Anda di halaman 1dari 12

Makalah biologi perikanan

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyusun tugas atau makalah ini, sebagai tugas yang diberikan kepada kami. Selawat beserta salam kita sampaikan kepada penghulu alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan kepada alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Hormat kami kepada Bapak Darmayedi selaku Dosen mata kulyah Biologi Perikanan yang telah membimbing kami sehingga tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa tugas ini jauh lebih dari kesempurnaan yang penulis harapakan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah penulis harapakan demi kesempurnaan dimasa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat untuk penulis sendiri dan untuk para pembaca. Amin. Penulis.

JERI ANTO Nim 11160059

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetehuan yang mempelajari keadaan ikan yaitu sejak individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian secara alami atau oleh karena factor lain. Pengetahuan itu akan menguraikan tentang aspek aspek biologi individu dari spesies ikan. Sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembngan spesies ikan untk dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan alaminya.

Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal), hidup dalam air, gerakan dan keseimbangan badannya terutama menggunakan sirip, dan umumnya bernapas dengan insang. Sebagian besar ikan hidup di perairan laut sedangkan sebagiannya di perairan darat. BAB II MORFOLOGI IKAN 2.1. Bentuk Tubuh Bentuk tubuh ikan, bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Secara umum bentuk tubuh ikan dibagi menjadi 2 yaitu: 1. 1. Simetrik Bilateral

Yaitu ikan apabila tubuh di belah dua secara membujur / memanjang mulai dari pertengahan ujung kepala sampai ekor akan menghasilkan dua belahan tubuh yang serupa. Bentuk tubuh seperti ini banyak dimiliki semua jenis ikan. Contohnya ikan mujair ( Orecrhomis mussambicus ), ikan kerapu ( Epinephelus pachyceniru ). 1. 2. Non Simetrik Bilateral

Yaitu ikan apabila tubuh di belah dua secara membujur / memanjang maka belahan tubuh sebelah kanan tidah mencerminkan atau tidak dengan belahan kiri. Ikan sebelah ( psettodes erumeri ) dan ikan lidah ( Cynoglossus lingua ) Bentuk bentuk tubuh ikan dapat dikelompokan menjadi : 1. Bentuk Pipih Ikan yang bertubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil dibandingkan tinggi badan dan panjang tubuh. Contonya : ikan tambakan (Helestoma temmineki), ikan nila (Oreocromis niloticus), dan ikan mujair (Orecrhomis mussambicus ). 1. Bentuk Bola Ikan dengan bentuk tubuh ini apabila sedang mengembang maka bentuk tubuhnya akan menyerupai bola. Contohnya ikan Buntal (Diodon hystrix), Ikan buntal batu (Ostraction nasus) dan ikan jebong (Abalistes stellaris). 1. Bentuk Kotak

Ikan seperti ini bentuk tubuhnya menyerupai kotak. Contohnya : Whitedotted boxfish, yaitu ikan laut yang hidup diperairan pasifik, hindia dan samudra pasifik. 1. Bentuk Panah Tubuh ikan seperti anak panah, kepalanya lancip/ meruncing, badan memanjang kebelakang dengan bentuk yang hampir seimbang dan ekor bercagak. Contohnya : Ikan alu alu (Sphyraene jello), Ikan kelah (Tor khudree). 1. Bentu Ular Tubuh ikan berbentuk bulat memanjang seperti ular dengan ukuran panjang tubuh dapat mencapai 20 kali tingginya. Contohnya : Belut (Monopterus albus),dan ikan Sidat (Anguilla bicolor). 1. Bentuk Cerutu Tinggi ikan hampir sama dengan lebarnya dan kedua ujungnya hamper meruncing. Contohnya : ikan tuna (thunnus allalunga), ikan Tongkol (Euthynnus affinis). 1. Bentuk Pita Tubuh ikan seperti ini berbentuk pipih mendatar, memanjang dan hampir menyerupai pita. Contonya: ikan layur (Trichiurus saval). Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. Panjang total (TL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga ujung ekor. Panjang standar (SL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik-sisik tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor). 2.2. Tipe Mulut Mulut ikan, bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.

Tipe mulut bergantung pada jenis makanan yang menjadi santapan ikan. Ada empat tipe mulut pada ikan, yaitu : 1. 2. 3. 4. Terminal : mulut terletak di ujung kepala menghadap ke depan. Sub terminal : mulut terletak sejajar kepala menghadap ke depan Superior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah Inferior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah

2.3. Sisik Sisik diistilahkan sebagai rangka dermis, karena sisik dibuat di dalam lapisan dermis. Selain itu ada juga ikan yang tak bersisik, kebanyakan dari sub-ordo Siluroidea, contohnya ikan Jambal (Pangasius pangasius). Sisik dibedakan berdasarkan jenis bahan dan bentuknya, sisik dibedakan menjadi : 1. 1. Sisik placoid

Terdapat pada ikan yang bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuknya hampir mirip dengan dengan bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang menonjol seperti duri keluar dari epidermis. 1. 2. Sisik cosmoid

Terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif. Sisik ini terdiri dari beberapa lapis, dari luar : a). Vitrodentine (dilapisi semacam enamel) b). Cosmine (lapisan kuat dan non-seluler) c). Isopedine. Misalnya : Latimeria chalumnae. 1. 3. Sisik ganoid

Terdiri dari beberapa lapisan, dari luar : 1. Ganoine (Terdiri dari garan-garam an-organik) 2. Lapisan yang seperti lapisan cosmoine 3. Isopedine Bentuk seperti belah ketupat, misalnya ikan : Polypterus, Lepisostidae, Acipencoridae, Polyodontidae 1. 5. Sisik cycloid

Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, dan lingkaran pada bagian belakang bergigi. 1. 5. Sisik ctenoid Sisik cikloid dan sisik ctenoid kepipihannya tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparan, dan tidak mengandung dentine atau enamel. Bagian sisik yang menempel pada tubuh hanya sebagian. 2.4. Sirip Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip dubur, dan sirip ekor. Penjelasan untuk macam-macam sirip ini adalah : 1. Sirip perut Sirip perut pada sub class elasmobranchia disokong oleh tulang tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium. 2. Sirip punggung Sirip punggung yang terdapat pada ikan class Chondrichtyes disokong oleh keping-keping tulang rawan disebut rawan basal yang terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak di bagian rawan basal menunjang jari-jari keras. 3. Sirip dada Pada Condridhthyes disokong oleh tulang gelang bahu (Pectoral girdle) dinamakan coracoscapula. Pada ikan Osteichthyes gelang bahu terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal. 4. Sirip dubur Ikan Osteichthyes tulang yang menyokong sirip dubur ada tiga termasuk di dalamnya masuk ke dalam bagian tubuh, diantaranya tulang cucuk hemal dinamakan promaxial pterygiophore dan terluar distal pterigiophore di atasnya terdapat intermediet pterygiophore. 5. Sirip ekor Tipe ekor ada lima macam yaitu : Rounded , Truncate, Lunate, Emarginate, dan Forked. Secara garis besar macam bentuk ekor dibedakan menjadi : Heterocercal, Protocercal, dan Homocercal. Sirip ikan terdiri dari tiga jenis jari-jari sirip yang hanya sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh spesies ikan, yaitu : 1. Jari-jari sirip keras

Merupakan jari jari sirip yang tidak berbuku-buku dan keras. 2. Jari jari sirip lemah Merupakan jari jari sirip yang dapat ditekuk, lemah, dan berbukubuku. 3. Jari jari sirip lemah mengeras Merupakan jari jari sirip yang keras tetapi berbuku-buku. 2.5. Gurat Sisi (Linea lateralis) Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf. Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensori ikan yang dapat mendeteksi perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai echolocation yang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitarya. Pada beberapa jenis ikan, termasuk golongan Characin, linea lateralis merupakan satu garis panjang yang tidak terputus. BAB III ANATOMI 3.1. Ikan Air Tawar Dan Air Laut

Ikan air asin akan mati bila berada di air tawar,begitu juga sebaliknya. Karena kadar garam air laut tiga kali lebih asin dari pada cairan tubuh ikan laut. Proses alam yang disebut osmosis, menyebabkan kadar air pada tubuh ikan laut terserap oleh air laut. Maka ikan laut banyak meminum air untuk menggantikan air yang keluar melalui tubuh dan insang nya. Sebalik nya, ikan air tawar yang memiliki kadar garam lebih tinggi dari pada lingkungan sekitarnya, tidak perlu minum karena proses osmosis yang mendorong air masuk ke dalam tubuh ikan. 3.2. Gelembung Renang

Ikan bisa mengapung di air dengan mudah kerana memiliki organ yang disebut gelembung renang. Gelembung renang berisi gas (oksigen dan nitrogen), yang bisa menetralkan berat ikan sehingga sama dengan berat jenis air sekitarnya. Udara masuk dan keluar melalui mulut dan esophagus ikan, sehingga gelembnung renang bisa mengembang dan mengempis. Tetapi beberapa ikan mengisi udara pada gelembung renangnya melalui pembuluh darah. Pada jenis ikan tertentu gelembung renang juga berpungsi sebagai alat pendengaran, karena gelembung

renangnya berhubungan dengan sistim pendengaran melalui rangkaian tulang kecil yang disebut tulang weber. 3.3. Peredaran Darah Ikan 1. Ikan yang berdarah panas memiliki aorta yang berada dibawah sisik. 2. Ikan yang berdarah dingin aortanya berada searah dengan tulang belakang.

3.4.

Telinga Ikan

Telinga ikoan terletak didalam tengkorak dan tak terlihat dari luar. Tidak hanya berpungsi sebagai alat pendengar, tetapi jugaa bisa membantu merasakan perubahan arah dan kecepatan saat berenang. Telinga dalam ikan meliputi 3 saluran melingkar yang peka terhadap perubahan tekanan. Dipangkal saluran terdapat otolit, yaitu tulang padat yang terapung dalam cairan. Otolit akan tenggelam dalam cairan saat tubuh ikan terkena gelombang bunyi. Ketika tenggelam oyolit menyentuh sel rambut indra yang selanjut nya mengirimkan implus ke dalam otak. 3.5. Mata Ikan

Ikan mempunyai mata dikedua sisi kepalanya yang bisa mengawasi keadaan sekitarnya. Hal itu memnberikan perlindungan lebih pada ikan dari pemangsa. Ikian memiliki pandangan 3 demensi yang sempit, ikan mempokuskan pandangan pada benda yang ada didepan nya dengan menggerakkan lensanya maju dan mundur. Gerakan ini dilakukan oleh otot yang bernama tetraktor lentis. Untuk melihat benda jauh, tetraktor lentis kontraksi seingga lensa tertarik ke belakang. Untuk melihat benda dekat , tetraktor lentis akan melakukan relaksasi sehingga lensa maju mendekati moncong.

3.6.

Insang

Ikan bernapas dengan menggunakan insang, terdiri atas tulang yang menopang pilamen-pilamen. Tiap filament terdapat lamella-lamela yang mengandung ratusan pembuluh darah kapiler. Air yang mengalir melalui insang langsung dihisap oksigennya oleh arteri menuju ke jantung. Darah yang mengandung karbon dioksida di alirkan ke lamella oleh vena keluar tubuh. 3.7. Darah Dingin Dan Darah Panas

Kebanyakan ikan disebut berdarah dingin. Karena panas tubuh nya sebagian besar terbuang melalui insang sehingga suhu tubuhnya sama dengan air. Tetapi beberapa ikan mampu menyimpan panas tubuhnya karena ikan tersebut memiliki suatu sistim yang disebut rate milabile atau jalinan ajaib. Otot ikan berdarah panas bisa menghasilkan lebih banyak tenaga karena panas tubuhnya tetap.

BAB IV FISIOLOGI

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak, jukut. Fisiologi ikan mencakup proses osmoregulasi, sistem sirkulasi, sistem respirasi, bioenergetik dan metabolisme, pencernaan, organ-organ sensor, sistem saraf, sistem endokrin dan reproduksi. Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Salah satu penyesuaian ikan terhadap lingkungan ialah pengaturan keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya, karena sebagian hewan vertebrata air mengandung garam dengan konsentrasi yang berbeda dari media lingkungannya. Ikan harus mengatur tekanan osmotiknya untuk memelihara keseimbangan cairan tubuhnya setiap waktu. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan

yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluartubuh. Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai ikan, seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan. Ikan dapat ditemukan di hampir semua genangan air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium. Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton. Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia.

BAB V HABITAT DAN PERSYARATAN

4.1. Habitat Air Laut Dalam - Abyssal yaitu dengan kedalaman 4000-6000 m - Bathypelagic yaitu dengan kedalaman 1000-4000 m - Archibentic

4.2. Penggolongan Ikan Pada Perairan Dangkal - Benthic/Demersal yaitu dengan kedalaman 10-250 m -Oceanic yaitu ikan yang menyukai hidup di dekat permukaan air laut, sangat jarangmendekati daratan. - Pelagic yaitu golongan ikan yang hidup di lingkungan laut tetapi tidak hidup didasar laut. - Benthopelagicyaitu ikan yang mampu hidup di daerah bentik maupun pelagik tergantung musim atau kondisi lain (misal perubahan salinitas). - Coastal yaitu ikan ini tidak pernah jauh dari pantai tetapi jarang sekali masuk kedaerah payau. - Ikan kuala (estuarine), ikan yang hidup di daerah muara sungai, tempat pertemuan air sungai dengan air laut. 4.3. Penggolongan Ikan Bermigrasi - Katadro yaitu ikan yang menghuni daerah perairan asin sampai air tawar (pemijahan memerlukan air asin). Contoh: sidat, belanak, udang galah -Anadrom : ikan yang melakukan perjalanan naik dari laut ke arah hulu sungaiuntuk melakukan pemijahan. Contoh: salmon 4.4. Penggolongan Ikan Yang Hidup Di Air Tawar -Lacustrine, golongan ikan yang hidupnya menetap di perairan diam(tambakan, sepat, dan nilem). -Fluvial, golongan ikan yang hidupnya di air mengalir. Contoh: karper,mujahir. -Adfluvial, golongan ikan yang hidupnya memerlukan air tenang, tetapi untuk memijahnya mencari air mengalir.

4.5. Persyaratan Habitat Faktor pembatas: dapat berupa fisik, khemis, atau biologis -Suhu -Salinitas -Oksigen

4.6. Pertumbuhan - Pertumbuhan: pertambahan ukuran panjang dan/atau berat - Pertumbuhan individu: pertambahan jaringan akibat pembelahan sel secaramitosis, terjadi apabila ada input energi dan asama amino (protein) dari pakan - Pertumbuhan populasi: pertambahan jumlah individu - Pakan (energi) yang masuk ke dalan tubuh ikan akan digunakan untuk: -Membentuk sel-sel baru -Menggantikan sel-sel yang rusak -Metabolisme dasar -Perkembangan gonade 4.7. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan -Faktor luar: pakan, suhu perairan, intensitas cahaya, salinitas, turbiditas,lingkungan -Faktor dalam: umur, keturunan, jenis kelamin, penyakit -Pertumbuhan mengalami kelambatan saat ikan menjelang dewasa. Banyak energi untuk perkembangan gonadenya. Pengrtian ikan menurut UU no 45 tahun 2005 Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Didalam bagian penjelasan dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam jenis ikan adalah : a. ikan bersirip (pisces). b. udang, rajungan, kepiting, dan sebangsanya (crustacea). c. kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput, dan sebangsanya (mollusca). d. ubur-ubur dan sebangsanya (coelenterata). e. tripang, bulu babi, dan sebangsanya (echinodermata). f. kodok dan sebangsanya (amphibia). g. buaya, penyu, kura-kura, biawak, ular air, dan sebangsanya (reptilia) h. paus, lumba-lumba, pesut, duyung, dan sebangsanya (mammalia)

i. rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae) j. biota perairan lainnya Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan, bahwa tidak hanya hewan bersirip dan memiliki insang saja yang dimaksud dengan ikan, tetapi segala biota perairan yang seluruh atau sebagian dari silklus hidupnya berada di lingkungan perairan.