Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS INDIVIDU

DOSEN PEMBIMBING
Rafael Linius Ginting

Disusun Oleh Kelompok 6 :


1. Mangihut Situmorang(6213121031)
2. Masro Saputra Purba(6213121016)
3. Natan Eleginta Tarigan(6213121004)
4. Reza Sihite(6213121132)
5. Mardianto Zega(6213121129)

PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2021/2022
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

KATA PENGANTAR ............................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................... iv

BAB 1
PENDAHULUAN
A. MAKNA BAKAT ……………………………………………..1
B. PERBEDAAN BAKAT DAN KEMAMPUAN ……………….2

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BAKAT KHUSUS ………………………………..3
B. JENIS-JENIS BAKAT KHUSUS ……………………………………4
C. HUBUNGAN BAKAT DENGAN PRESTASI……………………….5
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKAT
KHUSUS ………………………………………………………………….6
E. PERBEDAAN INDIVIDU DALAM BAKAT KHUSUS …………………7
F. CARA IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN BAKAT ………………….8
G. UPAYA PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS DENGAN IMPLEMENTASINYA
BAGI PENDIDIKAN ………………………………………………………….9

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 11


Pendahuluan
Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi
(potential ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya
yang masih bersifat potensial atau masih laten, bakat merupakan potensi yang masih
memerlukan ikhtiar pengembangan dan pekatihan secara serius dan sistematis agar dapat
terwujud (Utami Munandar, 1992).
Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya
untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan
kapasitas (capasity) dengan sinonimnya, yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di
masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal (Conny Semiawan, 1987).
Dengan demikian, dapat disarikan bahwa bakat merupakan suatu potensi yang akan
muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan. Adapun kemampuan dan kapasitas
sudah merupakan suatu tindakan yang dapat dilaksanakan atau akan dapat dilaksanakan.

A.    Pengertian bakat khusus


Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan,
baik yang bersifat umum maupun khusus (Conny Semiawan, 1987). Bakat umum seringkali
merujuk kepada bakat intelektual dan sering disebut dengan istilah gifted, dan anak yang
memiliki bakat intelektual menonjol sering disebut dengan istilah gifted children. Sedangkan
bakat khusus sering kali disebut dengan talent. Bakat khusus (talent) adalah bawaan berupa
potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul
sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya, dan anak yang memiliki
bakat khusus menonjol disebut dengan istilah talented children.
Dengan bakat, memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu.
Tetapi untuk mewujudkan bakat ke dalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan,
pengalaman, dan motivasi (Conny Semiawan 1987).

B.     Jenis-jenis bakat khusus


Conny Semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan jenis-jenis bakat
khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang,
yaitu:
1.      Bakat akademik khusus, misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka (numeric),
logika bahasa dan sejenisnya.
2.      Bakat kreatif-produktif, artinya bakat dalam memciptakan sesuatu yang baru.
3.      Bakat seni, misalnya mampu menciptakan lagu hanay dalam waktu 30 menit, mampu
melukis dengan sangat indah dalam waktu singkat, dan sejenisnya.
4.      Bakat kinestetik/psikomotorik, misalnya sepak bola, bulu tangkis, tenis dan keterampilan
teknik.
5.      Bakat sosial, misalnya sangat mahir melakukan negosiasi, sangat mahir menawarkan
suatu produk, sangat mahir mencari koneksi, sangat mahir berkomunikasi dalam organisasi,
dan sangat mahir dalam kepemimpinan.

C.    Hubungan antara Bakat dan Prestasi


Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami Munandar 1992)
karen bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang. Perlu ditekankan bahwa
karena bakat masih bersifat potensial, sesorang yang berbakat belum tentu mampu mencapai
prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika tidak mendapatkan kesempatan untuk
mengembangkan bakatnya secara maksimal. Bakat khusus yang memperoleh kesempatan
maksimal dan dikembangkan sejak dini serta didukung oleh fasilitas dan motivasi yang
tinggi, akan dapat terealisasikan dalam bentuk prestasi unggul. Bakat memang sangat
menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan
suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.

D.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus


Conny Semiawa (1987) dan Utami Munandar (1992) menegaskan bahwa berbeda
dengan kemampuan yang mununjuk pada suatu kinarja (performance) yang dapat dilakukan
sekarang. Bakat sebagai potensi masih memerlukan pendidikan dan latihan agar suatu kinerja
(performance) dapat dilakukan pada masa yang akan datang. Ini memberikan pemahaman
bahwa bakat khusus sebagai potential ability untuk dapat terwujud sebagai kinerja
(performance) atau perilaku nyata dalam bentuk prestasi yang menonjol, masih memerlukan
latihan dan pengembangan lebih lanjut.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang secara garis
besar dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor
yang berasal dari dalam diri individu. Faktor-faktor internal tersebut adalah:
1.      Minat
2.      Motif berprestasi
3.      Keberanian mengambil risiko
4.      Keuletean dalam menghadapi tantangan
5.      Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan yang timbul
Adapun faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh
dan berkembang. Faktor-faktor eksternal meliputi:
1.      Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
2.      Sarana dan prasarana
3.      Dukungan dan dorongan orangtua/keluarga
4.      Lingkungan tempat tinggal
5.      Pola asuh orang tua

E.     PERBEDAAN INDIVIDU DALAM BAKAT KHUSUS


Dilihat dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lain.
Demikian juga dalam aspek bakat khusus, setiap individu juga memiliki bakat khusus
masing-masing secara berbeda. Menurut Conny Semiawan(1987) dan Utami Munandar
(1922), perbedaan bakat khusus itu bisa terletak pada jenis dan juga kualitasnya. Perbedaan
dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukan. Misalnya, seseorang memiliki
bakat khusus bekerja dengan angka, yang lain menonjol dalam berbahasa, sementara yang
lain memiliki bakat yang menonjol dalam bidang musik. Sedangkan perbedaan dalam
kualitasnya mengandung makna bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki
bakat khusus  yang sama tetapi kualitas yang berbeda. Misalnya, diantara dua orang yang
sama memiliki bakat khusus bekerja dengan angka, orang pertama memiliki kemampuan
yang lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan orang yang kedua. Hal ini disebabkan
tingkat kecerdasan antara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Karena bakat masih bersifat potensial, perwujudannya masih sangat memerlukan
pembinaan sistematis dan maksimal. Memang anak yang berbakat dan dengan mudah
mewujudkannya kedalam prestasi unggul. Namun, tidak  sedikit anak yang memiliki
bakat  yang bagus, tetapi karena tidak mendapatkan pembinaan dan pengembangan maksimal
mengakibatkan prestasinya rendah. Ini yang sering kali disebut dengan istilah Underachiver.
F. CARA IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN BAKAT

A. IDENTIFIKASI BAKAT
            Identifikasi bakat pada seseorang merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara
sistematik untuk mengidentifikasi seseorang yang berpotensi dalam suatu bidang. Penggalian
bakat dengan cara mengikuti minat sang anak secara terarah dan jelas tujuannya akan mampu
mengidentifikasi bakat yang dimiliki anak.
            Ajarkan anak untuk mengenali dirinya sendiri, menggali kemampuan dan batasan-
batasan yang dimilikinya. Kalau kiranya yang diminta melenceng sekali dari minat dan
kemampuannya (biasanya orang tualah yang paling memahami arah minat sang anak), maka
beri batasan dengan pemberian alasan yang tepat dan masuk akal buat si anak. Kalau anak
masih meminta mencoba, silahkan dicoba tetapi dengan perencanaan dan pertimbangan yang
baik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap identifikasi bakat anak adalah :
1.    Ajak  anak untuk menggali minatnya tersebut dengan berdiskusi/tanya jawab seputar
minat tersebut.
2.    Gali lebih jauh dengan mengajak anak untuk mengkaji apa-apa saja yang diperlukan
untuk mengikuti kursus tersebut, baik keterampilan dasar, peralatan, biaya, schedule, dan
lain-lain.
3.    Apabila akan mengambil keputusan, buat perjanjian dengan si anak.

B. PENGUKURAN BAKAT                              
Tes bakat bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di berbagai
area minatnya di bidang-bidang tertentu, untuk kemudian merencanakan dan membuat keputusan mengenai
pilihan pendidikan atau pekerjaan.
Melalui tes bakat diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat seseorang. Hasil tes
bakat tidak dapat menentukan dengan mutlak pekerjaan atau karir apa yang harus dijalani, juga tidak untuk
menjawab pertanyaan yang sangat khusus, misalnya “Apakah saya dapat menjadi seorang guru?”

Tes bakat diantaranya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan,misalnya :


•Apakah saya cocok untuk memilih bidang keguruan
•Manakah bidang yang lebih baik bagi saya?
•Apakah kelebihan dan kekurangan saya, apabila saya ingin menjadi seorang guru?

Setiap orang mempunyai bakat-bakat tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat yang berbeda-
beda. Guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal bakat anak – anaknya sehingga dapat memberikan
pendidikan dan menyediakan pengalaman sesuai dengan kebutuhan masing – masing.

G.    UPAYA PENGEMBANGAN BAKAT KHUSUS DAN IMPLEMENTASINYA


BAGI PENDIDIKAN
Dari sekian banyak peserta didik, ada yang memiliki kemampuan rata-rata, dibawah
rata-rata, dan diatas rata-rata.Biasanya peserta didik yang memiliki bakat khusus berada
dalam kelompok anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka memiliki
kemampuan lebih dibandingkan dengan peserta didik yang lain. Dengan bakat khusus yang
dimiliki, mereka mampu menunjukan prestasi unggul sesuai dengan bakat khusus yang
dimilikinya.
Agar dapat mewujudkan bakat khususnya secara optimal, mereka memerlukan
program pendidikan khusus sesuai dengan bakatnya. Program pendidikan untuk
mengembangkan individu berbakat khusus agar dapat mencapai prestasi  unggul, biasanya
dikenal dengan istilah Program Pendidikan Berdiferensi. Program pendidikan ini merupakan
pelayanan diluar jangkauan program pendidkan biasa, agar dapat merealisasikan bakat dan
kemampuan secara optimal, baik untuk pengembangan diri maupun untuk sumbangan yang
berarti bagi kemajuan masyarakat dan Negara(Conny Semiawan, 1987; Utami Munandar,
1992).
Selain pengembangan melalui program pendidikan berdeferensiasi, individu yang
memiliki bakat khusus juga sangat memerlukan dukungan maksimal dari lingkungan dengan
cara memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi individu untuk mengembangkan bakatnya.
Dukungan psikologis dari lingkungan, seperti dukungan moral dari orang tua, pola asuh
orang tua yang memberikan perasaanbebas untuk berekspresi, kesempatan untuk
mengeksplorasi lingkungan serta penyediaan sarana dan prasarana, sangat besar pengaruhnya
terhadap perkembangan bakat khusus individu.
Ada sejumlah langkah  yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat khusus
individu, diantaranya adalah:
1.      Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dan
remaja untuk mengembangkan bakat khususnya dengan mengusahakan dukungan baik
psikologis maupun fisik.
2.      Berupa menumbuhkembangkan minat dan motif berprestasi tinggi dikalangan anak
remaja dan anak, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyaraklat .
3.      Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam menghadapi
berbagai tantangan dan kesulitan
4.      Menghubungkan program pendidikan berdiferensi di sekolah dengan kurikulum
berdiferensi pula guna memberikan pelayanan secara lebih efektif kepada anak dan remaja
yang memiliki bakat khusus
Adapun kondisi-kondisi lingkungan yang bersifat memupuk bakat anak adalah
keamanan psikilogis dan kebebasan psikologis.Anak-anak merasa aman secara psikologis
apabila:
1.       Pendidik dapat menerimanya sebagaimana adanya, tanpa syarat dengan kelebihan dan
kekurangannya, serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya ia baik dan
mampu.
2.      Pendidik mengusahakan suasana dimana anak tidak merasa dinilai oleh orang lain.
Memberi penilaian terhadap seseorang dapat dianggap sebagai ancaman, sehingga
menimbulkan kebutuhan akan pertahanan diri.
3.      Pendidik memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan, dan
perilaku anak. Dapat menempatkan diri dalam situasi anak dan melihat dari sudut pandang
anak. Dalam situasi ini anak merasaaman aman untuk mengungkapkan bakatnya.
Pada akhir masa remaja, seseorang sudah banyak memikirkan tentang apa yang ingin
dilakukan dan mampu ia lakukan. Mereka sudah mulai  mengetahui tentang macam-macam
kemungkinan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam pekerjaan yang sesuai dengan
bakatnya. Dengan pengenalan bakat yang dimilikinya dan upaya pengembangan diharapkan
dapat membantu remaja untuk mementukan pilihan yang tepat dan menyiapkan dirinya untuk
mencapai tujuan-tujuannya dalam hidupnya.

KESIMPULAN
Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan,
baik yang bersifat umum maupun khusus. Disebut bakat khusus apabila kemampuan yang
berupa potensi tersebut bersifat khusus, misalnya bakat akademik, social, seni, kinestetik, dan
sebagainya. Bakat khusus disebut talent, sedang bakat umum (intelektual) disebut gifted.
Ada lima jenis bakat khusus yaitu 1. bakat akademik khusus, 2. bakat berpikir kreatif-
produktif, 3. bakat seni, 4. bakat kinestetik / psikomotorik, dan 5. bakat sosial. Perwujudan
dari bakat adalah prestasi. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang.
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus adalah, minat,
motif berprestasi, keberanian mengambil resiko, keuletan dalam menghadapi tantangan, dan
kegigihan / daya juang yang tinggi dalam menghadapi kesulitan yang timbul.
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus adalah,
kesempatam maksimal untuk mengembangkan diri, sarana dan prasarana yang memadai,
dukungan dan dorongan orang tua, lingkungan tempat tinggal, dan pola asuh orang tua.
Dilihat dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang
lain.Demikian juga dalam aspek bakat khusus, setiap individu juga memiliki bakat khusus
masing-masing secara berbeda. Menurut Conny Semiawan(1987) dan Utami Munandar
(1922), perbedaan bakat khusus itu bisa terletak pada jenis dan juga kualitasnya. Perbedaan
dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukan. Sedangkan perbedaan dalam
kualitasnya mengandung makna bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki
bakat khusus  yang sama tetapi kualitas yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
Harjaningrum Tri Agnes. 2007. Peranan Orang Tua dan Praktisi dalam Membantu
Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren
Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
H. Sunarto dan B. Agung Hartono. 1995. Pengembangan Peserta Didik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
M. Ali dan M. Asrori. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara
http://www.indomp3z.us/entry.php/186-identifikasi-bakat
http://arihdyacaesar.wordpress.com/2010/01/13/resume-bakat-konsep-indikator-
pengukuran

Anda mungkin juga menyukai