Anda di halaman 1dari 15

Perkembangan Intelektual dan Emosi

Oleh ( KELOMPOK 4) :
1.MUTIARA TAMBUNAN
2.NINING PRATIWI

(4103121045)
(4101121020)

3.NURIFA ZAHRO W. HARAHAP (4102121017)


4.PAIAN TAMBA (4103121050)

Jurusan P. Studi M. Kuliah

: Fisika : Pendidikan Fisika (Kelas A) : Perkembangan Peserta Didik

1. Perkembangan Intelek a. Tahap Perkembangan Intelek/kognitif Jean Piaget membagi perkembangan Intelekt/kognitif menjadi 4 tahapan: 1. Tahap Sensori-Motoris Dialami pada usia 0-2 tahun Interaksi anak dengan lingkungannya ,termasuk orangtuanya, terutama dilakukan melalui perasaan dan otot-ototnya. 2. Tahap Praoperasional Dialami pada usia 2-7 tahun Disebut juga sebagai tahap intuisi sebab perkembangan kognitifnya memperlihatkan kecendrungan yang ditandai oleh suasana intuitif Pada tahap ini,anak bersifat egosentris

3. Tahap Operasional Konkret Tahap ini berlangsung antara usia 7-11 tahun Pada tahap ini anak mulai menyesuaikan diri dengan realitas konkret dan sudah mulai berkembang rasa ingin tahunya Egosentris anak sudah mulai berkurang. Cara berfikir anak yang masih bersifat konkret, menyebabkan mereka belum mampu menangkap yang abstrak atau melakukan abstraksi tentang sesuatu yang konkret. 4. Tahap Operasional Formal Tahap ini dialami oleh anak pada usia 11 tahun keatas Pada tahap ini anak telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam pekerjaannyayang merupakkan hasil dari berfikir logis Aspek perasaan dan moral telah berkembang Interaksinya dengan lingkungan sudah amat luas, menjangkau banyak teman sebayanya bahkan berusaha untuk dapat berinteraksi dengan orang dewasa.

b. Karakteristik Perkembangan Intelek 1. Karaktersitik tahap Sensori-Motoris Karaktersitik yang menonjol pada tahap Sensori-Motoris: Tindakannya masih bersifat naluriah Aktivitas pengalaman didasarkan terutama pada pengalaman indra Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu mengkategorikan pengalaman. Individu mulai belajar menangani objek konkret melalui skema sensorimotorisnya. Untuk memperjelas tahap sensori motoris, Piaget merincikan lagi tahap sensori motoris dalam 6 fase dan karakteristik tersendiri: a. Fase Pertama (0-1 bulan) dengan karakteristik Individu mampu bereaksi secara refleks Individu mampu menggerak-gerakkan anggota badan meskipun belum terkoordinir Individu mampu mengasimilasikan dan mengakomodasikan berbagai pesan yang diterima dari lingkungannya.

b. Fase Kedua (1-4 bulan) memiliki karakteristik bahwa individu mampu memperluas skema yang dimilikinya berdasarkan hereditas. c. Fase ketiga (4-8 bulan) memiliki karakteristik bahwa individu mulai dapat memahami hubungan antara perlakuannya terhadap benda dengan akibat yang terjadi pada benda itu. d. Fase keempat (8-12 bulan) memiliki karakteristik: Individu mampu memahami bahwa benda tetap ada meskipun untuk sementara waktu hilang dan akan muncul lagi diwaktu lain Individu mulai mampu mencoba sesuatu Individu mampu menentukan tujuan kegiatan tanpa tergantung kepada orangtua. e. Fase kelima (12-18 bulan ) memiliki karakteristik: Individu mulai mampu meniru Individu mampu melakukan berbagai percobaan terhadap lingkungannya secara lebih lancar

f. Fase Keenam (18-24 bulan) memiliki karakteristik: Individu mulai mampu mengingat dan berpikir Individu mampu untuk berpikir dengan menggunakan simbol-simbol bahasa sederhana. Individu mampu berpikir untuk memecahkan masalah sederhana sesuai dengan tingkat perkembangannya. Individu mampu memahami diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang. 2. Karakteristik Tahap Praoperasional Individu telah mampu mengkombinasikan dan mentransformasikan berbagai informasi Individu telah mampu mengemukakan alasan-alasan dalam menyatakan ide-ide Individu telah mampu mengerti adanya hubungan sebab akibat dalam suatu peristiwa konkret,meskipun logika hubungan sebab akibat belum tepat. Cara berfikir individu bersifat egosentris

3. Karakteristik Tahap Operasional konkret Segala sesuatu dipahami sebagaimana yang tampak saja atau sebagaimana kenyataan yang mereka alami. Dalam memahami konsep ,individu sangat terikat pada proses mengalami sendiri.

4. Karakteristik Tahap Operasional Formal Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi Individu mulai berfikir logis dengan objek-objek yang abstrak Individu telah mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis Individu telah mampu membuat pikiran dimasa depan Individu mulai mampu untuk mengintropeksi diri sendiri Individu mulai mampu membayangkan peranan-peranan orang yang diperankan orang dewasa. Individu mulai menyadari diri mempertahankan kepentingan masyarakat dilingkungannya.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Intelek Kognitif.


Faktor Hereditas
Semenjak dalam kandungan,anak telah memiliki sifatsifat yang menentukan daya kerja intelektualnya. Namun tidak akan berkembang secara optimal apabila lingkungan tidak mendukung Memberi kesempatan kepada anak untuk merealisasikan ide-idenya, menghargai ide-ide tersebut,memuaskan dorongan keingintahuan anak dengan jalan seperti menyediakan bacaan,alat-alat keterampilan & alat-alat yang dapat mengembangkan kreativitas anak. Menjaga & meningkatkan pertumbuhan fisik anak,seperti melalui kegiatan olahraga dan Gizi yang cukup. Menciptakan interaksi/hubungan yang akrab dengan peserta didik. Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk berdialog dengan orang-orang yang ahli dan berpengalaman dalam bidang ilmu pengetahuan

keluarga

Faktor Lingkungan

sekolah

2. Perkembangan Emosi
A.

Pengertian Emosi
Golleman

(1995)

Emosi merujuk kepada makna yang paling harafiah yang diambil dari Oxford English Dictionary yang memaknai emosi sebagai kegiatan atau pergoalkan pikiran , perasaan , nafsu, setiap keadaan mental yang hebat yang meluap luap
Chaplin

(1989)

Dalam Dictionary of Psyhology , Emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan yang disadari yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku

b. Bentuk Bentuk Emosi

Golleman (1995) mengidentifikasi sejumlah kelompok yang emosi 1. Amarah 2. Kesedihan 3. Rasa Takut 4. Kenikmatan 5. Cinta 6. Terkejut 7. Jengkel 8. Malu

c.Hubungan Antara Emosi dan Tingkah aku Melalui teori kecerdasan emosional yang dikembangkan Golleman mengemukakan sejumlah ciri utama pikiran emosional sebagai bukti bahwa emosi memainkan peranana penting dalam pola berfikir dan tingkah laku individu .

CIRI UTAMA PIKIRAN EMOSIONAL


1. 2. 3. 4.

5.

Respons yang cepat tetapi ceroboh Mendahulukan perasaan kemudian pikiran Memperlakukan realitas sebagai realitas simbolik Masa lampau diposisikan sebagai masa sekarang Realitas yang ditentukan oleh keadaan

TEORI EMOSI
1.

Teori sentral
Gejala kejasmanian termasuk tingkah laku yang merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu

2.

Teori Peripheral
Gejala kejasmanian atau tingkah laku seseorang bukanlah merupakan akibat dari emosi , melainkan emosi yang dialami oleh individu itu sebagai akibat gejala kejasmanian

3.

Teori Kepribadian
Suatu aktivitas pribadi dimana pribadi ini tidak dapat dipisah-pisahkan

4.

Teori Kedaruratan

CIRI CIRI PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA


1. 2. 3. 4. 5.

Perubahan Jasmani Perubahan Pola Interaksi dengan Orangtua Perubahan Interaksi dengan Teman Sebaya Faktor Pandangan Luar Perubahan Interaksi Dalam Sekolah

Sekian & Terimakasih