Anda di halaman 1dari 24

KULIAH KE-14

KOMITMEN TERHADAP PERUBAHAN


DILANJUTKAN DENGAN

“PENGEMBANGAN
ORGANISASI”
(ORGANIZATIONAL
DEVELOPMENT)
PENGEMBANGAN ORGANISASI
(ORGANIZATION DEVELOPMENT)

Suatu usaha jangka panjang yang di dukung


oleh pimpinan tinggi untuk memperbaiki proses-
proses pemecahan masalah dan pembaharuan
organisasi, terutama melalui diagnosa dan
pengelolaan budaya organisasi secara
kolaborasi dan lebih efektif dengan penekanan
khusus pada tim kerja yang formal, tim
sementara dan antar kelompok kebudayaan
dengan bantuan konsultan, fasilitator dan
dengan penggunaan teori serta teknologi dari
ilmu perilaku terapan, termasuk penelitian
tindakan (action research)
PENGEMBANGAN ORGANISASI
• Sebagai usaha perubahan berencana (planned change)
• Dikendalikan dan dipimpin oleh top manajemen
• Tujuannya untuk meningkatkan keefektifan kerja dan kesehatan
organisasi
• Dilakukan dengan metode intervensi berencana terhadap proses
dalam organisasi dengan memanfaatkan teori-teori perilaku
• Berorientasi pada pelaksanaan kerja dan dilakukan secara terus
menerus dan berkesinambungan
• Peningkatan profesionalisasi kerja (reward, spesialisasi, identitas,
responsbelitas, akuntabelitas)
• Intervensi pengembangan organisasi dilakukan oleh manajer atau
konsultan dengan sasaran individu, kelompok dan organisasi
TUJUAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

• Berusaha meningkatkan prestasi keseluruhan dari seluruh


kelompok, departemen dan organisasi secara keseluruhan
(memakan waktu cukup lama)
• Memudahkan pemecahan masalah dalam pekerjaan (ditempat
kerja) dan meningkatkan mutu keputusan
• Mengadakan perubahan-perubahan yang lebih efektif
• Mengurangi pertentangan yang sifatnya merusak dan membuatnya
menjadi lebih efektif
• Meningkatkan keterlibatan dengan tujuan organisasi
• Memelihara kerjasama diantara individu-2 dan kelompok-2 dalam
pekerjaan pengembangan organisasi dengan melibatkan sentimen,
emosi, harapan dan kreativitas/inovasi
• Menggunakan metode action research
ARAH PENGEMBANGAN ORGANISASI
UNTUK MEMECAHKAN MASALAH:
• Pertentangan tujuan
• Komunikasi yang kurang/tidak harmonis
• Konflik yang di diamkan/latency
• Kerjasama yang kurang baik
• Persaingan yang kurang/tidak sehat
• Pengambilan keputusan yang salah
• Respon yang lamban terhadap perubahan
• Rendahnya motivasi
ARTI PENTINGNYA
PENGEMBANGAN ORGANISASI

• Sebagai antisipasi adanya perubahan peran dan tujuan


organisasi yang semakin komplek dan rumit
• Bervariasinya dan membesarnya ukuran-ukuran yang
diberlakukan untuk standar organisasi
• Adaptasi terhadap perkembangan iptek yang semakin
canggih
• Munculnya bentuk-2 organisasi model baru (dalam
kerangka peran, tugas dan hubungan kerja)
• Perubahan pandangan terhadap konsep manusia (tidak
hanya sebagai unsur produksi, tetapi harus lebih
dimanusiawikan)
• Organisasi dituntut untuk memberikan pertanggung
jawaban publik (akuntabelitas)
• Organisasi lebih dituntut untuk mendayakan potensi-
potensi/sumber-2 manusiawi
PERAN PENGEMBANGAN
ORGANISASI

• Sebagai sistem pendekatan atau metode


• Sebagai strategi dan model
• Sebagai teknologi/desian/rekayasa
perubahan
PROSES PENGEMBANGAN
ORGANISASI

1. Pre- Work (minat, niat, kapabelitas)


2. Koleksi data (pengumpulan data)
3. Diagnosis (meneliti, menganalisis,
menginterprestasi)
4. Planned Change Intervention (intervensi
perubahan terencana)
MODEL PENGEMBANGAN
ORGANISASI
IDENTIFIKASI MASALAH (Pengenalan Persoalan)

ANALISIS ORGANISASI

PENGEMBANGAN STRATEGI INTERVENSI

INTERVENSI PELAKSANAAN

PENGUKURAN DAN PENILAIAN

UMPAN BALIK
TAHAPAN PENGEMBANGAN
ORGANISASI

I. Problems Perception (Pemahaman Persoalan)

II. Diagnosa (Merumuskan hakekat persoalan)

III. Un-Freezing (Mengurangi secara bertahap)

IV. Increased Exprimentation/Trial and Error (Uji dan coba)

V. Re- Freezing (Pemantapan)

VI. Limiting Change Effort (Menentukan fokus perubahan)


MANAGERIAL GRID

Tinggi
Manajemen Manajemen
1.9 9.9

PERHATIAN Manajemen
PADA
PERHUBUNGAN 5.5
ORANG

Manajemen Manajemen
1.1 9.1

Rendah Tinggi
PERHATIAN PADA TUGAS
KETERANGAN:
Manajemen 1.1 = Melaksanakan dengan usaha yang minimum. Dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai atau hanya sekedar untuk
memelihara keanggotaan organisasi
Manajemen 1.9 = Penuh perhatian terhadap kebutuhan orang demi
kepuasan perhubungan yang mengakibatkan iklim organisasi dan
kerja yang enak dan ramah
Manajemen 5.5 = Performance organisasi dalam tingkat wajar dengan
cara membuat seimbang kebutuhan kerja dan pemeliharaan
semangat pekerja pada tingkat yang memuaskan
Manajemen 9.1 = Efesiensi dalam operasi sebagai akibat dari
pengaturan kondisi-2 kerja sedemikian rupa sehingga unsur
mencampuri manusia sangat minimum
Manajemen 9.9 = Penyelesaian pekerjaan dilakukan oleh orang-orang
kompeten dan committed; mereka saling tergantung karena adanya
resiko bersama (common stake) dalam tujuan organisasi, sehingga
ada perhubungan kepercayaan dan respek
PERSYARATAN KEMAMPUAN
DALAM OD
1. Kemampuan mengelola sistem sosial
dan segi teknisnya (art)
2. Kemampuan mengembangkan
organisasi secara lebih organik (akibat
tuntutan masyarakat yang semakin
komplek)
3. Kemampuan mengelola dan mengatasi
konflik (organisasi)
4. Kemampuan untuk mengendalikan
organisasi secara demokratis
5.Kemampuan mengelola perubahan secara
seimbang dan fleksibel
6.Toleransi terhadap ketidak jelasan dan
ketidak pastian dalam arti masih ada
kemauan dan kemampuan untuk
berprestasi dengan baik
7.Kemampuan dan sikap untuk mau
melakukan penilaian dan perbaikan
terhadap perubahan kegiatan organisasi
sesuai tuntutan perubahan secara
profesional
BIDANG SASARAN OD (GOAL DOMAIN)
INTERNAL EKSTERNAL
EFESIENSI INTERNAL: EFESIENSI EKSTERNAL :
E Fokus: Input – Output Fokus: Posisi/kekuatan organisasi
Ukuran : dalam lingkungan
F
E • Jumlah produksi/jam kerja Ukuran:
S • Tingkat keuntungan investasi • Ongkos modal/kapital
I • Ongkos produksi per unit produk •Besar pasar yang dikuasai (market
• Bahan terbuang per unit produk share)
E
N • Omset/ongkos promosi • Ongkos bahan baku
S • Ongkos buruh
I • Pengembangan produk baru
• Keuntungan
E EFEKTIVITAS INTERNAL : EFEKTIVITAS EKSTERNAL :
F Fokus: Kepuasan karyawan Fokus: Kepuasan Konstituensi
E Ukuran: Ukuran:
K • Turn over karyawan • Kepuasan lingkungan terhadap
T organisasi
• Sikap karyawan
I • Kepuasan leveransir terhadap
• Iklim kerja organisasi
V organisasi
• Komitmen karyawan
I • Kepuasan konsumen tanggung
• Hubungan intern personal
T jawab sosial organisasi
A • Kualitas hidup dalam lingkungan
S sebagai akibat eksistensi organisasi
TIPE IDEAL MANAJER
PROFESIONAL

AHLI STRATEGI PEMIMPIN

MANAJER

ADMINISTRATOR PROBLEM
SOLVER
FASE TINDAKAN
PENGEMBANGAN ORGANISASI

FASE
FASE FASE FASE
PENILAIAN
PEMECAHAN PELAKSANAAN EVALUASI
(Evaluasi
MASALAH OD KEDUA
Pertama)

UMPAN BALIK
PENDEKATAN SOSIOTEKNIS DALAM OD
Evaluasi Kaderisasi

Sistem Strategi Sistem Sosial

AHLI STRATEGI PEMIMPIN

MANAJER

ADMINISTRATOR PROBLEM SOLVER

Sistem Administrasi Sistem Teknik

Adaptasi Inovasi
KERANGKA KETERGANTUNGAN
(CONTINGENCY) DALAM PENGUKURAN
EFEKTIVITAS ORGANISASI

Kejelasan Proses Transformasi

Lengkap Tidak Lengkap


KRITERIA EFESIENSI: KRITERIA OUTPUT:
Ongkos untuk mencapai Keberhasilan mencapai
Jelas sasaran sasaran
Kejelasan
Output
Tidak KRITERIA PROSES KRITERIA SOSIAL:
Jelas INTERNAL : Kepuasan Konstituensi
Iklim Organisasi,
Kepuasan Karyawan
EFEKTIVITAS ORGANISASI
KEJELASAN PROSES TRANSFORMASI
Lengkap Tidak Lengkap

Kriteria Efesiensi: Kriteria Output:


Ongkos untuk Keberhasilan
Jelas mencapai sasaran mencapai sasaran

KEJELASAN
OUTPUT Kriteria Proses Kriteria Sosial:
Internal: Iklim Kepuasan
Tidak Jelas Organisasi dan Konstituensi
Kepuasan
Karyawan

Sumber: Hari Lubis dan Martani Huseini, 1987:69, Teori Organisasi, Suatu Pendekatan Makro
Susunan organisasi tata kerja dinas kesehatan kota M, menempatkan unit
perencanaan dibawah pengawasan subag perencanaan dan anggaran.
Subag perencanaan dan anggaran ini berada dibawah kontrol sekretaris
dinas kesehatan.
Salah satu tupoksi unit perencanaan adalah mengkoordinasi seluruh data
dan informasi dari seluruh bidang-bidang di dinkes, yaitu: bidang PMK,
bidang PSDM, bidang Jamsarkes, dan bidang Yankes, serta Sekretaris.
Dibawah pengawasan bidang-bidang itu terdapat masing-masing tiga (3)
seksi. Setiap seksi melaporkan data dan informasi ke bidang, dan bidang
seharusnya menyerahkan data dan informasi ke unit perencanaan untuk
direkap menjadi data dan informasi milik dinkes yang dapat diakses secara
transparan oleh setiap bidang, seksi dan unit di dinkes tersebut jika
membutuhkan.
Tetapi pada kenyataannya, pengumpulan data dan informasi dari bidang ke
unit perencanaan tidak terimplementasi, sehingga data dan informasi tetap
berada di masing-masing bidang. Unit perencanaan tidak memiliki wewenang
untuk ‘memaksa’ setiap bidang di dinkes untuk memberikan data dan
informasi yang dimiliki setiap bidang. Unit perencanaan hanya dianggap
sebagai unit kecil, sehingga tidak mungkin mengurusi sesuatu yang lebih
besar dan memiliki wewenang yang lebih tinggi dari unit tersebut. Hal ini
menyebabkan tidak adanya transparansi data dan informasi yang
menyulitkan proses sinkronisasi perencanaan program-program terpadu
dinkes.
TERIMA KASIH
DAN SUKSES
a have good work