Anda di halaman 1dari 11

Hidronefrosis

Sagiran
Bagian Bedah FK UMY
PENGERTIAN
• Hydronephrosis is distention and dilation
of the renal pelvis, usually caused by
obstruction of the free flow of urine from
the kidney.
• Hydronephrosis is a condition that occurs
with a disease and is not a disease itself.
ETIOLOGI
• acute bilateral obstructive urop

• chronic bilateral obstructive uro

• vesicoureteric reflux
• uteropelvic junction
obstruction
• posterior ureteral valves
• neurogenic bladder
• bladder outlet obstruction
• prune belly syndrome
PENYEBAB

JEPITAN

BATU DI MUARA URETER

SUBPELVIC STENOSIS
DERAJAT
• CUPPING
• FLATTENING
• CLUBING
• BALOONING
GEJALA
• Flank pain
• Abdominal mass
• Nausea and vomiting
• Urinary tract infection
• Fever
• Dysuria
• Increased urinary frequency
• Increased urinary urgency
PEMERIKSAAN IMAGE
• Intravenous pyelogram
(IVP)
• Isotope renography
(radio-isotope scan of
the kidneys)
• Ultrasound of the kidneys
or abdomen
• CT scan of the kidneys or

• Abdominal MRI
TERAPI
• A ureteral stent (tube that allows the ureter
to drain into the bladder)
• A nephrostomy tube (allows the blocked
urine to drain through the back)
• Antibiotics for infections
Contoh Kasus
Hidronefrosis karena batu ureter
• Tn. Sudarto, 50 tahun, NRM 297-42-89, MRS 6-12-2005
• ANAMNESIS
• Perut kiri bagian bawah terasa nyeri sejak 1,5 bulan , hilang timbul,
menjalar. riwayat hematuria (+) 1,5 bulan yang lalu.riwayat nyeri pinggang
kiri (+) 2,5 bulan yang lalu hilang timbul, passing stone (-), badan panas (-).
BAK nyeri (-). DM (-), HT (-)
• PEMERIKSAAN FISIK
• Pada pemeriksaan fisik : keadaan baik, komposmentis, gizi baik, TD 120/80
mmHg, N 80 x/mnt, R 20 x/mnt, S 36 0C konjungtiva tak pucat, sklera tak
ikterik. Paru sonor, bronkovesikuler, ronkhi tidak ada. Bunyi jantung I-II
murni murmur tidak ada, gallop tidak ada. Abdomen tak membuncit, lemas,
Nyeri (-), bising usus (+) Normal. Ekstremitas edema tidak ada.
• Status urologi : sudut kostovertebra kanan tidak ada massa, nyeri tekan,
dan nyeri ketok, sudut kostovertebra kiri tidak ada massa, nyeri tekan, dan
nyeri ketok, Supra simfisis : tidak teraba massa, tidak ada nyeri tekan,
kesan buli-buli kosong, GE : oue tidak sempit, indurasi(-), Discharge (-),
prostat teraba simetris, kenyal, nodul (-), TBP 20 gram, Scrotum: kedua
testis teraba normal.
Kasus (lanjutan)
• PEMERIKSAAN TAMBAHAN
• Laboratorium: Hemoglobin 14,3 g/dL; Hematokrit 41%; Lekosit 9100
/µL; Trombosit 263.000/µL; Ureum 26 mg/dL; kreatinin 1,7
mg/dL;Asam urat 7 mg/dL Urinalisis: BJ 1.025, PH 5.0, Leukosit 2-
4 /LPB, Eritrosit 0-1/LPB, Bakteri (-). Epitel(+), kultur (-)
• BNO : tampak bayangan radioopaque di pelvis minor kiri uk 3x5mm
• IVP : delayed function bilateral, HN kiri
• USG : bayangan batu di pole atau ginjal kiri
• DIAGNOSIS
• Batu ureter distal kiri + delayed function ginjal bilateral +
Hidronefrosis kiri
• PENATALAKSANAAN
• Pada 8-12-2005 dilakukan URS dan pasang DJ stent kiri. Pasien
pulang tanggal 9-12-2005 dan disarankan BNO kontrol 1 minggu
lagi dan kontrol di Poliklinik Urologi, pasien direncanakan untuk aff
DJ stent 1 bulan pasca operasi.