Anda di halaman 1dari 15

Metodoly of Participatory Assessment

Maymuni Nur Shabrina


Hediyati Anisis Sinamo
Muhammad Ihya Fahresy
Max Anny Laura Pardede
Deden Gustiawan
Simon Frederick Hasibuan
Hari Darmawan
OUTLINE
• Latar
Belakang • Pembahasan
• Landasan
• Q&A
Teori
• Kesimpulan
Latar Belakang
1 Metodology Partisipatory
2 3
Berdasarkan Minimum Evaluation Penelitian mengenai air bersih dan
Assesment didasari pada karya- sanitasi pedesaan global, Water
Procedure (MEP) yang diterbitkan
karya sebelumnya mengenai and Sanitation Program (Katz dan
oleh World Healt Organization
partisipasi, respon terhadap Sara 1997) menyelidiki hubungan
(1983) adalah seperangkat
permintaan, gender, kemiskinan antara responsif permintaan dan
prosedur untuk menilai fungsi dan
dan keberlanjutan keberlanjutan sistem air. Mereka
penggunaan berkelanjutan untuk
layanan air bersih dan sanitasi yang menemukan bahwa proyek yang
memiliki penerapan global dan lebih menuntut resposif cenderung
4 MPA mengutamakan gender dan pendekatan struktural. berkelanjutan, namun tidak
menyelidiki dimensi gender
kemiskinan sebagai bagian dari
permintaan dan partisipasi.
keseluruhan pemantauan
keberlanjutan dalam proyek
penyediaan air bersih dan sanitasi. 5 MPA merupakan pengembangan dari
Indikator jender didasarkan pada karya
Kate Young mengenai konsep gender pendekatan-pendekatan partisipatif
(1993) dan pengembangan kerangka sebelumnya seperti SARAR dan PRA yang
analisis gender oleh overholt catherine merupakan perangkat peralatan dan
dan lainnya (1984) dan oleh Carolyine metode yang selama bertahun-tahun telah
Moser (1993). terbukti efektif untuk membuat masyarakat
berpartisipasi.
Landasan Teori
Perencanaan & Partisipatif

Menurut Khairuddin, 1992 Perencanaan merupakan


suatu proses mempersiapkan secara sistematis Partisipasi adalah kontribusi sukarela dari
kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai masyarakat dalam suatu proyek
suatu tujuan tertentu (pembangunan), tetapi tanpa mereka ikut
terlibat dalam proses pengambilan keputusan;
Perencanaan adalah kegiatan persiapan dengan
merumuskan dan menetapkan keputusan tentang Partisipasi adalah proses membuat
langkah-langkah penyelesaian masalah atau masyarakat menjadi lebih peka dalam rangka
pelaksanaan suatu pekerjaan secara terarah pada menerima dan merespons berbagai proyek
satu tujuan (Nawawi, H. 2003). pembangunan; (Mikkelsen 2005)
Pembahasan
Metodology for Participatory Assessment

Metode yang dikembangkan untuk menjalankan penilaian suatu


proyek pembangunan masyarakat (community development).

Sebagai alat yang berguna bagi pembuat kebijakan, manajer program dan
masyarakat, sehingga masayarakat setempat dapat memantau
kesinambungan pembangunan dan mengambil tindakan yang diperlukan

Kaum perempuan dan keluarga yang kurang mampu dapat ikut berpartisipasi,
dan mengambil manfaat dari pembangunan, bersama-sama dengan kaum lelaki
dan keluarga dimana mereka berada.
Ciri-Ciri

Menganalisis keberadaan masyarakat yang Menggunakan satu set indikator yang “sector specific”
memiliki 4 komponen penting: lelaki miskin, untuk mengukur kesinambungan, kebutuhan, gender dan
perempuan miskin, lelaki kaya, perempuan kepekaan akan kemiskinan
kaya. (Mengakui Pentingnya gender dan
pendekatan yang peka terhadap kemiskinan)

MPA menghasilkan sejumlah data kualitatif tingkat desa


Penggunaan MPA
Pengguna Tujuan
Warga Masyarakat dan Organisasi Masyarakat - Untuk mendapatkan dan mengungkapkan kebutuhan sarana dari
semua lapisan masyarakat yang ada.
- Untuk mengidentifikasikan tindakan tindakan yang mendorong
terjadinya kesinambungan.
- Untuk mengurangi kesenjangan gender dan kemiskinan.

Manajer Proyek dan Staf Proyek - Untuk membandingkan berbagai masyarakat dengan tujuan untuk
mendapatkan kesinambungan dan pemerataan.
- Untuk memperkirakan perkembangan pekerjaan pembangunan,
khususnya mengenai aspek kualitatif (misalnya, pembinaan
kemampuan) yang merupakan sesuatu yang sulit untuk diukur.
- Untuk mengidentifikasikan dan memperkirakan faktor-faktor
kelembagaan yang berpengaruh pada kesinambungan proyek.
Perencana pada Instansi Pemerintah serta Lembaga- - Untuk merencanakan kesinambungan.
lembaga Bantuan Luar Perancang Proyek - Untuk merancang proyek yang berdasarkan pemerataan (peka atas
gender dan kemiskinan).
- Untuk memonitor kesinambungan sarana beserta dampaknya.
Keunggulan Metodology for Participatory Assessment
MPA Secara khusus
mengintegrasikan menargetkan
data kualitatif dan kelompok
kuantitatif terpinggirkan
Pemangku kepentingan
menganalisis informasi
sehingga lebih mungkin
menginternalisasikan
informasi dan
menerapkan pelajaran
Kelemahan Metodology for Participatory Assessment
Harapan tinggi dari
MPA membutuhkan masyarakat terkadang
waktu pelaksanaan menimbulkan
yang relatif lama kesalahpahaman
dalam proses
Terkadang data yang partisipasi
diperoleh dinilai belum
cukup memadai untuk
menelaah permasalahan
lebih kompleks
Studi Kasus
• Peningkatan Akses Layanan Kesehatan Bagi
Masyarakat Miskin di Kabupaten Bogor
• Renstra SKPD Kabupaten Bogor
• Isu utama “Akses terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat
miskin di Kabupaten Bogor”
• Melalui
• Demi mencapai visi Kabupaten Bogor “Sebagai Kabupaten termaju di • Peningkatan akses dan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta
Indonesia” pelayanan kesehatan
• Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat
• Meningkatkan puskesmas terakreditasi
• Meningkatkan akses serta kualitas sarana dan prasarana kesehatan
Kesimpulan
kesimpulan
Methodology for Participatory Assessments (MPA) adalah metode yang dikembangkan untuk menjalankan penilaian
suatu proyek pembangunan masyarakat (community development) yang didasari pada karya-karya sebelumnya
mengenai partisipasi, respon terhadap permintaan, gender, kemiskinan dan keberlanjutan . Metode ini
merupakan pengembangan dari pendekatan-pendekatan partisipatif misalnya PRA yang merupakan perangkat
peralatan dan metode yang selama bertahun-tahun telah terbukti efektif untuk membuat masyarakat berpartisipasi.