0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
626 tayangan12 halaman

Proses Pembuatan Minyak Kedelai

Modul ini membahas proses pembuatan minyak kedelai yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan bahan baku, ekstraksi, pemurnian, dan pengolahan lebih lanjut. Tahapan utama meliputi penghancuran dan pemisahan kulit kedelai, ekstraksi menggunakan pelarut heksana, pemurnian melalui filtrasi dan penyaringan alkali, serta hidrogenasi untuk meningkatkan kualitas minyak.

Diunggah oleh

bayu khalifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
626 tayangan12 halaman

Proses Pembuatan Minyak Kedelai

Modul ini membahas proses pembuatan minyak kedelai yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan bahan baku, ekstraksi, pemurnian, dan pengolahan lebih lanjut. Tahapan utama meliputi penghancuran dan pemisahan kulit kedelai, ekstraksi menggunakan pelarut heksana, pemurnian melalui filtrasi dan penyaringan alkali, serta hidrogenasi untuk meningkatkan kualitas minyak.

Diunggah oleh

bayu khalifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PROSES INDUSTRI KIMIA

PROSES PEMBUATAN MINYAK KEDELAI

BAYU KHALIFA MUTTAQIN,S.T

SMK JABIR AL-HAYYAN


PROGRAM KEJURUAN KIMIA INDUSTRI
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Puji kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan anugerah-Nya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan modul yang berjudul proses pembuatan
minyak kedelai.
Modul ini disusun sebagai sumber belajar peserta didik dalam penguasaan pemahaman dan
peningkatan kompetensi tentang proses industri kimia, khususnya tentang proses pembuatan
minyak kedelai.
Penyusun menyadari bahwa didalam penyusunan modul masih banyak kekurangan, untuk itu
penyusun sngat membuka saran dan kritik yang sifatnya membangun. Semoga modul ini
bermanfaat bagi pembaca.

Batujajar, 27 September 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .……………………………………………………………..i


Daftar Isi ……………………………………………………………..ii
Daftar Gambar …………………………………………………………….iii
A. Pendahuluan …………………………………………………………….1
B. Capaian Pembelajaran …..………………………….………………………..2
C. Uraian Materi …………………………………………………………….3
Proses pembuatan minyak kedelai………..…….…………………….3
D. Aktivitas Pembelajaran……………………………………………………….3
E. Rangkuman …………………………………………………………….3
Daftar Pustaka……….…………………………………………………………….
A. PENDAHULUAN

Modul ini terdiri dari kegiatan pembelajaran yang disusun sedemikian rupa dan diharapkan akan
memberikan penguatan dalam pemahaman dan penguasaan kompetensi kepada Anda tentang
proses pembuatan minyak kedelai.

Pemahaman tentang proses-proses yang ada di industri kimia hal mendasar dalam mencapai
tingkat produksi dan efisiensi tinggi. Untuk itu modul ini disusun diharapkan peserta didik dapat:

1. Mengenal bahan baku minyak kedelai


2. Mengenal komposisi yang terkandung didalam minyak kedelai
3. Menguasai proses dan tahap-tahap pembuatan minyak kedelai

Berdasarkan uraian tersebut maka pemahaman tentang materi pada kegiatan belajar 2 tentang
alat industri kimia ini, sangat penting untuk memberikan fondasi awal untuk memahami proses
produksi. Perhatikanlah hal-hal berikut ini agar anda dapat menguasai dengan mudah apa-apa
yang menjadi tuntutan kegiatan belajar ini :

1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sehingga anda memahami benar apa,
untuk apa, dan bagaimana caranya mempelajari modul ini.

2. Sepintas bacalah keseluruhan modul ini untuk menangkap gambaran lengkap apa yang ingin
disampaikan. Setelah itu temukan kata-kata kunci yang merupakan intisari modul.

3. Setelah ide pokok modul dapat anda tangkap dan kata-kata kunci juga sudah anda peroleh,
maka mulailah anda baca dengan lebih rinci apa-apa yang merupakan ide pokok tersebut.
Berilah tanda dan buatlah komentar bagian-bagian yang menurut anda menarik.

4. Pelajarilah secara berurutan tiap kegiatan belajar. Pada bagian akhir kegiatan belajar
disediakan beberapa soal tes formatif. Kerjakanlah soal tersebut, untuk mengukur
kemampuan anda menguasai modul. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan
rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar.
Jika nilai lebih dari 80%, lanjutkanlah ke kegiatan belajar berikutnya secara berurutan. Jika
tidak, maka kembalilah pada penjelasan modul, terutama bagian-bagian yang anda anggap
sukar. Setelah cobalah sekali lagi anda kerjakan soal tes formatif sampai Anda menguasai
materi dengan baik.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan dapat menguasai teori aplikasi proses industri kimia dalam
pembelajaran teknik kimia.

Sub-Capaian Pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat:

1. Mengenal bahan baku minyak kedelai


2. Mengenal komposisi yang terkandung didalam minyak kedelai
3. Menguasai proses dan tahap-tahap pembuatan minyak kedelai

C. URAIAN MATERI

Pembuatan Minyak Kedelai

    Pada pengolahan minyak dan lemak, pengerjaan yang dilakukan tergantung pada sifat alami
minyak atau lemak dan juga tergantung dari hasil akhir yang dikehendaki. Pembuatan minyak
kedelai dilakukan dalam beberapa tahap. Sebelum masuk tahap ekstraksi, kedelai harus
dibersihkan dan dikuliti terlebih dahulu. Alat untuk mengkuliti biji kedelai dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.
Setelah itu biji kedelai dihancurkan kemudian dipisahkan dari kulitnya. Penghancuran kedelai
dilakukan pada suhu sekitar 74-79oC selama 30-60 menit agar kulit kedelai dapat mengelupas.
Dalam kondisi ini akan terjadi denaturasi dan koagulasi protein sehingga mengurangi afinitas
minyak menjadi padat dan akan memudahkan dalam proses ekstraksi. Ekstraksi dilakukan
dengan pemanasan secara tidak langsung untuk mengatur kelembapan dan suhu.

Ekstraksi

    Ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang diduga
mengandung minyak atau lemak. Dalam mengekstraksi minyak terdiri dari tiga metode utama,
yaitu pengepresan hidraulik (hydraulic pressing), pengepresan berulir (expeller pressing) dan
ekstraksi dengan pelarut (solvent extraction). Untuk minyak kedelai menggunakan ekstraksi
dengan pelarut.
    Ekstraksi pelarut dari biji minyak dapat dilakukan dengan menggunakan alat tipe perkolasi
atau pencelupan (immersion). Perkolasi lebih efektif daripada pencelupan karena dapat
digunakan dalam kapasitas besar dalam daerah yang terbatas. Perkolasi biasanya menggunakan
rotary extractor dan ditutup dengan sistem vertikal untuk memindahkan pada tempat yang
berlubang dengan menggunakan gerakan rotary. Gambar rotary extractor dapat dilihat dibawah
ini.

     Pelarut yang digunakan adalah heksana dan diberikan diatas dasar serpihan (flake) sehingga
perkolasi akan turun melalui cawan berlubang atau kasa berlubang. Serpihan yang terekstraksi
terdiri dari 35% heksana, 2-8% air dan 0,5-1,0% minyak. Ketebalan serpihan adalah faktor
dalam pemindahan minyak secara efisien. Dibawah ini dijelaskan ilustrasi perkolasi ekstraksi sel.

Pemurnian (Purification)
    Setelah tahap ekstraksi, minyak kedelai kasar terdiri dari kotoran tidak terlarut dalam minyak
dan yang terlarut dalam minyak. Kotoran ini harus dibuang dengan cara pemurnian. Tujuan
utama dalam proses pemurnian minyak adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak
enak, warna yang tidak menarik dan memperpanjang masa simpan minyak sebelum dikonsumsi
atau digunakan sebagai bahan mentah dalam industri.

    Kotoran yang tidak terlarut dalam minyak dapat dibuang dengan menggunakan filtrasi.
Sedangkan yang terlarut dalam minyak dapat dibuang dengan beberapa teknik dibawah ini
dimana sering digunakan dalam industri untuk memproduksi minyak kedelai yang dapat
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterangan :

D= deodorization, W= winterization, S= solidification, H2= hydrogenation

Pemisahan Gum (De-gumming)

    Pemisahan gum merupakan suatu proses pemisahan getah atau lendir-lendir yang terdiri dari
fosfotida, protein, residu, karbohidrat, air dan resin tanpa mengurangi jumlah asam lemak bebas
dalam minyak. Proses pemisahan gum termasuk pencampuran minyak kedelai kasar dengan 2-
3% air dan agitasi secara hati-hati selama 30-60 menit (untuk mencegah adanya oksidasi dari
minyak) pada suhu 70oC. Proses ini dilakukan untuk memperbaiki fosfatida untuk membuat
lesitin kedelai dan untuk memindahkan materi yang ada pada minyak murni selama
penyimpanan.

Penyaringan Alkali

    Penyaringan dilakukan untuk memindahkan objek kotoran yang dapat mempengaruhi kualitas
minyak. Soda kaustik digunakan dalam penyaringan untuk membuat asam lemak bebas,
fosfotida dan gum, pewarnaan zat yang tidak terlarut dan materi lainnya. Minyak yang kasar
merupakan hasil dari heat exchanger untuk mengatur suhu menjadi 38oC. Biasanya kaustik yang
ditambahkan pada pencampuran sekitar 0,10-0,13% untuk memastikan terjadinya saponifikasi
dari asam lemak bebas, hidrasi dari fosfolipid dan reaksi dengan pigmen warna. Campuran ini
dipanaskan pada suhu 75-82oC dan disentrifus untuk memisahkan kaustik dari minyak yang
disaring. Kemudian minyak yang disaring dipanaskan pada suhu 88 oC dan dicampurkan dengan
10-20% air yang sudah dipanaskan pada suhu 93oC.

Pemucatan (Bleaching)

    Pemucatan adalah suatu tahap proses pemurnian untuk menghilangkan zat-zat warna yang
tidak disukai dalam minyak. Dalam pemucatan minyak kedelai menggunakan tanah serap (fuleris
earth) sekitar 1% atau karbon aktif (actived carbons) seperti arang. Adsorben ini dimasukkan
dalam sistem vakum pada 15 inchi Hg selama 7-10 menit dan selanjutnya dipanaskan pada suhu
104-166oC yang dilewatkan pada heat exchanger bagian luar kemudian dimasukkan pada tangki
kosong yang diagitasi selama 10 menit. Campuran ini disaring, didinginkan dan dialirkan menuju
tangki holding.     

Hidrogenasi (Hydrogenation)

    Hidrogenasi adalah proses pengolahan minyak atau lemak dengan jalan menambahkan
hidrogen pada ikatan rangkap dari asam lemak, sehingga akan mengurangi tingkat
ketidakjenuhan minyak atau lemak. Selain itu, hidrogenasi pada minyak kedelai dapat
meningkatkan titik cair, stabilitas minyak dari efek oksidasi dan kerusakan rasa dengan cara
mengubah asam linolenat menjadi asam linoleat dan asam linoleat menjadi asam oleat.

    Hidrogenasi akan memberikan perbedaan derajat kekerasan (hardness) dari produk yang
diinginkan. Hidrogenasi terjadi dalam tempat vakum yang berisi minyak dimana gas hidrogen
akan keluar dalam bentuk gelembung halus selama pemanasan campuran dan agitasi. Ketika
hidrogenasi yang diinginkan tercapai, maka campuran didinginkan dan katalis disaring. Sebagian
sisa minyak yang terhidrogenasi akan berbentuk cair dan sebagian besar minyak kedelai akan
mengeras (hardened).

Deodorisasi (Deodorization)

    Deodorisasi adalah suatu tahapan proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk
menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam minyak. Prinsip proses deodorisasi yaitu
penyulingan minyak dengan uap panas dalam tekanan atmosfer atau keadaan vakum. Asam
lemak bebas yang terbuang juga akan meningkatkan kestabilan minyak.
Winterisasi (Winterization)

    Winterisasi adalah proses pemisahan bagian gliserida jenuh atau bertitik cair tinggi dari
trigliserida bertitik cair rendah. Winterisasi merupakan bentuk dari fraksinasi atau pemindahan
materi padat pada suhu yang diatur. Hal ini termasuk pemindahan jumlah kecil dari materi
terkristalisasi dari minyak yang dapat dimakan dengan filtrasi untuk mencegah cairan fraksi
mengeruh pada suhu pendinginan. Minyak didinginkan secara perlahan pada suhu sekitar 6oC
selama 24 jam. Pendinginan dihentikan dan minyak atau campuran kristal didiamkan selama 6-8
jam. Kemudian minyak disaring sehingga akan menghasilkan 75-80% minyak dan produk
stearine yang akan digunukan untuk shortening pada industri.

Dewaxing

    Dewaxing dan pelarut terfraksinasi digunakan untuk menjernihkan minyak dengan memeras
atau menekan minyak dari lemak padat dengan pengepresan hidraulik sehingga menghasilkan
mentega yang keras. Pelarut terfraksinasi termasuk kristalisasi dari fraksi yang diinginkan dari
campuran trigliserida yang terlarut dalam pelarut yang cocok. Fraksi dapat memilih dalam
bentuk yang jelas pada suhu yang berbeda, dipisahkan dan pelarut dibuang untuk mendapatkan
hasil akhir atau trigliserida spesifik atau komposisi asam lemak.
D. AKTIVITAS PEMBELAJARAN
E. RANGKUMAN
F. DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai