0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
596 tayangan20 halaman

Sinusitis Maksilaris

Hubungan antara sinus dan gigi dapat menyebabkan penyebaran infeksi dari gigi ke sinus akibat adanya hubungan yang dekat antara jaringan gigi dan dasar sinus. Infeksi gigi kronis dapat menyebabkan sinusitis jika tidak ditangani dengan benar. Diagnosis dan penatalaksanaan sinusitis meliputi pemeriksaan klinis, radiologi, dan mikrobiologi untuk mengidentifikasi sumber infeksi dan menentukan penanganan yang tepat seperti antibiotik

Diunggah oleh

Kyrk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
596 tayangan20 halaman

Sinusitis Maksilaris

Hubungan antara sinus dan gigi dapat menyebabkan penyebaran infeksi dari gigi ke sinus akibat adanya hubungan yang dekat antara jaringan gigi dan dasar sinus. Infeksi gigi kronis dapat menyebabkan sinusitis jika tidak ditangani dengan benar. Diagnosis dan penatalaksanaan sinusitis meliputi pemeriksaan klinis, radiologi, dan mikrobiologi untuk mengidentifikasi sumber infeksi dan menentukan penanganan yang tepat seperti antibiotik

Diunggah oleh

Kyrk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hubungan Sinus dengan Gigi

Dipisahkan oleh
sinus floor
BAGAIMANA
PENJALARAN INFEKSI
● Gigi alami karies ( dibiarkan) bakteri akan menyebabkan
pulpa terbuka.
● Pulpa terbuka -> bakteri masuk & terjadi pembusukan
pada pulpa hingga membentuk gangrene pulpa / nekrotik.
● Infeksi meluas & mengenai selaput periodontium,
menyebabkan periodontitis & iritasi berlangsung lama
hingga membentuk pus.
● Abses periodontal meluas & mencapai t.alveolar menyebabkan abses
alveolar .
● T. alveolar membentuk dasar sinus maksila sehingga memicu inflamasi.
● Infeksi gigi kronis menimbulkan jaringan granulasi di dalam mukosa sinus
maksilaris -> menghambat gerakan silia ke arah ostium & menghalangi
drainase sinus.
● Gangguan drainase mengakibatkan sinus penuh dengan mukus.
● Kejadian sinusitis maksila akibat infeksi gigi RA terjadi karena bakteri
(anaerob).
SINUSITIS
MAKSILARIS
Sinusitis maksilaris dapat dibagi menjadi akut dan kronik, berdasarkan pada lamanya penyakit, dan
odontegenik atau non odontegenik berdasarkan pada etiologi. Faktor non odontogenic, khususnya infeksi saluran
napas atas dan reaksi alergi merupakan etiologi yang paling sering. Kira-kira 10% dari seluruh sinusitis maksilaris
berasal dari gigi.
Patofisiologis :
● Radang menimbulkan peningkatan jumlah sekresi dan edema pada mukosa sinonasal.
● Bila kondisi ini berlanjut, sekresi akan mengisi sinus (terganggunya fungsi silia/ penyumbatan ostium sinus/
keduanya).
● Karena letak osteum sinus maksilaris tidak dipengaruhi gaya gravitasi, drainase normal bukan cara perawatan
yg ideal.
● Bila drainase terganggu maka akan menurunkan tekanan oksigen sebagian dan terjadi ploriferasi bakteri
patogen.
Sinusitis Maksilaris Odontogenik
Akut
Etiologi :

● Terutama disebabkan oleh multifilikasi bakteri yang masuk dari mulut atau dari focus infeksi gigi.
● Jarak antara apeks akar gigi dan dasar antrum memiliki hubungan yang sangat dekat, Infeksi pada gigi ini,
seperti abses periapikal, periodontitis yang parah, peri-implantipis, dan infeksi pasca ekstraksi merupakan
etiologi paling sering. .
● Lainnya : Trauma dental atau alveolar, kista odontogenik, osteomyelitis pada rahang atas masuknya benda
asing selama prosedur dental atau iatrogenik, serta komplikasi bedah lainnya yang menyebabkan terbukannya
sinus.
Gejala klinis biasanya terdapat gejala nyeri dan Pada kasus yang berasal dari abses periapical, infeksi
perubahan sistemik. sering dimulai dengan sakit gigi dan pembengkakan
pada gingiva dan vestibulumbukal.
● Nyeri tekanan tumpul dan sering
● Kemerahan (eritema) Pemeriksaan laboratorium darah menunjukan
● Pembengkakan pada pipi dan maksila anterior hitung jumlah leukosit yang meningkat dan kadar
● Adanya tekanan atau penuh di dalam sinus CRP yang meningkat juga.
maksilaris
● Sakit kepala, malaise, demam,
● Bau mulut
● Keluarnya cairan mukopurulen dari hidung
● Kongensti atau sumbatan rongga hidung
● Postnasal drip.
● Odem di bawah kelopak mata kadang-kadang
terjadi
Sinusitis Maksilaris Odontogenik
Kronis
Etiologi :

● Inflamasi dengan tingkatan rendah yang lama dan lama pada mukosa antrum setelah fase akut atau karena
rekurensi sinusitis akut.
● Beberapa kasus menyebabkan bentuk kronik primer yang memberikan gambaran klinis tanpa tahapan akut.

Pada sinusitis kronik, mukosa antrum mengalami penebalan dengan odema, infiltrasi leukosit dan sel-sel jaringan
ikat, kadang-kadang disertai dengan pembentukan polip.
Dapat diketahui saat melakukan pemeriksaan
Gejala Klinis tidak menunjukan atau sedikit radiologis selama prosedur dental rutin atau jika
perubahan sistemik, tetapi tidak jarang ditandai ditemukan keluarnya pus “abnormal” dari saluran
dengan akar atau soket ekstraksi gigi selama perawatan
● Bau mulut dental.
● Keluarnya pus dari fistula oroantral yang Pada umumnya tidak ada pemeriksaan darah yang
menetap khusus. Hal ini menunjukan karena sedikitnya
● Sumbatan hidung
● perubahan pada beberapa parameter pemeriksaan
Cairan dengan atau tanpa postnasal drip. darah berkaitan dengan infeksi ini.
● Sakit gigi selama pengunyahan
● Kegoyangan gigi yang meningkat
● Migrain
● Sakit kepala tumpul
● Nyeri tekan pada anterior maksila
● Beberapa pasien menunjukan sedikit rasa
tidak nyaman, kemungkinan disebabkan
obstruksi osteomeatal sebagian.
Mikroorganisme yang terlibat

Bakteri yang sering terlibat dalam Infeksi sinus :

Streptococcus pneumoniae, S. pyrogenes, Staphylococcus aureus, Hemophylus influenzae, dan


Klebsiella.

Organisma yang terlibat dalam sinusitis akibat dentogen :

Organisme jenis gram negatif.

Pada pasien dengan Immunocompromise : Jamur (Aspergilus)


Diagnosis penyakit sinus

Dapat di diagnosa langsung dari pemeriksaan klinis dan riwayat penyakitnya. Umumnya
berdasarkan pada pemeriksaan gigi dan medis yang teliti meliputi evaluasi tanda-tanda
dan symptom penderita, riwayat medis yang lalu, pemeriksaan radiologis dan
laboratorium. Selain itu penilaian otolaringologi menggunakan rinoskopi, endoskopi nasal
dan sinus, dan aspirasi isi sinus untuk pemeriksaan sitologi dan mikrobiologi dapat
membantu dalam menegakkan diagnosis yang tepat.
Penatalaksanaan penyakit sinus
Bila penyebab dari sinusitis adalah infeksi gigi, penatalaksanaannya meliputi perawatan pada sumber
absesnya.

● Perawatan tersebut terdiri atas terapi antibiotik yang disertai dengan insisi dan drainase bila
diindikasikan.
● Terapi lanjutan meliputi perawatan endodontik atau pencabutan gigi penyebab.
PENANGANAN DAN
PENATALAKSANAAN

Anda mungkin juga menyukai