0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
399 tayangan13 halaman

"Analisis Mimetik Novel NKCTHI"

Dokumen tersebut merangkum analisis novel "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" karya Marchella FP dengan menggunakan pendekatan mimetik. Pendekatan ini melihat karya sastra sebagai representasi dari realitas sosial. Secara khusus, dokumen tersebut menganalisis fenomena sosial dan hubungannya dengan dunia nyata yang ditampilkan dalam novel tersebut.

Diunggah oleh

Anisha Nurlita Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
399 tayangan13 halaman

"Analisis Mimetik Novel NKCTHI"

Dokumen tersebut merangkum analisis novel "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" karya Marchella FP dengan menggunakan pendekatan mimetik. Pendekatan ini melihat karya sastra sebagai representasi dari realitas sosial. Secara khusus, dokumen tersebut menganalisis fenomena sosial dan hubungannya dengan dunia nyata yang ditampilkan dalam novel tersebut.

Diunggah oleh

Anisha Nurlita Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS NOVEL NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI (NKCTHI) KARYA

MARCHELLA FP: KAJIAN MIMETIK

Oleh :

Anisha Nurlita Sari/ 21901071083

Dosen Pembimbing :

Khoirul Muttaqin SS,M.Hum

Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Islam Malang

Email: 21901071083@unisma.ac.id

Abstrak

Karya sastra lahir karena adanya keinginan dari pengarang untuk mengungkapkan eksistensinya
sebagai manusia yang berisi ide, gagasan, dan pesan tertentu diilhami oleh imajinasi dan realitas sosial budaya
pengarang serta menggunakan media bahasa sebagai penyampaiannya. Novel adalah suatu karya prosa fiksi
yang ditulis secara naratif dan biasanya berbentuk cerita. Pendekatan mimetik merupakan suatu rekaan dari
sebuah makna menjadi gambaran yang ada di alam sekitar. Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan
mengenai analisis novel “NKCHI” Karya Mrchella FP. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan
pendekatan mimetik, pendekatan yang memerlukan data yang berhubungan realitas sosial. Teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Masalah yang akan diteliti meliputi (1)
Fenomena sosial dan (2) Hubungan antara fenomena sosial dalam karya sastra dengan dunia nyata.

Kata Kunci : Kritik Sastra, Pendekatan Mimetik. Realitas Sosial


PENDAHULUAN

Sastra merupakan cabang seni yang mengalami proses pertumbuhan sejalan dengan
perputaran waktu dan perkembangan pikiran masyarakat. Karya sastra lahir karena adanya
keinginan dari pengarang untuk mengungkapkan eksistensinya sebagai manusia yang berisi
ide, gagasan, dan pesan tertentu diilhami oleh imajinasi dan realitas sosial budaya pengarang
serta menggunakan media bahasa sebagai penyampaiannya. Novel adalah suatu karya prosa
fiksi yang ditulis secara naratif dan biasanya berbentuk cerita. Kata novel berasal berasal dari
Italia yaitu novella yang berarti sebuah kisah atau sepotong cerita. Novel merupakan
penuangan dari imajinasi seseorang yang berisi tentang kisah hidup seseorang secara
mendalam yang dituangkan dalam bentuk tulisan yang mengandung unsur intrinsik dan
ekstrinsik. Sehingga sastra memiliki unsur-unsur berupa pikiran, pengalaman, ide, perasaan,
semangat, kepercayaan (keyakinan), ekspresi atau ungkapan, bentuk dan bahasa. Hal ini
dikuatkan oleh pendapat Saryono (2009: 18) bahwa sastra juga mempunyai kemampuan
untuk merekam semua pengalaman yang empiris-natural maupun pengalaman yang
nonempiris-supernatural, dengan kata lain sastra mampu menjadi saksi dan pengomentar
kehidupan manusia. Menurut Saryono (2009: 16-17) sastra bukan sekedar artefak (barang
mati), tetapi sastra merupakan sosok yang hidup. Sebagai sosok yang hidup, sastra
berkembang dengan dinamis menyertai sosok-sosok lainnya, seperti politik, ekonomi,
kesenian, dan kebudayaan. Sastra dianggap mampu menjadi pemandu menuju jalan
kebenaran karena sastra yang baik adalah sastra yang ditulis dengan penuh kejujuran,
kebeningan, kesungguhan, kearifan, dan keluhuran nurani manusia. Sastra yang baik tersebut
mampu mengingatkan, menyadarkan, dan mengembalikan manusia ke jalan yang
semestinya, yaitu jalan kebenaran dalam usaha menunaikan tugas-tugas kehidupannya
(Saryono, 2009: 20). Sastra dapat dipandang sebagai suatu gejala sosial (Luxemburg, 1984:
23). Hal itu dikarenakan sastra ditulis dalam kurun waktu tertentu yang langsung berkaitan
dengan norma-norma dan adat itiadat zaman itu dan pengarang sastra merupakan bagian dari
suatu masyarakat atau menempatkan dirinya sebagai anggota dari masyarakat tersebut.
Menyampaikan sebuah nilai-nilai kehidupan merupakan salah satu cara yang digunakan
dalam novel sebagai medianya. (Novel & Asma, 2018). Dunia kesastraan juga mengenal
karya sastra yang berdasarkan cerita atau realita. Karya yang demikian menurut Abrams (via
Nurgyantoro, 2009: 4) disebut sebagai fiksi historis (historcal fiction) jika penulisannya
berdasarkan fakta sejarah, fiksi biografis (biografical fiction) jika berdasarkan fakta
biografis, dan fiksi sains sains (science fiction) jika penulisannya berdasarkan pada ilmu
pengetahuan. Ketiga jenis ini disebut fiksi nonfiksi (nonfiction fiction). Menurut pandangan
Sugihastuti (2007: 81-82) karya sastra merupakan media yang digunakan oleh pengarang
untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pengalamannya. Novel merupakan cerita fiksi
dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai unsur-unsur pembangun yaitu unsur
instrinsik. Novel memiliki unsur peristiwa, plot, tema, tokoh, latar, sudut pandang dan
amanat (Abrams, 1981, via Nurgiyantoro 2007: 10). Dalam sebuah novel, pengarang
berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada gambaran realita
kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut.

Karya sastra dapat dianalisis dengan pendekatan-pendekatan sastra untuk mengetahui


penilaian terhadap karya sastra tersebut. Kegiataan penilaian suatu karya sastra disebut kritik
sastra. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk memberikan penilaian terhadap sebuah
novel adalah pendekatan mimetik. Pendekatan mimetik adalah pendekatan kajian sastra yang
menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya
sastra. Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai imitasi dan realitas (Abrams
1981:89). Aristoteles berpendapat bahwa mimesis bukan sekedar tiruan. Bukan sekedar
potret dan realitas, melainkan telah melalui kesadaran personal batin pengarang nya. Puisi
sebagai karya sastra mampu memaparkan realitas di luar diri manusia persi apa adanya.
Menurut (Rahayu, 2014) kritik mimetik (mimetic criticism) adalah kritik yang memandang
karya karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam, percerminan atau penggambaran dunia
dan kehidupan. Kriteria utama yang dikenakan pada karya sastra adalah sebuah “kebenaran”
penggambaran terhadap objek yang digambarkan, atau yang hendaknya digambarkan. Maka
karya sastra seperti Novel “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” menceritakan mengenai
pemberian petuah sosok ibu terhadap anaknya dengan menulis surat-surat untuk masa depan
anaknya. Nasihat-nasihat tersebut diberikan oleh seorang ibu yang bernama Awan. Kutipan-
kutipan tersebut membuat pembaca novel ikut larut ke dalam perasaan sang ibu. Maka dari
itu, penulis tertarik untuk mengaitkan novel “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” untuk
dikaji menggunakan pendekatan mimetik sebagai bagian dari analisis kritik sastra.

Masalah yang akan diteliti merupakan bentuk-bentuk realitas sastra dalam novel
“NKCTHI” karya Marchella FP. Bentuk-bentuk realitas sastra tersebut meliputi (1)
Fenomena sosial dalam Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan (2) Hubungan antara
fenomena sosial dalam Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dengan dunia nyata.

KAJIAN TEORI

Kritik Sastra

Menurut Abrams (1981), kritik sastra adalah suatu studi yang berkenaan dengan
pembatasan, pengkelasan, penganalisisan, dan penilaian karya sastra. Sementara itu, Hudson
(1955) mengatakan bahwa kritik sastra dalam artinya yang tajam adalah penghakiman
terhadap karya sastra yang dilakukan oleh seorang ahli atau yang memiliki kepandaian
khusus untuk memudahkan pemahaman karya sastra, memeriksa kebaikan dan cacat-
cacatnya, serta menentukan pendapatnya tentang hal tersebut. Menurut Jassin (via Pradopo,
1994), kritik sastra adalah pertimbangan baik buruk suatu karya sastra, serta penerangan dan
penghakiman karya sastra. Selanjutnya, Pradopo (1994) mengatakan bahwa kritik sastra
adalah ilmu sastra untuk “menghakimi” karya sastra, untuk memberikan penilaian, dan
memberikan keputusan bermutu atau tidak suatu karya sastra yang sedang dihadapi kritikus.

Fungsi kritik sastra yaitu: (1) Mengembangkan keilmuan dalam bidang sastra yang
fokusnya dapat menyusun dasar, konsep dan teori kesusastraan (2) Perkembangan
kesusastraan guna meningkatkan perkembangan kreativitas sehingga karya-karya sastra
menjadi lebih menyentuh persoalan-persoalan kemanusiaan (3) Untuk kepentingan
masyarakat yang menginginkan penerangan tentang karya sastra, yaitu peranan kritik sastra
membantu memberi pemahaman tentang pesanpesan yang disampaikan dalam karya sastra
(Sarjono, 1992 dalam Turaeni, 2016).
Pendekatan Mimetik

Semi (1985:43) menuliskan bahwa pendekatan mimetik bertolak dari pemikiran


bahwa sastra merupakan pencerminan atau representasi kehidupan nyata. Sastra merupakan
tiruan atau pemaduan antara kenyataan dengan imajinasi pengarang atau hasil imajinasi
pengarang yang bertolak dari suatu kenyataan. Menurut Abrams (dalam Siswanto, 2008:188)
pendekatan mimetik adalah pendekatan kajian sastra yang menitikberatkan kajiannya
terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastra.

Pendekatan mimetik merupakan suatu rekaan dari sebuah makna menjadi gambaran
yang ada di alam sekitar. Penggambaran kata yang sebenarnya menjadi sesuatu yang bukan
realita yang terbentuk dari kehidupan nyata. Dalam pendekatan mimetik, pengarang lebih
menganalogikan perasaan melalui ungkapan dengan kata-kata tiruan yang berada di sekitar.
Kata-kata itu bisa kata benda atau apapun itu yang terdapat di sekitar pengarang. Tidak hanya
sesuatu yang dekat saja, pendekatan mimetik ini bisa saja menggunakan kata berupa angan-
angan si pengarang. Dalam mengkaji sebuah karya sastra dengan menggunakan pendekatan
mimetik, diperlukan data-data yang berkaitan dengan realitas. Pendekatan mimetik
memandang karya sastra sebagai tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata
sebagaimana dikemukakan pertama kali oleh filsuf Plato dan Aristoteles. Plato berpendapat
bahwa seni hanyalah tiruan alam yang nilainya jauh di bawah realitas sosial dan ide,
sedangkan Aristoteles menyatakan bahwa tiruan itu justru membedakannya dari segala
sesuatu yang nyata dan umum karena seni merupakan aktivitas manusia.

Realitas Sosial

Objek karya sastra adalah realitas kehidupan. Baik itu kehidupan yang mencakup
hubungan antarmasyarakat dengan orang-orang, antarmanusia, antarperistiwa yang terjadi
dalam batin seseorang. Sebagai suatu karya sastra, bentuk dan isinya tidak hanya mendapat
pengaruh dari realitas sosial tetapi juga dapat mempengaruhi realitas sosial. Muslimin (2011)
mengungkapkan bahwa sastra menyajikan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri
sebagian besar terdiri dari kenyataan sosial. Realitas sosial merupakan sesuatu hal yang
berhubungan dengan aktivitas manusia yang disuguhkan secara nyata dalam kehidupan.
Lukacs (2011) menjelaskan bahwa karya sastra realis adalah gambaran pergulatan manusia
yang ingin membebaskan diri dari penderitaan akibat suatu sistem kekuasaan. Lebih lanjut,
Lukacs menjelaskan bahwa konsep sastra sebagai refleksi kehidupan yang dapat memberikan
kepada pembaca sebuah pencerminan realitas yang lebih benar, lebih lengkap dan lebih hidup
untuk dipahami dan diambil pesan yang terkandung didalamnya sehingga mendapatkan
pengalaman untuk kehidupan. Realitas sosial dalam karya sastra dapat berangkat dari
masalahmasalah sosial. Masalah sosial timbul sebagai akibat dari perkembangan masyarakat,
perubahan sosial, dinamika sosial, dan ketidak mampuan individu menyesuaikan diri dengan
perubahan sosial yang terjadi (Soekanto, 2012:310)

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan


mimetik. Pendekatan mimetik digunakan karena sesuai dengan sumber data yang
membangun realitas sastra serupa dengan kenyataan dunia. Data penelitian ini adalah
deskripsi bentuk-bentuk realitas sastra dala novel “NKCTHI” karya Marchella FP. Bentuk-
bentuk realitas sastra tersebut meliputi (1) Fenomena sosial dan (2) Hubungan antara
fenomena sosial dalam karya sastra dengan dunia nyata. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan teknik pustaka. Untuk memperoleh data yang terdapat dalam
novel, peneliti membaca novel “NKCTHI” karya Marchella FP terlebih dahulu. Dengan
membaca, peneliti dapat menentukan data yang diinginkan. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kritik mimetik mempunyai kecenderungan untuk langsung mengembalikan


(membandingkan) realitas karya sastra kepada realitas yang faktual (rill), sehingga hakikat
karya sastra yang fiktif imajiner seringkali dilupakan. Padahal, sebagaimana dikemukakan
Aristoteles, karya sastra berbeda dari sejarah. Oleh sebab itu, kritik sastra mimetik cenderung
untuk mengukur kemampuan suatu karya sastra menangkap gambaran kehidupan yang
dijadikan sebagai suatu objek (Ristanti, 2012).
Fenomena Sosial dalam Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Novel “NKCTHI” Karya Marchella FP mengandung fenomena sosial. Fenomena


sosial tersebut mencakup (1) Nasihat seorang ibu kepada anaknya dalam menjalani hidup
dan (2) Pentingnya merefleksi diri sendiri.

Nasihat Seorang Ibu kepada Anaknya dalam Menjalani Hidup

Novel NKCTHI sangat menarik baik dari segi fisik bukunya dan dari segi makna
nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya. Kisah seorang ibu yang memberikan nasihat
begitu besar kepada anaknya untuk mengingatkan bahwa sebagai manusia kita tidaklah
sempurna dan tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sempurna seutuhnya. Penulis
sangat pandai dalam memadukan antara kata dan makna sehingga menjadi sebuah karya yang
menarik perhatian pembaca. Pada bagian pembuka novel, penulis memberikan gambaran
flashback mengenai cerita tentang masa lalu ibunya ketika lahir dan tak lupa memberikan
nasihat bahwa bumi yang ditinggali sedang bising. Penulis memberikan sebuah prolog
sebelum masuk ke inti cerita yang sebenarnya. Sebelum masuk pada inti cerita, pengarang
memberi gambaran bahwa dalam kehidupan, peran seorang ibu sangat penting apalagi dalam
dunia yang sedang bising ini, tentu ada sesuatu yang terkadang membuat sang anak kecewa
dan jatuh. Hal tersebut terdapat dalam kutipan novel berikut ini.

”Ibu takut lupa rasanya muda. Ibu tulis pesan ini untuk kita.”

Kalimat tersebut menunjukkan sebuah prolog tokoh ibu untuk memberikan nasiha-nasihat
kehidupan untuk anaknya.

Nasihat-nasihat penting seorang ibu dalam novel NKCTHI diimplementasikan ke


dalam surat masa depan. Dari surat itu, nantinya diharapkan sang anak akan mengingat dan
merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah nasihat merupakan pengajaran dan
perhatian hati terhadap yang dinasihati siapa pun dia. Pengertian Nasihat dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Juga
berarti mengatakan sesuatu yang benar dengan cara melunakkan hati. Nasihat harus berkesan
dalam jiwa dengan keimanan dan petunjuk.
Nasihat juga merupakan bentuk kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Kasih
sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik
makhluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri berdasarkan hati nurani
yang dalam. Kasih sayang merupakan pemberian rasa cinta yang diberikan oleh seseorang
ke orang lainnya atau kepada seluruh keluarganya, kasih sayang juga tercipta karena adanya
rasa perhatian, penyayang, sehingga terciptalah rasa kasih sayang. Tidak hanya pasangan
lawan jenis saja rasa kasih sayang yang tercipta tetapi kepada sahabat, keluarga dan teman-
teman. Kasih sayang juga dapat mempersatukan orang yang sedang berselisih, banyak sekali
sisi positif dari kasih sayang. Kasih sayang amat terdalam terdapat dalam kutipan novel
sebagai berikut.

“Tak perlu terlalu keras berusaha jadi berbeda, jadi dirimu yang paling jarang
dimiliki oleh orang lain.”

Dari kutipan data di atas dapat di lihat bahwa penulis melalui ibu, ingin menunjukkan
rasa kasih sayangnya dengan sebuah nasihat agar anaknya bahagia dan kutipan tersebut
merupakan salah satu bentuk kasih sayang seorang ibu.

Pentingnya Merefleksi Diri Sendiri

Dalam novel “NKCTHI” selain berisi mengenai nasihat seorang ibu kepada anaknya,
juga berisi mengenai pentingnya untuk merefleksi diri sendiri. Refleksi diri adalah sebuah
proses melihat kembali pengalaman yang telah dijalani untuk dapat menarik pelajaran untuk
mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pada intinya, refleksi diri berkaitan
dengan proses evaluasi diri terhadap kejadian atau aktivitas yang telah dilakukan agar
menjadi lebih baik dalam melakukan kegiatan ke depannya kembali.

Penulis dengan kata-katanya melalui tokoh Ibu mewakili semua perasaan Ibu untuk
memberitahu anak-anaknya bahwa setiap kita melangkah perlu diperhatikan konsekuensi
dari keputusan yang diambil. Selain itu, dalam melakukan segala hal perlu dievaluasi untuk
memberikan hasil yang positif kedepannya. Seperti dalam kutipan novel berikut ini.
“Silakan berekspektasi setinggi dan serendah apapun, itu pilihanmu. Tapi, penuhi
sendiri. Saat ekspektasi ditaruh ke raga lain, kecewa sering jadi teman.”

Pada kutipan tersebut menandakan bahwa, pentingnya untuk tidak terlalu


berekspektasi terhadap sesuatu agar tidak kecewa apabila hasil tidak sesuai dengan rencana.
Maka, perlu merefleksi diri untuk membuat target terhadap sesuatu agar tidak kecewa
nantinya.

Bentuk pentingnya merefleksi diri juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab
seorang ibu untuk mengingatkan anaknya. Tanggung jawab merupakan kesadaran diri
manusia terhadap tingkah laku dan perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja.
Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas
kewajiban yang harus di tanggung jawabkan. Timbulnya tanggung jawab itu karena
seseorang bermasyarakat dengan yang lainnya dan hidup bersama dilingkungan alam.
Manusia tidak boleh dan tidak bisa berbuat semuanya terhadap sesama manusia atau alam
sekitarnya. Manusia harus menciptakan keseimbangan, keselarasan sesama manusia di
lingkungan sekitar. Tanggung jawab bersifat kodrati yaitu tanggung jawab harus ada di dalam
diri setiap manusia. Tanggung jawab orang tua kepada anak bersifat wajib. Tanggung jawab
orang tua kepada anak dapat dilihat pada kutipan data berikut.

“Jangan malu jadi peniru, tiru sifat baik mereka.”

Dalam keadaan bagaimanapun tanggung jawab orang tua paling dibutuhkan dalam
setiap berkeluarga. Seperti tanggung jawab ibu kepada anaknya untuk mengingatkan
anaknya untuk merefleksi diri dengan berkaca kepada orang lain dan meniru sifat baik
mereka.

Hubungan Novel “NKCTHI” Karya Marchella FP dengan Fenomena Sosial dalam


Dunia Nyata

Fenomena Sosial dalam Dunia Nyata Novel “NKCTHI” Karya Marchella FP banyak
mengandung fenomena sosial. Fenomena sosial tersebut mempunyai hubungan dengan
fenomena sosial yang ada dalam dunia nyata. Sejalan dengan pendapat Georg Lukacs (2011)
yang menyatakan bahwa seorang pengarang tidak hanya mengandalkan fakta dalam pikiran
saja dalam membuat karya sastra, karena seorang penulis juga mengandalkan fakta dalam
dunia nyata. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses penulisan sebuah karya sastra juga
dipengaruhi oleh realitas sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebutlah yang
menjadikan adanya hubungan antara fakta dalam dunia nyata dan fakta dalam pikiran.

Nasihat Seorang Ibu kepada Anaknya dalam Menjalani Hidup

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah karya sastra seorang pengarang secara sadar
atau tidak, tentu akan menyodorkan hasil imajinasi yang berasal dari pengindraannya. Hasil
pengindraan inilah yang berhubungan dengan teori sastra mimetik. Oleh karena itu, para
pembaca novel “NKCTHI” bisa saja berpikir bahwa sumber peniruan yang dilakukan oleh
Marchella FP adalah melalui peniruan langsung dari kenyataan yang pernah dialami sendiri
atau bahkan dari apa yang pernah disaksikan secara langsung. Namun, teori mimetik tidak
hanya melihat peniruan dari sisi pengalaman secara langsung oleh pengarang, bisa juga dari
pengindraan pengarang terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

Salah satu dasar pemikiran penulis adalah sebuah nasihat seorang ibu. Nasihat
seorang ibu kepada anaknya tidak hanya terdapat dalam karya sastra namun juga dalam
kehidupan sehari-hari. Ibu merupakan sosok yang melahirkan anaknya, maka dari itu peran
ibu sangat penting dalam kehidupan anak-anaknya. Semenjak anak tersebut bayi sampai
dewasa sosok ibulah yang merawat dan membesarka anaknya. Maka tidak heran, apabila
perasaan atau insting seorang ibu terkadang selalu benar. Dalam novel tersebut, digambarkan
bahwa ibu memberika pesan dan petuah kepada anaknya dan ia tidak ingin anaknya
mengalami hal-hal yang buruk terhadap mereka. Sosok ibu merupakan seseorang yang lebih
berpengalaman sehingga ia pernah menemui hal manis dan pahit dalam kehidupan. Begitu
juga dalam dunia nyata, nasihat ibu biasanya ditujukan oleh anaknya supaya anaknya dapat
hidup dengan baik dan jauh dari hal-hal atau pengalaman-pengalaman buruk.

Novel adalah suatu wujud karya sastra yang menyajikan berbagai permasalahan
kehidupan yang dalam bentuk narasi atau jalan cerita. Selain itu, novel juga memiliki unsur-
unsur pendukung didalamnya yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang telah tersusun
rapi. Di dalam suatu novel, selain mengandung alur cerita berupa narasi juga terdapat
berbagai nilai yang dapat dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Novel juga memuat
berbagai permasalahan dan konflik di dalamnya. Hal tersebutlah yang menjadikan novel
sebagai suatu karya sastra yang banyak menarik perhatian bagi pembaca atau penikmat
sastra. Dalam Novel NKCTHI sikap nasihat yang diberikan ibu tidak terlepas dalam
kehidupan sehari-hari anak-anak manusia yang tidak bisa lepas dari nasihat-nasihat ibunya.
Oleh karena itu, novel NKCTHI menggunakan mimetik atau tiruan.

Pentingnya Merefleksi Diri Sendiri

Penyajian sebuah novel dapat dikatakan tersusun rapi yang memuat jalan cerita dari
awal sampai akhir. Jadi, dapat dikatakan bahwa novel merupakan salah satu wujud karya
sastra yang diciptakan oleh pengarang dan disajikan dalam bentuk cerita atau narasi yang
mengandung berbagai konflik atau permasalahan di dalamnya dan berpengaruh besar bagi
kehidupan bermasyarakat jika dilihat dari segi unsurnya. Dalam novel NKCTHI terdapat
nilai moral yang terkandung di dalamnya. Nilai moral sangat besar pengaruhnya bagi
kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut dikarenakan nilai moral dijadikan suatu pedoman
bagi seorang individu dalam bersikap dan bersosialisasi dalam lingkungan masyarakat sosial.
Persfektif moral juga merupakan komponen penting bagi masyarakat dalam bertindak
maupun dalam bersikap baik dari segi lingkungan maupun terhadap masyarakat lain. Seorang
individu dapat dinilai baik jika mempunyai etikat moral yang baik. Namun sebaliknya,
seseorang akan dipandang kurang baik apabila mempunyai nilai moral yang buruk. Hal
tersebutlah yang membuat nilai moral menjadi aspek penting bagi seorang manusia untuk
memiliki nilai baik dan buruk sesuai perbuatan yang dilakukan baik kepada sesama manusia
ataupun dengan Tuhan sebagai Pencipta. Salah satunya adalah bagaimana bentuk refleksi diri
pada manusia.

Pentingnya untuk merefleksi diri sendiri tidak hanya terjadi dalam novel, namun
dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mengingatkan orang lain untuk merefleksikan diri
sendiri melalui tokoh Ibu. Refleksi diri adalah sebuah proses melihat kembali pengalaman
yang telah dijalani untuk dapat menarik pelajaran bagi diri sendiri dan dilanjutkan dengan
penyusunan sebuah aksi atau tindakan untuk mengurangi kesenjangan yang masih ada antara
harapan dan kenyataan. Dalam kutipan novel tersebut yang terkenal adalah kalimat.

“Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?”

Dalam kutipan novel tersebut, sangat berhubungan erat dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang terkadang berambisi terhadap sesuatu sehingga lupa akan tujuan awalnya. Maka
dari itu, pentingnya merefleksi diri sendiri pada situasi tertentu agar sesuatu yang dikejar
berjalan sesuai rencana yang diharapkan. Terkadang manusia sering lupa untuk
mengevaluasi diri sendiri karena terlalu berambisi untuk mewujudkan sesuatu yang mereka
inginkan.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan analisis penulis terhadap novel “NKCTHI” karya Marchella FP dengan


kajian mimetik, dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk mimetik meliputi dua hal. Pertama,
dalam novel “NKCTHI” Karya Marchella FP banyak mengandung fenomena sosial, yaitu
mencakup (1) Nasihat seorang ibu kepada anaknya dalam menjalani hidup dan (2)
Pentingnya merefleksi diri sendiri. Kedua, Fenomena sosial yang ada dalam novel
“NKCTHI” Karya Marchella FP mempunyai hubungan dengan dunia nyata. Oleh karena itu,
novel tersebut dapat dikaji dengan pendekatan mimetik.

Saran

- Bagi pembaca dan penikmat karya sastra, dalam penelitian novel “NKCTHI” Karya
Marchella FP bisa dijadikan salah satu wawasan dalam memahami atau mengkritik
suatu karya sastra dengan menggunakan pendekatan mimetik yang menghubungkan
dengan realitas sosial.
- Bagi peneliti selanjutnya, untuk referensi dalam pemelitian lebih lanjut mengenai
novel “NKCHI” Karya Marchella FP dengan menggunakan pendekatan yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

A, Teeuw. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka
Jaya.
Abrams. 1981. Teori Pengantar Fiksi. Yogyakarta: Hanindita Graha Wida.
Luxemburg, Jan van, dkk. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Terjemahan Dick Hartoko Jakarta:
Gramedia.
Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada.
Saryono. 2009. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri Malang.
Semi, Atar. 1985. Kritik Sastra. Bandung : Angkasa.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugihastuti. 2007. Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sumardjo, Jakob dan Saini. 1997. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Anda mungkin juga menyukai