Anda di halaman 1dari 18

STRUKTUR DAN FUNGSI SITOKROM

DALAM SISTEM BIOLOGIS

Angga Setiawan 12630001


Umi Atika 12630020

Sitokrom
Protein mengandung satu rantai tunggal
polipeptida dari kira-kira 100 residu dan satu
gugus heme, yang dalam hal ini secara
kovalen terikat pada polipeptida
Besi pada hemoprotein pengikat oksigen
harus dalam bentuk ion Ferro (Fe 2+) yang
tereduksi, tetapi besi pada sitokrom berada
dalam keadaan bergantian antara teroksidasi
(Fe3+) dan tereduksi (Fe2+) dalam rantai
transport elektron pada proses fosforilasi
oksidatif di mitokondria.

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul-rosul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan Neraca (Keadilan)supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, supaya merekan mempergunakan besi itu) dan supaya Allah Mengetahui siapa yang menolong (Agama)-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Struktur sitokrom
Sitokrom ini dibedakan lagi berdasarkan
struktur hem yang diikatnya yaitu hem tipe
a, b, dan c, sehingga dibagi atas sitokrom
tipe a, b, dan c .
sitokrom c merupakan protein heme yang
kecil (BM 12.400)

Hem dari sitokrom c dan c1, yang berikatan secara


kovalen dengan gugusan sulfhidril dari dua sistein

Heme terdiri atas bagian organik dan suatu


atom besi. Bagian organik protoporfirin
tersusun dari empat cincin pirol.
Keempat nya terikat satu sama lain melalui
jembatan
metenil,
membentuk
cincin
tetrapirol. Empat rantai samping metil, dua
rantai samping vinil dan dua rantai samping
propionil terikat kecincin tetrapirol tersebut.
Atom besi didalam heme mengikat keempat
atom nitrogen dipusat cincin protoporfirin.

Fungsi sitokrom

Transpor elektron yang berlangsung pada


(membran dalam) mitokondria.

Sistem transfer elektron

NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan


elektron berenergi tinggi ditransfer ke koenzim
Q menjadi ATP.
koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain
melepaskan elektron, koenzim Q juga
melepaskan 2 ion H+.
Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom
c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi
sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan
cukup energi untuk menyatukan ADP dan
fosfat anorganik menjadi ATP.
sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini
merupakan akhir dari rantai transpor elektron.

Sitokrom a dioksidasi oleh sebuah atom oksigen,


yang merupakan zat yang paling elektronegatif
dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor
terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari
sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung
dengan ion H+yang dihasilkan dari oksidasi
koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H 2O).
Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan
energi yang cukup besar untuk dapat
menyatukan ADP dan gugus fosfat organik
menjadi ATP..

Sitokrom P450
yaitu suatu enzim monooksigenase
(oksigenase) yang merupakan anggota dari
kelompok enzim oksido reduktase.
Mono oksigenase ini mengkatalisis
pemasukkan satu atom O dari molekul O2
kedalam substrat (R) sedangkan atom O
lainnya direduksi menjadi air.

Sitokrom P450
Berperanan pada fase I metabolisme bermacam
xenobiotik (>50 % obat menurunkan,
meningkatkan, tidak berpengaruh pada aktivitas
obat)
Juga berperanan pada metabolisme senyawa
endogen (mis. Steroid)
Merupakan hemoprotein
Memiliki spesifitas substrat luas bereaksi
pada berbagai macam senyawa

Katalisator serbaguna 60 tipe reaksi


Prinsip reaksi : Mengkatalisa pengikatan satu
atom O pada substrat, sedang atom O yg lain
direduksi menjadi H2O
Produk : lebih larut air ekskresi
Dapat ditemukan di berbagai jaringan, terutama
liver (retikulum endoplasasma halus,
mitokondria)
Kadang, dapat menghasilkan produk karsinogenik

Beberapa sifat sitokrom P450 antara lain :


1.Terlibat dalam metabolism xenobiotik faseI (50%
dari obat-obatan).
2.Terlibat dalam metabolism senyawa endogen
(steroid)
3.Semua sitokrom p450 adalah hemoprotein
4.Merupakan katalisator (mengkatalisasi 60 tipe
reaksi)
5.Produk hidoksilasinya lebih larut dalam air daripada
substratnya.
6.Pada beberapa keadaan produknya bersifat
mutagenic/karsiogenik.

Apabila protein sitokrom P450 tidak berfugsi dengan


baik ada beberapa hal yang akan terjadi, yaitu:
1.Gangguan interaksi obat didalam tubuh.
2. Kekurangan pembentukan aldosteron, tetapi tidak
ada gangguan sintesis kortisol dan hormone
kelamin
3. Radikal bebas superoksida dapat menyebabkan
keracunan oksigen,
4. Cidera sel
5. Kanker
6. Penurunan sistesis kortisol

Kesimpulan
Sitokrom
merupakan
jenis
protein
pentransfer yang mengandung gugus heme
yang atom besinya berisolasi antara Fe 3+
dengan Fe2+. Kebanyakan sitokrom terdapat
dalam membrane mitokondria dan berfungsi
terhadap metabolism tubuh. Selain berperan
dalam transfer electron dalam membrane
mitokondria, sitokrom juga memiliki fungsi lain
dengan berbagai jenis sitokrom. Misalnya
sitokrom
P450
sebagai
katalisator
dan
membantu proses hidroksilasi atau penguraian.

Hati yang berbahagia adalah yang gemar


mendengar nasehat
Berbinar-binar menyimak ilmu
Dan bergegas melihat setiap peluang
Tuk selalu dapat beramal shaleh
(Rahmat Rijalun)