalori untuk meningkatkan

suasana hati mereka. Sehingga dimasa pandemik seperti ini yang

mengharuskan untuk stay at home dapat menyebabkan hiperkalori dan

banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG dan

makanan cepat saji dengan aktivitas fisik yang rendah dan

xxiv
peningkatan konsumsi makanan yang tidak sehat[ CITATION Hou21 \l

1057 ].

B. Hasil-hasil Penelitian yang Mendukung

1. Mustofa, F. L. (2021) Gambaran Angka Kenaikan Berat Badan Saat

Masa Pandemi Covid-19. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya

di Universitas Malahayati dengan menggunakan jenis penelitian

deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini

dilakukan pada bulan Desember tahun 2020 dan sampelnya adalah

mahasiswa angkatan 2017 fakultas kedokteran di Universitas

Malahayati yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak

44 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling.

Berdasarkan hasil penelitian pengolahan data berat badan sebagian

besar responden mengalami kenaikan berat badan 25 (56,8) dengan

distribusi usia terbanyak 21 tahun 20 (45,5) jenis kelamin perempuan

27 (61,4), IMT Obesitas 2 14 (15,9) dan terdapat perubahan pola

makan saat masa pandemi COVID-19 27 (61,4). Terdapat kenaikan

berat badan saat masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan

2017 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2020 dengan

angka kenaikan berat badan terbanyak 1 kg [ CITATION Mus21 \l 1057 ].

2. Hasil penelitian Bolang C. R (2021) dengan Status Gizi Mahasiswa

Sebelum dan Di Saat Pandemi COVID-19. Penelitian terhadap 112

sampel ini, diperoleh data pada masa sebelum pandemi dengan status

gizi; underweight 14,3%, normal 43,8%, overweight at risk 17,0%,

xxv
obese I 19,6%, obese II 5,4%. Status gizi pada masa pandemi;

underweight 17,0%, normal 48,2%, overweight at risk 17,9%, obese I

13,4%, obese II 3,6%. Uji statistik dengan Wilcoxon Rank Test

diperoleh kategori status gizi pada masa pandemi lebih rendah

dibandingkan dengan kategori status gizi sebelum masa pandemi (p <

0,05). Dan disimpulkan bahwa terdapat penurunan kategori Status

Gizi pada Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Pendidikan

Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada masa

pandemi COVID-19 [ CITATION Bol21 \l 1057 ].

C. Teori Model Keperawatan yang mendukung penelitian

Teori keperawatan yang berhubungan dengan bahasan di atas yaitu

teori model keperawatan adaptasi sister Callista Roy, melihat klien sebagai

suatu system adaptasi. Menurut model Roy, tujuan keperawatan adalah

membantu individu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan psikologis,

konsep diri, aturan-aturan yang berlaku, dan hubungan bebas pada waktu

sehat dan sakit. Kebutuhan akan pelayanan keperawatan timbul saat klien

tidak dapat beradaptasi dengan tekanan lingkungan internal dan eksternal.

Semua indvidu harus beradaptasi dengan tekanan dalam hal berikut ini :

a. Memenuhi kebutuhan dasar psikologis.

b. Mengembangkan konsep diri yang positif.

c. Melaksanakan peraturan-peraturan sosial.

d. Mencapai keseimbangan antara kebebasan dan keterikatan.

xxvi
Gambar 1 Model Teori Adaptasi Calista Roy

D. Kerangka Pemikiran

Seluruh dunia pada saat ini sedang mengalami pandemi yang

mempunyai dampak cukup besar di semua sektor kehidupan manusia.

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 telah ditetapkan oleh World

Health Organization (WHO) sebagai sebuah ancaman pandemik.

Pengertian pandemi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi

V) merupakan wabah yang tersebar luas di seluruh dunia[ CITATION

Mus21 \l 1057 ].

Dalam mencegah luasnya penyebaran COVID-19 pemerintah

menerapkan sistem pembelajaran baru (belajar dari rumah) melalui

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengeluarkan Surat Edaran

No.4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa

Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)[ CITATION

Jal19 \l 1057 ]. Maka dari itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu

dirumah daripada sebelum pandemik[ CITATION Mus21 \l 1057 ] . Selain hal

xxvii
tersebut, dampak pandemik juga membuat seluruh pelajar termasuk anak

usia sekolah di Indonesia memiliki batasan interaksi secara langsung

dengan teman-teman dan lingkungan sekitar, adanya keterbatasan dalam

melakukan aktivitas fisik sehari-hari dapat menimbulkan berbagai masalah

kesehatan salah satunya yaitu terjadi peningkatan berat badan hal ini

dikarena ketidak seimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan

kalori yang dikeluarkan.

1) Kerangka Teori

Dampak Belajar dari Rumah Karena


Pandemik Terhadap Berat Badan di
Lingkungan Institusi Pendidikan Yayasan
PAM Budi Luhur 1976

Anak usia sekolah


Anak Usia menurut WHO (World
Sekolah Health Organization)
yaitu golongan anak yang
berusia antara 7-15 tahun,
sedangkan di Indonesia
Teori Model Belajar dari lazimnya anak yang berusia
Keperawatan Rumah 7-12 tahun.
Callista Roy

Perubahan Berat Badan

- Definisi
- Pengukuran berat
badan
- Klasifikasi
Gambar beratTeori
2 Kerangka
badan
- Faktor yang
mempengaruhi
BAB
beratIII
badan

xxviii
Gambar 2 Kerangka Teori

xxix
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif,

dengan metode deskriptif, yang di definisikan sebagai suatu penelitian

yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi dalam

suatu populasi tertentu, dengan pendekatan cross sectional dimana

pengumpulan data, akan dikumpulkan dalam waktu yang sama [ CITATION

Not18 \l 1057 ].

Pada penelitian ini peneliti mencoba menggambarkan bagaimana

kebiasaan makan sebelum belajar dari rumah dan kebiasaan makan saat

belajar dari rumah serta peningkatan berat badan anak usia sekolah

sebelum belajar dari rumah dan peningkatan berat badan saat belajar dari

rumah di lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.

B. Variable Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,

atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang

sesuatu konsep pengertian tertentu, misalnya umur, jenis kelamin,

pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan,

penyakit, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2018)[ CITATION Not18 \l 1057 ].

xxx
a. Variabel independen (bebas) variabel yang mempengaruhi dan

menentukan nilai variable lain. Suatu kegiatan stimulus yang

dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada

variabel dependen. Variabel independent pada penelitian ini

adalah belajar dari rumah[ CITATION Nur17 \l 1057 ].

b. Variabel dependen (terikat) variabel yang dipengaruhi nilainya

ditentukan oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian

ini adalah kebiasaan makan dan peningkatan berat badan [ CITATION

Nur17 \l 1057 ].
Variabel Dependen
Variabel Independen
Kebiasaan makan
Belajar dari rumah
Peningkatan berat badan

= Variabel yang di teliti

Gambar 3 Kerangka Konsep

C. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang di

teliti yang berisi definisi konseptual, definisi operasional, alat ukur, hasil

ukur, dan skala ukur penelitian[ CITATION Not18 \l 1057 ].

Tabel 1. Definisi Operasional

Variabel Definisi Definisi Cara Hasil Ukur Skala


Penelitian Operasional Konseptual Ukur
Variabel dependent Kriteria : Ordinal
Kebiasaan Makan Jenis makanan Kebiasaan makan Kuesioner -Tidak
dan frekuensi adalah suatu istilah Pernah=1
jumlah makanan untuk

xxxi
yang dikonsumsi Menggambarkan -1X/mg=2
oleh anak usia kebiasaan dan perilaku
sekolah (7-15 yang berhubungan -2-4X/mg=3
tahun) sebelum
dengan makanan dan
belajar dari rumah -5-6X/mg=4
dan saat belajar makan, seperti tata
dari rumah. krama makan, pola -1X/hari=5
makanan yang
dimakan, frekuensi dan - 2-3X/hari=6
porsi
makanan, kepercayaan - > 3X/ hari=7
dan penerimaan
terhadap makanan
(misalnya pantangan
dan
rasa suka atau tidak
suka terhadap
makanan), distribusi
makanan di antara
anggota keluarga, dan
cara pemilihan bahan
makanan yang hendak
dimakan [ CITATION
Has13 \l 1057 ].
Peningkatan berat Perubahan berat Peningkatan berat Kuesioner Kriteria : Ordinal
badan badan pada anak badan merupakan hasil - Kurus
usia sekolah (7-15 peningkatan semua
tahun) yang jaringan pada tubuh
diukur antara lain lemak,
- Normal
berdasarkan hasil tulang, otot, dan cairan
IMT yang tubuh[ CITATION - Obesitas
disesuaikan Sho17 \l 1057 ].
dengan tinggi
badan dan berat
badan anak pada
saat sebelum
belajar dari rumah
dan saat belajar
dari rumah.
Variabel Anak usia sekolah Sistem pembelajaran - - -
Independent (7-15 tahun) yang yang dilakukan secara
Belajar dari rumah melaksanakan online dan dapat
belajar dari rumah dilakukan dimana saja
selama > 6 bulan dengan menggunakan
saat belajar dari jejaring
rumah internet[ CITATION
Sar21 \l 1057 ].
D. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

xxxii
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang

diteliti[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Dalam penelitian ini populasi yang

digunakan adalah orang tua dengan anak usia sekolah sebagai salah satu

staff dan dosen di lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi

tahun 2021 yang berjumlah 60 orang.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian yang memberikan gambaran secara umum

dari populasi. Sampel penelitian memiliki karakteristik yang hampir

sama dengan populasi, sehingga sampel dapat mewakili populasi yang

diamati[ CITATION Riy20 \l 1057 ] . Sampel dalam penelitian ini adalah

orang tua dengan anak usia sekolah sebagai staff dan dosen di

lingkungan pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi.

a. Besaran Sampel

Sampling penelitian adalah suatu proses seleksi sampel

yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga

jumlah sampel akan mewakili seluruh populasi yang ada [ CITATION

Riy20 \l 1057 ]. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang

digunakan adalah total sampling. Menurut Sugiyono, total

sampling adalah teknik penentu sampel bila semua anggota

populasi digunakan sebagai sampel [ CITATION Riy20 \l 1057 ].

Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang.

b. Teknik Pengambilan Sampel

xxxiii
Sampling penelitian adalah suatu proses seleksi sampel yang

digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga

jumlah sampel akan mewakili seluruh populasi yang ada[ CITATION

Not18 \l 1057 ]. Teknik pengambilan seampel dalam penelitian ini

adalah purposive sampling. Purposive Sampling adalah suatu

pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,

berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui

sebelumnya[ CITATION Not18 \l 1057 ].

c. Kriteria Sampel

Menurut Notoatmodjo (2018), agar karakteristik sampel tidak

menyimpang dari populasinya, maka sebelum dilakukan

pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi, maupun

kriteria ekslusi[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Agar karakteristik tidak

menyimpang maka ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi

diantaranya :

1. Kriteria inklusi

a) Orang tua dengan anak usia sekolah sekolah (7-15 tahun)

sebagai staff dan dosen Lingkungan Pendidikan STIKes

Budi Luhur Cimahi.

b) Orang tua dengan anak usia sekolah (7-15 tahun) yang

bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian atau menjadi

responden melalui surat izin orang tua.

xxxiv
c) Orang tua dengan anak usia sekolah yang sedang menjalani

pembelajaran dari rumah selama > 6 bulan.

2. Kriteria eksklusi

a) Orangtua yang bekerja sebagai staff dan dosen dengan anak

yang sakit akut atau kronis selama belajar dari rumah

b) Orangtua yang bekerja sebagai staff dan dosen dengan anak

gangguan autis dan gangguan perkembangan

E. Alat Pengumpulan Data

1. Instrumen Penelitian

Intrumen penelitian merupakan alat pengumpulan data yang sesuai

dengan tujuan penelitian. Salah satunya adalah kuesioner, yang

merupakan bentuk penjabaran variabel-variabel yang terlibat dalam

tujuan penelitian[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Alat yang digunakan dalam

penelitian ini meliputi kuesioner yang terdiri dari 4 bagian, yaitu

1) Data sosiodemografi orang tua

2) Data demografi dan antropometri anak usia 7-15 tahun sebelum

dan saat belajar dari rumah saat pandemik

3) Kebiasaan makan anak usia sekolah sebelum dan saat belajar dari

rumah saat pandemik

4) Data pendukung.

a) Data demografi

xxxv
Bagian I memiliki 11 item pertanyaan, bagian II terdiri dari 11 item

pertanyaan, bagian III sebanyak 14 item pertanyaan, dan bagian 4

memiliki 22 item pertanyaan.

b) Instrumen tentang dampak belajar dari rumah selama pandemik

terhadap kebiasaan makan dan peningkatan berat badan anak usia

sekolah

Hasil studi COV-EAT yang dikembangkan oleh Androutsos, O.,

Perperidi, M., Georgiou. C., Chouliaras, G. dan dimodifikasi oleh

peneliti sesuai dengan kondisi dan data yang diperlukan dalam

penelitian ini. Instrumen telah dialih bahasakan dari bahasa inggris ke

bahasa indonesia dibantu oleh dosen yang bersertifikasi bahasa inggris

[ CITATION Ody21 \l 1057 ].

c) Kuesioner

2. Uji Validitas

Validitas merupakan instrument penelitian yang digunakan untuk

mengukur ketepatan dan kecermatan data yang diteliti [ CITATION Tin19

\l 1057 ].

Hasil yang diperoleh kemudian di uji dengan teknik uji validitas

“product moment” yang rumusnya sebagai berikut :

r =N ∑ xy −¿ ¿ ¿

Keterangan : valid r > r tabel

r : korelasi tidak valid r < r tabel

N : jumlah sampel

xxxvi
3. Uji Reliabilitas

Uji reliabitas merupakan upaya untuk menstabilkan dan melihat

adakah konsistensi responden dalam menjawab pertanyaan, yang

berkaitan dengan konstruksi dimensi variabel [ CITATION Tin19 \l 1057 ].

Untuk uji reabilitas Alpha Chronbach digunakan rumus :

2
∑s
r= [ ][
k
k−1
1− 2 i
st ]
Keterangan :

K = jumlah item

∑ s i2 = jumlah variansi semua item

si2 = variansi skor total

st 2 = reliabilitas intrument

F. Prosedur Pengumpulan Data

Agar penelitian dapat memenuhi syarat penelitian yaitu sistematis,

terencana, dan mengikuti konsep ilmiah. Maka peneliti menyusun

prosedur penelitian melalui langkah-langkah sebagai berikut :

1. Persiapan Penelitian

Tahap Persiapan :

a) mengkaji masalah, menentukan judul penelitian, membuat latar

belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian.

b) Peneliti membuat surat permohonan izin studi pendahuluan ke

Prodi Pendidikan Ners kepada Kepegawaian STIKes Budi Luhr

Cimahi.

xxxvii
c) Peneliti menyusun tinjauan pustaka, dan menentukan kerangka

konsep penelitian, metode, dan instrument penelitian

Pelaksanaan Penelitian

a) Peneliti membuat surat perijinan etihcal clearance di kampus

program studi pendidikan ners STIKes Budi Luhur untuk

mendapat izin dan pengambilan data di kepegawaian STIKes Budi

Luhur Cimahi.

b) Peneliti membuat surat izin penelitian di STIKes Budi Luhur

Cimahi dari Prodi pendidikan ners

c) Peneliti membuat surat perizinan ke Kantor Kesatuan Bangsa

Pemerintah Kota Cimahi

d) Penelitian menyerahkan surat perijinan melakukan penelitian dari

program studi pendidikan ners kepada Kantor Kesatuan Bangsa

Pemerintah Kota Cimahi untuk memohon surat tembusan

perizinan penelitian ke ......

e) Peneliti menyerahkan surat tembusan perizinan dari Kantor

Kesatuan Bangsa (KESBANG) kepada ................

f) Peneliti menyerahkan surat tembusan perizinan dari Kantor

Kesatuan Bangsa, kepada STIKes Budi Luhur Cimahi

g) Peneliti melakukan informed Consent pada STIKes Budi Luhur

Cimahi, dan memohon izin untuk menganggu waktu sesaat untuk

pembagian kuesioner dalam bentuk google form.

xxxviii
h) Menjelaskan kepada calon responden mengenai tujuan, dan

manfaat penelitian, dan bila bersedia menjadi responden

dipersilahkan menandatangani informed consent.

i) Membagikan kuesioner dan menjelaskan prosedur pengisian

kuesioner.

j) Setelah kuesioner terkumpul peneliti kemudian melakukan analisa

data.

Tahap Pengolahan

a) Peneliti melakukan pengolahan analisa data menggunakan proses

komputerisasi.

b) Peneliti menyusun laporan hasil penelitian dalam bentuk skripsi

2. Alur Penelitian

Identifikasi masalah
Data sekunder
Data melalui sumber
Pengambilan Data 1. Jurnal
2. Berita media
masa

Studi Pendahuluan
- Wawancara
- Angket

Menentukan populasi dan sampel

Desain penelitian Pengumpulan data kuesioner

Analisa data Pengolahan data

xxxix
Penyusunan laporan
akhir
G. Pengolahan dan Analisa Data

1. Pengolahan Data

Analisa data adalah tahap pengolahan data sesuai dengan teknik

analisis kuantitatif, dimana dapat dilakukan secara manual ataupun

komputerisasi [ CITATION Not18 \l 1057 ]. Analisa data yang dilakukan

pada penelitian ini yaitu analisa bivariat untuk menganalisa setiap

variabel penelitian secara deskriptif menggunakan program komputer.

Analisa bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui

kebiasaan makan anak usia sekolah sebelum belajar dari rumah dan

saat belajar dari rumah, untuk mengetahui peningkatan berat badan

anak usia sekolah pada saat belajar dari rumah. Pada penelitian ini

analisa data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan

persentase [ CITATION Riy20 \l 1057 ].

Setelah angket dari responden terkumpul, selanjutnya dilakukan

pengolahan dara dengan cara sebagai berikut:

a) Editing (penyuntingan data)

Hasil wawancara atau angket yang diperoleh melalui

kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Apabila terdapat

kesalahan dan kekurangan data maka dilengkapi dengan pendataan

ulang[ CITATION Not18 \l 1057 ].

xl
b) Coding (membuat kode)

Mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data

angka atau bilangan untuk mempermudah pengolahan data

selanjutnya[ CITATION Not18 \l 1057 ]. Hasil angket yang sudah di

dapat dilakukan penyunting data sebagai berikut, kebiasaan makan

sebelum belajar dari rumah dan saat belajar dari rumah tidak

pernah = 1, 1X/mg = 2, 2-4X/mg = 3, 5-6X/mg = 4, 1X/hari = 5,

2-3X/hari = 6, >3X/hari = 7 dan peningkatan berat badan obesitas,

normal, kurus.

c) Data Entry (memasukan data)

Pada tahap ini peneliti memasukkan seluruh data yang telah

di beri kode kedalam program pengolahan data secara

komputerisasi, dimana jumlah data yang dimasukkan sebanyak 60

sampel data[ CITATION Not18 \l 1057 ].

d) Tabulating (tabulasi)

Tabulating adalah mengelompokkan data kedalam satu

tabel tertentu menurut sifat- sifat yang dimiliki. Pada data ini

dianggap bahwa data telah diproses sehingga harus segera disusun

dalam satu format yang di rancang.

Adapun hasil pengolahan data tersebut di interprestasikan

menggunakan skala kumulatif :

100 % : Seluruhnya

76 – 99% : Hampir seluruhnya

xli
51 – 75% : Sebagian besar dai responden

50% : Setengah responden

26 – 49% : Hampir dari setengahnya

1 – 25% : Sebagian kecil dari responden

0% : Tidak ada satupun dari responden[ CITATION

Not18 \l 1057 ].

2. Analisa Data

a. Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan suatu analisis yang bertujuan

untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variable

penelitian. Dimana disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan

persentasi dari tiap variable [ CITATION Not18 \l 1057 ]. Analisis ini

bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan

persentase dari dampak belajar dari rumah selama pandemik terhadap

kebiasaan makan dan peningkatan berat badan anak usia sekolah di

lingkunan peendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi tahun 2021.

Frekuensi (F)

Jumlah seluruh responden

Distribusi Frekuensi = x 100

b. Analisis Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk mengungkapkan hubungan dua

variable yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang diduga saling

xlii
berhubungan atau berkorelasi[ CITATION Soe18 \l 1057 ]. Dalam analisis

bivariat, dilakukan uji hipotesis variabel bebas dan variabel terikat

untuk melihat

H. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di lingkungan pendidikan STIKes

Budi Luhur Cimahi pada bulan April s.d Agustus 2021.

I. Etika Penelitian

a. Izin etik (Ethical Clearence)

Suatu instrumen untuk menjelaskan status kesesuai dan

keberterimaan praktik perlakuan dalam berbagai bidang sesuai dengan

norma-norma yang diterima[ CITATION LIP13 \l 1057 ].

b. Penjelasan dan persetujuan (Informed Consent)

Informed consent adalah suatu bentuk persetujuan yang tertulis

antara peneliti dengan responden. Informed consent di berikan

sebelum dilakukan penelitian. Peneliti menjelaskan mengenai tujuan

dari penelitian setelah itu memberikan lembar persetujuan kepada

responden untuk di tandatangani sebagai bukti persetujuan[ CITATION

LIP13 \l 1057 ].

c. Kerahasiaan (Confidentiality)

Confidentiality merupakan etika dimana peneliti tidak boleh

menampilkan informasi mengenai identitas dan kerahasiaan identitas

subjek. Pada penerapan prinsip etik ini, peneliti meniadakan identitas

seperti nama dan alamat responden diganti dengan kode atau inisial nama

xliii
responden. Hal ini bertujuan untuk merahasiakan berbagai informasi

yang menyangkut privasi responden yang tidak ingin identitasnya dan

segala infomasi tentang dirinya diketahui oleh orang lain.[ CITATION

Not18 \l 1057 ].

d. Manfaat (Benefit)

Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat semaksimal

mungkin bagi masyarakat dan umumnya, pelaksanaan penelitian harus

dapat mencegah atau paling tidak mengurangi rasa sakit, cidera, stress,

maupun kematian subjek. Maka penelitian perlu sesuai kaidah

keilmuan[ CITATION Not18 \l 1057 ].

e. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan menjamin bahwa semua subjek memperoleh

perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender,

agama, dan etnis[ CITATION Not18 \l 1057 ].

xliv
DAFTAR PUSTAKA

[1] Husin dan Witri, “COVID-19 : TINGKAT STRES BELAJAR ANAK-


ANAK,” vol. 5, 2021.
[2] Yuliana, "Corona Virus Diseases (Covid-19); Sebuah Tinjauan Literatur,"
vol. 2, pp. 187-192, 2020.
[3] R. D. Wiresti, "Analisis Dampak Work From Home pada Anak Usia Dini
di," vol. 5, no. 1, pp. 641 - 653, 2021.
[4] R. P. Sari, N. B. and M. S. , "DAMPAK PEMBELAJARAN DARING
BAGI SISWA SEKOLAH DASAR," vol. 2, pp. 9 - 15, 2021.
[5] A. P. R. P. M. A. P. B. Santoso, L. M. Wijayanti, C. C. Hyun and R. S. Putri,
"Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses," vol. 2,
pp. 1 - 12, 2020.
[6] O. A. . M. . P. C. G. and G. C. , "Lifestyle Changes and Determinants of
Children’s and Adolescents’ Body Weight Increase during the First COVID-
19," vol. \, 2021.
[7] M. A. Khan and dkk, "Systematic Review of The Effects of Pandemic
Confinements On Body Weight and Their," April, 2021.
[8] H. A. Hourani, B. A. and M. A. , "Impact of COVID-19 lockdown on body
weight, eating habits and physical activity of Jordanian children and
adolescents," April, 2021.
[9] A. M. Kumala, A. M. and A. R. , "hubungan antara durasi penggunaan alat
elektronik (Gadget), aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi pada
remaja usia 13-15 tahun," vol. 8, pp. 73 - 80, 2019.
[10] H. A Y S and K. I. , Pakar Teori Model Keperawatan dan Karya Merdeka,
Jakarta: Elsevier, 2017.
[11] K. R. Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19).
Edisi Revisi Ke-4, Jakarta: Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Pencegahan
dan Pengendalian Penyakit, Maret 2020.
[12] PDPI, Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Covid-19 di Indonesia,
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2020.
[13] Kemendagri, Pedoman Umum Menghadapi Pandemi Covid-19 Bagi
Pemerintah Daereh: Pencegahan, Pengendalilan, Diagnosis, dan Manajemen,
Jakarta: Tim Kerja Kemendagri, 2020.

xlv
[14] M. S. "Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia," pp. 1-3, 2020.
[15] P. I. d. K. Covid-19, "Statistik Angka Kejadian Covid," 7 Juni 2021.
[16] M. W. B. Andriani, Gizi dan Kesehatan Balita Peranan Mikro Zinc pada
Pertumbuhan Balita, Jakarta: Kencana, 2014.
[17] A. Sulistyawati, Deteksi Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: Salemba Medika,
2014.
[18] A. A. A. Hidayat, Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: Salemba Medika, 2008.
[19] D. Adriana, Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak, Jakarta:
Salemba Medika, 2011.
[20] A. T. "Berat Badan Ideal Anak Perlu Jadi Perhatian," 12 Oktober 2020.
[21] F. L. Mustofa, I. H. D. H. and S. S. Langki, "Gambaran Angka Kenaikan
Berat Badan Saat Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Angkatan 2017
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati," vol. 8, Maret, 2021.
[22] N. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
[23] N. Metodologi Peneltian Kesehatan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2018.
[24] S. Notoatmodjo, Ilmu Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
[25] S. in Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, PT. Bina
Aksara, 2010.
[26] R. T. Handayani, A. Widiyanto, J. T. Atmojo, D. Arradini and A. T.
Darmayanti, "PANDEMI COVID-19, RESPON IMUN TUBUH, DAN
HERD," vol. 10, pp. 373 - 389, 2020.
[27] E. K, "Keefektifan Model Pembelajaran Daring Dalam Perkuliahan Bahasa
Indonesia di Perguruan Tinggi," vol. 3, p. 102, 2017.
[28] I. K. Widiara, Blended Learning Sebagai Alternatif Pembelajaran di Era
Digital, vol. 2, 2018.
[29] N. Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2006.
[30] T. Tulus, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar, Jakarta:
Grasindo, 2004.
[31] M. F. and F. , "What Is a Pandemic," The Journal of Infectious Diseses, vol.
200, no. 7, pp. 1018 - 1021, 2009.
[32] D. R. Irawan Rahmawaty, "Hubungan Penggunaan Gadget dengan
Krtajaman Penglihatan pada Siswa Kelas VII dan VIII di MTs Riyadlatul

xlvi
Fallah Jombang," 2018.
[33] P. Ilmu Gizi Klinis pada Anak, Jakarta: Balai Penerbit FK UI, 2003.
[34] Sudjatmoko, "Masalah Makan pada Anak," vol. 10, pp. 36-41, 2011.
[35] A. Sholikah, E. R. Rustiana and A. Yuniastuti, "Faktor-faktor yang
Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan," vol. 2,
2017.
[36] E. C. Pearce, Anatonomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2014.
[37] I. F. Hanum, "Efektivitas Penggunaan Screen pada Monitor Komputer untuk
Mengurangi Kelelahan Mata Pekerja Call Centre PT Indosat NSR," 2010.
[38] I. m. M, M. C. and L. S. , "Formulasi Model Perkuliahan Daring Sebagai
Upaya Menekan Disparitas Kualiitas Perguruan Tinggi," Walisongo Journal
of Information Technology, vol. 1, 2019.
[39] L. R. "Konsep E-Learning dan Aplikasinya pada Lembaga Pendidikan
Islam," Jurnal An Nur, vol. 1, 2011.
[40] N. B. Argaheni, "Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi COVID-19
Terhadap Mahasiswa Indonesia," Jurnal Ilmiah Kesehatan dari Aplikasinya,
vol. 8, pp. 99-108, 2020.
[41] K. S. Melani, "Tingkat Stress Mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat Satu
Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 dan Perkuliahan Daring di STIKes
Karya Husada," 2020.
[42] A. C. P. Harahap, D. P. Harahap and S. R. Harahap , "Analisis Tingkat
Stress Akademik pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh Dimasa
Covid-19," vol. 3, pp. 10-14, 2020.

Instrumen Penelitian

I. Data Sosiodemografi Orang Tua

1. Usia Orang Tua

a. Ayah : ...........................

xlvii
b. Ibu : ............................

2. Kota Tingal (sesuai KTP) ...........

3. Status Pernikahan Orang Tua :

a. Menikah

b. Single Parents

4. Pekerjaan Ayah Sebelum Pandemik :

a. Bekerja

b. Tidak bekerja

c. Pensiun

5. Ayah Kehilangan Pekerjaan saat Pandemik :

(Isi bila nomor 4 menjawab bekerja)

a. Ya

b. Tidak

6. Ayah Meningkat Jam Kerjanya saat Pandemik :

(Isi bila nomor 4 menjawab bekerja)

a. Ya

b. Tidak

7. Pekerjaan Ibu Sebelum Pandemik :

a. Bekerja

b. Tidak bekerja

c. Pensiun

8. Ibu Kehilangan Pekerjaan saat Pandemik :

xlviii
(Isi bila nomor 7 menjawab bekerja)

a. Ya

b. Tidak

9. Ibu Meningkat Jam Kerjanya saat Pandemik :

(Isi bila nomor 7 menjawab bekerja)

a. Ya

b. Tidak

10. Jumlah Anak dalam Keluarga : ............. (Usia 1 bulan s.d 18 tahun dan

belum menikah)

11. Jumlah Anak Usia 7-15 Tahun dalam Keluarga :

II. Data Demografi dan Antropometri Anak Usia 7-15 Tahun sebelum dan Saat
Belajar dari Rumah saat Pandemik

No Inisia Anak Jenis Usia Pendidika Sebelum Saat Belajar


. l Ke- Kelamin n Belajar dari dari Rumah
Anak Rumah
TB BB IMT TB BB IMT
1.
2.
3.
4.
5.

 Dihitung oleh peneliti


III. Kebiasaan Makan Anak Usia Sekolah Sebelum dan Saat Belajar dari Rumah
saat Pandemik

No Kebiasaan Sebelum Belajar dari Rumah Saat B


Tidak 1x/mg 2-4 5-6 1x/hari 2-3x/hari >3x/hari Tidak 1x/mg 2-4
. Makan Anak
Perna x/mg x/mg Pernah x/mg
h
1. Konsumsi
cemilan asin
2. Jus segar dan

xlix
buah-buahan
3. Konsumsi
sayuran
4. Minuman soda
dan jus instan
5. Konsumsi susu

6. Konsumsi daging
merah, seperti
daging sapi dan
kambing
7. Konsumsi daging
unggas, seperti
ayam, bebek, dan
burung
8. Konsumsi ikan
9. Konsumsi pasta,
seperti spagheti,
makaroni, mie
instan
10. Konsumsi
kacang-kacangan
11. Konsumsi
makanan/cemilan
manis
12. Konsumsi
suplemen
vitamin
13. Frekuensi
memesen fast
food, seperti
KFC, MCD,
CFC, Pizza Hut
14. Frekuensi
sarapan

IV. Data Pendukung

Inisial Sebelum Belajar dari Rumah S


Anak Durasi Tidur Screen Time Aktivitas Fisik Durasi Tidur S
(Sesua
i no. 2)

l
<8 8- >1 0 1 2 3 >3 Norma Bertamba Menuru <8 8- >1 0 1
ja 10 0 ja ja ja ja ja l h n ja 10 0 ja ja
m ja jam m m m m m m ja jam m m
m m

Kisi-kisi Intrumen

PENILAIAN
KOMPONEN NO ITEM SKOR
JAWABAN
1, 3, 6, 7, 8, 9, Tidak Pernah 1
10, 11, 12 1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Kebiasaan makan 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7
2, 4, 5, Tidak Pernah 1
1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Kebiasaan minum 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7
13, 14 Tidak Pernah 1
1 X / Minggu 2
2-4 X / Minggu 3
Frekuensi 5-6 X / Minggu 4
1 X / Hari 5
2-3 X / Hari 6
> 3 X / Hari 7

li
LEMBAR PERMOHONAN CALON RESPONDEN

Kepada

Yth: Calon responden

Di STIKes Budi Luhur Cimahi

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Dengan hormat bersama ini saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Yusma Zahratun Nisak

NIM : C.0105.17.050

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi

akan melakukan penelitian tentang tugas akhir (Skripsi) mengenai “Dampak

Belajar dari Rumah Selama Pandemik Terhadap Kebiasaan Makan dan

Peningkatan Berat Badan di Lingkungan Pendidikan STIKes Budi Luhur

Cimahi”.

Oleh karena itu diperlukan dukungan dan partisipasi dari Bapak/Ibu untuk

meluangkan waktu menjadi responden dalam penelitian ini dengan bersedia untuk

mengisi kuesioner. Data yang diperoleh untuk kepentingan penelitian. Apabila

Bapak/Ibu bersedia menjadi responden, maka saya mohon untuk menandatangani

lembar persetujuan yang telah disediakan. Atas bantuan dan kerjasamanya saya

ucapakan terimakasih.

lii

Anda mungkin juga menyukai