Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH HIV-AIDS

(human immunodeficiency virus-Acquired Immunodefeciency Syndrome)


Disusun untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:

Dinda Kholivia Masykuroh NIM 21040111130058

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. (WHO, 2006) AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Di Indonesia, kasus HIV AIDS pertama kali dilaporkan adalah seorang

wisatawan laki-laki berkebangsaan Belanda yang meninggal di Bali pada tahun 1987. Kasus kedua juga orang asing sedangkan kasus berikutnya terjadi pada seorang pria Indonesia yang juga meninggal di Bali. Sejak itu, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Semula kasus AIDS di Indonesia berada pada low level epidemic. Sejak 2000, kasus AIDS di Indonesia meningkat menjadi concentrated level epidemic. (data statistik hingga 2003: http://www.mx2.tempo.co.id). Hal ini terlihat dalam data kumulatif Depkes RI dari bulan April sampai dengan Juni 2011 kasus HIV AIDS baru dilaporkan adalah 2.001 kasus dari 59 Kabupaten/Kota di 19 Provinsi. Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para peneliti di Institut Pasteur Perancis pada tahun 1983 dan NIH yaitu sebuah institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada tahun 1984. Meskipun tim dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc Montagnie, yang pertama kali mengumumkan

penemuan ini di awal tahun 1983 namun penghargaan untuk penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang berasal dari Perancis maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau lymphadenopathy associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert Gallo menyebut virus ini HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virustype-3. Kemudian Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan nama human immunodeficiency virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai sekarang maka para peneliti tersebut juga sepakat untuk menggunakan istilah HIV. Sesuai dengan namanya, virus ini memakan imunitas tubuh B. TUJUAN Penulisan makalah ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Secara terperinci tujuan dari penelitian dan penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui penyebab HIV/AIDS serta bahaya yang ditimbulkan. 2. Mengetahui cara pencegahan HIV AIDS.

BAB II PEMBAHASAN a. PENGERTIAN HIV AIDS Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal dengan dengan AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yaitu: H = Human (manusia), I =Immuno deficiency (berkurangnya kekebalan), V = Virus. HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah organisme kecil yang menyerang makhluk hidup dengan berkembang biak dan sindromenya disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah sekumpulan gejala yang timbul akibat menurunya sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV. (granich, 2003: 5-6)

Maka dapat dikatakan HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sel kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh kehilangan daya tahan dan mudah

terserang berbagai penyakit antara lain TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS. Maka, selama bertahun-tahun orang dapat terinfeksi HIV sebelum akhirnya mengidap AIDS. Namun penyakit yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah sejenis radang paru-paru yang langka, yang dikenal dengan nama pneumocystis cariniipneumonia (PCP), dan sejenis kanker kulit yang langka yaitu kaposis sarcoma(KS). Biasanya penyakit ini baru muncul dua sampai tiga tahun setelah penderita didiagnosis mengidap AIDS.Seseorang yang telah terinfeksi HIV belum tentu terlihat sakit. Secara fisik dia akan sama dengan orang yang tidak terinfeksi HIV. Oleh karena itu 90% dari pengidap AIDS tidak menyadari bahwa mereka telah tertular virus AIDS, yaitu HIV karena masa inkubasi penyakit ini termasuk lama dan itulah sebabnya mengapa penyakit ini sangat cepat tertular dari satu orang ke orang lain. Masa inkubasi adalah periode atau masa dari saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saatpenularan) sampai timbulnya penyakit. AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (L) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

b. CARA PENULARAN - Melakukan hubungan seks dengan seorang ODHA. - Melakukan hubungan seks (homo/hetero seksual). - Melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom.

- Menggunakan satu jarum suntik secara bergantian atau menggunakan jarum bekas. - Dari Wanita ODHA melalui kelahiran. - Dari Wanita ODHA melalui Air Susu Ibu. Virus HIV hidup dan berkembang biak di dalam darah, cairan sperma, cairan vagina dan ASI. Siapapun Bisa terkena AIDS, jika prilakunya beresiko .Penampilan luar tidak menjamin bebas HIV. ODHA sering terlihat sehat dan merasa sehat Jika belum belakukan tes HIV, ODHA tidak tahu bahwa dirinya telah tertular HIV dan dapat menularkan HIV kepada orang lain. Tes HIV adalah satu-satunya cara mendapatkan kepastian tertular atau tidak. Virus HIV Tidak Menular Melalui : -Keringat, Air liur. -Makanan,Flu/influenza. -Berpelukan. -Makan dengan perabot yang sama. -Bersalaman,digigit nyamuk. -Memakai toilet bersama. -Berhubungan Seks dengan menggunakan Kondom yang baik. - Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.

c. GEJALA PENDERITA AIDS Sebenarnya tidak ada tanda-tanda khususyang bisa menandai apakah seseorang telah tertular HIV, karena keberadaan virus HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang (5 sampai10 tahun hingga mencapai masa yang disebut full blown AIDS). Adanya HIV di dalam darah bisa terjadi tanpa seseorang menunjukan gejala penyakit tertentu dan ini disebut masa HIV positif. Bila seseorang terinfeksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka dalam tes pertama tersebut belum tentu dapat dideteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal ini disebabkan karena tubuh kita membutuhkan waktu sekitar 3 - 6 bulan untuk membentuk antibodi yang nantinya akan dideteksi oleh tes darah tersebut. Masa ini disebut window period (periode jendela) . Dalam masa ini , bila orang tersebut ternyata sudah

mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walaupun belum bisa di deteksi melalui tes darah), ia sudah bisa menularkan HIV melalui perilaku yang disebutkan di atas tadi.

d. CARA PENCEGAHAN Vaksin untuk mencegah atau mengobati HIV AIDS untuk saat ini belum ditemukan. Namun bukanlah sesuatu yang mustahil untuk melakukan pencegahan HIV terhadap diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, pemahaman terhadap proses penularan merupakan kunci dari pencegahannya. Tindakan-tindakan untuk mencegah penularan HIV AIDS terinfeksi HIV/AIDS, yaitu : Pahami HIV AIDS dan ajarkan pada orang lain Memahami HIV AIDS dan bagaimana virus ini ditularkan merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan Ketahui status HIV AIDS patner seks anda Berhubungan seks dengan sembarang orang menjadikan pelaku seks bebas ini sangat riskan terinfeksi HIV, oleh karena itu mengetahui status HIV AIDS patner seks sangatlah penting. Gunakan jarum suntik yang baru dan steril Penyebaran paling cepat HIV AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang memiliki status HIV positif, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU ( injection drug user). Gunakan Kondom Berkualitas Selain membuat ejakulasi lebih lambat, penggunaankondom saat berhubungan seks cukup efektif mencegah penularan HIV AIDS melalui seks. Lakukan sirkumsisi / khitan Banyak penelitian pada tahun 2006 oleh National Institutesof Health (NIH) menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki resiko 53 %lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukan sirkumsisi.

C. KESIMPULAN AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai macam infeksi. AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa, namun ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar HIV dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV. Sebaliknya AIDS tidak dapat ditularkan melalui gigitan serangga, minuman, atau kontak biasa dalam keluarga, sekolah, kolam renanng, WC umum atau tempat kerja dengan penderita AIDS.

DAFTAR PUSTAKA http://wikipedia.com.tanpa tahun. AIDS, dalam wikipedia. Diunduh Senin, 5 Desember 2011. Nasution, Aman. Tanpa tahun. Kewaspadaan Terhadap AIDS ( AIDS Awareness), dalam website. http:// library.usu.ac.id. Diunduh Senin, 5 Desember 2011. Nusantara, Maulana. Tanpa tahun. Makalah HIV AIDS, dalam scribd. Diunduh Senin, 5 Desember 2011. Pratiwi, dkk. 2006. Biologi SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sastri, Desi. 2010. AIDS dan HIV, dalam blogspot. http://sastri.blogspot.com. Diunduh Senin, 5 Desember 2011.