Anda di halaman 1dari 10

Lampiran 1. SKEMA KERJA A.

Penanganan Sampel Di Laboratorium (Pra Analisis)


Sampel diterima oleh petugas khusus

Pengecekan persyaratan teknis & administrasi

Registrasi barang bukti

Dokumentasi sebelum & sesudah pembungkus dibuka

Penyisihan barang bukti

Analisis barang bukti

Interpretasi hasil

B. Penilaian Sampel
Sampel

Organoleptis

Bentuk sebelum &


Bau

Uji pH

Volume

sesudah pembungk us dibuka


Warna

C. Uji Skrinning
Card/Strip test dibawa ke suhu ruang dan keluarkan test strip dari bungkusnya.

Strip dicelupkan ke dalam urin dengan arah panah menunjuk tegak lurus pada sampel

Dicelupkan ke dalam plasma dengan arah panah menunjuk tegak lurus pada sampel, tidak boleh lebih dari batas maksimal pada strip

ditahan sampai muncul warna merah keunguan pada area tes ( 30 detik)

Strip diletakan di permukaan datar yang bersih dan tidak menyerap

Hasil dibaca antara 10-30 menit setelah penambahan sampel

Hasil negatif (-) bila tampak 2 garis pada huruf C dan T

hasil positif (+) bila tampak 1 garis pada huruf C, atau sesuai dengan petunjuk manualnya

D.

Pembuatan Larutan-Larutan Larutan NaOH 4,0 M Ditimbang dengan teliti 0,8 gram NaOH padat dalam gelas beaker Dilarutkan dengan aquades secukupnya dan dipindahkan ke dalam labu ukur 5 mL Gelas beaker dibilas dengan aquades dan ditambahkan ke dalam labu ukur 5 mL Ditambahkan aquades hingga tanda batas labu ukur Digojog hingga homogen

Larutan NaOH 0,2 M Dipipet 1,25 mL larutan NaOH 4,0 M Dituangkan ke dalam labu ukur 25 mL Ditambahkan aquades hingga tanda batas pada labu ukur Digojog hingga homogen

Larutan KH2PO4 0,1 M Ditimbang serbuk kalium dihidrogen fosfat sebanyak 0,3402 gram Dilarutkan dengan aquades secukupnya di dalam gelas beaker Dipindahkan ke dalam labu ukur 25 mL Ditambahkan aquades hingga tanda batas labu ukur Digojog hingga homogen

Larutan Dapar Fosfat 0,1 M pH 6,0 Dipipet 10 mL larutan KH2PO4 0,1 M Ditambahkan NaOH 0,2 M hingga mencapai pH 6,0

Larutan Dapar Fosfat 0,1 M pH 9,0 Dipipet 5 mL larutan KH2PO4 0,1 M Ditambahkan NaOH 0,2 M hingga mencapai pH 9,0

Larutan Dapar Fosfat 0,1 M pH 10,3 Dipipet 5 mL larutan KH2PO4 0,1 M Ditambahkan NaOH 0,2 M hingga mencapai pH 10,3

Larutan Asam Asetat 1,0 M Dipipet 0,3 mL larutan asam asetat glasial Dipindahkan kedalam labu ukur 10 mL yang telah berisi aquades secukupnya Ditambahkan aquades hingga tanda batas labu ukur Digojog hingga homogen Larutan Dapar Asetat 1,0 M pH 4,5 Dipipet 2 mL asam asetat 1,0 M Ditambahkan larutan NaOH 0,2 M sebanyak 3,65 mL Dilakukan pengujian pH dengan pH-meter Jika pH belum mencapai 4,5, dilakukan pengaturan pH dengan penambahan larutan NaOH atau larutan asam asetat.

Eluen SPE untuk Senyawa Golongan Opiat Dipipet sebanyak 3,9 mL CHCl3, 1 mL isopropanol dan 0,1 mL (setara dengan 2 tetes) NH4OH Dimasukkan kedalam labu ukur 5 mL Digojog hingga homogen

Eluen SPE untuk Senyawa Golongan Amfetamin Dipipet sebanyak 3,9 mL CHCl3, 1 mL isopropanol dan 0,1 mL (setara dengan 2 tetes) HCl

Dimasukkan kedalam labu ukur 5 mL Digojog hingga homogen

Larutan Baku Primer Ditimbang masing-masing senyawa standar sebanyak 1 mg Masing-masing senyawa dilarutkan dengan metanol secukupnya dalam gelas beaker Masing-masing senyawa dipindahkan kedalam labu ukur 10 mL Ditambahkan metanol hingga tanda batas labu ukur Digojog hingga homogen

E.

Ekstraksi Senyawa Golongan Opiat

4 mL urin

Ditambahkan 0,4 mL HCl pekat

Tabung ditutup dan dipanaskan dalam penangas air pada suhu 120C selama 20 menit

Dinginkan dan ditambahkan 1 mL larutan NaOH 4,0 M

Sampel

Ditambahkan 0,2 mL dapar fosfat (pH9)

Dicek pH 6,5 7,5 dengan penambahan + 1

mL dapar fosfat 0,1 M pH 6,0

Cek pH dengan paper test Tambahkan dapar fosfat Larutan pH 9

Dialirkan 3 mL metanol dan 3 mL

dapar fosfat 0,1 M pH 6,0 (pengkondisian kolom)

Dialirkan 1,2 mL dapar fosfat 0,1 M pH 6,0 ke dalam cartridge (loading sampel)

Sampel diekstraksi dengan 10 mL campuran kloroform : isopropanol (9:1, v/v)

Reservoir sampel 8 mL dipasang, sampel dialirkan, dan reservoir dilepas

Divortex selama 10 menit

Dialirkan 1,5 mL air, dilanjutkan dengan 1,5 mL dapar asetat pH 4,5, dan 1,5 mL methanol (pencucian kolom)

Disentrifugasi 3500 rpm selama 10 menit

dipasang wadah penampung eluat di bawah cartridge

Ambil fase kloroform Elusi dengan 1,5 mL campuran kloroform : isopropanol : NH4OH (78:20:2,v/v)

Ditambahkan 1-2 gr natrium sulfat anhidrat

Eluat yang diuapkan pada suhu 65C Diaduk, disaring, dan diupakan Direkonstitusi dengan metanol sebanyak 100L

Direkonstitusi dengan 25 L metanol

F.

Ekstraksi Senyawa Golongan Amfetamin Ekstraksi Cair-Cair Amfetamin Disiapkan 1 tabung, ditambahkan 1 mL sampel urin positif golongan amfetamin

Dilanjutkan dengan penambahan 2 mL buffer fosfat pH 10,3

Dilakukan pengujian pH untuk memastikan pH sampel adalah 10,3. Jika tidak 10,3, maka dilakukan penambahan dapar fosfat pH 10,3 Ditambahkan dengan 3 mL campuran kloroform : isopropanol (3:1, v/v) ke dalam . sampel Divortex dengan kecepatan 2500 rpm selama 30 menit

Disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit

Fase organik didehidrasi dengan penambahan 100 mg natrium sulfat anhidrat dan difiltrasi dengan kertas saring

Ditambahkan 1-2 tetes HCl 10 % ke dalam filtrat

Diuapkan pada suhu 65C

Ekstrak direkonstitusi dengan 100 L metanol.

Ekstraksi Fase Padat Amfetamin Disiapkan 2 mL sampel urin positif golongan amfetamin

Ditambahkan 1,5 mL dapar fosfat 0,1 M pH 6,0

Divortex selama 10 menit dengan kecepatan 2500 rpm

Dilakukan pengkondisian kolom SPE dengan mengalirkan 3 mL metanol dan 3 mL dapar fosfat 0,1 M pH 6,0 Dijaga agar kolom tidak kering

Dialirkan sampel ke dalam kolom

Dilakukan pencucian kolom dengan mengalirkan 1,5 mL air, dilanjutkan dengan 1,5 mL asam asetat 1,0 M, dan 1,5 mL metanol. Dipasang wadah penampung eluat di bawah cartridge sebelum dilakukan elusi Dilakukan elusi dengan menggunakan 1,5 mL campuran kloroform : isopropanol : NH4OH (78:20:2, v/v) Digunakan laju alir sebesar 1 2 mL/menit Eluat yang tertampung diuapkan pada suhu 65C Ekstrak direkonstitusi dengan metanol sebanyak 100 L

G.

Uji Konfirmasi dengan KLT-Spektrofotodensitometer

Disiapkan plat silika gel GF254 berukuran 10 cm 10 cm dan diberi tanda batas atas

Plat dicuci dengan metanol

Plat diaktivasi dalam oven 120 C selama 30 menit

Disiapkan 2 chamber untuk elusi dan dijenuhkan masing masing dengan fase gerak TB dan TE selama 30 menit hingga chamber jenuh

Larutan sampel, standar dan standar references ditotolkan pada plat sesuai dengan sistem fase gerak tersebut, lalu dilakukan pengembangan (elusi)

Plat diangkat dan dikeringkan dalam oven 60C selama 10 menit

Dideteksi dengan Spektrodensitometri pada panjang gelombang maksimum yang dapat mendeteksi semua senyawa pada analit.

Dari hasil spektrofotodensitometer, dihitung harga hRfc dan dianalisis spektrumnya, kemudian dibandingkan dengan literatur.

H.

Determinasi dengan KLT-Spektrofotodensitometer

Disiapkan plat silika gel GF254 berukuran 10 cm 10 cm dan diberi tanda batas atas

Plat dicuci dengan metanol

Plat diaktivasi dalam oven 120 C selama 30 menit

Disiapkan chamber untuk elusi dan dijenuhkan masing masing dengan fase gerak TB selama 30 menit

Larutan sampel, standar dan standar references ditotolkan pada plat, dilakukan pengembangan (elusi)

Plat diangkat dan dikeringkan dalam oven 60C selama 10 menit

Dideteksi dengan Spektrodensitometri pada panjang gelombang maksimum yang dapat mendeteksi semua senyawa pada analit.

Hasil spektrofotodensitometer, dihitung koefisien regresi dan persamaan regeresi linearnya dengan x adalah konsentrasi dan y adalah AUC kemudian AUC senyawa pada sampel dimasukkan ke dalam persamaan regresi sehingga konsentrasi senyawa pada sampel dapat dihitung