Anda di halaman 1dari 11

Bardiatul Azkia 25010114120104

Evi Lyani Br G 25010114120111


Rini Indah S 25010114130211
Merry Wenda 25010115183031
Tahun 1811 yodium ditemukan dalam ganggang laut oleh
Bernard Courtois

berasal dari kata iodeyang dalam bahasa Yunani artinya


berwarna ungu
Bahan makanan yang banyak mengandung yodium adalah
seafood

Selain itu juga terdapat dalam buah-buahan dan sayuran


seperti stroberi, apel. dan jeruk, tergantung pada kandungan
yodium dalam tanah dan air tempat tumbuhan tersebut
ditanam (Sudoyo, 2009).

Sumber yodium lain adalah garam dan air yang difortifikasi


Yodium diabsorbsi dalam bentuk iodida. Dalam bentuk ikatan
organic dalam makanan hewani hanya separuh dari yodium
yang dikonsumsi dapat diabsorbsi.
Konsumsi normal sebanyak 100-150 g/hari.
Ekskresi dilakukan melalui ginjal dan jumlahnya berkaitan
dengan yang dikonsumsi.
Kelebihan yodium dikeluarkan melalui urine dan sedikitnya
melalui fese yang berasal dari cadangan empedu.
Patokan untuk asupan iodium yang optimal adalah antara 150
- 300 mikrogram (g) per hari atau berdasarkan nilai median
Ekskresi Iodium Urin (EIU) antara 100-199 g per liter.

Untuk mendapatkan asupan iodium yang cukup telah


disepakati dilakukan program fortifikasi iodium kedalam
garam menggunakan patokan 15 miligram iodium per kilogram
garam atau 15 part per million (ppm) iodium.

Di Indonesia, fortifikasi iodium kedalam garam mengikuti


standar nasional industri (SNI) yaitu minimum 30 ppm kalium
iodat.
Nilai normal median EIU menurut kriteria WHO 2007 adalah
100-199 mg/L, sehingga daerah dengan nilai median kurang
dari 100 mg/l menunjukkan bahwa daerah tersebut kekurangan
yodium.
Kondisi Asupan Iodium dan Status Iodium Pada Populasi berdasarkan
Nilai Median EIU (mg/L).

Median EIU (mg/L) Asupan Iodium Status Iodium


<20 Kurang Berat
20-49 Kurang Sedang
50-99 Kurang Ringan
100-199 Cukup Optimum
200-299 Lebih Risiko kelainan
pada asupan
iodium
>299 Sangat kelebihan Berisiko terjadi
penyakit tiroid

Sumber : Balai Litbang GAKY Magelang Kementerian Kesehatan,2015


Angka kecukupan (asupan) yodium yang dianjurkan (dalam ( g/d)
berdasarkan kisaran umur atau kondisi, WNPG 2004 sebagai
berikut :
0 59 bulan = 90 mg/d
6 12 tahun = 120 mg/d
12 tahun ke atas = 150 mg/d
Ibu hamil dan menyusui = 200 mg/d
Fungsi yodium adalah sebagai komponen esensial tiroksin dan
kelenjar tiroid. Peranan tiroksin adalah meningkatkan laju
oksidasi dalam sel-sel tubuh sehingga meningkatkan BMR (Basal
Metabolic Rate).

Peranan lain dari tiroksin adalah menghambat proses fosforilasi


oksidatif sehingga terbentuknya ATP berkurang dan lebih
banyak dihasilkan panas.
Kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok.
Pada umumnya wanita dan anak perempuan mempunyai
kecenderungan lebih mudah kena penyakit gondok daripada
pria dan anak laki-laki. Masa paling peka terhadap
kekurangan yodium terjadi pada waktu usia meningkat dewasa
(puber).

Akibat negatif dari GAKY ternyata jauh lebih luas dari sekedar
pembesaran kelenjar gondok yaitu terjadinya gangguan fungsi
susunan saraf pusat yang akan berpengaruh pada kecerdasan
dan perkembangan sosial masyarakat pada umumnya. Menurut
Hetzel (1986)