Anda di halaman 1dari 18

Aqidah Islamiyah dan

Hikmahnya dalam Kehidupan

miftahulhaq
1
Ajaran Islam

agama islam

ajaran aqidah akhlaq ibadah muamalah

isi keyakinan perilaku Hub. Allah duniawiyat

2
Ilustrasi ...

3
PENGERTIAN AQIDAH
• Secara Istilah aqidah adalah:

“Beberapa perkara yang wajib


diyakini kebenarannya oleh
hati(mu), mendatangkan
ketentraman jiwa, menjadi
keyakinan yang tidak bercampur
sedikitpun dengan keragu-
raguan”
(Syeikh Hasan al-Banna, dikutip dari Yunahar
Ilyas, 2011, Kuliah Aqidah, LPPI UMY)
PENGERTIAN AQIDAH
• Secara Istilah aqidah adalah:
“Sejumlah kebenaran yang dapat
diterima secara umum oleh manusia
berdasarkan akal, wahyu, dan fitrah.
(Kebenaran) itu dipatrikan (oleh
manusia) di dalam hati (serta) diyakini
kesahihan dan keberadaannya (secara
pasti) dan ditolak segala sesuatu yang
bertentangan dengan kebenaran itu”
(Abu Bakar Jabir al-Jazairy, dikutip dari Yunahar Ilyas, 2011, Kuliah
Aqidah, LPPI UMY)
AQIDAH ISLAMIYAH
• Keyakinan yang tersimpul dengan
kokoh di dalam hati, bersifat
mengikat, dan mengandung
perjanjian yang bersumber
kepada al-Qur’an dan As-Sunnah
• Sumber pokok aqidah Islam
adalah al-Qur’an dan as-Sunnah
Ruang Lingkup Aqidah
1. Ilahiyat. Yakni pembahasan tentang segala sesuatu
yang berhubungan denga Ilah.
2. Nubuwat. Yakni pembahasan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul.
3. Ruhaniyat. Yakni pembahasan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik.
4. Sam’iyyat. Yakni pembahasan tentang segala
sesuatu yang hanya diketahui lewat sam’i (dalil
naqli)
5. Selain keempat di atas, pembahasan aqidah juga
mengikuti sistematika rukun iman.
ISTILAH LAIN TERKAIT
AQIDAH
adalah keyakinan, sehingga
• IMAN ---
ada pendapat yang menyamakan
antara aqidah dan iman. Tetapi ada
yang membedakan, di mana aqidah
lebih dipahami sebagai keyakinan,
sedangkan iman adalah keyakinan
yang meliputi ucapan dengan lisan
dan pengamalan dengan anggota
tubuh
ISTILAH LAIN TERKAIT AQIDAH
• TAUHID --- berarti meng-Esa-kan Allah SWT. Ajaran tauhid
adalan inti dari aqidah Islamiyah dan iman, sehingga aqidah
dan iman sering diidentikkan dengan istilah Tauhid
• USHULUDDIN --- artinya pokok-pokok agama. Aqidah, iman,
dan tauhid disebut juga ushuluddin karena ketiga adalah
pokok-pokok ajaran agama
• ILMU KALAM --- kalam artinya berbicara atau pembicaraan.
Dinamai ilmu kalam karena dalam aqidah banyak luasnya
dialog dan perdebatan yang terjadi antara pemikir masalah
aqidah
• FIKIH AKBAR ATAU FIKIH BESAR -- pemahaman ini
didasarkan pemaknaan terhadap perintah tafaqquh fiddin
(Q.S. At-Taubah: 22) tidak hanya masalah fikih, tetapi juga
aqidah
FUNGSI AQIDAH
• Aqidah merupakan akar atau pondasi yang memiliki pengaruh
kuat terhadap bangunan kepribadian seorang muslim

Tertib Ibadah

Aqidah kuat dan Salimah Ber-akhlakul karimah

Muamalah baik
TAUHIDULLAH (MENGESAKAN
ALLAH)
• Tauhid atau meng-Esa-kan Allah merupakan esensi ajaran
Iman dalam agama Islam
• Meng-Esa-kan Allah meliputi aspek dzat-Nya, asma’ wa-
shiffat-Nya, dan af’al-Nya
• Tauhid adalah mengesakan Allah semata dalam beribadah dan
tidak menyekutukan-Nya.
• Tauhid sesungguhnya merupakan ajaran semua Rasul. Bahkan
tauhid merupakan pokok yang dibangun di atasnya semua
ajaran, maka jika pokok ini tidak ada, amal perbuatan menjadi
tidak bermanfaat dan gugur, karena tidak sah sebuah ibadah
tanpa tauhid.
TAUHIDULLAH (MENGESAKAN
ALLAH)
• Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Yaitu:
menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan
konsekwen dengan mentaati segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya, dengan penuh rasa rendah
diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya (Muhammad Ibn
Abdul Wahab)
• Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi
kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi
setiap amal yang dilakukan.
• Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidullah, menurut
tuntunan Islam, yang akan menghantarkan manusia kepada
kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam
akhirat nanti
TAUHIDULLAH (MENGESAKAN
ALLAH)
• “Barangsiapa yang mengerjakan amal
shaleh, baik laki-laki maupun perempuan,
sedang ia dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik, dan
sesungguhnya akan kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik lagi dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (TQS. An Nahl: 97)
MACAM TAUHIDULLAH
• Tauhid Rububiyah:
Yaitu menyatakan bahwa tidak ada Tuhan
Penguasa seluruh alam kecuali Allah yang
menciptakan dan memberi mereka rizki
• Tauhid Mulkiyah
Yaitu mengimani Allah adalah satu-satunya Raja
yang menguasai alam semesta. Allah
sesungguhnya Pemimpin (Wali), Penguasa yang
menentukan (hakim), dan Yang menjadi Tujuan
(ghayah) bagi manusia
MACAM TAUHIDULLAH
• Tauhid Asma’ dan Sifat.
Yaitu beriman bahwa Allah ta’ala memiliki zat yang tidak
serupa dengan berbagai zat yang ada, serta memiliki sifat
yang tidak serupa dengan berbagai sifat yang ada
• Tauhid Uluhiyah.
Tauhid Uluhiyah adalah tauhid ibadah, yaitu mengesakan
Allah dalam seluruh amalan ibadah yang Allah
perintahkan, seperti: berdoa, khouf (takut), raja’ (harap),
tawakkal, raghbah (berkeinginan), rahbah (takut),
Khusyu’, Khasyah (takut disertai pengagungan), taubat,
minta pertolongan, menyembelih, nazar dan ibadah yang
lainnya yang diperintahkan-Nya
PRINSIP MEMAHAMI MACAM
TAUHID
• Teori (dalil) at-Talazum (kemestian)
Seseorang yang menyakini tauhid rububiyah mesti
menyakini tauhid mulkiyah, asma wa shifat, dan
uluhiyah
• Teori (dalil) at-Tadhamun (cakupan)
Seseorang yang sudah mencapai tingkat tauhid
uluhiyah tentunya sudah mencapai tingkat tauhid
sebelumnya. Kenapa dia beribadah? Tentu karena
dia yakin bahwa Allah adalah Dzat yang suci, Raja,
dan memelihara alam semesta, dan seterusnya
HIKMAH MEMILIKI TAUHID
• Membebaskan diri dari penguasaan
orang lain (Q.S. Yunus 10: 106-107)
• Membesarkan hati dan menumbuhkan
keberanian (Q.S. Al-Jumuah 62: 8)
• Menenangkan hati dan menentramkan
jiwa (Q.S. al-Fath 48: 4)
• Menumbuhkan harapan dan optimisme
(Q.S. Al-Insyirah 94: 5-6)
HIKMAH MEMILIKI TAUHID
•Menumbuhkan perasaan harga
diri (Q.S. Al-Isra’ 17: 70)
•Memelihara kebersihan diri dan
mempertinggi nilai-nilai moril
•Menimbulkan rasa dekat dengan
Tuhan (Q.S. Al-Baqarah 2: 186)