Anda di halaman 1dari 8

KONSEP DASAR MODIFIKASI PERILAKU

Pengertian Perilaku
Perilaku sinonim dari aktivitas, aksi, kinerja, respons, atau reaksi.
Dengan kata lain, perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan dan
dikatakan oleh manusia.
Secara teknis, perilaku adalah aktivitas glandular, muscular, atau
elektrikal seseorang. Termasuk perilaku adalah tindakan-tindakan
sederhana (simple actions), seperti mengedipkan mata, menggerakkan
jari tangan, melirik, dan sebagainya
Terdapat dua kelompok besar perilaku , yaitu perilaku yang
tampak atau dapat diobservasi (overt, observable) dan yang tidak
tampak, tersembuyni, atau tidak dapat diobservasi (covert, not directly
observable).
Perilaku yang nampak, adalah perilaku yang dapat diamati oleh
orang lain, misalnya berbicara, berjalan, lari, menangis, melempar
bola, berteriak, dsb. Sedangkan perilaku yang tidak dapat diamati
secara langsung oleh orang lain, misalnya berfikir dan merasakan.

Untuk mengetahui perilaku yang tersembuyni harus disimpulkan dari


respon-respon yang terbuka (covert behavior must be inferred from
overt responses).

Perilaku juga dapat diartikan sebagai semua aktivitas yang merupaan


reaksi terhadap lingkungan, apakah itu reaksi yang bersifat motorik,
fisiologis, kognitif, ataupun afektif

Sedangkan tidak termasuk perilaku adalah :


(1) Deskripsi penafsiran dari sifat-sifat kepribadian / interpretive
descriptions of a personality trait
(2) Label-label diagnostik / diagnostic labels,
(3) Hasil (akibat) perilaku / outcome of behavior. Termasuk deskripsi
sifat-sifat kepribadian seseorang misalnya pendiam, jujur, rajin, cemas,
peduli, taat, pekerja keras, mandiri, setia, egois, menyenangkan,
gugup, minder dan sejenisnya

Pengertian Modifikasi Perilaku


Modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai :
1. upaya, proses, atau tindakan untuk mengubah perilaku
2. aplikasi prinsip-prinsip belajar yg teruji secara sistematis untuk
mengubah perilaku tidak adaptif menjadi perilaku adaptif
3. penggunaan secara empiris teknik-teknik perubahan perilaku
untuk memperbaiki perilaku melalui penguatan positif,
penguatan negatif, dan hukuman, atau
4. usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun
prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen pada manusia.

1
pandangan kaum behavioristik aliran klasik
 modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai penggunaan secara
sistematik teknik kondisioning pada manusia untuk menghasilkan
perubahan frekuensi perilaku tertentu /mengontrol lingkungan perilaku
tersebut. Jika teknik kondisioning diterapkan secara ketat, dgn
stimulus, respon dan akibat konsekuensi diharapkan terbentuk
perilaku lahiriah yg diharapkan

Dalam pandangan aliran operan, modifikasi perilaku akan terbentuk


ketika penguat / pengukuh diberikan berupa reward / punishment
 pandangan aliran behavior analist, modifikasi perilaku
merupakan penerapan dari psikologi eksperimen seperti dalam
laboratorium

Jadi......
 Proses, emosi, problema, prosedur, semua diukur. Pengubahan
perilaku dilaksanakan dengan rancangan eksperimen dibuat dengan
cermat. Perilaku dihitung secara cacah untuk mendaparkan data
dasar. Variabel bebas dimanipulasi, metode statistik digunakan untuk
melihat perubahan perilaku, pengulangan jika perlu dilakukan hingga
terjadi perubahan perilaku secara jelas.

 Eysenk modifikasi Perilaku adalah upaya mengubah perilaku dan


emosi manusia dgn cara yg menguntungkan berdasarkan teori yg
modern dalam prinsip psikologi belajar.

 Wolpe, yaitu penerapan prinsip-prinsip belajar yg telah teruji


secara eksperimental untuk mengubah perilaku yg tidak adaptif, dgn
melemahkan atau menghilangkannya dan perilaku adaptif ditimbulkan
atau dikukuhkan

 Hana Panggabean, modifikasi perilaku adalah penerapan dari


teori Skinner, sering juga disebut sebagai behavior therapy.
Merupakan penerapan dari shaping (pembentukan TL bertahap),
penggunaan positive reinforcement secara selektif, dan extinction.

Karakteristik Modifikasi Perilaku


 Terdapat empat ciri utama modifikasi perilaku, yaitu:
(1) Fokus pada perilaku (focuses on behavior)
(2) Menekankan pengaruh belajar dan lingkungan (emphasizes
influences of learning and the environment),
(3) Mengikuti pendekatan ilmiah (takes a scientific approach),

2
(4) Menggunakan metode-metode aktif dan pragmatik untuk
mengubah perilaku (uses pragmatic and active methods to change
behavior).

 Fokus pada perilaku artinya menempatkan penekanan pada


perilaku yang dapat diukur berdasara atas dimensi-dimensinya, seperti
frekuensi, durasi, dan intensitasnya.

 Karena itu metode modifikasi perilaku selalu mengamati dan


mengukur setiap tahap perubahan sebagai indikator dari berhasil atau
tidaknya program bantuan yang diberikan. Dalam modifikasi perilaku,
akan menghindari label-label interpretatif dan sistem diagnostik (avoid
interpretive labels and diagnostic systems),

 Dalam modifikasi perilaku, mengkategorikan apakah suatu


perilaku sebagai berlebihan atau kekurangan merupakan langkah yang
mutlak, sehingga dapat dipahami secara pasti mana perilaku yang
termasuk excesses atau berlebihan dan akan dikurangi atau yang
termasuk deficit atau berkekurangan dan akan ditingkatkan.
Identifikasi ini harus dilihat dalam konteks di mana perilaku tersebut
muncul.
 Behavioral exceses adalah perilaku target yang negatif (tidak
layak) yang ingin dikurangi frekuensi, durasi, atau intensitasnya

 Termasuk perilaku ini misalnya:


a. Perilaku anak yang tidak bisa diam, seperti keluar masuk rumah,
naik turun tangga, membuang pakaian ke lantai.
b. Perilaku anak yang selalu mengomentari orang lain, mengejek,
berlama-lama ngobrol menggunakan telepon.
c. Perilaku anak yang selalu mengganti chanel TV atau berlama-lama
duduk di depan TV, dsb.

 Martin dan Pear (2003) menyatakan modifikasi perilaku tidak


hanya sekedar terapi biasa yang mengandalkan pembicaraan terapist
kepada kliennya. Bedanya dengan psikoterapi, psikolog yang
melakukan modifikasi perilaku:

1. terlibat secara aktif dalam mengkonstruksi ulang lingkungan


kehidupan sehari-hari klien dalam rangka memperkuat perilaku yang
tepat.

2. seringkali memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada klien


untuk memfasilitasi perubahan perilaku ini.

3
3. metode dan tahap demi tahapnya dapat dibuat dengan jelas,
sehinga orang lain dapat menggunakan dan menjalankan program
yang dibuat orang lain.

4. dapat dilakukan sendiri secara perseorangan atau paling tidak dapat


dilakukan oleh orang tua, guru, mentor untuk membantu perubahan
perilaku anak-anak atau bawahannya.

5. selalu berlandaskan pada prinsip belajar umum dan operant,


khususnya conditioning dari Pavlov.

6. menekankan bahwa pendekatan tertentu cocok untuk perubahan


perilaku tertentu pula.

7. melibatkan semua pihak, klien, administrator, konsultan, dll.

MODIFIKASI PERILAKU FOBIA ULAR


Prosedur yang digunakan dalam terapi eksposure antara lain:

l Competing Response
Menunjuk pada perilaku yang bertentangan dengan kecemasan,
seperti relaksasi.
“Subjek sebelumnya diberi penjelasan mengenai ular. Selama ini
subjek beranggapan bahwa semua ular membahayakan dan beracun.
Adahal dalam kenyataannya, sebagian besar spesies ular tidak
berbisa, dan ular hampir tidak pernah menyerang manusia. Kasus
gigitan ular terjadi sebagai bentuk pertahanan diri ular, bukan
menyerang. Setelah itu subjek dirilekskan dengan menarik nafas
panjang serta motivasi yang kuat”

Response Prevention
 Selama treatment berlangsung, klien tidak diperbolehkan
melakukan respon yang maladaptif untuk mengurangi kecemasan,
seperti menghindari kandang ular.
 Subjek membuat pernyataan bahwa dia tidak akan keluar dalam
proses modifikasi perilaku. Subjek tampak antusias mengikuti jalannya
modifikasi perilaku untuk mengatasi fobia ular. Subjek diberi keyakinan

4
bahwa ular yang ada merupakan ular yang jinak, sehingga tidak perlu
melarikan diri,panik, atau stres.

Exaggerated Scenes
 Berlaku dalam imaginal exposure, ilustrasi yang digunakan
dapat dilebih-lebihkan.
 Untuk menghindari imajinasi yang berlebihan terhadap suatu
stimulus, subjek diperintahkan untuk membayangkan bahwa dirinya
digigit oleh seekor ular sepanjang 2 meter. Subjek menyadari bahwa
ular sepanjang 2 meter hanya memiliki gigi kurang dari 1 cm dan itu
tidak membahayakan. Subjek dapat mengatasi risiko yang muncul

Proses Desensitisasi Sistematis


 1. Membuat anxiety hierarchy (fear survey schedule &
Subjective Units of Discomfort Scale)
 2. Latihan relaksasi
 3. Klien diminta untuk membayangkan/dihadapkan pada
keadaan yang membangkitkan kecemasan dengan taraf yang paling
rendah, dan sedikit demi sedikit taraf tersebut ditingkatkan.

Tahapan-tahapan subjek menghadapi stimulus yang


menakutkan, yaitu ular mulai dari yang terendah sampai yang
tertinggi:

• Melihat ular kecil (40cm)


• Menyentuh dengan satu jari.
• Menyentuh dengan dua jari.
• Menyentuh dengan dua jari (dijepit)
• Menyentuh dengan 5 jari.
• Menyentuh dengan telapak tangan.
• Menggengam
• Mengangkat ular.
• Memegang kepala.
• Mengalungkan di leher
• Melihat ular besar (1 meter)
• Menyentuh dengan satu jari.
• Menyentuh dengan dua jari.
• Menyentuh dengan dua jari (dijepit)
• Menyentuh dengan 5 jari.
• Menyentuh dengan telapak tangan.
• Menggengam
• Mengangkat ular.
• Memegang kepala.
• Mengalungkan di leher

5
• Membawa ular besar dengan jarak 20 meter.

KESIMPULAN

Fobia ular yang dialami subjek karena keliru memahami tentang


ular.Oleh karena itu perlu dijelaskan sekilas mengenai ular sehingga
mengubah persepsi buruk tentang ular. Modifikasi perilaku pada
penderita fobia harus dilakukan secara hati-hati dengan
mempertimbangkan berbagai resiko. Panik yang sangat besar bahkan
shock dapat saja terjadi ketika subjek dihadapkan pada stimulus fobia.
Oleh karena itu perlu asesmen maupun pendataan mengenai kondisi
fisik maupun mental penderita fobia sebelum dilakukan modifikasi
perilaku.

Modifikasi Perilaku Menunjang Diet Anda

10 Kebiasaan Yang Dapat Mengurangi Berat Badan

Mengontrol berat badan adalah membuat sedikit perubahan


yang hasilnya bisa Anda nikmati selamanya. Jika Anda
menggabungkan cara ini ke dalam gaya hidup Anda, maka Anda akan
mulai melihat bagaimana perubahan yang terjadi akibat menghemat
kalori dan mereduksi bobot.
Berikut 10 kebiasaan yang bisa membantu mendapatkan berat badan
impian menjadi kenyataan:

Evaluasi kebiasaan makan Anda


Apakah Anda kerap makan tengah malam, ngemil saat masak,
atau menghabiskan makanan anak? Coba perhatikan lagi pola makan
seperti ini untuk mengurangi konsumsi kalori.
Berbelanjalah dengan perut terisi
Ini adalah resep untuk mencegah hal buruk terjadi saat Anda
masuk ke dalam toko makanan dalam keadaan lapar. Persiapkan
daftar belanjaan, dan belilah produk-produk yang ada dalam daftar
tersebut. Perbanyak persediaan makanan sehat di dalam lemari
pendingin Anda
Makan secara teratur
Cari tahu frekuensi makan yang tepat dan padankan dengan
makanan sehat yang mampu mencegah Anda merasa lapar. Setelah
menemukannya, tetap pada frekuensi tersebut.
Makan di meja makan
Cara makan makanan bukan dari piring dan sambil berdiri
bukanlah langkah yang sehat. Anda dapat melahap lebih banyak

6
makanan ketimbang Anda duduk di meja makan sambil menikmati
hidangan
Hidangkan makanan dalam piring secukupnya
Semangkuk besar makanan di meja seolah menggoda kita untuk
menghabiskannya dan tidak butuh banyak waktu untuk melahapnya
dalam hitungan menit. Ingat, butuh sekitar 20 menit agar otak Anda
mendapat sinyal bahwa perut Anda sudah penuh.
Makan secara perlahan, kunyah dengan benar dan nikmati
setiap suapan
Cobalah untuk mengistirahatkan garpu dan sendok saat Anda
mengunyah
Jangan makan setelah makan malam
Inilah yang akan melambungkan bobot tubuh Anda. Jika Anda
lapar, coba penuhi hasrat tersebut dengan menikmati minuman non
kalori. Menyikat gigi setelah makan malam bisa mengurangi keinginan
makan lagi
Jika Anda gemar ngemil, pilih kudapan bernutrisi
Makanan ringan bernutrisi tinggi biasanya mengandung
karbohidrat lengkap dengan sedikit protein dan lemak.
Awali hari Anda dengan sarapan
Ini adalah makanan paling penting selama sehari. Setelah
beristirahat semalaman, tubuh Anda butuh diisi ulang agar
metabolismenya kembali lagi dan energi menjadi bertambah.
Tips Sukses Capai Berat Ideal
Mungkin Anda sering gagal mengurangi berat badan saat masih
di sekolah atau bahkan menjelang pernikahan. Namun apakah Anda
harus sekurus itu? Menurut para ahli, Anda dapat mengurangi berat
badan hingga berat badan ideal dan tetap sehat. Jika Anda kelebihan
berat badan, seperti diungkapkan oleh George Blackburn, MD dalam
bukunya Break Through Your Set Point: How to Finally Lose the Weight
You Want and Keep It Off, mengurangi 10% berat badan Anda dalam
jangka waktu 6-12 merupakan cara terbaik.

Tips Sukses Mengurangi Berat Badan


1. Makan secara teratur. Orang yang makan secara teratur
(sarapan, makan siang dan malam di waktu yang telah
ditentukan) mengonsumsi lebih sedikit kalori ketimbang mereka
yang tidak memiliki waktu makan khusus.
2. Gunakan piring, duduk dan nikmati makanan Anda. Orang yang
melakukan hal ini biasanya menyantap 43% porsi lebih sedikit
dibanding mereka yang makan dengan terburu-buru.
3. Lakukan setidaknya 30 menit akitifitas fisik setiap hari.
4. Berapa banyak dan apa yang Anda makan bisa membuat banyak
perbedaan. Nikmati porsi normal makanan yang mengandung

7
serat (buah, sayur dan biji-bijian) serta rendah lemak dan
protein.
5. Berpikir positif: Fokus pada manfaat dari gaya hidup sehat
daripada jumlah berat badan yang harus dipangkas.