Anda di halaman 1dari 15

HEMATOTHORAX

dr. Teuku Zulfikar, Sp.P(K)


Pengertian
Hematothorax

Hematotoraks adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan


darah dari dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan pleura
viseralis.
Massive Hemothorax

Terkumpulnya darah dengan cepat > 1.500 cc di dalam rongga


pleura.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan adanya syok yang disertai suara


nafas yang menghilang dan perkusi redup pada sisi dada yang
sakit/mengalami trauma.
Perbedaan Massive Hemothorax dan
Te n s i o n P n e u m o t h o r a x
Epidemiologi

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) angka penderita


hematothorax selama 10 tahun terakhir ini mengalami
peningkatan,dari 177 juta penduduk dunia yang menderita
Hematothorak, sekitar 76% diantaranya berada di negara
berkembang, dan 62 % diantaranya disebabkan karena trauma.

Hematothorax di Indonesia mencapai 1,6 juta adapun prevalensi


kejadian hematothorax ini tersebar diberbagai kota di Indonesia.
Patofisiologi

Trauma Nyeri daerah


pada thorax Inflamasi
trauma

Laserasi paru + laserasi pembuluh darah

Vasokonstriksi Arteriol
intrakostalis / arteri mamae interna
Kehilangan darah
Perdarahan  darah terakumulasi di dari tubuh
rongga pleura

Menekan Cardiac
Fibrin + kontaminasi paru output ↓
deposit bakteri
Gangguan Tekanan
Fibrothorax bakterimia pengembangan paru darah ↓

Hambatan Gangguan Aliran darah


pengembangan Septic shock ventilasi ke perifer ↓
paru
O2 ↓, CO2↑
Gejala Klinis

Berdasarkan anamnesis, gejala dan keluhan yang sering muncul adalah :


• Sesak napas, hampir 80-100% pasien. Seringkali sesak dirasakan
mendadak dan makin lama makin berat. Penderita bernapas tersengal,
pendek-pendek, dengan
mulut terbuka.
• Nyeri dada, pada 75-90% pasien. Nyeri dirasakan tajam pada sisi yang
sakit, terasa berat, tertekan dan terasa lebih nyeri pada gerak
pernapasan.
• Batuk-batuk, pada 25-35% pasien.
• Denyut jantung meningkat.
• Kulit mungkin tampak sianosis karena kadar oksigen darah yang kurang.
Pemeriksaan Fisik

• Inspeksi :
a. Pada waktu respirasi, bagian yang sakit gerakannya tertinggal
b. Trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat
• Palpasi :
a. Iktus jantung terdorong ke sisi toraks yang sehat

b. Fremitus suara melemah atau menghilang pada sisi yang sakit


• Perkusi :
a. Suara ketuk pada sisi yang sakit pekak
b. Batas jantung terdorong ke arah toraks yang sehat, apabila tekanan intrapleura tinggi
• Auskultasi :
a. Pada bagian yang sakit, suara napas melemah sampai menghilang
b. Suara vokal melemah dan tidak menggetar serta bronkofoni negatif
Pemeriksaan Penunjang

Gambaran Radiologi :

1. Pada keadaan dini dimana cairan yang ada di dalam cavum pleura
masih kurang dari 200 cc, maka pada foto tegak dengan posisi
PA belum terlihat bayangan cairan secara radiologis, karena
terletak di belakang difragma.

Bila cairan sudah banyak (lebih dari 300 cc), akan terlihat
gambaran radiologis yang klasik, berupa :
a. Perselubungan padat dengan sinus yang tertutup.
b. Permukaan atas cairan yang berbentuk concave
c. Bila cairan cukup banyak akan mendorong jantung,
mediastinum atau trachea ke sisi yang lain.
2. Analisa Gas Darah
Analisis gas darah arteri dapat memberikan gambaran hipoksemi
meskipun pada kebanyakan pasien sering tidak diperlukan. Pada
pasien dengan gagal napas yang berat secara signifikan
meningkatkan mortalitas sebesar 10%.

3. USG dada, bisa membantu mengidentifikasi adanya akumulasi


cairan dalam jumlah kecil.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Hemothoraks Masif

• Penanganan awal adalah pergantian volume darah dan dekompresi


kavum pleura
• Pergantian volume darah; lakukan pemasangan jalur intravena dan
pemberian infus kristaloid tetes cepat disertai transfusi darah. Darah
dari chest tube sebaiknya dikumpulkan dalam satu wadah untuk
autotransfusi dan dihitung volume darah yang keluar.
• Jika darah yang dievakuasi 1.500ml, maka dibutuhkan tindakan
thorakotomi dini.
• Bila output darah kurang dari 1.500 ml tetapi mengalami perdarahan
terus menerus maka juga diperlukan tindakan torakotomi.
Referensi

1. Guyton, Arthur, C. Hall, John, E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.


Edisi 9. Jakarta : EGC; 1997. p. 598.
2. Sudoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. K, Marcellus, Simadibrata. Setiati, Siti. Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi IV. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2006. p. 1063.
3. Bowman, Jeffrey, Glenn. Pneumothorax, Tension and Traumatic. Updated: 2010 May 27; cited
2011 January 10. Available from http://emedicine.medscape.com/article/827551
4. Alsagaff, Hood. Mukty, H. Abdul. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya : Airlangga
University Press; 2009. p. 162-179
5. Schiffman, George. Stoppler, Melissa, Conrad. Pneumothorax (Collapsed Lung). Cited : 2011
January 10. Available from : http://www.medicinenet.com/pneumothorax/article.htm
6. Malueka, Rusdy, Ghazali. Radiologi Diagnostik. Yogyakarta : Pustaka Cendekia Press; 2007.
p. 56
7. American College of Surgeons. 2018. Advanced Trauma Life Support Student Course
Manual
Thanks!
x

CREDITS: This presentation template was


created by Slidesgo, including icons by Flaticon,
and infographics & images by Freepik.