Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Keperawatan maternitas merupakan pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada


wanita usia subur yang berkaitan dengan masa diluar kehamilan, masa kehamilan, masa
melahirkan, masa nifas sampai enam minggu, dan bayi yang dilahirkan sampai berusia 40 hari
beserta keluarganya. Pelayanan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan
adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (CHS/KIKI,
1993).

Sebagian besar masyarakat secara intuisi mengetahui apa yang dimaksud dengan frase
"keluarga". Mereka telah mengetahui keluarga sepanjang hidup mereka, dan definisi intuitif
cukup untuk percakapan dan kegiatan sehari-hari. Namun ketika mendefinisikan apa yang
dimaksud dengan keluarga, menganalisis unit sebagai sebuah institusi sosial, atau berupaya
untuk memberikan asuhan komprehensif kepada anggota keluarga, definisi yang bersifat
personal dan intuitif tidaklah tepat. Karakteristik keluarga di suatu segmen masyarakat sering
kali tidak sesuai dengan karakteristik keluarga di segmen atau budaya lain.

Secara umum keluarga didefenisikan sebagai sebuah kelompok yang disatukan oleh darah,
pernikahan atau adopsi yang berbagi tempat tinggal dalam beberapa periode kehidupan mereka,
mengemban hak dan kewajiban timbal balik satu sama lain, dan merupakan sumber utama
sosialisasi bagi setiap anggota nya ( Eshelman et al. 1990 ).

Anggota keluarga saling berhubungan dengan cara tertentu. Mereka berinteraksi dengan pola
perilaku dan tindakan tertentu, membedakan dan menyusun peran untuk diri mereka sendiri
sehingga memberikan fungsi yang berharga bagi unit dan masyarakat.

Untuk mencegah trauma fisik maupun psikologis pada ibu dan anak, tindakan keperawatan
melibatakan kontribusi keluarga dimana asuhan keperawatan persalinan berpusat pada keluarga (
Family Centered Maternity Care ). Kontribusi keluarga sangat menunjang pemulihan kesehatan
ibu untuk mengatasi serta memberikan respon terhadap suatu kejadian yang menimbulkan stress,
memberikan dukungan individual yang membangun kekuatan keluarga dan menggunakan gaya

1
yang unik dan membantu anggota keluarga untuk memperoleh sumber yang tepat menurut
( Wong, 2008 ).

Family Centered Maternity Care memandang keluarga sebagai pusat pelayanan, menjadikan
faktor penentu utama intervensi yang diberikan. Namun hal tersebut banyak menyebabkan
keluarga mengalami perubahan peran terkait perawatan anak di rumah sakit, misalnya ibu yang
biasanya berperan sebagai ibu rumah tangga harus meninggalkan rumah untuk menunggu anak
yang sakit di rumah sakit. Ayah yang mencari nafkah terganggu rutinitasnnya karena anak
dirawat di rumah sakit. Hal ini merupakan kendala dari penerapan Family Centered Maternity
Care. Fokus utama dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan adalah peningkatan kesehatan dan
pencegahan.

2. Rumusan Masalah
Adapun pokok bahasan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

1) Apa Pengertian Keluarga?


2) Bagaimana Pendekatan Teoritis Studi Tentang Keluarga?
3) Apa Konsep / Pengertian FCMC?
4) Apa Saja Prinsip – Prinsip FCMC?
5) Bagaimana Pengembangan FCMC?
6) Apa Keuntungan yang Diperoleh Dengan Adanya FCMC?
7) Apa Kekurangan dari FCMC?
8) Apa Saja Komponen-Komponen FCMC?
9) Bagaimana Pengaturan Saat Ini untuk Melahirkan?

3. Tujuan Makalah

1) Untuk Mengetahui Apa itu Keluarga

2) Untuk Mengetahui Apa Saja Pendekatan Teoritis Studi tentang Keluarga

3) Untuk Mengetahui Pengertian dari FCMC

4) Untuk Mengetahui Prinsip-Prinsip FCMC

5) Untuk Mwengetahui Pengembangan dari FCMC

2
6) Untuk mengetahui Keuntungan Adanya FCMC

7) Untuk mengetahui Kekurangan FCMC

8) Untuk Mengetahui Komponen-Komponen FCMC

9) Untuk Mengetahui Pengaturan Saat Ini untuk Melahirkan

4. Manfaat Penulisan Makalah


Manfaat yang diperoleh dari pembuatan Makalah ini adalah dapat mencapai semua tujuan
penulisan makalah diatas serta dapat mnyelesaikan salah-satu tugas Mata Kuliah Keperawatan
Maternitas pada semester ini.

BAB II

3
PEMBAHASAN

1. Pengertian Keluarga

Sebagian besar masyarakat secara intuisi mengetahui apa yang dimaksud dengan frase
"keluarga". Mereka telah mengetahui keluarga sepanjang hidup mereka, dan definisi intuitif
cukup untuk percakapan dan kegiatan sehari-hari. Namun ketika mendefinisikan apa yang
dimaksud dengan keluarga, menganalisis unit sebagai sebuah institusi sosial, atau berupaya
untuk memberikan asuhan komprehensif kepada anggota keluarga, definisi yang bersifat
personal dan intuitif tidaklah tepat. Karakteristik keluarga di suatu segmen masyarakat sering
kali tidak sesuai dengan karakteristik keluarga di segmen atau budaya lain.

Keluarga telah di definisikan dalam berbagai cara. Misalnya, U.S. Census Bureau
mendefinisikan keluarga sebagai sebuah kumpulan dari dua orang atau lebih yang dihubungkan
oleh darah, pernikahan, atau adopsi dan orang yang tinggal bersama. Penulis lain mendefinisikan
keluarga sebagai sebuah sistem peran atau sebuah unit interaksi kepribadian yang tidak perlu
disahkan oleh hukum, tetapi memiliki komitmen satu sama lain (Feetham et al. 1993; Gillis et al.
1989; Quimby, 1994). Secara umum keluarga didefenisikan sebagai sebuah kelompok yang
disatukan oleh darah, pernikahan atau adopsi yang berbagi tempat tinggal dalam beberapa
periode kehidupan mereka, mengemban hak dan kewajiban timbal balik satu sama lain, dan
merupakan sumber utama sosialisasi bagi setiap anggota nya (Eshelman et al. 1990).

Persamaan dari semua definisi ini adalah kenyataan bahwa anggota keluarga saling berhubungan
dengan cara tertentu. Mereka berinteraksi dengan pola perilaku dan tindakan tertentu,
membedakan dan menyusun peran untuk diri mereka sendiri sehingga memberikan fungsi yang
berharga bagi unit dan masyarakat.

2. Pendekatan Teoretis terhadap Studi tentang Keluarga

Sebagai upaya mempelajari secara sistematis dan menggambarkan pola interaksi di dalam
keluarga, baik psikolog maupun sosiolog, telah mengembangkan beberapa pendekatan
interpretatif dalam menyikapi variasi dalam kehidupan berkeluarga. Setiap pendekatan
menghasilkan pemahaman yang unik tentang organisasi keluarga sekaligus menekankan aspek
yang berbeda.

4
Pada awal 1960-an, Hill dan Hanson menulis artikel asli yang menggambarkan lima kerangka
konsep utama dalam mempelajari keluarga. Analisis terbaru mengenai kegunaan kerangka
konsep ini mengindikasikan bahwa teori interaksi, teori sistem, teori pertukaran dan teori
perkembangan adalah teori - teori utama yang ditetapkan sekarang ini. Kerangka konsep dalam
studi dan praktik keluarga yaitu:

1) Pendekatan Interaksi Simbiolis

Memandang keluarga sebagai sebuah unit kepribadian yang saling berinteraksi. Setiap
orang menempati posisi yang ia gunakan dalam mempresepsikan norma atau peran yang
diemban oleh individu lain sebagai dasar untuk bersikap atau berperilaku. Setiap individu
akan menentukan perannya, terutama dengan mempertimbangkan sumber daya dan
pemahaman diri nya.

Salah satu kerangka yang paling berguna untuk mereka yang harus berinteraksi dengan
keluarga sebagai sebuah unit adalah kerangka internasional. Skema konsep ini
menyediakan sebuah sistem untuk menilai hubungan pribadi antara pria dan wanita dan
hubungan antara orang tua dan anak serta untuk melihat dampak dari berbagai kondisi
kesehatan pada keluarga.

Konsep ini tidak melihat keluarga dalam konteks hukum atau dalam makna kontrak
keluarga, melainkan sebuah lembaga yang dibangun berdasarkan kualitas interaksi para
anggotanya. Dengan demikian, orang tua tunggal dengan seorang anak adalah sebuah
keluarga, begitu juga dengan pasangan tidak menikah, atau tanpa anak.

2) Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem ini digunakan dalam berbagai disiplin, termasuk ilmu pengetahuan
sosial dan alam, serta teknik. Keluarga dipandang sebagai sebuah sistem terbuka yang
terdiri dari subsistem yang saling bergantung, yang berusaha mencapai tujuan umum.
Teori sistem menekankan pasa serangkaian objek, hubungan objek tersebut, dan batasan-
batasan nya. Sistem sebagai satu kesatuan mendapatkan masukan dan keluaran dari
subsistem nya sebagai sebuah keseluruhan dan berespon terhadap umpan balik dengan
mekanis kontrol.

5
3) Pendekatan Pertukaran

Pendekatan ini sudah meraih popularitas. Perspektif ini meyakinkan bahwa semua
interaksi manusia termasuk mereka yang berada di lingkungan keluarga, dapat dilihat
sebagai pertukaran sosial. Individu menimbang manfaat dan biaya dalam interaksi
mereka. Bila pertukaran tersebut tidak seimbang, individu dalam kerugian dan orang lain
akan mengendalikan hubungan tersebut.

Tujuan pendekatan ini untuk meminimalkan biaya dan memaksimalkan pendapatan.


Konsep penting dalam pendekatan ini adalah manfaat, biaya, keuntungan, dan konteks
normatif berupa timbal balik dan persamaan.

4) Pendekatan Perkembangan

Pengkajian keluarga didasarkan pada analisis penyelesaian tugas pada tiap tahap dengab
mempertimbangkan kematangan fisik dan emosional, perkembangan kepribadian dan
nilai, serta dampak faktor sosial dan budaya. Sebagai contoh, sosiologi menyumbang
konsep kelas sosial, perubahan sosial, pengaruh kebudayaan, dan rentang generasi dalam
siklus kehidupan; psikologi menyumbang konsep teori pembelajaran dan proses interaksi;
dan ekonomi perubahan mengontribusikan tema-tema manajemen rumah tangga,
perumahan, dan praktik keluarga.

3. Konsep/ Pengertian Family Centered Maternity Care

Family Centered Maternity Care (FCMC) adalah pendekatan filosofis untuk perawatan pranatal
dan kelahiran, serta memberikan perawatan kepada wanita hamil dalam konteks keluarganya.
Kepedulian yang terpusat pada keluarga pada tahun 1904 Phillips seorang perawat bayi, dan Dr.
Loel lenwick bekerja sama untuk mengembangkan konsep keluarga.

Perawatan medis keluarga berpusat pada sepuluh cabang, sehingga banyak yang membatasi.
Sistem pelayanan dan personel harus mendukung, menghormati, mendorong, dan meningkatkan
kekuatan dan kemampuan keluarga dengan mengembangkan kemitraan dengan orang tua. Para
perawat mendukung keluarga dalam peran-peran yang mereka alami, memberikan peran dengan
membangun berdasarkan kekuatan unik mereka dan mengakui keahlian mereka dalam merawat
anak mereka baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit ( pusat nasional untuk

6
kompetensi budaya, 2007). Perawat menganggap kebutuhan semua anggota keluarga berkaitan
dengan perawatan anak.

4. Pengembangan Perawatan Keluarga yang Berpusat pada Keluarga

Perawatan kesehatan anak yang berpusat pada keluarga dikembangkan dari pengakuan bahwa
kebutuhan emosional anak-anak yang dirawat di rumah sakit biasanya tidak terpenuhi. Orang tua
tidak terlibat dalam perawatan langsung anak-anak mereka. Anak-anak sering tidak siap untuk
prosedur dan tes, dan kunjungan sangat dikendalikan dan bahkan berkecil hati. Perawatan yang
berpusat pada keluarga didasarkan pada filosofi yang mengakui dan menghormati peran penting
keluarga dalam kehidupan anak-anak yang baik dan yang sakit. Ia berusaha mendukung keluarga
dalam peran pengasuhan alami mereka dan mempromosikan pola hidup sehat di rumah dan
dimasyarakat. Akhirnya orang tua dan professional dipandang setara dalam kemitraan yang
berkomitmen pada keunggulan di semua tingkat perawatan kesehatan.

Sebagian besar pengaturan perawatan kesehatan memiliki filosofi yang berpusat pada keluarga
dimana keluarga diberi pilihan, memberikan masukan, dan diberikan informasi yang dapat
dimengerti oleh mereka. Keluarga tersebut dicermati, dan kekuatannya diakui. Asosiasi
Perawatan Kesehatan Anak (ACCH), sebuah organisasi interdisiplin, didirikan pada 1965 untuk
menyediakan sebuah forum untuk berbagi pengalaman dan masalah-masalah umum dan untuk
menumbuhkan pertumbuhan pada anak-anak yang harus menjalani rawat inap. Hari ini
organisasi telah memperluas fokusnya pada perawatan kesehatan anak untuk untuk memasukkan
komunitas dan rumah. Melalui upaya ACCH dan organisasi lainnya, peningkatan perhatian telah
diberikan kepada efek psikologis dan emosional dari perawatan rumah sakit selama masa kanak-
kanak. Menanggapi pengetahuan yang lebih besar tentang efek emosional penyakit dan rawat
inap, kebijakan rumah sakit dan layanan perawat kesehatan untuk anak-anak telah berubah. 24
jam kebijakan kunjungan orang tua dan saudara dan perawatan dirumah telah menjadi hal biasa.
Persiapan psikologis anak-anak untuk rawat inap dan operasi telah menjadi standar keperawatan
standar. Banyak rumah sakit telah membentuk program kehidupan anak untuk membantu anak-
anak dan keluarga mereka mengatasi stress penyakit. Tinggal dirumah sakit yang yang lebih
pendek, perawatan di rumah, dan operasi hari juga telah membantu meminimalkan efek
emosional dari rawat inap dan penyakit pada anak-anak.

7
Keluarga terpusat menguraikan perawatan yang aman dan berkualitas yang mengenali dan
menyesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikososial keluarga, termasuk anak-anak yang baru
lahir dan yang lebih tua. Tekanan untuk mengembangkan kesatuan keluarga sambil menjaga
keamanan fisik.

Setiap prinsip dasar perawatan bersalin yang berpusat pada keluarga memungkinkan:

a. Melahirkan biasanya normal, kejadian yang sehat dalam kehidupan keluarga


b. Melahirkan mempengaruhi seluruh keluarga dan restrukturisasi hubungan keluarga
diperlukan.
c. Keluarga mampu membuat keputusan tentang perawat, asalkan mereka diberi
informasi yang memadai dan dukungan professional.
Perawatan yang berpusat pada keluarga meningkatkan tanggung jawab perawat. Selain
perawatan fisik dan membantu dokter. Perawat mengambil peran utama dalam mengajar,
konseling, dan mendukung keluarga dalam keputusan keluarga.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan FCMC, yaitu:

a. Menghormati
Saling menghormati adalah dasar untuk FCMC. Menghormati kehamilan sebagai acara
yang sehat bagi kehidupan seorang wanita, menghormati orang tua sebagai pengasuh
utama bagi anak-anak mereka, menghormati setiap anggota lingkaran perawatan.
Orang tua adalah pengasuh utama anak-anak mereka (AAP, 2012; MacKean, et al, 2005).
Ini dimulai bahkan sebelum kelahiran. Perempuan memutuskan kapan dan bahkan jika
mereka akan memulai perawatan prenatal mereka memilih apakah atau tidak untuk
memodifikasi diet mereka dan aspek lain dari gaya hidup mereka. Otonomi ini harus
terus berlanjut sepanjang kehamilan, selama persalinan dan kelahiran, dan melalui
periode postpartum. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan berkualitas bagi ibu
dan bayi. Hal ini membutuhkan kerjasama dari semua yang terlibat seperti perawat,
bidan, dokter, konsultan laktasi, dan lain-lain bahwa wanita mungkin melihat untuk
bantuan dan nasehat.
b. Keterbukaan

8
Komunikasi yang terbuka diperlukan untuk memberikan perawatan kualitas tertinggi.
Setiap anggota lingkaran keperawatan bertanggung jawab untuk bagian mereka sendiri
dalam hal ini. Wanita hamil dan keluarganya harus jujur tentang keinginan dan keyakinan
mereka, berkomunikasi dengan jelas dan awal kehamilan untuk meminimalkan risiko
kesalahpahaman. Penyedia layanan kesehatan harus berkomunikasi sangat jelas, tidak
hanya dengan orang tua tetapi dengan orang lain yang terlibat dalam perawatan mereka.
Kolaborasi tidak dapat efektif bila komunikasi terhalang dengan cara apapun.
c. Kepercayaan
Meredamnya wanita dan keluarganya dengan keyakinan merupakan pusat perawatan
berppusat pada keluarga yang berkualitas. Keunggulan dalam teknis, aspek
medisperawatan yang diharapkan , tetapi tidak memadai, dalam dan dirinya sendiri.
Kelahiran adalah lebih dari sekedar acara mekanik bergerak bayi dari dalam untuk ke
luar. Ini adalah salah satu tahap perkembangan yang paling signifikan dari kehidupan
secara emosional dan social ( Zwelling & Phillips, 2001;Jiminez, Klein, Hivon, &Mason,
2010).
Tujuan FCMC adalah untuk membangun kepercayaan diri dari orang tua
baru.mendukung dan mendorong orang tua baru mereka merawat bayi mereka
membangun kepercayaan dalam kemampuan mereka sendiri ( Karl, Beal, O’Hare, &
Rissmiller, 2006).
d. Pengetahuan
Pengetahuan ini diperlukan bagi perempuan untuk menjadi pembuat keputusan yang
bijaksana. Bagian dari perawatan prenatal harus mencakup mendidik wanita tentang
kehamilan, kelahiran, dan postpartum memastikan dia menyadari penelitian berbasis
bukti dan semua pilihan yang tersedia baginya.
Pengetahuan ini dibutuhkan agar penyedia layanan kesehatan untuk memberikan
perawatan yang berkualitas. Upaya harus dilakukan untuk memasukkan penelitian
berbasis bukti dalam praktek saat ini. Ini tidak akan terjadi jika mereka memberikan
perawatan tidak menyadari apa yang dikatakan penelitian.
e. Suasana
Dalam suasana FCMC, wanita akan:
a) Pilih pengasuh dan tempat lahir yang paling bermanfaat bagi dirinya

9
b) Bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan dan penasihat lain yang dia
pilih
c) Memiliki orang-orang yang mendukung dia setiap kali dia inigin mereka hadir
d) Bergerak dan menggunakan posisi apapun yang dia rasa menguntungkan selama
proses persalinan
e) Menolak prosedur rutin yang tidak terbukti menyehatkan
f) Praktek kontak kulit-ke kulit terganggu dan menyusui segera setelah lahir, serta
menjaga bayinya dengan dia setiap saat
g) Memiliki akses ke berbagai kelompok pendukung termasuk mereka untuk
menyusui, postpartum kesehatan emosional, dan orang tua.
f. Hasil
FCMC akan memberikan kepuasan yang lebih besar untuk semua yang terlibat. Keluarga
yang dirawat dengan model yang berpusat pada keluarga akan mengalami kepuasan yang
lebih besar dengan pengalaman kelahiran mereka. Mereka akan berpartisipasi dalam
proses pengambilan keputusan yang akan meningkatkan kepercayaan dirimereka.
Penyedia layanan yang bekerja dalam model yang berpusat pada keluarga juga akan
mengalami kepuasan yang lebih besar (AAP, 2012).
g. Implikasi untuk Praktek
FCMC mengakui transisi yang signifikan yang terjadi selama tahun melahirkan anak,
perubahan fisik yang jelas, adaptasi social dan emosional yang tak kalah pentingnya.
Perawatan yang benar-benar berpusat pada keluarga aman secara fisik dan emosional.
Keahlian medis harus disertai dengan komunikasi penuh kasih dan terampil.

5. Prinsip Family Centered Maternity Care

Prinsip 1: melahirkan dipandang sebagai kesehatan, bukan penyakit. Perawatan diarahkan untuk
mempertahankan persalinan, kelahiran, pascapersalinan dan perawatan bayi baru lahir sebagai
peristiwa kehidupan normal yang melibatkan perubahan emosi, sosial dan fisik yang dinamis.

Prinsip 2: Perawatan pranatal dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan psikososial, pendidikan


fisik, spiritual dan budaya setiap wanita dan keluarganya

10
Prinsip 3: Program komprehensif pendidikan perinatal mempersiapkan keluarga untuk
partisipasi aktif selama proses perkembangan prakonsepsi, kehamilan, persalinan dan
pengasuhan.

Prinsip 4: Tim rumah sakit membantu keluarga dalam membuat pilihan berdasarkan informasi
untuk perawatan mereka.

Prinsip 5: Ayah dan orang lain yang mendukung pilihan ibu secara aktif terlibat dalam proses
pendidikan, persalinan, kelahiran, pascapersalinan dan perawatan bayi baru lahir.

Prinsip 6: Kapanpun keinginan ibu, keluarga dan teman-teman didorong untuk hadir selama
tinggal di rumah sakit termasuk persalinan dan kelahiran.

Prinsip 7: Setiap persalinan wanita dan perawatan kelahiran disediakan di lokasi yang sama
kecuali kelahiran caesar diperlukan. Bila memungkinkan, perawatan pascapersalinan dan bayi
baru lahir juga diberikan di lokasi yang sama dan oleh pemberi perawatan yang sama

Prinsip 8: Ibu adalah penyedia perawatan yang disukai untuk bayi mereka. Ketika ibu merawat
bayi mereka, peran keperawatan berubah dari melakukan perawatan pasien langsung untuk
memfasilitasi penyediaan perawatan oleh ibu atau keluarga

Prinsip 9: Ketika perawatan bayi ibu diimplementasikan, orang yang sama merawat ibu dan bayi
bait sebagai satu unit keluarga, bahkan ketika mereka dipisahkan secara singkat.

Prinsip 10: Orangtua memiliki akses ke bayi baru mereka yang berisiko tinggi setiap saat dan
termasuk dalam perawatan bayi mereka sejauh mungkin mengingat kondisi bayi yang baru lahir.

6. Keuntungan Family Centered Maternity Care


a. Mengurangi biaya perawatan kesehatan
Secara khusus, penelitian ini telah menemukan bahwa kebiasaan yang berpusat pada
keluarga dapat mengurangi penggunaan emer — departemen dan mengurangi misi
yang lebih sedikit terhadap rumah sakit (forsyin. 1995: Solberg. 1996: talbert-mei,
1995). Penelitian Als dan restrukturisasi dari perawatan neonatal yang berpusat pada
perkembangan di neonatal mendokumentasikan lebih baik perawatan medis dan
pengembangan, lebih pendek di neonatal di unit perawatan kesehatan, dan biaya

11
tabungan (Als et al … 1994: Buehler et al., 1995). Ketika fcmc dipraktikkan,
penggunaan staf, fasilitas, dan persediaan yang efisien akan mengurangi biaya untuk
rumah sakit (American Academy of Pediatrics and American College of
Obstetricians and Gynecologists, 1997).

b. Hasil medis dan pengembangan yang lebih baik

Sebuah studi 1995 yang membandingkan perilaku ibu usia 31 anak muda, PBB —
menikah, didominasikan hitam, para ibu tingkat sosioekonomi rendah yang telah
mengulurkan tangan dan kontak awal (teman sekamar) dengan anak mereka yang
berhubungan dengan teman-teman yang hanya berhubungan selama masa
pembedahan. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatnya kontak dengan bayi
tidak hanya menyebabkan interaksi yang lebih besar antara ibu dan bayi, tetapi juga
untuk lebih menyentuh. Termasuk menyentuh tempat-tempat yang lebih intim,
seperti wajah dan kepala bayi (Prodromidis et al, 1995).

Banyak penelitian menyingkapkan bahwa ketika seorang ibu ingin menyusu, ia lebih
awal berhubungan dengan bayinya dengan kesempatan untuk menyusu pada jam-jam
pertama kehidupan, dan sekamar dengan bayinya, ia jauh lebih sukses dengan asi
daripada ibu yang tidak memiliki pengalaman seperti itu — pertahanan (Klaus dan
Kennell, 1982).

Dalam merawat ibu dan bayi setelah lahir, pengaturan rumah sakit standar. Dengan
orientasi terhadap protokol dan prosedur penyakit, tidak kondusif untuk membantu
orangtua baru de — velop keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pengasuh
yang sukses. Ini adalah rec — diperbaiki bahwa ketika di rumah sakit menetapkan
orang tua yang baru diperlakukan sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab dan
diberikan secara akurat dan penipuan — informasi sisni untuk membuat keputusan
mereka sendiri. Keputusan orang tua hendaknya didukung dalam bidang perawatan
kesehatan yang baik (Enkin et al., 2000). Bukti dari uji coba dikendalikan yang
dipraktekkan di seluruh dunia memperlihatkan bahwa dukungan tenaga kerja
disediakan.

12
c. Peningkatan kepuasan wanita yang melahirkan dan keluarga mereka
Studi yang menguji perbedaan dalam persepsi perempuan tentang kualitas dan
manfaat perawatan pascapersalinan dalam perawatan pasca persalinan tradisional
versus perawatan pascapartum pusat keluarga mengungkapkan bahwa wanita yang
menerima FCPPC memiliki kepuasan yang lebih tinggi dengan kualitas dan manfaat
dari perawatan pasca melahirkan daripada wanita yang menerima tradisional.
Evaluasi informal terhadap program FCMC menunjukkan bahwa program-program
tersebut sangat populer di kalangan orang tua. Ada sedikit kehilangan dengan
mempromosikan praktik persalinan yang meningkatkan kepuasan perasaan orang tua
dengan pengalaman kelahiran mereka.
d. Tingkatkan kepuasan staf

Dalam penelitian terpisah, data dikumpulkan baik sebelum dan sesudah perawatan
ibu-bayi dilaksanakan. Manfaat dari sistem baru termasuk peningkatan kompetensi
dan kepuasan ibu dengan pendidikan orang tua, kontak orang tua-bayi, dan hubungan
klien perawat, serta peningkatan dalam biaya operasional.

e. Posisi yang lebih efektif dari organisasi di pasar

Rumah sakit juga mendapat manfaat dari menerapkan program bersalin yang
berfokus pada kebutuhan wanita yang melahirkan dan keluarga mereka. Kepuasan
pasien tinggi dalam program FCMC. Sebagai akibatnya rumah sakit FCMC
mencapai tingkat kesadaran yang tinggi sebagai tempat terbaik untuk memiliki bayi.

7. Kekurangan dari Family Centered Maternity Care


 Sebuah Slogan pemasaran
Dalam beberapa komunitas istilah "FCMC" telah menjadi klise atau Slogan
pemasaran yang digunakan oleh rumah sakit dengan bersemangat untuk
meningkatkan pendidikan, membedakan konsumen di pasar mereka. Sebuah brosur
pemasaran rumah sakit, surat kabar dan iklan televisi, dan situs Web
menggambarkan ruang pribadi yang indah, dekorasi, dan perabot sebagai "pusat",
tetapi tidak ada rujukan ke perawatan yang sebenarnya disediakan di kamar-kamar
itu.

13
 Kurangnya pemahaman

Di masyarakat lain para staf merasa bahwa mereka mempraktikkan FCMC dengan
"mengizinkan" para ayah untuk hadir dalam persalinan pelayanan setiap saat.
Kepercayaan lain adalah bahwa FCMC dipraktekkan sewaktu para ibu "mungkin
memiliki" bayi mereka sewaktu mereka meminta. Latihan ini hanya terdiri dari satu
bagian kecil dari program FCMC, dan tidak dalam diri FCMC.

 Ketidakkonsistenan dalam praktik


Banyak profesional kesehatan menghormati dan mendukung gagasan dari perawatan
yang berpusat pada keluarga, tetapi beberapa dari kebiasaan mereka menyarankan
sebaliknya (Rothman, 1996). Sebagai contoh, itu tidak biasa untuk mendengar staf
perawat berbicara tentang pentingnya tidak memisahkan ibu dan bayi yang baru lahir
untuk meningkatkan ikatan dan ikatan, lampiran dan memfasilitasi pemberian asi.
Akan tetapi, beberapa dari para perawat itu enggan atau sebenarnya adalah untuk
memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka untuk memelihara para ibu dan
bayi bersama-sama, sebagai pasangan. Sebaliknya, mereka membuat unit keluarga
dan memberikan perawatan bagi kedua ibu atau bayi dalam bentuk pascapersalinan
yang terpisah dan pengasuhan bayi. Ini model perawatan yang terfragmentasi tidak
memungkinkan perawat untuk melihat dan berinteraksi dengan keluarga sebagai unit,
dengan setiap anggota mempengaruhi yang lain.
Dokter anak mengakui pentingnya memisahkan diri dari ibu baru dan bayi mereka.
Akan tetapi, mereka sering kali bersikeras memeriksa bayi yang baru lahir dan
bukannya di samping tempat tidur ibunya. Dengan demikian, bayi itu dipisahkan dari
sang ibu, dan dengan demikian sebuah kesempatan untuk mengajarkan kepada sang
ibu tentang bayinya sewaktu melakukan ujian itu hilang. Dalam perawatan bayi yang
dipusatkan pada keluarga, keluarga dianggap sebagai satu unit, bukan sebagai pasien
perorangan yang terpisah. Ibu dan bayi sangat diperhatikan sebagai sebuah keluarga
untuk memudahkan mengajar anak yang baru lahir. Dan keterampilan orang tua dan
untuk meningkatkan ikatan keluarga. Ini adalah operasi ibu-bayi, di mana ibu dan
bayi tinggal, dan dirawat, di kamar yang sama oleh perawat yang sama.

14
Para dokter dan perawat bisa jadi menawarkan opsi untuk menawarkan opsi wanita
untuk mengelola rasa sakit, tetapi mungkin kemudian memaksa para wanita yang
bekerja di tempat tidur sementara menempel pada sebuah monitor janin. Pemantauan
yang terus menerus ini mengharuskan wanita itu untuk ambulannya, menemukan
posisi yang nyaman, atau menggunakan hidroterapi saat bekerja. "Metode
penyembuhan rasa sakit ini mungkin telah dibahas dengan wanita dalam kelas pra-
kelahiran, dan mungkin ada di antara pilihan yang dia pilih untuk disertakan dalam"
rencana kelahiran "nya. Ketika hal ini terjadi, rencana kelahiran sang ibu sedikit
berguna baginya dan dia merasa kecewa dan tak berdaya.
Dalam kasus-kasus lain, FCMC dikatakan sebagai tujuan penting dalam memberikan
perawatan, tetapi dokter dan perawat, dokter dan perawat mendefinisikan keluarga
sebagai keluarga inti ibu dan anak dengan pilihan satu orang penting lainnya (Rouse,
2000). Kebijakan pengunjung yang ketat berada di tempat dan dianggap perlu untuk
melindungi terhadap penyanderaan, penculikan, melestarikan privasi pasien, dan
memfasilitasi operasi unit yang aman (Rouse, 2000).
 Operasi Disfungsional
Praktek rutin dari memisahkan ibu dan bayi, kebijakan kunjungan yang ketat, dan
penolakan untuk menyediakan pengoperasian bagi pekerja sering kali dilakukan
dalam arti yang baik sebagai cara oleh orang-orang yang benar-benar peduli,
memelihara, dan protektif. Namun, dalam beberapa kasus, kebijakan rumah sakit,
jadwal, dan rutinitas menghambat praktek FCMC. Bahkan,. Program hamil itu
sendiri mungkin kurang dalam organisasi dan kepemimpinan.
Akibatnya, kondisi kesehatan mungkin menjadi frustrasi oleh komunikasi yang buruk
dari manajemen, tata cara yang tidak memadai atau dalam pendidikan pelayanan.
Dan tidak perlu atau berlebihan tugas dan dokumentasi. Ketika staf tidak merasa
dihargai dan kerja sama tim divalidasi. Semua filsafat yang berpusat pada keluarga di
dunia akan sulit diterapkan jika program persalinan tidak memiliki kepemimpinan
dan operasinya berantakan. Sebuah inisiatif yang berpusat pada keluarga yang
memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga mereka tetapi mengabaikan kebutuhan
staf, tidak akan berhasil. Dalam situasi seperti ini, program operasi yang dilakukan
secara fisik harus ditingkatkan sebelum FCMC dapat diterapkan. Kegagalan tidak

15
dapat dihindari jika organisasi tidak menghabiskan waktu mengembangkan dasar-
dasar sebelum memperkenalkan inisiatif FCMC. Dalam kasus lain, tidak ada jalan
yang jelas untuk perawatan dan dengan demikian "dimodifikasi" FCMC dengan
"perkecualian". Untuk ujian pengimplementasian, pemeliharaan yang berpusat pada
keluarga diberikan "kecuali" pada malam hari,". "ketika seorang anggota staft tidak
percaya pada hal itu," kecuali " ketika sensus telah memuncak "Kecuali” bila tidak
cukup staff, dan seterusnya.
 Proses kelahiran

Sangat mudah untuk terjebak dalam tugas keseharian dan routinitas melakukan
pekerjaan rumah sakit yang sibuk. Ada banyak orang dengan siapa untuk berinteraksi
dan banyak aturan tertulis dan tidak tertulis untuk volume rendah setiap hari.
Kadang-kadang, mekanisme yang sulit diatur adalah aturan dan peraturan yang kaku
yang sudah kaku dan peraturan untuk "mengendalikan lalu lintas". Atau hanya
mengenai satu tugas "pilot otomatis", yang tidak sadar akan keramaian dan hiruk
pikuk sistem. Ada. Sering kali kenyamanan dalam persepsi bahwa "cara kita selalu
melakukannya" adalah satu-satunya pilihan.

Selama 30 tahun terakhir, menyatukan gerakan ke FCMC, telah terjadi proliferasi


teknologi untuk digunakan dalam perawatan bersalin. Beberapa tahun terakhir telah
menyaksikan proses pengobatan yang semakin yang semakin intensif dari proses
persalinan. Dalam banyak layanan bersalin, penggunaan usg, oksitosin (untuk
menginduksi dan menambah persalinan), pemantauan janin elektronik terus menerus
(EFM), monitoring (efi), IVs, dan epidural telah menjadi rutinitas (Rooks, 1999;
Simpson, 2000). Beberapa kritikus percaya bahwa pendekatan ini untuk persalinan
dan kelahiran melemahkan perempuan yang melahirkan. Yang menjadi perhatian
adalah bahwa pada akhirnya semua kehamilan dan kelahiran akan dilihat sebagai “
Kondisi Berisiko Tinggi,” yaitu penyakit potensial yang perlu dikontrol dengan obat-
obatan dan teknologi oleh dokter di rumah sakit. Jika ini terjadi, pilihan oleh
perempuan akan menjadi sangat terbatas. Disisi lain dari argument, ada penelitian
lain menarik yang menunjukkan bahwa beberapa wanita saat ini dengan sengaja
memilih kelahiran yang diresepkan sebagai cara untuk mengendalikan proses

16
reproduksi yang tidak tertata, sementara pada saat yang sama mendapatkan “
kenyamanan” untuk memilih waktu dan hari lahir (Zadorozny 1999).

Ini adalah trend saat ini bagi pasangan suami istri untuk menerima perawatan dan
kelahiran yang murni dengan pemahaman yang sedikit tentang dampa dari
pendekatan “kenyamanan” hamper seolah-olah empat decade terakhir praktik
bersalin dirumah sakit yang memanusiakan tidak pernah terjadi. Tetapi prakti-praktik
ini benar-banar terjadi, dan kemajuan yang dibuat dalam praktik-praktik yang
berpusat pada keluarga yang diterima keluarga-keluarga saat ini sebagai “standar
perawatan” sangat sulit diperoleh. Untuk memahami, perlulah untuk melihat sekilas
perubahan sekilas perubahan signifikan dalam praktik asuhan maternitas selama
delapan puluh tahun lalu dan kemudian letakkan praktik-praktik hari ini dalam
konteks sejarah itu.

8. Komponen dari Family Centered Maternity Care


 Nilai dan Misi

 Komponen perawatan medis yang berpusat pada keluarga, dan misi untuk
layanan persalinan, menggunakan cara yang sama untuk membantu program
bersalin.
 Misi ini mencerminkan asas-asas kepedulian yang berpusat pada keluarga.
 Para pengguna dan penyedia layanan rumah ramah lingkungan, staf, adminis-
trasi, dan keluarga semua secara aktif terlibat dalam mengembangkan misi.
 Visi
 Program persalinan diarahkan oleh visi untuk layanan tersebut
 Visi adalah fokus dari tindakan
 Penyedia, staf, administrasi dan keluarga semuanya terlibat dalam visi
pembangunan
 Filosofi

 Pernyataan filosofi yang tertulis mendefinisikan bagaimana misi akan tercapai


 Pernyataan filosofi mencerminkan prinsip-prinsip perawatan yang terpusat pada
keluarga.

17
 Penyedia, staf, administrasi dan keluarga berbasis komunitas dan rumah sakit
semuanya terlibat dalam pengembangan filosofi FCMC
 Strategi

 Bukti spesifik tujuan dan sasaran terbaik dengan garis waktu dan tanggung jawab
yang menyertainya telah dikembangkan untuk melaksanakan misi dan filosofi
perawatan
 Program leadership

 Seorang pemimpin yang memenuhi syarat mengawasi program bersalin.

 Pemimpin perawat bersalin dipasangkan dalam peran kepemimpinan dengan


dokter yang kuat yang juara FCMC

 Value Sharing

 Ada bukti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam visi, misi dan pernyataan
filosofi tercermin dalam komunikasi, perlakuan terhadap karyawan, kebijakan dan
pengambilan keputusan.

9. Pengaturan Saat Ini Untuk Melahirkan

Saat perawatan kehamilan yang berpusat pada keluarga telah muncul, pengaturan untuk
kelahiran telah beerubahuntuk memenuhi kebutuhan keluarga baru.

a. Pengaturan Rumah Sakit Tradisional

Di rumah sakit pekerja masa lalu sering terjadi di kamar rumah sakit fungsional, sering
ditempati oleh beberapa wanita yang bekerja. Ketika kelahiran sudah dekat ibu
dipindahkan ke area pengiriman mirip dengan ruang operasi. Setelah melahirkan ibu
dipindahkan ke area pemulihan selama 1 hingga 2 jam observasi dan kemudian dibawa
ke kamar rumah sakit standar di unit pascapartum. Bayi itu dipindahkan ke kamar bayi
yang baru lahir ketika ibu dipindahkan ke area pemulihan. Ibu dan bayi dipersatukan
kembali ketika ibunya tinggal di kamar pasca melahirnya. Dimulai pada tahun 1970-an,

18
ayah atau orang lain yang mendukung biasanya dapat tetap bersama ibu selama
persalinan, kelahiran, dan pemulihan, termasuk kelahiran Caesar.

Meskipun kelahiran pengaturan rumah sakit tradisional aman, pengaturannya bersifat


impersonal dan tidak nyaman. Bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain, terutama
selama kerja akhir, adalah kerugian besar.setiap langkah tidak nyaman bagi ibu,
mengganggu waktu keluarga bersama, dan sering memisahkan orang tua dari bayi.
Karena kerugian ini, rumah sakit mulai merancang pengaturan yang lebih nyaman dan
termasuk partisipasi keluarga.

Ruang buruh, pengiriman, dan pemulihan. Saat ini sebagian besar rumah sakit
menawarkan pengaturan alternative untuk melahirkan. Yang paling umum adalah ruang
kerja, ruang pengiriman, dan pemulihan (LDR). Di ruang LDR, persalinan, kelahiraan,
dan pemulihan awal dari persalinan terjadi dalam satu pengaturan. Furniture memiliki
penampilan yang kurang institusional tetapi dapat dengan cepat diubah menjadi
pengaturan yang diperlukan untuk kelahiran.

Selama persalinan, orang lain yang penting dari preferensi wanita dapat teetap
bersamanya. Perawat sering merasa perlu untuk mengatur pengunjung masuk dan keluar
ruangan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan klien. Ibu biasanya tetap diruangan
LDR hingga 2 jam setelah kelahiran pervaginam untuk pemulihan dan kemudian di
transfer ke unit pascapartum. Bayi biasanya tinggal bersama ibu selama dia tinggal
dikamar LDR. Bayi dapat dipindahkan ke persemaian atau mungkin tetap bersama ibu
setelah transfernya ke ruang pascamelahirkan. Perawatan tali pusat, atau penugasan satu
perawat dan bayi, adalah umum di unit postpartum todays. Ayah atau orang pendukung
utama lainnya dianjurkan untuk tinggal bersama ibu dan bayi, dan banyak fasilitas
menyediakan tempat tidur sehingga mereka dapat tetap terjaga sepanjang malam.

Keuntungan utama kamar LDR adalah pengaturannya yangblebih nyaman dan kelurga
dapat tinggal bersama ibu. Kerugian meliputi penggunaan teknologi secara rutin (bukan
selektif), seperti pemantauan janin elektronik dan pemberin cairan intravena.

Buruh, pengiriman, pemulihan, dan Ruang Postpartum. Beberapa rumah sakit


menawarkan kamar yang mirip dengan LDR dalam tata letak dan fungsi, tetapi ibu tidak

19
dipindahkan ke unit pascapartum. Dia dan bayinya tetap beerada di ruang persalinan,
melahirkan, pemulihan dan pascapersalinan (LDRP) sampai pulang. Kerugian LDRP
termasuk lingkungan yang bising dan tempat tidur bersalin yang kurang nyaman
dibandingkan tempat tidur rumah sakit standar yang memiliki satu kasur.

b. Pusat Kesehatan Kelahiran

Pusat kelahiran yang berdiri bebas menyediakan perawatan bersalin diluar rumah sakit
untuk wanita berisiko rendah selama kehamilan, kelahiran, dan pascapersalinan.

Sebagian besar menyediakan layanan ginekologgi seperti pemeriksaan tahunan dan


konseling kontrasepsi. Baik ibu dan bayi terus menerima perawatan lanjutan selama 6
minggu pertama. Ini mungkin termasuk bantuan untuk masalah menyusui, pemeriksaan
pascapersalinan pada 4 sampai 6 minggu, informasi keluarga berencana, dan pemeriksaan
bayi baru lahir. Perawatan sering disediakan oleh perawat-bidan bersertifikat (CNM)
yang terdaftar sebagai perawat dengan persiapan lanjutan dalam kebidanan.

Pusat persalinan lebih murah daripada rumah sakit perawatan akut, yang mnyediakan
teknologi canggih yang mungkin tidak diperlukan untuk klien beresiko rendah. Wanita
yang menginginkan kelahiran yang amanseperti di rumah dalam lingkungan yang akrab
dengan staf yang mereka kenal sepanjang kehamilan mereka mengekspresikan tingkat
kepuasan yang tinggi. Kerugian utamnya adalah sebagian besar pusat kelahiran yang
berdiri bebas tidak diperlengkapi dengan keadaan darurat obstetric. Jika kesulitan yang
tak terduga berkembang selama persalinan, wanita harus dipindahkan dengan ambulans
ke rumah sakit terdekat untuk merawat dokter cadangan yang telah setuju untuk
melakukan peran ini. Bberapa keluarga tidak merasa bahwa masa tinggal yang sangat
singkat setelah lahir, seringkali kurang dari 12 jam, memungkinkan cukup waktu untuk
mendeteksi komplikasi dini pada ibu dan bayi.

c. Kelahiran Dirumah

Di Amerika Serikat hanya sejumlah kecil wanita memiliki bayi mereka di rumah. Karena
asuransi malpraktik unttuk bidan yang menghadiri kelahiran di rumah mahal dan sulit
diperoleh, jumlah bidan yang menawarkan layanan ini telah sangat menurun. Kelahiran

20
dirumah memberiikn keuntungan menjaga keluarga bersama dilingkungan mereka sendiri
sepanjang pengalaman persalinan. Ikatan dengan bayi tidak terganggu oleh rutinitas
rumah sakit, menyusui dianjurakan. Wanita dan orang yang mendukung mereka memiliki
rasa kendali karena mereka secara aktif merencanakan dan mempersiapkan setiap detail
kelahiran.

Melahirkan dirumah juga memiliki kerugian. Wanita harus disaring dengan hati-hati
untuk memastikan bahwa dia memiliki rrisiko komplikasi yang sangat rendah. Jika
transfer ke rumah sakit menjadi perlu, waktu yang dibutuhkan mungkin terlalu lam dalam
kedaan darurat. Masalah lain dari kelahiran di rumah termasuk untuk kebutuhan orang
tua untuk menydiakan pengaturan dan persediaan yang memadai untuk kelahiran. Sang
ibu harus merawat dirinya sendiri dan bayi tanpa bantuan professional yang akan dia
miliki di rumah sakit.

21
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Sebagian besar pengaturan perawatan kesehatan memiliki filosofi yang berpusat pada keluarga
dimana keluarga diberi pilihan, memberikan masukan, dan diberikan informasi yang dapat
dimengerti oleh mereka. Keluarga tersebut dicermati, dan kekuatannya diakui.

Dalam memberikan asuhan keperawatan diperlukan kebijakan umum kesehatan (terintegrasi)


yang mengatur praktek, SOP/standar operasi prosedur, etik dan profesionalisme, keamanan,
kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan. Perawat memiliki komitmen
menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan pasien sesuai kode etik
keperawatan.

Keluarga perlu didukung untuk memandang kehamilan sebagai pengalaman yang positif dan
menyenangkan. Upaya mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan
partisipasi aktif dari keluarganya.

2. Saran

Para perawat harus memberikan asuhan keperawatan bukan hanya untuk wanita hamil,
melainkan kepada keluarga nya. Keluarga juga perlu mengetahui tentang kehamilan agar dapat
mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya, dan dapat berpartisipasi dengan baik terhadap ibu
dan bayinya.

22