Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

Kata Pengantar
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rizki dan rahmat yang
diberikan-Nya, sehingga tugas makalah ini dapat terselaikan yang berjudul 'ORGANISASI
INTERNASIONAL. Makalah ini penulis buat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas dan
pendalaman pengetahuan penulis dan pembaca.
Dalam kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu menyumbangkan ide dan pikiran demi terwujudnya Makalah ini. Akhir kata penulis
mengharapkan kritik dan saran pembaca untuk mewujudkan kesempurnaan Makalah ini.










Makassar, Agustus 2010















DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Kata Pengantar.................................................................................................................... .. 1
DaItar Isi ............................................................................................................................ 2
Latar Belakang.............................. 3

BAB II PEMBAHASAN
PBB
Sejarah Singkat PBB........................... 4
Tujuan Didirikan PBB.......................... 4
Stuktur Organisasi........................... 6
ASEAN
Sejarah ASEAN............................ 8
Tujuan ASEAN............................. 8
Anggota ASEAN.......................... 9
Sekretariat ASEAN.......................... 9
Kerja Sama ASEAN ........................ 10
K A A
Sejarah Terwujudnya KonIerensi Asia-AIrika .............. 11
Tujuan KonIerensi Asia-AIrika.................... 11
Pokok-Pokok Agenda Pembicaraan KAA................... 12
Negara-Negara yang Hadir dalam KAA................ 12

BAB III PENUTUP
I. Kesimpulan.................................. 13
II. Saran.................................................................................................................. ... 13
DaItar Pustaka ..................................... ... 14









LATAR BELAKANG

Latar Belakang penulis makalah ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan nilai mid semester 2
serta sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas dan pendalaman pengetahuan penulis dan
pembaca.





















BAB II
PEMBAHASAN
PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa)
A.SE1ARAH SINGKAT PBB
24 Oktober 1945, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi didirikan untuk
menggantikan Liga Bangsa-Bangsa. Para wakil dari negara-negara Sekutu pada Perang Dunia
Kedua, yaitu AS, Soviet, Inggris, dan Perancis, dalam perundingan-perundingan selama perang
tersebut telah memulai persiapan pendirian PBB ini. Akhirnya, dalam konIrensi di San
Fransisko, Amerika, para wakil dari 50 negara-negara dunia menandatangani piagam
pembentukan PBB.
PBB bermarkas tetap di New York ini. Tujuan utama dididirkannya PBB, seperti yang
disinggung dalam piagam PBB, adalah untuk menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan
hubungan persahabatan antar bangsa, memupuk kerjasama internasional untuk menyelesaikan
berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengembangkan penghormatan atas Hak
Asasi Manusia dan kebebasan.
Tak dapat disangkal bahwa PBB telah melakukan banyak hal yang patut dipuji. Namun,
adanya hak veto untuk lima negara anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu AS, Rusia, Inggris,
Prancis dan China, telah membuat kebijakan Dewan Keamanan sebagai salah satu badan utama
PBB, selalu mengikuti langkah kelima negara tersebut, khususnya AS. Sebaliknya, Majlis
Umum yang menjadi Iorum seluruh anggota PBB justeru tidak memiliki kekuatan yang berarti
dibanding dengan Dewan Keamanan. Ketidakadilan inilah yang telah menghambat keberhasilan
PBB dalam mengemban misinya, dan bahkan telah melahirkan protes dari banyak negara
anggotanya.
B. Tujuan Didirikan PBB
Berdasarkan Piagam pembentukannya, PBB mempunyai empat tujuan utama, yaitu:
1. Memelihara perdamaian dan keamanan dunia;
2. Membangun hubungan damai dan kerja sama antara negara-negara di dunia;
3. Bekerja sama dengan negara-negara anggotanya dalam pemecahan masalah-masalah
internasional, dan
4. Mendorong penghormatan hak asasi manusia.
Selain itu, PBB juga berperan sebagai pusat untuk mengharmonisasikan upaya-upaya semua
negara di dunia dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut Namun demikian, PBB bukan sebuah
pemerintahan global`. PBB bukan negara. Karena itu PBB tidak membuat hukum. Meski begitu,
PBB menyediakan jalan dan cara untuk membantu menyelesaikan konIlik-konIlik internasional
dan untuk merumuskan kebijakan yang akan berdampak bagi kita semua, seluruh umat manusia.
Telah disinggung bahwa PBB didirikan antara lain karena di masa itu ada trauma atas
dahsyatnya perang dunia. Ide untuk membentuk organisasi seperti PBB bukanlah yang pertama
kali. Ketika Perang Dunia I baru berakhir (1918), pernah muncul ide untuk mendirikan
organisasi bernama Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dengan tujuan mencegah terulangnya perang
dunia.
Awalnya, LBB diprakarsai oleh sekelompok orang dari Perancis, AIrika Selatan, Inggris
dan Amerika Serikat. Pada waktu pembentukannya, LBB mempunyai 42 negara anggota. Dua
puluh enam di antaranya bukan negara Eropa. Kemudian keanggotaan itu berkembang, hingga
mencapai 57 negara.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Organization (UNO) adalah
sebuah lembaga antar negara sedunia yang dibentukkan di San Francisco, CaliIornia pada 24
Oktober 1945 selepas Perang Dunia (PD) II. Tujuan awal pendiriannya, sebagaimana yang
ditetapkan dalam piagam PBB, adalah untuk mencegah peperangan antar negara, seperti pada PD
I dan PD II, menegakkan hak asasi manusia, menjaga kedaulatan setiap negara, serta
memperbaiki taraI hidup penduduk di seluruh dunia. Keberadaan PBB juga untuk menggantikan
Liga Bangsa-Bangsa yang telah dibubarkan karena gagal mencegah terjadinya PD II. Markas
pertama PBB berada di San Francisco, namun sejak tahun 1946 sampai sekarang kantor pusatnya
terletak di di New York.
Cuplikan Mukadimah Piagam PBB
'Kami anggota Perserikatan Bangsa Bangsa bertekad:
1. Untuk menyelamatkan generasi kedepan dari kesengsaraan akibat tragedi peperangan, yang
telah dua kali melanda dalam kehidupan kami, dimana telah membawa kesedihan yang tiada
terperi kepada sesama manusia.

2. Menjunjung hak-hak asasi manusia, nilai kemanusiaan, kesetaraan hak-hak lelaki dan
perempuan, serta menjaga hak-hak negara-negara besar dan kecil.

3. Mewujudkan rasa keadilan dan rasa hormat-menghormati terhadap kebebasan pelaksanaan
undang-undang tiap negara.
4. Memajukan kesejahteraan sosial dan taraI hidup yang lebih baik dalam kebebasan yang lebih
luas
MARKAS BESAR PBB
Kantor Pusat PBB saat ini dibangun di sebelah Sungai East (East River), New York City
pada tahun 1949 di atas tanah yang dibeli dari John D. RockeIeller, Jr. dengan dana bersama
sebanyak 8.5 juta dollar AS,,jadi bukan milik Amerika Serikat. Arsiteknya dari berbagai
bangsa, termasuknya Le Corbusier (Perancis), Oscar Niemeyer (Brazil), dan wakil-wakil dari
beberapa negara yang lain. Tim ini diketuai oleh Wallace K. Harrison, Pimpinan Harrison &
Abramovitz (NYC). Kantornya dibuka secara resmi pada 9 Januari 1951. Sedangkan kantor
perwakilan antar bangsa PBB tersebar di Kota New York, antara lain di Geneva, Hague, Vienna,
Montreal, Bonn, dan tempat-tempat yang lain. Alamat kantor PBB yaitu 760, United Nations
Plaza, New York, NY 10017, USA. Dikarenakan bangunan utama PBB telah usang, maka telah
dibangun gedung yang lebih besar di antara Jalan Ke-41 dan Jalan Ke-42 (41st dan 42nd Street)
di New York yang dirancang oleh Fumihiko Maki.


.STUKTUR ORGANISASI
Piagam PBB membentuk enam struktur utama, yaitu :
1. Majelis Umum
2. Dewan Keamanan
3. Dewan Ekonomi dan Sosial
4. Dewan Kerjasama
5. Mahkamah Internasional (ICJ)
6. Sekretariat
Meskipun anggota Majelis Umum adalah seluruh negara yang terdaItar, namun badan ini
tidak memiliki kekuatan apapun untuk menetapkan resolusi dan tindakan nyata tanpa persetujuan
5 Anggota Tetap Dewan Keamanan. Karena Dewan Keamanan yang beranggotakan Cina, Rusia,
Amerika, Inggris, dan Prancis memiliki Hak Veto untuk mengeliminasi keputusan Majelis
Umum yang tidak sesuai selera mereka. Intinya Dewan Keamanan adalah kekuatan pokok dan
pengendali bagi keputusan dan tindakan PBB.
istilah 'Perserikatan Bangsa Bangsa dicetuskan oleh Franklin D. Roosevelt sewaktu
masih berlangsung Perang Dunia II yang merujuk kepada Pihak yang Bersteru yang terdiri dari
26 negara. Franklin D. Roosevelt selain sebagai Presiden Amerika Serikat, ia juga anggota
penting dari Organisasi Yahudi Freemasonry- yang memiliki beberapa organisasi underbow
berkedok gerakan sosial dan amal seperti Lions Club dan Rotary Club.
Nama PBB/UNO digunakan secara resmi pertama kali pada 1 Januari 1942. Tujuannya
untuk mengikat wakil-wakil Pihak Berseteru kepada prinsip-prinsip Piagam Atlantik serta untuk
menerima sumpah dari mereka guna menjaga keamanan Kuasa Paksi. Setelah upaya itu, Pihak
Berseteru terus memantapkannya dengan ditandatangani kesepakatan-kesepakatan dalam
persidangan-persidangan di Moscow, Kaherah dan Taheran sewaktu masih berperang pada tahun
1943. Dari bulan agustus sampai Oktober 1944, wakil-wakil dari Perancis, Republik China,
Inggris, Amerika Serikat dan Uni Soviet bertemu untuk memperincikan rancangan-rancangan di
Estet Dumbarton Oaks, Washington, D.C..
Dari pertemuan-pertemuan selanjutnya dicapailah rancangan pokok mengenai tujuan,
wakil-wakil anggota dari tiap negara, struktur, serta susunan dewan untuk memelihara keamanan
dan keselamatan antarabangsa, kerjasama ekonomi dan sosial antarabangsa. Rancangan ini telah
dibicarakan dan diperdebatkan oleh beberapa wakil negara dan utusan bangsa. Pada 25 April
1945, persidangan PBB tentang penyatuan antar bangsa, dimulai di San Francisco. Selain
dihadiri oleh wakil-wakil negara juga organisasi umum -termasuknya Lions Club yang diundang
khusus untuk menggubah piagam PBB. Tak kurang 50 negara yang menghadiri persidangan ini
menandatangani 'Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Polandia yang tidak menghadiri
persidangan itu diberi satu tempat khusus, baru dua bulan kemudian tepatnya pada 26 Juni
wakilnya menandatangani piagam itu.
Perserikatan Bangsa Bangsa ditetapkan secara resmi pada 24 Oktober 1945, selepas
piagamnya telah diratiIikasi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan (DK), yaitu Amerika
Serikat, Inggris, Uni Soviet, Perancis, Republik China serta diikuti anggota lainnya yang terdiri
46 negara.Sidang Umum pertama diadakan di Gedung Church, London, Inggris pada 10 Januari
1946 yang diikuti 51 negara. Sedangkan pada April 2004, tercatat sebanyak 191 negara telah
bergabung dalam organisasi ini.
ASEAN
a). SE1ARAH ASEAN
Terbentuknya ASEAN didasari oleh adanya kepentingan-kepentingan bersama dan
masalah masalah bersama di Asia Tenggara. Dengan terbentuknya ASEAN akan memperkukuh
ikatan solidaritas, terciptanya perdamaian, dan kerja sama yang saling menguntungkan di antara
negaranegaradi Asia Tenggara. Bagaimana terbentuknya ASEAN? ASEAN singkatan dari
Association oI South East Asian Nations atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Perbara
(Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967
di Bangkok, ibu kota negara Thailand yang diprakarsai oleh lima Menteri Luar Negeri berikut
ini.
a. Indonesia : Adam Malik

b. Malaysia : Tun Abdul Razak

c. Thailand : Thanat Khoman

d. Filipina : Narcisco Ramos

e. Singapura : S. Rajaratnam

Kelima negara itulah yang mendirikan ASEAN. Terbentuknya ASEAN ditandai dengan
ditandatanganinya Deklarasi Bangkok. Organisasi ASEAN pada awalnya menghindari kerja
sama dalam bidang militer dan politik.


b). Tujuan ASEAN

Tujuan terbentuknya ASEAN tercantum dalam naskah Deklarasi Bangkok, antara lain sebagai
berikut.

a. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di
kawasan ASEAN melalui usaha bersama dalam semangat dan persahabatan untuk memperkukuh
landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.

b. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan
ketertiban hukum di dalam negara-negara di kawasan ASEAN. Selain itu, juga mematuhi
prinsip-prinsip Piagam PBB.

c. Meningkatkan kerja sama yang aktiI serta saling membantu satu dengan yang lain di dalam
menangani masalah kepentingan bersama yang menyangkut berbagai bidang. Misalnya, di
bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.

d. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang
pendidikan, proIesional, teknik, dan administrasi.

e. Meningkatkan kerja sama yang lebih eIektiI dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta
industri, perluasan perdagangan komoditas internasional, perbaikan sarana pengangkutan dan
komunikasi, sertapeningkatan taraI hidup mereka.

I. Memelihara kerja sama yang lebih erat dan bergabung dengan organisasi internasional dan
regional lainnya untuk menjajaki segala kemungkinan saling bekerja sama secara lebih erat di
antara mereka sendiri.




c). Anggota ASEAN

Pada awal berdirinya, jumlah anggota ASEAN hanya lima negara, yaitu Indonesia,
Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Keanggotaan ASEAN siIatnya terbuka, maksudnya
negaranegara di kawasan Asia Tenggara yang belum tergabung dalam ASEAN boleh menjadi
anggota ASEAN dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Pada tanggal 7 Januari
1984 Brunei Darussalam bergabung dan diterima menjadi anggota ASEAN yang keenam. Pada
tanggal 28 Juli 1995 Vietnam bergabung dan diterima menjadi anggota ASEAN yang ketujuh.
Disusul Laos dan Myanmar bergabung dan diterima sebagai anggota ASEAN pada tanggal 23
Juli 1997. Anggota yang terakhir adalah Kamboja bergabung dan diterima sebagai anggota
ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Dengan demikian jumlah anggota ASEAN ada 10
negara. Lambang ASEAN adalah seikat batang padi yang berjumlah sepuluh batang sesuai
dengan jumlah anggotanya. Lambang tersebut menggambarkan solidaritas dan kesepakatan
ASEAN serta melambangkan adanya ikatan kerja sama untuk mencapai kemakmuran rakyatnya.

d). Sekretariat ASEAN

ASEAN untuk menjalankan organisasinya memerlukan sebuah sekretariat ASEAN yang
siIatnya permanen. Pada bulan Juli 1976 didirikan Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta.
Sekretariat ASEAN dipimpin oleh sekretaris jenderal yang diangkat oleh Sidang Menteri
ASEAN. Jabatan Sekjen ASEAN dijabat secara bergilir oleh setiap negara anggota menurut
nama negara berdasarkan abjad. Masa jabatan seorang Sekjen ASEAN adalah empat tahun.
Sekjen ASEAN bertang-gung jawab kepada Sidang Menteri manakala bersidang dan kepada
Komite Tetap pada waktu-waktu lainnya. Selain itu, Sekjen ASEAN bertanggungjawab atas
pelaksanaan semua Iungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya oleh Sidang
Menteri ASEAN dan Komite Tetap.
e). Kerja Sama ASEAN

Negara-negara anggota ASEAN saat ini menjalin kerja sama dalam bidang politik, ekonomi,
sosial, budaya, dan latihan militer bersama.

a. Politik
Di bidang politik, ASEAN sepakat untuk menyelesaikan segala permasalahan melalui meja
perundingan. ASEAN sepakat untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas
senjata nuklir.

b. Ekonomi
Di bidang ekonomi, ASEAN berupaya menciptakan kerja sama perdagangan yang saling
menguntungkan. Bentuk kerja sama ekonomi dapat direalisasikan, antara lain sebagai berikut:

1) membuka pusat promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata di Tokyo;
2) menyediakan cadangan pangan (terutama beras);
3) membangun proyek-proyek industri ASEAN, seperti proyek pabrik pupuk urea amonia di
Indonesia dan Malaysia, proyek industri tembaga di Singapura, proyek pabrik mesin diesel di
Singapura, dan proyek pabrik superIosIor di Thailand;
4) menciptakan preIerence trading arrangement (PTA) yang bertugas menentukan tariI rendah
untuk beberapa jenis barang komoditas ASEAN.

c. Sosial
Di bidang sosial, ASEAN melakukannya kerja sama, antara lain sebagai
berikut:
1) pencegahan narkoba dan penanggulangannya;
2) penanggulangan bencana alam;
3) perlindungan terhadap anak cacat;
4) pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.


d. Budaya
Di bidang budaya, ASEAN melakukan kerja sama, seperti berikut:
1) tukar menukar pelajaran dan mahasiswa;
2) pemberantasan buta huruI;
3) program tukar menukar acara televisi ASEAN;
4) temu karya pemuda ASEAN;
5) Iestival lagu ASEAN.


e. Latihan Militer Bersama
Negara-negara anggota ASEAN tetap menghindari pembentukan pakta atau persekutuan
militer. Namun, untuk meningkatkan keamanan wilayah mereka sering menggelar latihan militer
bersama. Misalnya, latihan militer dengan sandi Elang Malindo merupakan latihan militer
Angkatan Udara Indonesia dan Malaysia
KONFERENSI ASIA-AFRIKA
Sejarah Terwujudnya Konferensi Asia-Afrika
Terwujudnya konIerensi Asia-AIrika didahului oleh KonIerensi Colombo dan KonIerensi Bogor.
a. Konferensi olombo (Konferensi Pancanegara I)
Pada tanggal 28 April-2 Mei 1954 diadakan konIerensi di Colombo, ibu kota Srilangka. Adapun
wakil dari 5 negara yang hadir tersebut sekaligus akan menjadi sponsor KAA sebagai berikut.
1) Indonesia, diwakili oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo
2) India, diwakili oleh Perdana Menteri Shri Pandit Jawarhalal Nehru
3) Pakistan diwakili oleh Perdana Menteri Mohammad Ali Jinnah.
4) Birma (sekarang Myanmar), diwakili oleh Perdana Menteri Unu.
5) Srilangka, diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawala.
Dalam konIerensi ini Indonesia mengusulkan agar diadakan konIerensi yang lebih luas
jangkauannya, tidak hanya negara-negara Asia, tetapi juga beberapa negara AIrika. Gagasan ini
disambut positip dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo mendapat mandat untuk menjajagi
kemungkinan dilaksanakan konIerensi Asia-AIrika. Dalam konIerensi Colombo ini diputuskan
antara lain sebagai berikut.

a. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis.
b. Menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko.
c. Menyetujui dan mengusahakan adanya konIerensi Asia-AIrika dan memilih Indonesia sebagai
penyelenggara.
b. Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II)
Pada tanggal 28-31 Desember 1954 diadakan KonIerensi di Bogor. KonIerensi ini merupakan
kelanjutan dari KonIerensi Colombo, di mana negara-negara sponsor akan mengevaluasi hasil
penjajagan Indonesia dalam mempersiapkan KAA. Hal-hal yang menjadi pokok pembicaraan
dalam KonIerensi Bogor adalah tujuan konIerensi, tempat konIerensi, agenda pembicaraan
negara-negara yang akan diundang dan kesekretariatan.
Rekomendasi yang diajukan dalam sidang ini adalah sebagai berikut.
a) Mengadakan KonIerensi Asia-AIrika di Bandung dalam bulan April 1955.
b) Menetapkan kelima negara peserta konIerensi Colombo sebagai negara-negara sponsor.
c) Menetapkan 25 negara-negara Asia-AIrika yang akan diundang.
d) Menentukan tujuan konIerensi Asia-AIrika.
Tujuan Konferensi Asia-Afrika
a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa-bangsa Asia-AIrika, serta
untuk menjajagi dan melanjutkan kepentingan timbal balik maupun kepentingan bersama.
b. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan kebudayaan dalam hubungannya
dengan negara-negara peserta.
c. Mempertimbangkan masalah-masalah mengenai kepentingan khusus dari bangsa-bangsa Asia-
AIrika seperti yang menyangkut kedaulatan nasional, rasionalisme, dan kolonialisme.
d. Meninjau kedudukan Asia-AIrika serta rakyatnya, serta memberikan sumbangan untuk
meningkatkan perdamaian dan kerja sama internasional.
. Pokok-Pokok Agenda Pembicaraan KAA
a. kerja sama ekonomi;
b kerja sama budaya;
c. hak-hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri;
d. masalah kolonialisme, imperialisme seperti Belanda di Irian Barat (sekarang Papua), Perancis
di Maroko, Aljazair dan Tunisia;
e. masalah perdamaian dunia dan kerja sama internasional (termasuk di dalamnya beberapa
aspek tentang PBB, soal hidup berdampingan, masalah Indocina, Aden dan masalah perlucutan
senjata).
Negara-Negara yang Hadir daIam KAA
KonIerensi Asia-AIrika berlangsung pada tanggal 18-25 April 1955 bertempat di Gedung
Merdeka, Bandung. KonIerensi ini dihadiri oleh 29 negara (termasuk lima negara sponsor) dari
30 negara yang diundang. Satu negara yang tidak hadir yakni Federasi AIrika Tengah (Rhodesia
dan Nyasa) karena sedang terjadi pergolakan politik orang-orang Negro menentang ras
diskriminasi.
Adapun negara-negara yang hadir dalam KAA adalah :
1. Indonesia 16. Laos
2. India 17. Libanon
3. Birma (Myanmar) 18. Liberia
4. Pakistan 9. Libia
5. Srilangka 20. Nepal
6. AIghanistan 21. Filipina
7. Kamboja (Kampuchea) 22. Saudi Arabia
8. Republik Rakyat China 23. Sudan
9. Mesir 24. Syiria
10. Ethiopia 25. Muang Thai
11. Ghana (Pantai Emas) 26. Turki
12. Iran 27. Vietnam Utara
13. Irak 28. Vietnam Selatan
14. Jepang 29. Yaman
15. Yordania





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
24 Oktober 1945, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi didirikan untuk menggantikan
Liga Bangsa-Bangsa.
Tujuan utama dididirkannya PBB, seperti yang disinggung dalam piagam PBB, adalah untuk
menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa, memupuk
kerjasama internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya,
serta mengembangkan penghormatan atas Hak Asasi Manusia dan kebebasan.
Terbentuknya ASEAN didasari oleh adanya kepentingan-kepentingan bersama dan masalah
masalah bersama di Asia Tenggara.
Tujuan Konferensi Asia-Afrika
a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa-bangsa Asia-AIrika, serta
untuk menjajagi dan melanjutkan kepentingan timbal balik maupun kepentingan bersama.
b. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan kebudayaan dalam hubungannya
dengan negara-negara peserta.
c. Mempertimbangkan masalah-masalah mengenai kepentingan khusus dari bangsa-bangsa Asia-
AIrika seperti yang menyangkut kedaulatan nasional, rasionalisme, dan kolonialisme.
d. Meninjau kedudukan Asia-AIrika serta rakyatnya, serta memberikan sumbangan untuk
meningkatkan perdamaian dan kerja sama internasional.

B. Saran
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran saran dan
kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan
datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang
memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.










DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/PerserikatanBangsa-Bangsa
http://www.un.org/
http://rudisony.wordpress.com/2009/04/20/sejarah-singkat-pbb/
http://pelajaranaq.blogspot.com/2010/01/sejarah-singkat-pbb.html
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:PerkembanganLembagaInternasionaldanPeranIndon
esiadalamKerjaSamaInternasional9.228BAB1529