0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan11 halaman

Makalah Toleransi 6

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan karakter dalam membangun toleransi di Indonesia, dengan menekankan peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Toleransi dianggap esensial untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis di tengah keberagaman budaya dan agama. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan tujuan, fungsi, dan upaya yang dapat dilakukan dalam pendidikan karakter untuk meningkatkan sikap toleransi di lingkungan pendidikan.

Diunggah oleh

Bujang Baturusa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan11 halaman

Makalah Toleransi 6

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan karakter dalam membangun toleransi di Indonesia, dengan menekankan peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Toleransi dianggap esensial untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis di tengah keberagaman budaya dan agama. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan tujuan, fungsi, dan upaya yang dapat dilakukan dalam pendidikan karakter untuk meningkatkan sikap toleransi di lingkungan pendidikan.

Diunggah oleh

Bujang Baturusa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MAKALAH

MEMBANGUN TOLERANSI
MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER

DISUSUN OLEH :

1. NAFISAH ADIlA AZZAHRA


2. AZHIVIRIANA
3. TALITHA SHADIQAH
4. KOMARIAH

KELAS : XI-1

SMA NEGERI 1 MERAWANG


TAHUN PELAJARAN 2024/2025
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Pendidikan
yang bernuansa toleransi sesungguhnya tersirat dalam undang-undang sistem pendidikan
Nasional No. 20 pasal 4 tahun 2003 “bahwa pendidikan itu didasarkan pada sikap hormat
terhadap martabat manusia, hati nurani dan keyakinan serta keikhlasan sesama tanpa
melihat agama, suku, golongan dan ideologi. Dari setiap proses sosialisasi pendidikan
muncullah perlunya pendidikan toleransi untuk meningkatkan kesadaran betapa
beragamnya negara ini. Bahwa negara ini begitu besar dan beragam sehingga kita tidak
bisa mengintegrasikan semuanya, namun kita tetaplah Indonesia yang perlu
diintegrasikan. Mengajarkan nilai-nilai toleransi sejak dini sangat penting karena
bertujuan untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran bahwa setiap individu
mempunyai peran masing-masing, dan saling menghargai akan membawa perubahan.
Kerukunan antar umat beragama melalui pendidikan merupakan cara yang efektif dan
tepat untuk menciptakan sikap toleransi beragama di sekolah.
Namun demikian, diperlukan solusi untuk meningkatkan kualitas toleransi antar
umat beragama, terutama pada sumber daya manusia itu sendiri. Dan salah satu cara
untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama adalah dengan memberikan
pendidikan toleransi. Oleh karena itu sudah saatnya dunia pendidikan memperhatikan
berbagai realitas budaya dan pemikiran mengenai perkembangan kehidupan manusia
secara universal
Peran pendidikan adalah membangun dan mengembangkan potensi manusia yang
berkarakter, berintegritas, dan berkemampuan yang relevan dengan kehidupan.
Pendidikan juga merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan
terencanasebagai suatu proses pembelajaran untuk menjamin agar setiap orang menjadi
manusia yang berakhlak baik, berilmu, berakhlak mulia, berpikir logis, kreatif, dan
memiliki rasa tanggung jawab. Pendidikan erat kaitannya dengan kehidupan manusia.
Pendidikan dapat digunakan baik sebagai upaya memanusiakan manusia maupun sebagai
proses pengembangan diri manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pendidikan juga merupakan proses peningkatan diri dan menjadi manusia yang
berkualitas. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena mempunyai peranan
1
penting dalam pembangunan suatu negara. Seperti yang dikatakan bahwa Pendidikan
menjadi sebuah faktor yang sangat fundamental pada usaha mencerdaskan dan
memajukan anak bangsa, serta dengan pendidikan pula dapat membebaskan suatu bangsa
dari penjajah, karena pendidikan setiap individu secara umum akan lebih berpikiran
rasional dan tidak mudah di manipulasi (Pendidikan et al., 2017). Maka dapat diartikan
Pendidikan bisa sebagai perubahan yang secara langsung meningkatkan kemampuan
individu, kelompok, dan bangsa untuk mencapai kesejahteraan. Jika suatu negara dapat
membangun sistem pendidikan yang baik, maka dengan sendirinya akan membawa
kesejahteraan. Manusia memerlukan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan
merupakan suatu upaya yang memungkinkan manusia mewujudkan potensi dirinya
melalui proses pembelajaran

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun sikap toleransi?
2. Bagaimana pentingnya toleransi dalam pendidikan karakter serta upaya yang dapat
dilakukan di lingkungan pendidikan?
3. Bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan pendidikan karakter dalam
membangun toleransi?

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Toleransi


Di Indonesia, berbagai konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan
(SARA) kerap terjadi, antara lain pemaksaan kehendak, intoleransi, diskriminasi di
berbagai daerah, dan lain-lain. Dan kenyataannya di Indonesia sendiri masih banyak
permasalahan mengenai intoleransi, khususnya dalam bidang keagamaan. Menurut
Ngainun Naim (2013:20) toleransi adalah “sikap membolehkan atau membiarkan
ketidaksepakatan dan tidak menolak pendapat, sikap, ataupun gaya hidup yang berbeda
dengan pendapat, sikap dan gaya hidup sendiri”. Dari pengertian tersebut, semakin yakin
bahwa membangun nilai-nilai kebangsaan dan sikap toleran melalui pendidikan harus
terus digalakkan di era ini. Karena sikap toleransi dapat memberi pengaruh terhadap cara
berpikir, bersikap, dan bertingkah laku (Atmaja, 2020). Apalagi, akhir-akhir ini negara
ini mengalami meluasnya intoleransi yang berujung pada ekstremisme.
Dari Sabang hingga Merauke, dari dulu hingga saat ini, Indonesia tentunya tidak
luput dari berbagai konflik sosial yang diakibatkan oleh kurangnya toleransi. Toleransi,
sikap saling menghormati perbedaan, mungkin akan hilang dari karakter individu
masyarakat Indonesia. Toleransi ini juga bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang
damai. Selain itu, toleransi juga dapat membangun sikap solidaritas yang menerima
perbedaan dan mengubah keseragaman menjadi keberagaman. Toleransi sebenarnya
didasarkan pada penghormatan terhadap martabat manusia, hati nurani, dan keyakinan
serta integritas orang lain, tanpa memandang kelompok agama, etnis, atau ideologinya.
Benih-benih intoleransi muncul dari berbagai faktor, antara lain pemahaman yang
sempit terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pengajaran nilai-nilai agama yang eksklusif di
sekolah. Hal ini menunjukkan belum optimalnya proses pendidikan negara dalam
membentuk warga negara yang mampu mencapai keadaban bersama dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, serta belum mampu melahirkan warga negara Indonesia
seutuhnya. Institusi pendidikan merupakan wadah penting dalam transmisi dan
internalisasi semangat kebangsaan dan perilaku toleran. Peran lembaga ini khususnya
pendidikan multikultural perlu ditingkatkan.
Sikap toleransi sangat diperlukan dalam kehidupan beragama. Sebab sikap
toleransi memungkinkan umat beragama untuk tetap hidup bersama, saling menghargai
3
dan saling menjaga hak dan kewajiban. Menanamkan toleransi sejak dini penting
dilakukan karena dapat menjadi landasan penting dalam mendidik anak yang masih
dalam tahap pembentukan karakter. Sangat penting untuk menumbuhkan sikap toleran di
sekolah agar siswa terbiasa bersikap positif terhadap budaya etnis yang berbeda.
Membangun sikap toleran tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan tentang
benar dan salah, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran dan menerapkan nilai-nilai
benar dan salah dalam tindakan sehari-hari. Oleh karena itu, penanaman sikap hendaknya
bersifat tenang dan menyenangkan. Dalam mengajarkan nilai-nilai sikap harus
menciptakan suasana dan lingkungan yang aman dan nyaman.
Tidak jarang anak yang tidak diajarkan toleransi sosial tidak mampu menerima
perbedaan bahkan cenderung pilih-pilih dalam mengikuti adat atau agama. Penguatan
toleransi sosial sangat penting bagi anak. Menumbuhkan rasa toleransi juga
menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai, dan hidup berdampingan secara
harmonis antar umat manusia, meminimalkan permusuhan satu sama lain, dan
mewujudkan masyarakat sejahtera. Meskipun toleransi ini tersebar luas, namun
masyarakat yang kurang berpendidikan dan siswa yang masih duduk di bangku sekolah
dasar mungkin belum memahami apa itu toleransi. Oleh karena itu, penting untuk
melanjutkan pendidikan tidak hanya di sekolah dasar, tetapi juga di tingkat yang lebih
tinggi, serta menumbuhkan rasa toleransi yang memahami dan mengakui makna
toleransi.

2.2 Konsep Pendidikan Karakter


Pendidikan dalam hal toleransi antar sesama juga memegang peranan yang sangat
penting. Karena pendidikan menciptakan manusia yang berpikir kritis dan merenungkan
apa yang diucapkan, dipikirkan, dan dilakukannya. Masih terdapat kasus permusuhan,
konflik, kurangnya toleransi dan bahkan perundungan (bullying) di Indonesia. Di
Indonesia, pendidikan tidak terdistribusi secara merata di pedesaan dan daerah terpencil,
yang berarti bahwa anak-anak lain yang tinggal di kota besar tidak dapat menerima
pendidikan yang sama, dan kurangnya pemahaman tentang toleransi di antara
masyarakat merupakan hal yang merugikan. Ditemukan bahwa pendidikan tentunya
berperan dalam menumbuhkan toleransi dan pemahaman dalam pembentukan karakter
bangsa siswa sekolah dasar berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.

4
Pendidikan dan pembentukan karakter bangsa memegang peranan penting dalam
pendidikan umat dan pembangunan peradaban, dan semakin penting untuk merekrut
sumber daya manusia yang tidak hanya ahli tetapi juga berwawasan luas dan berkarakter
sebagai garda depan bangsa. Pembentukan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa
memerlukan pengembangan potensi daerah yang beragam dan berkaitan erat. Potensi
keunggulan yang dimiliki bangsa dalam hal ini juga dapat menunjukkan bahwa
individualitas sangatlah penting dalam suatu bangsa, dan hilangnya individualitas
tersebut akan mengakibatkan hilangnya generasi penerus bangsa. Dan karakter inilah
yang menjadi kekuatan yang tidak mempengaruhi negara ini. Karakter bangsa
merupakan hasil hati, budi, perasaan, dan niat suatu bangsa, baik tindakannya
mencerminkan semangat kebangsaan maupun tidak, serta menjadi ciri pembeda perilaku
kolektif nasional suatu individu atau kelompok rakyat. Karakter bangsa Indonesia harus
dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman berdasarkan asas
Bineka Tungal Ika, dan komitmen terhadap negara kesatuan Republik Indonesia.
Pendidikan adalah suatu proses sadar dan terencana yang menciptakan lingkungan
belajar dan proses dimana peserta didik secara aktif mengembangkan potensi kekuatan
spiritual, disiplin diri, budi pekerti, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang
diperlukan bagi dirinya dan masyarakat, dan bangsa.
Pendidikan memiliki peran begitu besar dalam pembentukan karakter, pun
membangun kemandirian individu (Thaufan & Sapriya, 2017). Dalam dunia pendidikan,
pendidikan karakter berkaitan dengan budi pekerti dan moralitas, dan merupakan bagian
pendidikan yang sangat penting yang perlu diajarkan sejak dini agar anak tumbuh dengan
karakter yang kaya. Pendidikan karakter juga memegang peranan penting bagi
masyarakat. Sebab, pendidikan karakter khususnya pada tahap sekolah dasar membantu
anak memperoleh karakter peduli terhadap orang lain, mempunyai sikap, serta
bertanggung jawab dan mampu mengambil alih. Pendidikan karakter juga merupakan
suatu proses dimana guru membimbing peserta didik menjadi manusia yang berkarakter
baik dan memiliki nilai-nilai karakter yang berbeda. Seperti yang dikatakan “Pendidikan
tidak hanya bertujuan untuk menguasai ilmu pengetahuan saja namun juga dapat
membentuk karakter atau kepribadian setiap individu agar mampu hidup bermasyarakat
secara damai” (Ayu Suciartini, 2017). Selain itu, karena kemanusiaan yang dibina sejak
dini mempengaruhi pertumbuhan di masa depan, maka perlu dilakukan pembinaan

5
kemanusiaan sejak dini. Pendidikan karakter bagi peserta didik dapat menjadi salah satu
upaya preventif ketika menghadapi globalisasi.
Menurut Sardjijo (2021) menyatakan bahwa, pendidikan karakter merupakan
upaya yang dilakukan guru untuk mempengaruhi karakter siswanya, guru membantu
siswa dalam pembentukan watak atau pembentukan kepribadian yang baik.
Konsep Dasar Pendidikan Karakter Konsep dasar pendidikan karakter tertuang
dalam Permendikbud No 23 tentang Penumbuhan Budi Pekerti tahun 2015 (Widodo,
2021). Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) bertujuan:
1) Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru,
dan tenaga kependidikan,
2) Menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter
sejak di keluarga, sekolah dan masyarakat,
3) Menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah
daerah, masyarakat dan keluarga, dan/ atau
4) Menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga,
sekolah, dan masyarakat.

2.3 Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter


Istilah karakter digunakan secara khusus dalam konteks pendidikan baru muncul
pada akhir abad 18, terminologi karakter mengacu pada pendekatan idealis spiritualis
yang juga dikenal dengan teori pendidikan normatif, dimana yang menjadi prioritas
adalah nilai-nilai transenden (Mardiah et al, 2021). Adapun, pendidikan karakter adalah
suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan,
kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan
(Omeri, 2015). Pendidikan karakter bertujuan agar peserta didik sebagai penerus bangsa
mempunyai akhak dan moral yang baik, untuk menciptakan kehiupan berbangsan yang
adil, aman dan makmur (Annisa, 2020).
Secara lebih khusus, menurut Suriadi (2022) pendidikan karakter memiliki tiga
fungsi utama, yaitu:
1. Pembentukan dan Pengembangan Potensi Pendidikan karakter berfungsi untuk
membentuk dan mengembangkan potensi manusia atau warga negara Indonesia

6
agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai falsafah hidup
Pancasila.
2. Perbaikan dan Penguatan Pendidikan karakter berfungsi memperbaiki karakter
manusia dan warga negara Indonesia yang bersifat negatif dan memperkuat peran
keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi
dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi manusia atau warga negara
menuju bangsa yang berkarakter, maju, mandiri, dan sejahtera.
3. Penyaring Pendidikan karakter bangsa berfungsi memilah nilai-nilai budaya bangsa
sendiri dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif untuk menjadi
karakter manusia dan warga negara Indonesia agar menjadi bangsa yang
bermartabat.
Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan
Nasional dalam publikasinya berjudul Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter dalam
Putry (2018), telah mengidentifikasi 18 nilai pembentuk karakter yang merupakan hasil
kajian empirik Pusat Kurikulum yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya dan
tujuan pendidikan nasional, yakni: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif,
mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai
prestasi, bersahabat/ komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan
tanggung jawab.

2.4 Peran dan Upaya Membentuk Toleransi dalam Pendidikan Karakter di


Lingkungan Pendidikan
Dalam masyarakat yang semakin global dan beragam, toleransi menjadi nilai
yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Pendidikan karakter memiliki peran
krusial dalam membentuk pribadi yang menghargai keanekaragaman sosial. Ketika anak-
anak dan remaja dididik untuk menjadi toleran, mereka akan lebih mampu berinteraksi
secara harmonis dengan sesama, terlepas dari perbedaan budaya, agama, etnis, atau latar
belakang lainnya. Berikut adalah bagaimana pentingnya toleransi dalam pendidikan
karakter serta upaya yang dapat dilakukan di lingkungan pendidikan untuk mencapai
tujuan tersebut.
1) Toleransi sebagai Nilai Inti dalam Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk kepribadian individu yang
berakhlak baik, berintegritas, dan berempati. Dalam rangka mencapai tujuan ini,

7
toleransi menjadi salah satu nilai inti yang harus ditanamkan dalam proses
pembelajaran. Toleransi mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan, berempati
dengan sesama, dan menghindari prasangka atau diskriminasi terhadap kelompok
atau individu yang berbeda.

2) Membangun Kesadaran tentang Keanekaragaman Sosial


Membangun kesadaran tentang keanekaragaman sosial menjadi langkah awal dalam
membentuk pribadi yang toleran. Sekolah dan institusi pendidikan harus
memberikan pengalaman yang melibatkan interaksi dengan berbagai budaya, agama,
bahasa, dan latar belakang lainnya. Kegiatan seperti pertukaran pelajar, perayaan
budaya, dan kegiatan bersama yang melibatkan semua siswa dapat membantu
merangsang pemahaman dan penghormatan terhadap keberagaman sosial.
3) Pembelajaran tentang Sejarah dan Budaya Beragam
Pembelajaran tentang sejarah dan budaya beragam dapat membuka mata siswa untuk
melihat berbagai perspektif dan peran yang dimainkan oleh berbagai kelompok
dalam sejarah dan perkembangan masyarakat. Dengan memahami sejarah
perjuangan dan pencapaian kelompok-kelompok tertentu, siswa akan lebih
menghargai kontribusi setiap kelompok dalam membangun peradaban manusia.
4) Menghadapi Konflik dengan Dialog dan Empati
Konflik dapat terjadi karena perbedaan pendapat, nilai, atau kepentingan. Penting
bagi pendidikan karakter untuk mengajarkan siswa bagaimana menghadapi konflik
dengan dialog dan empati. Komunikasi yang efektif dan kemampuan untuk
memahami pandangan orang lain merupakan keterampilan penting dalam
menciptakan lingkungan yang harmonis dan toleran.
5) Peran Guru sebagai Teladan Toleransi
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Mereka
harus menjadi teladan dalam menunjukkan sikap toleran dan menghargai
keanekaragaman sosial. Melalui sikap, kata-kata, dan tindakan sehari-hari, guru
dapat membimbing siswa untuk mengembangkan nilai-nilai positif yang
mencerminkan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.
6) Pengintegrasian Toleransi dalam Seluruh Kurikulum
Pengintegrasian nilai toleransi dalam seluruh kurikulum pendidikan adalah langkah
yang esensial. Seluruh mata pelajaran, tidak hanya pelajaran sejarah atau agama,

8
harus mengajarkan nilai-nilai toleransi. Hal ini dapat dicapai dengan mengaitkan
topik-topik yang relevan dengan pengalaman hidup siswa dan menunjukkan
bagaimana nilai toleransi dapat diaplikasikan dalam situasi nyata.

9
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya yang penting untuk membentuk
sikap toleransi dan menghargai keberagaman. Pendidikan karakter dapat menanamkan
nilai-nilai seperti menghormati perbedaan, menghargai pendapat orang lain, dan hidup
rukun dengan sesama.
Membangun toleransi melalui pendidikan karakter merupakan upaya strategis
yang membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan program
ini akan berkontribusi signifikan dalam menciptakan generasi yang mampu menghargai
perbedaan dan hidup harmonis dalam keberagaman.
Membangun toleransi melalui pendidikan karakter merupakan investasi jangka
panjang dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Keberhasilan upaya
ini membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pendidik,
peserta didik, orang tua, hingga masyarakat luas.
Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, pendidikan karakter dapat menjadi
instrumen efektif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual,
tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk hidup harmonis dalam
keberagaman.

3.2 Saran
Dari kesimpulan di atas, maka terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan
adalah sebagai berikut:
1) Lembaga pendidikan dapat menanamkan nilai toleransi beragama terhadap pelajar
dalam setiap pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, baik formal, informal
muapun nonformal, karena toleransi beragama dianggap penting bagi masyarakat
Indonesia yang memiliki berbagai macam perbedaan, termasuk keyakinan beragama.
2) siswa dapat mengembangkan sikap toleransi dan memudahkan siswa aktif dalam
kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, efektif dan
efisien.

10

Anda mungkin juga menyukai