Anda di halaman 1dari 11

1. 2.

3.
4. 5. 6.

7.
8. 9.

Disusun Oleh Fakhry Muhammad Presentasi Fiqhiyah Karakteristik eritrosit Fitra Hernayanti Jumlah eritrosit Ghina Akmaliah Fungsi eritrosit Ibnu Nugroho Pembentukan eritrosit Ina Isna Saumi Pengaturan produksi Novi Andriana Kelainan eritrosit Nurmala Ruth Kelainan eritrosit Sri Wahyuni Kelainan eritrosit

Karakteristik :
1. 2. 3.

Bentuk sel bulat atau bikonkaf, tidak berinti sel. Berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Dibentuk di sumsum tulang (di dalam tulang pipih) dan hati, berumur lebih kurang 120 hari.

4. 5.

Ukuran diameter sekitar 6-8 m dan ketebalan 2 m Dinding elastis.

http://blog.codingwear.com/bacaan-65-Fungsi-Sel-Darah-Merah.html

Jumlah Konsentrasi Sel Sel darah merah dalam darah Pria normal - Jumlah rata2 per millimeter kubik > 5.200.000 ( 300.000) Wanita normal - Jumlah rata2 per millimeter kubik > 4.700.000 ( 300.000) Jumlah hemoglobin dalam sel Pria normal : 1. 16 gram hemoglobin per desiliter 2. 21 mililiter oksigen dapat dibawa dalam bentuk gabungan dengan hemoglobin pada setiap desiliter darah. Wanita normal : 1. 14 gram hemoglobin per desiliter 2. 19 mililiter oksigen yang dapat diangkut http://www.slideshare.net/daninurriyadi/darah

1.

Sel darah merah berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh

2.
3. 4.

Berfungsi dalam penentuan golongan darah


Eritrosit berperan dalam system kekebalan tubuh. Eritrosit juga melepas senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.

http://blog.codingwear.com/bacaan-65-Fungsi-Sel-Darah-Merah.html

Pengaturan produksi sel darah merah


1.

2.

3.

4.

Produksi eritrosit diatur eritropoieten, suatu hormon glikoprotein yang diproduksi terutama oleh ginjal. Kecepatan produksi eritropoieten berbanding terbalik dengan persediaan oksigen dalam jaringan. Faktor apapun yang menyebabkan jaringan menerima volume oksigen yang kurang (anoksia) akan mengakibatkan peningkatan produksi eritropoieten, sehingga semakin menstimulasi produksi sel darah merah. Penyakit paru yang mengurangi volume oksigen yang di absorbsi darah, mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. Hormon lain seperti kortison, hormon tiroid, dan hormon pertumbuhan juga mempengaruhi produksi sel darah merah.

Sumber : anatomi dan fisiologi,Ethel.

PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH


Dibentuk di sumsum tl. belakang melalui beberapa tahap mula mula sel darah merah besar dan berisi nukleus tetapi tidak ada hemoglobin, kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan baru diedarkan ke dalam sirkulasi darah Sel darah merah yang sudah usang akan dihancurkan dalam sistema retikulo-endotelial, terutama dalam hati dan limpa Globin dari hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan jaringan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk digunakan dalam pembentukan sel darah merah lagi Sisa hem dari hemoglobin di ubah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna kehijau- hijauan

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_merah Evelyn C. Pearce, Anatomi dan Fisiologis untuk Paramedis, Penerbit PT Gramedia, Jakarta

1)

Kelainan berdasarkan ukuran:

a)

Makrosit Ukuran eritrosit yang lebih dari 8,2 Nm terjadi karena pematangan inti eritrosit terganggu. b) Mikrosit Ukuran eritrosit yang kurang dari 6,2 Nm. Terjadinya karena menurunnya sintesa hemoglobin yang disebabkan defisiensi besi c) Anisositosis Pada kelainan ini tidak ditemukan suatu kelainan hematologic yang spesifik, keadaan ini ditandai dengan adanya eritrosit dengan ukuran yang tidak sama besar.

2) a)

Kelainan berdasarkan bentuk eritrosit Ovalosit Eritrosit yang berbentuk lonjong . b) Sferosit Sel yang berbentuk bulat atau mendekat bulat. c) Schistocyte Merupakan fragmen eritrosit berukuran kecil dan bentuknya tak teratur, berwarna lebih tua. d) Teardrop cells (dacroytes) Berbentuk seperti buah pir.

e)

Blister cells Eritrosit yang terdapat lepuhan satu atau lebih berupa vakuola yang mudah pecah, bila pecah sel tersebut bisa menjadi keratosit dan fragmentosit. a.Burr cells
b.Blister cells

f)

Acantocyte / Burr cells Eritrosit mempunyai tonjolan satu atau lebih pada membrane dinding sel kaku. g) Sickle cells (Drepanocytes) Eritrosit yang berbentuk sabit.

h)

i)

Stomatocyte Eritrosit bentuk central pallor seperti mulut. Target cells Eritrosit yang bentuknya seperti tembak atau topi orang meksiko.

3) a)

Kelainan berdasarkan warna eritrosit

Hipokromia Penurunan warna eritrosit yaitu peningkatan diameter central pallor melebihi normal sehingga tampak lebih pucat. b) Hiperkromia Warna tampak lebih tua biasanya jarang digunakan untuk menggambarkan ADT. c) Polikromasia Eritrosit berwarna merah muda sampai biru.

1. 2. 3.

Anemia Kekurangan sel darah merah yang dapat disebabkan karena hilangnya darah yang terlalu cepat atau produksi sel darah merah yang terlalu lambat Hiperbilirubinemia Merupakan peningkatan bilirubin darah yang berlebihan ditandai dengan terjadinya ikterus, hal ini dapat diakibatkan karena Peningkatan penghancuran eritrosit Sumbatan saluran empedu Penyakit hati

Polisitemia peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi.

http://zakariadardin.wordpress.com/2012/01/09/morfologi-sel-darahmerah/