ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE PATOLOGIPADA NY “R”
GESTASI 42 MINGGU 6 HARI DENGAN SEROTINUS
DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
TANGGAL 27 JULI 2018
No. Registrasi : 36 54 17
Tanggal kunjungan : 27 Juli 2018, Pukul 10.00 WITA
Tanggal pengkajian : 27 Juli 2018 , Pukul 10.05 WITA
Nama Pengkaji : Fitriyanti
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. Identitas Istri / Suami
Nama : Ny “R” / Tn “M”
Umur : 30Tahun / 33Tahun
Lamanya menikah : ± 8 Tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMP
Pekerjaaan : IRT / Wiraswasta
Alamat : Jl. Wijaya Kusuma No. 43 Makassar
B. Data Biologis
1. Alasan datang ke RS:
a. Ibumengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
b. Ibu mengatakan kehamilannya sudah lewat bulan.
2. Riwayat obstetric
Anak
Penyakit Nifas
Hamil Tahun Usia Jenis
Penolong kehamilan
ke- Partus kehamilan Partus
&
JK BB PB ASI
persalinan Penyulit
≥42 48
1 2013 SC Dokter ♂ 3,1 Ya
minggu Tidak ada cm Tidak ada
kg
2
Kehamilan sekarang
a. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
b. Riwayat kehamilan sekarang
1) GIIPIA0
2) HPHT : 30 – 09 – 2017
3) TP : 07 – 07 – 2018
4) Gerakan janin : Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan
janinnya pada umur kehamilan ± 5 bulan sampai sekarang,
bergerak kuat disebelah kiri perut ibu.
5) Keluhan saat hamil muda : Mual muntah dan tidak ada keluhan
serius, serta ibu mengatakan tidak pernah mengalami perdarahan.
6) Imunisasi TT : Ibu mengatakan telah mendapatkan imunisasi TT
2x, yaitu TT1 pada umur kehamilan 24 minggu dan TT2 pada umur
kehamilan 26 minggu.
7) Obat yang dikonsumsi : Ibu mengatakan hanya mengonsumsi obat
yang diberikan oleh bidan dan tidak pernah minum jamu-jamuan.
c. Riwayat menstruasi
1) Manarche : 14tahun
2) Siklus : 28-30 hari
3) Durasi : 6-7 hari
4) perlangsungan : normal
5) Dismanorhea : tidak ada
3. Riwayat ginekologi
Ibu mengatakan tidak ada riwayat PMS, infertilitas ataupun infeksi pada
alat reproduksi.
4. Riwayat KB
Ibu mengatakan pernah menjadi akseptor KB suntik 3 bulan.
5. Riwayat penyakit yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit asma, TBC, Hepatitis,
jantung, hipertensi, ataupun DM.
6. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dalam kerluarganya maupun keluarga suaminya tidak ada
yang menderita penyakit keturunan dan menular.
7. Riwayat pemenuhan kebutuhan dasar
a. Pola nutrisi
Kebiasaan :
1) Frekuensi makan : 3 kali sehari
2) Jenis makanan : Nasi, sayur, ikan, telur dan lain-lain
3) Frekuensi minum : 5 - 6 gelas / hari
4) Pantang makan : Tidak ada
Selamahamil :
1) Frekuensi makan : Tidak teratur 3 - 4 kali sehari
2) Jenis makanan : Nasi, sayur, ikan, telur dan lain-lain
3) Frekuensi minum : 7-8 gelas / hari
b. Pola eliminasi
1) BAK
Kebiasaan :
a) Frekuensi : 4– 6 kali / hari
b) Warna : Jernih kekuningan
c) Bau : Khas amoniak
d) Gangguan : Tidak ada
Selama hamil :
a) Frekuensi : 6 - 7 kali / hari
b) Warna : Jernih kekuningan
c) Bau : Khas amoniak
d) Gangguan : Tidak ada
2) BAB
Kebiasaan :
a) Frekuensi : 1 – 2 kali / hari
b) Konsistensi : Lunak
c) Masalah : Tidak ada
Selama hamil :
Tidak ada perubahan.
c. Pola tidur / istirahat
Kebiasaan :
1) Malam : ± 8 jam (pukul 21.00 – 05.00 WITA)
2) Siang : ± 2 jam (pukul 13.00 – 15.00 WITA)
Selama hamil :
Tidak ada perubahan.
d. Kebutuhan personal hygiene
Kebiasaan :
1) Kebersihan badan : Mandi 2 kali/hari
2) Kebersihan rambut : Keramas 3 kali/minggu
3) Kebersihan gigi/mulut : Sikat gigi 3kali/hari
4) Kebersihan kuku tangan / kaki : Dipotong setiap kali panjang
dan dibersihkan setiap kali kotor.
5) Kebersihan genetalia/anus : Dibersikansetiap kali
BAK/BAB dan setiap kali mandi.
6) Kebersihan pakaian : Diganti tiap kali kotor atau
tiap kali sehabis mandi.
Selama hamil :
Tidak ada perubahan.
8. Data psikososial
a. Ibu, suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya
yang sekarang.
b. Hubungan ibu dengan suami, dan tetangga disekelilingnya baik.
c. Ibu sebagai pengelola rumah tangga bermusyawarah dengan
suami dalam mengambil keputusan.
9. Data spiritual
a. Ibu selalu menjalankan ibadah.
b. Ibu selalu berdoa agar persalinannya berjalan dengan baik.
C. Data Objektif
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmetis
3. Berat badan (BB) : 54 kg
4. Tinggi badan (TB) : 150 cm
5. LILA : 23,5 cm
6. Tanda-tanda vital (TTV)
a. TD : 110/70 mmHg
b. N : 80 x/menit
c. S : 36,5ºC
d. P : 22 x/menit
7. Pemeriksaan head to toe
a. Kepala
Inspeksi : Kepala tampak bersih, rambut tidak rontok, tidak
berketombe, rambut hitam dan panjang.
Palpasi : Tidak ada benjolan ataupun massa.
b. Wajah
Inspeksi : wajah tidak pucat.
Palpasi : Tidak ada oedema.
c. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, penglihatan baik, pergerakan mata
dan penglihatan baik.
Palpasi : konjungtiva tidak anemis, sclera tidak icterus.
d. Hidung
Inspeksi : Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada secret,
dan tidak ada polip.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan.
e. Mulut
Inspeksi : Mukosa bibir lembab, bibir tidak pecah-pecah, lidah dan
gigi tampak bersih, tidak ada pembengkakan dan pendarahan pada
gusi, terdapat 7 caries dan tidak ada gigi tanggal.
f. Telinga
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tampak bersih, tidak ada secret,
dan pendengaran baik.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan.
g. Leher
Inspeksi : Leher terbentuk sempurna
Palpasi : Tidak ada pembesaran pada kelenjar tyroid, tidak ada
pembengkakan pada vena jugularis, tidak ada pembengkakan pada
arteri carotis, reaksi menelan baik.
h. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, payudara tampak hiperpigmentasi
pada ereola mammae dan puting susu menonjol.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan maupun massa,
terdapat pengeluaran colustrum.
i. Abdomen
Inspeksi : Tonus otot perut tampak kendor, terdapat striae albicans,
terdapat luka bekas operasi.
Palpasi:
1) Leopold I : TFU 3 jari di bawahprosesus xifoideus, teraba
lunak dan tidak melenting (teraba bokong)
2) Leopold II : Punggung kanan (PUKA).
3) Leopold III : (Presentase kepala) teraba keras, bulat dan
melenting.
4) Leopold IV : (BAP) bergerak atas panggul
AuskultasiDJJ :DJJ (+) 140x/m, terdengar jelas, kuat dan teratur,
pada kuadran kanan bawah perut ibu.
j. Panggul
Tidak dilakukan pengukuran.
k. Genetalia
Tidak dilakukan pemeriksaan.
l. Anus
Tidak dilakukan pemeriksaan.
m. Ekstremitas
1) Atas
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, warna kuku merah muda,
jumlah jari lengkap, pergerakan baik.
Palpasi : Tidak ada oedema.
2) Bawah
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, warna kuku merah muda,
jumlah jari lengkap, pergerakan baik dan tidak ada varises.
Palpasi : Tidak ada oedema,
Perkusi : Reflex patella (+).
LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GIIPIA0, gestasi 42 minggu 6 hari, punggung kanan, presentase
kepala, BAP, intra uteri, janin tunggal, janin hidup, keadaan ibu
dan janin baik dengan masalah serotinus.
1. GIIPIA0
Dasar
DS :
a. Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang kedua.
b. Ibu mengatakantidak pernah mengalami keguguran.
DO :
a. Tonus otot perutibu kendor.
b. Tampak striae albicans
Analisa dan interpretasi data :
a. Dari hasil pengkajian ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua, dimana
pada pemeriksaan fisik tonus otot abdomen tampak kendor karena pernah
mengalami peregangan sebelumnya (Ilmu Kebidanan, Sarwono).
b. Dari hasil pemeriksaan inspeksi abdomen terdapat striae albicans adalah
gurat yang berwarna putih untuk multigravida biasanya terdapat padsa
perut, buah dada, dan paha. Striae ini kadang – kadang menimbulkan
perasaan gatal pada penderita (Ilmu Kebidanan, Sarwono).
2. Umur kehamilan 42 minggu 6 hari
Dasar
DS :
Ibu mengatakan HPHT tanggal30–09– 2017.
DO :
a. TP : 07 – 07 – 2018
b. Tanggal pengkajian :27–07–2018.
c. TFU 3 jari di bawah prosesus xifoideus (TFU : 33 cm)
Analisa dan intrepertasi data :
Dari hasil pengkajian, ibu mengatakan bahwa HPHT-nya tanggal 30-
09-2017 dan tanggal pengkajian 27-07-2018. Berdasarkan rumus Neaglle,
terhitung dari HPHT ibu tanggal 30-09-2017 sampai tanggal pengkajian 27-
07-2018, maka terhitung umur kehamilan ibu 42 minggu 6 hari ( Ilmu
Kebidanan. Sarwono. 2006).
3. Punggung kanan (PUKA)
Dasar
DS :
Ibu mengatakan merasakanjaninnya bergerak kuat pada daerah
sebelah kiri perutnya.
DO :
a. Palpasi leopold II : punggung kanan
b. Teraba bagian janin yang keras dan mendatar seperti papan
pada kuadran sebelah kanan ibu.
c. Teraba bagian terkecil janin pada kuadran sebelah kiri
abdomen ibu.
d. DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada abdomen sebelah
kanan.
Analisa intreprestasi data :
Pada palpasi leopold II teraba bagian keras dan lebar pada abdomen
kanan ibu dan DJJ terdengar jelas pada sisi kanan ibu yang menandakan
punggung kanan sedangkan pada sisi kiri teraba bagian terkecil janin
(Perawatan Ibu Hamil 2008).
4. Presentase kepala
Dasar
DS : -
DO :
Pada palpasi leopold III teraba keras, bulat dan melenting yang
menandakan kepala (presentase kepala).
Analisa dan interpretasi data :
Pada palpasi Leopold III teraba kepala, keras dan melenting yang
menandakan presentasi terbawah janin adalah kepala (ilmu kebidanan, hanifa,
wiknjoksastro, 2005).
5. BAP
Dasar
DS : -
DO :
Palpasi leopold IV :BAP
Analisa dan intrepestasi data :
Pada saat melakukan palpasi leopold IV bagian terendah janin sejauh
mana masuk kedalam pintu atas panggul dan pada palpasi jari – jari masih bisa
dipertemukan dan kepala janin masih bisa digoyangkan menandakan bagian
terendah janin belum masuk PAP (Synopsis Obstetric hal.55).
6. Intra uteri
Dasar
DS :
Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut selama hamil.
DO :
Pada saat palpasi ibu tidak merasakan nyeri tekan
Analisa dan intreprestasi data :
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pada setiap palpasi abdomen tidak
ada rasa sakit dan pada waktu bergerak tidak ada nyeri abdomen yang
menandakan janin berada dalam kandungan (intra uteri).(Manuaba.IGC).
7. Janin tungal
Dasar
DS :
Ibu mengatakan merasakan gerakan janinnya sejak umur
kehamilan ± 5 bulan pada area sebelah kiri perutnya.
DO :
a. Leopold I : TFU 3 jari di bawahprosesus xifoideus, teraba
lunak dan tidak melenting (teraba bokong)
b. Leopold II : Punggung kanan (PUKA), hanya teraba satu
bagian tahanan paling besar.
c. Leopold III : (Presentase kepala) teraba keras, bulat dan
melenting.
d. Leopold IV: (BAP) bergerak atas panggul
AuskultasiDJJ :DJJ (+) 140x/m, terdengar jelas, kuat dan teratur,
pada kuadran kanan bawah perut ibu.
Analisa dan intrepestasi data :
Pada kehamilan tunggal pergerakan janin hanya pada satu sisi saja.
Pada pemeriksaan leopold II didapatkan teraba satu bagian tahanan yang
paling besar, disisi lain teraba bagisn kecil dan DJJ terdengar hanya pada satu
titik menandakan bahwa janin tunggal (Ilmu Kebidanan, Sarwono. 2004).
8. Janin hidup
Dasar
DS :
Ibu mengatakan janinnya bergerak sejak umur kehamilan ± 5 bulan
sampai sekarang.
DO :
DJJ (+), dengan frekuensi 140 x / menit terdengar jelas, kuat dan
teratur.
Analisa dan intreprestasi data :
Berdasarkan hasil pengkajian, Ibu merasakan gerakan janin sejak
umur kehamilan ± 5 bulan, dan ditunjang dengan hasil auskultasi yaitu
terdengarnya denyut jantung dengan frekuensi 140x/m dengan irama yang
jelas, kuat dan teratur, hal ini menandakan bahwa janin hidup ( Ilmu
Kebidanan. 2008).
9. Keadaan ibu baik
Dasar
DS :
Ibu dapat berkomunikasi dengan baik.
DO :
a. Keadaan umum ibu : baik
b. Kesadaran : composmentis
c. TTV ibu dalam batas normal
1) TD : 110/70 mmHg
2) N : 80 x/menit
3) S : 36,5ºC
4) P : 22 x/menit
Analisa dan intreprestasi data :
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tanda-tanda vital (TTV) dalam batas
normal dan tidak ada keluhan yang dirasakan serius, yang menunjukan
keadaan ibu baik. TTV normal yaitu TD : 100-120/60-80 mmhg, N : 60-90
x/m, S : 36,5-37,5ºC, dan P 16-24 x/m ( Ilmu Kebidanan. 2008).
10. Keadaan janin baik
Dasar
DS :
Ibu mengatakan janinnya bergerak sejak umur kehamilan ± 5 bulan
sampai sekarang, bergerak kuat disebelah kiri perut ibu.
DO :
DJJ 130 x / menit, dengan irama yang teratur dan kuat disebelah
kanan perut ibu.
Analisa dan interpretasidata :
Berdasarkan hasil pengkajian, Ibu mengatakan pergerakan janinnya
sejak usia ± 5 bulan sampai sekarang dan berdasarkan hasil pemeriksaan
auskultasi, DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi 140 x/m
yang menandakan keadaan janin baik, dimana DJJ normal yaitu 120-160 x/m
(Ilmu Kebidanan).
11. Masalah serotinus
Dasar
DS :
a. Ibu mengatakan kehamilannya sudah lewat bulan.
b. Ibu mengatakan HPHT 30 – 09– 2017
DO :
a. TP : 07 – 07 – 2018
b. Gestasi 42 minggu 6 hari.
Analisa dan interpretasi data :
a. Dari HPHT tanggal 30 – 09 – 2017 sampai tanggal pengkajian 27 – 07 –
2018 usia kehamilan 42 minggu 6 hari merupakan kehamilan lewat
bulan.
b. Kehamilan aterm dikatakan apabila umur kehamilan 36 minggu sampai
42 minggu dan kehamilan serotinus dikatakan apabila umur kehamilan
diatas 42 minggu ( Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo Hal.685-
686).
LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Masalah potensial : potensial terjadi gawat janin
Dasar
DS :
a. Ibu mengatakan kehamilannya sudah lewat bulan.
b. Ibu mengatakan HPHT tangga 30 – 09 – 2018.
DO :
a. TP : 07 – 07 – 2018
b. Gestasi 42 minggu 6 hari
Analisa dan interpretasi data :
Fungsi plasenta mencapai puncaknya pada kehamilan 38 minggu dan
kemudian mulai menurun terutama setelah 42 minggu hal ini dapat dibuktikan
dengan penurunan kadar estriol dan plasenta laktogen, rendahnya fungsi berkaitan
dengan peningkatan kejadian gawat janin dan besarnya janin yang berlebihan
dapat menimbulkan kerusakan dalam persalinan (Sarwono hal.317.2007).
LANGKAH IV PERLUNYA TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI
Kolaborasi dengan dokter untuk melakukan SC
LANGKAH V RENCANA ASUHAN
A. Tujuan
1. Menjalin komunikasi yang baik dengan memberi rasa saling percaya pada
ibu serta keluarga dan tetap menjaga rasa aman dan nyaman bagi ibu.
2. Keadaan umum ibu dan janin tetap baik.
3. Tidak terjadi gawat janin.
B. Kriteria
1. Respon positif dari ibu dan keluarga terhadap apa yang telah didiskusikan.
2. Tanda-tanda vital dalam batas normal, yaiu:
a. TD : 110-120/60-80 mmHg
b. N : 60-90 x/m
c. S : 36,5ºC – 37,5ºC
d. P : 16-24 x/m
3. DJJ dalam batas normal, yaitu antara 120-160x/m.
C. Rencana Tindakan
1. Beri senyum, salam, sapa, sentuh dan santun (5 s) pada ibu
Rasional :
Dengan melakukan 5 s, dapat meningkatkan hubungan untuk saling
percaya antara petugas dan klien, sehingga memungkinkan klien untuk
mengekspresikan dan mengungkapkan masalah yang dirasakan sehingga
mengurangi beban psikologisnya dan dapat mencari solusinya, serta untuk
memudahkan pada saat melakukan tindakan.
2. Jelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan.
Rasional:
Agar ibu mengenali tujuan pemiksaan dan mengerti akan pentingnya
pemeriksaan itu sehingga ibu bersedia untuk diperiksa.
3. Lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan keadaan umum ibu.
Rasional :
TTV merupakan indikator untuk mengetahui keadaan umum ibu.
4. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
Rasional :
Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan agar ibu tidak khawatir
dan mengetahui perkembangan kehamilannya.
5. Sampaikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa umur
kehamilannya lewat bulan.
Rasional :
Agar ibu dan keluarga memahami tentang keadaan ibu dan memberi
dukungan yang dapat mengurangi kecemasan.
6. Berikan dukungan moral dan spiritual.
Rasional :
Dengan adanya dukungan moral dan spiritual ibu akan lebih tegar dalam
menghadapi kondisi kehamilannya saat ini serta lebih menyerahkan segala
sesuatunya pada Tuhan.
7. Anjurkan ibu untuk melakukan SC pada tanggal 27 Juli 2018.
Rasional :
Untuk menghindari terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.
8. Anjurkan ibu dan keluarga agar menyiapkan biaya dan barang – barang
yang di butuhkan untuk menghadapi persalinan serta pendamping selama
di rawat.
Rasional :
Agar ibu lebih berfokus pada keadaannya dan tidak lagi memikirkan hal –
hal lain selama dirawat.
9. Anjurkan ibu untuk senantiasa berdoa dan berserah kepada Tuhan.
Rasional :
Agar ibu merasa lebih tenang dalam menghadapi persalinannya.
LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal 27 Juli 2018,pukul 10.20WITA
1. Memberi senyum, salam, sapa, sentuh dan santun (5 s) pada ibu
2. Menjelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan.
3. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu.
4. Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan.
5. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa umur
kehamilannya lewat bulan.
6. Memberikan dukungan moral dan spiritual.
7. Menganjurkan ibu untuk melakukan SC pada tanggal 27 Juli 2018.
8. Menganjurkan ibu dan keluarga agar menyiapkan biaya dan barang – barang
yang di butuhkan untuk menghadapi persalinan serta pendamping selama di
rawat.
9. Menganjurkan ibu untuk senantiasa berdoa dan berserah kepada Tuhan.
LANGKAH VII EVALUASI
Tanggal 27 Juli 2018,pukul 10.25WITA
1. Telah melakukan senyum, salam, sapa, sentuh dan santun pada ibu dan ibu
menyambut dengan baik.
2. Ibu setuju dengan tindakan yang akan dilakukan pada dirinya.
3. TTV dalam batas normal, yaitu :
a. TD : 110/70 mmhg
b. N : 80 x/menit
c. S : 36,5ºC
d. P : 22 x/menit
4. Ibu menyetujui tentang kondisi kehamilannya.
5. Ibu mengerti dan paham dengan penjelasan yang diberikan tentang
kehamilannya.
6. Ibu tampak kuat dengan kondisi kehamilannya saat ini serta menyerahkan
segalanya kepada Tuhan.
7. Ibu bersedia melakukan SC, pada tanggal 27 Juli 2018.
8. Ibu dan keluarga bersedia menyiapkan kebutuhan untuk menghadapi
persalinannya serta suami bersedia mendampingi ibu selama di rawat.
9. Ibu senantiasa berdoa kepada Tuhan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
ANTENATAL CARE PATOLOGI DENGAN SEROTINUS
(S O A P)
Identitas ibu / suami
Nama : Ny “R” / Tn “M”
Umur : 30Tahun / 33Tahun
Lamanya menikah : ± 8 Tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMP
Pekerjaaan : IRT / Wiraswasta
Alamat : Jl. Wijaya Kusuma No. 43 Makassar
Subjektif (S)
1. ibu mengatakan kehamilannya sudah lewat bulan
2. ibu mengatakan HPHT tanggal 30-09-2017
3. ibu mengatakan ini kehamilan keduanya, dan belum pernah keguguran
4. ibu mengatakan pergerakan janinnya mulai di rasakan sejak usia
kehamilan 20 minggu
5. ibu tidak pernah menderita penyakit serius dan tidak pernah di opname
6. tidak ada nyeri tekan saat palpasi
Objektif (O)
1. tanggal kunjungan 27-07-2018
2. TP: 07-07-2018
3. Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
4. Tampak adanya striae albicans dan adanya linea nigra
5. Tonus otot perut kendor
6. TTV:
a. TD : 110/70 mmhg
b. N : 80x/menit
c. S : 36,5C
d. P : 22x/menit
7. Palpasi Leopold :
a. Leopold I : TFU 3 jari di bawahprosesus xifoideus, teraba lunak dan
tidak melenting (teraba bokong)
b. Leopold II : Punggung kanan (PUKA), hanya teraba satu bagian
tahanan paling besar.
c. Leopold III : (Presentase kepala) teraba keras, bulat dan
melenting.
d. Leopold IV : (BAP) bergerak atas panggul
e. AuskultasiDJJ :DJJ (+) 140x/m, terdengar jelas, kuat dan teratur, pada
kuadran kanan bawah perut ibu.
Asessement (A)
GIIPIA0, gestasi 42 minggu 6 hari, punggung kanan, presentase kepala, BAP,
intra uteri, janin tunggal, janin hidup, keadaan ibu dan janin baik dengan
masalah serotinus.
Planning (P)
Tanggal 27 Juli 2018,pukul 10.20WITA
1. Memberi senyum, salam, sapa, sentuh dan santun (5 s) pada ibu
2. Menjelaskan pada ibu mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan.
3. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu.
4. Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan.
5. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa umur
kehamilannya lewat bulan.
6. Memberikan dukungan moral dan spiritual.
7. Menganjurkan ibu untuk melakukan SC pada tanggal 27 Juli 2018.
8. Menganjurkan ibu dan keluarga agar menyiapkan biaya dan barang –
barang yang di butuhkan untuk menghadapi persalinan serta pendamping
selama di rawat.
9. Menganjurkan ibu untuk senantiasa berdoa dan berserah kepada Tuhan.