Anda di halaman 1dari 47

Pengambilan Keputusan Dalam

Kondisi Konflik
Teori Pengambilan Keputusan
Pengertian Pengambilan Keputusan
Dalam Kondisi Konflik
 Pengambilan keputusan dalam kondisi
konflik terjadi apabila alternatif keputusan
yang harus dipilih / diambil berasal dari
pertentangan atau persaingan dari dua
atau lebih pengambil keputusan.
Teori Permainan (GAME THEORY)

 Suatupendekatan matematis untuk


merumuskan situasi persaingan dan konflik
antara berbagai kepentingan

 Asumsi : Setiap pemain (individu atau


kelompok) mempunyai kemampuan untuk
mengambil keputusan secara bebas
(independent) dan rasional.
Teori permainan (Cont’)

 Model dalam teori permainan


diklasifikasikan berdasarkan jumlah pemain,
besarnya keuntungan dan kerugian, dan
jumlah strategi.

 Berdasarkan jumlah pemain :


Model permainan dua pemain, tiga pemain,
…, N pemain
Model Permainan

 Berdasarkan besarnya keuntungan/kerugian :


1. Model permainan jumlah nol (zero-sum
game)
2. Model permainan jumlah konstan (constant-
sum game)
3. Model permainan bukan jumlah nol (Non
zero-sum game)
Elemen permainan

 Pemain: intelligent opponents (pesaing atau musuh)


 Strategi: pilihan apa yang harus dilakukan untuk
mengalahkan lawan
 Hasil keluaran= Payoffs: fungsi dari strategi yang berbeda
untuk setiap pemain
 Payoff Matrix: Tabel (hasil perolehan dari pemain baris)
 Aturan: bagaimana mengalokasikan hasil kepada pemain
The Game: Contoh

• Dua Pemain: Pemain A (baris) dan Pemain B (kolom)


• Melempar koin seimbang
• Hasil yang mungkin: Head (H) dan Tail (T)
• Aturan:
• Jika hasil pertandingan match(pemain A memilih H dan hasilnya
juga H atau pemain A pilih T dan hasil juga T), maka Pemain A
mendapatkan $ 1 dari pemain B;
• Jika sebaliknya, Pemain A kehilangan $ 1 untuk Pemain B
The Game: Matrix Payoff

Pemain B

Pemain A H T
(Pemain baris) H 1 –1

T –1 1
Strategi setiap pemain: H atau T
Sebuah Solusi Optimal dikatakan tercapai apabila
pemain tidak menemukan hal yang bermanfaat untuk
mengubah strateginya
Solusi optimal

• optimal dapat dicapai jika pemain memilih untuk


menerapkan:
• Strategi Murni (misal: pilih H atau T)
• Campuran strategi murni = Strategi Campuran
Two-Person Zero-Sum Game
 Sebuah game atau permainan dengan dua pemain
 Sebuah keuntungan dari satu pemain sama dengan kerugian
yang lain
 Pemain yang difokuskan = pemain baris (Pemain A)
 Seorang pemain memaksimalkan keuntungan minimum nya
(mengapa?)
 Pemain B meminimalkan kerugian maksimum nya (mengapa?)
 Solusi optimal diperoleh dengan kriteria Minimax-Maximin
 Solusi optimal mencerminkan bahwa permainan stabil atau
dalam keadaan keseimbangan
Two-Person Zero-Sum Game with Saddle Point

Pemain B Row
1 2 3 4 Min
1 8 2 9 5 2
Pemain A 2 6 5 7 18 5 Maximin
Value
3 7 3 –4 10 –4
Colum Max 8 5 9 18
Minimax
Value
Two-Person Zero-Sum Game with Saddle Point

 Seorang pemain (baris): Nilai Maximin = nilai terendah


dari permainan
 Pemain B (kolom): Nilai Minimax = Nilai tertinggi dari
permainan
 Nilai Maximin = Minimax nilai  Saddle point = Nilai dari
permainan
Two-Person Zero-Sum Game dengan Saddle
Point

 Saddle point menyebabkan Solusi Optimal


 Saddle point menunjukkan permainan yang stabil
 Pemain menerapkan Strategi Murni
umumnya

• Untuk menjaga "optimalitas" dari permainan:


•nilai maksimin  nilai permainan  nilai minimax
OR
•nilai terendah  nilai permainan  nilai tertinggi
Strategi campuran

• Digunakan untuk memecahkan permainan


yang tidak memiliki Saddle Point
• Solusi optimal diperoleh dengan
menggunakan:
• Solusi grafis untuk matrik payoff (2 X N)
dan (M X 2)
• Simplex untuk matrik payoff (M X N)
Unstable Game tanpa Saddle Point
Pemain B Row
1 2 3 4 Min
1 5 –10 9 0 –10
Pemain 2 6 7 8 2 2
A 3 8 5 4 15 4 Maximin
Value
4 7 4 –1 3 –1
Column 8 7 9 15
Max Minimax
Value value = 4  sub-optimal
Minimax value = 7 > Maximin
2  N game

 2  N game:
◦ Pemain A memiliki 2 strategi
◦ Pemain B memiliki N ( 2) strategi

B
y1 y2 … yn
x1 a11 a12 … a1n
A
x2 = 1 – x1 a21 a22 … a2n
2  N game

Strategi murni B Ekspektasi Payoff A


1 (a11 – a21)x1 + a21
2 (a12 – a22)x1 + a22
… …
n (a1n – a2n)x1 + a2n
2  N game: contoh

B
y1 y2 y3 y4
x1 2 2 3 –1
A
x2 4 3 2 6
2  N game

Strategi murni B Ekspektasi Payoff A


1 – 2x1 + 4
2 – x1 + 3
3 x1 + 2
4 –7 x1 + 6

Solusi optimum: solusi Grafik


Solusi Grafik x1 = 0 dan x1 = 1 = x2

5
1
Maximin
4

3
3
2
2

1
4

x1 = 0 x1 = 1

-1 x*1 =1/2
Solusi optimal untuk pemain A

 Intersep antara baris (2), (3) dan (4)


(x1* = ½, x2*= ½)
(2) – x1 + 3 = – ½ + 3 = 5/2
v* (3) x1 + 2 = ½ + 2 = 5/2
(4) –7 x1 + 6 = – 7/2 + 6 = 5/2

 pemain B dapat mengkombinasikan ke 3 strategi


 pemain A menang = 5/2
Solusi optimal untuk pemain B

 Kombinasi (2), (3) dan (4):


 (2,3)  y1 dan y4 = 0, y3 = y2 –1 (y2* = y3*)
 (2,4)  y1 dan y3 = 0, y4 = y2 –1 (y2* = y4*)
 (3,4)  y1 dan y2 = 0, y4 = y3 –1 (y3* = y4*)
Solusi optimal untuk pemain B

(2,3)  y1 dan y4 = 0, y3 = y2 –1 (y2* = y3*)

Strategi murni Ekspektasi Payoff A


B
2 – y2 + 3
3 y2 + 2
– y2 + 3 = y2 + 2 B kalah = 5/2
– 2 y2 = – 1
y2* = 1/2 dan y3* = 1/2
Solusi optimal untuk pemain B

(2,4)  y1 dan d y3 = 0, y4 = y2 –1 (y2* = y4*)

Strategi murni Ekspektasi Payoff A


B
2 – y2 + 3
4 – 7y2 + 6

– y2 + 3 = –7y2 + 6 B kalah = 5/2


6 y2 = 3
y2* = 1/2 dan y4* = 1/2
Solusi optimal untuk Pemain B
(3,4)  y1 dan y2 = 0, y4 = y3 –1 (y3* = y4*)

Strategy Murni A Ekspektasi Payoff B


3 y3 + 2
4 – 7y3 + 6

y3 + 2 = –7y3 + 6
Nilai Kerugian B = 5/2
8 y3 = 4
y3* = 1/2 dan y4* = 1/2
M  2 game
 M 2 game:
◦ Pemain A mempunyai M ( 2) strategi
◦ Pemain B mempunyai 2 strategi
B
y1 y2= 1 – y1
x1 a11 a12
A
x2 a21 a22
… … …
xm am1 am2
M  2 game

Strategy Murni A Ekspektasi Payoff B


1 (a11 – a12)y1 + a12
2 (a21 – a22)y1 + a22
… …
m (am1 – am2)y1 + am2
M 2 game: contoh

B
y1 y2
x1 2 4

A x2 3 2
x3 –2 6
M  2 game

Strategy Murni A Ekspektasi Payoff B


1 – 2 y1 + 4
2 y1 + 2
3 – 8 y1 + 6

Solusi optimum dengan metode Grafis


Solusi grafik y1 = 0 dan y1 = 1 = y2

6
Minimax
5
3
4
2
3
1
2
y1 = 1
1

-1 y1* = y3* = 1/3

-2
Solusi Optimum untuk Pemain B

 Intersep di antara baris (1) dan (3)


(y1* = 1/3, y3*= 1/3)
(1) – 2y1 + 4 = – 2/3 + 4 = 10/3
(3) – 8y1 + 6 = – 8/3 + 6 = 10/3
v*
 Pemain B dapat mengkombinasikan 2 macam strategi
 Pemain B rugi = 10/3
Solusi Optimum untuk pemain A

 kombinasi (1) dan (3):


 (1,3)  x2 dan x4 = 0, x3 = x1 –1 (x1* = x3*)
Solusi Optimum untuk pemain A
(1,3)  x2 dan x4 = 0, x3 = x1 –1 (x1* = x3*)
Strategi murni A Expektasi Payoff A
1 – 2x1 + 4
3 – 8x1 +6

–2x1 + 4 = – 8x1 +6
A menang = 10/3
6 x1 = 2
x1* = 1/3 dan x3* = 1/3
M  N Games: Simplex
 Fokus pada baris (Pemain A)
 dualitas masalah
 Tujuan Fungsi: memaksimalkan
w = Y1 + Y 2 + . . . Yn
M  N Games: Simplex

 Terhadap (Constraints / kendala):


a11 Y1 + a12 Y2 + . . . + a1nYn  1
a21 Y1 + a22 Y2 + . . . + a2nYn  1
… … …
am1 Y1 + am2 Y2 + . . . + amnYn  1
Y1 , Y2 , . . . , Yn  0
 w = 1/v  v* = 1/w
 Yj = Yi /v, j = 1,2,. . . , n
M  N Games: Simplex
 Pastikan tabel tidak berisi nilai nol dan negatif
 Gunakan K (nilai konstan) memastikan bahwa tabel
tidak berisi nilai nol dan negatif
 K> negatif dari nilai maksimin
 K> negatif dari nilai paling negatif
M  N Games: Simplex
 Jika K adalah digunakan dlm tabel ,
v* = 1/w – K
 z=w
 X1* = X1/z, X2* = X2/z, . . . , Xm* = Xm/z
M  N Games: contoh

B Row
1 2 3 Min
A 1 3 –1 –3 –3
2 –3 3 –1 –3
3 –4 –3 3 –4
Column Max 3 3 3

K=5
B Row
1 2 3 Min
A 1 8 4 2 2
2 2 8 4 2
3 1 2 8 1
Column Max 8 8 8

Fungsi Tujuan

Maximize: w = Y1 + Y2 + Y3
B Row
1 2 3 Min
A 1 8 4 2 2
2 2 8 4 2
3 1 2 8 1
Column Max 8 8 8
Sesuai dengan : 8Y1 + 4Y2 + 2Y3  1

2Y1 + 8Y2 + 4Y3  1


1Y1 + 2Y2 + 8Y3  1

Y1, Y2,Y3  0
Sesuai dengan :

8Y1 + 4Y2 + 2Y3  1  8Y1 + 4Y2 + 2Y3 + S1 = 1

2Y1 + 8Y2 + 4Y3  1  2Y1 + 8Y2 + 4Y3 + S2 = 1

1Y1 + 2Y2 + 8Y3  1 1Y1 + 2Y2 + 8Y3 + S3 = 1

Y1, Y2,Y3  0

Fungsi Tujuan :
Maximize: w = Y1 + Y2 + Y3 + S1+S2+S3
Basic Y1 Y2 Y3 S1 S2 S3 Solution
w -1 -1 -1 0 0 0 0
S1 8 4 2 1 0 0 1
S2 2 8 4 0 1 0 1
S3 1 2 8 0 0 1 1
Tabel Optimal (Akhir)

Basi Y1 Y2 Y3 S1 S2 S3 Solution
c
w 0 0 0 5/49 11/196 1/14 45/196

Y1 1 0 0 1/7 -1/14 0 1/14


Y2 0 1 0 -3/98 31/196 -1/14 11/96
Y3 0 0 1 -1/98 -3/98 1/7 5/49
Solusi optimal untuk B

 w = 45/196
 v* = 1/w – K = 196/45 – 225/45 = –
29/45
 y1* = Y1/w = (1/14)/(45/196) = 14/45
 y2* = Y2/w = (11/196)/(45/196) = 11/45
 y3* = Y3/w = (5/49)/(45/196) = 20/45
Solusi untuk A
z = w = 45/196
 X1 = 5/49
 X2 = 11/196
 X3 = 1/14
 x1* = X1/z = (5/49)/(45/196) = 20/45
 x2* = X2/z = (11/196)/(45/196) = 11/45
 x3* = X3/z = (1/14)/(45/196) = 14/45
Terima Kasih

Teori Pengambilan Keputusan