Anda di halaman 1dari 57

Evaluasi Program Cakupan ASI Eksklusif

di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang

Periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2015

Yoda Desika Kolim, S. Ked


112014075

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat


Latar Belakang
Upaya perbaikan gizi melalui penerapan pemberian ASI Eksklusif telah diamanatkan melalui
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal 128 dan 129 bahwa bayi berhak mendapatkan ASI
Eksklusif dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Bab II pasal 3,
pasal 4, pasal 5 menyebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Kabupaten/Kota bertanggung-jawab dalam program pemberian ASI Eksklusif.

Munculnya program pemberian ASI eksklusif dilatarbelakangi oleh tingginya Angka


Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yaitu sebesar 32/1000 KH (Kelahiran Hidup), padahal
target Renstra Kemenkes (Rencana Strategis Kementrian Kesehatan) yang ingin dicapai
pada tahun 2014 adalah 24/1000 KH, dan target MDGs sebesar 23/1000 KH.

Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012


menunjukkan bahwa AKB sebesar 32/1000 KH.

ASI eksklusif memiliki dampak terbesar terhadap penurunan angka kematian Balita yaitu
13%, dibandingkan intervensi kesehatan masyarakat lainnya. Angka ini naik menjadi 22%,
jika pemberian ASI dimulai dalam 1 jam pertama setelah kelahirannya.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes 2015 menunjukkan cakupan ASI Eksklusif di
Indonesia baru sebesar 54,3%. Sementara di Kabupaten Karawang, cakupan ASI Eksklusif
tahun 2015 sebesar 72,77% dan di kecamatan Kutawaluya sebesar 72,12%.
Rumusan Masalah

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia didapatkan masih


tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup
pada tahun 2012.

ASI eksklusif memiliki dampak terbesar terhadap penurunan angka kematian


Balita yaitu 13%, dibandingkan intervensi kesehatan masyarakat lainnya.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes 2015 menunjukkan cakupan ASI
Eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target yaitu sebesar 54,3%.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, cakupan ASI Eksklusif
tahun 2015 sebesar 72,77% dan di kecamatan Kutawaluya sebesar 72,12%.
Tujuan Umum

Untuk mengetahui masalah, penyebab masalah, penyelesaian


masalah dan tingkat keberhasilan dalam unsur-unsur
pelaksanaan Program ASI Eksklusif secara menyeluruh agar
dapat meningkatkan cakupan di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Kutawaluya periode Januari 2015 sampai dengan
Desember 2015 dengan pendekatan sistem.
Tujuan Khusus

Diketahuinya cakupan bayi 0-6 bulan yang


mendapatkan ASI Eksklusif di Puskesmas
Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang
periode Januari 2015 sampai dengan Desember
2015.

Diketahuinya cakupan bayi yang di Inisiasi Menyusu


Dini (IMD) di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya,
Kabupaten Karawang periode Januari 2015 sampai
dengan Desember 2015.
Manfaat

Bagi Perguruan Bagi Puskesmas


Bagi Evaluator Bagi Masyarakat
Tinggi yang di Evaluasi
• Menerapkan ilmu • Mewujudkan UKRIDA • Mengetahui masalah- • Meningkatkan pembinaan
pengetahuan mengenai sebagai masyarakat ilmiah masalah yang timbul dalam peran serta masyarakat
program puskesmas yang dalam peran sertanya di pelaksanaan program ASI dalam kegiatan program
telah diperoleh saat duduk bidang kesehatan Eksklusif disertai dengan ASI Eksklusif di wilayah
di bangku kuliah. masyarakat. usulan atau saran sebagai kerja Puskesmas
• Melatih serta • Mewujudkan UKRIDA pemecahan masalah. Kutawaluya, Kabupaten
mempersiapkan diri dalam sebagai universitas yang • Memberi masukan dalam Karawang.
mengevaluasi program menghasilkan dokter meningkatkan kerjasama • Meningkatkan
program puskesmas berkualitas dan memiliki dan membina peran serta pengetahuan masyarakat
melalui pendekatan sistem. kepedulian terhadap masyarakat dalam akan pentingnya
• Mengembangkan kesehatan masyarakat luas. melaksanakan program ASI pemberian ASI Eksklusif di
kemampuan berpikir kritis Eksklusif secara optimal. wilayah kerja Puskesmas
dalam mengevaluasi • Membantu kemandirian Kutawaluya, Kabupaten
program puskesmas. puskesmas dalam upaya Karawang.
• Membina bakat terutama lebih mengaktifkan • Meningkatkan derajat
dalam bidang manager program ASI Eksklusif kesehatan masyarakat di
yang diperlukan sebagai sehingga dapat memenuhi wilayah kerja Puskesmas
modal untuk menjadi tolok ukur cakupan Kutawaluya, Kabupaten
dokter puskesmas program. Karawang.
nantinya.
Sasaran

Semua bayi berusia 0-6 bulan di seluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas
Kutawaluya, Kabupaten Karawang
periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2015.
Materi dan Metode
Materi

Data laporan bulanan kegiatan program gizi dan KIA di


Puskesmas Kutawaluya periode Januari 2015-Desember 2015.

Metode
Mengumpulkan data  olah  analisis  membandingkan
dengan tolok ukur  masalah (+)  analisis pendekatan
sistem.
Pendekatan Sistem
Sumber Data

Profil kesehatan
Data Geografi dari Data Demografi dari
Puskesmas Kecamatan
Puskesmas Kecamatan Puskesmas Kecamatan
Kutawaluya tahun Kutawaluya tahun 2015 Kutawaluya tahun 2015
2015

Laporan bulanan bayi baru


Laporan catatan hasil lahir yang mendapat
kegiatan bulanan ASI Instrumen Penilaian inisiasi menyusu dini (IMD)
Eksklusif di Puskesmas Kinerja Puskesmas (PKP) dan ASI Eksklusif di
Kecamatan Kutawaluya, Triwulan I, II, III dan IV Puskesmas Kecamatan
Kabupaten Karawang Puskesmas Kecamatan Kutawaluya Kabupaten
periode Januari sampai Kutawaluya tahun 2015. Karawang periode Januari
Desember 2015 sampai dengan Desember
2015.
Data Umum

Puskesmas Kutawaluya sebagai UPTD Puskesmas DTP Poned


terletak di tepi jalan utama yang menghubungkan beberapa
kecamatan khususnya Rengasdengklok – Rawamerta.
Data Umum
• Puskesmas Kutawaluya sebagai UPTD Puskesmas DTP Poned

terletak di tepi jalan utama yang menghubungkan beberapa

kecamatan khususnya Rengasdengklok – Rawamerta.

• Puskesmas Kutawaluya merupakan Puskesmas Pedesaan

dengan luas wilayah sebesar ±3.152, 217 Ha dengan jumlah

penduduk sebesar 32.991 jiwa. Lokasi Puskesmas termasuk

wilayah desa Sampalan.

• Selatan: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas

Rawamerta

• Utara: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas

Kutamukti

• Timur: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Cilebar

• Barat: berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas

Data Geografis Rengasdengklok


Wilayah Administrasi
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutawaluya terdiri

dari 7 desa, 30 dusun, 31 RW dan 96 RT. Desa-desa

yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas

Kutawaluya antara lain:

• Desa Waluya

• Desa Mulyajaya

• Desa Sampalan

• Desa Sindangmulya

• Desa Sindangmukti

• Desa Sindangsari

• Desa Sindangkarya
Data Umum

Jumlah penduduk Kelurahan Wilayah Kutawaluya adalah 32.991 jiwa.


Jumlah penduduk laki-laki 17.005 dan jumlah penduduk perempuan 15.987

Tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Kutawaluya terbanyak adalah sekolah


dasar berjumlah 13.311 orang (40,35%)

Mata pencaharian terbanyak di Kecamatan Kutawaluya adalah petani yakni


berjumlah 2088 orang (40,37%)
Data Umum
Jenis sarana kesehatan yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutawaluya
antara lain:
• Puskesmas perawatan :1
• Poskesdes :7
• Puskesmas pembantu :2
• Ambulan / pusling :1
• Pos Bindu :7
• Posyandu : 39
• Balai Pengobatan 24 jam :1
• Klinik Bersalin :0
• BP sore Dokter :1
• BP sore Perawat :0
• BP sore Bidan : 18
• Pengobatan Tradisional :2
• Apotik :0
• Toko Obat :2
Data Khusus

Masukan
Proses
Keluaran
Lingkungan
Umpan Balik
Dampak
Masukan

• Penanggung jawab Program : 1 orang


• Petugas Gizi Kesehatan : 1 orang
• Konselor ASI : 1 orang
• Kader ASI : 1 orang per desa
Tenaga • Bidan : 18 orang

• APBD :Ada
• BOK :Ada
Dana
Masukan

• Proyektor in-focus : Ada


• Layar : Ada
• Leaflet : Ada
• Lembar balik : Ada
• Poster : Ada
Sarana • Formulir wawancara ibu hamil : Ada
• Buku pedoman tenaga pelaksanaan gizi : Ada
• Alat tulis : Ada
• Ruang Pojok ASI : Ada
Masukan  Metode
Penyuluhan
• Perorangan
• Kelompok
IMD
• Nakes & penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan melakukan IMD terhadap Bayi yang
baru lahir kepada ibunya paling singkat selama 1 (satu) jam. Pengarahan pada ibu yang baru
saja melahirkan untuk meletakkan bayi secara tengkurap di dada atau perut ibu sehingga
kulit bayi melekat pada kulit ibu.
Pojok ASI
• Satu ruangan khusus untuk menyusu atau memerah susu di sarana umum. Ruangan pojok
ASI eksklusif ini juga boleh digunakan untuk tujuan mempromosikan program ASI eksklusif.
Pelatihan Kader
• Pelatihan kader kesehatan mengenai ASI eksklusif dilakukan minimal satu kali pertahun.
Pelatihan boleh dilakukan oleh dokter, bidan, konselor ASI eksklusif atau bagian promosi
kesehatan.
Pencatatan dan Pelaporan
• Dilakukan dengan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP).
Proses  Perencanaan
• Perorangan
Penyuluhan • Per Kelompok

• Setiap persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan


IMD akan dilakukan upaya Inisiasi Menyusu Dini oleh bidan
desa atau bidan PONED yang mendampingi persalinan.
• Akan disediakan suatu ruangan tertutup yang khusus buat
ibu menyusui di Puskesmas beroperasi setiap hari 24 jam
Pojok ASI dengan beberapa kursi dan seorang petugas puskesmas
yang dapat mempromosikan usaha ASI Eksklusif pada hari
bekerja jam 08.00-14.00

• Akan dilakukan penjadwalan pelatihan kader oleh


konselor ASI mengenai program ASI Eksklusif yang
Pelatihan kader disediakan oleh petugas Program Gizi dan disesuaikan
dengan anggaran operasional yang tersedia selama satu
bulan sekali.
• Pencatatan : setiap hari kerja pukul 08.00-12.00 WIB oleh
Pencatatan dan bidan desa/ PONED
• Pelaporan : Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu
Pelaporan Puskesmas (SP2TP) dan dilaporkan dalam bentuk Laporan
Bulanan.
Proses  Pengorganisasian
Kepala Puskesmas :
Dr. Hj. Cucu Siti Minpalah, M.Kes, AIFO
NIP : 197009003 2005001 2 006

Ka Tata Usaha
Hj. Engkur Kurnia, SKM

Koordinator dan Pelaksana Gizi Keluarga


Hj. Ai Aminah, S. ST
NIP : 19770802 200801 2 005

Konselor ASI
Nengsih Dwijayanti Nr
PTT 10.3.321050
Proses  Pengorganisasian
• Penanggung jawab program
• Monitoring pelaksanaan kegiatan gizi keluarga
Kepala puskesmas • Melakukan evaluasi data hasil pelaksanaan kegiatan gizi
keluarga di wilayah kerja

Koordinator & • Sebagai koordinator dan pelaksana program


• Melakukan pencatatan hasil keberhasilan program dan
Pelaksana Gizi melaporkan hasil pencatatan kepada Kepala Puskesmas
Keluarga Kutawaluya dalam waktu tiap bulan

• Sebagai orang pilihan puskesmas yang dikirim untuk


mengikuti pelatihan konselor ASI oleh dinas kesehatan
Konselor ASI • Dengan tujuan setelah pelatihan, sebagai anggota
konselor mampu melatih kader-kader posyandu yang
dipilih sebagai kader ASI pada satu wilayah.
Proses  Pelaksanaan
• Perorangan
Penyuluhan • Per Kelompok

• Setiap persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan


IMD dilakukan upaya Inisiasi Menyusui Dini oleh bidan desa
atau bidan PONED yang mendampingi persalinan.
• Telah disediakan ruangan khusus yang digunakan sebagai
ruang pojok ASI. Namun hanya digunakan saat ada
Pojok ASI rujukan baik dari luar puskesmas maupun dari PONED bagi
ibu yang air susunya tidak dapat keluar, mastitis, puting
terbenam (inverted nipple).

• Pelatihan kader ASI hanya dilakukan sekali pada tanggal


14-15 November tahun 2014 oleh konselor ASI di aula
Pelatihan kader Puskesmas Kutawaluya yang berisi kegiatan pre-test,
pemaparan ASI Ekslusif, pelatihan cara menyusui yang
benar, dan post-test.
• Pencatatan : setiap kali posyandu dan setelah IMD
Pencatatan dan • Pelaporan : Dilakukan pelaporan tertulis 1 kali setiap
bulan pada laporan bulanan Puskesmas oleh petugas
Pelaporan Program Gizi berdasarkan laporan dari bidan-bidan desa
dan bidan PONED.
Proses  Pengawasan

Tiap bulan diadakan 1 kali rapat di


Puskesmas Kutawaluya dan dipimpin oleh
kepala Puskesmas untuk mengetahui
apakah program berjalan sesuai dengan
rencana.

Penilaian mengenai seluruh hasil


kegiatan yang digunakan untuk
menentukan program tahun depan,
diadakan 1 tahun sekali.
Keluaran
• Cakupan ASI Eksklusif
Jumlah bayi usia 0 – 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di wilayah kerja
Puskesmas Kutawaluya periode Februari dan Agustus 2015

Bulan Jumlah bayi 0 – 6 bulan dengan


ASI eksklusif
Februari 2015 138
Augustus 2015 131
Jumlah 269
Keluaran
• Cakupan ASI Eksklusif
Jumlah bayi usia 0 – 6 bulan yang tercatat dalam pelaporan yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Kutawaluya periode Februari dan Agustus 2015

Bulan Jumlah bayi 0 – 6 yang ada di wilayah kerja


Puskesmas Kutawaluya
periode Februari dan Agustus 2015

Februari 2015 186

Augustus 2015 187

Jumlah 373
Keluaran
• Cakupan ASI Eksklusif

• Target : 90% per tahun


• Kesimpulan : cakupan sebesar 72.12% belum sesuai target yaitu 90%, sehingga
didapatkan besar masalah 17.88%
Keluaran
• Cakupan IMD

• Target : 100 % per tahun


• Kesimpulan : cakupan sebesar 97.25% belum sesuai target yaitu 100%,
sehingga didapatkan besar masalah 2.75%
Lingkungan
Fisik Non Fisik

Lokasi Pendidikan
Mudah dijangkau oleh bidan desa karena Mayoritas penduduk berpendidikan rendah
terdapat akses jalan yang bisa dilalui sehingga mempengaruhi pengetahuan
sepeda motor tetapi tidak mempengaruhi masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif.
pelaksanaan program secara signifikan.

Transportasi Sosial Ekonomi


Tersedia Tingkat ekonomi masyarakat masih rendah.
Sebagian besar penduduk bermata
pencaharian sebagai petani.

Fasilitas Kesehatan Lain Sosial Budaya


Ada Masih banyaknya kepercayaan masyarakat
seputar ASI sehingga terkadang memberikan
susu formula atau makanan terhadap bayi.
Umpan Balik

Pencatatan dan pelaporan bulanan mengenai ASI Eksklusif lengkap,


sesuai dengan waktu yang ditentukan, akan dapat digunakan sebagai
masukan dalam evaluasi Program Gizi.

Terdapat rapat kerja yang membahas laporan kegiatan setiap


bulannya untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan.
Dampak

Dampak Langsung
• Memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi 0-6 bulan: Belum dapat
dinilai.

Dampak Tidak Langsung


• Mengurangi angka kesakitan dan kematian anak: Belum dapat
dinilai.
Pembahasan
Masalah Menurut
Dari Masukan Dari Proses Dari Lingkungan
Variabel Keluaran
• Cakupan ASI eksklusif • Dana tersedia, namun • Sudah diadakan tempat • Tingkat pengetahuan
periode Februari dan pencatatan masih untuk ruang pojok ASI manfaat pemberian dan
Agustus 2015 sebesar kurang lengkap sehingga dengan satu petugas bagaimana cara
72.12% dari tolak ukur tidak dapat diukur. puskesmas namun pemberian ASI Eksklusif
90%. • Sudah dilakukan hanya digunakan saat masih kurang.
• Cakupan Inisiasi penyuluhan baik per- ada rujukan baik dari • Tingkat ekonomi
Menyusui Dini (IMD) orangan maupun per- luar puskesmas maupun masyarakat masih
periode Januari sampai kelompok mengenai ASI dari PONED. rendah, sebagian
dengan Desember 2015 Eksklusif namun • Belum ada penjadwalan penduduk bermata-
sebesar 97.25% dari penyuluhan belum pelatihan kader pencaharian sebagai
tolak ukur 100% secara rutin dilakukan, sebanyak sekali dalam petani.
dan hanya dilakukan tiap bulan. Hanya • Masih banyaknya
pada saat kelas ibu dilakukan pelatihan kepercayaan dan mitos
hamil. kader 1 kali pada tahun masyarakat seputar ASI
• Pelatihan kader 2014. sehingga terkadang
mengenai ASI Eksklusif • Penyuluhan di posyandu memberikan susu
baru dilakukan 1 kali mengenai ASI Eksklusif formula atau makanan
pada tahun 2014. belum rutin dilakukan terhadap bayi.
setiap bulan, hanya
dilakukan apabila ada
acara-acara tertentu
seperti Pekan ASI
Sedunia dan saat kelas
ibu hamil.
Prioritas Masalah
Masalah Pertama
• Cakupan ASI Eksklusif pada periode Agustus 2015 dan Februari 2016 hanya mencapai 84,74% dari target
90% dengan besaran masalah adalah 5,26%.
Penyebab Masalah
• Kurangnya penyuluhan mengenai ASI Eksklusif dalam tiap pelaksanaan posyandu.
• Sudah diadakan tempat untuk ruang pojok ASI dengan satu petugas puskesmas. Namun hanya
digunakan saat ada rujukan baik dari luar puskesmas maupun dari PONED bagi ibu yang air susunya tidak
dapat keluar, mastitis, puting terbenam (inverted nipple).
• Tingkat pengetahuan manfaat pemberian dan bagaimana cara pemberian ASI eksklusif masih kurang.
• Masih sedikitnya pelatihan kader ASI yang dilakukan oleh konselor ASI.

Penyelesaian Masalah
• Melakukan penyuluhan ASI Ekslusif yang berkesinambungan sesuai dengan perencanaan yang telah
dibuat.
• Mengembangkan kegiatan di ruangan pojok ASI , bukan hanya menerima rujukan saja namun juga
melakukan promosi ASI Ekslusif dan terutama sebagai tempat untuk menyusui.
• Sejalan dengan penyelesaian nomor 1, maka tingkat pengetahuan mengenai ASI Ekslusif pun akan
meningkat.
• Melaksanakan pelatihan kader ASI yang berkesinambungan sesuai dengan perencanaan yang telah
dibuat yaitu sekali dalam sebulan.
Prioritas Masalah
Masalah Kedua
• Cakupan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) periode Januari sampai dengan Desember
2015 sebesar 97.25% dari tolak ukur 100%.
Penyebab Masalah
• Kurangnya pengetahuan ibu mengenai Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
• Kurangnya rasa kepercayaan diri ibu dalam menyusui pertama kali.
• Belum semua petugas dan sarana pelayanan kesehatan yang menerapkan IMD.

Penyelesaian Masalah
• Memberikan konseling mengenai pentingnya memberikan ASI segera setelah bayi
lahir dari sejak sang ibu hamil.
• Memberikan dukungan emosional baik oleh suami, keluarga, tenaga kesehatan
sehingga meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusui.
• Mengupayakan agar semua petugas dan sarana pelayanan kesehatan mendukung
IMD.
Penutup
Kesimpulan
• Cakupan ASI Ekslusif periode Januari sampai dengan Desember 2015 sebesar 72.12% dari
tolak ukur 90%.
• Cakupan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) periode Januari sampai dengan Desember 2015
sebesar 97.25% dari tolak ukur 100%
• Tersedia Pojok ASI namun penggunaannya belum berjalan sesuai dengan perencanaan.
Hanya digunakan saat ada rujukan baik dari luar puskesmas maupun dari PONED bagi ibu
yang air susunya tidak dapat keluar, mastitis, puting terbenam (inverted nipple).
• Penyuluhan di posyandu hanya dilakukan apabila ada acara-acara tertentu seperti Pekan
ASI Sedunia.
• Masih sedikitnya pelatihan kader ASI yang dilakukan oleh konselor ASI
Saran
• Mengembangkan kegiatan di ruangan pojok ASI untuk mempromosikan ASI
Ekslusif, tidak hanya menerima rujukan.
• Penyuluhan mengenai ASI Ekslusif dilakukan secara berkesinambungan sesuai
dengan perencanaan tidak hanya pada acara-acara tertentu.
• Melaksanakan pelatihan kader ASI yang berkesinambungan sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat yaitu sekali dalam sebulan
Lampiran
Data ASI Eksklusif Februari 2015
Data ASI Eksklusif Agustus 2015
Data IMD 2015
Data Jumlah Bayi Baru Lahir Hidup 2015
Dokumentasi
Bimbingan Evprog
Penyuluhan Mengenai ASI Eksklusif
Posyandu Kenanga
Posyandu
Kemuning VII
Posyandu
Kemuning I
Pertemuan dengan Kader

Pertemuan dengan Bidan Desa


Lokakarya Mini Bulanan
PAM Lebaran
Keluarga
Binaan
Penjaringan Kesehatan Anak Kelas I SD
Penjaringan dan Penyuluhan Kesehatan Gigi Anak Kelas I SD
DOKCIL
Posyandu Kamboja
Balai Pengobatan Umum
KIA