Tinjauan Kasus
Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Care
Pada Ny. I Dengan Presentasi Dahi
Di ruang Vk PKM Sentani
Tanggal
Jam
Tempat
Oleh
:
:
:
:
22 Februari 2016
10.00 Wit
Ruang Bersalin
Mhs. Siti Khotijah & Wa Yuliyanti
Presentasi Dahi
Presentasi dahi adalah keadaan dimana
kedudukan kepala berada di antara
fleksi dan defleksi maksimal, sehingga
dahi berada pada posisi tendah dan
tetap paling depan
SEMENTARA
akan berubah menjadi
presentasi muka atau belakang kepala
seiring majunya persalinan
Etiologi
Sama dengan etiologi letak muka
Yaitu Panggul sempit dan Anak besar
Diagnosa
1. Pada pemeriksaan luar
dada teraba seperti punggung, denyut
jantung janin terdengar lebih jelas di
bagian dada,yaitu pada sisi yang sama
dengan bagian-bagian kecil.
2. Pada pemeriksaan dalam
teraba sutura frontalis, yang bila diikuti,
teraba ubun-ubun besar pada ujung yang
satu dan pangkal hidung dan lingkaran
orbita pada ujung yang lain.
Mekanisme Persalinan
Kepala
turun
sirkumferensia
dan
masuk
PAP
maksillo-patietalis
melalui
dengan
sutura frontalis melintang. Setelah terjadi
moulage, dan
ukuran terbesar kepala sudah
masuk PAP Putaran paksi dalam dagu berputar
ke depan di bawah simfisis, sesudah berada di
depan, terjadi flesi sehingga ubun-ubun besar
dan belakang kepala lahir melewati perineum.
Kemudian terjadi defleksi, sehingga dagu dan
mulut lahir di dalam simpisis.
Prognosa
Jika menetap prognosa buruk, kecuali
jika ukuran/berat badan janin kecil maka
mungkin akan lahir normal pada bayi
besar atau normal kepala turun melalui
pintu atas panggul dengan sirkumferensia
maksilloparietalis (36 cm) yang lebih besar
daripada lingkaran pintu atas panggul.
Penanganan
- Jika pada akhir kala I kepala belum
masuk ke dalam rongga panggul, dapat
diusahakan mengubah presentasi dengan
perasat Thorn, tetapi jika tidak berhasil,
sebaiknya dilakukan seksio sesarea.
- Meskipun kepala sudah masuk ke rongga
panggul, tetapi bila kala II tidak
mengalami kemajuan sebaiknya juga
dilakukan seksio sesarea
Perasat thorn
Bayi yang lahir dalam presentasi dahi
menunjukkan kaput suksedaneum yang besar
pada dahi disertai moulage kepala yang
hebat.
LANGKAH I PENGKAJIAN
Data Dasar
Ibu
Suami
Nama : Ny. I
Nama
: Tn. Z
Umur : 19Tahun Umur
: 19 Tahun
Agama
: Islam
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMP
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan : IRT
Pekerjaan : Ojek
Suku
: Buton
Suku / Bangsa : Manado
Nikah : 1
Nikah
:1
Lama nikah : 1 Tahun Lama nikah
: 1 Tahun
Alamat rumah : Lembah Furia Alamat rumah
: Lembah Furia
Data Biologis
1. Keluhan Utama :
Ibu mengatakan sakit di perut bawah
sampai tembus tulang belakang
2. Riwayat keluhan utama :
Ibu mengatakan perut terasa sakit
sejak tadi pagi jam 07.00 Wit
3.
Riwayat kehamilan sekarang :
Gravida
= GI P0 A0
HPHT
= 18 05 2015
25 02 2016
ANC
= Ya 6 X PKM Sentani
TP =
Imunisasi TT = Ya (2 x)
Pergerakan janin dirasakan oleh ibu : Sejak kehamilan 20
mgg.
4. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
No
Umur
Kehamila
n
Jenis
Persalina
n
Penolong
Persalina
n
Jenis
Kelamin
BB
Keadaan
Ibu dan
Bayi
Lama Asi
Usia
Anak
Hamil
ini
5. Riwayat pola reproduksi :
Manarche umur : 12 tahun
Siklus haid : 28 hari
Durasi haid
: 5-6 hari
Banyaknya : 2 kali ganti pembalut
Sifat darah haid : Encer
Bau / warna
: Amis/merah segar
Gangguan waktu haid : Tidak ada
6. Riwayat keluarga berencana :
Pernah ber KB : Tidak pernah
Jenis kontrasepsi : Tidak pernah
Keadaan sekarang : Baik
7. Riwayat kesehatan lalu :
Penyakit yg pernah diderita : Tidak ada
Riwayat opname : Tidak pernah
Riwayat pembedahan : Tidak pernah
Penyakit serius yang diderita : Tidak ada
8. Riwayat keluarga :
Penyakit menular dalam keluarga :
Penyakit keturunan dalam keluarga :
Riwayat keluarga yang meninggal :
Riwayat persalinan kembar : Tidak
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
ada
9. Keadaan Psiko Sosial :
Klien
Suami
dilahirkan
: Senang dengan kehamilannya
: Menerima anak yang akan
10. Latar Belakang Sosial Budaya
Ibu dan suami berasal dari Suku Buton
dan Manado dan telah lama menetap di
Sentani
11. Dukungan dari keluarga
: Baik
12. Keadaan sosial ekonomi : Penghasilan
setiap bulan cukup untuk memenuhi
kebutuhan keluarga perbulan
no
Masalah
T1
T2
T3
Mual & Muntah
Ada
Nyeri ulu hati
Ada
Perut kembung
Sakit Perut
Pusing - Pusing
Mudah Lelah
Ada
Ada
Sakit Kepala
Ada
Ada
Gangguan
Pernapasan
Nyeri Pinggang
10
Konstipasi/Obsti
pasi
11
Kram Otot
Ada
12
Ngilu-Ngilu
Ada
13
Sakit gigi/caries
14
Haemoroid
15
Leuchorea
14. Riwayat kehidupan sehari-hari
No
Kegiatan
1.
Pola Nutrisi
-Frekuensi Makan
-Napsu Makan
-Makanan
kesukaan/minuman
-Makanan Pantangan
-Jumlah minum
sehari-hari
2.
3.
Kebiasaan yang
mempengaruhi
kehamilan
-Merokok
-Obat penenang
-Jamu/Obat
tradisional
Eliminasi BAB
-Frekuensi
-Bau dan Warna
-Konsistensi
T1
T2
T3
1-2x/hari
Kurang
Semua jenis
3-4x/hari
Baik
Semua Jenis
3-4x/hari
Kurang
Semua Jenis
Tidak ada
6-8
gelas/hari
Tidak Ada
7-8
gelas/hari
Tidak Ada
7-8
gelas/hari
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
1x/hari
Bau busuk
Lembek
1x/hari
Bau busuk
Lembek
1x/hari
Bau busuk
Lembek
4.
5.
Eliminasi BAK
-Frekuensi
- Bau/warna
Pola Tidur dan
Istirahat
-Tidur siang
- Tidur malam
6.
Olahraga dan
rekreasi
7.
Hygiene Personal
-Frekuensi mandi
-Pakai sabun mandi
-Dikeringkan dengan
handuk
-Frekuensi sikat gigi
-Sikat gigi dengan
odol
-Frekuensi cuci
rambut
-Memakai shampo
3-4x/hari
Amoniak/Ku
ning
4-6x/hari
Amoniak/ku
ning
4-5x/hari
Amoniak/ku
ning
1-2 jam
7 jam
1-2 jam
8 jam
1-2 jam
7 jam
Jarang
Jarang
Jalan pagi
2x /hari
Ya
Ya
2x/hari
Ya
Ya
2x/hari
Ya
Ya
2x/hari
Ya
2x
seminggu
Ya
2x/hari
Ya
2x
seminggu
Ya
2x/hari
Ya
2x
seminggu
Ya
III. Data Objektif
1. Keadaan Umum
Pemeriksaan tanda vital : TD = 100/70 mmHg
ND = 87 x/m
Res = 20 x/m
SB = 36,70 C
2. Pemeriksaan Fisik :
a. Berat Badan dan Tinggi Badan
BB sebelum hamil : 44 kg
TB : 151 cm
BB saat hamil : 55 Kg
Kenaikan BB : 11Kg
LILA : 24 cm
b. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Penampilan : Sesuai umur
4. Ekspresi : Tampak gelisah/kesakitan
c. Kepala :
Keadaan
: Bersih
d. Muka
Ekspresi : Meringis
Oedem : Tidak ada
Cloasma gravidarum : Ada
e. Mata
Conjungtiva : Tidak pucat
Sclera : Tidak ikterus
Penglihatan: Jelas
Kebersihan : Bersih
f. Hidung
Pengeluaran cairan : Tidak ada
Kebersihan : Bersih
g. Telinga
Lubang telinga : Bersih
Pendengaran : Jelas
h. Mulut
-. Gigi
Keadaan gigi : Baik
Caries : Tidak ada
Pemakaian gigi palsu : Tidak ada
- Gusi
Warna : Merah
Peradangan: Tidak ada
- Lidah
: Bersih
-. Bibir
Mukosa mulut : Lembab
Sariawan : Tidak ada
Mulut
: Tidak bau
Kebersihan : baik
i.
Leher
Kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran
Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran
j. Dada
Inspeksi
- Pernafasan
: Normal
- Payudara
: Simetris K/K, membesar
- Puting susu
: Menonjol
- Kebersihan
: Baik
- Kulit : Tegang
- Hyperpigmentasi Areola : Ada
Palpasi
- Pengeluaran colostrum : Ada
- Pembesaran kelenjar Axila : Tidak ada
k. Abdomen
- Perut : Membesar sesuai usia kehamilan
- Striae : Ada
- Keadaan pusat : Bersih
- Bekas operasi : Tidak ada
l. Vulva/Vagina
- Keadaan perineum : Baik
- Flour albus
: Tidak ada
- Varices
: Tidak
- Pengeluaran
: Lendir campur darah
m. Tungkai bawah
- Bentuk
: Simetris K/K
- Oedem
: Tidak ada
- Varices
: Tidak ada
- Refleks Patella : (+) kanan/kiri
n. Pemeriksaan Jantung dan Paru Paru
Jantung
: Tidak diperiksa
Paru Paru
: Tidak diperiksa
3. Pemeriksaan Obstetrik
a. Palpasi secara Leopold
Leopold I : Teraba bulat lunak tidak melenting, TFU 26 cm
Leopold II : Teraba keras, memanjang dibagian kanan
dinding perut ibu
Leopold III : Teraba bulat, keras melenting
Leopold IV : Bagian terendah (3/5)
His :
- Frekuensi : 3 x dalam 10 menit
- Durasi : 30 detik
- Kekuatan : Sedang
- Relaksasi : Ada
- Gerakan janin : Kuat
b. Auskultasi
Denyut jantung janin : (+)
Frekuensi : 148 x/menit
Irama : Teratur
c. Tafsiran berat janin : (26 11) x 155 = 2325 gr
(Rumus Jonhson Tausak)
d. Pemeriksaan dalam
Tgl 18 - 02 - 2016
Jam 18.30 Wit
Vulva/Vagina : Tidak ada kelainan
Portio : Tebal, lunak
Pembukaan : 4 cm
Ketuban : (+)
Presentase : Kepala
Petunjuk : UUK kiri depan
Penurunan : 3/5 (Hodge 2)
Kesan panggul: Cukup
Pengeluaran : Lendir campur darah
f.
Pemeriksaan laboratorium
Tgl 12 - 09 - 2015
-Darah
Hb : Tidak dilakukan
Golongan darah : Tidak Ddilakukan
[Link] Radiologi
Rontgen : Tidak dilakukan
USG : Tidak dilakukan
LANGKAH II : INTERPRESTASI DATA DASAR
Diagnosa
Ibu : Ny I Umur 19 thn, G I P 0 A0 umur kehamilan
38 minggu, inpartu kala I, Fase aktif, normal
Janin
: Intra uteri, tunggal, hidup, presentase kepala,
normal
Dasar
DS : Ibu mengatakan sakit di bawah perut tembus sampai
tulang
belakang
DO
: Keadaan umum : Baik
Kesadaran = cm
Tanda tanda vital = TD : 100/70 mmHg, N : 87 x/m,
20 x/m, SB: 36,7 C.
G 1, P 0, A 0
HPHT : 18 05 2015 TP : 26 - 03 2016
R:
Palpasi
Leopold I : Teraba bulat lunak tidak melenting, TFU
26
cm
Leopold II : Teraba keras, memanjang dibagian kanan
dinding perut ibu
Leopold III : Teraba bulat, keras melenting
Leopold IV : Bagian terendah (3/5)
Kontraksi
Frekuensi
: 3 x /10 menit
Lamanya
: 30 detik, kuat, relaksasi baik
Auskultasi
BJA
: 148 x/m
Pemeriksaan dalam
Tgl 18 - 02 - 2016
Jam 18.30 Wit
Vulva/Vagina
: Tidak ada kelainan
Portio
: Tipis, lunak
Pembukaan
: 4 cm
Ketuban
: (+)
Presentase
: Kepala
Petunjuk
: UUK kiri depan
Penurunan
: 3/5 (Hodge 2)
Kesan panggul
: Cukup
LANGKAH III : MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi partus lama
LANGKAH IV : TINDAKAN SEGERA
Tidak Ada
LANGKAH
V : RENCANA ASUHAN
1. Informasikan hasil pemeriksaan pada ibu
Rasional : Informasi yang adekuat, dapat meningkatkan
sikap positif dan rasa percaya diri pada ibu.
2. Lakukan pemeriksaan Leopold
Rasional : Untuk mengetahui letak, posisi, bagian
terendah janin sudah masuk PAP
3. Observasi HIS dan BJA setiap 30 menit
Rasional : Dengan monitor HIS dan BJA tiap 30 menit
dapat diketahui kesejahteraan janin
4. Observasi TTV setiap 30 menit
Rasional : Untuk mengetahui keadaan umum ibu
5. Hadirkan suami atau keluarga terdekat
Rasional : Kehadiran suami atau keluarga terdekat dapat membuat ibu
merasa tenang dalam menghadapi persalinan.
6. Ajarkan ibu teknik relaksasi pernapasan
Rasional : Dengan teknik relaksasi pernafasan, ibu dapat mengatur
pernafasan dalam proses persalinan.
7. Anjurkan ibu tidur miring kiri
Rasional : Dengan tidur miring dapat mempercepat proses penurunan
bagian terendah janin.
8. Buat dan pantau kemajuan persalinan dengan mengisi parthograf tiap
4 jam
Rasional : Dengan memantau hasil observasi tiap pemeriksaan dapat
diketahui kesejahteraan ibu dan bayi serta dapat segera mengambil
tindakan.
9. Beri makan dan minum pada ibu
Rasional : Makan dan minum adalah sumber energi guna mendukung
keadaan ibu.
10. Siapkan partus set dan obat uterotonika
Rasional : Dengan menyiapkan alat partus dan obat-obatan akan
mempermudah dalam bekerja
11.
Siapkan pakaian ibu dan bayi
Rasional : Untuk memudahkan pekerjacn penolong dan
untuk mememberi rasa nyaman pada ibu dan bayi.
12.
Beri ibu support
Rasional : Dengan memberi suport ibu akan bertambah
semangat dalam menghadapi persalinan.
13.
Kosongkan kandung kencing tiap 2 jam
Rasional : Dengan mengosongkan kandung kencing
mempermudah proses penurunan kepala.
14. Pasang infus D5 diguyur.
LANGKAH VI : IMPLEMENTASI
Tanggal 18 - 02 - 2016 Jam : 18.30 Wit
1. Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu
2. Mengbservasi HIS dan BJA setiap 30 menit
3. Mengobservasi TTV setiap 30 menit
4. Menghadirkan suami atau keluarga terdekat
5. Mengajarkan ibu teknik relaksasi pernapasan
6. Menganjurkan ibu tidur miring kiri
7. Membuat dan memantau kemajuan persalinan dengan
mengisi parthograf tiap 4 jam
8. Memberi makan dan minum pada ibu
9. Menyiapkan partus set dan obat uterotonika
[Link] pakaian ibu dan bayi
[Link] ibu
[Link] kandung kencing tiap 2 jam
13. Memasang infus D5 diguyur.
LANGKAH VII : EVALUASI
Tanggal 18 - 02 - 2016 Jam : 19.15 Wit
1. Telah di informasikan dan ibu mengerti
2. Melakukan pemeriksaan Leopold
Leopold I
: Teraba bulat lunak tidak melenting, TFU 26
cm
Leopold II
: Teraba keras, memanjang dibagian kanan
dinding perut ibu
Leopold III
: Teraba bulat, keras melenting
Leopold IV
: Bagian terendah (3/5)
3. His dan BJA dalam batas normal
4. TTV batas normal
5. Suami dan keluarga telah hadir
6. Ibu mengerti teknik relaksasi dan pernapasan
yang diajarkan
7. Ibu telah melakukan tidur miring kiri
8. Mengisi parthograf tiap 4 jam
9. Ibu sudah makan dan minum
[Link] disiapkan partus set dan obat uterotonika
[Link] ibu dan bayi sudah disiapkan
[Link] ibu
13. Ibu telah berkemih.
14. Infus telah terpasang
ASUHAN KEBIDANAN KALA II
LANGKAH I : PENGKAJIAN DATA DASAR
DS :
Ibu mengeluh sakit semakin sering dan kuat
Ibu merasa ingin BAB
DO :
Keadaan umum baik
Kesadaran compos mentis
Tanda vital
TD : 110/80 mmHg
ND : 80 x menit
Res : 20 x menit
SB : 36,5C
Nampak vulva dan anus membuka
Perineum meregang
His:
- Frekuensi : 3x/10 menit
- Durasi : 35 detik
- Relaksasi : Baik
- Kekuatan : sedang
BJA : 129x/menit
Hasil PD jam 09.00 Wit
- Vulva/vagina : Tidak ada kelainan
- Portio : Tidak teraba
- Pembukaan : Lengkap (10cm)
- Ketuban : (+)
- Presentase : Kepala
- Petunjuk : UUK kiri depan
- Penurunan : 0/5 (Hodge 4)
- Kesan panggul : Cukup
LANGKAH II : INTEPPRESTASI DATA DASAR
Diagnosa :
Ibu
: Umur 19 thn, GI P 0 A 0 umur kehamilan 38
minggu, inpartu kala II dengan presentase dahi
Janin : Intra uteri, tunggal, hidup, presentase dahi
Dasar
Ibu merasa sakit belakang dan di bawah pusat semakin kuat
dan sering
Ibu merasa ingin BAB
His
Frekuensi : 3x / 10 menit
Durasi : 35 detik
Relaksasi : Baik
Kekuatan : sedang
BJA (+) 129 x / menit
Vulva dan anus membuka
Perineum meregang
Umur kehamilan 38 minggu
Ketuban putih jernih
Tanda-tanda vital
TD : 110/80 mmHg
ND : 80 x menit
Res: 20 x menit
SB : 36,5C
Hasil PD
Vulva/Vagina
: Tidak ada kelainan
Portio
: Tidak teraba
Pembukaan
: 10 cm (lengkap)
Ketuban
: (-)
Warna
: Putih jernih
Presentase
: Kepala
Petunjuk
: UUK kiri depan
Penurunan
: 0/5 (Hodge 4)
LANGKAH III : MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi partus lama
Potensial terjadi perdarahan
LANGKAH IV : TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
LANGKAH V : RENCANA ASUHAN
1. Pastikan pembukaan sudah lengkap
Rasional : Untuk mengatahui kemajuan persalinan
2. Informasikan hasil pemeriksaan
Rasional : Agar ibu dapat mengetahui tentang
keadaannya serta kemajuan persalinan.
3. Ajar ibu teknik mengedan yang baik dan benar
Rasional : Agar saat ada kontraksi ibu dapat mengedan
dengan baik dan penurunan bagian terendah janin tidak
terlalu lama dilahirkan
4. Hadirkan suami atau keluarga terdekat
Rasional : Untuk mengurangi kecemaasan pada ibu.
5. Anjurkan suami atau keluarga beri minum diluar his
Rasional : Untuk menambah tenaga ibu.
6. Pimpin ibu mengedan pada saat ada his dan perasaan mau
mengedan
Rasional : His dan tenaga ibu mengedan akan mendorong
anak lahir.
7. Ganti cairan infus dengan RL + drip oxytocin 10 UI dengan
kecepatan 15 tetes/menit.
Rasional : Agar his ibu kuat dan teratur
8. Beri pujian pada ibu
Rasional : Agar ibu tetap bersemangat untuk mengedan
9. Letakkan handuk diatas perut ibu dan alas underderpet
dibawah bokong ibu
Rasional : Handuk untuk membungkus bayi saat lahir dan
underpet biar semua kotoran dapat diserap dan tidak
mengotori ibu.
10.
Dekatkan alat dan buka bak steril
11.
Pakai sarung tangan
Rasional : Untuk mencegah terjadinya infeksi
12.
Lakukan vulva hygiene
Rasional : Untuk mencegah masuknya microorganisma ke dalam
tubuh.
13.
Lakukan penahanan perineum saat kepala mencapai diameter 5-6
cm
Rasional : Untuk mencegah terjadinya robekan perineum
14.
Cek lilitan tali pusat
Rasional : Untuk menentukan apakah ada lilitan tali pusat atau tidak.
15.
Biarkan kepala melakukan putaran paksi luar
Rasional : Agar tidak terjadi trauma pada kepala
16.
Cekap kepala bayi secara biparetal
Rasional : Untuk memudahkan melahirkan bahu depan dan bahu
belakang.
17.
Lakukan sangah susur untuk melahirkan badan anak secara
keseluruhan
Rasional : untuk melahirkan badan bayi secara keseluruhan
[Link] keadaan bayi
Rasional : Untuk mengetahui keadaan bayi
[Link] bayi diatas perut ibu
Rasional : Untuk meningkatkan hubungan kasih sayang
antar ibu dan bayi
[Link] jam tanggal kelahiran
Rasional : Untuk mengetahui jam dan tanggal lahir bayi
lahir.
LANGKAH VI : IMPLEMENTASI
Tanggal 19 - 02- 2016
Jam : 09.00 Wit
1. Memastikan pembukaan sudah lengkap
2. Menginformasikan hasil pemeriksaan
3. Mengajar ibu teknik mengedan yang baik dan benar
4. Menghadirkan suami atau keluarga terdekat
5. Menganjurkan suami atau keluarga beri minum diluar his
6. Memimpin ibu mengedan pada saat ada his dan perasaan
mau mengedan
7. Mengganti cairan infus dengan RL + drip oxytocin 10 UI
dengan kecepatan 15 tetes/menit
8. Memberi pujian pada ibu
9. Meletakkan handuk diatas perut ibu dan alas underpad dibawah
bokong ibu.
[Link] alat dan buka bak steril
[Link] sarung tangan
[Link] vulva hygiene
[Link] penahanan perineum saat kepala mencapai diameter 56 cm
[Link] lilitan tali pusat
[Link] kepala melakukan putaran paksi luar
[Link] kepala bayi secara biparetal, dibawah kebawah untuk
melahirkan bahu depan dan dibawah keatas untuk melahirkan
bahu belakang, sangga kepala, susur punggung bayi ke arah
bokong bayi dan cekap kedua kaki bayi, maka lahirlah seorang
bayi laki laki.
[Link] keadaan bayi
[Link] bayi diatas perut ibu
[Link] bayi diatas perut ibu
[Link] jam tanggal kelahiran
LANGKAH VII : EVALUASI
Tanggal : 19 - 02 - 2016 Jam : 11.00 Wit
1. Ibu mengatakan sangat gembira dan bahagia karena anaknya lahir
dengan selamat
2. Ibu mengatakan perut masih terasa mules
3. Ibu merasa haus dan lelah
4. Bayi lahir spontan, letak belakang kepala
Jenis kelamin : Laki-laki
BB : 2500 gram
Apgar score : 8/9
PB : 49 cm
Cacad : LK : 34 cm
Caput : LD : 35 cm
5. Ibu keadaan umum baik, kesadaran compos mentis
6. Placenta belum lahir
ASUHAN KEBIDANAN KALA III
LANGKAH I : PENGUMPULAN DATA
Tanggal 19 - 02- 2016 Jam 11.00 Wit
DS:
Ibu mengeluh perut mules dibagian bawah
Placenta belum lahir
DO:
Keadaan umum baik
Kesadaran compos mentis
Tanda-tanda vital :
TD : 110/80 mmHg
ND : 80 x menit
Res : 20 x menit
SB : 37C
Kontraksi Uterus keras
Perdarahan pervaginam + 100 cc
Tali pusat nampak menjulur di vagina
Placenta belum lahir
LANGKAH II : INTERPRESTASI DATA DASAR
Diagnosa :
Ibu : Umur 19 thn, P 1 A 0 , inpartu kala III, Normal
DS : Ibu merasa mules
DO :
- Plasenta belum lahir
- Tali pusat nampak menjulur di vagina
- Kontraksi uterus baik
- Perdarahan + 100 cc
LANGKAH III : MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadinya retensio plasenta
Potensial terjadi perdarahan
LANGKAH IV : PENANGANAN SEGERA
MAK III (Manajemen Aktif Kala III)
LANGKAH V : PERENCANAAN ASUHAN
1. Cek fundus uteri
2. Beri injeksi oxytocin 10 UI ( I ampul) IM
3. Lakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali (PTT),
4. Injeksi oxytocin ke 2 10 UI
5. Drip oxytocin 20 UI kecepatan 20 tetes/menit
6. Pindahkan klem
7. Lahirkan plasenta dengan peregangan tali pusat terkendali
8. Lakukan massase uterus
9. Periksa kelengkapan plasenta
10. Lakukan pemeriksaan jalan lahir
11. Nilai kontraksi uterus
12. Ajarkan ibu cara massase uterus
13. Ukur perdarahan Kala III
14. Periksa TTV
LANGKAH VI : IMPLEMENTASI
Tanggal 19 - 02 - 2015 Jam : 11.01 Wit
1. Mengecek fundus uteri
2. Memberi injeksi oxytocin 10 UI ( I ampul) IM
3. Melakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali (PTT)
4. Memberi injeksi oxytocin ke 2 10 UI
5. Mendrip oxytocin 20 UI kecepatan 20 tetes/menit
6. Memindahkan klem
7. Melahirkan plasenta dengan peregangan tali pusat terkendali
8. Melakukan massase uterus
9. Memeriksa kelengkapan plasenta
[Link] pemeriksaan jalan lahir
[Link] kontraksi uterus
[Link] ibu cara massase uterus
[Link] perdarahan Kala III
[Link] TTV
LANGKAH VII : EVALUASI
Tanggal: 19 - 02- 2015 Jam 11.55 Wit
S :
Ibu merasa lega karena ari-ari sudah lahir
Ibu merasa capek dan lelah
O:
Plasenta :
Placenta lahir spontan lengkap dengan selaput dan kotiledon
Insersio tali pusat : Centralis
Kotiledon : Utuh + selaput
Panjang tali pusat : 50 cm
Berat placenta : 500 gram
Diameter : 18 x 17 x 1,5 cm
Kontraksi utereus : Baik
Tinggi fundus uteri : 2 jari dibawah pusat
Jumlah perdarahan : + 150 cc
Keadaan umum ibu : Baik
Tanda-tanda vital
- TD : 120/80 mmHg
- ND : 80 x menit
- Res : 24 x menit
- SB : 37C
A : Ibu Umur 19 tahun P I A 0 Partus Kala III, normal
P : Observasi TTV, kontraksi Uterus, TFU dan
perdarahan
ASUHAN KEBIDANAN PADA KALA IV
LANGKAH I : PENGKAJIAN
DS :
Ibu merasa senang karena plasenta telah lahir
Ibu mengatakan perut terasa mules dan nyeri pada jalan lahir
DO :
Tanggal 19 - 02 - 2016 Jam : 11.56 Wit
Plasenta lahir spontan, lengkap dengan kotiledon dan
selaputnya
Perineum ruptur tingkat 3, hecting jelujur
Jumlah darah + 150 cc
Kontraksi uterus baik (keras)
TFU : 2 jari bawah [usat
Kandung kemih kosong
TTV (TD : 120/80 mmHg, N : 80 x/m, R : 24 x/m, SB : 37,2 0C)
LANGKAH II : INTERPRETASI DATA DASAR
Diagnosa :
Ibu umur 22 tahun, P I A0 Partus Kala IV dengan Ruptur perineum
tingkat 3
LANGKAH III :
MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi perdarahan post partum.
Potensial terjadi infeksi pada perineum
LANGKAH IV : PENANGANAN SEGERA
Hecting perineum
LANGKAH V : RENCANA ASUHAN
1. Siapkan alat alat hecting
2. Siapkan lingkungan ibu
3. Siapkan penolong
4. Beritahu ibu
5. Lakukan anestesi lokal (bila perlu)
6. Lakukan penjahitan perineum
7. Periksa perineum pasca hecting
8. Bersihkan ibu dilengkapi dengan pakaian
9. Periksa : -TTV 15 menit pada jam ke-1
- kontraksi
- Perdarahan, kandung kemih tiap 15 menit pada jam
ke 1 dan 30 menit pada jam ke -2
10. Berikan asupan makanan dan minum
11. Anjurkan menyusui bayi
12. Anjurkan pengosongan kandung kemih
13. Dekontaminasi alat-alat bekas pakai dalam larutan clorin
0,5 % 10 menit.
14. Buat laporan dan lengkapi partograf
LANGKAH VI : IMPLEMENTASI
Tanggal : 19 - 02 - 2016 Jam 11.56 wit
[Link] alat alat hecting
[Link] lingkungan ibu
[Link] tangan dengan handscoen yang bersih
4. Memberitahu ibu sebelum penjahitan
5. Melakukan anestesi lokal dengan lidocain 1% pada daerah
perineum
6. Melakukan penjahitan perineum 1 cm dari puncak luka dan
jahit secara jelujur
7. Memeriksa perineum pasca hecting
8. Membersihkan ibu dilengkapi dengan pakaian
9. Memeriksa :
- TTV 15 menit pada jam 1 dan 30 menit pada jam ke 2 (TD :
120/80 mmHg, ND : 80 x/m, R : 20 x/m, SB : 37C)
- Kontraksi baik
- Perdarahan : sedikit
- Kandung Kemih kosong
[Link] asupan makanan dan minum
[Link] ibu menyusui bayi
[Link] pengosongan kandung kemih
[Link] alat-alat bekas pakai dalam larutan clorin
05 % 10 menit.
[Link] laporan dan melengkapi partograf
LANGKAH VII : EVALUASI
Tanggal 19 - 02 - 2016 Jam 15.10 wit
1. Perineum :
-Ruptura di hecting jelujur dengan benang cadgut
-Perdarahan sedikit
-Keadaan Umum : Baik
2. TTV ( TD : 120/80 mmHg, ND : 80 x/m, R : 20 x/m, SB : 370C)
3. Palpasi : TFU : 2 jari bawah pusat
Kontraksi : keras
Kandung kemih : Kosong
4. Ibu sudah makan dan minum
5. Ibu sedang menyusui bayinya
6. Alat didekontaminasi
7. Laporan partograf sudah dibuat/dilengkapi
8. Jam 15.10 Wit ibu sudah dipindahkan ke Ruang Rawat Gabung.
Terima Kasih