Anda di halaman 1dari 11

Supercritical Fluid

Extraction pada Rose


Oil
Oleh :
1. Sayekti Kurniati (13/40843)
2. Olivia Widya Rochmi (13/40847)
3. Rifka Annisa Pranata (13/40860)
4. Lenny (13/41059)

Definisi SFE

Supercritical Fluid Extraction (SFE) adalah suatu


proses
pemisahan
satu
komponen
dari
komponen lain, dengan menggunakan fluida
superkritis sebagai extracting solvent.
Contoh fluida superkritis yang biasa digunakan
yaitu karbon dioksida (CO2), terkadang
dimodifikasi
oleh solven
Kondisi ekstraksi
untuk lain seperti metanol
atau
etanol.
karbon
dioksida
superkritis yaitu diatas
suhu kritis 31,10 C dan
tekanan kritis 73 atm.

Rose Oil
Minyak mawar (rose oil) adalah minyak esensial yang diekstrak dari
kelopak bunga mawar. Di industri, dikenal dua tipe rose oil yaitu :
a. Rose Otto : adalah rose oil yang didapatkan dengan cara distilasi
kukus. Rose otto biasanya berwarna hijau gelap. Pada suhu kamar,
rose otto akan membentuk padatan putih yang akan hilang apabila
rose otto dipanaskan. Kekurangan dari rose otto adalah wanginya
tidak terlalu kuat dan tidak segar. Rose otto biasanya digunakan di
produk-produk perawatan kulit.
b. Rose Absolute : adalah
rose oil yang didapatkan
dengan
cara
solvent
extraction/supercritical
fluid extraction.
Rose
absolute berwarna cokelat
kemerahan dan tidak ada
padatannya.
Dibanding
dengan rose otto, rose
absolute mempunyai wangi
yang lebih kuat dan tahan
lama.
Rose
absolute

Kegunaan Rose Oil


Minyak mawar (rose oil) memiliki kegunaan antara lain :
a. Memiliki banyak manfaat untuk kulit seperti
menghaluskan, membersihkan wajah, mencegah jerawat,
mengobati kulit iristasi, mengurangi kantung mata.
b. Banyak digunakan untuk parfum.
c. Dapat membantu pertumbuhan rambut.
d. Dapat digunakan sebagai anti bakteria.
e. Sebagai minyak aromaterapi, rose oil memiliki manfaat
antara lain untuk meningkatkan rasa percaya diri,
melawan depresi, membantu pengurangan tekanan darah
dan pusing, dll.

Pembuatan Rose Oil


Ada tiga cara pembuatan rose oil, yaitu :
a. Distilasi Kukus.
b. Solvent Extraction.
c. Supercritical Fluid Extraction.

Sample yang digunakan berupa tanaman mawar


Pembuatan
geranium yangRose
telahOil
di dengan
keringkanSupercrtical
dengan udara
Fluid
Extraction
ruangan
selama 15 jam.
Mawar tersebut kemudian diletakkan di dalam oven.
Oven di set pada kondisi operasi untuk ekstraksi.
Mawar dikontakkan dengan CO2 superkritis selama 2
jam.
Setelah itu, dilakukan pemisahan (extract recovery),
dengan menggunakan 1 separator yang diletakkkan
setelah VR2.
Separator tersebut ditempatkan pada cooling bath
yang berisi campuran es dan garam pada suhu -10C
sampai -5C. Karena sedikitnya ekstrak yang dapat di
recovery, maka digunakan solvent trap berupa
hexana.
Setelah ekstraksi selesai dilakukan, tube dan valve
dicuci dengan solven yang sama untuk mengambil
ekstrak yang mungkin terkondensasi di sana, lalu

Layout SFE

Kondisi Operasi SFE Rose Oil

Kelebihan ekstraksi rose oil menggunakan SFE


(fluida yang digunakan adalah CO2) :
Alat SFE untuk ekstrasi rose oil sudah compact,
sehingga
tidak
memerlukan
banyak
space
ruangan.
Kebutuhan panas lebih sedikit dibandingkan proses
konvensional karena tidak memerlukan pemanas
untuk ekstraktor.
Yield yang dihasilakan lebih selektif dibandingkan
dengan proses konvensioanal seperti ekstraksi
menggunakan hexana. Yield proses konvensional
banyak mengandung pengotor .
Waktu tidak terlalu berpengaruh untuk ekstraksi
SFE ini , kalaupun digunakan waktu yang lama
untuk ekstrasi, yield yang dihasilkan tetap sama
jumlahnya.
Suhu operasi yang digunak tidak terlalu besar,
karena pada suhu 40-100oC yield yang dihasilkan

Kelemahan ekstraksi rose geranium oil


menggunakan SFE (fluida yang digunakan adalah
CO2) :
Tekanan yang digunakan untuk ekstraksi ini
cukup besar, sehingga aspek keselamatan
sangat riskan.
Tanaman yang digunakan harus dalam keadaan
segar dan sudah diotong potong menjadi
bagian kecil supaya yield yang dihasilkan besar.
Investasi alat SFE ini mahal.