Anda di halaman 1dari 49

TEKNIK RADIOGRAFI

SINUS PARANASAL
Sarengat, S.ST; M.MRS
(HP/WA: 085216025189)
(Email; agilsarengat76@gmail.com)
ANATOMI SINUS PARANASAL
ANATOMI SINUS PARANASAL

Sinus Maksilaris
ANATOMI SINUS PARANASAL

Sinus Frontalis
ANATOMI SINUS PARANASAL

Sinus Etmoidalis
ANATOMI SINUS PARANASAL

Sinus Spenoidalis
TOPOGRAFI KEPALA
TOPOGRAFI KEPALA
TEKNIK RADIOGRAFI
SINUS PARANASAL

Pengertian: Teknik pemeriksaan dengan menggunakan


sinar-X untuk memperlihatkan gambaran radiografi
sinus paranasal guna menegakkan diagnosa.
TEKNIK RADIOGRAFI
SINUS PARANASAL
Diagnosa Klinis, antara lain:
Peradangan
Sinusitis
Osteomielitis
Polip sinus
TEKNIK RADIOGRAFI
SINUS PARANASAL
Proyeksi Rutin: Proyeksi Khusus:

 Waters (Parietoacanthial)  Submentovertex


 Lateral  Waters open mouth
 Caldwell (PA Axial)
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Alat dan Bahan
Pesawat X-Ray
Image Receptor (IR) atau kaset dan film ukuran 24x30 cm atau
disesuaikan dengan besar kecilnya objek
grid
Marker R / L
Apron
Alat identifikasi pasien
Alat processing film
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Persiapan Pasien

Bebaskan area kepala pasien dari benda-benda


yang berpotensi menimbulkan artefak.
(Misalnya: kalung, anting, pencepit rambut dan
lain-lain
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proteksi Radiasi
Lindungi gonad pasien menggunakan gonad shield/apron
Atur kolimasi seoptimal mungkin
Hindari terjadinya pengulangan foto
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Parietoacanthial (Waters)
Tujuan Pemeriksaan:

 untuk memperlihatkan adanya sinusitis, osteomilitis


sekunder, polip sinus
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Parietoacanthial (Waters)
Posisi Pasien:
Pasien berdiri atau duduk
menghadap bucky stand, kedua
tangan bertumpu pada bucky
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Parietoacanthial (Waters)
Posisi Objek:

Ekstensikan leher, atur dagu dan


hidung menghadap permukaan
meja/bucky.
Atur kepala sehingga MML
(mentomeatal line) tegak lurus
terhadap IR (Image Receptor), OML
akan membentuk sudut 37o terhadap
bidang IR.
Atur MSP tegak lurus terhadap
pertengahan IR
Pastikan tidak ada rotasi atau tilting
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Parietoacanthial (Waters)
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan IR

Central Point / CP Menuju achantion

FFD 100 cm

Faktor eksposi KVp : +80, mAs : 8 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)
Marker R / L dengan orientasi PA

Grid / Lisolm Ya

Eksposi Pada saat pasien menahan nafas


TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Parietoacanthial (Waters)
Kriteria Radiograf:
Tampak gambaran sinus
maksila dengan aspek inferior
terbebas dari superposisi
dengan prosesus alveolar dan
petrous ridges;
Tampak jelas tepi bawah
orbita dan tampak sinus
frontalis dalam posisi oblique.
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Waters Open Mouth
Tujuan Pemeriksaan:

 Untuk memperlihatkan adanya sinusitis, osteomilitis


sekunder, polip sinus
 Untuk memperlihatkan sinus spenoidalis dengan lebih
optimal
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Waters Open Mouth
Posisi Pasien:
Pasien berdiri atau duduk
menghadap bucky stand, kedua
tangan bertumpu pada bucky
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Waters Open Mouth
Posisi Objek:

Ekstensikan leher, atur dagu dan hidung


menghadap permukaan meja/bucky.
Atur kepala sehingga MML (mentomeatal line)
tegak lurus terhadap IR (Image Receptor), OML
akan membentuk sudut 37o terhadap bidang IR.
Mintalah pasien untuk membuka mulut dengan
tidak mengubah posisi kepala (MML menjadi
tidak tegak lurus).
Atur MSP tegak lurus terhadap pertengahan IR
Pastikan tidak ada rotasi atau tilting
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Waters Open Mouth
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan IR

Central Point / CP Menuju achantion

FFD 100 cm

Faktor eksposi KVp : +80, mAs : 8 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)
Marker R / L dengan orientasi PA

Grid / Lisolm Ya

Eksposi Pada saat pasien menahan nafas


TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Waters Open Mouth
Kriteria Radiograf:
Tampak gambaran sinus spenoid
dengan jelas, tampak sinus maksila
dengan aspek inferior terbebas
dari superposisi dengan prosesus
alveolar dan petrous ridges;
Tampak jelas tepi bawah orbita
dan tampak sinus frontalis dalam
posisi oblique.
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Lateral
Tujuan Pemeriksaan:

 Untuk memperlihatkan adanya sinusitis, osteomilitis


sekunder, polip sinus dari aspek lateral
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Lateral
Posisi Pasien:
Pasien berdiri atau duduk
menghadap bucky stand, kedua
tangan berpegangan pada bucky
stand
Rotasikan badan untuk
membantu kenyamanan ketika
kepala diposisikan lateral.
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Lateral
Posisi Objek:

Atur kepala dalam posisi true


lateral dengan MSP kepala
sejajar terhadap IR
Atur IPL sehingga tegak lurus
terhadap bidang IR
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Lateral
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan IR

Central Point / CP Pertengahan antara outher cantus dengan MAE

FFD 100 cm

Faktor eksposi KVp : +80, mAs : 8 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)
Marker R / L dengan orientasi AP

Grid / Lisolm Ya

Eksposi Pada saat pasien menahan nafas


TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Lateral
Kriteria Radiograf:
Tampak gambaran sinus Spenoid,
sinus frontal yg saling suporposisi,
sinus etmoid sinus maksila, sella
tursika dan orbital roof dalam
posisi lateral. Gambaran true
lateral ditandai dengan
terlihatnya ramus mandibula yang
superposisi penuh.
L
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Caldwell
Tujuan Pemeriksaan:

 Untuk memperlihatkan adanya sinusitis (khususnya sinus


frontalis), osteomilitis sekunder, polip sinus
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Caldwell
Posisi Pasien:
Pasien berdiri atau duduk menghadap bucky stand, kedua tangan
berpegangan pada bucky stand
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Caldwell
Posisi Objek:

• Atur kepala pasien sehingga hidung


dan dahi pasien menempel pada
bucky stand / bucky table dan OML
tegak lurus IR, atau ekstensikan
kepala sehingga OML membentuk
sudut 15o terhadap bidang IR.
• Atur MSP tegak lurus terhadap
pertengahan grid atau permukaan
meja/bucky.
• Pastikan tidak ada rotasi atau
tilting
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Caldwell
Arah Sinar / CR 1. Tegak lurus pertengahan IR jika OML membentuk
sudut 15o terhadap bidang IR
2. 15 caudad jika OML tegak lurus terhadap bidang IR

Central Point / CP Menuju nation

FFD 100 cm

Faktor eksposi KVp : +80, mAs : 8 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)
Marker R / L dengan orientasi PA

Grid / Lisolm Ya

Eksposi Pada saat pasien menahan nafas


TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Caldwell
Kriteria Radiograf:
Tampak gambaran sinus frontalis
terproyeksi diatas sutura
frontonasal. Ethmoid air cell
anterior terproyeksi lateral tepat
dibawah sinus frontal.
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Submentoverteks
Tujuan Pemeriksaan:

 Untuk memperlihatkan adanya sinusitis (khususnya sinus


frontalis), osteomilitis sekunder, polip sinus dari aspek
inferior
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Submentoverteks
Posisi Pasien:
duduk membelakangi bucky stand

Posisi Objek
Tengadahkan dagu,
hiperekstensikan leher sehingga
IOML sejajar dengan IR
Atur MSP tegak lurus terhadap
pertengahan grid atau permukaan
meja/bucky.
Pastikan tidak ada rotasi atau
tilting
TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Submentoverteks
Arah Sinar / CR Tegak lurus terhadap IOML / IR

Central Point / CP Pertengahan kedua angulus mandibula (4-5 cm inferior


simpisis menti)
FFD 100 cm

Faktor eksposi KVp : +80, mAs : 8 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)
Marker R / L dengan orientasi PA

Grid / Lisolm Ya

Eksposi Pada saat pasien menahan nafas


TEKNIK RADIOGRAFI SPN
Proyeksi Submentoverteks
Kriteria Radiograf:
Tampak gambaran sinus spenoid,
sinus ethmoid, fossa nasalis dan
sinus maksilaris