Anda di halaman 1dari 11

Peresepan Kacamata

pada Kelainan
Refraksi Ringan
(Sampai dengan 5D
Tanpa Silindris) Untuk
Mencapai Visus 6/6
OLEH :
Laila Nur Jannah (212.121.0011)
Asri Cahyaningrum (212.121.0014)
PENULISAN RESEP KACAMATA PADA
KELAINAN REFRAKSI RINGAN
• Pada resep minimal yang harus dicantumkan adalah:
• Tempat dan tanggal penulisan resep-resep untuk kacamata melihat jauh/dekat-
mata kanan atau mata kiri
• Gambar/busur aksis untuk lensa silindris
• Bila untuk melihat jauh, maka tulislah ukuran sferis pada barisan paling atas
• Bila untuk melihat dekat, tulislah ukuran dibawah baris ukuran untuk melihat jauh
• Bila memerlukan lensa silindris, tulis ukuran sferis, beserta aksisnya
• Bila memerlukan lensa prisma, tulis disebelah ukuran silindris beserta basisnya
• Jarak kedua pupil untuk melihat jauh dan dekat
• Kepada/pro(nama penderita)
• Umur penderita-tanda tangan
• Resep kacamata memiliki format yang selalu
sama di setiap resepnya. Baris pertama selalu
resep untuk mata kanan, kadang-kadang ditulis
“OD”. Baris kedua untuk mata kiri, yang kadang-
kadang ditulis “OS”.
• Resep kacamata untuk setiap mata dibagi atas
nilai – nilai Spheris, Silinder, dan Axis. Sesuatu
yang umum apabila di salah satu resep kacamata
tidak ada nilai ukurannya, dalam hal ini Anda
mungkin akan melihat huruf “PL” atau “Plano”,
atau mungkin saja ada nilai ukurannya untuk
semua bagian.
• Kadang-kadang resep ditulis “Ou” yang berarti
“kedua mata”. Jika resep kacamata Anda untuk
lensa bifocals atau trifocals, mungkin ada
tambahan informasi resep yang ditulis misalnya
“ADD + 2.50”.
• Angka-angka yang dinyatakan dalam diopters
memberitahukan ukuran lensa. Nilai dalam bentuk
diopter adalah nilai yang metrik dan digunakan
secara universal di seluruh dunia.
1. Gambar kacamata diatas adalah untuk menunjukan axis/sudut
kemiringan
yang dibutuhkan oleh cylindernya.
2. Kanan atas adalah peruntukan/rujuan dokter untuk jenis lensa yang
dibutuhkan (bisa satu focus/bifocus/atau progressive)
[size=”3″]Keterangan yang ada di dalam kotak[/size] :
Dimulai yang paling atas ke arah kanan dan seterusnya>>
3. Spheris adalah untuk mengetahui kekuatan lensa yang diperuntukan
 bisa lensa ( + ) atau ( – )
4. Cylinder adalah kebutuhan lensa untuk para penderita Astigmat.
5. Axis adalah sudut kemiringan yang dibutuhkan cylinder untuk
koreksi penderita Astigmat
6. Distant Vitror adalah jarak titik focus lensa kacamata antara kanan
dan kiri
7. PD (Pupil Distance) adalah Jarak titik focus pada lensa mata antara
kanan dan kiri
Contoh Kasus
• Seorang pasien laki-laki berusia 50th datang dengan keluhan pandangannya
kabur. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui visus kedua mata +3D.
Bagaimanakah resep kacamata untuk pasien tersebut? diketahui ODS +3D.
Jadi pasien harus diberi lensa S -3D dengan kacamata baca +2D. Berikut
penulisan resepnya:

• Pembilang S – 3 adalah besarnya lensa negative yang dibutuhkan pasien agar


visus kembali normal menjadi 6/6. Sedangkan penyebut didapatkan dengan
menjumlahkan secara aljabar dari besarnya lensa yang dibutuhkan agar visus
normal (S - 3) dan lensa bacanya (usia 40 th +1; 55th +1,5; 50th +2; 55th +2,5;
dan 60th +3). Karena usia pasien 50th jadi untuk penyebutnya (-3D) + 2D = 1D.
Terimakasih 