Anda di halaman 1dari 24

EKSTRAKSI

&
STANDAR FISIKA
Didin Ahidin, S.Si,M.Farm, Apt
EKSTRAKSI
 proses penyarian senyawa kimia yang
terdapat didalam bahan alam atau berasal
dari dalam sel dengan menggunakan pelarut
dan metode yang tepat.

 ekstrak adalah hasil dari proses ekstraksi,


bahan yang diekstraksi merupakan bahan
alam
FI EDISI IV
 Ekstrak adalah sediaan kental
yang diperoleh dengan mengekstraksi
senyawa aktif dari simplisia nabati atau
simplisia hewani menggunakan pelarut yang
sesuai, kemudian semua atau hampir
semua pelarut diuapkan dan massa atau
serbuk yang tersisa diperlakukan
sedemikian sehingga memenuhi baku yang
telah ditentukan
Jenis ekstrak
 ekstrak kering siccum
 ekstrak kental spisssum
 ekstrak cair liquidum
PRINSIP
melarutkan dan menarik senyawa dengan
menggunakan pelarut yang tepaT
 Prinsip yang utama adalah yang berkaitan

dengan kelarutan, yaitu senyawa polar lebih


mudah larut dalam pelarut polar dan senyawa
nonpolar akan mudah larut dalam pelarut
nonpolar
Metode-metode Ekstraksi

a. Berdasarkan energy yang digunakan Terbagi


menjadi ekstraksi cara panas dan ekstraksi cara
dingin.ekstraksi cara panas entara lain reflukx,
soxhlet, destilasi, infusa, dekokta. Sedangkan
ekstraksi cara dingin antara lain pengocokan,
maserasi, perkolasi
 Ekstraksi cara panas lebih cepat untuk

mendapatkan senyawa yang diinginkan karena


panas akan memperbesar kelarutan suatu senyawa
b. Berdasarkan bentuk fase

 Ekstraksi ini didasarkan berdasarkan pada


larutan yang bercampur dan pelarut yang
tidak bercampur. Berdasarkan bentuk fasenya
ekstraksi dibagi menjadi beberapa golongan
yaitu ekstraksi cair-cair dan ekstraksi cair-
padat
KRITERIA PEMILIHAN PELARUT
 Dalam memilih pelarut yang akan dipakai
harus diperhatikan sifat kandungan kimia
(metabolit sekunder) yang akan diekstraksi.
 Sifat yang penting adalah sifat kepolaran,

dapat dilihat dari gugus polar senyawa


tersebut yaitu gugus OH, COOH

 Kenapaa pilih n-Hexan, Etil Asetat, etanol


URUTAN EKSTRAKSI
 Secara umum, ekstraksi dilakukan secara
berturut-turut mulai dengan pelarut non
polar (n-heksan)
 lalu dengan pelarut yang kepolarannya

menengah (diklormetan, kloroform)


 kemudian dengan pelarut polar (etanol atau

metanol)
 akan dieroleh ekstrak awal (crude extract) yang
secara berturut-turut mengandung senyawa
nonpolar, kepolaran menengah, dan senyawa
polar
 Pengekstraksian dengan senyawa nonpolar
biasanya diperlukan juga sebagai
pengawalemakan (deffating) sebelum
diekstraksi dengan pelarut yang sesuai (ekstrak
yang diperoleh bersifat bebas lemak)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Ekstraksi

Ukuran Bahan
 Pengecilan ukuran bertujuan untuk memperluas

permukaan bahan sehingga mempercepat


penetrasi pelarut ke dalam bahan yang akan
diekstrak dan mempercepat waktu ekstraksi.

Suhu Ekstraksi
 Ekstraksi akan lebih cepat dilakukan pada suhu

tinggi, tetapi untuk beberapa komoditas dapat


menimbulkan kerusakan. Ekstraksi baik
dilakukan pada kisaran suhu 30-50 oC
Pelarut
 Jenis pelarut yang digunakan merupakan

faktor penting dalam ekstraksi.


Pemilihan pelarut pada umumnya
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
a. Selektifitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang
diinginkan, bukan komponen-komponen lain dari
bahan ekstraksi.
b. Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan
melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut
lebih sedikit).
c. Kemampuan untuk tidak saling bercampur
Pada ekstraksi cair-cair, pelarut tidak boleh atau
hanya secara terbatas larut dalam bahan ekstraksi.
d. Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin
terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara
pelarut dan bahan ekstraksi.
e. Reaktifitas
Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan
perubahan secara kimia pada komponen-komponen
bahan ekstraksi.
f. Titik didih
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan
dengan cara penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka
titik didih kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat.
Kriteria yang lain
 Pelarut sedapat mungkin harus murah,

tersedia dalam jumlah besar, tidak beracun,


tidak terbakar, tidak eksplosif bila bercampur
dengan udara, tidak korosif, tidak
menyebabkan terbentuknya emulsi, memiliki
viskositas yang rendah dan stabil
Parameter Ekstraksi
1. Parameter NonspesifiK
a.Parameter susut pengeringan

Adalah pengukuran sisa zat setelah pengeringan


pada temperature 105°C selama 30 menit atau
sampai berat konstan, yang dinyatakan sebagai
nila prosen.

Tujuannya adalah untuk memberikan batasan


maksimal (rentang) tentang besarnya senyawa
yang hilang pada proses pengeringa
Parameter bobot jenis
Adalah masa per satuan volume pada suhu
kamar tertenru (25°C) yang
ditentukan dengan alat khusus piknometer
atau alat lainnya

TUJUAN :
untuk memberikan batasan tentang besarnya
masa persatuan volume yang merupakan
parameter khusus ekstrak cair sampai ekstrak
pekat (kental) yang masih dapat dituang
Kadar air
 Pengukuran kandungan air yang berada didalam
bahan, dilakukan dengan cara yang tepat diantara
cara titrasi, destilasi atau gravimetri

 TUJUAN
untuk memberikan batasan minimal atau rentang
tentang besarnya kandungan air didalam bahan.

 Nilai atau rentang yang diperbolehkan terkait dengan


kemurnian dan kontaminasi
Kadar abu

 Bahan dipanaskan pada temperatur dimana


senyawa organic dan turunannya terdestruksi
dan menguap, sehingga menyisakan unsur
mineral dan anorganik
 TUJUAN

 untuk memberikan gambaran kandungan

mineral internal dan eksternal yang berasal


dari proses awal sampai terbantuk
ekstrak.
Residu pestisida

 Untuk memberukan jaminan bahwa ekstrak


tidak mengandung pestisida melebihi nilai yang
ditetapkan karena berbahaya bagi kesehatan.
Nilai atau rentang yang diperbolehkan terkait
dengan kemurnian dan kontaminasi
 TUJUAN :

untuk memberikan jaminan bahwa ekstrak tidak


mengandung pestisida melebihi nilai yang
ditetapkan karen
Cemaran logam berat
Menentukan kandungan logam berat secara
spektroskopi serapan atom
atau lainnya yang lebih vali

 TUJUAN
untuk memberikan jaminan bahwa ekstrak
tidak mengandung logam berat tertentu (Hg,
Pb, Cd, dll) melebihi nilai yang ditetapkan
karena berbahaya bagi kesehatan.
Cemaran mikroba

 Menentukan adanya mikroba yang pathogen


secara analisis
mikrobiologis
 TUJUAN

untuk memberikan jaminan bahwa ektrak tidak


boleh mengandung mikroba pathogen dan
tidak mengandung mikroba non pathogen
melabihi batas yang ditetapkan karena
berpengaruh pada stabilitas ekstrak dan
berbahaya bagi kesehata
PARAMETER MUTU
 Susut pengeringan : tidak lebih dari 12%
 Kadar abu total : tidak lebih dari 10,2%
 Kadar abu tidak larut asam : tidak lebih dari 3,4%
 Kadar sari larut air : tidak kurang dari 10,2%
 Kadar sari larut etanol : tidak kurang dari 3,24%
 Kadar kandungan kimia

◦ Kadar sinensetin : tidak kurang dari


0,1%
TERIMA KASIH