Anda di halaman 1dari 16

SEDIAAN FARMASI

I KETUT MANDIKIN, S.Si.,Apt. NIP. 19720328 200003 1 003 UPT BALAI LAB KES PROV BALI

PENGANTAR KIMIA FARMASI


Kimia :
Ilmu pengetahuan yg mempelajari materi atau zat dlm hal susunan, sifat-sifat dan perubahannya.

Farmasi :
Ilmu yg mempelajari cara membuat, memformulasikan, menyimpan dan menyediakan obat.

Kimia farmasi :
Ilmu pengetahuan yg mempelajari penemuan, pengembangan, identifikasi dan interpretasi obat pd tingkat molekul. Ilmu pengetahuan yg berkaitan dg studi, identifikasi dan sintesis produk metabolisme obat dan sintesis produk obat dan senyawa yg berhubungan.

Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika Pengertian Obat Menurut PerMenKes 917/Menkes/Per/x/1993, obat (jadi) adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. Menurut Ansel (1985), obat adalah zat yang digunakan untuk diagnosis, mengurangi rasa sakit, serta mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan. Obat dalam arti luas ialah setiap zat kimia yang dapat mempengaruhi proses hidup,

Obat merupakan sediaan atau paduan bahanbahan yang siap untuk digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan Obat merupakan benda yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau memodifikasi proses kimia dalam tubuh. Obat merupakan senyawa kimia selain makanan yang bisa mempengaruhi organisme hidup, yang pemanfaatannya bisa untuk mendiagnosis, menyembuhkan, mencegah suatu penyakit.

Bahan Obat / Bahan Baku Semua bahan, baik yg berkhasiat maupun yg tidak berkhasiat, yg berubah maupun yg tidak berubah, yg digunakan dlm pengolahan obat. Obat Tradisional Merupakan bahan atau ramuan bahan yg berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (gelenik) atau campuran dari bahan tsb yg secara turun menurun telah digunakan utk pengobatan berdasarkan pengalaman Kosmetika Merupakan paduan bahan yg siap digunakan pd bagian luar badan (kulit, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan, tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.

Berdasarkan sumbernya obat digolongkan mjd 3 : 1. Obat Alamiah :


Obat yg tdp di alam yaitu pd :
Tumbuhan Hewan Mineneral : kuinin dan atropin : minyak ikan dan hormon : belerang dan KBr

2. Obat Semisintetik :
Obat hasil sintesis yg bahan dasarnya berasal dr bahan obat yg tdp di alam :
Morfin menjadi kodein Diosgenin menjadi progesteron

3. Obat Sintetik Murni :


Obat yg bahan dasarnya tidak berkasiat, setelah disintesis akan didptkan senyawa dgn khasiat farmakologis tertentu.
Analgesik antipiretik Antihistamin Diuretika

Berdasarkan jenisnya obat digolongkan menjadi 4 yaitu:


1. Obat Bebas, Obat yg ditandai dgn lingkaran berwarna hijau dgn tepi lingkaran berwarna hitam. Obat bebas umumnya berupa suplemen vitamin dan mineral, obat gosok, beberapa analgetik-antipiretik, dan beberapa antasida. Obat golongan ini dpt dibeli bebas di Apotek, toko obat, toko kelontong, warung. 2. Obat Bebas Terbatas, Obat yg ditandai dgn lingkaran berwarna biru dgn tepi lingkaran berwarna hitam. Contohnya : obat batuk, obat influenza, obat penghilang rasa analgetik-antipiretik, beberapa suplemen vitamin dan mineral, dan obat-obat antiseptika, obat tetes mata untuk iritasi ringan. Obat golongan ini hanya dapat dibeli di Apotek dan toko obat berizin.

3. Obat Keras, Obat yg pd kemasannya ditandai dgn lingkaran yg didlmnya tdp huruf K berwarna merah Obat yg hanya bisa didptkan di Apotek dgn resep dokter . Contohnya : obat jantung, obat diabetes, hormon, antibiotika, dan beberapa obat ulkus lambung. 4. Obat Narkotika, Obat yg berasal dr tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yg dpt menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dpt menimbulkan ketergantungan Obat ini pd kemasannya ditandai dgn lingkaran yg didlmnya tdp palang (+) berwarna merah. Obat Narkotika bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi dengan ketat, sehingga obat golongan narkotika hanya diperoleh di Apotek dgn resep dokter asli (tidak dapat menggunakan kopi resep). Contoh dari obat narkotika antara lain: codein, doperi, morfin, petidin, dan lain sebagainya. Dlm bidang kesehatan, obat-obat narkotika biasa digunakan sebagai anestesi/obat bius dan analgetik/obat penghilang rasa sakit.

Peran Obat Obat merupakan salah satu komponen yg tidak dpt tergantikan dlm pelayanan kesehatan. Obat berbeda dgn komoditas perdagangan, karena selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dlm pelayanan kesehatan karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dpt dilepaskan dari tindakan terapi dgn obat atau farmakoterapi. Seperti yg telah dituliskan pada pengertian obat diatas, maka peran obat secara umum adalah sebagai berikut:
1) Penetapan diagnosa 2) Untuk pencegahan penyakit 3) Menyembuhkan penyakit 4) Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan 5) Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu 6) Peningkatan kesehatan 7) Mengurangi rasa sakit

Nasib obat di dalam tubuh : Obat yg masuk ke dlm tubuh melalui berbagai cara pemberian umunya mengalami absorpsi, distribusi, dan pengikatan utk sampai di tempat kerja dan menimbulkan efek. Kemudian dgn atau tanpa biotransformasi, obat diekskresi dari dlm tubuh. Seluruh proses ini disebut dengan proses farmakokinetika dan berjalan serentak

1. Absorpsi dan Bioavailabilitas Absorpsi Proses penyerapan obat dari tempat pemberian. Bioavailabilitas Jumlah obat yg mencapai sirkulasi sistemik dlm bentuk utuh/aktif. Ini terjadi karena utk obat-obat tertentu, tidak semua yg diabsorpsi dari tempat pemberian akan mencapai sirkulasi sestemik. Sebagian akan dimetabolisme oleh enzim di dinding usus pd pemberian oral dan/atau di hati. Metabolisme ini disebut metabolisme atau eliminasi lintas pertama (first pass metabolism or elimination) atau eliminasi prasistemik. Eliminasi lintas pertama ini dpt dihindari atau dikurangi dgn cara pemberian parenteral (misalnya lidokain), sublingual (misalnya nitrogliserin), rektal, atau memberikannya bersama makanan

2. Distribusi Setelah diabsorpsi, obat akan didistribusi ke seluruh tubuh. Difusi ke ruang interstisial jaringan terjadi karena celah antarsel endotel kapiler mampu melewatkan semua molekul obat bebas, kecuali di otak. Obat yg mudah larut dla lemak akan melintasi membran sel dan terdistribusi ke dlm otak, sedangkan obat yg tidak larut dlm lemak akan sulit menembus membran sel sehingga distribusinya terbatas terutama di cairan ekstrasel. Distribusi juga dibatasi oleh ikatan obat pd protein plasma, hanya obat bebas yg dpt berdifusi dan mencapai keseimbangan.. Pengikatan obat oleh protein akan berkurang pd malnutrisi berat karena adanya defisiensi protein

3. Biotransformasi / Metabolisme Proses perubahan struktur kimia obat yg terjadi dlm tubuh dan dikatalis oleh enzim. Enzim metabolisme ini terutama terdapat dlm sel hati, tetapi juga terdapat di sel jaringan lain misalnya ginjal, paru, epitel, saluran cerna, dan plasma Pd proses ini molekul obat diubah menjadi lebih polar, artinya lebih mudah larut dalam air dan kurang larut dalam lemak sehingga lebih mudah diekskresi melalui ginjal. Selain itu, pada umumnya obat menjadi inaktif, sehingga biotransformasi sangat berperan dalam mengakhiri kerja obat. Tetapi, ada obat yg metabolitnya sama aktif, lebih aktif, atau toksik.

4. Ekskresi Ginjal merupakan organ ekskresi yg terpenting. Ekskresi disini merupakan resultante dari 3 proses, yakni filtrasi di glomerulus, sekresi aktif di tubuli proksimal, dan rearbsorpsi pasif di tubuli proksimal dan distal. Ekskresi obat melalui ginjal menurun pada gangguan fungsi ginjal sehingga dosis perlu diturunkan atau interval pemberian diperpanjang. Ekskresi obat juga terjadi melalui keringat, liur, air mata, air susu, dan rambut, tetapi dlm jumlah yg relatif kecil sekali sehingga tidak berarti dlm pengakhiran efek obat. Liur dpt digunakan sebagai pengganti darah untuk menentukan kadar obat tertentu. Rambut pun dapat digunakan untuk menemukan logam toksik, misalnya arsen, pada kedokteran forensik.